Anda di halaman 1dari 175

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PROGRAM STUDI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

SEMESTER VII

PENGOPERASIAN BOILER PADA PLTU UNIT 4 DAN 5 PJB MUARA KARANG

PENGOPERASIAN BOILER PADA PLTU UNIT 4 DAN 5 PJB MUARA KARANG Disusun oleh Ahmad Nurikhsan Maulana

Disusun oleh

Ahmad Nurikhsan Maulana

NIM. 4213020022

PROGRAM STUDI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2016

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PROGRAM STUDI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

SEMESTER VII

PENGOPERASIAN BOILER PADA PLTU UNIT 4 DAN 5 PJB MUARA KARANG

PENGOPERASIAN BOILER PADA PLTU UNIT 4 DAN 5 PJB MUARA KARANG Disusun oleh Ahmad Nurikhsan Maulana

Disusun oleh

Ahmad Nurikhsan Maulana

NIM. 4213020022

PROGRAM STUDI PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK

JURUSAN TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA

2016

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTIK

DENGAN JUDUL:

PENGOPERASIAN BOILER PADA PLTU UNIT 4 DAN 5 PJB MUARA KARANG

Disusun oleh:

Nama

: Ahmad Nurikhsan Maulana

NIM. 4213020022

Jurusan

: Teknik Mesin / Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik

Perguruan Tinggi

: Politeknik Negeri Jakarta

Waktu Kerja Praktik

: 01 Agustus 2016 s.d. 31 Januari 2017

Telah diperiksa pada tanggal:

Kepala Program Studi

Mengetahui,

Teknik Pembangkit Listrik

Pembimbing Jurusan

Adi Syuriadi, M.T

NIP.197611102008011011

Paulus Sukusno, ST, MT

NIP.196108011989031001

Ketua Jurusan Teknik Mesin

Politeknik Negeri Jakarta

Drs. Belyamin, MSc. Eng, B.Eng (Hons)

NIP. 196301161993031001

ii

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN KERJA PRAKTIK

DI

PT. PEMBANGKITAN JAWA BALI

UNIT PEMBANGKITAN MUARA KARANG

DENGAN JUDUL:

PENGOPERASIAN BOILER PADA PLTU UNIT 4 DAN 5 PJB MUARA KARANG

Disusun oleh:

Nama

: Ahmad Nurikhsan Maulana

NIM. 4213020022

Jurusan

: Teknik Mesin / Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik

Perguruan Tinggi

: Politeknik Negeri Jakarta

Waktu Kerja Praktik

: 1 Agustus 2016 s.d. 31 Januari 2017

Telah diperiksa pada tanggal:

Mengetahui,

SPV Senior Produksi PLTU 45 A

Pembimbing Lapangan

Beni Alansjah, ST

iii

Ridwan Gunawan

KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa saya haturkan kepada Allah SWT, yang mana telah memberikan kemudahan serta kelancaran dalam semua proses kerja praktik, hingga laporan ini diselesaikan sebagaimana bukti bahwa kerja praktik telah usai. Shalawat serta salam selalu saya panjatkan untuk junjungan besar Nabi Muhammad SAW, sebagai suri tauladan untuk kita semua. Kerja Praktik ini pun terlaksana berkat adanya bantuan, dukungan serta bimbingan dari pihak pihak yang turut mendukung secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karenanya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Orang tua dan keluarga saya yang selalu mendukung saya baik secara moril maupun materil serta selalu mendoakan yang terbaik untuk saya agar lancar dalam menjalankan praktik kerja lapangan ini.

2. Semua pihak kampus yang senantiasa membantu kami dalam hal perizinan untuk mengikuti kegiatan kerja praktik ini. Ucapan terima kasih juga kami berikan khususnya untuk Bapak Belyamin selaku Ketua Jurusan Mesin Politeknik Negeri Jakarta dan juga kepada Bapak Adi Syuriadi selaku Kepala Program Studi Pembangkit Tenaga Listrik, Politeknik Negeri Jakarta.

3. General Manager PT. Pembangkitan Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan kerja praktik ini.

4. Bapak Beni Alansjah selaku Senior Supervisor Produksi regu A PLTU unit 4 dan 5 dan seluruh operator PLTU unit 4 dan 5 yang telah membimbing saya dalam menjalankan praktek kerja lapangan ini serta berbagi pengalaman dan ilmu-ilmu tentang operasi unit pembangkit kepada saya.

5. Teman-teman magang di Muara Karang yang selalu membantu saya saat saya mendapat kendala dalam melakukan PKL.

6. Seluruh pihak yang tidak bisa disebutkan satu per satu yang telah membantu kami baik secara langsung maupun tidak langsung, baik secara moril dan materil.

iv

Semoga dengan adanya laporan ini, dapat menjadi bahan rujukan bagi perusahaan dalam rangka meningkatkan kualitas kinerja serta menjadi tambahan ilmu bagi penulis dan bermanfaat bagi pihak yang membaca. Mohon maaf akan adanya kekurangan - kekurangan pada laporan ini, semoga kekurangan yang ada kedepannya dapat disempurnakan.

v

Jakarta, Januari 2017

Penulis

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN KERJA PRAKTIK

ii

KATA PENGANTAR

 

iv

DAFTAR ISI

 

vi

DAFTAR TABEL

viii

DAFTAR

GAMBAR

x

DAFTAR LAMPIRAN

 

xii

BAB I PENDAHULUAN

1

Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan (PKL)1

1

Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan (PKL)2

2

Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)2

2

 

1.3.1

Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

2

Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL) 2

Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)

2

1.4.1 Manfaat

Bagi

Mahasiswa

2

1.4.2 Manfaat

Bagi

Perusahaan

2

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

3

2.1

Sejarah Perusahaan

 

3

2.1.1 Visi dan Misi PT. Pembangkitan Jawa Bali

3

2.1.2 Tata Nilai PT. Pembangkitan Jawa Bali

4

2.1.3 Unit Pembangkitan Muara Karang

5

2.2 Kegiatan Operasional Perusahaan

5

2.3 Struktur Organisasi Unit Pembangkitan Muara Karang

6

2.4 Deskripsi Tugas

 

7

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

10

3.1

Bentuk Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

10

3.1.1 Open Reference

 

10

3.1.2 Sharing Knowledge

10

3.1.3 Daily Record and Patrol Check

10

3.1.4 First Line Maintenance (FLM)

10

3.2

Prosedur Kerja Praktik Kerja Lapangan (PKL)

10

3.2.1 Daily Record dan Patrol Check

10

3.2.2 First Line Maintenance (FLM)

26

3.3 Uraian kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

37

3.4 Kendala Kerja dan Pemecahannya

43

BAB IV PENGOPERASIAN

 

