Anda di halaman 1dari 5

Laporan Audit Energi Pompa

1. TUJUAN

Setelah melakukan praktikum mahasiswa diharapkan dapat :


a. Menjelaskan prinsip kerja pompa
b. Menjelaskan alat ukur yang diperlukan untuk pengukuran kinerja pompa
c. Melakukan pengukuran pada pompa
d. Menginterpretasi data pengukuran pompa
e. Menampilkan profil energi pompa
f. Menghitung kinerja pompa
g. Mencari peluang penghematan pada pompa
h. Melaporkan hasil audit pompa

2. LATAR BELAKANG
Pompa merupakan salah satu jenis mesin fluida yang dapat memindahan fluida
melalui pipa dari suatu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya,
pompa mengubah energi gerak poros untuk mengerakan sudu-sudu menjadi
gerak kemudian menghasilkan fluida bertekanan. Pompa bekerja sesuai dengan
kebutuhan, sehingga perlakuan pada pompa akan mempengaruhi kinerjanya.

Bukaan katup menjadi parameter pemenuhan kebutuhan air dan proses


penghematan energi pada sistem pompa. Karena perubahan debit dengan
pengaturan bukaan katup air akan mempengaruhi putaran impeller yang
mengakibatkan perubahan tekanan pada impeller yang dipengaruhi oleh
perubahan debit air. Perubahan tekanan tersebut akan mempengaruhi efisiensi
pompa tersebut.

Berdasarkan hukum afinitas perubahan putaran impeller berpengaruh terhadap


Debit air, Daya Listrik dan Head pada sistem pompa.

3. DASAR TEORI
Pompa adalah suatu alat atau mesin yang digunakan untuk memindahkan cairan dari suatu
tempat ke tempat yang lain melalui suatu media perpipaan dengan cara menambahkan energi
pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Pompa beroperasi
dengan prinsip membuat perbedaan tekanan antara bagian masuk (suction) dengan bagian
keluar (discharge). Oleh karena itu, pompa berfungsi mengubah tenaga mekanis dari suatu
sumber tenaga (penggerak) menjadi tenaga kinetis (kecepatan), dimana tenaga ini berguna
untuk mengalirkan cairan dan mengatasi hambatan yang ada sepanjang pengaliran. Berikut
ini sistem pompa secara umum :
Gambar 3.1. Sistem Pompa Air

Perputaran impeler pompa sentrifugal menghasilkan head. Kecepatan keliling


impeler berhubungan langsung dengan kecepatan perputaran batang torak. Oleh
karena itu variasi kecepatan putaran berpengaruh langsung pada kinerja pompa.
Parameter kinerja pompa (debit alir, head, daya) akan berubah dengan
bervariasinya kecepatan putaran. Oleh karena itu, untuk mengendalikan
kecepatan yang aman pada kecepatan yang berbeda- beda maka penting untuk
mengerti hubungan antara keduanya. Persamaan yang menjelaskan hubungan
tersebut dikenal dengan Hukum Afinitas :

Debit aliran (Q) berbanding lurus dengan kecepatan putaran (n)


Head (H) berbanding lurus dengan kuadrat kecepatan putarar (n)
Daya (P) berbanding lurus dengan kubik kecepatan putaran (n)

Sebagaimana dapat dilihat dari hukum diatas, penggandaan kecepatan putaran


pompa sentrifugal akan meningkatkan pemakaian daya 8 kalinya. Sebaliknya
penurunan kecepatan yang kecil akan berakibat penurunan pemakaian daya
yang sangat besar. Hal ini menjadikan dasar bagi penghematan energi pada
pompa sentrifugal dengan kebutuhan aliran yang bervariasi. Hal yang relevan
untuk dicatat bahwa pengendalian aliran oleh pengaturan kecepatan selalu lebih
efisien daripada oleh keran pengendali. Hal ini disebabkan keran menurunkan
aliran namun tidak menurunkan pemakaian energi pompa. Sebagai tambahan
terhadap penghematan energi, terdapat manfaat lainnya dari kecepatan yang
lebih rendah tersebut.
Umur bantalan meningkat. Hal ini disebabkan bantalan membawa gaya hidrolik
pada impeler (dihasilkan oleh profil tekanan dibagian dalam wadah pompa),
yang berkurang kira - kira sebesar kuadrat kecepatan. Untuk sebuah pompa,
umur bantalan sebanding dengan kecepatan pangkat tujuh ( n 7 ).
Getaran dan kebisingan berkurang dan umur seal meningkat selama titik tugas
tetap berada didalam kisaran operasi yang diperbolehkan.

A. KUALITAS DAYA
Kualitas daya yang dipasok ke sistem penggerak motor berkaitan dengan knerja
peralatan energi yang akan dioperasikan. Kualitas daya perlu dianalisa
khususnya ketidak seimbangan tegangan. Motor tiga fasa tidak toleran terhadap
tegangan tidak seimbang. Ketidakseimbangan tegangan akan mengakibatkan
aliran arus yang tidak merata antara fasa belitanya. Pengaruh tegangan tak
seimbang ini adalah pemanasan terhadap motor listrik dan rugi energi
meningkat. Dapat dilihat pada Gambar 3.2. pengaruhtegangan tak seimbang.

