Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN SELLING PROJECT

Laporan ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas kelompok mata kuliah kewirausahaan
Diploma IV Program Studi Teknologi Pembangkit Tenaga Listrik
Di Jurusan Teknik Konversi Energi

Oleh

Lutfhi Arif Fadillah NIM. 131724015


Muhammad Hanifa NIM. 131724022
Setiawan Akbar NIM. 131724027
Ade Iboy Tresniadi NIM. 131724032

POLITEKNIK NEGERI BANDUNG

2017

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa
melimpahkan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan selling project ini.
Laporan ini disusun berdasarkan kegiatan selling project sebagai salah satu tugas
dari mata kuliah Kewirausahaan yang kami lakukan mulai tangga 06 maret 2017 sampai
dengan tanggal 31 maret 2017.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan selling project ataupun
dalam penyusunan laporan yang dilakukan.
Harapan yang kami inginkan semoga laporan hasil selling project ini dapat berguna
bagi pembaca dan dapat memberikan motivasi kepada para pemula yang ingin memulai
kegiatan wirausaha, kami juga berharap kritik dan saran bagi pembaca atas segala
kekurangan dalam laporan hasil selling project ini.

Bandung, 04 April 2017

Penyusun

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...........................................................................................................2
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................4
I.1 Latar Belakang........................................................................................................4
I.2 Strategi Pemasaran..................................................................................................4
I.3 Target Pasar.............................................................................................................5
I.3.1 Undifferentiated Marketing.............................................................................7
I.3.2 Differentiated Marketing.................................................................................7
I.3.3 Concentrated Marketing..................................................................................8
BAB II HASIL PENJUALAN........................................................................................9
II.1 PRODUK/JASA......................................................................................................9
II.1.1 Taff LED Bulb.................................................................................................9
II.1.2 Kenika Rechargeable Flashlight......................................................................9
II.2 TARGET PENJUALAN.......................................................................................10
II.3 PROSES PENJUALAN........................................................................................10
II.4 PENCAPAIAN INDIVIDU...................................................................................11
II.4.1 Lutfhi Arif Fadillah........................................................................................11
II.4.2 Muhammad Hanifa........................................................................................11
II.4.3 Setiawan Akbar..............................................................................................11
II.4.4 Ade Iboy.........................................................................................................11
II.5 PENCAPAIAN GROUP.......................................................................................12
II.6 KENDALA PENJUALAN....................................................................................12
II.7 PENGALAMAN (LESSON LEARNED) INDIVIDU.........................................13
II.7.1 Lutfhi Arif Fadillah........................................................................................13
II.7.2 Muhammad Hanifa........................................................................................13
II.7.3 Setiawan Akbar..............................................................................................14
II.7.4 Ade Iboy........................................................................................................15
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN........................................................................17
III.1 KESIMPULAN.................................................................................................17
III.2 SARAN..............................................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................18
LAMPIRAN.......................................................................................................................18
3
BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Tanpa kita sadari saat ini pengaruh globalisasi sudah merambah ke segala
bidang kehidupan tak terkecuali bidang ekonomi dan sosial budaya. Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi sedikit banyak telah mempengaruhi perilaku
masyarakat Indonesia. Dengan perkembangan IPTEK tersebut telah meningkatkan
sifat konsumtif masyarakat. Hal tersebut tentunya merupakan peluang bagi para
produsen ataupun penjual untuk memasarkan produk dengan mudah dan efisien. Di
berbagai media massa baik cetak maupun elektronik dapat kita temui dengan mudah
iklan produk-produk tertentu yang dikemas semenarik mungkin untuk menarik minat
konsumen. Produsen dituntut untuk berkreatifitas dalam memasarkan produknya
agar produknya dikenal masyarakat luas dan menarik minat pembeli.
Konsumen merupakan target sasaran dari semua bentuk promosi/iklan yang
dilakukan oleh produsen. Lewat promosi/iklan masyarakat dapat mengetahui produk
yang dijual oleh produsen dan membantu konsumen untuk memilih produk/jasa yang
sesuai dengan kebutuhan.
Perkembangan industry yang pesat membuat penyediaan barag kebutuhan
masyarakat melimpah. Dengan begiitu masyarakat mudah tertarik untuk
mengonsumsi barang dengan banyak pilihan yang ada. Hal tersebut merupakan
peluang yang sangat baik bagi produsen/penjual untuk memasarkan produk/jasa
yang dihasilkan. Namun untuk memanfaatkan peluang tersebut dibutuhkan
manajemen penjualan/pemasaran yang baik untuk mencapai target pasar yang sesuai
sehingga peluang tersebut dapat menghasilkan keuntungan bagi produsen maupun
konsumen.

