Anda di halaman 1dari 4

Infeksi Nosokomial

1.Definisi Infeksi NosokomialInfeksi adalah peristiwa masuk


dan penggandaan mikroorganisme di dalamtubuh pejamu
yang mampu menyebabkan sakit (Perry & Potter,2005;
Linda Tietjen, 2004).

2. Infeksi nosokomial adalah infeksi yang


didapat seseorang dalam waktu 3x24 jam sejak mereka
masuk rumah sakit (Depkes RI, 2003).

3. Infeksi nosokomial diakibatkan oleh pemberian layanan


kesehatan dalam fasilitas perawatan kesehatan. Rumah
sakit merupakan satu tempat yang paling
mungkin mendapat infeksi karena mengandung populasi
mikroorganisme yang tinggi dengan jenis virulen yang
mungkin resisten terhadap antibiotik (Perry & Potter,2005).

Kriteria infeksi nosokomial (Depkes RI, 2003),antara


lain:
a. Waktu mulai dirawat tidak didapat tanda-tanda klinik
infeksi dan tidak sedang dalam masa inkubasi infeksi
tersebut.
b. Infeksiterjadi sekurang-kurangnya 3x24 jam(72 jam)
sejak pasien mulai dirawat.
c. Infeksi terjadi pada pasien dengan masa perawatan
yang lebih lamadari waktu inkubasi infeksi tersebut.
d. Infeksi terjadi pada neonatus yang diperoleh dari
ibunya padasaat persalinan atau selama dirawat di
rumah sakit.
e. Bila dirawat di rumah sakit sudah ada tanda-tanda
infeksi dan terbukti infeksi tersebut didapat penderita
ketika dirawat di rumah sakit yang sama pada waktu
yang lalu, serta belum pernah dilaporkan sebagai
infeksi nosokomial.

Indikator Infeksi Nosokomial

Indikator pengendalian infeksi nosokomial menurut Depkes


tahun 2001 meliputi Angka Pasien Dekubitus, Angka Kejadian
dengan
jarum infus, dan Angka Kejadian Infeksi Luka Operasi. Ketiga
indicator ini dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. Angka Pasien dengan Dekubitus (Dekubitus Ulcer Rate)
Luka dekubitus adalah luka pada kulit dan/atau jaringan
yang dibawahnya yang terjadi di rumah sakit karena tekanan
yang terus menerus akibat tirah baring. Luka dekubitus akan
terjadi bila penderita tidak dibolak-balik atau dimiringkan
dalam waktu 2 x24 jam. Angka pasien dengan dekubitus
adalah banyaknya penderita yang menderita Dekubitus dan
bukan banyaknya kejadian Dekubitus.

2. Angka Infeksi karena Jarum Infus (Intravenous Cabule


Infection Rate)
Infeksi karena jarum infus adalah keadaan yang terjadi
disekitar tusukan atau bekas tusukan jarum infus di Rumah
Sakit, dan timbul setelah 3 x 24 jam dirawat di rumah sakit
kecuali infeksi kulit karena sebab-sebab lain yang tidak
didahului oleh pemberian infus atau suntikan lain. Infeksi ini
ditandai dengan rasa panas, pengerasan dan kemerahan
(kalor, tumor, dan rubor) dengan atau tanpa nanah (pus)
pada daerah bekas tusukan jarum infus dalam waktu 3 x 24
jam atau kurang dari waktu tersebut bila infus terpasang.

3. Angka Kejadian Luka Operasi (Wound Infection


Rate)Adanya infeksi nosokomial pada semua kategori luka
sayatan operasi bersih yang dilaksanakan di rumah sakit
ditandai oleh rasa panas (kalor), kemerahan(color) (tumor),
dan keluarnya nanah (pus) dalam waktu lebih dari 3 x 24
jam kecuali infeksi nosokomial yang terjadi bukan pada
tempat luka.

4. Infeksi saluran kemih ( UTI ) infeksi saluran kemih ini


berhubungan dengan pemasangan kateter.
5. Pneumonia nosokomial ( VAP. Diagnosa
pneumonia berdasarkan gejala klinis dan radiologi,
sputum purulen serta timbulnya demam. Diketahui
sekarang bahwa yang merupakan faktor resiko adalah
tipe dan lamanya penggunaan ventilator, beratnya
kondisi pasien atau ada atau tidaknya penggunaan
antibiotik sebelumnya.

6. Bakteremia nosokomial ( BSI ) Infeksi mungkin


kelihatan pada tempat masuknya alat intravaskular
atau pada subkutaneus dari pemasangan kateter.
Organisme berkolonisasi dikateter didalam pembuluh
darah dapat menghasilkan bakteremia tanpa adanya
tanda- tanda infeksi dari luar.