44

4.1

Pengoperasian Peralatan Boiler

44

4.1.1

Peralatan Sootblower

44

vi

4.1.1.1

Sootblower System

44

4.1.1.2 Peralatan pada Sootblower System

45

4.1.1.3 Spesifikasi dan Pengoperasian

46

4.1.2

Peralatan

Air

Pengisi

51

4.1.2.1 Sistem Air Pengisi Boiler

51

4.1.2.2 Peralatan pada Feed Water System

53

4.1.2.3 Spesifikasi dan Pengoperasian

58

4.1.3

Peralatan Udara Pembakaran

65

4.1.3.1 Sistem Udara Pembakaran

65

4.1.3.2 Peralatan pada Sistem Udara Pembakaran

65

4.1.3.3 Spesifikasi dan Pengoperasian

68

4.1.4

Peralatan Bahan Bakar

73

4.1.4.1 Sistem Bahan Bakar Boiler

73

4.1.4.2 Peralatan pada Sistem Bahan Bakar Boiler

75

4.1.4.3 Spesifikasi dan Pengoperasian

83

4.1.5

Peralatan Gas Buang

89

4.1.5.1 Sistem Gas Buang

89

4.1.5.2 Peralatan pada Sistem Gas Buang

89

4.1.5.3 Spesifikasi dan Pengoperasian Peralatan

92

4.1.6

Peralatan Pemanas Udara (Air Heater)

97

4.1.6.1 Sistem Pemanas Udara

97

4.1.6.2 Peralatan pada Sistem Pemanas Udara

98

4.1.6.3 Spesifikasi dan Pengoperasian Peralatan

101

4.2

Pengoperasian Boiler

 

105

4.2.1

Boiler PLTU Unit 4 dan 5 Unit Pembangkitan (UP) Muara

Karang

105

4.2.2

Operasi Boiler PLTU

106

4.2.2.1 Persiapan Start Up Boiler

106

4.2.2.2 Penyalaan Igniter

116

4.2.2.3 Shut Down

 

122

4.2.3 Sistem Uap Boiler

127

4.2.4 Proteksi Boiler

129

4.2.5 Tindakan Pencegahan Kerusakan

130

4.2.6 Troubleshooting

 

131

BAB V PENUTUP

 

133

5.1 Kesimpulan

133

5.2 Saran

133

DAFTAR PUSTAKA

134

LAMPIRAN

135

vii

DAFTAR TABEL

Tabel III-1 Logsheet Local Condenser / Sistem Pendingin dan Sistem Condensate

 

11

Tabel III-2 Logsheet Pompa Air Pengisi (BFP) dan Pompa Air Pemanas Udara (APCP)

13

Tabel III-3 Logsheet Sistem Udara Tekan dan GRF

15

Tabel III-4 Logsheet Sistem Pembakaran

17

Tabel III-5 Logsheet Sistem Pemanas Air Pengisi

19

Tabel III-6 Logsheet Sistem Beban atau Pemakaian Sendiri dan Bahan Bakar

22

Tabel III-7 Logsheet Sistem Draft Gauge

23

Tabel III-8 Logsheet Turbin dan Pompa Pendingin Utama

25

Tabel III-9 Prosedur Melakukan Ball Cleaning

26

Tabel III-10 Prosedur Back Wash Heat Exchanger

33

Tabel III-11 Uraian Kegiatan pada Bulan Ke-1

37

Tabel III-12 Uraian Kegiatan Pada Bulan Ke-2

37

Tabel III-13 Uraian Kegiatan Pada Bulan Ke-3

38

Tabel III-14 Uraian Kegiatan Pada Bulan Ke-4

39

Tabel III-15 Uraian Kegiatan Pada Bulan Ke-5

41

Tabel III-16 Uraian Kegiatan Pada Bulan Ke-5

42

Tabel IV-1 Spesifikasi Sistem Soot Blower

46

Tabel IV-2 Batasan operasi Sootblower System

47

Tabel IV-3 OCEA Soot Blower System

47

Tabel IV-4 Prosedur Pengoperasian Soot Blower Auto Operation

48

Tabel IV-5 Prosedur Pengoperasian Sootblower Manual Operation

50

Tabel IV-6 Spesifikasi Peralatan Feed Water System

58

Tabel IV-7 Batasan operasi Feed Water System

60

Tabel IV-8 OCEA Sistem Air Pengisi

61

Tabel IV-9 Prosedur Pengoperasian Persiapan Start Condensate Pump

62

Tabel IV-10 Prosedur Pengoperasian Pelaksaan Start Condensate Pump

63

Tabel IV-11 Spesifikasi Sistem Udara Pembakaran

68

Tabel IV-12 Batasan Operasi Sistem Udara Pembakaran

69

Tabel IV-13 OCEA Peralatan Udara Pembakaran

70

Tabel IV-14 Prosedur Pengoperasian Persiapan Start Forced Draft Fan

70

Tabel IV-15 Prosedur Pelaksanaan Pelaksanaan Start Forced Draft Fan

71

Tabel IV-16 Prosedur Pengoperasian Pelaksanaan Stop Forced Draft Fan

72

Tabel IV-17 Spesifikasi burner PLTU Unit 4 dan 5 UP MKR

82

Tabel IV-18 Spesifikasi Sistem Bahan Bakar

83

Tabel IV-19 OCEA Peralatan Sistem Bahan Bakar

85

Tabel IV-20 Propsedur Pengoperasian Persiapan Start Low Pressure Oil Pump 86

viii

Tabel IV-21 Prosedur Pengoperasian Pelaksanaan Start Low Pressure Oil Pump

 

87

Tabel IV-22 Prosedur Pengoperasian Stop Low Pressure Oil Pump

88

Tabel IV-23 Spesifikasi Sistem Gas Buang

92

Tabel IV-24 Batasan Operasi Peralatan Gas Buang

94

Tabel IV-25 OCEA Peralatan Gas Buang

94

Tabel IV-26 Prosedur Pengoperasian Persiapan Start GR Fan

95

Tabel IV-27 Prosedur Pengoperasian Pelaksanaan Start GRF

96

Tabel IV-28 Prosedur Pengoperasian Pelaksanaan Stop GRF

97

Tabel IV-29 Spesifikasi Air Heater

101

Tabel IV-30 OCEA Air Heater

102

Tabel IV-31 Prosedur Pengoperasian Start Air Heater

102

Tabel IV-32 Prosedur Pengoperasian Pelaksanaan Start Air Heater

104

Tabel IV-33 Pelaksanaan Stop Air Heater

105

Tabel IV-34 Prosedur Pengoperasian Persiapan Umum Start Boiler

106

Tabel IV-35 Prosedur Pengoperasian Furnace Draft and Instrumentation

110

Tabel IV-36 Prosedur Pengoperasian Furnace Purge and MFR Reset

113

Tabel IV-37 Prosedur Pengoperasian Igniter Light Off Operation

116

Tabel IV-38 Prosedur Pengoperasian Warm Up Light Oil Off Operation

117

Tabel IV-39 Prosedur Pengoperasian Boiler Temperature Rise dan Pressurise 118

Tabel IV-40 Prosedur Pengoperasian Persiapan Shut Down dan Parallel Off

122

Tabel IV-41 Prosedur Pengoperasian Unit Shut Down to Cold Condition

125

Tabel IV-42 Prosedur Pengoperasian Unit Shut Down to Hot Stand By

126

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar II-1 PT PJB UP Muara Karang

