Anda di halaman 1dari 39

TATALAKSANA

KERACUNAN ORGANOFOSFAT
DAFTAR ISI
COVER..............................................................................i

DAFTAR ISI......................................................................ii

EPIDEMIOLOGI KERACUNAN ORGANOFOSFAT...................1

PATOGENESISI KERACUNAN ORGANOFOSFAT...................6

DIAGNOSIS KERACUNAN ORGANOFOSFAT.......................10

TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT...................18

STUDI KASUS KERACUNAN ORGANOFOSFAT....................29

DAFTAR PUSTAKA
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

EPIDEMIOLOGI

KERACUNAN ORGANOFOSFAT

Kasus keracunan organofosfat

relatif jarang ditemukan di perkotaan.

Sebagian besar kasus keracuanan

organofosfat terjadi di daerah

pedesaan. Salah satu kasus terbanyak

adalah petani yang terpapar pestisida.

Namun, tidak menutup

kemungkinan keracunan pestisida

DokterPost.com Page 1
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

terjadi di perkotaan. Misalnya kasus

upaya bunuh diri dengan pestisida

atau ketidaksangajaan terpapar

dengan malation.

Data di Indonesia tentang

laporan kejadian keracunan pestisida

secara pasti masih belum ada. Namun,

beberapa laporan regional dapat

ditemukan. Misalnya, laporan di kota

kecamatan Bulu, Kab. Temanggung,

Provinsi Jawa tengah dilaporkan pada

DokterPost.com Page 2
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

tahun 1994 setidaknya ada 65 orang

petani yang diperiksa dengan 58,4%

dilaporkan mengalami keracunan.

Pada tahun 1997 dilakukan

pemeriksaan pada 85 orang petani

dan 36,3% mengalami keracunan.

Pada tahun 1999 diperiksa 80 orang

petani dan 30,7% mengalami

keracuanan. Pada tahun 2000

diperiksa 80 orang dan 65,3

dilaporkan mengalami keracunan.

DokterPost.com Page 3
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

Laporan kasus di kecamatan

Bulu, Kab. Temanggung tersebut

memberikan estimasi bahwa

sebenarnya kasus keracunan

organofosfat di Indonesia cukup

tinggi. Sayang, belum ada laporan

resmi secara nasional yang mengukur

prevalensi keracunan organofosfat di

Indonesia.

Sebuah data yang cukup baik

melaporkan angka kejadian keracunan

DokterPost.com Page 4
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

organofosfat di daerah pedesaan Asia.

Berbagai penelitian mengestimasikan

setidaknya di seluruh Asia, seriap

tahun terjadi 200 ribu kematian yang

disebabkan oleh keracunan

organofosfat. Dan, sebagian besar

kematian disebabkan oleh suatu

tindakan yang disengaja (bunuh diri).

Pada kasus paparan organofofat yang

tidak disengaja (terpapar pestisida),

jarang dilaporkan kematian.

DokterPost.com Page 5
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

PATOGENESIS

KERACUNAN ORGANOFOSFAT

(sumber gambar: http://depts.washington.edu/opchild/images/ach.jpg)

Dasar patogenesis keraacunan

organofosfat adalah peningkatan

DokterPost.com Page 6
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

aktivitas asetilkolin karena hambatan

terhadap enzim asetikolin esterase.

Secara fisiologis, asetilkolin pada

sinaps saraf diatur keseimbangannya

oleh enzim asetilkolin esterase.

Asetilkolin dihasilkan oleh neuron pre-

sinaps untuk mengaktivasi reseptor

asetilkolin di neuron post-sinaps.

Jumlah asetilkolin yang

berlebihan akan didegradasi oleh

enzim asetilkolin esterase menjadi


DokterPost.com Page 7
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

kolin dan asetat. Mekanisme ini akan

menjaga kadar asetilkolin dalam darah

tetap seimbang.

Masalah terjadi ketika tubuh

keracunan organofosfat. Organofosfat

memiliki aktivitas untuk menghambat

kerja enzim asetilkolin esterase.

