Anda di halaman 1dari 18

1

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

Judul Mata Kuliah : PERENCANAAN PENGGUNAAN LAHAN


Nomor Kode / SKS : /3
Status : W
Dosen Pengasuh : Koordinator :
Anggota : Prof DR Ir Soemarno MS

Tujuan Instruksional Umum : Setelah selesai mengikuti mata kuliah ini (pada akhir semester) diharapkan mahasiswa mampu untuk:
(1). Memahami konsep-konsep dan pendekatan ekonomi-ekologi dalam landuse planning
(2). Menjelaskan kembali beberapa kaidah dan prinsip dalam landuse planning
(3). Melakukan /menerapkan analisis & simulasi sistem dalam perencanaan penggunaan lahan

No Tujuan Instruksional Khusus Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Kegiatan Wak Ref
tu
(mnt
1. Setelah mengikuti kuliah bagian PENDAHULUAN 1. Regional sciences vs Regional TM + 3 x 50 3, 9,
ini mahasiswa mampu memahami Economics TSM 15, 16
konsep pengembangan wilayah 2. Regional Planning vs Landuse
Planning
3. Regional Development vs
Economic Development
2 Setelah mengikuti kuliah bagian Azas dan Prinsip 1. Ekonomi vs ekologi TM + 3 x 50 15, 16
ini mahasiswa mampu memahami Pengembangan 2. Temporer vs Spasial TSM
prinsip-prinsip tentang Wilayah 3. Statik vs dinamik
pengembangan wilayah pedesaan 4. Input-Proses-Output
5. Alokasi vs Efisiensi
3. Setelah mengikuti kuliah bagian People center 1. Paradigma Pembangunan Daerah TM + 3 x 50
ini mahasiswa mampu memahami development 2. Kaidah-kaidah pemberdayaan TSK
dan menjelaskan kembali makna masyarakat
pengembangan wilayah dalam
pembangunan daerah dan
pemberdayaan masyarakat
4 Setelah mengikuti kuliah bagian Konsep Sumberdaya 1. Pengertian sumberdaya: EKONOMI TM 3 x 50
ini mahasiswa mampu memahami vs EKOLOGI
2

dan menjelaskan kembali konsep 2. Quality and characteristics


sumberdaya wilayah 3. Utility & externality
4. Scarcity
5. Value and price
6. Market mechanism

5 Setelah mengikuti kuliah bagian Konsep SDA 1. SDA-Lahan TM + 3 x 50


ini mahasiswa mampu memahami 2. SDA-Hutan TSK
dan menjelaskan kembali makna 3. SDA-Air
sumberdaya alam dalam 4. SDA-Tambang bahan mineral
pengembangan wilayah 5. Availability vs Renewability
6. Productivity vs sustainability
6 Setelah mengikuti kuliah bagian Konsep Dampak 1. Proses produksi / pemanfaatan TM + 3 x 50
ini mahasiswa mampu memahami Lingkungan sumberdaya TSK
dan menjelaskan kembali dampak 2. Produk dan limbah
lingkungan dalam pengembangan 3. Externality effects
wilayah 4. Perubahan lingkungan
5. Dampak lingkungan
7. Setelah mengikuti kuliah bagian METODE 1. Metode analisis kependudukan TM + 3 x 50
ini mahasiswa mampu memahami Perencanaan 2. Input-Output TSM
dan menjelaskan kembali 3. Metode Gravitasi
beberapa metode analisis 4. Hubungan antar daerah
pengembangan wilayah
8. Sda METODE Metode Operation Research: TM + 3 x 50
Perencanaan 1. Metode Alokasi / Optimasi TSM
2. Pemrograman

9 UTS
10. Setelah mengikuti kuliah bagian Teknik Perencanaan 1. Survei sosial TM + 3 x 50
ini mahasiswa mampu memahami 2. Economic base TSM
dan menjelaskan kem-bali 3. Analisis antar industri
penggunaan beberapa teknik 4. Indikator sosial
perencanaan dalam 5. Distribusi pendapatan
pengembangan wilayah
11. Sda Teknik Perencanaan 1. Penginderaan jauh TM + 3 x 50
3