Gambar 3.2. Tegangan Tak Seimbang

Perhitungan Pada Pompa Air

= Efisiensi Pompa
= massa jenis [kg/m3] ; untuk air = 1000 kg/m3
Q = debit air [m3/s]
g = percepatan gravitasi [m/s2]
H = total head [m]

I = Arus (A)
V = Tegangan (V)
= faktor daya

4. ALAT UKUR
a. Voltmeter
b. Amperemeter
c. Wattmeter
d. Gelas Ukur
e. Stopwatch
f. Tachometer

5. PROSEDUR KERJA
1) Pastikan tangki terisi air
2) Periksa semua kedudukan alat ukur pada posisi yang benar
3) Pastikan Katup terbuka 100 %
4) Sambungkan sumber listrik seperti gambar 1.
a) Lakukan variasi bukaan katup hingga 25 %
b) Data diambil setiap 5 menit, data yang harus diambil adalah sebagai berikut:
Tegangan Input (V)
Arus Input (A)
Daya Pompa (W)
Faktor Daya
Bukaan Katup (%)
Debit air (m3/s)
Putaran poros (rpm)
c) Untuk mengakhiri pengujian matikan mesin dengan mematikan sumber listrik.

6. GAMBAR RANGKAIN

Gambar 6.1. Rangkaian Input Pompa

Gambar 5.3. Sistem Pompa Air

7. DATA

Data Dasar Pompa


Max Kapasitas Tegangan Frekuensi Daya Out
Jenis Pompa Total Head (m) Arus (A)
(m3/s) (V) (Hz) (w)
Sentrifugal 0.0005 30 1.4 220 50 125

Data Audit
WAKTU 5
BUKAAN DEBIT TEGANGAN DAYA
MENIT ARUS (A) COS Q
KATUP (%) (m3/s) (V) (Watt)
KE-
229.2 1.27 208 0.713
100
229.3 1.27 206 0.712
1 0.0004037
RATA
RATA 229.25 1.27 207 0.7125
229.1 1.3 233 0.755
75
228.8 1.29 225 0.76
2 0.0003953
RATA
228.95 1.295 229 0.7575
RATA
228.9 1.49 294 0.867
50
229.1 1.48 293 0.868
3 0.0002523
RATA
229 1.485 293.5 0.8675
RATA
4 25 1.789E-05 228.7 1.75 372 0.927
228.8 1.75 371 0.929
RATA
228.75 1.75 371.5 0.928
RATA

8. ANALISIS
Padaanalisis, praktikanmenghitung data nomor 2
untukkeempatbukaankatup/keran.Untuk mencari nilai n (kecepatan putaran)
dari hubungan debit (Q) berbandinglurusdengankecepatanputaran (n)

Daya Hidrolik pada percobaan


Bukaan katup 100%

= 53,691 w

Bukaan katup 75%

= 44,736 w

Bukaan katup 50%

= 11,835 w

Bukaan katup 25%

= 0,0504 w

1. Efisiensi Pompa

Bukaan Katup 100%


= 26,57%

Bukaan Katup 75%


= 21,20%

Bukaan Katup 50%


= 4,56%

Bukaan Katup 25%


= 0.00154 %

2. Analisi Parameter Hasil Pengukuran

Semakin kecil bukaan katup makan semakin besar p daya aktif dan Q yang di butuhkan
untuk mengoprasikan pompa begitu juga sebaliknya semakin besar bukaan katup maka
semakin kecil daya aktif dan Q yang di butuhkan untuk mengoprasikan pompa

Hubungan bukan katup berbanding terbalik dengan nilai dari cos p dan arusnya
Bukaan Katup berbanding lurus dengan debit semakin besar bukaan katup semakin besar
debitnya.

3. Profil Konsumsi Energi pada Pompa

Berdasarkan grafik diatas profil konsumsi energi pada setiap keadaan bukaan katup
menunjukkan bahwa semakin kecil bukaan katup maka semakin besar energi yang digunakan
pada pengoprasian pompa dan semakin besar bukaan katup maka konsumsi energi yang
digunakan relatif lebih rendah dari bukaan katup yang kecil.

5. Perbandingan Kinerja Pompa dengan Nameplate

Bukaan Efisiensi Efisiensi


Katup Namepalet Pompa Perhitungan (
(%) (%) %) Asumsi Cos p = 0.85
100 37.36
75 31.7 Perhitungan Efisiensi Nameplate
47.74
50 6.4
=47.74%
25 0.00179
Perbandingan kinerja pompa bukaan
100% dengan nameplate
= 78.94%

Perbandingan kinerja pompa bukaan 75% dengan nameplate


= 66.40%

Perbandingan kinerja pompa bukaan 50% dengan nameplate


= 13.40%

Perbandingan kinerja pompa bukaan 25% dengan nameplate


= 3.74 X 10-5%

6. Peluang Penghematan Energi / Cara Meningkatkan Kinerja Pompa


Penggunaan penggerak kecepatan variabelkarena apabila pengaturan dengan
kran, debit airnya saja yang berkurang tetapi konsumsi daya listriknya masih
tetap besar tidak turun ini sama-sama saja seperti penghambur hamburan daya
litrik dengan debit yang kecil
Apabila menggunakan konsep buka tutup kram agar efisiensinya relatif besar
maka katup pada kran di buka 100% agar daya input berbanding lurus dengan
banyak laju alirnya

9. KESIMPULAN
Pada percobaan bukaan katup 100% didapatkan efisiensi pompa sebesar 37.36%
Pada percobaan bukaan katup 75% didapatkan efisiensi pompa sebesar 31.70%
Pada percobaan bukaan katup 50% didapatkan efisiensi pompa sebesar 6.4%
Pada percobaan bukaan katup 25% didapatkan efisiensi pompa sebesar
0.00179%