Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI MANUSIA

(NUTRISI)

Disusun oleh:
Kelompok II

1 Halun Besan 2014-40-164


2 Natalia Gomis 2014-40-119
3 Silvya C. Bahrid 2014-40-080
4 Wulan R. Renmaur 2014-40-124

UNIVERSITAS PATTIMURA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
AMBON
2017
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena atas
berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah
Nutrisi untuk memenuhi tugas yang telah dberikan oleh dosen mata kuliah Anatomi
Fisiologi Manusia.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami sangat mengharapkan bimbingan atau saran-saran dari para pembaca
untuk penyempurnaan penulisan berikutnya.
Kami banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Demikian makalah ini kami susun, apabila ada kata-kata yang kurang
berkenan dan banyak terdapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar-
besarnya. Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam
memberikan informasi

Ambon, April 2017

Penyusun

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tubuh memerlukan energi untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi organ tubuh,
pergerakan tubuh, mempertahankan suhu, fungsi enzim, pertumbuhan dan pergantian
sel yang rusak. Metabolisme merupakan semua proses biokimia pada sel tubuh.
Proses metabolisme dapat berupa anabolisme (membangun) dan katabolisme
(pemecah). Sumber energi berasal dari makanan yang diabsorbsi didalam tubuh.
Nutrisi adalah substansi organik yang dibutuhkan organisme untuk fungsi
normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, dan pemeliharaan kesehatan. Nutrisi (zat-zat
gizi) didapatkan dari asupan makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasi oleh
tubuh. Nutrisi yang diperlukan tubuh mencakup protein, karbohidrat, lemak, vitamin,
air, dan garam mineral. Nutrisi sangat penting bagi setiap individu, karena nutrisi
merupakan kebutuhan dasar bagi semua makhluk hidup. Konsumsi nutrient(zat gizi)
yang buruk akan mengakibatkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh kurangnya
asupan gizi dalam tubuh individu. Oleh karena itu, nutrisi sangat bermanfaat bagi
tubuh karena apabila tidak ada nutrisi, maka tubuh mengalami kekurangan gizi.
Sehingga bisa menyebabkan penyakit yang ditimbulkan akibat dari kekurangan gizi
tersebut.
Dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi ada sistem yang berperan di dalamnya
yaitu sistem pencernaan yang terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris.
Saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai usu halus bagian distal. Sedangkan
organ asesoris terdiri dari hati, kantong empedu dan pankreas.
Masalah nutrisi erat kaitannya dengan makanan dan metabolisme tubuh serta
faktor-faktor yang mempengaruhinya. Secara umum faktor yang mempengaruhi
kebutuhan nutrisi adalah faktor fisiologis untuk kebutuhan metabolisme bassal, faktor
patologis seperti adanya penyakit tertentu yang menganggu pencernaan atau
meningkatkan kebutuhan nutrisi, faktor sosio-ekonomi seperti adanya kemampuan
individu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
Berdasarkan uraian di atas, maka makalah mengenai nutrisi ini disusun
dengan harapan dapat memberikan informasi dan pengetahuan bagi para pembaca.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini yaitu:
1. Apa yang dimaksud nutrisi ?
2. Bagaimana klasifikasi dari nutrisi ?
3. Apa saja jenis-jenis nutrisi?
4. Apa fungsi dari nutrisi?
5. Apa gangguan masalah yang berhubungan dengan nutrisi

C. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu:
1. Mengatahui Pengertian Nutrisi.

3. Mengetahui klasifikasi nutrisi.

4. Mengetahui jenis-jenis nutrisi.

5. Mengetahui fungsi nutrisi.

6. Mengetahui gangguan/masalah yang sehubungan dengan nutrisi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Nutrisi
Pengertian nutrisi menurut beberapa ahli adalah sebagai beriku:
1. Nutrisi adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya
yaitu energi, membangun dan memelihara jaringan, serta mengatur proses-proses
kehidupan (Soenarjo, 2000).
2. Nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk
membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk
berlangsungnya fungsi normal setiap organ dan jaringan tubuh (Rock CL, 2004).
3. Nutrisi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi
secara normal melalui proses degesti, absorbsi, transportasi, penyimpanan,
metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk
mempertahankan kehidupan (Supariasa, 2001).
4. Nutrisi berbeda dengan makanan, makanan adalah segala sesuatu yang kita
makan sedangkan nutrisi adalah apa yang terkandung dalam makanan tersebut
(Uri, 2008).