I.2 Strategi Pemasaran


Manajemen pemasaran merupakan proses yang mencakup analisis,
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dan juga mencakup barang, jasa serta
gagasan berdasarkan pertukaran dan tujuannya adalah memberikan kepuasan bagi
pihak yang terlibat.

4
Dalam konteks penyusunan penyusunan strategi, pemasaran memiliki dua
dimensi yaitu dimens saat ini dan dimensi yang akan datang. Dimensi saat ini
berkaita dengan hubungan yang telah ada antara perusahaan dengan lingkungannya.
Sedangkan dimensi yang akan datang mencakup hubungan massa yang akan datang
yang diharapkan terjalin dengan program tindakan yang diperlukan untuk mencapai
tujuan tersebut.
Inti pemasaran strategis modern terdiri atas tiga langkah pokok yaitu
Segmentasi, Penentuan Pasar Sasaran dan Positioning. Ketiga langkah ini sering
disebur STP ( Segmenting, Targetting, Positioning). Langkah pertama adalah
segmentasi pasar, yakni mengidentifikasi dan mengelompokan pembeli yang
terpisah-pisah yang membutuhkan produk dan/ aatau bauran pemasaran tersendiri.
Langkah kedua adalah penentuan pasar sasaran yaitu tindakan memilih satu atau
lebih segmen pasar untuk dimasuki maupun dilayani. Langkah ketiga adalah
positioning yaitu tindakan membangun dan mengkomunikasikan manfaat produk
yang istimewa dari produk di dalam pasar. Langkah-langkah strategi pemasaran
terlihat dari Gambar 2.1

Mengidentifikasi Mengevaluasi daya Mengidentifikasi


variabel segmentasi tarik masing-masig konsep positioning
dan segmentasi pasar. segmen. yang menguntungkan
Mengembangkan Memilih segmen- bagi masig-masig
bentuk segmen yang segmen yang segmen.
menguntungkan. menguntungkan. Memilih,
Gambar I- 1 Langkah Strategi pemasaran mengembangkan dan
mengkomunikasikan
I.3 Target Pasar
konsep positioning
Tugas manajemen pemasaran bukan hanya terbatas bagaimana menjual produk
yang dipilih.

perusahaan sebanyak mungkin (semaksimal mungkin). Namun lebih dari itu, yakni
bagaimana menjual produk perusahaan semaksimal mungkin dengan diiringi cara
pelayanan yang baik. Hal ini berguna dalam mengantisipasi faktor jangka panjang
yaitu dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan pelanggan yang pada akhirnya
dapat mempertahankan serta meningkatkan faktor penjualan.
Dalam menunjang hal tersebut di atas, memberikan pelayanan yang baik
kepada para pelanggan dan konsumen sangatkan diperlukan. Namun, bukanlan suatu
hal yang mudah untuk melaksanakannya, dikarenakan adanya faktor heterogenitas
pada konsumen. Hal ini terdiri dari sudut keinginan yang berbeda, kemampuan untuk
membeli produk, domisili, jumlah dan faktor lainnya.

