Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kesehatan dan Keselamatan Kerja atau K3 adalah suatu sistem program yang
dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif)
timbulnya kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja dalam lingkungan
kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan
kerja dan penyakit akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal
demikian.Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pemikiran dan upaya
untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah
tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya
untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

Keselamatan dan keamanan kerja mempunyai banyak pengeruh terhadap


faktor kecelakaan, karyawan harus mematuhi standart (K3) agar tidak menjadikan
hal-hal yang negative bagi diri karyawan. Terjadinya kecelakaan banyak
dikarenakan oleh penyakit yang diderita karyawan tanpa sepengetahuan pengawas
(K3), seharusnya pengawasan terhadap kondisi fisik di terapkan saat memasuki
ruang kerja agar mendeteksi sacera dini kesehatan pekerja saat akan memulai
pekerjaanya. Keselamatan dan kesehatan kerja perlu diperhatikan dalam
lingkungan kerja, karena kesehatan merupakan keadaan atau situasi sehat
seseorang baik jasmani maupun rohani sedangkan keselamatan kerja suatu
keadaan dimana para pekerja terjamin keselamatan pada saat bekerja baik itu
dalam menggunakan mesin, pesawat, alat kerja, proses pengolahan juga tempat
kerja dan lingkungannya juga terjamin. Apabila para pekerja dalam kondisi sehat
jasmani maupun rohani dan didukung oleh sarana dan prasarana yang terjamin
keselamatannya maka produktivitas kerja akan dapat ditingkatkan. Masalah
kesehatan adalah suatu masalah yang kompleks, yang saling berkaitan dengan
masalah-masalah lain di luar kesehatan itu sendiri. Banyak faktor yang
mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat,
antara lain: keturunan, lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan.
Indonesia hingga saat ini masih memiliki tingkat keselamatan kerja yang
rendah jika dibandingkan dengan negara-negara maju yang telah sadar betapa
penting regulasi dan peraturan tentang K3 ini untuk diterapkan. Kesadaran akan
hal ini masih sangat rendah baik itu mulai dari pekerja hingga perusahaan atau
pemilik usaha. Regulasi ini sangat penting untuk dilaksanakan dan dipatuhi dalam
dunia kerja karena dapat mendatangkan manfaat yang positif untuk meningkatkan
produktivitas pekerja dan mampu meningkatkan probality usia kerja karyawan
dari suatu perusahaan menjadi lebih panjang.

B. RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang akan penulis angkat dalam makalah ini sesuai
dengan latar belakang yang telah penulis paparkan sebelumnya yaitu:

1. Apa pengertian keselamatan dan kesehatan kerja?

2. Apa pengertian dari istilah-istilah keselamatan dan kesehatan kerja?

3. Bagaimana perkembangan sejarah keselamatan dan kesehatan kerja?

4. Apa prinsip-prinsip dasar yang diterapkan oleh keselamatan dan kesehatan


kerja?
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Beberapa pendapat mengenai pengertian keselamatan dan kesehatan kerja


antara lain:

a. Menurut Mangkunegara (2002) Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu


pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik
jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya, dan manusia pada
umumnya, hasil karya dan budaya untuk menuju masyarakat adil dan makmur.

b. Mathis dan Jackson (2002), menyatakan bahwa Keselamatan adalah merujuk


pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera
yang terkait dengan pekerjaan. Kesehatan adalah merujuk pada kondisi umum
fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum.

c. Menurut Ridley, John (1983) yang dikutip oleh Boby Shiantosia (2000),
mengartikan Kesehatan dan Keselamatan Kerja adalah suatu kondisi dalam
pekerjaan yang sehat dan aman baik itu bagi pekerjaannya, perusahaan
maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar pabrik atau tempat kerja
tersebut.