2. Landuse analysis TSM


3. Analisis potensi
4. PERT/CPM
5. Flowcharting

12. Setelah mengikuti kuliah bagian Konsep Sistem 1. Pengertian sistem TM + 3 x 50


ini mahasiswa mampu memahami 2. Wilayah sebagai suatu Sistem TSM
dan menjelaskan kem-bali 3. Sibernetik-Holistik-Sistematik
penerapan systems approach 4. Analisis Sistem
dalam pengembangan wilayah 5. Simulasi Sistem
6. Aplikasi Komputer

13 Setelah mengikuti kuliah bagian Model EE dalam 1. Pendekatan sistem & problem TM + 3 x 50 1;
ini mahasiswa mampu memahami Perencanaan solving TSM 11
dan menjelaskan kembali model- pengembangan 2. Goals of RP:
model ecological-economic (EE) wilayah pedesaan - Economic goals
dalam perencanaan - Ecological goals
pengembangan wilayah 3. Planning and development models
4. Cost-Benefit & Optimization
14 Setelah mengikuti kuliah bagian System Simulation 1. Pendekatan sistem dalam RP: TM + 3 x 50
ini mahasiswa mampu instrument in RP 1.1. Multi-objective TSK
memahami, menjelaskan kembali problems
dan menggunakan instrumen 1.2. Objective function
analisis sistem dan simulasi 1.3. Constraint equation
1.4. Mathematical
modelling

15 Sda sda 2. Economic resource allocation: TM + 3 x 50


2.1. Cost of production TSM
2.2. Pricing strategies
2.3. Allocation
principles
2.4. Programming
4

3. Decision analysis:
3.1. Analysis of public
project
3.2. Uncertainty
3.3. Consideration in
project planning
3.4. Experimentation
16 Setelah mengikuti kuliah bagian Resources use 1. Prinsip-prinsip RUE TM + 3 x 50
ini mahasiswa mampu efficiency (RUE) 2. Landasan ekologis TSM
memahami, menjelaskan kembali dalam pengembangan 3. Landasan ekonomis
dan menggunakan instrumen wilayah 4. Landasan teknis
simulasi analitik dalam efisiensi 5. Model-model simulasi RUE
penggunaan sumberdaya dalam
pembangunan wilayah
17 Setelah mengikuti kuliah bagian Model Perencanaan 1. Kawasan Potensial TM + 3 x 50 12, 13
ini mahasiswa mampu memahami Kawasan 2. Kawasan Strategis TSM
dan menjelaskan kem-bali pembangunan 3. Kawasan Andalan
penerapan analisis Kawasan 4. KIMBUN: Kawasan Industri
dalam pengembangan wilayah Masyarakat Perkebunan
5. KIMAS: Kawasan Industri Milik
Masyarakat
6. KAPET: Kawasan Pengembangan
Ekonomi Terpadu
7. AGROPOLITAN
18 UAS UAS
KETERANGAN: TM = kegiatan tatap muka (presentasi; ceramah, diskusi, tanya-jawab; penjelasan/pembahasan ); TSM = tugas terstruktur
mandiri/individual; TSK= tugas terstruktur kelompok (3-4 orang); UTS= ujian tengah semester; UAS= ujian akhir semester.