5
Atas dasar keadaan demikian serta keinginan untuk dapat memberikan yang
terbaik pada pelanggan, maka perlu di antara konsumen yang berjumlah banyak dan
beraneka ragam tersebut perlu dipilih sebagian untuk dijadikan sebuah target pasar.
Untuk menentukan konsumen yang akan dijadikan target pasar, maka pasar
yang ada perlu diabgi atas beberapa segmen tertentu. Hal ini disebabkan bahwa di
setiap pasar, konsumen mempunyai kebutuhan yang berbeda, pola pembelian dan
pendapatan yang berbeda serta tanggapan yang berbeda untuk setiap kebijaksanaan
pemasaran yang diterapkan.
Pada dasarnya segmentasi pasar ini dapat dilakukan atas dasar :
1. Faktor demografi seperti : umur, kepadatan penduduk, jenis kelamin, agama,
pendidikan, tingkat penghasilan dan sebagainya.
2. Faktor sosiologis, seperti : kelompok budaya, kelas-kelas sosial dan sebagainya.
3. Faktor psikologis/psikografis seperti : kepribadian, sikap, manfaat produk yang
diinginkan, dan sebagainya.
Atas dasar segmentasi pasar ini akan dapat ditetapkan segmentasi pasar
tertentu yang akan dijadikan sebagai target pasar perusahaan. Dengan melakukan
segmentasi pasar, ada beberapa manfaat yang mungkindiraih perusahaan, antara lain:
1. Perusahaan dapat membandingkan segmen pasar yang terbaik bagi perusahaan,
yaitu dengan memperhatikan kemampuan perusahaan serta segmen pasar yang
sudah jenuh dan potensi saingan.
2. Perusahaan dapat menyesuaikan kegiatan promosi dan kegiatan lainnya sesuai
dengan kebutuhan masing-masing segmen pasar.
3. Perusahaan dapat memperoleh masukan yang dapat digunakan untuk menyusun
kebijaksanaan pemasaran.
Pada dasarnya segmen pasar yang belum dilayani atau terlayani secara
maksimal dan sesuai dengan karakteristik perusahaan merupakan pasar yang potensi
untuk dimasuki. Oleh karen itu perlu diambil tindakan-tindakan sebagai berikut :
1. Menyelidiki luas dan potensi setiap segmen pasar yang hendak dimasuki.
2. Menyelidiki atribut yang diutamakan untuk setiap segmen pasar.
3. Menyelidiki potensi setiap produk yang sama di pasar.
4. Menyelidiki segmen pasar mana yang mungki untuk dilayani perusahaan.
5. Meneliti karakteristik pasar yang dianggap potensial untuk dilayani berkaitan
dengan aspek demografis, geografis dan psikografis.
Kegiatan segmentasi pasar akan berlangsung dengan baik, jika berlaku hal-hal
sebagai berikut:
1. Secara kuantitatif informasi mengenai karakteristik konsumen mungkin
diperoleh.
2. Cukup menguntungkan bagi perusahaan dari segmen pasar yang dipilih.
3. Sedapat mungkin perusahaan dapat memusatkan program pemasaran pada
segemen pasar yang dipilih.

6
Jika suatu perusahaan memutuskan untuk memasuki suatu pasar, maka ada
beberapa kemungkinan strategi yang bisa diterapkan, yaitu :
1. Undifferentiated Marketing
2. Differentiated Marketing
3. Concentrated Marketing

I.3.1 Undifferentiated Marketing


Merupakan suatu stragtegi dengan cara memasarkan satu jenis produk
untuk semua pembeli. Dalam strategi ini yang dianggap penting adalah
kesamaan kebutuhan setiap pembeli bukan pada perbedaanya. Oleh karena itu
kebijaksanaan pemasaran dirancang untuk penjualan missal. Sehingga seiring
dengan penjulan yang terus meningkat itu, maka biaya pemasaran dan operasi
akan menurun. Itu berarti pada dasarnya ditunjukkan pada segmen pasar yang
paling luas. Dan jika prusahaan yang lain menggunakan cara yang sama untuk
menguasai pasar, maka akan terjadi persainagan yang sangat keras.

I.3.2 Differentiated Marketing


Suatu strategi dapat memasuki pasar dengan memilih pasar tertentu
sebagai target dan berusaha untuk melayani kebutuhan pasar yang akan
dilayani kebutuhannya secara baik. Hal ini mengingat terbatasnya kemampuan
perusahaan. Sehingga dengan terkonsentrasinya sumber daya diharapkan
pelaksanaan kegiatan pemasaran akan lebih terarah untuk menghasilkan
volume yang terus berkembang.

I.3.3 Concentrated Marketing


Dengan cara ini perusahaan berusaha melayani pasar yang
terkonsentrasi. Untuk itu dipilih satu segmen paar yang akan dilayani
kebutuhannya secara baik. Hal ini mengingat terbatasnya kemampuan
perusahaan. Sehingga dengan terkonsentrasinya sumber daya diharapkan
pelaksanaan kegiatan pemasaran akan lebih terarah untuk menghasilkan
volume yang terus berkembang.