d. Jackson (1999), menjelaskan bahwa Kesehatan dan Keselamatan Kerja


menunjukkan kepada kondisi-kondisi fisiologis-fisikal dan psikologis tenaga
kerja yang diakibatkan oleh lingkungan kerja yang disediakan oleh
perusahaan.
e. Menurut Simanjuntak (1994), Keselamatan kerja adalahkondisi keselamatan
yang bebas dari resiko kecelakaan dan kerusakan dimana kita bekerja yang
mencakup tentang kondisi bangunan, kondisi mesin, peralatan keselamatan,
dan kondisi pekerja .

f. Menurut Sumamur (2001), keselamatan kerja merupakan rangkaian usaha


untuk menciptakan suasana kerja yang aman dan tentram bagi para karyawan
yang bekerja di perusahaan yang bersangkutan.

Kesehatan kerja adalah spesialisasi dalam ilmu kesehatan/kedokteran beserta


prakteknya yang bertujuan, agar pekerja/masyarakat pekerja memperoleh derajat
kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik, atau mental, maupun sosial, dengan
usaha-usaha preventif dan kuratif, terhadap penyakit-penyakit atau gangguan-
gangguan kesehatan yang diakibatkan faktor-faktor pekerjaan dan lingkungan
kerja, serta terhadap penyakit-penyakit umum.

Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat,


alat kerja, bahan dan proses pengolahanya, landasan tempat kerja dan
lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Keselamatan kerja adalah
tugas semua orang yang bekerja. Keselamatan kerja menyangkut segenap proses
produksi dan distribusi, baik barang maupun jasa.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting bagi


perusahaan, karena dampak kecelakaan dan penyakit kerja tidak hanya merugikan
karyawan, tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun tidak langsung.
Terdapat beberapa pengertian tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang
didefinisikan oleh beberapa ahli, dan pada dasarnya definisi tersebut mengarah
pada interaksi pekerja dengan mesin atau peralatan yang digunakan, interaksi
pekerja dengan lingkungan kerja, dan interaksi pekerja dengan mesin dan
lingkungan kerja.

B. Pengertian Istilah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Secara istilah-istilah kesehatan dan keselamatan kerja meliputi beberapa hal
sebagai berikut :
1. Accident
Accident adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan dimana
dapat menyebabkan cedera pada manusia dan kerusakan lainnya. Menurut
Tulu, accident merupakan Kejadian bahaya yang disertai adanya korban dan
atau kerugian (manusia/benda).
2. Unsafe condition
Unsafe condition adalah suatu kondisi fisik ditempat kerja yang berbahaya
memungkinkan secara langsung timbulnya kecelakaan. Selain itu Unsafe
Condition juga dapat diartikan sebagai kondisi fisik yang tidak memuaskan
yang ada di lingkungan tempat kerja segera sebelum suatu peristiwa
kecelakaan yang signifikan dalam memulai acara.
3. Near miss
Near miss adalah Incident yang tidak menimbulkan cidera manusia atau
kerusakan atau kerugian lainnya.Sebuah peristiwa yang tak terencana, tidak
menyebabkan cedera, penyakit, kerusakan, namun memiliki potensi untuk
melakukannya. Near miss dapat diartikan sebagai peristiwa yang tak terencana
yang tidak menyebabkan cidera, penyakit, atau kerusakan tetapi memiliki
potensi untuk melakukannya.
4. Hazard
Hazard adalah suatu keadaan yang dapat memungkinkan timbulnya
kecelakaan/ atau kerugian dapat berupa cedera, penyakit, kerusakan dan
ketidakmampuan melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan.Hazard juga
diartikan sebagi suatu keadaan yang memungkinkan atau dapat menimbulkan
kecelakaan, penyakit, kerusakan atau menghambat kemampuan pekerja yang
ada. Selain itu, hazard merupakan segala sesuatu yang dapat menimbulkan
kerugian.
5. Safety ( Keselamatan )
Safety adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mencegah semua jenis
kecelakaan yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja. Menurut
ISO atau Guide 2, Safety ( Keselamatan ) adalah bebas dari resiko yang tidak
dapat diterima atau bahaya.
6. Unsafe act
Unsafe act adalah Faktor perilaku manusia yang dapat menyebabkan
terjadinya kecelakaan kerja. Selain itu Unsafe Act juga dapat diartikan sebagai
suatu bentuk pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang telah
ditetapkan dimana memberikan peluang untuk terjadinya kecelakaan kerja. Di
sisi lain, Unsafe act juga merupakan suatu unsur prilaku yang tidak
memuaskan dimana sebelum suatu peristiwa kecelakaan yang signifikan
dalam memulai sebuah acara.

