Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN KASUS

THYFOID FEVER

OLEH:
Nissa Nurmuflihah.
109170018

Dokter Pembimbing :
dr. Awang Yogi S, Sp.A

Rumah Sakit Umum Daerah Waled Cirebon


CIREBON
2013

1
KETERANGAN UMUM
Nama : An. F
Umur : 12 tahun
Tanggal Lahir : 30 Juni 1995
Jenis kelamin : Laki-Laki
Alamat : Waled
Ayah
Nama : Tn. A
Umur : 40 thn
Pekerjaan : Buruh
Ibu
Nama : Ny. M
Umur : 37 tahun
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

ANAMNESA
Keluhan Utama : Panas Badan
Anamnesa Khusus:
Sejak 10 hari sebelum masuk rumah sakit, penderita mengeluh panas
badan yang semakin lama semakin tinggi cuma pada waktu siang dan malam.
Keluhan disertai nyeri kepala daerah dahi, nyeri otot, penurunan nafsu makan dan
nyeri ulu hati. Akibat keluhan tersebut, pasien berobat ke Puskesmas dan diberi
obat penurun panas dan obat mual. Panas tidak berkurang walaupun sudah
berobat. Keluhan tidak disertai dengan kejang, sesak, muntah dan nyeri perut
yang hebat.
4 hari SMRS, pasien mengeluh sukar BAB. Tinja berwarna kuning, tidak
berlendir, dan tidak berdarah. BAK tidak ada kelainan. Penderita mengeluh batuk
setelah masuk rumah sakit. Penderita sering jajan di tempat yang kumuh di
sekolah setiap hari dan pasien mengaku jarang mencuci tangan sebelum makan.
Pasien tinggal di rumah bersama 4 orang anggota keluarga yang lain. Sumber air
minum dari pompa yang berdekatan dengan tempat MCK disangkal.
Riwayat adanya batuk-batuk lama, penurunan berat badan yang drastis,
adanya benjolan di leher, dan adanya anggota keluarga lain yang mengalami
batuk-batuk lama serta pengobatan penyakit paru yang lama disangkal. Riwayat

2
berat badan sulit naik diakui. Penderita baru pertama kali sakit seperti ini.
Riwayat keluhan serupa pada anggota keluarga lainnya disangkal.

Anamnesis Makanan
0 - 4 bulan : ASI
4 - 6 bulan : ASI + bubur susu
6 - 9 bulan : ASI + bubur saring
9 12 bulan : ASI + bubur nasi
> 12 bulan : menu keluarga

Riwayat Imunisasi
Nama Dasar Ulangan
BCG +
DTP +
Polio -
Hepatitis B -
Morbili -
Tifoid -

Anamnesis Kepandaian dan Pertumbuhan


Gigi pertama 4 bulan Berbicara 18 bulan
Berbalik 4 bulan Membaca 7 tahun
Duduk 6 bulan Menulis 7 tahun
Berdiri 9 bulan Sekolah 7 tahun
Berjalan 12 bulan Gigi sekarang lengkap

Penyakit yang pernah dialami:


Cacar air (-) Campak (-)
Difteri (-) Batuk Rejan (-)
Diare (-) Kejang (-)
Kuning (-) Cacingan (-)
OMA/OMP (-) Tetanus (-)
Batuk-pilek (-) Hepatitis (-)
Demam tifoid (-) TBC (-)
Alergi (-) Gastritis (-)
Pneumonia (-) Tonsilitis (-)
Tumor (-) Hernia (-)
Eksim (-) Kaligata (-)

PEMERIKSAAN FISIK
A. KESAN UMUM
1. Keadaan umum
Kesadaran : Compos Mentis

3
Kesan sakit : Tampak sakit sedang
Sianosis : (-)
Dispneu : (-)
Edema : (-)
Bentuk Badan : Tidak ada deformitas
Posisi Tubuh : Tidak dalam letak paksa

Tanda Vital
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
Nadi : 96 x/menit
Respirasi : 28 x/menit;
tipe = thorako abdominal
Suhu : 40,6 0C per axilla

Status Gizi
Umur : 12 tahun
Berat badan : 35 kg
Tinggi badan : 146 cm

B. PEMERIKSAAN KHUSUS
I. Kepala:
Muka : simetris, tidak ada deformitas, edema (-), flushing (-)
Rambut : hitam, tidak mudah rontok
Mata :
- Bentuk dan letak : simetris
- Palpebra : edema -/-
- Konjungtiva : tidak anemis
- Sklera : ikterik
Hidung : PCH (-), Sekret -/-
Telinga : tidak ada kelainan, sekret -/-
Mulut : Bibir : tidak ada kelainan
POC : (-)
Gigi : tidak ada kelainan,
Gusi : perdarahan gusi (-)