Dapat disimpulkan bahwa nutrisi adalah zat kimia/substansi organik yang


ditemukan dalam bahan makanan dan cairan yang sudah diproses dan akan
diasimilasikan sehingga dapat digunakan untuk menjalankan fungsi normal dari
sistem tubuh.
Kebutuhan nutrisi bagi tubuh merupakan suatu kebutuhan dasar manusia yang
sangat penting. Dilihat dri kegunannya nutrisi merupaakan sumber energi untuk
segala aktivitas dalam sitem tubuh. Sumber nutrisi dalam tubuh berasal dari dalam
tubuh sendiri, seperti glikogen yang terdapat dalam otot dan hati ataupun protein dan
lemak dalam jaringan dan sumber lain yang berasal dari luar tubuh seperti makanan.
Kebutuhan nutrisi manusia tentu berbeda antara satu dengan yang lainnya, baik bayi,
balita, anak-anak, remaja, sampai dengan orang tua memiliki angka kecukupan gizi
(AKG) yang bervariasi.
Sistem yang berperan dalam kebutuhan nutrisi adalah sistem pencernaan yang
terdiri atas saluran pencernaan dan organ asesoris yaitu hati, kantong empedu, dan
pankreas. Makanan yang telah diproses di usus halus akan diseleksi oleh pankreas,
hati dan kandung empedu. Nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh disalurkan ke seluruh
sel sedangkan nutrisi yang tidak dibutuhkan akan masuk ke usus besar kemudian
dikeluarkan melalui anus.
B. Klasifikasi Nutrisi
Nutrisi yang dibutuhkan untuk keberlangsungan kehidupan makhluk hidup
terutama manusia terbagi menjadi dua, yaitu makronutrien dan mikronutrien.
1. Makronutrien adalah zat kimia (nutrisi) yang diperlukan untuk pertumbuhan dan
fungsi tubuh manusia dalam jumlah yang lebih besar. Makronutrien utama yaitu
karbohidrat, protein, dan lemak.
2. Mikronutrien adalah zat kimia (nutrisi) yang dibutuhkan untuk berbagai fungsi
tubuh, pertumbuhan, dan pencegahan penyakit. Mikronutrien diperlukan dalam
jumlah yang lebih kecil dibandingkan dengan makronutrien. Mikronutrien terdiri
dari vitamin dan mineral.