7
BAB II
HASIL PENJUALAN

II.1 PRODUK/JASA
II.1.1 Taff LED Bulb
Bohlam adalah jenis lampu yang paling popular dan menjadi pilihan
banyak orang untuk menerangi ruangan mereka baik di rumah ataupun
tempat lainya. Jenis bohlam pun semakin beragam seiring perkembangan
jaman. Bohlam yang sangat popular saat ini adalah bohlam LED karena
memiliki banyak kelebihan. Banyaknya produsen yang memproduksi bohlam
LED membuat beberapa produsen membuat inovasi lain dengan menawarkan
Taff LED Bulb.

Selain dapat digunakan sebagai penerangan untuk ruangan Light Plus


LED Bulb memiliki kelebihan lain yaitu dapat digunakan sebagai lampu
darurat (emergency lamp) karena Light Plus LED Bulb mempunyai baterai
yang dayanya dapat digunakan apabila tidak ada suplai daya listrik dari PLN.
Pada saat menggunakan baterai Light Plus LED Bulb memiliki daya tahan
selama 5-7 jam.

Fitur lain yaitu:

a. Hemat Energi
Sama seperti lampu LED lainnya Light Plus LED Bulb pun hemat energi
karena memakai daya (Watt) yang kecil. Akan lebih terasa saat membayar
hemat tagihan listrik apabila semua lampu ruangan di rumah diganti
dengan Light Plus LED Bulb akan lebih terasa hemat saat membayar
tagihan listrik.

b. Menghasilkan Cahaya yang Terang dan Lembut


Hanya dengan lampu 5 Watt dapat menghasilkan 560 lumens. Walapupun
cukut tetapi tetap membuat mata kita nyaman.

II.1.2 Kenika Rechargeable Flashlight


Sama halnya dengan Light Plus LED Bulb, Kenika Rechargeable
Flashlight menggunakan lampu LED tetapi memiliki fungsi yang berbeda.
Fungsi utama dari Kenika Rechargeable Flashlight sebagai lampu sorot atau
lampu penerangan yang dapat digunakan untuk aktivitas malam hari mulai
dari kegiatan yang biasa dilakukan oleh masyarakat sampai pekerja pada
proyek atau pun pembangkit listrik lainya yang menuntut untuk bekerja pada
malam hari. Sekali pengsian daya Kenika Rechargeable Flashlight dapat
digunakan selama 4,5 jam.

8
II.2 TARGET PENJUALAN
a. Masyarakat
Target pasar yang akan ditawarkan untuk produk Light Plus LED Bulb salah
satunya adalah Masyarakar baik pria maupun dengan kisaran usia diatas 25 tahun
atau yang sudah berkeluarga dan mempunyai hunian pribadi. Target konsumen
dari kalangan bawah sampai kalangan atas karena harganya terjangkau bagi
semua kalangan.

b. Kontraktor Rumah
Penyedia jasa pembangunan perumahan biasanya memerlukan lampu untuk
dipasang pada hunian yang telah meraka bangun, tergantung batasan dan
perjanjian dari proyek yang mereka jalankan. Kami memilih penyedia jasa
pembangunan perumahan karena melihat peluang yang cukup besar karena
perumahan yang baru selesai dibangun memerukan jumlah lampu yang cukup
banyak untuk digunakan sebagai penerangan.

c. Perusahaan
Perusahaan seperti pembangkit listrik, kontaktor dan perusahaannya lainnya yang
secara tidak langsung menuntut para pekerjanya untuk bekerja pada malam hari
karena Kenika Rechargeable Flashlight dapat digunakan sebagai penerangan
untuk membantu aktivitasnya.

d. Pedagang Makanan (malam hari)


Pedagang makanan yang dimaksud disini adalah pedagang makanan keliling yang
biasa menjajakan makannanya pada malam hari. Tentunya Light Plus LED Bulb
atau Kenika Rechargeable Flashlight dapat digunakan untuk penerangan pada saat
mereka berjualan.

II.3 PROSES PENJUALAN


Metoda promosi dan penjualan yang kami manfaatkan antara lain:

a. Personal Selling
Pendekatan yang dilakukan yaitu dengan memperkenalkan dan menawarkan
produk secara langsung agar konsumen dapat mengetahui kualitas serta kelebihan
Light Plus LED Bulb dibandingkan dengan produk sejenisnya, selain itu dengan
penjualan secara langsung kami dapat menjelaskan lebih detail bagaimana cara
pemasangan Light Plus LED Bulb yang benar dan kami berharap cari ini
merupakan salah satu nilai tambah dari proses penjulan kami dan dapat menarik
minat dari konsumen untuk membeli produk.