Aktibatnya jumlah asetilkolin

meningkat, karena tidak ada yang

mendegradasi asetilkolin yang

berlebih.

DokterPost.com Page 8
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

Jumlah asetilkolin yang

meningkat menyebabkan overstimulasi

reseptor asetilkolin. Secara tidak

langsung kondisi ini dapat diredam

dengan pemberian atropin.

Atropin bekerja dengan cara

mem-block reseptor asetilkolin

sehingga mengurangi efek

overstimulasi. Pemberian atropin pada

pasien keracunan organofosfat akan

membantu mengurangi gejala pasien.

DokterPost.com Page 9
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

DIAGNOSIS

KERACUNAN ORGANOFOSFAT

Sebagian besar kasus keracunan

organofosfat mudah ditegakkan

karena informasi riwayat minum

pestisida sering mudah didapatkan

melalui heteroanamnesis. Diagnosis

keracunan organofosfat terkadang

sulit untuk dilakukan jika tidak ada

informasi "pasti" yang menyatakan

DokterPost.com Page 10
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

pasien telah minum organofosfat,

karena gejala keracunan organofosfat

terkadang mirip dengan keracunan

carbamate.

Anamnesis dan pemeriksaan fisik

yang cermat akan sangat membantu

menegakkan diagnosis.

Anamnesa bertujuan untuk

mencari kemungkinan kontak dengan

pestisida. Anamnesis harus dilakukan

dengan cermat mulai dari pekerjaan,


DokterPost.com Page 11
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

penggunaan pestisida sampai dengan

kemungkinan kecelakaan/terpapar

dengan Pestisida.

Anamnesis pekerjaan menjadi

penting mengingat pekerjaan sebagai

petani memiliki risiko lebih tinggi

untuk terpapar pestisida.

Beberapa faktor risiko yang

dilaporkan meningkatkan risiko petani

mengalami keracunan organofosfat

adalah
DokterPost.com Page 12
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

1. Dosis Pestisida yang tidak tepat

2. Penggunaan APD yang tidak

lenggkap

3. Menyemprot berlawanan arah

angin

4. Jumlah jenis pestisida > 3

5. Umur > 40 tahun

6. Status Gizi yang buruk

7. Mengidap Anemia

Diagnosa keracunan organofosfat

dibuat berdasar kecurigaan klinis,

DokterPost.com Page 13
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

tanda klinis dengan karateristik

adanya bau pestisida, gejala mual,

muntah, diare, pusing (dizziness),

nyeri kepala, hipersalivasi, otot

mengalami fasiculasi, tampak agitasi,

berkeringat banyak, penurunan

kesadaran, pupil miosis, dan ter-jadi

gangguan pernapasan.

Gejala-gejala tersebut dapat

digolongkan sebagai berikut:

DokterPost.com Page 14
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

1. Overstimulasi muscarinic:

a. bradikardia

b. bronchorrhea

c. bronchospasm

d. diarhea

e. hipotensi

f. lacrimasi

g. miosis

h. hipersalivasi

i. urinasi

j. vomiting.

DokterPost.com Page 15
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

2. Overstimulasi nicotinic pada

saraf perifer:

a. agitasi

b. midriasis

c. berkeringat

d. takikardia

3. Overstimulasi nicotinic pada

neuro muskuler junction:

a. fasiculasi

b. kelemahan otot

c. paralisis

DokterPost.com Page 16
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

Diagnosa pasti keracunan

organofosfat ditegakkan dengan

pengukuran aktivitas enzim

butirilkoinesterase atau enzim

asetilkolinesterase di darah/pasma

atau lebih akurat pada

asetilkolinesterase di eritrosit.

Pemeriksaan EKG dapat

dilakukan untuk mendeteksi adanya

aritmia atau prolong QT interval.

DokterPost.com Page 17
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

TATALAKSANA

KERACUNAN ORGANOFOSFAT

Tatatalaksana dasar keracunan

organofosfat terdiri:

1. Tindakan Supportif dan

Dekontaminasi (pencegahan

kontak selanjutnya dengan bahan

pestisida)

2. Melakukan eliminasi bahan racun

3. Pemberian anti-dotum
DokterPost.com Page 18
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

4. Pencegahan terhadap kejadian

keracunan selanjutnya.

