Anda di halaman 1dari 13

Kelompok :

(1) Ardha Fendyka (5119)


(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

BAB 1
Pilihan ganda
1. (B) Penawaran dengan sendirinya akan menciptakan permintaan
2. (A)
3. (C)
4. (B)
5. (D)
6. (A)
Esei :

1. (a)
Masalah Pertumbuhan Ekonomi, perkekmbangana kegiatan dalam
perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang di produksikan
dalam masyarakay bertambah
MasalahPengangguran, keadaan di mana seseorang yang tergolong
sdalam angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tapi belum
memperolehnya.
Masalah Inflasi, suatu proses kenaikan harga-harga barang yang berlaku
dalam suatu perekonomian.
(b)
Mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat.
Menciptakan kestabilan harga
Mengatasi masalah pengangguran

2.
(a) Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) adalah Penduduk yang termasuk
bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang
masih sekolah, mengurus rumah tangga atau melaksanakan kegiatan lainnya
selain kegiatan pribadi.
(B) Pendapatan Nasional Potensial adalah tingkat pendapatan nasional yang
akan dicapai apabila tenaga kerja dalam perekonomian sepenuhnya digunakan,
yaitu pendapatan nasional yang akan dicapai pada kesempatan kerja penuh.
Sedangkan yang dimaksud dengan Pendapatan Nasional yang Sebenarnya
adalah pendapatan nasional yang sebenarnya diwujudkan oleh kegiatan-kegiatan
ekonomi pada masa tersebut. Biasanya pendapatan nasional sebenarnya kurang
dari pendapatan nasional potensial.
(c) Pengeluaran agregat adalah perbelanjaan yang akan dilakukan dalam
perekonomian dalam waktu tertentu. Pengeluaran agregat terdiri dari beberapa
komponen seperti konsumsi citizen, pengeluaran/konsumsi pemerintah, investasi
dalam perusahaan, serta ekspor dan impor.

3. a. Kebijakan Fiskal
Yaitu kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah
penerimaan dan pengeluaran negara. Atau kebijakan pemerintah yang membuat
perubahan dalam bidang per-pajakan (T) dan pengeluaran pemerintah (G)
dengan tujuan untuk mempengaruhi pengeluaran /permintaan agregat dalam
perekonomian Kebijakan ini diambil untuk menstabilkan ekonomi, memperluas
kesempatan kerja, mempertinggi pertumbuhan ekonomi, dan keadilan dalam
pemerataan pendapatan. Caranya dengan : menambah atau mengurangi PAJAK
dan SUBSIDI.
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

b. Kebijakan Moneter
Kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral untuk MENAMBAH atau
MENGURANGI jumlah uang yang beredar di masyarakat. Pengaturan jumlah uang
yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi
jumlah uang yang beredar.
c. Kebijakan Segi Penawaran
Merupakan kebijakan pendapatan (incomes policy), yaitu langkah pemerintah
yang bertujuan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan kerja. Tujuan ini
dilaksanakan dengan berusaha mencegah kenaikan pendapatan yang
berlebihan. Pemerintah akan melarang tuntutan kenaikan upah yang melebihi
kenaikan produktivitas pekerja. Kebijakan seperti itu akan menghindari kenaikan
biaya produksi yang berlebihan.

4. (a)

inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-
menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar
pengangguran adalah,keadaan di mana seseorang yang tergolong sdalam
angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tapi belum memperolehnya.
Karena ibu rumah tangga secara sengaja dan sadar memilih untuk tidak bekerja
melainkan menjadi ibu rumah tangga (sukarela)

5.

6. Faktor-faktor yang menentukan suku bunga.


Faktor yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi negara.
Pandangan Klasik mengenai operasi pasar buruh dalam sistem pasar bebas dan
kritik Keynes ke atas pandangan ini
(b) Kebijakan Fiksal, Kebijakan Moneter dan kebijakan segi penawaran
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

Kuantitatif

1.

PNB-
sebenar PNB-
Tahun nya Potensial
1998 148 180
1999 160 175
2000 180 180
2001 182 198

2. (a) Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun
yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang
sedang aktif mencari pekerjaan. Bukan angkatan kerja adalah mereka yang
berumur 10 tahun ke atas yang kegiatannya hanya bersekolah, mengurus rumah
tangga dan sebagainya.
Kesempatan kerja adalah suatu keadaan yang menggambarkan ketersediaan
pekerjaan untuk diisi oleh para pencari kerja. Namun bisa diartikan juga sebagai
permintaan atas tenaga kerja.
pengangguran adalah,keadaan di mana seseorang yang tergolong sdalam
angkatan kerja ingin mendapatkan pekerjaan tapi belum memperolehnya.