7. Risk
Risk adalah peluang (tinggi, sedang, dan rendah) atau kemungkinan seseorang
terkena bahaya sehingga terjadi kecelakaan akibat hal tersebut pada periode
tertentu. Selain itu, risk juga dapat diartikan sebagai suatu keadaan
kemungkinan terjadnya kecelakaan atau kerugian pada periode tertentu atau
siklus operasi tertentu.
8. Incident
Incident adalah Kejadian yang tidak diinginkan dimana telah melakukan
kontak dengan sumber energi yang melebihi nilai ambang batas badan atau
struktur. Selain itu, Incident juga dapat diartikan sebagai Kejadian yang dapat
menimbulkan/ berpotensi timbulnya kecelakaan kerja.

C. Sejarah Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Sejak zaman purba pada awal kehidupan manusia, untuk memenuhi
kebutuhan
hidupnya manusia bekerja. Pada saat bekerja mereka mengalami kecelakaan
dalambentuk cidera atau luka. Dengan akal pikirannya mereka berusaha
mencegahterulangnya kecelakaan serupa dan ia dapat mencegah kecelakaan
secara preventif.Kesadaran umat manusia terhadap keselamatan kerja telah mulai
ada sejak jaman pra-sejarah.
Kemudian bangsaBabylonia pada dinasti Summeri (Irak) membuat disain
pegangan dan sarung kapak,membuat tombak yang mudah untuk digunakan agar
tidak membahayakanpemakainya serta pembawanya menjadi aman. Selain itu
mereka juga telah mulaimembuat saluran air dari batu untuk sanitasi. Kurang
lebih 1700 tahun sebelum masehi,Hamurabi, raja Babylonia, telah mengatur
dalam Code Hamurabi, apabila suatubangunan rumah roboh karena tidak
dibangun dengan baik dan menimpa orang,maka pemilik bangunan tersebut akan
dihukum.
Pada tahun 1450, Dominico Fontanayang diserahi tugas membangun
obelisk ditengah lapangan St.Pieter Roma, selalumenyarankan agar para pekerja
memakai topi baja. Pemahaman atas kesehatan kerja yangpaling tua ditemukan
pada bangsa Mesir, ketika Ramses II pada tahun1500 sebelumMasehi,
membangun terusan dari mediterania ke laut merah dan juga ketika
membangunRameuseum. Saat itu Ramses II menyediakan tabib untuk menjaga
kesehatan parapekerjanya. Pada tahun 460 sebelum Masehi, Hippocrates
menemukan penyakit tetanusdi kapal yang sedang mengangkutnya berlayar.
Selama pekerjaan masih dikerjakan secara perseorangan atau dalam kelompok
maka usaha pencegahan tidaklah terlalu sulit, sifat demikian segera berubah,
tatkala revolusi industri dimulai, yakni sewaktu umat manusia dapat
memanfaatkan hukum alam dan dipelajari sehingga menjadi ilmu pengetahuan
dan dapat diterapkan secara praktis. Penerapan ilmu pengetahuan tersebut dimulai
pada abad 18 dengan munculnya industri tenun, penemuan ketel uap untuk
keperluakn industri. Tenaga uap sangat bermanfaat bagi dunia industri, namun
pemanfaatannya juga mengandung resiko terhadap peledakan karena adanya
tekanan.
Selanjutnya menyusul revolusi listrik, revolusi tenaga atom dan penemuan-
penemuan baru di bidang teknik dan teknologi yang sangat bermanfaat bagi umat
manusia. Disamping manfaat tersebut, pemanfaatan teknik dan teknologi dapat
merugikan dalam bentuk resiko terhadap kecelakaan apabila tidak diikuti dengan
pemikiran tentang upaya K3.
Pada dasarnya sejarah perkembangan k3 tidak diketahui tepatnya. Namun,
pengerahan tenaga kerja sudah terjadi sejak lampau, dimana dahulu para kepala
suku, raja, dan bangsawan mempekerjakan budak atau rakyat miskin dari kelas
bawah untuk bekerja di ladang, mengembala ternak atau menjadi anggota
pasukan, dan seterusnya. Mereka bekerja sebagai bentuk pelayanan, tanpa upah
dan jaminan keselamatan.Pada masa itu, tak ada pertimbangan aspek k3 tenaga
kerja. Jika terjadi kecelakaan kerja tau sakit akibat kerja atau gangguan kesehatan,
hal itu dianggapa sebagai resiko lumrah, sehingga luput dari persoalan
hokum.Sejalan proses industrialisasi dan perkembangan iptek terutama keyika
ditemukannya mesin-mesin pada revolusi industry abad 18, k3 mulai mendapat
perhatian. Pada industriais mulai menyadari bahwa SDM tenaga kerja mempunyai
peranan yang sangat pentig dalam meningkatkan produktivitas. Maka secara
bertahap konsep k3 pun mulai diterapkan sampai sekarang