Referensi:

1. Ecological Economics. The Sciences and Management of Sustainability. Robert Costanza, 1991.
2. Pedoman Umum dan Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam. BAKOSURTANAL-DRN Dok. 24/1991.
3. Resources: Environmental and Policy. John Fernie and Alan S. Pitkethly. 1985
4. Systems Analysis for Civil Engineers. Paul J. Ossenbruggen, 1984.
5. Sustainable Agricultural Systems. C.A. Edwards, Rattan Lal, P. Madden, R.H. Miller, G.House. 1990.
5

6. Externalities: Theoritical Dimensions of Political Economiy. R.J. Staaf & F.X. Tannian. 1986.
7. An Introduction to Agricultural Systems. C.R.W. Spedding. 1988.
8. Land-use Systems Analysis. P.M.Driessen & N.T.Konijn. 1992.
9. Resource Economics. G.A. Norton. 1984.
10. Multiple Criteria Analysis for Agricultural Decisions. C.Romero & T.Rehman. 1989.
11. Optimization Methods for Resource Allocation. R.Cottle and J.Krarub. 1974.
12. Model Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan. Soemarno, FAPERTA UNIBRAW, 1996.
13. Dasar Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat berbasis Pertanian: Model dan Metode. Soemarno, FAPERTA
UNIBRAW, 2000.
14. Agenda 21 Indonesia. Strategi Nasional Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Jakarta, 1997.
15. An Introduction to Regional Planning. J. Glasson. 1974.
16. Introduction to Regional Sciences. W. Isard. 1975.
6

PSPTA-531. Pengembangan Wilayah / Kawasan Agribisnis 3 SKS

Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa memahami, dan dapat menjelaskan kembali makna pengembangan
wilayah berbasis sumberdaya lahan, serta mampu melakukan analisis permasalahan pengembangan wilayah
pertanian.
Pokok bahasan meliputi makna dan pentingnya pengembangan wilayah dalam pembangunan pertanian. Konsep-konsep dan pendekatan
ekonomi-ekologi dalam pengembangan wilayah basis pertanian. Sumberdaya wilayah: Kualitas dan karakteristiknya. Evaluasi Lahan dan
Pengembangan Wilayah. Landuse planning. Agribisnis dan agroindustri dalam pengembangan wilayah. Beberapa teknik dan metode perencanaan
dalam pengembangan wilayah. Sistem Informasi Geografi dalam Pengembangan Wilayah. Analisis & simulasi sistem dalam pengembangan wilayah.
Agroforestry, Agrowisata, dan Agropolitan. Beberapa model pengembangan wilayah. SPAKU: Sentra Pengembangan Agribisnis Komoditi
Unggulan. KIMBUN: Kawasan Industri Masyarakat Perkebunan. KAPET: Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu.

Dosen : Prof. Dr. Ir. Soemarno, M.S.


Dr.Ir. M. Luthfi Rayes, M.Sc.
7

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

Judul Mata Kuliah : PENGEMBANGAN WILAYAH/ KAWASAN AGRIBISNIS


Nomor Kode / SKS : PS-PTA 531/ 3
Status : WAJIB
Dosen Pengasuh :
Koordinator : Prof DR Ir Soemarno MS.
Anggota : Dr.Ir.Lutfi Rayes,M.Sc.

T.I.U.: Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa memahami, dan dapat menjelaskan kembali makna pengembangan wilayah berbasis sumberdaya lahan,
serta mampu melakukan analisis permasalahan pengembangan wilayah pertanian.

Pokok Bahasan

No Pokok Bahasan Sub Pokok Kegiatan Waktu Ref


Bahasan (mnt

1. PENDAHULUAN Visitani 3 x 50
2 KONSEP WILAYAH TM 3 x 50 15, 16
3. Tanah, Lahan dan Karakteristik 3 x 50 5
Pengembangan Wilayah Kualitas
4 Ekonomi Sumberdaya Lahan Lokasi & TM 3 x 50 3, 9
kualitas
5 Evaluasi & Perencanaan LSA TSK 3 x 50 7, 8,
Lahan LUP 12
6 Teknik Perencanaan Beberapa teknik TM 3 x 50 10
Pengembangan Wilayah
7. Metode Perencanaan Wilayah Metode TSM 3 x 50 1, 11
8. Pendekatan Sistem dalam Sistem TSM 3 x 50 4
Pengembangan Wilayah Simulasi
9 Masterplan Pembangunan Masterplan 12, 13
Pertanian
10. Agroforestry TSM 3 x 50
11. Agrowisata & Wisata Alam TM 3 x 50
12. Agropolitan. Konsep dan TM +TSM 3 x 50
8