C. Jenis-jenis Nutrisi

Zat gizi (nutrien) merupakan zat yang terdapat di dalam makanan yang terdiri
atas:
1. Karbohidrat
Makanan yang mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen dan oksigen.
Makanan yang kita makan mengandung berbagai jenis karbohidrat. Jenis-jenis
kabohidrat antara lain adalah:
a. Gula (karbohidrat sederhana)
Gula yang termasuk kabrohidarat sederhana dapat berupa monosakarida dan
disakarida. Gula secara alami dapat ditemukan dalam buah-buahan, sayuran, dan
susu. Makanan seperti kue dan biskuit memiliki pemanis buatan atau juga disebut
dengan gula tambahan. Gula yang kita dapatkan secara alami maupun yang didapat
dari gula tambahan semuanya dapat diubah menjadi glukosa, atau zat gula darah. Sel-
sel kita membakar glukosa dan menjadikannya sebagai energi.
b. Amilum (karbohidrat kompleks)
Zat tepung/amilum tergolong dalam karbohidrat kompleks yaitu gula
polisakarida. Zat tepung di dalam tubuh kita dipecah menjadi gula. Zat tepung dapat
ditemukan dalam sayuran tertentu, seperti kentang, buncis, kacang polong, dan
jagung. Ia juga ditemukan dalam roti, sereal, dan biji-bijian.
c. Serat
Serat adalah karbohidrat yang yang tidak dapat dicerna oleh tubuh kita. Serat
melewati tubuh kita tanpa dipecah menjadi gula. Meskipun tubuh kita tidak
mendapatkan energi dari serat, kita masih perlu mengkonsumsi serat untuk tetap
sehat. Serat membantu menyingkirkan lemak berlebih dalam usus, yang membantu
mencegah penyakit jantung. Serat juga membantu mendorong makanan melalui usus,
yang membantu mencegah sembelit. Makanan tinggi serat ialah buah-buahan,
sayuran, kacang-kacangan, kacang polong, biji-bijian, dan gandum makanan (seperti
roti gandum, oatmeal, dan beras merah).
Meskipun tubuh kita memerlukan glukosa, akan tetapi kita perlu menjaganya
agar tetap seimbang. Jika kadar glukosa dalam darah tinggi dalam rentan waktu yang
lama, maka kita berpotensi untuk terserang penyakit diabetes tipe 2. Untuk menjaga
glukosa darah, kita perlu membatasi makanan dengan gula tambahan. Kita dapat
mengetahui apakah sebuah makanan telah menambahkan gula dengan melihat daftar
bahan bahan pada kemasan makanan tersebut. Carilah istilah-istilah seperti, jagung,
dekstrosa, fruktosa, glukosa, laktosa, maltosa, sukrosa, madu, gula,gula merah, dan
sirup.
Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup, terutama
sebagai bahan bakar (misalnya glukosa), cadangan makanan (misalnya pati pada
tumbuhan dan glikogen pada hewan), dan materi pembangun (misalnya selulosa pada
tumbuhan, kitin pada hewan dan jamur). Kebutuhan karbohidrat 60-75% dari
kebutuhan energi total.
2. Protein
Protein mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan
kadangkala sulfur. Protein merupakan kelompok makanan yang berguna untuk
pertumbuhan, perbaikan dan pembentukan jaringan baru. Makanan unggul atau
makanan berprotein lengkap berisi paling sedikit lima atau delapan asam amino yang
terpenting (seluruhnya ada lebih dari dua puluh).
Protein dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat berasal dari
hewani maupun nabati. Protein dicerna menjadi asam-asam amino, yang kemudian
dibentuk protein tubuh di dalam otot dan jaringan lain. Protein dapat berfungsi
sebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti
pada waktu berdiet ketat atau pada waktu latihan fisik intensif.
Beberapa Sumber protein yang sangat baik baik antara lain meliputi, ikan,
kerang, daging unggas, daging merah (sapi, domba), telur, kacang kacangan, selai
kacang, sayur-sayuran, biji-bijian, produk dari kedelai (tahu, tempe, burger
vegetarian), susu dan produk terbuat dari susu (keju, keju cottage, yoghurt). Protein
diklasifikasikan menjadi dua kelas, yaitu:
a. Protein klas A; Semua protein hewani:
Miosin dalam daging ikan
Albumin dalam putih telur, Albumin-laktat dari susu, dan albumin darah darah
dalam daging
Kaseinogen terdapat dalam susu bila sudah beku dan di dalam keju
Globulin, sejenis globulin darah
Vitelin, zat mirip globulin, terdapat dalam kuning telur.
b. Protein klas B; Semua protein nabati. Ialah protein yang tak lengkap yang
kekurangan asam amino penting tertentu, dan terutama berasal dari tumbuh-
tumbuhan.
Gluten, protein dari gandum (roti) dan sejenisnya
Ligumen, sejenis kacang-kacangan (buncis, kapri, kacang polong dan
kedelai).
Gelatin ialah protein hewani yang tidak lengkap, diambil dari jaringan
hewani, seperti tulang dan jaringan ligamen. Dapat dijumpai dalam beberapa
sari daging dan dalam beberapa kaldu. Juga didapati dalam sayuran tertentu,
seperti agar-agar yang dugunakan dalam pembuatan jeli dan kaldu.
3. Lemak
Lemak (lipid) merupakan komponen struktural dari semua sel-sel tubuh, yang
dibutuhkan oleh ratusan bahkan ribuan fungsi fisiologis tubuh. Lemak dan minyak
terdiri atas gabungan gliserol dengan asam-asam lemak. Lemak hewani mengandung
banyak sterol yang disebut kolesterol, sedangkan lemak nabati mengandung fitosterol
Sebagian besar (99%) lemak tubuh adalah trigliserida. Trigliserida terdiri dari
gliserol dan asam-asam lemak. Disamping mensuplai energi, lemak terutama
trigliserida, berfungsi menyediakan cadangan energi tubuh, isolator, pelindung organ
dan menyediakan asam-asam lemak esensial. Selain itu juga berfungsi penting dalam
metabolisme zat gizi, terutama penyerapan karoteniod, vitamin A, D, E dan K.
Asam lemak berdasarkan kejenuhannya dikelompokkan menjadi asam lemak
jenuh dan asam lemak tidak jenuh (baik tidak jenuh tunggal maupun tidak jenuh
jamak). Sistem syaraf pusat kaya dengan turunan dua asam lemak esensial, yaitu
asam linoleat dan asam alfa-linolenat. Omega-3 (seperti asam linolenat, EPA dan
DHA) dan Omega-6 (seperti asam linoleat dan AA) merupakan asam lemak tidak
jenuh rantai panjang (long chain fatty acids) yang berfungsi sebagai anti-inflamasi,
anti-clotting sehingga penting bagi kelancaran aliran darah dan fungsi sendi.
Omega-6 banyak terdapat dalam minyak nabati seperti minyak kedelai,
minyak jagung, minyak biji bunga matahari, minyak biji kapas dan minyak safflower.
Omega-3 banyak terdapat dalam minyak ikan, ikan laut dalam seperti lemuru, tuna,
salmon, cod, minyak kanola, minyak kedele, minyak zaitun dan minyak jagung.
Lemak/gajih, minyak kelapa, mentega (butter), minyak inti sawit dan coklat banyak
mengandung lemak jenuh. Asam-asam lemak yang tidak jenuh dapat menjadi jenuh
atau sebagian tetap tidak jenuh tetapi berubah menjadi trans-fatty acids, yang tidak
baik bagi kesehatan, karena proses pengolahan pangan (hidrogenisasi) atau cara
menggunakannya.
Makanan yang memiliki kandungan lemak jenuh tinggi antara lain daging
merah (sapi, domba, dll), daging unggas, ikan, mentega, susu, minyak kelapa, minyak
kelapa sawit. Sedangkan lemak trans dapat kita jumpai pada beberapa makanan yang
digoreng seperti seperti kerupuk, donat, dan dan kentang goreng.
Apabila dalam makanan kita terdapat kelebihan karbohidrat dan lemak dari
yang diperlukan oleh tubuh, maka lemak dan karbohidrat tersebut tidak akan
langsung dibakar. Tetapi kelebihan ini akan diubah oleh tubuh menjadi lemak dan
disimpan sebagai cadangan tenaga yang akan diambil jika tubuh membutuhkan
sewaktu-waktu. Lemak cadangan ini terutama disimpan di bawah kulit dan sekitar
otot. Selain itu, terdapat pula simpanan lemak di sekitar jantung, paru-paru, ginjal dan
organ tubuh lainnya.
Kolesterol merupakan suatu komponen mirip lemak (fat-like substance).
Kolesterol membentuk empedu yang berfungsi dalam pencernaan dan penyerapan
lemak. Kolesterol juga berfungsi dalam pertumbuhan sel dan pembentukan hormon
steroid (seperti estrogen). Dengan bantuan sinar matahari, kolesterol dapat diubah
menjadi vitamin D di dalam tubuh. Kolesterol diproduksi dalam tubuh terutama oleh
hati, tetapi jika produksi kolesterol 16 berlebihan bisa meningkatkan risiko
penyumbatan pembuluh arteri. Kolesterol banyak terdapat dalam daging (sapi,
domba, dll), organ dalam (jeroan), otak dan kuning telur.
Sama halnya dengan lemak jenuh dan lemak trans. Kolesterol juga kurang
baik bagi kesehatan kita, yang juga dapat meningkatkan resiko serangan jantung.
4. Vitamin
Vitamin adalah bahan organik yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh dan
berfungsi sebagai katalisator proses metabolisme tubuh. Vitamin dibagi dalam dua
kelas besar yaitu vitamin larut dalam air (vitamin C, B1, B2, B6, B12) dan vitamin
yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E dan K). Berikut ini rincian dari beberapa
vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh antara lain:

