Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tanda bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga
dapat ditangani dengan benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa
mengakibatkan komplikasi kehamilan.
Berdasarkan penilitian, telah diakui saat ini bahwa setiap kehamilan dapat
memiliki potensi dan membawa risiko bagi ibu. WHO memperkirakan sekitar 15%
dari seluruh wanita hamil akan berkembang menjadi komplikasi yang berkaitan
dengan kehamilannya dan dapat mengancam jiwanya.
Kematian ibu yang terjadi pada waktu kehamilan 90% disebabkan oleh
komplikasi obstetri, yang sering tidak diramalkan pada saat kehamilan.
Komplikasi obstetri secara langsung adalah Perdarahan, infeksi dan eklamsia.
Secara tidak langsung kematian ibu juga dipengaruhi oleh keterlambatan
ditingkat keluarga dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan membuat
keputusan untuk segera mencari pertolongan. Keterlambatan dalam mencapai
fasilitas kesehatan dan pertolongan di fasilitas pelayanan kesehatan. Tanda
bahaya kehamilan harus dikenali dan terdeteksi sejak dini sehingga dapat
ditangani dengan benar karena setiap tanda bahaya kehamilan bisa
mengakibatkan komplikasi kehamilan. Tanda bahaya kehamilan antara lain:
perdarahan pervaginam, bengkak pada muka atau tangan yang disertai sakit
Kepala yang hebat, penglihatan kabur dan kejang, nyeri abdomen Bagian
bawah, mual muntah berlebihan, demam tinggi, janin kurang bergerak seperti
biasanya dan ketuban pecah dini. (Saifuddin, 2007)
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana tanda-tanda bahaya pada kehamilan?
2. Bagaimana macam-macam tanda-tanda bahaya pada kehamilan trimester 1,2,3?
3. Bagaimana pencegahan tanda bahaya kehamilan ?

BAB II
PEMBAHASAN

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 1


A. Tanda Bahaya Kehamilan
Tanda bahaya kehamilan adalah tanda-tanda yang mengindikasikan adanya
bahaya yang bisa terjadi selama kehamilan, yang apabila tidak dilaporkan atau tidak
terdeteksi bisa menyebabkan kematian ibu (Asrinah, 2010).
Tanda-tanda bahaya kehamilan yang terjadi pada masa kehamilan muda dan
lanjut, pada kehamilan muda meliputi perdarahan pervaginam, hiperemesis
gravidarum, hipertensi, sedangkan pada kehamilan lanjut tanda-tanda bahaya
kehamilan yang sering terjadi adalah perdarahan pervaginam, sakit kepala yang
berat, penglihatan kabur, bengkak di wajah, keluar cairan pervaginam, gerakan janin
tidak terasa, nyeri abdomen yang hebat dan anemia (Kusmiyati, 2008).
B. Macam Macam Tanda Bahaya Kehamilan
1. Pada Trimester 1
Trimester I adalah usia kehamilan 1- 3 bulan atau kehamilan berusia 0 - 12 minggu
,salah satu asuhan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk menapis adanya risiko
ini yaitu melakukan pendeteksian dini adanya komplikasi/penyakit yang mungkin
terjadi selama hamil muda. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I meliputi :
a. Perdarahan Pervaginam
Kehamilan normal biasanya identik dengan amenore dan tidak ada
perdarahan pervaginam, tetapi banyak juga wanita yang mengalami episode
perdarahan pada trimester pertama kehamilan. Darah yang keluar biasanya segar
(merah terang) dan berwarna tua (coklat kehitaman). Perdarahan yang terjadi
biasanya ringan, tetapi menetap selama beberapa hari atau secara tiba-tiba keluar
dalam jumlah besar. Perdarahan pervaginam pada hamil muda kemungkinan
disebabkan oleh abortus, kehamilan ektopik dan mola hidatidosa (Varney, 2007).
1) Abortus
Perdarahan pada trimester pertama kehamilan dapat terjadi pada seperlima
dari seluruh kehamilan dan hampir separuh dari jumlah tersebut mengalami
keguguran. Kejadian aborsi spontan diperkirakan mencapai sekitar 15-22% dari
seluruh kehamilan (Hollyngwort, 2012). Abortus adalah peristiwa berakhirnya
kehamilan pada usia kehamilan <20 minggu atau berat janin <1000 gram.
Menurut Kusmiyati (2009) ada bebrapa jenis abortus:

