Anda di halaman 1dari 3

SOP PAP SMEAR

Pengertian Pemeriksaan Pap Smear adalah satu cara


pemeriksaan sel serviks yang dapat mengetahui
perubahan perkembangan sel rahim, sampai mengarah
pada pertumbuhan sel kanker tumbuh lagi pada bagian
atas vagina setelah dilakukan operasi pengangkatan
rahim (histerektomi)
Tujuan Untuk medeteksi kanker servik dan perubahan sel
servik yang dicurigai dapat menimbulkan kanker.
Deteksi sel ini merupakan langkah awal menghidari
timbulnya kanker servik.

Prosedur 1. Persiapan
a. Persiapan alat
1) bak steril yang berisi:
a) Spekulum cocor bebek
b) Sarung tangan
c) Spatula ayre
d) Kaca objek (object glass)
e) Kapas dettol
f) Alkohol 95% (bahan fiksasi pada
tempatnya)
g) cytocrep/ bair spray.
h) Etika (label) dan pensil
i) Lampu sorot
j) Meja ginekologi
k) Larutan klorin 0,5%
l) Tempat sampah basah dan kering
b. Persiapan ruangan.
1) Ruangan tertutup, pintu serta jendela tertutup
2) Lampu sorot dinyalakan
c. Persiapan pasien
1) Pasien dalam keadaan siap untuk dilakukan
Pap smear
2) Tidak melakukan hubungan suami-istri 48
jam sebelum pengambilan lendir mulut rahim
3) Waktu yang paling baik untuk pengambilan
lendir adalah 2 minggu setelah menstruasi
4) Jangan menggukan pembasuh antiseptik atau
sabun antiseptik di sekitar vagina selama
72 jam sebelum pengambilan lendir
5) Pasien diminta untuk buang air kecil.
6) Pasien diminta untuk membuka pakaian
bawah.
7) Pasien dipersilahkan tidur di meja ginekolog.
8) Pasien tidur dalam posisi litotomi
9) Pasien saat pengambilan lendir, usahakan
otot-otot vagina rileks.
2. Pelaksanaan
a. Pasien dibaringkan dalam posisi litotomi,
b. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir.
c. Keringkan tangan dengan handuk bersih.
d. Gunakan sarung tangan dengan benar.
e. Bersihkan vulva dan perieum dengan kasa kering
f. Ambil spekulum cocor bebek (sesuaikan dengan
ukuran yang dibutuhkan) dengan tangan kanan
dan masukan ke dalam introitus vagina dengan
posisi lebar spekulum pada sumbu vertikal
(anteroposterior)).
g. Setelah ujung spekulum melewati introitus,
dorong spekulum sampai pangkalnya, kemudian
gagang spekulum diputar (90 derajat) ke arah
bawah.
h. Introitus vagina direngangkan dengan cara
membuka spekulum sedemikian rupa sehingga
lumen vagina, protio, dan froniks terlihat jelas,
kemudian spekulum dikunci pada posisi tersebut.
i. Ampil spatula ayre, kemudian ujung yang pendek
dimasukan ke dalam ostium uteri eksterna
sedalam 1-2 cm dan dilakukan usapan searah
jarum jam (diputar 360 derajat)
j. Bahan hasil usapan tadi segera difiksasi (dihapus)
pada object glass yang telah disediakan dengan
berikut:
a) Fiksasi basah dengan alkohol 95%
setelah sediaan selesai dibuat, sewaktu sekret
masih segar, masukan segera ke dalam
alkohol 95%. Setelah difiksasi selam 30
menit, sediaan dapat diangkat dan
dikeringkan atau dapat pula disimpan dalam
botol bersama cairan fiksasinya.
b) Fiksasi kering dengan hair spray
setelah sediaan selesai dibuat, sewaktu sekret
masih segar, semprotkan segera hair spray
pada kaca objek yang mengandung asupan
sekret tersebut. Dengan jarak kurang lebih
10-15 cm dari kaca objek, sebanyak 2 sampai
4 kali. Kemudian keringkan sediaan dengan
membiarkannya di udara terbuka selama 5-10
menit. Setelah kering sediaan siap dikirim ke
laboratorium sitologi.
k. Bersihkan porsio dinding vagina dengan kasa
steril.
l. Lepaskan spekulum (cocor bebek) dari vagina
secara perlahan-lahan
m. Buka sarung tangan, letakkan dalam larutan
disinfektan.
n. Bereskan alat-alat dan pasien.
o. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir,
kemudian keringkan dengan handuk bersih
p. Beri label pada sampel, kirim ke laboratorium.