D. Prinsip Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


Terdapat 3 (tiga) hal utama yang menjadi prinsip dasar
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang perlu untuk
diperhatikan yaitu :

1. Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

2. Status Kesehatan Pekerja

3. Pengkajian Bahaya Potensial Lingkungan kerja

Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Upaya K3 merupakan sebuah usaha penyerasian antara kapasitas kerja, beban


kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat bekerja secara sehat tanpa
membahayakan dirinya maupun masyarakat sekelilingnya agar diperoleh
produktivitas kerja yang optimal. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada ilustrasi
dibawah ini :
A. Kapasitas Kerja
Kapasitas kerja merupakan kemampuan fisik dan mental seseorang untuk
melaksanakan pekerjaan dengn beban tertentu secara optimal, dimana kapasitas
kerja seseorang dipengaruhi oleh kesehatan umum dan status gizi pekerja,
pendidikan dan pelatihan. perlu diketahui bahwa tingkat kesehatan dan
kemampuan seseorang pekerja merupakan modal awal utuk melaksanakan sebuah
pekerjaan.
B. Beban Kerja

Beban kerja meliputi beban kerja fisik dan mental yang dirasakan oleh pekerja
dalam melakukan pekerjaannya. beban kerja yang tidak sesuai dengan
kemampuan pekerja dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang juga dapat
berpengaruh terhadap perilaku dan hasil kerjanya.

C. Lingkungan Kerja

Lingkungan Pekerja adalah lingkungan di tempat kerja dan lingkungan pekerja


sebagai individu atau lingkungan di luar tempat kerja. Pengertian yang lain dari
lingkungan kerja adalah faktor-faktor di lingkungan tempat kerja tersebut yang
dapat menimbulkan gangguan kesehatan pekerja. Faktor-faktor tersebut antara
lain

o Faktor fisika (kebisingan, getaran, suhu, dsb),


o Faktor Kimia (semua bahan kimia yang dipakai dalam proses kerja)
o Faktor Biologi (Bakteri, virus, mikrobiologi lainnya)
o Faktor Faal ergonomi
o Faktor Psikososial (Stress kerja)