(c) kesempatan kerja penuh tercapai jika tingkat pengangguran berada di <4%

Tahun 2000 :
Tingkat penggangguran = 422,981/12,210,121 x 100% = 3,4%

Tahun 2001
Tingkat penggangguran = 432,855/12580456 x 100% = 3,4%
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

jadi tahun 2000 dan seterusnya mencapai tingkat kesempatan kerja penuh
karebna tingkat pengangguran berada di bawah 4%

3.
Indeks harga adalah alat yang dijadikan ukuran untuk mengetahui perubahan-
perubahan harga yang dinyatakan dengan angka.
Pendapatan nasional merupakan penjumlahan dari seluruh nilai barang dan jasa
yang dihasilkan oleh seluruh sector ekonomi masyarakat dalam periode tertentu
Tingkat Inflasi adalah inflation rate yaitu tingkat perubahan harga; dua indikasi
utama dalam perhitungan tingkat perubahan inflasi berupa indeks harga
konsumen dan indeks harga produsen yang mengikuti perubahan harga yang
dibayar oleh konsumen dan produsen.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu
negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama
periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses
kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk
kenaikan pendapatan nasional.

Tingkat inflasi
2001 = 145,8-142/142 x 100% = 2,67%
2002 = 152,8-145,8/145,8 x 100% = 4,8%
2003 = 160,9-152,8/152,9 x 100% = 5,3%

BAB 2
Pilihan Ganda

1. C
2. C
3. B
4. B
5. B
6. A

ESEI

1. Nilai tambah adalah pertambahan nilai yang wujud ke atas suatu barang
sebagai akibat pemrosesan terhadap barang tersebut atau kesan dari jasa untuk
menjual barang tersebut. Contoh pemotongan kayu dihutan yang akan di jadikan
barang perabot. Perusahaan penebang kayu di hutan menjual kayunya sebesar
Rp. 50.000 kepada perajin papan, kemudin perajin papan menjual papannya
sebesar Rp. 150.000 kepada perajin barang furniture dan selanjutnya perajin
furniture menjual barang furnuturenya sebesar Rp. 500.000 kepada penjual
furniture di toko.kemudian toko perabot menjual ke konsumen sebesar Rp.
700.000, untuk menghitung nilai tambahny sbb: Penebang kayu = Rp. 50.000
Perngrajin papan Rp. 150.000 - Rp. 50000 = Rp. 100.000 nilai Pembuat barang
furniture Rp. 500.000 - Rp.150.000 = Rp. 350.000 tambah Toko furniture Rp .
700.000 - Rp. 500.000 = Rp. 200.000
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

2. Pendekatan pengeluaran, dengan cara menghitung jumlah seluruh


pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu
negara selama satu periode tertentu. Perhitungan dengan pendekatan ini
dilakukan dengan menghitung pengeluaran yang dilakukan oleh empat pelaku
kegiatan ekonomi negara, yaitu: Rumah tangga (Consumption), pemerintah
(Government), pengeluaran investasi (Investment), dan selisih antara nilai
ekspor dikurangi impor (X M).

Y = C + I + G + (X M)

3.
o) Metode Penghitungan Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Nilai Produksi.
Menurut metode ini pendapatan nasional adalah penjumlahan dari semua nilai
barang dan jasa yang dihasilkan oleh seluruh lapangan usaha pada suatu negara
selama satu tahun.

Cara menghitungnya adalah dengan mengalikan jumlah seluruh barang dan jasa
yang diproduksi dalam satu tahun dengan harga satuannya masing-masing.

Jadi, apabila dalam satu tahun ada seratus barang dan jasa, maka seratus
barang dan jasa tersebut harus dikalikan dengan harga satuannya masing-
masing, kemudian dijumlahkan.

Y = {(P1 x Q1) + (P2 x Q2) + (P3 x Q3) + ... + (Pn x Qn)}

Yang perlu diingat dalam hal ini adalah jangan sampai melakukan penghitungan
berulang (multiple counting) terhadap suatu jenis barang dan jasa.

Oleh karena itu, yang harus dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) dari
barang dan jasa, bukan nilai akhirnya.

o) Metode Penghitungan Pendapatan Nasional dengan Pendekatan Pendapatan


Menurut metode ini, pendapatan nasional adalah penjumlahan dari semua
pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi di suatu negara dalam satu
tahun.