a. Vitamin A.
Dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembangunan jaringan yang normal
(normal development of tissues). Vitamin A berfungsi melindungi tubuh kita dari
beberapa infeksi, serta membantu menjaga kulit kita agar tetap sehat. Vitamin A juga
perlu untuk penglihatan. Vitamin A dapat kita temukan pada makanan seperti brokoli,
bayam, wortel, labu, ubi jalar, telur, susu, mangga, tomat, pepaya, dan keju.
Gejala akibat kekurangan vitamin A yaitu sariawan, rabun malam, jerawat,
sering terkena pilek dan infeksi, kulit kering dan pecah-pecah, ketombe, kista, diare.
b. Vitamin B (kompleks)
Semua vitamin B membantu produksi energi, dan membantu terbentuknya
sel-sel otak bayi. Vitamin B1 dan niasin (salah satu anggota B-kompleks) membantu
tubuh kita dalam mencerna karbohidrat untuk menghasilkan energi serta baik dalam
menjaga sistem saraf. Vitamin B2 baik dalam menjaga kesehatan kulit kita. Vitamin
B6 berfungsi membantu tubuh kita dalam menggunakan protein dan lemak dan
membantu dalam proses transportasi oksigen serta sangat baik untuk kesehatan saraf
kita. B12 digunakan dalam pembentukan sel darah merah. Kecukupan vitamin B-
kompleks membantu mencegah kelambatan pertumbuhan, anemia, gangguan
penglihatan, kerusakan syaraf, dan gangguan jantung. Makanan seperti misalnya roti,
padi-padian, dan hati banyak mengandung vitamin B-kompleks. Setiap anggota
vitamin B-kompleks bersumber dari makanan tertentu misalnya: B1 dari kacang
buncis dan hati; vitamin B2 berasala dari bahan makanan seperti hati, telur, keju,
susu, makanan hijau , kacang polong, dan gandum; Vitamin B6 erkandung dalam
Hati, biji-bijian, kuning telur, kacang, pisang, wortel, dan ragi; B12 dari daging,
kerang, ikan, telur, dan susu.
c. Vitamin C.
Vitamin C bermanfaat dalam menjaga kesehatan tulang, kulit dan pembuluh
darah. Makanan yang mengandung Vitamin C antara lain jeruk, tomat, kentang,
anggur pepaya, Strawberry, dan kubis. Gejala akibat kekurangan vitamin C yaitu
sering pilek, kurang tenaga, sering infeksi, gusi berdarah, mudah terluka, mimisan,
luka lambat sembuh, bintil-bintil merah di kulit (red pimples on the skin).
d. Vitamin D.
Vitamin D dibutuhkan untuk penyerapan kalsium dari makanan, dan untuk
penggunaan kalsium dan fosfor. Mempengaruhi pertumbuhan dan kekuatan tulang
dan gigi, serta bersama-sama kalsium terkait dengan kesehatan syaraf dan otot. Untuk
memenuhi kebutuhan vitamin D kita cukup berjemur (Ekspos) atau terkena sinar
matahari selama 5- 30 menit minimal 2 kali dalam seminggu. Selain itu kita juga bisa
mengkonsumsi makanan antara lain seperti Hati dan Susu. Gejala akibat kekurangan
vitamin D yaitu Sendi sakit atau kaku, punggung pegal (backache), gigi busuk (tooth
decay), kram otot (muscle cramps), rambut rontok (hair loss).
e. Vitamin E.
Vitamin E dibutuhkan sebagai antioksidan, yang melindungi tubuh dari efek
samping oksidasi yang berbahaya. Vitamin E dapat memelihara sel tubuh kita dari
kerusakan, memperlancar aliran darah, serta mampu memperbaiki jaringan tubuh.
Makin banyak lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fats) yang Anda makan,
semakin banyak vitamin E yang dibutuhkan untuk melindungi lemak tersebut dari
oksidasi. Meningkatkan penyembuhan luka dan fertilititas (kesuburan). Makanan
yang mengandung Vitamin E antara lain kuning telur, hati sapi, biji bunga matahari,
kacang tanah, kacang almonds, ikan, susu, brokoli, dan bayam.
Gejala akibat kekurang vitamin E yaitu kecapaian setelah berolahraga ringan,
mudah terluka, luka yang lambat sembuh, varises (varicose veins), kehilangan
kelenturan sendi, infertilitas (kemandulan).
f. Vitamin H (Biotin).
Vitamin H dapat membantu tubuh dalam menggunakan karbohidrat dan lemak
serta membantu dalam pertumbuhan sel. Kita dapat menemukan vitamin H dalam
hati, kuning telur, tepung kedelai, sereal, ragi, kacang polong, buncis, kacang,
semangka, tomat, dan susu. Gejala kekurangan vitamin H yaitu kulit kering, kondisi
rambut jelek, uban dini (prematurely greying hair), otot lembek atau sakit, nafsu
makan kurang atau mual-mual (nausea), eksema (eczema) atau radang kulit
(dermatitis).

