Anda di halaman 1dari 1

Pengertian Representasi Matematis

Representasi dapat dipandang sebagai proses abstraksi secara internal dari ide
matematika atau proses kognitif berupa pembentukan skemata yang dibangun oleh siswa melalui
pengalaman, sebagai reproduksi mental, sebagai suatu sajian secara struktur melalui gambar,
simbol, ataupun lambang; dan sebagai pengetahuan tentang sesuatu yang mewakili sesuatu yang
lain (Hudiono, 2005:17).
Sejalan dengan pendapat tersebut, Jones & Kruth (dalam NCTM, 2000:67) menegaskan
bahwa representasi yang dimunculkan oleh siswa merupakan ungkapan dari ide-ide matematis
yang ditampilkan oleh siswa dalam upayanya untuk mencari suatu solusi dari masalah yang
sedang dihadapinya. Oleh karena itu, untuk mempelajari konsep-konsep matematika yang
abstrak diperlukan representasi yang diartikan sebagai peragaan dari konsep tersebut. Hal ini
menunjukkan bahwa representasi sebagai bentuk kongkrit dari ide-ide abstrak memiliki peranan
penting terutama untuk menggambarkan aktivitas pemikiran yang terjadi dalam diri siswa
(Hudiono, 2005:18).
Goldin (dalam Jaenuddin, 2008:6) mengungkapkan bahwa representasi adalah suatu konfigurasi
(bentuk atau susunan) yang dapat melambangkan, mewakili, atau menggambarkan sesuatu
dalam, suatu cara. Penggambaran ini adalah suatu proses menggambarkan aspek-aspek
konstruksi matematis lain dengan maksud bahwa dua buah konstruksi atau lebih harus
dihubungkan sehingga satu sama lain tidak saling bebas, bahkan suatu konstruksi saling memberi
peran penting untuk membangung konstruksi lainnya. Sementara Fadhilah (dalam
Syarifah,2014:10) mengemukakan peran representasi sebagai model atau bentuk pengganti dari
suatu situasi masalah yang digunakan untuk menemukan solusi dari suatu masalah yang sedang
dihadapi sebagai hasil dari interpretasi pikirannya