4
Mukosa : tidak ada kelainan
Lidah : Coated tongue di tepi lidah
Tonsil : hiperemia (-)
Kuku : tidak ada kelainan
II. Kulit : turgor normal, ptekie (-).
III. Leher : JVP tidak dilakukan
KGB tidak teraba.
retraksi supra strenal (-)
IV. Thorax
Paru :
A. Inspeksi : bentuk dan gerak simetris, retraksi interkostal (-).
B. Palpasi : vocal fremitus hantaran dikedua lapang paru simetris
C. Perkusi : sonor kiri = kanan.
D. Auskultasi : VBS kiri = kanan, crakles : -/-; wheezing :-/-, ronkhi :-/-
Jantung
A. Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
B. Palpasi : iktus kordis teraba di ICS V LMCS,
batas kanan jantung: LSD ICS,
batas kiri jantung: LMCS ICS,
batas atas: ICS III sinistra
C. Auskultasi : bunyi jantung murni reguler
V. Abdomen
A. Inspeksi : datar
retraksi epigastrium (-)
Rose Spot (-)
B. Palpasi : lembut
turgor kulit : baik
hepar teraba 2cm BAC, lien tidak teraba.
nyeri tekan epigastrium
C. Auskultasi : bising usus (+) normal
VI. Alat Genital : Tidak diperiksa
VII. Ekstremitas
Edema : -/-
Clubbing : -/-

5
Sianosis : -/-
Akral : hangat, Capillary refill: <2 detik
BCG scar : (-)
VIII. Neurologi
Kaku kuduk : (-)
CN II X : normal
Refleks Fisiologis : KPR +/+, APR +/+
Refleks Patologis : Babinski -/-.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
I. Laboratorium :
a. Hematologi :
Hb : 12,7 gr/dl N: 11.5-15.5 gr/dl
Leukosit : 6900 mm3 N : 4.5-13.5 mm3
Hematokrit : 38 % N : 35-45 %
Trombosit : 124000 mm3 N : 150-440 rb mm3
b. Immunologi / serologi Widal :
Anti S. Typhi H 1/160
Anti S H paratyphi a negatif
Anti S H paratyphi b negatif
Anti S H paratyphi c negatif
Anti S. typhi C negatif
Anti S. O paratyphi a negatif
Anti S. O paratyphi b negatif
Anti S. O paratyphi c negatif

c. Feces :
Warna : coklat
Konsistensi : encer
Lendir : positif
Eritrosit : 0-1 N : negatif
Leukosit : 0-1 N : negatif
Telur cacing : negatif
Amoeba : negatif

6
RESUME
Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun datang dengan keluhan utama
panas badan yang semakin lama semakin tinggi cuma pada waktu siang dan
malam 10 hari SMRS, panas badan berterusan dari siang hingga malam.
Keluhan disertai cephalgia frontal, myalgia, anoreksia dan nyeri
epigastrik. Akibat keluhan tersebut, pasien berobat ke Puskesmas dan diberi obat
penurun panas dan obat mual.
Panas tidak berkurang walaupun sudah berobat. Keluhan tidak disertai dengan
kejang, dispneu, muntah dan nyeri perut yang hebat.
4 hari SMRS, pasien mengeluh sukar BAB. BAK tidak ada kelainan.
Pasien mengeluh batuk setelah masuk rumah sakit. Pasien sering jajan di tempat
yang kumuh di sekolah setiap hari dan pasien mengaku jarang mencuci tangan
sebelum makan. Pasien tinggal di rumah bersama 4 orang anggota keluarga yang
lain. Sumber air minum dari pompa yang berdekatan dengan tempat MCK
disangkal.
Riwayat adanya batuk-batuk lama, penurunan berat badan yang drastis,
limfadenopati, dan adanya anggota keluarga lain yang mengalami batuk-batuk
lama serta pengobatan penyakit paru yang lama disangkal. Riwayat berat badan
sulit naik diakui. Riwayat berpergian ke daerah endemis malaria disangkal.
Penderita baru pertama kali sakit seperti ini. Riwayat keluhan serupa pada
anggota keluarga lainnya disangkal.