g. Vitamin K.
Vitamin K membantu dalam proses pembekuan darah dan pembentukan
tulang. Makanan yang mengandung vitamin K yaitu bayam, kubis, keju, bayam,
brokoli, kubis, dan tomat. Kekurangan vitamin K yaitu mudah terkena pendarahan
(Haemorrhage).
5. Mineral
Mineral diklasifikasikan menjadi dua yaitu mineral organik dan mineral
anorganik. Mineral organik adalah mineral yang dibutuhkan serta berguna bagi tubuh
yang dapat diperoleh melalui makanan setiap hari seperti nasi, ayam, ikan, telur,
sayur-sayuran serta buah-buahan, atau vitamin tambahan. Sedangan mineral
anorganik adalah mineral yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Contohnya timbale
hitam (Pb), iron oxide (besi teroksida), merkuri, arsenic, magnesium, aluminium, atau
bahan-bahan kimia lainnya hasil dari resapan tanah.
Mineral anorganik sendiri dibagi menjadi dua yaitu mineral makro dan
mineral mikro. Contoh mineral makro adalah kalsium, fosofor, magnesium, natrium,
klorida, dan kalium. Sedangakan mineral mikro terdiri dari besi, seng, iodium,
selenium, tembaga, mangan, kromium, dan flor.
a. Kalsium
Kalsium membantu dalam pembentukan tulang dan gigi serta membantu menjalankan
fungsi otot dan saraf. Kalsium terkandung dalam ikan salmon, sarden, susu, keju,
yoghurt, kubis Cina, kangkung, lobak, sawi, brokoli, dan jeruk.
b. Khlorida
Klorida berfungsi menjaga keseimbangan kadar air di seluruh tubuh kita. Klorida
terkandung dalam garam, rumput laut, gandum, tomat, selada, seledri, buah zaitun,
sarden, daging sapi, dan keju.
c. Tembaga
Tembaga membantu melindungi sel dari kerusakan dan juga untuk membentuk tulang
dan sel darah merah. Tembaga dapat ditemukan dalam kerang (terutama tiram),
coklat, jamur, kacang, dan gandum.