b. Penjualan secara Online / Dropshipper


Teknologi yang semakin berkembang dapat mempermudah proses penjualan
produk antara lain menggunakan bantuan pihak ketiga seperti bukalapak,
tokopedia dan lainnya. Metode penjualan secara online tidak memerlukan modal
yang besar, kami hanya perlu memasukan gambar dan deskripsi dari produk yang
akan dipasarkan. Keuntungan lainnya adalah kami dapat memasarkan produk

9
dengan ruang lingkup yang lebih besar (Se-Indonesia). Kami menerapkan sistem
pre-order atau dropship pada proses penjualan secara online yang bertujuan agar
modal yang dikeluarkan lebih efisien, dengan kata lain kami tidak memerlukan
banyak stock Light Plus LED Bulb sebagai modal produk, hal ini dapat
menurunkan resiko penumpukan produk yang tidak laku terjual.

Gambar II-2Ilustrasi Metode Penjualan secaa online

II.4 PENCAPAIAN INDIVIDU


Target penjualan yang harus dicapai oleh setiap anggota adalah berupa 3
buah TFT LED Bulb dan 2 buah Kenika Rechargeable Flashlight. Berikut
pencapaian masing-masing individu. Dimana harga modal untuk masing-masing
produk adalah Rp.60.000 untuk TFT LED Bulb dan Rp.150.000 untuk Kenika
Rehargeable Flash light.

II.4.1 Lutfhi Arif Fadillah


Jenis Produk Harga Satuan Jumlah Terjual Total Harga
Taff LED Bulb Rp.75.000,- 2 Rp.150.000,-
Kenika RF Rp.200.000,- 2 Rp.400.000,-
Total Harga Rp.550.000,-
Total Keuntungan Rp.130.000,-

II.4.2 Muhammad Hanifa


Jenis Produk Harga Satuan Jumlah Terjual Total Harga
Taff LED Bulb Rp.75.000,- 5 Rp.375.000,-
Kenika RF Rp.200.000,- 1 Rp.200.000,-
Total Harga Rp.575.000,-
Total Keuntungan Rp.125.000,-

II.4.3 Setiawan Akbar


Jenis Produk Harga Satuan Jumlah Terjual Total Harga
Taff LED Bulb Rp.75.000,- 1 Rp.75.000,-
10
Kenika RF Rp.200.000,- 2 Rp.400.000,-
Total Harga Rp.475.000,-
Total Keuntungan Rp.115.000,-
II.4.4 Ade Iboy
Jenis Produk Harga Satuan Jumlah Terjual Total Harga
Taff LED Bulb Rp.75.000,- 4 Rp.300.000,-
Kenika RF Rp.200.000,- 1 Rp.200.000,-
Total Harga Rp.500.000,-
Total Keuntungan Rp.110.000,-

II.5 PENCAPAIAN GROUP


Jenis Produk Harga Satuan Jumlah Terjual Total Harga
Taff LED Bulb Rp.75.000,- 14 Rp.900.000,-
Kenika RF Rp.200.000,- 6 Rp.1.200.000,
-
Total Harga Rp.2.100.000,
-
Total Keuntungan Rp.480.000,-

II.6 KENDALA PENJUALAN


Pada proses pelaksanaan penjualan Light Plus LED Bulb tentunya memiliki
beberapa kendala antara lain:

a. Agak sulit melakukan penjualan Light Plus LED Bulb (emergency lamp)
secara langsung di sekitar Kota Bandung dan Cimahi yang notabene ruang
lingkup tersebut suplai daya listriknya hampir 100% terpenuhi oleh PLN dan
jarang dilakukan pemadaman listrik. Karena nilai lebih dari Light Plus LED
Bulb yaitu dapat digunakan sebagai emergency lamp mungkin lebih sulit
untuk menjual produk pada masyarakat di kota besar dibandingkan dengan
masyarakat di kota-kota yang lebih kecil karena di kota-kota besar khususnya
di pulau Jawa jarang dilakukan pemadaman listrik.
b. Metode penjualan secara online masih kurang maksimal dikarenakan banyak
penjual lain yang menjajakan produk Light Plus LED Bulb dan Kenika
Rechargeable Flashlight dengan harganya sangat bersaing antara satu dengan
penjual lainnya.
c. Nama besar seperti Philips atau Osram sudah sangat dipercaya oleh sebagian
masyarakat walaupun Light Plus LED Bulb mempunyai kelebihan lain
sebagai lampu darurat tetapi masyarakat lebih tertarik dengan nama-nama
produsen yang sudah memiliki nama baik.