Tindakan supportif berupa ABC

(Airway-Breathing-Circulation), yaitu

1. Pemberian oksigenasi dan kalau

perlu bantuan ventilasi

2. Pertahankan jalan napas tetap

bebas

3. Mengatasi kondisi hemodinamik

tidak stabil dan mengatasi

gangguan aritmia.

DokterPost.com Page 19
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

Dekontaminasi gastrointestinal

dapat dilakukan dengan melakukan

kumbah lambung atau pemberian

activated charcoal (arang aktif) atau

melalui tindakan endoskopi/tindakan

operatif, pencucian mata dan

pencucian kulit.

Detail praktis tindakan eliminasi dapat

dilakukan dengan langkah-langkah di

bawah ini:

DokterPost.com Page 20
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

1. Lavage Lambung (kumbah

kambung) dilakukan dengan

memberikan 5 ml cairan/kgBB

dengan sonde lambung no. 40

(dewasa) dan no. 28 (anak).

Tindakan ini akan menurunkan

absorpsi bahan organofosfat

hingga 52% bila dilakukan dalam

waktu 5 menit, dan dapat

menurunkan absorbsi bahan

organofosfat hingga 26% bila

dilakukan dalam 30 menit dan


DokterPost.com Page 21
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

hanya 16% bila dilakukan 1 jam

setelah minum bahan

organofosfat. Namun, harus

diwaspadai komplikasi aspirasi

(10%) dan perforasi/salah masuk

(1%).

2. Arang aktif, dapat diberikan

dalam larutan secara oral,

dengan dosis 1 gram/kgBB.

Tindakan ini efektif menurunkan

absorpsi bahan organofosfat

hingga 73% bila diberikan dalam


DokterPost.com Page 22
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

5 menit, 51% bila dilakukan

dalam waktu 30 menit, dan 36%

bila dilakukan dalam waktu 1

jam. Perlu diwaspadai efek

samping mual, muntah, diare dan

konstipasi.

Eliminasi bahan organofosfat

juga dapat dilakukan dengan metode

forced emesis dan hemodialisis.

Pembahasan lebih lanjut tentang

tindakan eliminasi organofosfat dapat

DokterPost.com Page 23
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

dibaca lebih lanjut di buku EIMED

BIRU PAPDI.

Terapi Farmakologis Keracuanan

Organofosfat

Pada keadaan darurat, prinsip

penanganan keracunan organofosfat

adalah

1. Resusitasi

2. Pemberian oksigen

3. Pemberian atropin

DokterPost.com Page 24
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

4. Asetilkolinerase reactivator

(oxime)

Atropin (iv) dapat diberikan

secara infus dengan dosis 0.02-0.08

mg/kg selama 30 menit atau dosis

intermiten 2 mg tiap 15 menit sampai

hipersekresi terkendali. Efek takikardia

dihindari dengan pemberian diltiazem

atau propranolol.

DokterPost.com Page 25
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

Terapi Oxime/Pralidoxime dapat

diberikan dengan dosis 4 gram/hari

terbagi dalam 4 dosis pemberian.

WHO membuat rekomendasi

terkait penggunaan oxime

(pralidoxime chloride/obidoxime) pada

penderita simptomatik yang memakai

atropin.

Dosis loading diberikan 2 g oxime

secara iv lambat (20 menit) dan

DokterPost.com Page 26
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

dilanjutkan dengan 1 gram melalui

infus setiap jam.

Pengobatan lain ialah pemberian

magnesium sulfate atau pemberian

sodium bicarbonate untuk melakukan

alkanisasi urin dalam rangka

eliminasasi bahan beracun. Diazepam

(iv) dapat diberikan bila pasien

mengalami kejang atau bila terjadi

delirium.

DokterPost.com Page 27
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

Untuk dokter di Instalasi Gawat

Darurat, menguasai prosedur

tatalaksana keracunan organofosfat

dengan atropin saja sudah cukup.