d. Fluoride
Floride berfungsi memperkuat tulang dan gigi. Kopi dan dan teh merupakan makanan
yang mengandung flouride.
e. Iodium
Iodium membantu menjalankan fungsi kelenjar tiroid. Tiroid terkandung dalam
Seafood, dan garam beriodium.
f. Zat Besi
Zat besi membantu sel darah merah dan mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan
tubuh serta membantu menjalankan fungsi otot. Untuk memenuhi kebutuhan zat besi
kita dapat mengkonsumsi daging merah, unggas, ikan, hati, tepung kedelai, telur,
kacang-kacangan, kacang polong, bayam, lobak hijau, kerang, dan sereal.
g. Magnesium
Magnesium berfungsi untuk membentuk tulang dan gigi serta untuk memelihara
syaraf dan otot agar tetap normal. Magnesium terkandung dalam beberapa makanan
yaitu kacang kacangan, seafood, susu, keju, dan yoghurt.
h. Fosfor
Fosfor sama halnya dengan magnesium yang berfungsi untuk membentuk tulang dan
gigi serta untuk memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Fosfor dapat kita
temukan pada makan antara lain susu, yoghurt, keju, daging merah, unggas, ikan,
telur, kacang-kacangan, dan kacang polong.
i. Kalium
Kalium berfungsi menjaga keseimbangan kadar air di seluruh tubuh kita serta
berfungsi memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal. Kalium terkandung dalam
susu, pisang, tomat, jeruk, melon, kentang, ubi jalar, plum, kismis, bayam, lobak,
kangkung, dan kacang polong.
j. Selenium
Selenium berfungsi mencega kerusakan pada sel serta membantu fungsi kelenjar
tiroid. Sayuran, ikan, kerang, daging merah, biji-bijian, telur, ayam, hati, bawang
putih, dan ragi bisa kita konsumsi untuk memenuhi kebutuhan akan selenium.

