Anda di halaman 1dari 27

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

EFEKTIFITAS RELOKASI TERMINAL PULO GADUNG DAN


TERMINAL BAYANGAN DI JAKARTA KE PULO GEBANG

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN

Muchsin Nugrahanto 201445500160/ 2014


Bregas Lekgowo 201445500--- / 2014
Muhammad Faisal 201445500--- / 2014

UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI


JAKARTA
2016
PENGESAHAN PROPOSAL
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PENELITIAN

1. Judul Kegiatan : Efektifitas relokasi terminal pulo gadung ke pulo gebang

2. Bidang Kegiatan : PKM-P


3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama :
b. NIM :
c. Jurusan : Teknik Arsitektur
d. Universitas/Institut/Politeknik : Universitas Indraprasta PGRI
e. Alamat Rumah dan No.Telp/HP :

f. Alamat Email :
4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis : 2 (Dua) Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar :
b. NIDN :
c. Alamat Rumah dan No. Telp/HP :
6. Biaya Kegiatan Total
a. Kemenrisetdikti : Rp. ,-
b. Sumber lain : Rp. 0.00,-
7. Jangka Waktu Pelaksanaan : 4 (Empat) Bulan

Jakarta, 12 November 2016


Menyetujui,
Ketua Program Studi Arsitektur Ketua Pelaksana Kegiatan

( Ir. H. Soepardi Harris, M.T ) ( )


NIP.04 190 653 094 NIM. 201445500124

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping

( Taufiq, M.Hum ) ( Atie Ernawati, M.T )


NIP. NIP. 06 020 373 111

1
DAFTAR ISI

PENGESAHAN PROPOSAL................................................................................i
DAFTAR ISI...........................................................................................................ii
DAFTAR TABEL..................................................................................................iii
ABSTRAK.............................................................................................................iv
BAB I1 PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Permasalahan.............................................................................................2
1.2 Tujuan Khusus...........................................................................................2
1.3 Urgensi Penelitian.....................................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA............................................................................3
2.1 Landasan Teori..........................................................................................3
2.2 Hipotesis Awal...........................................................................................5
BAB III METODE PENELITIAN.......................................................................6
3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian................................................................6
3.2 Populasi dan Sampel.................................................................................6
3.3 Lokasi Penelitian.......................................................................................6
3.4 Sumber Data..............................................................................................6
3.5 Teknik Pengumpulan Data........................................................................7
3.6 Teknik Analisis Data.................................................................................7
3.7 Keabsahan Data.........................................................................................8
BAB IV BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN......................................................9
4.1 Anggaran Biaya.........................................................................................9
4.2 Jadwal Kegiatan Selama 4 Bulan..............................................................9
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................10
LAMPIRAN

2
DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P....................................................... 9


Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM P...................................................................... 9

3
ABSTRAK

Museum Nasional merupakan sebuah lembaga yang menyimpan berbagai


situs-situs sejarah, kebudayaan, adat istiadat dan lain sebagainya. Di dalam sebuah
museum terdapat sarana dan prasarana yang disediakan untuk memenuhi
kebutuhan baik dari pengelola terutama untuk pengunjung. Pengunjung museum
yang semakin tahun semakin menurun dapat disebabkan salah satunya karena
faktor sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk menarik minat
masyarakat untuk mengunjungi museum. Padahal museum dapat dimanfaatkan
sebagai tempat yang edukatif dan rekreatif . Dengan menggunakan analisis
deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh
keberadaan sarana dan prasarana pada museum terhadap minat masyarakat untuk
mengunjungi museum serta mencari solusi bagaimana agar museum menjadi
tempat alternatif bagi masyarakat untuk berekreasi di waktu luang.

Kata Kunci : Sarana prasarana museum, kualitas sarana prasarana, tingkat


kunjungan museum

4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Terminal Pulo Gebang atau dikenal juga dengan nama Terminal
Bus Terpadu Sentra Timur Pulo Gebang adalah salah satu terminal bus
tipe A yang terletak di Cakung, Jakarta Timur dan diresmikan pada 28
Desember 2016. Terminal ini dirancang oleh arsitek Paul Tanjung Tan pada
2001, namun baru mulai dibangun pada 2009 dan merupakan terminal bus
terbesar se-Asia Tenggara. Proyek ini diprakarsai oleh Dinas Perhubungan
dan Transportasi Provinsi DKI Jakarta dan menghabiskan dana sebesar 450
miliar rupiah. Terminal ini dibangun untuk menggantikan fungsi Terminal
Pulo Gadung yang sudah tidak layak serta menghilangkan terminal bayangan
di Jakarta yang selama ini menjadi penyebab kemacetan, serta menyediakan
fasilitas transportasi yang nyaman, aman, dan aksesibel. Mulai akhir Januari
2017, seluruh bus Antar Kota Antar Provinsi (kecuali tujuan Jawa Barat)
diwajibkan masuk ke Terminal Pulo Gebang untuk aktivitas naik dan turun
penumpang. Namun kenyataannya saat ini kondisi terminal tidak efektif.