5

Gambar II-2 Skema PLTU

6

Gambar II-3 Struktur Organisasi PT. PJB UP Muara Karang

7

Gambar IV-1 Flow Diagram Soot Blower System

44

Gambar IV-2 Peralatan Long Retractable Soot Blower

45

Gambar IV-3 Peralatan Soot Blower Air Heater

46

Gambar IV-4 Condensate Water System

52

Gambar IV-5 Sistem air pengisi

53

Gambar IV-6 Peralatan Condensate Pump

53

Gambar IV-7 Tanki Hydrazine

54

Gambar IV-8 Peralatan Air Ejector

54

Gambar IV-9 Peralatan Gland Steam Condenser

55

Gambar IV-10 Peralatan Low Pressure Heater A, B, dan C

55

Gambar IV-11 Peralatan Dearator

56

Gambar IV-12 Peralatan Boiler Feed Pump (BFP)

56

Gambar IV-13 Peralatan High Pressure Heater E dan F

57

Gambar IV-14 Peralatan Economizer

57

Gambar IV-15 Peralatan Steam Drum

58

Gambar IV-16 Skema Sistem Udara Pembakaran

65

Gambar IV-17 Peralatan Force Dreaft Fan

66

Gambar IV-18 Peralatan Air Preheat Coil

66

Gambar IV-19 Peralatan Air Heater

67

Gambar IV-20 Fuel Air Damper

67

Gambar IV-21 Diagram Alir Bahan Bakar Light Oil

73

Gambar IV-22 Diagram Alir Fuel Oil Heating dan Pumping

74

Gambar IV-23 Diagram Alir Natural Gas System

75

Gambar IV-24 Peralatan Light Oil Storage Tank

75

Gambar IV-25 Peralatan Light Oil Pump

76

Gambar IV-26 Peralatan Burner Elevation 1

76

Gambar IV-27 Peralatan Igniter

77

Gambar IV-28 Peralatan Fuel Oil Storages Tank

77

Gambar IV-29 Low Pressure Fuel Oil Pump

78

Gambar IV-30 Fuel Oil Heater

78

Gambar IV-31 Gun Burner

79

Gambar IV-32 Block Valve CRV Reducing (CRV-G-402 atau CRV-G-502)

79

Gambar IV-33 CRV Reducing (CRV-G-402 atau CRV-G-502)

80

Gambar IV-34 CRV-G-401/CRV-G-501

80

Gambar IV-35 SSV-G-401/SSV-G-501

81

Gambar IV-36 Burner PLTU Unit 4 dan 5 UP Muara Karang

81

x

Gambar IV-37 Diagram Alir Furnace Draft dan Instrumentation

89

Gambar IV-38 Peralatan Economizer

89

Gambar IV-39 Peralatan Gas Recirculation Fan (GRF)

90

Gambar IV-40 Peralatam Air Heater

90

Gambar IV-41 Peralatan Dust Collector

91

Gambar IV-42

Peralatan

Stack

91

Gambar

IV-43

Air Heater dan Bagian-Bagiannya

98

Gambar IV-44 Elemen Pemanas Air Heater

99

Gambar IV-45 Penggerak Rotor Air Heater

99

Gambar IV-46 Oil Circulating Pump

100

Gambar IV-47 Soot Blower Air Heater

100

Gambar IV-48 Bagian Boiler

106

Gambar IV-49 Diagram Alir Sistem Uap

127

Gambar IV-50 Diagram Alir Superheater dan Reheataer Steam dan Metal Temperature Monitor

129

xi

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1 Logic MFR

135

LAMPIRAN 2 Grafik Prediksi Start Up Boiler PLTU

136

LAMPIRAN 3 Grafik Warm Start PLTU

137

LAMPIRAN 4 Grafik Hot Start PLTU

138

LAMPIRAN 5 Grafik Cold Start PLTU

139

LAMPIRAN 6 Laporan Kegiatan Harian

140

xii

BAB I PENDAHULUAN

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan (PKL) Pusat pembangkit tenaga listrik merupakan salah satu

Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan (PKL) Pusat pembangkit tenaga listrik merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung perekonomian negara. Bukan saja di Indonesia melaikankan di seluruh penjuru dunia, sektor ini merupakan tulang punggung penggerak roda perekonomian yang harus tepat dijaga seluruh peralatannya untuk terus dapat berporasi untuk menjaga efesiensi dari kerja pembangkit tenaga listrik itu sendiri. Di Indonesia terdapat banyak sekali pembangkit tenaga listrik yang tersebar dari sumatera hingga papua dengan beragam jenis metode pembangkitan yang diantaranya dengan menggunakan air yang lazim disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA ), dengan menggunakan Uap yang disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU ) dan dengan menggunakan Gas yang disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas ( PLTG ). Serta pembangkit listrik lainnya yang merupakan pusat pembangkit inovatif dari pusat pembangkit yang telah disebutkan. Salah satu unit yang bergerak dalam bidang pembangkitan listrik yang dimiliki oleh PT. PJB adalah UP Muara Karang yang terletak di Jakarta Utara. PT. PJB UP Muara Karang terdiri dari PLTGU Blok 1, PLTU 4-5 dan PLTGU Blok 2 (JOM M Karang) dengan jumlah kapasitas PLTGU Blok 1 dan PLTU 4-5 adalah 908,6 MW dan PLTGU Blok 2 sebagai aset operator Jasa Operasi & Maintenance (JOM) adalah 690 MW. PT PJB UP Muara Karang menjadi pemasok listrik bagi wilayah Daerah Ibu Kota Jakarta terutama daerah VVIP yaitu Istana Negara, Gedung DPR-MPR, dan Bandara Soekarno-Hatta. Pada PLTU muara karang unit 4 dan 5 memiliki kapasitas total sebesar 400 MW, dengan kapasitas tiap unit sebesar 2 x 200 MW. Bahan bakar yang digunakan yaitu MFO dan gas, kemudian proses memanaskan air di dalam boiler untuk menghasilkan uap sebagai penggerak turbin dalam proses produksi listrik. Salah satu faktor yang mempengaruhi kehandalan PLTU Muara Karang Unit 4 dan 5 adalah pada peranan boiler. Performa yang baik dari boiler akan berdampak baik pula terhadap performa seluruh sistem PLTU. Dalam mencapai dan menjaga performa yang baik pada suatu boiler dibutuhkan pengoperasian yang baik dan sesuai dengan prosedur. Sehingga pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan hal hal yang penulis amati dan penulis dapatkan dari metode pengoperasian boiler di PLTU Muara Karang Unit 4 dan 5.