k. Sodium
Sodium sama halnya dengan kalium yang berfungsi menjaga keseimbangan kadar air
di seluruh tubuh kita serta berfungsi memeliahara syaraf dan otot agar tetap normal.
Makanan yang mengandung sodium antara lain adalah garam, susu, keju, seledri,
daging sapi, sarden, dan buah zaitun hijau.
l. Mangan
Bagian dari beberapa enzim esensial dan memicu banyak aktivitias lainnya, termasuk
antioksidan dan proses produksi energi. Sumber mangan terdapat dalam nanas,
anggur, strawberry, kacang-kacangan dan biji-bijian.
m. Seng (Zinc)
Seng berfungsi dalam menjaga kesehatan kulit dan membantu dalam penyembuhan
luka. Selain itu Seng juga berfungsi membantu tubuh kita untuk melawan penyakit.
Seng dapat kita temukan dalam beberapa makanan antara lain Hati, telur, makanan
laut, daging merah, tiram, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, sereal, gandum, dan biji
labu.
6. Air
Air merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh walau tidak menghasilkan
energi bagi tubuh. Kandungan air di dalam tubuh 60-70% dan merupakan bahan
penting untuk proses sekresi dan eksresi. Manfaat dari air adalah membantu proses
metabolime tubuh, memperlancar sistem pencernaa, melancarkan transportasi zat
gizi, mengatur keseimbangan cairan dan garam mineral dalam tubuh, mengatur suhu
tubuh, dan mengurangi tesiko terhadap beberapa macam penyakit. Pada orang dewasa
asupan air berkisar antara 1200-1500cc per hari, namun dianjurkan sebanyak 1900 cc
sebagai batas optimum.

D. Fungsi Nutrisi
Dari uraian berbagai zat gizi yang telah dijelaskan, masing-masing
mempunyai fungsi tersendiri. Namun secara umum nutrisi memiliki tiga fungsi yaitu:
1. Sebagai sumber energi
Merupakan fungsi dari karbohidrat, lemak dan protein. Energi digunakan
untuk melakukan berbagai aktifitasotot/organ tubuh, pembentukan jaringan baru,
proses metabolisme, dan untuk pemanasan tubuh. Energi yang terdapat pada makanan
yang digunakan oleh tubuh diukur dengan satuan kalori. Satuan kalori adalah
bnyaknya panas yang diperlukan untuk menikan suhu 1 kg air menjadi 1C lebih
tinggi
2. Sebagai zat pembangun
Merupakan fungsi dari protein, mineral, dan air. Zat pembangun merupakan
pembentik berbagai jaringan tubuh baru yang selalu terjadi dan mempertahankan
jaringan tubuh yang sudah ada.
3. Mengatur proses tubuh
Merupakan fungsi dari mineral, vitamin, dan protein. Zat pengatur ini
mempunyai peranan yang penting dalam berbagai proses tubuh, meskipun diperlukan
dalam jumlah sedikit.
E. Gangguan/Masalah yang Sehubungan dengan Nutrisi
Secara umum, gangguan kebutuhan nutrisi terdiri diakibatkan karena
kekeurangan dan kelebihan nutrisi. Maca-macam gangguan/masalah mengenai nutrisi
yaitusebagai berikut:
1. Obesitas
Obesitas merupakan peningkatan berat badan yang melebihi 20% batas normal berat
badan seseorang. Setiap orang memerlukan sejumlah lemak tubuh untuk menyimpan
energi, sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata
wanita memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan pria.Perbandingan
yang normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada
wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuh lebih dari 30% dan pria dengan
lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.
2. Diabetes mellitus
Diabetes melitus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yang ditandai dengan
adanya gangguan metabolisme karbohidrat akibat kekurangan insulin atau
penggunaan karbohidrat secara berlebihan.
3. Malnutrisi
Malnutrisi merupakan masalah yang berhubungan dengan kekurangan zat gizi pada
tingkat seluler atau dapat dikatakan sebagai masalah asupan zat gizi yang tidak sesuai
dengan kebutuhan tubuh. Gejala umumnya adalah berat badan rendah dengan asupan
makanan yang cukup atau asupan kurang dari kebutuhan tubuh, adanya kelemahan
otot dan penurunan energi, pucat pada kulit, membrane mukosa, konjungtive dan
lain-lain.
a. Marasmus adalah suatu bentuk kurang kalori-protein yang berat. Keadaan ini
merupakan hasil akhir dari interaksi antara kekurangan makanan dan penyakit
infeksi.
b. Kwashiorkor adalah salah satu bentuk malnutrisi protein berat yang
disebabkan oleh intake protein yang inadekuat dengan intake karbohidrat yang
normal atau tinggi. Dibedakan dengan Marasmus yang disebabkan oleh intake
dengan kualitas yang normal namun kurang dalam jumlah. Penyebab
terjadinya kwashiorkor adalah inadekuatnya intake protein yang berlansung
kronis.
4. Rabun malam
Rabun malam adalah satu keadaan dimana penghidapnya rabun semasa matahari
terbenam. Rabun malam merupakan satu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan
vitamin A dalam makanan yang menyebabkansel mata yang kering.
5. Rakhitis (kelainan kaki X dan O)
Penyebab utama dari rakhitis yaitu karena kekurangan vitamin D juga disebabkan
oleh kekurangan kalsium dalam makanan yang dikonsumsi.
6. Beri-beri
Penyakit beriberi adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan vitamin
B1(tiamin). Akibat yang ditimbulkan yaitu terjadinya pembengkakan dan pembesaran
pada betis.