DIAGNOSIS BANDING
- Demam Tifoid
- Tuberkulosis Paru
- Malaria

DIAGNOSIS KERJA
- Demam Tifoid

USUL PEMERIKSAAN
Laboratorium :
- Pemeriksaan rutin hematologi dan urin,

7
- Pemeriksaan Mantoux dan foto toraks
- Tes fungsi hati
- Kultur darah dan feces.
- Tes resistensi antibiotik

PENATALAKSANAAN
Umum : - Tirah baring
- Diet makanan lunak, kurang serat dan mudah dicerna serta makanan
yang tidak pedas dan tidak asam.
Khusus: - Cloramphenicol 4x 500 mg tab p.o
- Parasetamol 3 x 500 mg (bila suhu >38.50C) p.o
- Multivitamin
Edukasi
- Kebersihan pribadi
- Kebiasaan mencuci tangan sebelum makan
- Pengamanan pembuangan limbah feses dan urin.
- Penyediaan air dari sumber yang bersih.

PROGNOSIS
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam

DISKUSI
- Penderita ini didiagnosa demam tifoid karena dari anamnesa didapatkan
demam >7 hari, dengan demam yang semakin lama semakin tinggi
terutama pada siang dan malam hari ,dan menjadi berterusan sehingga
siang=malam. Demam disertai dengan cephalgia frontal, myalgia,
anoreksia, nyeri epigastrik, diare dan seterusnya konstipasi.
- Dari pemeriksaan fisik, didapatkan beberapa tanda sehingga dapat didiagnosa
demam tifoid iaitu coated tongue, hepatomegali, dan nyeri epigastrik.
- Pada hasil pemeriksaan Widal didapatkan Anti S. Typhi H = 1/160 yang
menunjukkan pasien menderita demam tifoid pada derajat sedang.
- Pemeriksaan penunjang pada penderita ini:

8
a. Pemeriksaan Hb, Leukosit, Trombosit, Ht untuk mengetahui adanya
supresi pada sumsum tulang akibat perjalanan penyakit maupun
pengobatan.
b. Pemeriksaan SGOT dan SGPT untuk menunjang diagnosa demam
tifoid karena pada penderita demam tifoid dapat terjadi gangguan
pada hati.
c. Pemeriksaan Mantoux dan foto toraks untuk menyingkirkan
diagnosis banding TB paru.
d. Pemeriksaan urin rutin untuk mengetahui adanya komplikasi demam
tifoid yaitu ISK.
e. Kultur darah, empedu dan feses untuk menemukan adanya kuman
Salmonella typhii.
f. Tes resistensi antibiotik dilakukan untuk penatalaksanaan dan
pemilihan obat yang tepat.
- Penatalaksanaan:
I. Pengobatan
a. Tirah baring untuk meminimalkan mobilitas pasien.
b. Diet lunak, rendah serat, tidak pedas dan asam ditujukan untuk mencegah
terjadinya perforasi usus.
c. Diberikan Cloramphenicol 4 x 500 mg tab p.o karena obat ini adalah drug
of choice untuk demam tifoid, bersifat spesifik terhadap gram negatif rods,
dan murah.
d. Parasetamol 3 x 500 mg (bila suhu >38.50C) p.o untuk terapi gejala panas
badan.
e. Multivitamin untuk meningkatkan sistem imun
II. Pencegahan
a. Edukasi mengenai kebersihan pribadi, kebiasaan mencuci tangan sebelum
makan, pembanterasan tikus yiatu vektor untuk kuman Salmonella typhii,
pengamanan pembuangan limbah feses dan urin, penyediaan air dari sumber
yang bersih harus dijelaskan kepada pasien dan keluarganya untuk
mengelakkan kejadian yang sama berulang pada pasien atau pada orang lain.

- Prognosis:

9
Quo ad vitam : ad bonam karena dari pemeriksaan fisik didapatkan
tanda-tanda vital penderita yang normal.
Quo ad functionam : ad bonam karena dengan pengobatan yang cepat dan
tepat, tiada komplikasi dan demam tifoid dapat disembuhkan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Behrman; Kliengman; Jenson. Nelson Textbook Of Pediatrics 17th edition.


Philadelphia, Saunders, 2004. Hal : 912 - 919
2. Garna, H.; Nataprawira, H. M. D.; Rahayuningsih, S. E. Pedoman Diagnosis
dan Terapi Ilmu Kesehatan Anak Edisi 3. Bandung, Bagian Ilmu Kesehatan
Anak FK Unpad, 2005. Hal: 216 - 218

10
3. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Buku Kuliah 2 Ilmu Kesehatan
Anak. Jakarta, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI, 2002. Hal : 593 598
4. Matondang, C. S; Wahidiat, I; Sastroasmoro, S. Diagnosis Fisis pada Anak
Edisi ke 2. CV Sagung Seto, 2003. Hal : 32 34

11