1

Ruang Lingkup Praktik Kerja Lapangan (PKL) Kerja Praktik dilakukan di PT. PJB UP Muara Karang PLTU unit 4 dan 5, mengenai Kerja Praktik dilakukan di PT. PJB UP Muara Karang PLTU unit 4 dan 5, mengenai pengoperasian boiler serta peralatan-peralatan penunjangnya. Secara khusus tugas yang saya kerjakan ialah mempelajari metode pengoperasian boiler pada PLTU Muara Karang unit 4 dan

Tujuan dan Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)pengoperasian boiler pada PLTU Muara Karang unit 4 dan 1.3.1 Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Untuk

1.3.1 Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Untuk mengetahui filosofi peralatan-peralatan dan metode pengoperasian boiler pada PLTU Muara Karang unit 4 dan 5.Lapangan (PKL) 1.3.1 Tujuan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Untuk memperoleh pengalaman kerja yang aplikatif di dunia

Untuk memperoleh pengalaman kerja yang aplikatif di dunia industri, terutama berkaitan dengan pengoperasian boiler.pengoperasian boiler pada PLTU Muara Karang unit 4 dan 5. Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL) 1.4.1

Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)industri, terutama berkaitan dengan pengoperasian boiler. 1.4.1 Manfaat Bagi Mahasiswa Menambah wawasan mahasiswa

1.4.1 Manfaat Bagi Mahasiswa

Menambah wawasan mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang pembangkitan khususnya tentang pengoperasian boiler.Praktik Kerja Lapangan (PKL) 1.4.1 Manfaat Bagi Mahasiswa Menambah keterampilan dalam bekerja serta meningkatkan sikap

Menambah keterampilan dalam bekerja serta meningkatkan sikap kerjasama dan rasa bertanggung jawab saat bekerja di lapangan (unit).bidang pembangkitan khususnya tentang pengoperasian boiler. Memotivasi mahasiswa untuk belajar lebih baik untuk

Memotivasi mahasiswa untuk belajar lebih baik untuk menghadapi dunia perindustrian yang semakin maju.dan rasa bertanggung jawab saat bekerja di lapangan (unit). 1.4.2 Manfaat Bagi Perusahaan Sebagai bentuk kepedulian

1.4.2 Manfaat Bagi Perusahaan

Sebagai bentuk kepedulian perusahaan pada bidang akademis khususnya Perguruan Tinggi, sehingga diharapkan nantinya akan terjalin kerjasama yang baik antara PT. PJB UP Muara Karang dengan Politeknik Negeri Jakarta.yang semakin maju. 1.4.2 Manfaat Bagi Perusahaan Perusahaan dapat melakukan sharing dengan mahasiswa mengenai

Perusahaan dapat melakukan sharing dengan mahasiswa mengenai perkembangan tentang pembangkit.diharapkan nantinya akan terjalin kerjasama yang baik antara PT. PJB UP Muara Karang dengan Politeknik Negeri

2

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Perusahaan

PT. Pembangkitan Jawa Bali (PJB) adalah sebuah perusahaan pembangkitan tenaga listrik yang merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang didirikan pada tanggal 3 Oktober 1995. PT. Pembangkitan Jawa Bali bergerak sebagai salah satu penghasil energi listrik di Indonesia yang menyumbang kebutuhan energi listrik nasional terutama wilayah Jawa dan Bali. PT. Pembangkitan Jawa Bali senantiasa mengabdikan diri untuk bangsa dan negara Indonesia, serta mendorong perkembangan perekonomian dengan menyediakan energi listrik

yang bermutu tinggi, andal dan ramah lingkungan. PT. Pembangkit Jawa Bali saat ini memiliki 6 unit pembangkit (UP) yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat dan DKI Jakarta, yaitu UP Gresik, UP Paiton, UP Muara Karang, UP Cirata dan UP Brantas. Total kapasitas terpasang 6.977 MW, yang terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kantor pusat PT. PJB berada di Surabaya. PT. PJB adalah perusahaan pertama di asia pasifik yang memiliki sertifikasi ISO 55001. PT. Pembangkitan Jawa Bali memiliki pembangkit tenaga listrik yang tersebar di Pulau Jawa dengan total kapasitas 6.475 MW. Selaian itu, PT. PJB juga membangun pembangkitan tenaga listrik baru melalui penyertaan saham dalam bentuk joint venture company, seperti : PLTU Cilacap 2x300 MW di Cilacap Jawa Tengah, PLTU Banjarsari 2x100 MW di Kaabupaten Lahat Sumatera Selatan, PLTG Gunung Megang 2x40 MW di Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, dan PLTA Asahan 2x90 MW Sumatera Utara. PT. PJB juga membentuk anak perusahaan yang bergerak di bidang Engineering, Procurement and Construction (EPC) yaitu PT. Rekadaya Elektrika dan perusahaan penyediaan jasa operation dan maintenance pembangkitan yaitu PT. PJB Services.

2.1.1 Visi dan Misi PT. Pembangkitan Jawa Bali

a. Visi

PT. Pembangkitan Jawa Bali yaitu menjadi perusahaan pembangkit tenaga listrik Indonesia yang terkemuka dengan standar kelas dunia.

b. Misi

3

Misi PT. Pembangkitan Jawa Bali adalah sebagai berikut:

Memproduksi tenaga listrik yang handal dan berdaya saing.

Meningkatkan kinerja secara berkelanjutan melalui implementasi tata kelola pembangkitan dan sinergi business partner dengan metode practice dan ramah lingkungan.

Mengembangkan kapasitas dan kapabilitas SDM yang mempunyai kompetensi teknik dan manejerial yang unggul serta berwawasan bisnis.