Dari latar belakang dirumuskan masalah tentang faktor-faktor apa


yang mempengaruhi efektifitas operasional terminal pulo gebang, bagaimana
model hubungan antara efektifitas operasional terminal pulo gebang dengan
variabel fasilitas, aksesibilitas, pelayanan dan keamanan terminal dan
bagaimana rekomendasi perbaikan kinerja, guna efektifitas operasional
terminal pulo gebang. Kajian dilakukan menggunakan analisis sirkulasi untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas operasional
terminal, model dan analisis SWOT untuk mendapatkan rekomendasi yang
dihasilkan. Dalam tahap awal dilakukan survey terkait penentuan variabel
yang berpengaruh, yaitu fasilitas, aksesibilitas, pelayanan dan keamanan. Dari
kajian dihasilkan kesimpulan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
efektifitas operasional terminal pulo gebang dari hasil analisis menunjukkan
bahwa untuk atribut dari variabel yang mempengaruhi penentuan penanganan
dalam prioritas utama adalah jalur kedatangan dan keberangkatan, tempat
tunggu penumpang/pengantar, tempat parkir kendaraan serta pengawasan
keamanan. Rekomendasi yang dihasilkan adalah fasilitas yang perlu
ditingkatkan untuk perbaikan operasional terminal adalah Diperlukan
perbaikan aksesibilitas untuk dapat meningkatkan fasilitas dan pelayanan
terminal. Juga diperlukan penambahan fasilitas yang diharapkan dapat
menjadikan peningkatan keamanan.
Pemerintah provinsi DKI Jakarta menyatakan tidak akan menutup
Terminal Pulo Gadung Rencananya Terminal Pulo Gadung akan menjadi
persinggahan angkutan di dalam kota. Terminal bayangan dijakarta pun akan
ditutup dan semua PO bus akan berakhir di pulo gebang atau tidak masuk ke
Jakarta.
Penelitian ini untuk menganalisa seberapa besar efektifitas terminal
pulo gebang bagi masyarakat Jakarta

Masih banyak kekurangan terminal pulo gebang ini seperti rambu-


rambu dan marka jalan serta petunjuk-petunjuk yang ada di terminal tersebut,
jarak yang cukup jauh antara lokasi pengecekan administrasi sopir dan posko
kesehatan. Jarak antar ruangan administrasi dan kesehatan sekitar 300 meter.

1.1 Permasalahan
Rumusan masalah yang akan dipecahkan melalui program ini pada
dasarnya tidak lepas dari ruang lingkup permasalahan di atas, yaitu :
1. Bagaimana efektifitas terminal pulo gebang terhadap
masyarakaat jakarta?
2. Bagaimana sarana dan prasarana terminal pulo gebang yang
dibutuhkan oleh supir dan penumpang?
1.2 Tujuan Khusus
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui seberapa besar efektifitas penumpang
terhadap sarana dan prasarana terhadap terminal.
2. memperbaiki sarana dan prasarana yang dibutuhkan masyarakat
di dalam terminal.
3. Merancang terminal pulo gembang menjadi aman dan nyaman
bagi pengguna

1.3 Urgensi Penelitian


Manfaat yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas sarana prasarana
guna menciptakan kenyamanan bagi penumpang dan supir di
terminal pulo gebang
2. Diperlukan perbaikan kualitas dan kuantitas terminal pulo
gebang dalam upaya meningkatkan jumlah penumpang yang
berangkat dan datang di teminal pulo gebang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Landasan Teori


2.1.1 Pengertian Terminal
beberapa pengertian terminal yaitu sebagai berikut :
a. Terminal adalah titik pertemuan antara penumpang dan barang yang
memasuki serta meninggalkan suatu sistem transportasi. Terminal
bukan saja merupakan komponen fungsional utama dari sistem
transportasi tetapi juga merupakan prasarana yang merupakan biaya
yang besar dan titik kemacetan yang terjadi (Morlok E.K, 1995).
b. Direktur Jendral Perhubungan Darat (1995) menyatakan bahwa
terminal angkutan umum merupakan titik simpul dalam sistem jaringan
transportasi jalan tempat terjadinya putus arus yang merupakan
prasarana angkutan yang berfungsi pokok sebagai pelayanan umum,
berupa tempat kendaraan umum menaikkan dan menurunkan
penumpang dan atau barang , bongkar muat barang, sebagai tempat
berpindahnya penumpang baik intra maupun antar moda transportasi
yang terjadi sebagai akibat adanya arus pergerakan manusia dan barang
serta adanya tuntutan efisiensi transportasi.
Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Terminal adalah
sebuah prasarana transportasi jalan untuk keperluan menurunkan dan menaikkan
penumpang, perpindahan intra dan/atau antar moda transportasi serta mengatur
kedatangan dan pemberangkatan kendaraan umum.