Abortus Imminens

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 2


Abortus imminens adalah abortus yang mengancam, perdarahannya bisa
berlanjut beberapa hari atau dapat berulang. Dalam kondisi seperti ini
kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan.
Abortus Insipiens
Abortus insipiens didiagnosa apabila pada wanita hamil ditemukan
perdarahan banyak, kadang-kadang keluar gumpalan darah disertai nyeri
karena kontraksi rahim kuat dan ditemukan adanya dilatasi serviks sehingga
jari pemeriksa dapat masuk dan ketuban dapat diraba. Kadang-kadang
perdarahan dapat menyebabkan kematian bagi ibu dan jaringan yang tertinggal
dapat menyebabkan infeksi sehingga evakuasi harus segera dilakukan. Janin
biasanya sudah mati dan mempertahankan kehamilan pada keadaan ini
,merupakan kontraindikasi.
Abortus inkomplitus
Didiagnosis apabila sebagian dari hasil konsepsi telah lahir atau teraba
pada vagina, tetapi sebagian tertinggal (biasanya jaringan plasenta).
Perdarahan biasanya terus berlangsung, banyak dan membahayakan ibu.
Serviks terbuka karena masih ada benda di dalam rahim yang dianggap
sebagai benda asing, oleh karena itu, uterus akan berusaha mengeluarkannya
dengan mengadakan kontraksi sehingga ibu merasakan nyeri namun tidak
sehebat insipiens. Pada beberapa kasus perdarahan tidak banyak dan bila
dibiarkan serviks akan menutup kembali.
Abortus Komplitus
Hasil konsepsi lahir dengan lengkap. Pada keadaan ini kuretase tidak
diperukan. Perdarahan segera berkurang setelah isi rahim dikeluarkan dan
selambat-lambatnya dalam 10 hari perdarahan akan berhenti sama sekali,
karena dalam masa ini luka rahim telah sembuh dan epitelisasi telah selesai.
Serviks dengan segera menutup kembali.
Abortus Tertunda (missed abortion)
Apabila buah kehamilan yang tertahan dalam rahim selama 8 minggu atau
lebih. Sekitar kematian janin kaddang-kadang ada perdarahan pervaginam
sedikit sehingga menimbulkan gambaran abortus imminens. Selanjutnya,
rahim tidak membesar bahkan mengecil karena absorpsi air ketuban dan
laserasi jalan.

