Anda di halaman 1dari 6

SOAL K3 POM

1. Sebutkan 5 unsur kecelakaan tambang dan jelaskan mengapa ke 5 unsur


tersebut harus terpenuhi oleh suatu kecelakaan untuk dikategorikan
sebagai kecelakaan tambang, serta kecelakaan tambang yang bagaimana
yang harus dilaporkan segera kepada kepala inspectur tambang (KAPIT)
Jawab :
Sesuai KepMen PE no 555K/26/M.PE/1995 pasal 39
- Kelima unsur kecelakaan sebagai berikut:
1. Benar-benar terjadi
2. Mengakibatkan cidera pekerja tambang atau orang yang diberi
izin oleh Kepala Teknik Tambang
3. Akibat kegiatan usaha pertambangan
4. Terjadi pada jam kerja pekerja tambang yang mendapat cidera
atau setiap saat orang yang diberi izin
5. Terjadi di dalam wilayah kegiatan usaha pertambangan atau
wilayah proyek.
- Kecelakaan tambang yang bagaimana yang harus dilaporkan
segera kepada kepala inspectur tambang (KAPIT) :
Berdasarkan Kep. MPE No. 555k tahun 1995 pasal 41 ayat (3)
apabila terjadi Kecelakaan berakibat cidera Berat atau Mati
maka KTT harus sesegera mungkin memberitahukan kepada
KAPIT

2. Suatu ketika ada seorang karyawan yang mengalami kecelakaan dimana


sendi tangannya terlepas. Karyawan tersebut tanpa melapor ke
atasannya, langsung pergi ke tukang pijat untuk menyembuhkannya.
Keesokan harinya ybs dapat kembali bekerja dengan normal. Apa tindakan
anda sebagai seorang pengawas Madya?
Jawab :

Berdasarkan pasal 40 Kep.MPE No. 555k tahun 1995,


kecelakaan yang mengakibatkan lepasnya persendian
(pertamakali) masuk dalam kelas kecelakaan / cidera berat
dan wajib sesegera mungkin dilaporkan oleh KTT kepada
KAPIT. Jika ada karyawan yang tidak melaporkan
kecelakaan, berarti kita sebagai pengawas madya tidak
mendapatkan informasi lengkap tentang kejadian tersebut
sehingga rekomendasi pencegahan kecelakaan tidak
dapat dibuat atau kurang lengkap; kemungkinan
terulangnya kecelakaan serupa akan semakin besar
terjadi. Terhadap si korban, sebaiknya kita panggil untuk
diberikan arahan tentang manfaat/pentingnya pelaporan
insiden yang terjadi ditempat kerja ~ Jika memang
dianggap perlu, untuk mencegah terulangnya perilaku
tidak melaporkan insiden tsb, kita berikan
sanksi/peringatan sesuai ketentuan perusahaan yang
berlaku.
3. Jelaskan bagaimana cara untuk menentukan/mengkalkulasi nilai
(score)penentuan resiko, mengapa dilakukan penilaian resiko tersebut
serta bagaimana hirarki pengendaliannya?
Jawab :
Tingkat resiko dapat diukur berdasarkan matriks tingkat
kemungkinan dan tingkat akibat. Atau dapat juga diukur dengan
pembuatan scoring hasil perkalian atau penjumlahan score
tingkat kemungkinan, tingkat akibat dan atau tingkat
keterpaparan. Dibawah ini tabel penentuan tingkat resiko:
TABEL LEVEL RESIKO:

EXPOSURE PROBABILITY CONSECQUENCE Score & Level


(E/F) (P/L) (C/S) Risk (E x P x C)
Continuously Almost Certain Catastrophic Extreme
10 1,0 20 >20
Frequency Likely Major High
6 0.6 10 >10
Occasionally Possible Moderate Moderate
3 0.3 5 3-10
Infrequently Unlikely Minor Low
2 0.1 2 <3
Rarely Rarely Insignificant
1 0.05 1

AKIBAT
Sangat Kecil Kecil Sedang Besar Bencana
KEMUNGKINAN
1 2 3 4 5
A E
(Hampir Pasti) H H E E