metode
13. SPAKU: Sentra Konsep dan TM +TSM 3 x 50
Pengembangan Agribisnis metode
Komoditi Unggulan.
14. KIMBUN: Kawasan Industri Konsep dan TSK 3 x 50
Masyarakat Perkebunan metode
15. KAPET: Kawasan Konsep dan TSM 3 x 50
Pengembangan Ekonomi metode
Terpadu
16. KIPMAS: Kawasan Industri Konsep dan TSK 3 x 50
Pertanian Milik Masyarakat metode
KETERANGAN: TM = kegiatan tatap muka (presentasi; ceramah, diskusi, tanya-jawab; penjelasan/pembahasan ); TSM = tugas terstruktur mandiri/individual;
TSK= tugas terstruktur kelompok (3-4 orang); UTS= ujian tengah semester; UAS= ujian akhir semester.

Referensi:
1. Ecological Economics. The Sciences and Management of Sustainability. Robert Costanza, 1991.
2. Pedoman Umum dan Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam. BAKOSURTANAL-DRN Dok. 24/1991.
3. Resources: Environmental and Policy. John Fernie and Alan S. Pitkethly. 1985
4. Systems Analysis for Civil Engineers. Paul J. Ossenbruggen, 1984.
5. Sustainable Agricultural Systems. C.A. Edwards, Rattan Lal, P. Madden, R.H. Miller, G.House. 1990.
6. Externalities: Theoritical Dimensions of Political Economiy. R.J. Staaf & F.X. Tannian. 1986.
7. An Introduction to Agricultural Systems. C.R.W. Spedding. 1988.
8. Land-use Systems Analysis. P.M.Driessen & N.T.Konijn. 1992.
9. Resource Economics. G.A. Norton. 1984.
10. Multiple Criteria Analysis for Agricultural Decisions. C.Romero & T.Rehman. 1989.
11. Optimization Methods for Resource Allocation. R.Cottle and J.Krarub. 1974.
17. Model Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan. Soemarno, FAPERTA UNIBRAW, 1996.
18. Dasar Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat berbasis Pertanian: Model dan Metode. Soemarno, FAPERTA UNIBRAW, 2000.
19. Agenda 21 Indonesia. Strategi Nasional Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Jakarta, 1997.
20. An Introduction to Regional Planning. J. Glasson. 1974.
21. Introduction to Regional Sciences. W. Isard. 1975.
9
10

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN

Judul Mata Kuliah : DASAR PENGEMBANGAN WILAYAH


Nomor Kode / SKS : /3
Status : W
Dosen Pengasuh : Koordinator : Prof DR Ir Soemarno MS
Anggota :

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM : SETELAH SELESAI MENGIKUTI MATA KULIAH INI (PADA
AKHIR SEMESTER) DIHARAPKAN MAHASISWA MAMPU UNTUK:
(1). Memahami konsep-konsep dan pendekatan ekonomi-ekologi dalam pengembangan
wilayah pedesaan
(2). Menjelaskan kembali beberapa kaidah dan prinsip dalam pengembangan wilayah
pedesaan
(3). Melakukan /menerapkan analisis & simulasi sistem dalam perencanaan pengembangan
wilayah pedesaan

No Tujuan Instruksional Pokok Sub Pokok Bahasan Kegi Wak Ref


Khusus Bahasan atan tu
(mnt

1. Setelah mengikuti PENDA- 4. Regional sciences TM 3 x 3,


kuliah bagian ini HULUAN vs Regional + 50 9,
mahasiswa mampu Economics TSM 15,
memahami konsep 5. Regional Planning 16
pengembangan vs Landuse
wilayah Planning
6. Regional
11