2.1.2 Klasifikasi Terminal


Berdasarkan kriteria masing-masing maka terminal dapat
diklasifikasikan sebagai berikut (Departemen Perhubungan,
1996):

Klasifikasi Terminal Berdasarkan Peranannya


Terminal dibedakan atas 2 (dua) berdasarkan peranannya, yaitu:
1. Terminal primer adalah terminal untuk pelayanan arus barang dan
penumpang (jasa angkutan) yang mencakup kawasan regional.
2. Terminal sekunder adalah terminal untuk pelayanan penumpang dan
barang (jasa angkutan) yang bersifat lokal atau melengkapi kegiatan terminal
primer.

Klasifikasi Terminal Berdasarkan Fungsinya


Ada 3 (tiga) jenis terminal yang dibedakan atas fungsinya yaitu :

1. Terminal Utama adalah tempat terputusnya arus barang dan penumpang (jasa
angkutan) dengan ciri sebagai berikut :

Berfungsi sebagai alat pengatur angkutan yang bersifat melayani arus angkutan
barang dan penumpang dalam jarak jauh dan volume tinggi.
Bongkar muat lebih besar atau sama dengan 8 ton/unit angkutan atau 40
penumpang/unit angkutan.

2. Terminal Madya adalah tempat terputusnya arus barang dan penumpang (jasa
angkutan) dengan ciri sebagai berikut :
Berfungsi sebagai alat penyalur angkutan yang bersifat melayani arus angkutan
barang dan penumpang dalam jarak dan volume sedang.
Bongkar muat lebih besar atau sama dengan 5 ton/unit angkutan atau 20
penumpang /unit angkutan.

3. Terminal cabang adalah tempat terputusnya arus barang dan penumpang (jasa
angkutan) dengan ciri sebagai berikut :
Sebagai alat penyalur angkutan yang bersifat melayani arus angkutan barang
dan penumpang dalam jarak pendek dan volume kecil.
Bongkar muat lebih kecil atau sama dengan 2,5 ton/unit angkutan atau 10
penumpang/unit angkutan.

Klasifikasi Terminal Berdasarkan Jenis Angkutan


Ada 4 (empat) jenis terminal yang dapat dibedakan berdasarkan jenis angkutan
yang digunakan yaitu:

1. Terminal Penumpang adalah terminal untuk menaikkan dan atau menurunkan


penumpang.
2. Terminal Barang/Cargo adalah terminal untuk perpindahan (bongkar muat)
barang dari moda transport yang satu ke moda transport yang lainnya.
3. Terminal Khusus adalah terminal yang dipengaruhi oleh sifat-sifat barang yang
diangkut.

4. Terminal Truk adalah terminal yang sesuai dengan kebutuhannya, dinyatakan


dengan jumlah truk yang dapat diparkir atau menunggu dalam satuan waktu.
Klasifikasi Terminal Berdasarkan Tingkat Pelayanan

Berdasarkan tingkat pelayanannya, terminal penumpang yang dinyatakan dalam


jumlah arus minimum kendaraan per satuan waktu mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
1. Terminal Utama : 50 100 kendaraan/jam
2. Terminal Madya : 25 50 kendaraan/jam
3. Terminal Cabang : <25 kendaraan/jam

Klasifikasi Terminal Berdasarkan Ruang Terminal


Berdasarkan kebutuhan ruang, terminal penumpang mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut:
1. Terminal Utama : 5 ha untuk di Pulau Jawa dan Sumatra, dan 3 ha untuk di
Pulau lainnya.
2. Terminal Madya : 3 ha untuk di Pulau Jawa dan Sumatra, dan 2 ha untuk di
Pulau lainnya.
3. Terminal Cabang : tergantung kebutuhan.

Menurut Keputusan Menteri Perhubungan Nomor : 31 Tahun 1995 tentang


Terminal Transportasi Jalan, tipe terminal penumpang terdiri dari :

1. Terminal Penumpang Tipe A


Terminal penumpang tipe A melayani kendaraan umum untuk Angkutan Antar
Kota Antar Propinsi (AKAP) dan/atau Angkutan Lintas Batas Negara, Angkutan
Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan.

2. Terminal Penumpang Tipe B


Terminal penumpang tipe B berfungsi melayani kendaraan umum untuk Angkutan
Kota Dalam Propinsi (AKDP), Angkutan Kota dan Angkutan Pedesaan.

3. Terminal Penumpang Tipe C


Terminal penumpang tipe C berfungsi melayani kendaraan umum untuk Angkutan
Kota dan Angkutan Pedesaan.
2.1.3 Fungsi Museum
Fungsi dasar dari sebuah Museum sebenarnya adalah untuk
mengkoleksi dan memelihara obyek-obyek dan spesimen-spesimen serta
memamerkannya secara teratur kepada khalayak ramai. Museum juga
memberikan program inovasi dan pameran. Pameran yang merupakan
sumbangan khas kepada kehidupan suatu budaya komunitas. Bahkan
pameran tidak semata-mata hanya menyediakan kesempatan bagi para
pengunjung museum untuk sekedar menikmati koleksi saja, akan tetapi
pengunjung juga diharapkan mampu untuk berpikir, mengagumi,
memeriksa dan menyelidiki koleksi yang ada di pameran tersebut.
Dewasa ini, museum memiliki tugas penting, salah satu
diantaranya adalah merintis jalan bagi tercapainya puncak kebudayaan
dengan melaksanakan proyek-proyek nyata, misalnya pembangunan
museum-museum baru, melatih tenaga-tenaga ahli dalam merencanakan
program yang sistematik dan luwes, sehingga akhirnya menyadarkan
sebuah bangsa akan kebudayaannya sendiri. Secara umum, tugas
museum meliputi pengoleksian, penyimpanan, pendokumentasian,
pengidentifikasian dan memamerkan