B H
(Sangat Mungkin) M H E E

H
C
(Mungkin) L M E E

D M
(Hampir Tidak Mungkin) L L H E

E M
(Jarang) L L H H

4. Dalam pengelolaan pengendalian resiko (Manage Control of Risk) dikenal


istilah Terminate, Treat, Tranfer, dan Tolerate, dari keempat tersebut yang
paling baik sebagai prioritas dan mana yang paling mungkin/banyak di
pertambangan? Jelaskan dan berikan contohnya pada tempat kerja
saudara?
Jawab :
Cara yang paling baik adalah TERMINATE karena dengan cara ini
resiko dari bahaya tersebut bisa hilang sehingga kemungkinan
terjadinya kecelakaan sangat kecil atau tidak ada. Yang paling
sering dilakukan ditempat kerja adalah cara TREAT karena dengan
cara ini kita berupaya untuk menurunkan tingkat resiko bahaya
ketingkat yang lebih rendah dengan cara/biaya yang reasonable

5. Dalam melakukan investifigasi kecelakaan untuk menentukan penyebab


kecelakaan dan pengumpulan bukti-bukti yang dikenal dengan istilah 4P
kemudian dilakukan analisis. Sebutkan dan jelaskan apa yang dimaksud
4P tersebut? Serta jelaskan apa penyebab dasar serta contoh dari suatu
kecelakaan?
Jawab :

1. Position; Posisi korban, alat, Jalan, dll


2. People; SaksiLangsungdanSaksiTakLangsung
3. Part; Bagian alat yang tidak berfungsi atau rusak
4. Paper; Dokumen-dokumen yang diperlukan berkaitan dengan kasus kecelakaan
Penyebab dasar :

6. Pada suatu hari saudara sebagai pengawas operational madya (POM)


diminta didelegasikan dari KTT untuk menandatangani ijin kerja khusus
(Work Permit) untuk pekerjaan itu (resiko tinggi), sebelum
menandatangani kerja tersebut apa yang anda lakukan?jelaskan dan
berikan contoh pekerjaan yang memerlukan ijin tersebut?
Jawab :
Yang akan saya pastikan adalah :
1. Memastikan yang melakukan pekerjaan tersebut orang yang
tepat/ahli dibidangnya
2. Memastikan memakai peralatan kerja yang tepat dengan jenis
pekerjaan tersebut
3. Memastikan adanya pengawas yang mengawasi pekerjaan
tersebut
4. Memastikan APD pekerja ketika melakukan pekerjaan tersebut
5. Memastikan adanya JSA/SOP untuk pekerjaan tersebut
6. Memastikan adanya ERT (emergency respon team)
Contoh pekerjaan yang memerlukan izin :
1. Bekerja di ruang terbatas (Confine Space)
2. Bekerja berhubungan dengan panas (Hot Work)
3. Bekerja melakukan penggalian dan pembuatan parit
(Excavating & Trenching)
4. Bekerja dengan listrik tegangan tinggi (High Voltage)

7. Pada saat terjadi keadaan darurat pada suatu daerah, siapa yang
bertindak mengarahkan team OSC, dan jelas apa yang harus dilakukan
oleh OSC, mengapa harus dibuat keadaan darurat dibuat kategori (satu,
dua,dan tiga)? Serta fasilitas apa saja yang terdapat diruang khusus
keadaan darurat (Minimal) agar team OSC keadaan darurat dapat bekerja
optimal?
Jawab :
- KTT atau petugas/orang yang memiliki jabatan tertinggi
disuatu lokasi tempat kerja.
- Keadaan darurat harus dibuat kategori karena bertujuan untuk
menentukan skala prioritas penanggulangannya ~ sehingga
respon yang dilakukan menjadi efektif
- Fasilitas yang ada adalah :
1. Peta, Foto, Sketsa Lokasi Kerja
2. Papan Tulis/White board + ATK
3. Jam dinding
4. Alat komunikasi (telpon, Fax, Email, HT, SSB)
5. Prosedur tertulis Manajemen Krisis
6. Nama & Call Number personil ERT, EMT dan CMT

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kejadian berbahaya?berikan contoh


kejadian berbahaya yang mungkin terjadi pada area yang menjadi
tanggung jawab saudara, dan apa yang anda lakukan pada kejadian
tersebut?
Jawab :
Kejadian bahaya adalah : suatu kondisi atau keadaan yang
dapat membahayakan jiwa atau terhalangnya produksi.
yang akan saya lakukan pada kejadian tersebut adalah
melakukan insfeksi di area kejadian, melakukan pendataan
dan perbaikan atau menghilangkan potensi berbahaya agar
tidak terjadi kecelakaan yang dapat mengakibat banyak
kerugian.