2.1.2 Tata Nilai PT. Pembangkitan Jawa Bali Tata nilai yang di terapkan oleh PT. Pembangkitan Jawa Bali adalah :

a. Integritas : Memperjuangkan kebenaran melalui kejujuran dan tanggung jawab.

b. Keunggulan : Kualitas kerja melampaui standar yang tealh di tetapkan.

c. Kerjasama : Menyatukan kemampuan serta bakat setiap orang untuk mencapai tujuan bersama.

d. Pelayanan : Mementingkan kepuasan pelanggan, pemegang, masyarakat dan bangsa.

e. Sadar lingkungan : Kesadaran selalu memelihara alam dan lingkungan kerjanya sebagai sumber daya demi kelestarian perusahaan. Selain itu PT. Pembangkitan Jawa Bali juga menerapkan 5S, antara lain:

Seiri (ringkas) : membedakan antara yang diperlukan dan membuang yang tidak diperlukan.

b. Seito (rapi) : menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga selalu dapat menentukan arang yang diperlukan.

c. Seiso (resik) : menghilangkan sampah, kotoran, dan barang asing untuk memperoleh lingkungan dan tempat kerja yang lebih bersih.

d. Seiketsu (rawat) : memelihara barang dengan teratur, rapi dan bersih juga dalam aspek personal dan kaitannya dengan polusi.

e. Shitsuke (rajin) : melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan (disiplin), mematuhi dengan benar apa yang sudah ditetapkan/diatur, menjaga dan menerapkan dengan sungguh-sungguh empat komponen 5S yang lain.

benar apa yang sudah ditetapkan/diatur, menjaga dan menerapkan dengan sungguh-sungguh empat komponen 5S yang lain. 4

4

2.1.3

Unit Pembangkitan Muara Karang

Unit Pembangkitan Muara Karang merupakan salah satu unit pembangkit dari PT. Pembangkitan Jawa Bali yang berperan utama dalam memenuhi kebutuhan listrik Ibukota Jakarta, terutama daerah-daerah VVIP seperti Istana Presiden, Gedung MPR/DPR.

daerah-daerah VVIP seperti Istana Presiden, Gedung MPR/DPR. Gambar II-1 PT PJB UP Muara Karang Sumber: Dokumentasi

Gambar II-1 PT PJB UP Muara Karang

Sumber: Dokumentasi Penulis (2016)

Setiap tahun membangkitkan energi listrik rata-rata 7.900 GWh yang disalurkan melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi 500 kV dan Saluran Udara Tegangan Tinggi 150 kV ke sistem interkoneksi Jawa Bali. Alamat Jl. Raya Pluit Utara Nomor 2A Jakarta Utara 14450. PT PJB UP Muara Karang saat ini mengelola:

a. PLTGU Blok I dengan daya terpasang 3 GT x 107 MW dan 1 ST 185 MW, menggunakan bahan bakar HSD dan gas.

b. PLTGU Blok II sebagai aset operator jasa O&M dengan daya terpasang 2 GT x 250 MW dan ST 3 x 70 MW menggunakan bahan bakar gas.

c. PLTU Blok 4&5 dengan daya terpasang 2 x 200 MW, menggunakan bahan bakar MFO dan gas.

2.2 Kegiatan Operasional Perusahaan

PT. PJB UP Muara Karang mengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan daya total 400 MW dengan core bussines PT PJB Muara Karang PLTU unit 4 dan 5 terkonsentrasi dalam penjualan listrik ke pelanggan yaitu PLN. PLTU muara karang unit 4 dan 5 merupakan pembangkit listrik yang bekerja dengan cara merubah energi kimia menjadi energi panas, kemudian energi panas berubah menjadi energi kinetik dan energi kinetik menjadi energi

5

listrik. Pembangkit listrik tenaga uap terdiri atas tiga komponen utama yaitu Boiler, Turbin dan Generator. Perubahan energi kimia menjadi energi panas terjadi di Boiler, sedangkan perubahan energi kinetik menjadi energi listrik terjadi di Turbin dan Generator.

menjadi energi listrik terjadi di Turbin dan Generator. Gambar II-2 Skema PLTU Sumber: PT PJB UP

Gambar II-2 Skema PLTU

Sumber: PT PJB UP Muara Karang (2016)

Bahan bakar berupa minyak MFO dialirkan dari tanki dan dipanaskan dalam heater sebelum masuk gun burner setelah melewati gun burner, minyak MFO dikabutkan dengan atomisasi uap untuk mempermudah proses pembakaran. Udara atmosfir dihisap oleh Force Draft Fan kemudian dialirkan melewati Air Preheat Coil agar temperatur udara bertambah. Setelah itu, udara dialirkan melewati Air Heater, pada air heater terjadi perpindahan panas antara udara pembakaran dengan gas buang hasil pembakaran. Udara panas dari air heater kemudian masuk ke dala windbox dan selanjutnya didistribusikan ke tiap tiap burner.

2.3 Struktur Organisasi Unit Pembangkitan Muara Karang

Stuktur organisasi Unit Pembangkitan Muara Karang sudah mengalami perubahan (restrukturisasi) dalam rangka mendukung program effisiensi yang dilakukan dalam PLN Holding. Restrukturisasi terakhir yang dilakukan adalah sesuai dengan surat Keputusan Direktur Nomor : 028.K/020/DIR/2012 tentang penyempurnaan organisasi unit pembangkitan

muara karang pada PT Pembangkit Jawa Bali.

6

General Manajer Manajer Enjinering dan Manajer Keuangan dan Manajer Operasi Manajer Pemeliharaan Manajer Logistic
General Manajer
Manajer Enjinering dan
Manajer Keuangan dan
Manajer Operasi
Manajer Pemeliharaan
Manajer Logistic
Administrasi
Quality Assurance
SPV Senior Inventory Kontrol
SPV Senior SystemOwner
SPV Senior Rendal Operasi
SPV Senior Rendal HAR
SPV Senior SDM
& Kataloger
SPV Senior Rendal Bahan
SPV Senior Teknologi Owner
SPV Senior Renal Outage
SPV Senior Umum
SPV Senior Pengadaan
Bakar dan Niaga
SPV Senior Teknologi dan
SPV Senior HAR Control &
SPV Senior Administrasi
SPV Senior Laboratorium
SPV Senior Keuangan
Informasi
Instrument
Gudang
SPV Senior Manajer Mutu dan
SPV Senior Produksi PLTU Unit
SPV Senior HAR Listrik
Kepatuhan
4&5
SPV Senior HAR Mesin 1
(Turbin, Boiler dan AAB)
SPV Senior HAR Mesin 2
(Bahan Bakar)
SPV Senior Sarana
SPV Senior LK3

Gambar II-3 Struktur Organisasi PT. PJB UP Muara Karang

Sumber: PT PJB UP Muara Karang (2016)

2.4 Deskripsi Tugas Fungsi dan tugas dari masing masing jabatan departemen di PT. PJB UP Muara

Karang antara lain :

a. General Manager

Merupakan pimpinan tertinggi dalam unit pembangkitan muara karang. Fungsi utama dari general manager adalah memastikan kegiatan pembangkitan yang meliputi kegiatan operasi & pemeliharaan, enjnering, logistic dan adminitrasi berjalan secara efektif dan effisien.

b. Bidang Engineering dan Quality Assurance

7

Memiliki fungsi utama untuk memastikan kegiatan enjinering dan quality assurance yang dapat menunjang kegiatan operasi dan pemeliharaan. Bidang ini dipimpin oleh seorang manajer yang dibantu oleh beberapa sub bidang yang dipimpin supervisor senior bidang dengan beberapa staf. Sub bidang yang berada dibawah manajer engineering dan quality assurance adalah :

System Owner

Technology Owner

Teknologi dan Informasi

Manajemen Mutu, Resiko dan Kepatuhan.