2.1.4 Museum Nasional


Museum Royal Batavia Society of Arts and Sciences (Batavia
Museum Nasional). Cikal bakal museum ini lahiir tahun 1778, tepatnya
pada masa pemerintahan Inggris (1811-1816). Sir Thomas Stamford
Raffles (direktur Bataviaasch Genootschap van Kunstenen
Wetenschappen) memerintahkan pembangunan gedung baru yang terletak
di Jl. Majapahit No. 3. Gedung ini digunakan sebagai museum dan ruang
pertemuan untuk Literary Society. Lokasi gedung ini sekarang menjadi
bagian dari kompleks Sekertariat Negara.
Museum Nasional berfungsi tidak hanya sebagai lembaga studi
dan penelitian warisan budaya bangsa, tetapi juga berfungsi sebagai pusat
informasi yang bersifat edukatif, kultural dan rekreatif. Sejarah panjang
Museum Nasional menjadikan museum ini sebagai museum terbesar dan
tertua di Indonesia.

2.1.5 Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana merupakan seperangkat alat yang digunakan
dalam suatu proses kegiatan baik alat tersebut adalah peralatan pembantu
maupun peralatan ummum, yang keduanya memiliki fungsi untuk
mewujudkan tujuan yang hendak dicapai (Moenir, 1992:119).
.

Sarana dan prasarana pada dasarnya memiliki fungsi utama yaitu


sebagai berikut:
1. Mempercepat proses pelaksanaan pekerjaan sehingga menghemat
waktu.
2. Meningkatkan produktivitas, baik barang dan jasa.
3. Hasil kerja lebih berkualitas dan terjamin.
4. Ketetapan susunan stabilitas pekerja lebih terjamin.
5. Menimbulkan rasa puas pada orang-orang yang berkepentingan
yang mempergunakannya.

2.1.6 Tingkat Kunjungan


Kunjungan merupakan kegiatan yang di lakukan seseorang
mengunjungi suatu tempat dengan tujuan tertentu. Pada suatu destinasi
kunjungan berupa tempat wisata akan terdapat jumlah wisatawan yang
akan didata sebagai bukti dari kualitas destinasi wisata tersebut. Jika
setiap tahunnya mengalami peningkatan wisatawan dengan jumlah yang
stabil maka kunjungan tempat wisata tersebut mengalami surplus yang
dapat dibandingkan dengan destinasi wisata lain. Sedangkan apabila
setiap tahun mengalami penurunan, maka perlu adanya upaya mulai dari
analisis masalah sampai pada solusi permasalahan dalam meningkatkan
kunjungan wisatawan.

2.1.7 Wisatawan
Wisatawan adalah orang-orang yang melakukan kegiatan wisata
(UU No. 10 Th 2009). Menurut pengertian tersebut, semua orang yang
melakukan perjalanan wisata dinamakan wisatawan. Adapun tujuannya
yang penting, perjalanan itu bukan untuk menetap dan tidak untuk
mencari nafkah di tempat yang dikunjungi
Wisatawan pada suatu objek wisata memiliki karakteristik dan
pola kunjungan, kebutuhan maupun alasan melakukan kunjungan ke
suatu objek wisata masing-masing. Berbeda hal ini perlu menjadi
pertimbangan bagi penyedia pariwisata sehingga dalam menyediakan
produk dapat sesuai dengan minat dan kebutuhan pengunjung.

2.2 Hipotesis Awal


Museum belum memiliki daya tarik yang menjadikan museum
sebagai destinasi utama untuk dikunjungi dalam waktu senggan atau masa
libur, karena kualitas sarana prasarananya yang kurang memadai untuk para
pengunjung, sehingga membuat pengunjung kurang tertarik mengunjungi
museum.
BAB III
METODE PENELITIAN

1.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian


Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini untuk mencapai
tujuan adalah pendekatan kualitatif dan kualitatif ( Mixed Method Reaserch ).
Penggunaan metode ini bertujuan agar menghasilkan fakta yang lebih
komprehensif dalam meneliti masalah penelitian, karena peneliti memiliki
kebebasan untuk menggunakan semua alat pengumpul data sesuai dengan
jenis data yang dibutuhkan dalam menganalisis kualitas sarana dan prasarana
Museum Nasional terhadap kunjungan wisatawan
Sedangkan metode yang digunakan adalah metode penelitian dan
pengembangan ( Research and Development ). Metode ini merupakan
rangkaian proses atau langkah-langkah dalam rangka mengembangkan suatu
produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada agar dapat
dipertanggungjawabkan. Dalam permasalahan kualitas sarana dan prasarana
museum yang akan diteliti kedapannya diharapkan agar mampu memenuhi
kebutuhan dan kenyamanan pengunjung sehingga tercapai target kunjungan
wisatawan ke Museum Nasional.

