Anda di halaman 1dari 17

METODE IDENTIFIKASI RISIKO

ISA MARUFI
DATA KECELAKAAN
Sumber informasi dasar
Untuk menemukan jenis risiko & sumbernya
Data kecelakaan: hasil penyelidikan &
analisanya
Dalam bentuk sistem pelaporan kecelakaan
atau hampir celaka (near miss report)
Near mist: diketahui sumber bahaya sblm
kejadian.
DAFTAR PERIKSA
Dalam bentuk daftar periksa pemerinksaan
bahaya di tempat kerja.
bentuknya spesifik menyesuaikan tempat
kerja.
Harusnya dikembangkan orang yang
memahami & mengenal tempat kerja.
Harus dievaluasi secara berkala.
Pemeriksaan dilakukan oleh orang yang faham
tempat kerja.
Contoh Daftar Periksa

No Pertanyaan Ya Tidak
1
2
3
4
5
JSA
(Job Safety Analysis)
Cocok untuk prosedur kerja atau tahapan / langkah pekerjaan.
Proses identifikasi bahaya dan resiko yang didasarkan pada tiap-
tiap tahap dalam suatu proses pekerjaan.
Menentukan bagaimana untuk mengontrol bahaya atau
mengurangi tingkat cedera.
Membuat dokumen tertulis yang dapat digunakan untuk dapat
diketahui & melatih staf lainnya.
Metode yang digunakan dalam teknik Job Safety Analysis (JSA)
meliputi :
Metode observasi (pengamatan)
Metode diskusi (konsultasi)
Metode review/meninjau kembali prosedur kerja yang sudah ada
Contoh Matrik JSA

Potensi Risk Matrix Tanggungjawa


Pekerjaan Proses Cidera Konsekuensi S L RR Pengendalian Saran b
WHAT-IF
Digunakan ketika sumber informasi
berpendidikan rendah atau sulit dimintai
keterangan.
Sumber informasi diberikan kebebasan dalam
berfikir dan berpendapat
Identifikasi selalu didahului dengan
pertanyaan atau what-if.
Misal: apa yang terjadi jika selang bocor?
Contoh Matrik What-If
Risk Matrix
What-If Consequences S L RR Safeguards Recommendations Responsibility
HAZOPS
(Hazards and Operability Study)
System yg sangat tersetruktur & sistimatis, melibatkan
multidisiplin.
Cocok untuk industri proses, spt industri kimia maupun
kilang minyak.
Dibutuhkan bantuan kata penuntun, spt more, low, less,
no, high, part of.
Apa yang terjadi bila tekanan tangki meningkat? Tangki
bisa meledak.
Setelah diketahui bahayanya (risiko), kemudian dicari
faktor penyebab & sumbernya.
Contoh Matrik HAZOPS
Risk Matrix
Causes Consequences S L RR Safeguards Recommendations
FMEA
(Failure Mode & Effect Analysis)

System yg sangat tersetruktur & sistimatis, komprehensif.


Digunakan pada kegiatan yang berisiko kegagalan tinggi.
Cocok untuk analisis kegagalan dalam produk atau
proses.
Membuat semua bagian dari system dan melakukan
analisa jika system gagal & konsekuensinya.
Dapat mengetahui kerawanan pada setiap system
maupun subsystem.
Contoh Matrik FMEA

Failure Risk Matrix


Modes Effects S L RR Controls Recommendations Status
FTA
(Fault Tree Analysis)

Memakai metoda deduktif


Dimulai dari kejadian puncak, kemudian dicari
kejadian-kejadian berikutnya dari kejadian puncak
tersebut.
Penyajiannya menggunakan bentuk pohon logika ke
arah bawah.
Baik kejadian puncak maupun kejadian ikutan harus
ditentukan probabilitas maupun konsekuensinya.
Contoh FTA
TRA
(Task Risk assessment)
Metode identifikasi atau analisis pada
penekanan kegiatan pekerjaan dg risiko sangat
tinggi.
Cocok untuk pekerjaan yang mengandung
potensi bahaya tinggi, spt pada ketinggian,
pembersihan tangki maupun pengelasan,
Pekerjaan yang sudah mengalami kecelakaan
maupun baru yang berpotensi risiko tinggi.
Contoh Matrik TRA

Aktivit Potensi Konsekuensi Peringkat Risiko Sisa Risiko


No as Bahaya Bahaya LL s RR Risiko Saran LL s RR Risiko
SEKIAN, TERIMA KASIH..