11
d. Penjual Kenika Rechargeable Flashlight agak sulit karena link ke
perusahaannya yang membutuhkan lampu penerangan seperti Kenika
Rechargeable Flashlight masih kurang. Tidak terprediksi juga sebelumnya
bahwa yang membeli produl Kenika Rechargeable Flashlight meyoritas
adalah masyarakat disekitar rumah dan kampus kami.

II.7 PENGALAMAN (LESSON LEARNED) INDIVIDU

II.7.1 Lutfhi Arif Fadillah


Pengalaman dari kegiatan selling project ini adalah bahwa pada
dasarnya untuk memulai sebuah usaha tidak selalu membutuhkan modal uang
yang sangat besar. Hal yang menjadi modal paling mendasar untuk menjadi
seorang wirausaha adalah kemauan yang kuat.

Kunci utama dari kegiatan selling project ini adalah soft skill
komunikasi yang baik, pelayanan yang baik terhadap konsumen dan kualitas
produk yang baik. Hal yang paling menarik dalam kegiatan selling project ini
adalah bagamana caranya untuk menarik minat konsumen agar membeli
produk yang sedang dipasarkan atau dipromosikan. Sekali lagi, bahwa
kecakapan berkomunikasi adalah hal yang teramat penting, dengan
komunikasi dan pelayanan yang baik terhadap konsumen, maka konsumen
akan percaya bahwa produk yang sedang dipasarkan mempunyai kualitas
yang baik dengan harga yang dapat bersaing dengan produk sejenis yang
dijual dipasaran.

Dalam prosesnya, penolakan dari calon pembeli terhadap produk yang


saya tawarkan sering saya alami, tentunya dengan berbagai alasan, baik itu
karena produk yang saya jajakan tidak sesuai kebutuhan, dinilai terlalu
mahal, ataupun karena cara saya dalam menawarkan sebuah produk kurang
bisa meyakinkan calon pembeli. Namun hal tersebut merupakan proses
pembelajaran bagi saya, agar bisa lebih baik lagi dalam menawarkan produk
yang akan dijual. Selain itu proses penolakan itu juga menjadi cambuk bagi
saya agar tidak cepat menyerah dan terus berusaha. Seiring berjalannya
waktu rasa percaya diri saya terus bertambah tinggi dan mengetahui
bagaimana cara berkomunikasi khususnya saat menawarkan sebuah produk.
Selain itu, saya dapat lebih menahami karakteristik dari setiap konsumen dan
mulai memahami bagaimana cara untuk membangun kepercayaan pada
konsumen.

Jika kepercayaan konsumen sudah diperoleh, maka ini akan menjadi


media yang baik untuk keberlangsungan bisnis. Karena tentunya konsumen
akan merasa puas terhadap kualitas produk yang dipasarkan dan sehingga

12
bisa saja membeli kembali produk yang kita pasarkan ataupun
merekomendasikan produk kita ke calon konsumen yang lain.

Kegiatan Selling Project ini memberikan pengaruh yang cukup


signifikan terhadap sudut pandang saya terhadap bisnis. Pengalaman yang di
dapat membuat saya yakin bahwa berbisnis itu tak sesulit yang dibayangkan
jika kita memiliki keinginan yang kuat dan diiringi dengan ikhtiar yang baik.
Sehingga pada akhirnya kegiatan selling project ini menjadi salah satu opsi
wirausaha yang sangat baik untuk dijalani saat ini.

II.7.2 Muhammad Hanifa


Pengalaman dan cara pandang yang saya dapatkan pada saat kegiatan
selling project ini adalah untuk memulai berwirausaha di bidang yang sesuai
dengan apa yang saya itu memang perlu niat dan usaha yang lebih kuat
karena modal yang dibutuhkan lebih besar. Awalnya beranggapan apabila
ingin memulai usaha itu memerlukan modal berupa uang yang sangat besar,
tetapi setelah tahu celahnya saya dan rekan-rekan mencoba berwirausaha
ternyata modal tidak selalu berupa uang tetapi dapat berupa relasi. Dengan
mencoba usaha sebagai reseller saya dan rekan-rekan dapat menambah
efisiensi pada saat berwirausaha terntunya dengan bantuan relasi dan media
online untuk membantu proses penjulan produk.