Status Kesehatan Pekerja

Status kesehatan seorang pekerja dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor utama


yaitu :
1. Lingkungan Kerja

Yang dimaksud dengan lingkungan kerja disini adalah lingkungan tempat


melakukan pekerjaan, misalnya bangunan, peralatan, bahan, orang/pekerja
lain, dan lain sebagainya.Lingkungan kerja juga merupakan faktor-faktor
di lingkungan tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan
pekerja.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan seorang pekerja yaitu :

Faktor Fisik antara lain : Suara (Kebisingan), Radiasi, Suhu (Panas/dingin),


Vibrasi (Getaran), Tekanan Udara (Hiperbarik/Hipobarik), Pencahayaan.
Bahaya atau gangguan kesehatan yang dapat timbul dari faktor lingkungan ini:
1. Tuli permanen akibat kebisingan (misalnya ruang Generator, bengkel
reparasi alat, dll)
2. Heat stress, (misalnya ruang Generator, dapur, laundry, dll)
3. Raynauds syndrom karena getaran (Generator, bengkel dll)
4. Leukemi akibat radiasi (X-ray, Radioterapi dll)
5. Kelelahan mata karena pencahayaan yang kurang,
6. Kecelakaan misalnya : boiler meledak, jatuh ditangga, tersekap di lift, dll
Faktor Kimia. Yang termasuk dalam lingkup kerja kimiawi adalah semua
bahan kimia yang digunakan dalam proses kerja di lingkungan kerja yang
berbentuk :
- Debu (asbes,berilium,biji timah putih,dll)
- Uap (Uap logam)
- Gas (Sianida, gas asam sulfida,CO,dll)
- Larutan (asam kuat atau basa kuat)
Bahaya bahan kimia dapat berasal dari :
- Desinfektans pensuci hama (misalnya ruang Bedah, Obsgyn, dll) dapat
menyebabkan gangguan pernafasan, dermatitis
- Uap zat anaestesi (misalnya ruang Operasi) dapat menimbulkan
gangguanpernafasan
- Mercuri (Tensimeter pecah, termometer dll) dapat menyebabkan
kecelakaan misalnya luka.
- Debu zat kimia (Gudang obat, desinfektan dll) dapat
menyebabkan Gangguan Pernafasan yang dapat menjadi Kanker paru-paru
dalam jangka panjang
- Keracunan (zat desinfektan, Insektisida)
- Ledakan /kebakaran oleh zat kimia/gas O2, dll.
Faktor Biologi
1. BAKTERI. Penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri,
misalnya: penyakit antraks, Penyakit TBC,dll
2. VIRUS. Penyakit yang dpt disebabkan oleh virus,misalnya : Hepatitis
(nakes di RS), Rabies (petugas laboratorium), dll
3. JAMUR,misalnya : Dermatofitosis terdapat pada pemulung, tukang
cuci, dll.
4. PARASIT, misalnya : Ankilostomiasis, tripanosomiasis yang biasanya
diderita oleh pekerja diperkebunan,pertanian, kehutanan, dll
Faktor Faal ergonomic
Biasanya disebabkan oleh peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ukuran
tubuh atau anggota badan (tidak ergonomik). Hal ini dapat menimbulkan
kelelahan secara fisik dan adanya keluhan-keluhan dan gangguan
kesehatan, misalnya : Carpal tunnel syndrome, tendinitis, tenosynovitis,
dan lain sebagainya.
Faktor Psikologi Yaitu suasana kerja yang tidak harmonis misalnya pekerjaan
monoton, upah yg kurang, hubungan atasan-bawahan yg kurang baik, dll. Hal
tersebut Dapat menimbulkan stres kerja dengan gejala psikosomatis berupa
mual, muntah, sakit kepala, nyeri ulu hati, jantung berdebar-debar, dll.
2. Perilaku Pekerja
Di pengaruhi antara lain oleh pendidikan, pengetahuan, kebiasaan-
kebiasaan&fasilitas yang tersedia. Jadi erat kaitannya dengan faktor-
faktor ekonomi, sosial &budaya.Perilaku kerja akan mempengaruhi