Prinsipnya adalah membuat

atropinisasi terjadi, dan merujuk

pasien ke fasilitas kesehatan dengan

sarana yang lebih lengkap.

DokterPost.com Page 28
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

STUDI KASUS

KERACUNAN ORGANOFOSFAT

Seorang wanita usia 42 tahun dibawa

ke UGD karena mendadak lemas dan

kejang jam yang lalu. Pekerjaan

sebagai petani. 1 jam sebelum ke UGD

pasien melakukan penyemprotan

hama tanpa menggunakan masker

dan sarung tangan. Pada pemeriksaan

fisik didapatkan :

DokterPost.com Page 29
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

TD : 110/70 mmHg, Nadi 68 x/menit,

RR 22x/menit, Temperatur 37,1C,

serta didapatkan sianosis pada ujung

jari tangan dan kaki.

Apa Tindakan yang anda lakukan?

---------------------------------------------

Dari deskripsi kasus kita

mendapatkan informasi bahwa pasien

mengalami kontak (+) dengan

pestisida. Kondisi lemas, kejang,

peningkatan frekuensi napas dan

tanda sianosis meningkatkan


DokterPost.com Page 30
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

kecurigaan bahwa pasien mengalami

keracunan pestisida.

Data tambahan tentang jenis

pestisida apa yang digunakan akan

sangat membantu dalam upaya

penegakan diagnosis dan perencanaan

tatalaksana.

Misal, pada pasien diketahui

menggunakan pestisida golongan

organofosfat dengan gejala klinis yang

sesuai, maka tatalaksana pasien


DokterPost.com Page 31
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

sebagai pasien keracunan

organofosfat.

1. Periksa ABC (Airway-Breathing-

Circulation), Posisikan pasien

untuk mencegah aspirasi isi

lambung.

2. Beri oksigen dengan flow tinggi.

Pertahankan oksigenasi pasien

sebaik mungkin. Jika perlu dapat

dilakukan pemasangan intubasi

(bila kondisi memungkinkan).

DokterPost.com Page 32
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

3. Pasang akses intravena, berikan

1-3 mg Atropin secara bolus.

Pasang infus untuk memberikan

cairan NS. Pertahankan tekanan

darah sistolik > 80 mmHg dan

produksi urin > 0.5 mL/kgBB/jam

4. Catat dan evaluasi frekuensi nadi,

frekuensi napas, tekanan darah,

diameter pupil, keringat dan

auskultasi jalan napas ketika

pertama kali diberikan atropin.

Evaluasi setiap 5 menit.


DokterPost.com Page 33
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

5. Cek setiap parameter di atas

(frekuensi nadi, frekuensi napas,

tekanan darah, diameter pupil,

keringat dan auskultasi jalan

napas) setalah 5 menit

pemberian atropin.

6. Jika ada perbaikan klinis, dosis

atropin dapat dikurangi hingga

didapatkan atropinisasi. Namun,

jika tidak didapatkan perbaikan

atropin dapat diberikan setiap 5-

15 menit.
DokterPost.com Page 34
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

7. Stabilisasi hemodinamik pasien

dan rujuk ke fasilitas kesehatan

dengan sarana yang lebih

lengkap

DokterPost.com Page 35
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

DAFTAR PUSTAKA

Setyohadi dkk. 2016. EIMED PAPDI (BUKU


2). Jakarta: Interna Publishing

Eddleston dkk. Management of Acute


Organophosporous Pesticide
Poisoning. Lancet. 200. Feb 16; 371
(9612): 597-607

DokterPost.com Page 36
TATALAKSANA KERACUNAN ORGANOFOSFAT 2016

SPONSORED

BUKU RUJUKAN RESMI PENANGANAN


KASUS GAWAT DARURAT BIDANG
PENYAKIT DALAM, PULMONOLOGI DAN
KARDIOLOGI.

PESAN SEKARANG!

Klik http://event.dokterpost.com/pesan-eimed-biru
ATAU SMS/WA ANISA 0857-3130-6999

DokterPost.com Page 37