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 3


2) Mola Hidatidosa
Menurut Varney (2007) mola hidatidosa merupakan kehamilan yan secara
genetik tidak normal, yang muncul dalam bentuk kelainan perkembangan
plasenta. Kehamilan mola hidatidosa biasanya dianggap sebagai satu tumor
jinak, tetapi berpotensi menjadi ganas. Tanda dan gejala kehamilan mola adalah:
Mual dan muntah yang menetap, sering kali menjadi parah
Perdarahan uterus yang terlihat pada minggu ke-12; bercak darah atau
perdarahan hebat mungkin terjadi, tetapi biasanya hanya berupa rabas
bercampur darah, cenderung berwarna merah dari pada coklat yang terjadi
secara terus menerus.
Ukuran uterus besar
Sesak nafas
Ovarium biasanya nyeri tekan dan membesar
Tidak ada denyut jantung janin
Tidak ada aktivitas janin
Pada palpasi tidak ditemukan bagian-bagian janin
Hipertensi akibat kehamilan, preeklamsia atau eklamssi sebelum usia
kehamilan 24 minggu
3) Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik adalah kehamilan ketika implantasi dan pertumbuhan
hasil konsepsi berlangsung di luar endometrium kavum uteri. Biasanya
kehamilan ektopik terjadi pada tuba, dan sangat jarang terjadi di ovarium atau
rongga abdomen (perut). Kehamilan ektopik merupakan kehamilan yang
berbahaya karena tempat implantasi janin tidak memberi janin kesempatan
untuk berrkembang hingga mencapai aterm (Mangkuji, 2013).
Faktor-faktor predisposisi kehamilan ektopik meliputi infeksi pelvis, alat
kontrasepsi dalam rahim (IUD), riwayat kehamilan ektopik dan riwayat
pembedahan tuba. Gejala awal kehamilan ektopik adalah perdarahan
pervaginam dan bercak darah, dan kadang-kadang nyeri panggul. Perubahan
bentuk uterus tidak dapat digunakan untuk menegakkan diagnosa sebab
peningkatan ukuran uterus dan konsistensinya sama dengan ukuran dan
konsistensi uterus padda trimester pertama kehamilan akibat pengaruh hormon
plasenta (Varney, 2007).
Karena tuba bukan merupakan tempat yang tepat ntuk pertumbuhan hasil
konsepsi, tidak mungkin janin tumbuh secara utuh seperti didalam uterus.
Sebagian besar kehamilan tuba terganggu pada ussia kehamilan 6-10 minggu.

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 4


Diagnosa kehamilan ektopik dapat ditegakkan melalui anamnesis,
pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang. Kemungkina KET dapat
ditegakkan berdasarkan keluhan nyeri perut bawah yang hebat dan tiba-tiba,
ataupun nyeri perut bawah yang muncul bertahap, disertain dengan keluhan
perdarahan pervaginam setelah keterlambatan haid, pada pemeriksaan fisik
ditemukan tanda-tanda akut abdomen, kavum douglas menonjol, nyeri goyang
porsio, atau massa di samping uterus (Mangkuji, 2013).
b. Hiperemesis Gravidarum
Mual dan muntah merupakan salah satu gejala paling awal, paling umum
dan paling menyebabkan stres yang dikaitkan dengan kehamilan. Mual dan
muntah ini biasanya diseebabkan oleh perubahan dalam sistem endokrin yang
terjadi selama kehamilan, terutama disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar
hCG (human chorionic gonadotrophin) (Woolfson, 2009). Mual dan muntah
biasanya dirasakan di pagi hari morning sickness, rasa mual ini tak
membahayakan kesehatan bayi selama ibu hamil bisa mengkonsumsi makanan
secara seimbang dan banyak minum. Sebagian besar wanita yang mengalami
mual di pagi hari cukup cepat mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa di cerna.
Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan selama
kehamilan. Muntah yang membahayakan ini dibedakan dari morning sickness
normal yang umunya dialami wanita hamil karena intensitasnya melebihi
muntah normal dan berlangsung selama trimester pertama kehamilan.
Sehubungan dengan adanya ketonemia, penurunan berat badan, dan dehidrasi,
hiperemesis gravidarum dapat terjadi disetiap trimester dengan tingkat
keparahan yang bervariasi Menurut Fadlun (2011) . Hiperemesis gravidarum
sering disertai dengan dehidrasi, gangguan elektrolit, dan ketosis. Sebaiknya
penyebab dari mual muntah segera dievaluasi. enyakit hiperemesis gravidarum
dibagi dalam beberapa tingkat yaitu sebagai berikut:
a) Tingkat 1
Gejala: lemah, nafsu makan menurun, berat badan menurun, nyeri
epigastrium, nadi meningkat, turgor kulit berkurang, tekanan darah
sistolik menurun, lidah kering dan mata cekung.
b) Tingkat 2