1.2 Populasi dan Sampel


Populasi adalah wilayah generalisasi berupa subjek atau objek yang
diteliti untuk dipelajari dan diambil kesimpulan. Dalam penelitian ini,
populasi diambil dari jumlah wisatawan Museum Nasional pada tahun 2015
dengan jumlah 245.848 wisatawan.
Sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti. Teknik sampling
yang digunakan yaitu Non-probability Sampling Kuota. Untuk menentukan
sampel dari suatu populasi digunakan perhitungan maupun acuan tabel yang
dikembangkan oleh para ahli. Cara yang digunakan untuk menentukan
sampel adalah dengan Rumus Solvin, yaitu sebagai berikut:
N
n= 2
1+ N . ( e )

n = sampel; N = populasi; e = nilai presisi 95% atau sig. = 0,05

1.3 Lokasi Penelitian


Penelitian ini dilakukan di Museum Nasional yang terletak di
Jl. Medan Merdeka Baru, Jakarta Pusat. Musium ini dipilih kerena merupakan
museum pusat yang ada di DKI Jakarta. Penelitian ini fokus pada sarana dan
prasarana Museum Nasional dalam menarik minat masyarakat untuk
mengunjungi museum.
1.4 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini akan menggunakan jenis data
kuantitatif yang yang didapatkan melalui pembagian angket atau kuisioner
dan data kualitatif yang berdasarkan hasil survey, pengukuran dan
dokumentasi berkaitan dengan fokus penelitian yang sedang diamati.
Data primer yang merupakan kata-kata dan kegiatan orang yang
diwawancarai atau orang yang diamati adalah sumber data utama dalam
penelelitian ini. Data-data diambil dari data tertulis, rekaman dan
pengambilan foto objek. Sedangkan data sekunder merupakan data yang
diperoleh untuk menunjang penelitiaan. Data sekunder yang diperoleh adalah
dokumen-dokumen serta informasi tertulis mengenai Museum Nasional yang
diperoleh dari bagian informasi Museum Nasional.

1.5 Teknik Pengumpulan Data


Pengambilan data dapat dilakukan dengan teknik observasi,
wawancara dan dokumentasi.
1. Observasi
Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk
mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis dengan
prosedur yang terstandard (Arikunto, 2005:78). Teknik pengumpulan
data dimana peniliti mengadakan pengamatan secara langsung
terhadap objek yang diteliti. Penelitian menggunakan metode
observasi berfungsi untuk mengetahui secara langsung apa yang
terjadi pada lapangan, bagaimana pengaruh sarana dan prasarana
museum terhadap pengunjung yang datang ke Museum Nasional.
2. Wawancara
Metode wawancara dilakukan untuk memperoleh keterangan
atau data secara lisan dari seseorang atau informan. Dalam studi
kasus sesuai jenis penelitian yang dipilih, maka pedoman wawancara
terstruktur secara garis besar tentang apa yang diteliti. Dengan
wawancara ini hasil yang didapat dipengaruhi dari kreatifitas atau
pengetahuan pewawancara mengenai berapa pengunjung yang
datang ke Museum Nasional dan hal-hal yang berkaitan dengan
fokus penelitian. Data diperoleh dari pengurus dan pengunjung
Museum Nasional.
3. Dokumentasi
Metode Dokumentasi adalah suatu teknik yang digunakan
untuk mengumpulkan data dari sumber noninsani. Sumber ini terdiri
dari dokumentasi foto-foto, rekaman suara, catatan khusus dan lain
sebagainya. Melalui teknik dokumentasi ini, peneliti mengumpulkan
data-data yang diperlukan yang ada di tempat atau lokasi penelitian.
1.6 Teknik Analisis Data
Langkah-langkah analisis data dapat dilihat sebagai berikut :
1. Pengumpulan Data
Data yang diperolah di lapangan dicatat atau direkam dalam
bentuk naratif, yaitu uraian data yang diperoleh dari lapangan apa
adanya tanpa adanya komentar peneliti yang berbentuk catatan kecil.
Dari catatan deskriptif ini, kemudian dibuat catatan refleksi yaitu
catatan yang berisikan komentar, pendapat atau penafsiran peneliti
atas fenomena yang ditemui dilapangan.
2. Reduksi Data
Reduksi data merupakan wujud analisis yang menajamkan,
mengklarifikasikan, mengarahkan, membuang data yang tidak
berkaitan dengan pokok persoalan. Pada tahapan ini disajikan data
hasil temuan dilapangan dalam bentuk teks deskriptif naratif.
3. Penarikan Kesimmpulan dan Verifikasi
Penarikan kesimpulan dan verifikasi merupakan upaya
memaknai data yang disajikan dengan mencermati pola-pola
keteraturan, penjelasan, konfigurasi, dan hubungan sebab-akibat.
Penarikan kesimpulan dan verifikasi selalu dilakukan peninjauan
terhadap penyajian data dan catatan di lapangan melalui diskusi tim
peneliti Miles and Huberman (Sukmadinata, 2005:38).