Development vs
Economic
Development
2 Setelah mengikuti Azas dan 6. Ekonomi vs ekologi TM 3 x 15,
kuliah bagian ini Prinsip 7. Temporer vs Spasial + 50 16
mahasiswa mampu Pengembang 8. Statik vs dinamik TSM
memahami prinsip- an Wilayah 9. Input-Proses-Output
prinsip tentang 10. Alokasi vs Efisiensi
pengembangan
wilayah pedesaan

3. Setelah mengikuti People 1. Paradigma TM 3 x


kuliah bagian ini center Pembangunan + 50
mahasiswa mampu development Daerah TSK
memahami dan 2. Kaidah-kaidah
menjelaskan pemberdayaan
kembali makna masyarakat
pengembangan
wilayah dalam
pembangunan
daerah dan
pemberdayaan
masyarakat
4 Setelah mengikuti Konsep 7. Pengertian TM 3 x
kuliah bagian ini Sumberdaya sumberdaya: 50
mahasiswa mampu EKONOMI vs
memahami dan EKOLOGI
8. Quality and
menjelaskan
characteristics
12

kembali konsep 9. Utility & externality


sumberdaya wilayah 10. Scarcity
11. Value and price
12. Market mechanism

5 Setelah mengikuti Konsep SDA 7. SDA-Lahan TM 3 x


kuliah bagian ini 8. SDA-Hutan + 50
mahasiswa mampu 9. SDA-Air TSK
memahami dan 10. SDA-Tambang
menjelaskan bahan mineral
kembali makna 11. Availability vs
sumberdaya alam Renewability
dalam 12. Productivity vs
pengembangan sustainability
wilayah
6 Setelah mengikuti Konsep 6. Proses produksi / TM 3 x
kuliah bagian ini Dampak pemanfaatan + 50
mahasiswa mampu Lingkungan sumberdaya TSK
memahami dan 7. Produk dan limbah
menjelaskan 8. Externality effects
kembali dampak 9. Perubahan
lingkungan dalam lingkungan
pengembangan 10. Dampak
wilayah lingkungan
13

7. Setelah mengikuti METODE 5. Metode analisis TM 3x


kuliah bagian ini Perencanaan kependudukan + 50
mahasiswa mampu 6. Input-Output TSM
memahami dan 7. Metode Gravitasi
menjelaskan 8. Hubungan antar
kembali beberapa daerah
metode analisis
pengembangan
wilayah
8. Sda METODE Metode Operation TM 3x
Perencanaan Research: + 50
1. Metode Alokasi / TSM
Optimasi
2. Pemrograman

9 UTS
10. Setelah mengikuti Teknik 6. Survei sosial TM 3x
kuliah bagian ini Perencanaan 7. Economic base + 50
mahasiswa mampu 8. Analisis antar TSM
memahami dan industri
menjelaskan kem- 9. Indikator sosial
bali penggunaan 10. Distribusi
beberapa teknik pendapatan
perencanaan dalam
pengembangan
wilayah
11. Sda Teknik 6. Penginderaan jauh TM 3x
Perencanaan 7. Landuse analysis + 50
8. Analisis potensi TSM
9. PERT/CPM
10. Flowcharting
14

12. Setelah mengikuti Konsep 7. Pengertian sistem TM 3x


kuliah bagian ini Sistem 8. Wilayah sebagai + 50
mahasiswa mampu suatu Sistem TSM
memahami dan 9. Sibernetik-Holistik-
menjelaskan kem- Sistematik
bali penerapan 10. Analisis Sistem
systems approach 11. Simulasi Sistem
dalam 12. Aplikasi Komputer
pengembangan
wilayah

13 Setelah mengikuti Model EE 1. Pendekatan sistem & TM 3 x 1;


kuliah bagian ini dalam problem solving + 50 11
mahasiswa mampu Perencanaan 2. Goals of RP: TSM
memahami dan pengembang - Economic goals
menjelaskan an wilayah - Ecological goals
kembali model- pedesaan 3. Planning and
model ecological- development models
economic (EE) 4. Cost-Benefit &
dalam perencanaan Optimization
pengembangan
wilayah
15