Bidang Operasi Memiliki fungsi utama untuk memastikan berjalannya kegiatan operasi yang efektif dan effisien; terkait dengan laboratorium dan kimia yang dapat menunjang kegiatan operasi. Bidang operasi dipimpin oleh seorang manejer operasi. Dalam pelaksanaan tugas manejer operasi dibantu oleh beberapa supervisor senior dan staf lainnya :

dibantu oleh beberapa supervisor senior dan staf lainnya :  Operator Produksi  Perencanaan dan Pengendalian

Operator Produksi

Perencanaan dan Pengendalian Operasi

Perencanaan dan Pengendalian Bahan Bakar.

Kimia dan Laboratorium

d. Bidang Pemeliharaan

Memiliki fungsi utama untuk memastikan berjalannya kegiatan pemeliharaan yang efektif dan effesien dan terkait dengan sarana yang dapat menunjang kegiatan operasi. Bidang pemeliharaan dipimpin oleh seorang manejer pemeliharaan yang dibantu beberapa supervisor senior bidang dalam melaksanakan tugasnya, antara lain :

Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan.

Perencanaan dan Pengendalian Outage

Pemenliharaan Kontrol Instrument

Pemeliharaan Listrik

Pemeliharaan Mesin 1 ( Turbin, Boiler, & Alat Bantu )

Pemeliharaan Mesin 2 ( Penanganan Bahan Bakar )

Sarana ( Sipil )

Lingkungan dan K3

e. Bidang Logistik

8

Memastikan kegiatan pengadaan, inventory, dan pergudangan dapat menunjang kegiatan operasi pembangkitan secara optimal. Bidang ini dipimpin oleh seorang manajer logistic yang dibantu 3 sub bidang yang dipimpin oleh supervisor senior bidang. Sub bidang dibawah manajer logistic antara lain :

Inventory Control dan Kataloger

Pengadaan

Administrasi Gudang

f. Bidang Keuangan dan Administrasi

Memiliki tugas utama adalah memastikan berjalanya kegiatan SDM, keuangan, sekretariatan, humas, CSR, dan keamanan dapat sepenuhnya menunjang operasi pembangkitan.

Dipimpin oleh manajer keuangan dan administrasi yang dalam pelaksanaan tugasnya dibantu oleh 3 supervisor senior bidang, yaitu :

Sumber Daya Manusia

Umum ; meliputi Sekretariat, Humas, CSR, dan Keamanan.

Keuangan

9

BAB III PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

3.1 Bentuk Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Kegiatan Kerja Praktik ini dilakukan pada PLTU Muara Karang, bidang operasi khususnya pada boiler. Kegiatan yang dilakukan selama Kerja Praktik berlangsung diantaranya:

3.1.1 Open Reference Metode kegiatan pembelajaran dengan menggunakan buku-buku panduan seperti

Manual Book, Work Instruction, dan Wiring Diagram sebagai referensinya.

3.1.2 Sharing Knowledge Metode kegiatan pembelajaran dengan melakukan diskusi dan tanya jawab kepada

orang yang ahli dalam bidang pembangkitan (mentor).

3.1.3 Daily Record and Patrol Check

Kegiatan rutin seorang operator yang bertujuan untuk mengamati serta menjaga kondisi dan parameter pada peralatan-peralatan pembangkit baik dilapangan maupun Control room agar unit tetap beroperasi secara normal.

3.1.4 First Line Maintenance (FLM) Gangguan ringan pada suatu sistem pembangkitan yang dapat ditangani langsung oleh

seorang operator. Kegiatan-kegiatan FLM yang dilakukan diantaranya:

a. Melakukan Ball Cleaning Condenser.

b. Melakukan back wash heat exchanger.

3.2 Prosedur Kerja Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Dalam melakukan suatu kegiatan pada unit pembangkitan dibutuhkan alat pelindung diri (APD) dan suatu prosedur atau instruksi kerja yang baik dan benar untuk menghindari hal-

hal yang tidak diinginkan. Berikut kegiatan yang dilakukan selama praktik kerja lapangan:

3.2.1 Daily Record dan Patrol Check Kegiatan recording terbagi menjadi 2 yaitu:

10

a. Control Room Recording

Dilakukan di monitor Control room yang meliputi Panel Ketel Sistem Beban /

Pemakaian Sendiri dan Bahan Bakar, Panel Ketel Sistem Draft Gauge, Panel Turbine

Generator dan Sistem Pendingin Utama.

b. Local Recording

Dilakukan di lokal yang meliputi Condenser / Sistem Pendingin dan Sistem

Condensate, Pompa Air Pengisi (BFP) dan Pompa Air Pemanas Udara (APCP), Sistem Udara

Tekan dan GRF, Sistem Pembakaran, Sistem Pemanas Air Pengisi.

Tabel III-1 Logsheet Local Condenser / Sistem Pendingin dan Sistem Condensate

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

CONDENSER / SISTEM PENDINGIN DAN SISTEM CONDENSATE

 

Tanggal:

 

Logsheet NO :

08 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Condenser

             

Tek. Air Laut masuk sisi T/B

Kg/Cm 2

           

Sistem Debris Filter sisi Barat

O/TO

           

Sistem Debris Filter sisi Timur

O/TO

           

Suhu Air Laut masuk Cond. T/B

0

C

           

Suhu Air Laut keluar Cond. T/B

0

C

           

Sistem Bola Taproge

O/TO

           

Pembukaan Katup Outlet sisi T/B

 

%

           

Heat Exchanger

             

Suhu Air Laut masuk H.E.

0

C

           

Suhu Air Laut keluar H.E.

0

C

           

Suhu Air Tawar masuk H.E.

0

C

           

Suhu Air Tawar keluar H.E.