1.7 Keabsahan Data


Keabsahan data kualitatif menurut Sukmadinata dapat dilakukan
melalui :
a. Observasi secara terus menerus,
b. Tringulasi sumber, metode dan penelitian lain,
c. Pengecekan anggota (member check), diskusi teman sejawat dan
pengecekan referensi.
Data dalam penelitian disahkan melalui teknik tringulasi. Teknik ini
diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari
berbagai pengumpulan data dan sumber data yang telah ada.bila peneliti
melakukan pengumpulan data dengan tringulasi, maka sebenarnya peneliti
mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data, yaitu mengecek
kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai
sumber data (Sukmadinata. 2005:42).

BAB IV
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1 Anggaran Biaya
Tabel 4.1 Ringkasan Anggaran Biaya PKM-P
No Jenis Pengeluaran Biaya (Rp)
.
1 Peralatan penunjang Rp. 2.350.000
2 Bahan Habis Pakai Rp. 2.120.000
3 Perjalanan Rp. 750.000
4 Lain lain Rp. 4.450.000
Jumlah Rp.9.670.000

4.2 Jadwal Kegiatan Selama 4 Bulan


Tabel 4.2 Jadwal Kegiatan PKM - P
Waktu Pelaksanaan
No. Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Pengumpulan data
primer dan
sekunder
1
(penyebaran
kuisioner dan
survey lapangan)
Pengolahan data
2 berdasarkan
literatur
3 Analisis data
Hipotesis
4
Penelitian
Penyusunan
5
Laporan
DAFTAR PUSTAKA

Sutarga. 2005. Pengetahuan Tentang Museum. Bandung: Kencana Media Group.

Amir, Mohammad. 1998. Pedoman Penyelenggaraan dan Pengelolaan Museum.

Proyek Pembinaan Permuseuman Jakarta. Direktorat Jenderal Kebudayaan:


Depdikbud.

Creswell, J. 2003. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed ethods


approaches. Thousand Oaks: Sage.

Sugiono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.


Pemerintah Indonesia. (2015). Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2015
Tentang Museum.

Effendy, Uchjana Onong. (2004). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.

Pan, Davis Yen. 1993. Digital Audio Compression. Digital Technical.Journal.

Yogaswara. Bagaimana mendirikan sebuah museum. http://www:budpar:go:id-


filedata-
4101346/BAGAIMANAMENDIRIKANSEBUAHMUSEUMwebsite:pdf.
Diakses 15 Agustus 2016.

Wibowo, A. J. I. (2015). Persepsi Kualitas Layanan Museum di Indonesia Jurnal


Manajemen. http://majour.maranatha.edu/index.php/jurnal-
manajemen/article/view/1448. Diakses 15 Agustus 2016

Mustiko, H. W. (2012). Pengaruh Praktik Manajemen Sumber Daya Manusia


Terhadap Kinerja SDM pada Museum Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
(Museum Sejarah Jakarta, Museum Wayang, Museum Seni Rupa dan Keramik
Serta Museum Bahari). Skripsi, Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/file?
file=digital/20291997-T29627-Pengaruh%20praktik.pdf. Diakses 18 Agustus
2016.
LAMPIRAN
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota dan Dosen Pembimbing
Ketua
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Despita Yuniastuti
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Teknik Arsitektur
4 NIM 201445500128
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bogor, 10 Juni 1996
6 E-mail Despiweiss@gmail.com
7 Nomor HP 0877-7027-0018
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Negri SMP PGRI 1 SMK Negeri 2
Pabuaran 07 Cibinong Bogor
Jurusan - - TKJ
Tahun Masuk-Lulus 2001 - 2008 2008 - 2011 - 2014
2011
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
. Seminar
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1 Juara 2 IPA SMP PGRI 1 2009
Cibinong
2 Juara 3 LCT PMR SMKN 1 Bogor 2011
3 Juara 3 Tandu Estafet PMR Man 2 Bogor 2013

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidakasesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Penelitian.
Jakarta, 12 November 2016
Pengusul,

Despita Yuniastuti
Anggota 1
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Muthiah Muthmainnah
2 Jenis Kelamin P
3 Program Studi Teknik Arsitektur
4 NIM 201445500156
5 Tempat dan Tanggal Lahir Bogor, 29 Desember 1995
6 E-mail Guard.muthmainnah.gm@gmail.com
7 Nomor HP 085775303992
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi SD Negri Pulo SMP IT Fathan SMA IT Fathan
Gebang Mubina Islamic Mubina Islamic
Boarding School BoardingSchool
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2001 - 2007 2007 2010 2010-2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
. Seminar
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1
2
3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidakasesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Penelitian.

