Anda di halaman 1dari 2

Saya Witri Nurhaeti, Mahasiswa Keperawatan dari Fakultas Ilmu Kesehatan

jurusan ilmu keperawatan di Universitas Alma Ata Yogyakarta, Indonesia.


saya telah melalui perguruan tinggi dalam tiga tahun, dan telah menerima
banyak ilmu khususnya di keperawatan. Semester ini saya menjumpai blok
komunitas dan kesehatan masyarakat. Setelah perkuliahan teori berakhir,
kami mendapaatkan tugas praktek lapangan selama dua minggu di
puskesmas sedayu II bantul. Kami dibagi menjadi dua kelompok besar untu
pergantian selama dua minggu ini, selanjutnya kami dibagi lagi menjadi
kelompok promosi kesehatan yang berjumlah tara-rata sepuluh orang dan
kelompok kunjungan rumah sekitar lima orang untuk setiap kelompoknya. Di
hari pertama orientasi, pembimbing klinik menyambut baik mahasiswa yang
akan melaksanakan praktek lapangan. Setelah sambutan berakhir kemudian
pemimbing klinik memberikan pasien kelolaan untuk kunjungan rumah
lengkap dengan alamat beserta diagnosa yang diderita pasien kami. Sasaran
promosi kesehatan kelompok saya dan kawan-kawan adalah anak sekolah
dasar dan kami ditugaskan melakukan penyluhan di SD Negeri sedayu 3
bantul. Setelah pembimbing klinik mengantar kami ke sekolah, kami
langsung melanjutkan kunjungan rumah ke pasien kelolaan kami yang
alamatnya berada di dusun brongkol RT 99, ternyata rumahnya sangat jauh
dan jalanannya sangat menantang. Kami sempat tersesat dan hamper putus
asa untuk menemukan rumah yag harus kami kunjungi. Namun kami tidak
menyerah sampai disitu, kami bertanya kepada kepala desa terkait alamat
yang harus kami tuju dan akhirnya kami menemukan rumah klien kami.
Setelah membuat hubungan saling percaya dan bertemu langsung dengan
penghuni rumah, kami membuat janji untuk melakukan kunjungan ulang di
hari berikutnya, dan semua anggota keluarga menyetujuinya. Di rumah itu
hanya tinggal kakek dan nenek saja, kadang menantunya sering menengok
sekedar untuk membersihkan rumah atau memasak untuk kakek dan nenek
tersebut. Klien kami adalah nenek girah yang di diagnose stroke, beliau
sehari-hari menggunakan kursi roda, sementara itu kakeknya sering pergi ke
kebun untuk bercocok tanam.