0

C

           

Pompa ACW

             

Tekanan sisi hisap pompa

Kg/Cm 2

           

11

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

CONDENSER / SISTEM PENDINGIN DAN SISTEM CONDENSATE

 

Tanggal:

 

Logsheet NO :

08 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Tekanan sisi keluar pompa

Kg/Cm 2

           

Level Pelumas bantalan

N/TN

           

Pompa Condensate

             

Tekanan sisi Hisap Pompa

Kg/Cm 2

           

Tekanan sisi Keluar Pompa

Kg/Cm 2

           

Tekanan Air Perapat Pompa

Kg/Cm 2

           

Putaran Pompa Condensate

RPM

           

Tek. Pelumas keluar Cooler

Kg/Cm 2

           

Tekanan Minyak Actuator

Psi

           

Suhu pelumas masuk Cooler

0

C

           

Suhu pelumas keluar Cooler

0

C

           

Suhu Air keluar Cooler

0

C

           

Keterangan:

O/TO = Operasi/Tidak Operasi

N/TN = Normal/Tidak Normal

T/B = Timur/Barat

Sumber: PT PJB UP Muara Karang (2016)

12

Tabel III-2 Logsheet Pompa Air Pengisi (BFP) dan Pompa Air Pemanas Udara

(APCP)

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

POMPA AIR PENGISI ( BFP )

   
 

Tanggal:

 

POMPA AIR PEMANAS UDARA ( APCP )

 

Logsheet NO :

07 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Pompa Air Pengisi ( BFP )

             

Putaran Pompa A/B/C

RPM

           

Beda tek. sblm/ssd Suct. Strainer

Kg/Cm 2

           

Tek. Sisi hisap Pompa

Kg/Cm 2

           

Tek. Sisi keluar Pompa

Kg/Cm 2

           

Suhu Working Oil masuk Cooler

0

C

           

Suhu Working Oil keluar Cooler

0

C

           

Suhu Pelumas masuk Cooler

0

C

           

Suhu Pelumas keluar Cooler

0

C

           

Beda tek. sblm/ssd Strnr. Pelumas

Kg/Cm 2

           

Tek. Minyak pelumas Bantalan

Kg/Cm 2

           

Suhu Minyak Bantalan 1/2

0

C

           

Suhu Minyak Bantalan 3/4

0

C

           

Suhu Minyak Bantalan 5/6

0

C

           

Suhu Minyak Bantalan Axial

0

C

           

Level Tangki Pelumas

T/N/R

           

Pompa Air Pengisi ( BFP )

             

Putaran Pompa A/B/C

RPM

           

Beda tek. sbl/ssd Suct. Strainer

Kg/Cm 2

           

Tek. Sisi hisap Pompa

Kg/Cm 2

           

13

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

POMPA AIR PENGISI ( BFP )

   
 

Tanggal:

 

POMPA AIR PEMANAS UDARA ( APCP )

 

Logsheet NO :

07 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Tek. Sisi keluar Pompa

Kg/Cm 2

           

Suhu Working Oil masuk Cooler

0

C

           

Suhu Working Oil keluar Cooler

0

C

           

Suhu Pelumas masuk Cooler

0

C

           

Suhu Pelumas keluar Cooler

0

C

           

Beda tek. sblm/ssd Streiner Pelumas

Kg/Cm 2

           

Tek. Minyak pelumas Bantalan

Kg/Cm 2

           

Suhu Minyak Bantalan 1/2

0

C

           

Suhu Minyak Bantalan 3/4

0

C

           

Suhu Minyak Bantalan 5/6

0

C

           

Suhu Minyak Bantalan Axial

0

C

           

Level Tangki Pelumas

T/N/R

           

Air Preheat Coil Pump A / B

             

Tekanan sisi hisap pompa

Kg/Cm 2

           

Tekanan sisi keluar pompa

Kg/Cm 2

           

Level Pelumas Bantalan

N/TN

           

Keterangan:

O/TO = Operasi/Tidak Operasi

N/TN = Normal/Tidak Normal

T/B = Timur/Barat

Sumber: PT PJB UP Muara Karang (2016)

14

Tabel III-3 Logsheet Sistem Udara Tekan dan GRF

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

   

Tanggal:

 

SISTEM UDARA TEKAN DAN GRF

Logsheet NO :

05/1 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Kipas Tekan Paksa A ( FDF )

             

Tekanan Working Oil

Kg/Cm 2

           

Suhu Working Oil keluar Kopling

0

C

           

Tekanan minyak pelumas bantalan

Kg/Cm 2

           

Level pelumas pada Tangki Vs Kopling

N/TN

           

Suhu bantalan Vs Kopling 1

0

C

           

Suhu bantalan Vs Kopling 2/3

0

C

           

Suhu pelumas masuk pendingin

0

C

           

Suhu keluar pendingin

0

C

           

Suhu pelumas keluar bantalan kopling

0

C

           

Suhu pelumas keluar bantalan bebas

0

C

           

Putaran Fan

Rpm

           

Aliran pelumas pd bantalan Motor FDF

N/TN

           

Kipas Tekan Paksa B ( FDF )

             

Tekanan Working Oil

Kg/Cm 2

           

Suhu Working Oil keluar Kopling

0

C

           

Tekanan minyak pelumas bantalan

Kg/Cm 2

           

Level pelumas pd Tangki Vs Kopling

N/TN

           

Suhu bantalan Vs Kopling 1

0

C

           

Suhu bantalan Vs Kopling 2/3

0

C

           

Suhu pelumas masuk pendingin

0

C

           

Suhu keluar pendingin

0

C

           

15

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

   

Tanggal:

 

SISTEM UDARA TEKAN DAN GRF

Logsheet NO :

05/1 (4/5)

 

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

 

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Suhu pelumas keluar bantalan kopling

0

C

           

Suhu pelumas keluar bantalan bebas

0

C

           

Putaran Fan

Rpm

           

Aliran pelumas pd bantalan Motor FDF

N/TN

           

Kipas Sirkulasi Gas ( GRF )

             

Level pelumas motor sisi bebas/ Fan

N/TN

           

Suhu bantalan Fan s. Motor

 

0

C

           

Suhu bantalan Fan s. T. gear

0

C

           

Suhu pelumas

T. Gear sisi motor

0

C

           

Level pelumas T. Gear sisi atas

N/TN

           

Level pelumas T. Gear s. bawah

N/TN

           

Pemanas Udara A ( Air Heater )

             

Level pelumas motor penggerak

N/TN

           

Kelainan suara/kebococran

 

N/TN

           

Pmp. Sirkul. pelumas bantalan s. panas

O/TO

           

Suhu pelumas banlan sisi panas

0

C

           