Artinya, pendapatan nasional adalah penjumlahan dari upah atau gaji, sewa,
bunga, dan keuntungan yang diterima para pemilik faktor produksi.

Pendapatan nasional menurut pendekatan pendapatan dapat dirumuskan


sebagai berikut:
Y=W+r+i+P
Keterangan:
Y = Pendapatan Nasional

W = Wage (upah atau gaji) adalah pendapatan yang diterima pemilik faktor
produksi tenaga kerja

r = Rent (sewa) adalah pendapatan yang diterima pemilik faktor produksi tanah,
gedung, dan harta tetap lainnya
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

i = Interest (bunga) adalah pendapatan yang diterima pemilik faktor


produksi modal

P = Profit (keuntungan) adalah pendapatan yang diterima pemilik faktor


produksi kewirausahaan

Dari ketiga metode penghitungan pendapatan nasional tersebut, Indonesia


menggunakan metode penghitungan menurut pendekatan nilai produksi dan
pendekatan pengeluaran.

Sedangkan negara maju seperti Amerika Serikat menggunakan pendekatan


pengeluaran dan pendekatan pendapatan.

4. a.Perhitungan PDB dan Analisis Kemakmuran


Perhitungan PDB akan memberikan gambaran ringkas tentang tingkat
kemakmuran suatu negara,dengan cara membaginya dengan jumlah
penduduk.Angka tersebut dikenal sebagai angka PDB per kapita.Biasanya
semakin tinggi PDB kemakmuran rakyat dianggap makin tinggi.

Kelemahan dari pendekatan diatas adalah tidak terlalu memperhatikan aspek


distribusi pendapatan. Faktor utama pemicu gejalas diatas adalah masalah
distribusi pendapatan.

b.Perhitungan PDB dan Masalah Kesejahteraan Sosial


Perhitungan PDB maupun PDB per kapita juga dapat digunakan untuk
menganalisis tingkat kesejahteraan sosial suatu masyarakat.Umumnya ukuran
tingkat kesejahteraan yang dipakai adalah tingkat pendidikan,kesehatan dan
gizi,kebebasan memilih pekerjaan dan jaminan masa depan yang lebih baik.

Masalah mendasar dalam perhitungan PDB adalah tidak diperhatikannya dimensi


nonmaterial.Sebab PDB hanya menghitung output yang dianggap memenuhi
kebutuhan fisik/materi yang dapat diukur dengan nilai uang.

c.PDB Per Kapita dan Masalah Produktivitas


Sampai batas-batas tertentu,angka PDB per kapita dapat mencarminkan tingkat
produktivitas suatu negara.

5.
a) Produk Domestik Bruto (PDB) adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan
oleh masyarakat dalam waktu satu tahun, termasuk barang dan jasa yang
dihasilkan oleh warga negara asing di dalam negeri. Jika Anda ingin menentukan
besarnya PDB Indonesia, berarti harus menghitung jumlah barang dan jasa akhir
yang diproduksi oleh seluruh warga negara, tetapi tidak mengikutsertakan nilai
barang dan jasa atau pendapatan yang dihasilkan oleh warga negara Indonesia
di luar negeri.
b) Produk Nasional Bruto (PNB) adalah nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh
setiap warga negara dalam jangka waktu satu tahun, termasuk nilai barang dan
jasa warga negara tersebut yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk
nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara asing di dalam negeri
c) Pendapatan per kapita adalah tingkat rata-rata pendapatan penduduk suatu
negara pada periode tertentu yang diperoleh dengan membagi jumlah
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

pendapatan nasional (biasanya dalam PDB) dengan jumlah penduduk di negara


tersebut.
d) penghitungan dua kali : penghitungan dua atau beberapa kali yang mungkin
dilakukan dalam menentukan sumbangan nilai sesuatu barang ke dalam nilai
pendapatan nasional
e) nilai tambah adalah alah satu parameter ekonomi yang menggambarkan
selisih antara nilai produksi (output) dan biaya antara (biaya yang habis dipakai
selama proses produksi) dari suatu produk, baik barang maupun jasa.

6. Pendapatan Disposible (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan


guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang
disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal
income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah
pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus
langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.

Jadi DI merupakan pendapatan yang benar-benar menjadi hak penerimanya.

Dengan demikian DI dirumuskan sebagai berikut :

DI = PI Pajak langsung
Pajak Langsung adalah pajak yang dikenakan kepada wajib pajak setelah muncul
atau terbit Surat Pemberitahuan/SPT Pajak atau Kohir yang dikenakan berulang-
ulang kali dalam jangka waktu tertentu. Contoh dari pajak langsung adalah pajak
penghasilan (PPh), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak penerangan jalan,
pajak kendaraan bermotor, dan lain sebagainya.