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 5


Gejala : apatis, nadi cepat dan kecil, lidah kering dan kotor, mata sedikit
ikterik, kadang suhu sedikit meningkat, oliguria, serta aseton
tercium dalam hawa pernafasan.
c) Tingkat 3
Keadaan umum lebih lemah lagi, muntah-muntah berhenti, kesadaran
menurun dari samnolen sampai koma, nadi lebih cepat, tekanan darah lebih
turun, komplikasi fatal ensefalopati wernicke: nistagmus, diplopia,
perubahan mental, dan ikterik.
Penanganan umum :
Makan sedikit tapi sering
Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak
Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir dari pada
makanan padat.
Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya makanan
kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah pada waktu
berikutnya.
Hindari hal hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi
Istirahat cukup
Hindari hal hal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan, yang
dapat memicu rasa mual
c. Sakit kepala hebat
sakit kepala yang bisa terjadi selama kehamilan, dan sering kali merupakan
ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang
menunjukan suatu masalah serius dalam kehamilan adalah sakit kepala yang
hebat, menetap dan tidak hilang dengan beristirahat.Terkadang sakit kepala yang
hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatanya menjadi kabur
atau berbayang.Hal ini merupakan gejala dari pre-eklamsia dan jika tidak diatasi
dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan kematian. Sakit
kepala sering dirasakan pada awal kehamilan dan umumnya disebabkan oleh
peregangan pembuluh darah diotak akibat hormon kehamilan, khusunya hormon
progesteron. Jika ibu hamil merasa lelah, pusing atau tertekan atau pandangan
mata bermasalah, sakit kepala akan lebih sering terjadi atau makin parah, jika
sebelumnya menderita migrain kondisi ini dapat semakin bermasalah selama 3
sampai 4 bulan pertama kehamilan.
Penanganan Umum:

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 6


Jika ibu tidak sadar atau kejang, segera mobilisasi seluruh tenaga yang ada
dan siapkan fasilitas tindakan gawat daruratan.

Segera lakukan observasi terhadap keadaan umum termasuk tanda vital


(nadi, tekanan darah, dan pernafasan) sambil mencari riwayat penyakit
sekarang dan terdahulu dari pasien dan keluarganya.

Komplikasi : Nyeri kepala pada masa hamil dapat merupakan gejala pre-
eklampsia, suatu penyakit yang terjadi hanya pada wanita hamil, dan jika
tidak diatasi dapat menyebabkan kejang maternal, stroke, koagulopati dan
kematian.

d. Nyeri perut hebat


Nyeri perut pada kehamilan 22 minggu atau kurang.Hal ini mungkin gejala
utama pada kehamilan ektopik atau abortus. Nyeri abdomen yang tidak
berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen
yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah
yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti
apendisitis, kehamilan ektopik, aborsi, penyakit radang pelviks, persalinan
preterm, gastritis, penyakit kantong empedu, iritasi uterus, abrupsi plasenta,
infeksi saluran kemih atau infeksi lain.
Penanganan umum :
Lakukan segera pemeriksaan umum meliputi tanda vital (nadi, tensi,
respirasi, suhu)
Jika dicurigai syok, mulai pengobatan sekalipun gejala syok tidak jelas,
waspada dan evaluasi ketat karena keadaan dapat memburuk dengan cepat.
Jika ada syok segera terapi dengan baik
e. Selaput kelopak mata pucat/Anemia
Anemia adalah masalah medis yang umum terjadi pada banyak wanita
hamil. Jumlah sel darah merah dalam keadaan rendah, kuantitas dari sel sel ini
tidak memadai untuk memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.Anemia
sering terjadi pada kehamilan karena volume darah meningkat kira kira 50%
selama kehamilan. Darah terbuat dari cairan dan sel. Cairan tersebut biasanya
meningkat lebih cepat dari pada sel- selnya.Hal ini dapat mengakibatkan