Jakarta, 12 November 2016


Pengusul,

Muthiah Muthmainnah
Anggota 2
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Misbahuddin
2 Jenis Kelamin L
3 Program Studi Teknik Arsitektur
4 NIM 201345500130
5 Tempat dan Tanggal Lahir Pemalang, 10 Februari 1996
6 E-mail Mitsbah96@gmail.com
7 Nomor HP 083861808397
B. Riwayat Pendidikan
SD SMP SMA
Nama Institusi MI Miftahul MTS Salafiyah MAN Pemalang
Ulum Kalitorong Kalimas
Jurusan - - IPA
Tahun Masuk-Lulus 2001 - 2007 2007 - 2010 2010 2013
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Ilmiah / Judul Artikel Ilmiah Waktu dan Tempat
. Seminar
1
2
3
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1
2
3

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidakasesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Penelitian.

Jakarta, 12 November 2016


Pengusul,

Misbahuddin

Dosen Pembimbing
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap Atie Ernawati, M.T
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Program Studi Teknik Arsitektur
4 NIDN 0302037301
5 Tempat dan Tanggal Lahir Jakarta, 2 Maret 1973
6 E-mail Atie2373@gmail.com
7 Nomor HP 081317086588
B. Riwayat Pendidikan
S1 S2 S3
Nama Institusi InstitutTeknologi UniversitasGunadarm -

Indonesia a
Jurusan Arsitektur Magister Teknik Sipil -

Konsentrasi Arsitektur

dan Perkotaan
Tahun Masuk-Lulus 1991-1996 2006-2009 -
C. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation)
No Nama Pertemuan Judul Artikel Ilmiah Waktu dan
. Ilmiah / Seminar Tempat
1 Seminar PengaruhPergeseranRumahPanggung 29 November

NasionalDesainTeknik TerhadapmeningkatnyaPendeita 2012

dan Perencanaan ISPA di

(SNDTP) 2012 KecamatanTamansariKabupaten

Bogor
2 Seminar PengaruhPergeseranRumahPanggung 13 November

NasionalSainsdanTeknik TerhadapmeningkatnyaPendeita 2012


UniversitasNusa
ISPA di
CendanaKupang
KecamatanTamansariKabupaten
NTT
Bogor
3 Seminar PerencanaanSuperbloksebagai model 21 Desember

NasionalIdentitas Kota- Pengembangan Pembangunan Kota- 2009


Werdhapura
kotaMasaDepan di kotaBesar di Indonesia
Village Centre
Indonesia
Sanur Denpasar

Bali
4 TemuIlmiah IPLBI 2013 RumahPanggung Modern 12-13
November 2013,

UniversitasHasa

nudinMakasar
D. Penghargaan dalam 10 tahun terakhir (dari pemerintah, asosiasi atau institusi)
No Jenis Penghargaan Institusi Pemberi Tahun
. Penghargaan
1 SebagaiSekretaris Program UniversitasIndraprast
2005-sekarang
StudiTeknikArsitektur a PGRI
2 IkatanArsitek
Pengurus IAI daerahBanten 2010-2013
Indonesia
3 AnggotaSenatFakultas TMIPA UniversitasIndraprast
2005-sekarang
Unindra a PGRI

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan
dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila dikemudian hari ternyata
dijumpai ketidakasesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu
persyaratan dalam pengajuan Hibah PKM Penelitian.