Tabung gas meledak,


Pit longsor

9. Bagaimana caranya mencegah agar HD/DT yang melakukan penimbunan


tanah penutup di area dumping tidak terperosok atau terguling/terbalik?
Jawab :
1. Membuat batas aman area dumping sampai cress
disposal
2. Penanganan material lumpur yang benar (dicover dengan
material yang bagus)
3. Kemiringan dan drainase area disposal
4. Road mantenance di area disposal yang baik
5. Adanya pengawas di area kerja tersebut

10.Pertemuan K3 adalah suatu media untuk menyelesaikan masalah K3, agar


tersebut menjadi efektif ada factor factor yang
menentukan/mempengaruhi. Jelaskan masing-masing factor tersebut?
Jawab :
1. Persiapan
2. Pelaksanaan : meliputi 3 hal yaitu
- Presentasi : Bahan-bahan yang akan di bahas
dalam pertemuan K3 tersebut.
- Visualisas : bisa berbentuk slate, foto-foto, alat
peraga dll
- Partisipasi : orang yang hadir dalam pertemuan K3
tersebut
3. Evaluasi : tindak lanjut dari hasil pertemuan K3

11.Kampanye K3 (safety promation) adalah salah satu element dari safety


management, apa yang saudara ketahui dengan kampanye K3 tersebut,
serta berikan contohnya?
Jawab :
Kampanye K3 adalah bentuk dari salah satu program K3
agar para karyawan atau pekerja dapat sadar akan
pentingnya K3 di area kerja, kampanye K3 dapat juga
berbentuk dalam suatu perlombaan-perlombaan K3, baliho
yang dipasang di kantor-kantor, atau spanduk-spanduk
sehingga diharapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan
tersebut dapat memberikan arti yang positip dalam
program2 K3.

12.Dalam kegiatan tambang khususnya pada pengelolaan/laboratorium dan


penggunaan limbah bahan beracun berbahaya (B3)sehingga pekerja yang
bekerja tersebut sangat mungkin terpapar terhadap B3 tersebut,
bagaimana caranya pekerja terpapar terhadap limbah B3? Dan bagaimana
cara cara pencegahan agar tidak terpapar?
Jawab :
Cara pekerja terpapar terhadap limbah B3
a. Lewat saluran pernapasan : seperti terhirup gas H2S
b. Lewat saluran pencernaan : seperti terminum thinner
c. Lewat kontak kulit : seperti terpercik atau terkena
H2SO4

Pencegahan agar tidak terpapar :

1. pekerjaan dikerjakan oleh ahlinya,atau orang yang


mengerti dengan pekerjaan tersebut.
2. Membuat atau menempelkan dan mensosialisakan MSDS
(Material safety data sheet)dari product yang dipakai
sehingga pekerja mengetahui cara pakai dari material
yang digunakan.
3. Memakai perlatan yang sesuai dengan speksifikasi
pekerjaan tersebut.
4. Memakai APD

13.Karakteristik kegiatan pertambangan mineral dan sangat komplek dan


salah satu padat modal dan memerlukan waktu pengembalian modal yang
panjang pula sesuai . Jelaskan pengertian pertambangan sesuai dengan
UU no 4 tahun 2009

Jawab :
Pertambangan adalah : sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam
rangka penelitian, pengelolaan, dan pengusahaan mineral atau batubara
yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi,
penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan,
serta kegiatan pascatambang.

14.Pengawasan terhadap aspek teknis pertambangan pada iup mulai dari iup
eksplorasi sampai iup produksi. Jelaskan pengawasan pada saat iup
eksplorasi?

Jawab :

Sesuai dengan PP 55 tahun 2010

a. Pelaksanaan kaidah teknis dan standart eksplorasi yang baik


b. Tata cara perhitungan sumber daya dan cadangan
c. Perencanaan dan pelaksanaan eksplorasi area indikasi dan area
prospek meliputi pemetaan geologi regional/lokal, pengambilan sample
15.Pengawasan terhadap aspek teknis pertambangan pada iup mulai dari iup
eksplorasi sampai iup produksi. Jelaskan pengawasan pada saat iup
produksi?

Jawab :

a. Perencanaan dan pelaksanaan kontruksi termasuk pengujian alat


pertambangan
b. Perencanaan dan pelaksanaan pertambangan
c. Perencanaan dan pelaksanaan pengolahan dan pemurniaan
d. Perencanaan dan pelaksanaan pengangkutan dan penjualan

16.Sebutkan komposisi pejabat Emergency Response Team, ERT dari suatu


perusahaan!
Jawab :
1. ERT Leader
2. Personil Emergency
3. Paramedis dan atau Dokter perusahaan
4. Security and Fire Brigade