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Nutrisi adalah zat kimia/substansi organik yang ditemukan dalam bahan
makanan dan cairan yang sudah diproses dan akan diasimilasikan sehingga dapat
digunakan untuk menjalankan fungsi normal dari sistem tubuh. Nutrisi digolongkan
menjadi dua, yaitu makronutrien dan mikronutrien.
Zat gizi (nutrien) merupakan zat yang terdapat di dalam makanan yang terdiri
atas karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Nutrisi yang terkandung
dalam makanan, masing-masing mempunyai fungsi tersendiri. Secara umum nutrisi
memiliki tiga fungsi yaitu sebagai sumber energi, sebagai zat pembangun, dan
engatur proses tubuh.
Untuk kebutuhan nutrisi juga dibutuhkan sistem pencernaan yang terdiri dari
saluran pencernaan dan organ asesoris semoga dengan makalah yang kami buat bisa
bermanfaat bagi kebutuhan hidup kita. Kebutuhan nutrisi manusia tentu berbeda
antara satu dengan yang lainnya, baik bayi, balita, anak-anak, remaja, sampai dengan
orang tua memiliki angka kecukupan gizi (AKG) yang bervariasi.
Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, maka akan menimbulkan
gangguan yang berdampak bagi kesehatan manusia.
B. Saran
Pemenuhan akan kebutuhan gizi dalam tubuh merupakan hal yang penting
bagi tubuh manusia karena manfaatnya yang sangat besar bagi kehidupan. Untuk itu
nutrisi yang di butuhkan harus terpenuhi agar tidak terjadi gangguan pada organ yang
berperan dalam proses metabolisme nutrisi tersebut. Perlu adanya pengetahuan dan
informasi untuk mengetahui lebih banyak tentang kebutuhan nutrisi.

DAFTAR PUSTAKA

Hardinsyah, Riyadi, H., Napitulu, V. 2016. Kecukupan energy, protein, lemak, dan
karbohidrat. Departemen Gizi: Universitas Indonesia.

Journal tentang protein. http//www.google.co.id, diakses tanggal 16


Maret 2017.

Makalah Biokimia: Protein. http://diaryforberti.blogspot.co.id/2014/12/makalah-


biokimia-protein.html, diakses tanggal 16 Maret 2017 .

Pearce C, Evelyn. 2009. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta: Penerbit PT
Gramedia Pustaka Utama.

Pengertian nutrisi menurut beberapa ahli dan jenis-jenis nutrisi.


http://www.diwarta.com, diaksses 13 April 2017.

Rehena, J. 2011. Bahan Ajar Anatomi Fisiologi Manusia. Ambon: Universitas


Pattimura.