kapasitas kerja, beban kerja serta cara melaksanakan pekerjaan.
3. Pelayanan Kesehatan Kerja
Program Pelayanan Kesehatan Kerja, meliputi :
1. Pelayanan promotif
2. Pelayanan preventif
3. Pelayanan kuratif
4. Pelayanan rehabilitatif.
4. Faktor Genetik (Herediter)
Dibandingkan denganKetiga faktor lainnya faktor genetik ini sangat kecil
peranannya terhadap status kesehatan seorang pekerja. Namun faktor
genetik seseorang dpt menyebabkan seorang pekerja lebih rentan terkena
suatu penyakit.
Sumber Bahaya Meliputi Perbuatan (Unsafe Action) Dan Kondisi
Yang Tidak Aman (Unsafe Condition)
Perbuatan dan kondisi yang tidak aman adalah ketika tindakan dari
seorang pekerja membahayakan dirinya atau membahayakan rekan
kerjanya dengan kelalaian dalam berkerja, bisa saja di akibatkan oleh
faktor pikiran/maslah yang dihadapi dan kesehatan jasmani si pekerja.
sedangkan kondisi yang tidak aman adalah kondisi dimana si pekerja
bekerja pada tempat yang di anggapnya tidak membuatnya nyaman seperti
pekerja yang memasang banner padahal dia tidak terbiasa dengan
ketinggian. hal ini juga akan mengganggu kesehatan si pekerja apabila dia
melakukan kelalaian dalam berkerja.
Dengan hal tersebut, maka menjadi penting K3 merupakan tanggungjawab
semua pihak yangn terkait didalamnya. Mengapa pada masyarakat pun
menjadi ikut bertanggungjawab oleh karena di samping ikut menjaga
perbuatan dan kondisi lingkungannya, juga termasuk adanya kesehatan
kerja sektor informal.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari serangakaian pembahasan yang telah penulis paparkan dalam
karya ilmiah ini maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu:
Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan hal yang penting bagi
perusahaan, karena dampak kecelakaan dan penyakit kerja tidak hanya
merugikan karyawan, tetapi juga perusahaan baik secara langsung maupun
tidak langsung. Terdapat beberapa pengertian tentang keselamatan dan
kesehatan kerja yang didefinisikan oleh beberapa ahli, dan pada dasarnya
definisi tersebut mengarah pada interaksi pekerja dengan mesin atau
peralatan yang digunakan, interaksi pekerja dengan lingkungan kerja, dan
interaksi pekerja dengan mesin dan lingkungan kerja.
Secara istilah-istilah kesehatan dan keselamatan kerja meliputi beberapa
hal sebagai berikut : accident, unsafe condition, near miss, hazard, safety,
unsafe act, risk,incident

Terdapat 3 (tiga) hal utama yang menjadi prinsip dasar


Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang perlu untuk
diperhatikan yaitu :

1. Upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

2. Status Kesehatan Pekerja

3. Pengkajian Bahaya Potensial Lingkungan kerja

B. Saran
Dengan demikin adanya makalah diharapkan kepada para pembaca dapat
mengetahui materi yang di bahas dalam makalah ini tentang kesehatan dan
keselamatan kerja untuk menghidari kecelakaan yang sering terjadi di
lingkungan sekitar.

DAFTAR PUSTAKA

http://dokumen.tips/documents/sejarah-k3-55c8046e8d896.html
Anonim. 2007. Dasar-Dasar Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3).http://k3-
mandiri.blogspot.com/.

Anonim.2012.PrinsipDasarK3.http://k3rs.blogspot.com/2012/04/prinsip-dasar-
k3.html.

IdaMahfiroh.2013.IstilahIstilahDalamK3.http://iddamahfiroh.blogspot.com/
2013/04/istilah-istilah-dalam-k3.html.

http://k3rs.blogspot.co.id/2012/04/prinsip-dasar-k3.html