Level minyak pelumas Bearing bawah

N/TN

           

Pemanas Udara B ( Air Heater )

             

Level pelumas motor penggerak

N/TN

           

Kelainan suara/kebococran

 

N/TN

           

Pmp. sirkulasi pelumas bantalan s. panas

O/TO

           

Suhu pelumas banlan sisi panas

0

C

           

Level minyak pelumas Bearing bawah

N/TN

           
 

16

 

SISTEM UDARA TEKAN DAN GRF

Unit :

4 / 5

SISTEM UDARA TEKAN DAN GRF Unit : 4 / 5 UP MUARA KARANG Tanggal: Logsheet NO

UP MUARA KARANG

Tanggal:

Logsheet NO :

05/1 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

12:00

16:00

20:00

Fan-Fan Perapat dan Pendingin

Flame Scanner C.A.F. yg. operasi

A/B

Posisi CRV Suction dari udara luar

B/T

Filter Flame Scaner C.A.F. yang. operasi

A/B

Tekanan Disch. Flame Scan. C.A.F.

mmH2O

Sumber: PT PJB UP Muara Karang (2016)

Tabel III-4 Logsheet Sistem Pembakaran

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

   

Tanggal:

 

SISTEM PEMBAKARAN

Logsheet NO :

05/2 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Burner Elevasi 1 operasi

             

Igniter Elevasi 1 yg. operasi

A/B/C/D

           

Tek. FO masuk Burner A1-C1

Kg/Cm 2

           

Tek. FO masuk Burner B1-D1

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner A1-C1

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner B1-D1

Kg/Cm 2

           

Cek kebocoran Gas ( Gas Detector )

N/TN*)

           

Cek kebocoran minyak, uap dsb.

N/TN*)

           

Burner Elevasi 2 operasi

             

Igniter Elevasi 2 yg. operasi

A/B/C/D

           

17

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

   

Tanggal:

 

SISTEM PEMBAKARAN

Logsheet NO :

05/2 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Tek. FO masuk Burner A1-C1

Kg/Cm 2

           

Tek. FO masuk Burner B1-D1

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner A1-C1

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner B1-D1

Kg/Cm 2

           

Cek kebocoran Gas ( Gas Detector )

N/TN*)

           

Cek kebocoran minyak, uap dsb.

N/TN*)

           

Burner Elevasi 3 operasi

             

Igniter Elevasi 3 yg. operasi

A/B/C/D

           

Tek. FO masuk Burner A1-C1

Kg/Cm 2

           

Tek. FO masuk Burner B1-D1

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner A1-C1

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner B1-D1

Kg/Cm 2

           

Cek kebocoran Gas ( Gas Detector )

N/TN*)

           

Cek kebocoran minyak, uap dsb.

N/TN*)

           

Burner Elevasi 4 operasi

             

Igniter Elevasi 4 yg. operasi

A/B/C/D

           

Tek. FO masuk Burner A4-C4

Kg/Cm 2

           

Tek. FO masuk Burner B4-D4

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner A4-C4

Kg/Cm 2

           

Tek. Atomizing Burner B4-D4

Kg/Cm 2

           

Cek kebocoran Gas ( Gas Detector )

N/TN*)

           

Cek kebocoran minyak, uap dsb.

N/TN*)

           

18

   

Unit :

4 / 5

UP MUARA KARANG

UP MUARA KARANG

   

Tanggal:

 

SISTEM PEMBAKARAN

Logsheet NO :

05/2 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

LP. FO. Pump yang operasi

A/B

           

Tekanan sisi hisap Pompa

Kg/Cm 2

           

Tekanan sisi keluar Pompa

Kg/Cm 2

           

Beda Tek. Sebelum/sesudah Strainer

Kg/Cm 2

           

FO. Heater yang Operasi

A/B

           

Suhu minyak masuk Heater

0

C

           

Suhu minyak keluar Heater

0

C

           

Tek. Uap pada Sheel Heater

Kg/Cm 2

           

Burner Atomizing Steam

A/B

           

Atomizing deSH Inlet steam pres

Kg/Cm 2

           

Atomizing deSH Out steam temp

0

C

           

Burner Atomizing supply Press

Kg/Cm 2

           
 

Sumber: PT PJB UP Muara Karang (2016)

 

Tabel III-5 Logsheet Sistem Pemanas Air Pengisi

 
  Unit : 4 / 5
 

Unit :

4 / 5

SISTEM

PEMANAS

AIR

PENGISI

 

Tanggal:

 

/ SUPERVISORY

   

UP MUARA KARANG

 

Logsheet NO :

06/2 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Heater Tek. Tinggi F

             

Tek. uap masuk heater F

Kg/Cm 2

           

Suhu uap masuk heater F

0 C

           

19

  Unit : 4 / 5
 

Unit :

4 / 5

SISTEM

PEMANAS

AIR

PENGISI

 

Tanggal:

 

/ SUPERVISORY

   

UP MUARA KARANG

 

Logsheet NO :

06/2 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Tek. Air Pengisi keluar heater F

Kg/Cm 2

           

Suhu Air Pengisi keluar heater F

0

C

           

Suhu Air Drain keluar heater F

0

C

           

Tek. Cell heater F

Kg/Cm 2

           

Heater Tek. Tinggi E

             

Tek. uap masuk heater E

Kg/Cm 2

           

Suhu uap masuk heater E

0

C

           

Tek. Air Pengisi keluar heater E

Kg/Cm 2

           

Suhu Air Pengisi masuk heater E

0

C

           

Suhu Air Pengisi keluar heater E

0

C

           

Suhu Air Drain keluar heater E

0

C

           

Tek. Cell heater E

Kg/Cm 2

           

Heater Tek. Tinggi D

             

Tek. uap masuk heater D

Kg/Cm 2

           

Suhu uap masuk heater D

0

C

           

Tek. Uap heater D

Kg/Cm 2

           

Suhu Air Pengisi keluar heater D

0

C

           

Heater Tek. Rendah C

             

Tek. uap masuk heater C

Kg/Cm 2

           

Suhu uap masuk heater C

0

C

           

Tek. Air Pengisi keluar heater C

Kg/Cm 2

           

Suhu Air Pengisi keluar heater C

0

C

           

20

  Unit : 4 / 5
 

Unit :

4 / 5

SISTEM

PEMANAS

AIR

PENGISI

 

Tanggal:

 

/ SUPERVISORY

   

UP MUARA KARANG

 

Logsheet NO :

06/2 (4/5)

ITEM

SATUAN

JAM PENGAMBILAN DATA

0:00

4:00

8:00

 

12:00

16:00

20:00

Suhu Air Pengisi masuk heater C

0

C