Pengalaman selanjutnya, yakni secara tidak sadari soft skill saya


bertambah baik karena proses penjualan secara langsung. Awalnya memang
saya sendiri ragu apakah produk yang tawarkan bisa diterima oleh konsumen
atau tidak tetapi setelah dicoba berulang kali ternyata konsumen dapat
menerima produk Taff LED Bulb dan Kenika Rechargeable Flashlight.
Seiring berjalannya waktu rasa percaya diri saya terus bertambah tinggi dan
mengetahui bagaimana cara berbicara khususnya saat menawarkan sebuah
produk yang lebih baik selain itu, saya dapat lebih menahami karakteristik
dari setiap konsumen dan cara membangun kepercayaan pada konsumen.

Walapun di waktu sebelumnya saya pernah mencoba berwirausaha,


tetapi pada proses selling project saya khususnya mendapatkan pengalaman
yang berbeda karena mencoba menawarkan produk yang sejalan dengan
apa yang kami pelajari di kampus, tentunya memang sulit, tetapi disetiap
langkah saya dan rekan-rekan selalu menemukan peluang dan celah lalu saya
pun merasa lebih tertantang dan bersemangat untuk serius berwirausaha
dengan bidang yang saya pelajari selama berada di bangku perkuliahan
tentunya tidak hanya menjual produk buatan orang lain tetapi produk buatan
saya sendiri.

II.7.3 Setiawan Akbar

Pengalaman yang saya peroleh dari selling project ini,

13
a. Dalam menjual produk secara langsung diperlukan pemahaman produk
yang cukup baik, karena target pembeli akan bertanya mengenai produk
yang kita jual. Jika kita tidak memiliki pemahaman produk yang baik
maka kita tidak dapat mempromosikan produk secara baik. Hal ini lah
yang saya pelajari pertama, bahwa dalam menjual suatu produk kita harus
benar-benar memahami produk tersebut.
b. Selain itu juga penting cara kita menawarkan produk kepada target
pembeli, dengan pembawaan yang baik dan meyakinkan kemungkinan
besar target akan tertarik membeli produk kita. Dengan selling project ini,
saya belajar bagaimana berhadapan dengan target pembeli. Setiap target
pembeli memiliki karakteristik yang berbeda-beda, dan kita harus bisa
menyesuaikan dengan karakteristik mereka.
c. Dalam melakukan penjualan secara langsung terkadang kita sering
mengalami penolakan, baik itu karena produk yang tidak sesuai dengan
kebutuhan target pembeli pada saat itu, maupun karena pembawaan saya
yang kurang meyakinkan. Meskipun kerap mengalami penolakan, saya
belajar untuk tidak cepat menyerah dan terus mengevaluasi diri.
d. Dalam metode penjualan secara online persaingan harga begitu ketat, hal
tersebut harus disiasati dengan memberikan beberapa keuntungan kepada
target pembeli, seperti harga grosir, diskon, gratis ongkos kirim.
e. Selain itu juga, yang saya pelajari bahwa kebutuhan seseorang terhadap
suatu barang terkadang datang dari suatu permasalahan, untuk itu maka
kita harus pandai memahami permasalahan yang sedang terjadi dan
menjadikan tersebut sebagai suatu peluang untuk memberikan solusi atas
permasalahan tersebut.

II.7.4 Ade Iboy

Dari pengalaman yang saya dapatkan setelah melakukan selling project


produk Taff LED Bulb banyak hal yang saya dapatkan. Memang pada awal
proses sebelum berjualan, saya cuma mengikuti tuntutan kuliah
kewirausahaan, dan terpaksa untuk menjalani selling project ini. Saya sering
melakukan reseller produk fashion maupun pembuatan desain grafis produk,
jadi dasar untuk cara berjualan mungkin bisa dibilang sudah cukup paham.
Ketika diminta selling project yang terkait dengan jurusan yang kita geluti,
agak sedikit khawatir di masalah pemasaran. Agak sedikit kebingungan
mengenai teknik pemasaran ini, apalagi produk yang kami tawarkan adalah
lampu Taff LED Bulb, bisa dibilang target pasarnya dari jenis produk ini

14
daerah daerah terpencil yang sering mati lampu. Karena keadaan kelompok
saya di bandung dan tidak memungkinkan ke daerah terpencil untuk
berjualan karena banyak kendala maka kami memutuskan untuk menjual
produk ini melalui online dan secara mouth to mouth.