Kuantitatif

1.
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

2.
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

Bab 3
Pilihan ganda

1, D
2. D
3. A
4. D
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

5. B
6. A
7. C
8. C

Esei

1. Penentuan Suku Bunga


Suku bunga ditentukan oleh tabungan yang tersedia dalam masyarakat dan
permintaan dana modal untuk investasi. Kedua faktor tersebut ditentukan oleh
suku bunga. Maka perubahan tabungan dan perubahan permintaandana modal
akan menimbulkan perubahan kepada suku bunga. Menurut Keynes suku bunga
ditentukan oleh penawaran uang dan permintaan uang.

Uang dan Kegiatan Ekonomi


Ahli ahli ekonomi klasik berpendapat uang tidak dapat mempengaruhi kegiatan
ekonomi dan produksi nasional. Ini disebabkan karena kesempatan kerja penuh
sudah dicapai. Keynes berpendapat bahwa perubahan jumlah uang akan dapat
mempengaruhi kegiatan ekonomi.

2. Maksud dari perenyataan tersebut adalah bahwa barang dan jasa yang di
produksi pasti terserap oleh permintaan sampai tercapai keseimbangan pasar.

Kaum Klasik berpendapat bahwa dalam perekonomian tidak akan timbul masalah
kekurangan permintaan agregat, semua barang yang di hasilkan oleh
perekonomian pasti akan di beli oleh masyarakat. Substansi hukum Say adalah
memperkuat keyakinan bahwa pasar mampu menjadi alat alokasi sumber daya
yang efisien lewat proses pertukaran (exchange economics).

3.
(a)Penentu Tabungan

Menurut Keynes, besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tangga bukan
tergantung kepada tinggi rendahnya suku bunga. Ia terutama tergantung
kepada besar kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga itu. Makin besar
jumlah pendapatannya yang diterima oleh suatu rumah tangga, makin besar
pula jumlah tabungan yang akan dilakukan olehnya. Apabila jumlah pendapatan
rumah tangga itu tidak mengalami kenaikan atau penurunan, perubahan yang
cukup besar dalam suku bunga tidak akan menimbulkan pengaruh yang berarti
keatas jumlah tabungan yang akan dilakukan oleh rumah tangga itu. Ini berarti,
menurut pendapat Keynes, jumlah pendapatan yang diterima rumah tangga-dan
bukan suku bunga yang menjadi penentu utama dari jumlah tabungan yang akan
dilakukan oleh rumah tangga.
Teori Klasik :

(b)Teori klasikal mendasarkan berlakunya pada hukum say yang menyatakan


penawaran menciptakan permintaanya sendiri.ini didasarkan pada dua
landasan,yaitu fleksibelitas harga-upah dan teori suku bunganya.

Perekonomian tidak mungkin akan mengalami pengangguran, sehingga


perekonomian selalu dalam kesempatan kerja yang penuh.dapat terjadi tetapi
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

sifatnya hanya sementara, mengapa? Karena hal ini disebabkan oleh adanya
tanggapan dari para pekerja sendiri yaitu bila terdapat pengangguran, mereka
yang tidak mendapatkan pekerjaan akan bersaing satu sama lain untuk
mendapatkan pekerjaan sehingga berakibat turunya tingkat upah. Keadaan ini
akan membuat perusahaan meminta banyak tenaga kerja karena upahnya yang
turun dan para tenaga kerja akan menyesuaikan, akhirnya tercapailah kembali
keadaan dimana kesempatan kerja yang penuh.

Peranan uang dalam perekonomian adalah netral yaitu perubahan perubahanya


tidak akan mempengaruhi produksi nasional.tingkat produksi hanya ditentukan
oleh faktor riil,yaitu : faktor faktor produksi yang tersedia dalam perekonomian
perubahan penawaran uang hanya mempengaruhi tingkat harga. Melalui teori
kuantitas perubahan penawaran uang akan menimbulkan perubahan harga yang
sama tingkat kejenuhanya.

4.
Secara garis besarnya pandangan dalam buku Keynes tersebut dapat dibedakan
kepada dua aspek. Di satu pihak buku tersebut mengemukakan beberapa kritik
ke atas pandangan ahli-ahli ekonomi klasik mengenai faktor-faktor yang
menentukan tingkat kegiatan sesuatu perekonomian. Kritik-kritik tersebut
menunjukan kelemahan-kelemahan dari pandangan yang menjadi landasan
kepada keyakinan ahli-ahli ekonomi klasik bahwa penggunaan tenaga kerja
penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh selalu dicapai.