14 Setelah mengikuti System 1. Pendekatan sistem TM 3 x


kuliah bagian ini Simulation dalam RP: + 50
mahasiswa mampu instrument in 1.1. Multi-objective TSK
memahami, RP problems
menjelaskan 1.2. Objective function
kembali dan 1.3. Constraint equation
menggunakan 1.4. Mathematical
instrumen analisis modelling
sistem dan simulasi
15 Sda sda 2. Economic resource TM 3 x
allocation: + 50
2.1. Cost of production TSM
2.2. Pricing strategies
2.3. Allocation
principles
2.4. Programming

3. Decision analysis:
3.1. Analysis of public
project
3.2. Uncertainty
3.3. Consideration in
project planning
3.4. Experimentation
16

16 Setelah mengikuti Resources 6. Prinsip-prinsip RUE TM 3 x


kuliah bagian ini use 7. Landasan ekologis + 50
mahasiswa mampu efficiency 8. Landasan ekonomis TSM
memahami, (RUE) dalam 9. Landasan teknis
menjelaskan pengembang 10. Model-model
kembali dan an wilayah simulasi RUE
menggunakan
instrumen simulasi
analitik dalam
efisiensi
penggunaan
sumberdaya dalam
pembangunan
wilayah
17 Setelah mengikuti Model 8. Kawasan Potensial TM 3 x 12,
kuliah bagian ini Perencanaan 9. Kawasan Strategis + 50 13
mahasiswa mampu Kawasan 10. Kawasan Andalan TSM
memahami dan pembanguna 11. KIMBUN: Kawasan
menjelaskan kem- n Industri Masyarakat
bali penerapan Perkebunan
analisis Kawasan 12. KIMAS: Kawasan
dalam Industri Milik
pengembangan Masyarakat
wilayah 13. KAPET: Kawasan
Pengembangan
Ekonomi Terpadu
14. AGROPOLITAN
17

18 UAS UAS
KETERANGAN: TM = kegiatan tatap muka (presentasi; ceramah, diskusi, tanya-jawab; penjelasan/pembahasan ); TSM = tugas terstruktur
mandiri/individual; TSK= tugas terstruktur kelompok (3-4 orang); UTS= ujian tengah semester; UAS= ujian akhir semester.
18

Referensi:

1. Ecological Economics. The Sciences and Management of Sustainability. Robert Costanza, 1991.
2. Pedoman Umum dan Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Neraca Sumberdaya Alam. BAKOSURTANAL-DRN Dok. 24/1991.
3. Resources: Environmental and Policy. John Fernie and Alan S. Pitkethly. 1985
4. Systems Analysis for Civil Engineers. Paul J. Ossenbruggen, 1984.
5. Sustainable Agricultural Systems. C.A. Edwards, Rattan Lal, P. Madden, R.H. Miller, G.House. 1990.
6. Externalities: Theoritical Dimensions of Political Economiy. R.J. Staaf & F.X. Tannian. 1986.
7. An Introduction to Agricultural Systems. C.R.W. Spedding. 1988.
8. Land-use Systems Analysis. P.M.Driessen & N.T.Konijn. 1992.
9. Resource Economics. G.A. Norton. 1984.
10. Multiple Criteria Analysis for Agricultural Decisions. C.Romero & T.Rehman. 1989.
11. Optimization Methods for Resource Allocation. R.Cottle and J.Krarub. 1974.
22. Model Perencanaan Pengelolaan Sumberdaya Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan. Soemarno, FAPERTA UNIBRAW, 1996.
23. Dasar Perencanaan Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat berbasis Pertanian: Model dan Metode. Soemarno,
FAPERTA UNIBRAW, 2000.
24. Agenda 21 Indonesia. Strategi Nasional Untuk Pembangunan Berkelanjutan. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup, Jakarta,
1997.
25. An Introduction to Regional Planning. J. Glasson. 1974.
26. Introduction to Regional Sciences. W. Isard. 1975.