Setelah persiapan semua telah siap, pada awal proses penjualan produk
lampu ini, banyak penolakan yang saya rasakan. Dari segi fungsi jika di jual
di kota besar seperti bandung ini tidak terlalu diperlukan, atau cara saya
berkomunikasi untuk menawarkan produknya yang kurang. Saya sendiri
memutuskan untuk membenarkan cara berbicara saya ketika berjualan baik
dari sikap, mengetahui benar jenis produk yang saya tawarkan, karakter
penjual maupun respon saya terhadap pembeli. Setelah memahami itu,
mencoba untuk berjualan kembali akhirnya beberapa produk laku untuk di
jual.

Dari kegiatan wirausaha ini, secara tidak langsung soft skill saya
bertambah, harus lebih tahu tentang produk yang kita tawarkan, memahami
pelanggan dan yang terpenting adalah bagaimana kita menyampaikan produk
yang kita tawarkan ke pembeli.

Perbedaan yang saya rasakan ketika berwirausaha produk yang sesuai


dengan basic jurusan kuliah daripada berwirausaha dengan produk di luar
jurusan kuliah, ada sedikit perbedaan. Hal yang paling terlihat adalah dari
segi percaya diri, karena saya dari jurusan teknik energi yang ada erat
kaitannya dengan kelistrikan menjual produk kelistrikan seperti lampu ini
jadi ada point plus tersendiri jika berhadapan langsung dengan pembeli, hal
yang kedua adalah lebih mengerti tentang produk itu sendiri, dari segi bahan
pembuatnya dan karakteristik lampu nya

15
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

III.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang diperoleh dari kegiatan selling project ini adalah sebagai berikut ;

a. Kegiatan Selling Project merupakan kegiatan yang sangat positif untuk


menumbuhkembangkan jiwa berwirausaha pada mahasiswa. Dimana pada
prosesnya banyak cara yang bisa dilakukan seperti, reseller, konsinyasi,
dropshipper, dan yang lainnya, dan tidak serta merta kegiatan ini membutuhkan
modal yang besar.
b. Pada Prosesnya kami melakukan proyek penjualan, dengan menjual dua buah
produk, yakni Taff Led Bulb dan Kenika Rechargeable Flashlight, dimana kami
berhasil menjual produk tersebut masing-masing sebanyak buah, dengan
keuntungan yang didapat adalah sebesar Rp. 480.000,-.
c. Hal yang menjadi modal utama dalam kegiatan selling project ini selain
tentunya modal uang adalah komunikasi dan relasi. Komunikasi yang baik serta
relasi yang luas akan mempu mempercepat tumbuhnya bisnis. Bisnis bukan
tanpa tanpa tantangan dan resiko. Tantangan dan resiko pastilah ada, namun
dalam bisnis hal tersebut merupakan jalan menuju kesuksesan.

III.2 SARAN
a. Kegiatan selling project / matakuliah kewirausahaan sebaiknya dilaksanakan
pada semester awal. Sehingga mahasiswa memiliki waktu yang cukup banyak
untuk mencoba mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Karena tak
bisa dipungkiri prospek dari mahasiswa setelah lulus kuliah dari polban adalah
kerja. Kemudian ketika bekerja waktu untuk melakukan kegiatan wirausaha
akan semakin sedikit karena tuntutan pekerjaan, sehingga ilmu yang didapat
pada kegiatan selling project ini tidak terlalu bisa diaplikasikan dengan baik.
b. Barang/jasa/prodak yang dijual sebaiknya tidak dibatasi pada
Barang/jasa/prodak yang menjurus kepada program studi dari masing-mansing
mahasiswa. Karena hal itu akan menyulitkan mahasiswa dalam melakukan
agenda selling project ini. Perlu dipahami bahwa pokok/inti dari kegiatan selling
project ini adalah menumbuh kembangkan softskill mahasiswa dalam
berwirausaha.

16
DAFTAR PUSTAKA

1. Larsen Nynne. 2010. Market Segmentation. Aarhus School of Business


2. http://smallbusiness.chron.com/undifferentiated-marketing-20797.html (diakses 06
April 2017 pukul 20.03 WIB)
3. http://www.infoentrepreneurs.org/en/guides/create-your-marketing-strategy/
(diakses 06 April 2017 pukul 20.13WIB)

17
LAMPIRAN

18