Di pihak lain buku tersebut menerangkan pula faktor utama yang akan
menentukan prestasi kegiatan ekonomi suatu negara. Keynes berpendapat
pengeluaran agregat, yaitu perbelanjaan masyarakat ke atas barang dan jasa,
adalah faktor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi yang dicapai
suatu negara. Seterusnya Keynes berpendapat bahwa dalam system pasar
bebas penggunaan tenaga kerja penuh tidak selalau tercipta dan diperlukan
usaha dan kebijakan pemerintah untuk menciptakan tingkat penggunaan tenaga
kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi yang teguh.

5. (a)
Golongan Monetaris
Golongan ini dipelopori oleh Milton Fredman, yang lama mengembangkan
karirnya di universitas Chicago.

Golongan Ekspektasi Rasional (klasik baru)


Pandangan golongan ekspektasi rasional didasarkan kepada dua pemisalan
penting. yang pertama teori ini menganggap bahwa semua pelaku kigiatan
ekonomi bertindak secara rasional, mengetahui seluk beluk kegiatan ekonomi
dan mempunyai informasi yang lengkap mengenai peristiwa-peristiwa dalam
perekonomian. mereka juga meramalkan keadaan-keadaan yang akan berlaku
dimasa depan. Selanjutnya dengan pemikiran yang rasional merea dapat
menentukan reaksi terbaik terhadap perubahan yang diramalkan akan berlaku.

Ekonomi Segi Penawaran.


Walaupun berkembang pada waktu yang bersamaan dengan teori rasional,
ekonomi segi penewaran dikembangkan oleh ahli ekonomi yang berbeda.
Pandangan yang mengmbangkan pemikiran mengenai segi penawaran
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

datangnya bukan dari kalangan akademisi tetapi oleh penasihat-penasihat


ekonomi dalam pemerintahan Ronald Reagan (yang terpilih sebagai Presiden
Amerika Serikat pada tahun 1980). Munculnya pemikiran ekonomi segi
penawaran didorong oleh dua perkembangan penting yang berlaku dalam tahun
1970an dan pemulaan tahun 1980an. Faktor yang pertama adalah berlakunya
stagflasi pada tahun 1970 diberbagai perekonomian negara industri. Faktor yang
kedua adalah terpilihnya Ronald Reagan sebagai presiden amerika serikat.

Golongan Keynesian Baru


Seorang ahli ekonomi masih belum dapat menerima pandangan-pandangan
yang mengkritik pemikiran Keynesian dan masih tetp yakin akan kesesuaian
pandangan Keynes yang utama. pemikir ekonomi yang masih tetap memberi
sokongan kepada pandangan Keynesian digolongan kepada mazhaab Keynesian
baru.
Pada dasarnya bereka belum dapat menerima kritik golongan ekspktasi rasional
yang berkeyakinan system pasaran adalah sempurna dan dapat dengan
sendirinya membua penyesuaian sehinigga perekonomian cenderung akan
mencapai kesempatan kerja penuh. Mereka menunjukkan kelemahan mekanisme
dalam pasaran barang dan pasaran factor yang mengakibatkan penyimpangan
yang berkepanjangan dari kesempatan kerja penuh mungkin berlaku. Mereka
menunjukkan kemungkinan berlakunya kekakuan yang akan mempengaruhi
efisiensi pasaran barang. Hal ini menyebabkan perubahan harga tidak terlalu
fleksibel sehingga timbul kemungkinan berlakunya keadaan di mana terdapat
kelebihan permintaan barang atau penawaran barang.

(b) Kelemahan Analisis Keseimbangan Keynesian


Analisis Keynes mengenai penentuan tingkat kegiatan ekonomi dan pendapatan
nasional sangat menekankan kepada segi permintaan. Keseimbangan
pendapatan nasional dicapai pada keadaan dimana penawaran agregat adalah
sama dengan pengeluaran agregat atau Y=AE. Usaha untuk menerangkan
keseimbangan dengan menggunakan pendekatan: penawaran agregat adalah
sama dengan permintaan agregat, atau pendekatan AD AS, sangat terbatas
dilakukan dan tidak menggambarkan keadaan dalam masyarakat yang
sebenarnya berlaku.

Kuantitatif
1.
Kelompok :
(1) Ardha Fendyka (5119)
(2) Moh. Fiqi (5064)
(3) Indri Setyawan (5152)
(4) Alfian (5149)

2.