Jakarta, 12 November 2016


Pengusul,

Atie Ernawati, M.T


Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan Penunjang
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp.)
Pemakaian
Sewa Unit Dokumentasi 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
Camcorder penelitian
Sewa Unit Dokumentasi 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
Camera SLR penelitian
Flashdisk Media 1 Rp. 150.000 Rp. 150.000
penyimpanan
Memory Card Media 4 Rp. 150.000 Rp. 600.000
penyimpanan
Roll Meter Alat Penunjang 1 Rp. 100.000 Rp. 100.000
Survey
Lux Meter Alat Penunjang 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
Survey
Desibel Meter Alat Penunjang 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
Survey
Hydro Meter Alat Penunjang 1 Rp. 300.000 Rp. 300.000
Survey
SUB TOTAL (Rp.) Rp. 2.350.000
2. Bahan Habis Pakai
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp.)
Pemakaian
Kertas A4 Cetak laporan 4 Rp. 50.000 Rp. 200.000
(rim) penelitian
Tinta Printer Cetak laporan 4 Rp. 75.000 Rp. 300.000
Hitam Epson penelitian
Tinta printer Cetak laporan 4 Rp. 75.000 Rp. 300.000
warna Epson penelitian
Alat Tulis Alat 3 Rp. 200.000 Rp. 600.000
Penunjang
Internet Penunjang 4 Rp. 100.000 Rp. 400.000
penelitian
Fotokopi Survey 100 Rp. 150 Rp. 150.000
Angket / langsung ke
Kuisioner wisatawan
Materai 6000 Legalitas 10 Rp. 10.000 Rp. 100.000
Surat
Kertas Media analisis 50 Rp. 1000 Rp. 50.000
Gambar A3
Kertas Roti / Media analisis 10 Rp. 2000 Rp. 20.000
Kalkir
SUB TOTAL (Rp.) Rp. 2.120.000
3. Perjalanan
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp.)
Pemakaian
Perjalanan ke Survey objek 5 Rp. 50.000 Rp. 250.000
lokasi penelitian
Konsumsi Penunjang 5 Rp. 100.000 Rp. 500.000
pelaksanaan
SUB TOTAL (Rp.) Rp. 750.000
4. Lain Lain
Material Justifikasi Kuantitas Harga Satuan Jumlah (Rp.)
Pemakaian
Editing dan Penunjang 2 Rp. 200.000 Rp. 400.000
entry data pelaksanaan
Fotokopi dan Dokumentasi 2 Rp. 250.000 Rp. 500.000
penjilidan penelitian
Poster Dokumentasi 4 Rp. 100.000 Rp. 400.000
Penelitian
APE Perwujudan 1 RP. 3.000.000 Rp. 3.000.000
penelitian
dalam skala
kecil
Sewa Basecamp tim 2 Rp. 700.000 Rp 1.400.000
Sekretariat penelitian
Penelitian
Masuk Survey objek 5 Rp. 15.000 Rp. 150.000
Museum penelitian
Konsumsi Penunjang 3 Rp. 100.000 Rp. 300.000
rapat tim penelitian
penelitian
Seminar 3 Rp. 100.000 Rp. 300.000
Publikasi Publikasi hasil 1 Rp. 2.500.000 Rp. 2.500.000
jurnal penelitian
SUB TOTAL (Rp.) Rp. 4.450.000
TOTAL KESELURUHAN Rp. 9.670.000
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagia Tugas
No Nama / NIM Program Bidang Alokasi Uraian Tugas
. Studi Ilmu Waktu
(Jam/
Minggu)
1 Despita Teknik - Analisis 25 - mengumpulkan
Yuniastuti / Arsitektur - Keuangan data kualitas
201445500128 - mengumpulkan
literatur
- menganalisis data
- mengatur
anggaran
keuangan
2 Muthiah Teknik -Analisis 25 - mengumpulkan
Muthmainnah / Arsitektur - data kuantitas
201345500130 Kesekretari - menyusun angket
atan - menganalisis data
- membuat surat
- menyusun
laporan
3 Misbahuddin / Teknik -Analisis 25 - mengumpulkan
201345500130 Arsitektur -Grafik data kualitas
- mendokumentasik
an hasil survey
- mendesain grafis
hasil penelitian
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

SURAT PERNYATAAN KETUA PELAKSANA

Yang bertandatangan di bawah ini :


Nama : Despita Yuniastuti
NIM : 201445500128
Program Studi : Teknik Arsitektur
Fakultas : Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Dengan ini menyatakan bahwa proposal PKM Penelitian saya dengan judul
Pengaruh Sarana Prasarana Museum Terhadap Minat Masyarakat Mengunjungi
Museum (Museum Nasional) yang diusulkan untuk anggaran....bersifat orisinil
dan belum pernah dibiayai oleh lembaga atau sumber dana lain.

Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini,


maka saya bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku
dan mengembalikan seluruh biaya penelitian yang sudah diterima ke kas negara.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.

Jakarta, 12 November 2016


Mengetahui, Yang menyatakan,
Ketua Program Studi Arsitektur

Materai 6000

( Soepardi Haris ) ( Despita Yuniastuti )


NIP. NIM. 201445500124
Lampiran 5. Surat Pernyataan Kesediaan dari Mitra

SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN KERJASAMA DARI MITRA DALAM


PELAKSANAAN
PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

Yang bertandatangan di bawah ini,


Nama :
Pimpinan Mitra :
Bidang Kegiatan :
Alamat :

Dengan ini menyatakan Bersedia untuk Bekerjasama dengan Pelaksana Kegiatan


Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian.

Nama Ketua Tim Pengusul : Despita Yuniastuti


Nomor Induk Mahasiswa : 201445500128
Program Studi : Teknik Arsitektur
Nama Dosen Pembimbing :
Perguruan Tinggi : Universitas Indraprasta PGRI

Guna menerapkan dan/atau mengembangkan IPTEKS pada tempat kami.

Bersama ini pula kami menyatakan dengan sebenarnya bahwa di antara pihak
Mitra dan Pelaksana Kegiatan Program tidak terdapat ikatan kekeluargaan dan
ikatan usaha dalam wujud apapun juga.

Demikian Surat Pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung
jawab tanpa ada unsur pemaksaan di dalam pembuatannya untuk dapat digunakan
sebagaimana mestinya.

Jakarta, 12 November 2016


Yang menyatakan,

Meterai 6000

( Nama Pemimpin Mitra)