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 7


penurunan hematokrit (volume, jumlah atau persen sel darah merah dalam
darah).Penurunan ini dapat mengakibatkan anemia.
Penanganan umum :
Anemia dapat ditangani dengan minum tablet zat besi dan istirahat cukup.
f. Demam
ibu hamil menderita deman dengan suhu tubuh lebih 38 C dalam
kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala
adanya infeksi dalam kehamilan.
Penanganan umum :
demam tinggi dapat ditangani dengan: istirahat baring, minum banyak,
kompres untuk menurunkan suhu.
2. Pada Trimester II (3 Bulan Kedua / Usia kehamilan 6 Bulan)
Trimester II adalah usia kehamilan 4-6 bulan atau kehamilan berusia 13-28 minggu.
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II meliputi:
a. Bengkak Pada Wajah, Kaki dan Tangan
Oedema ialah penimbunan cairan yang berlebih dalam jaringan tubuh, dan
dapat diketahui dari kenaikan berat badan serta pembengkakan kaki, jari tangan
dan muka.Oedema pretibial yang ringan sering ditemukan pada kehamilan
biasa, sehingga tidak seberapa berarti untuk penentuan diagnosis pre-eklampsia.
Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki
yang biasanya hilang setelah beristirahat atau meninggikan kaki. Oedema yang
mengkhawatirkan ialah oedema yang muncul mendadak dan cenderung meluas.
Hampir separuh dari ibu-ibu akan mengalami bengkak yang normal pada
kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasanya hilang setelah
beristirahat atau meletakkan kaki lebih tinggi. Bengkak bisa menunjukkan
adanya masalah serius jika muncul pada muka dan tangan tidak hilang setelah
beristirahat dan diikuti dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan
pertanda anemia, gagal jantung atau pre eklamsia.Sistem kerja ginjal yang tidak
optimal pada wanita hamil mempengaruhi system kerja tubuh sehingga
menghasilkan kelebihan cairan.Ini dapat terlihat setelah kelahiran, ketika
pergelangan kaki yang bengkak secara temporer semakin parah. Ini dikarenakan
jaringan tambahan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
selama dalam kandungan tidak lagi dibutuhkan dan akan dibuang setelah
sebelumnya diproses oleh ginjal menjadi urin. Oleh karena ginjal belum mampu

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 8


bekerja secara optimal, kelebihan cairan yang menempuk dihasilkan disekitar
pembuluh darah hingga ginjal mampu memprosesnya lebih lanjut.
Terkadang bengkak membuat kulit di kaki di bagian bawah meregang,
terlihat mengkilat, tegang dan sangat tidak nyaman. Kram kaki sering terjadi di
malam hari ketika tidur. Kram dihubungankan dengan kadar garam dalam tubuh
dan perubahan sirkulasi. Pengobatan cina menganggap kram ada hubungannya
dengan kekurangan energi pada darah dan ginjal.
Penanganan Umum:
Istirahat cukup
Mengatur diet, yaitu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung
protein dan mengurangi makanan yang mengandung karbohidrat serta lemak
Kalau keadaan memburuk namun memungkinkan dokter akan
mempertimbangkan untuk segera melahirkan bayi demi keselamatan ibu dan
bayi.
b. Keluar air ketuban sebelum waktunya
Keluarnya cairan berupa air dari vagina setelah kehamilan 22 minggu,
ketuban dinyatakan pecah dini jika terjadi sebelum proses persalinan
berlangsung. Pecahnya selaput ketuban dapat terjadi pada kehamilan preterm
sebelum kehamilan 37 minggu maupun kehamilan aterm.
Penanganan umum :
Konfirmasi usia kehamilan, kalau ada dengan USG
Dilakukan pemeriksaan inspekulo (dengan speculum DTT) untuk menilai
cairan yang keluar (jumlah, warna,bau) dan membedakan dengan urin.
Jika ibu mengeluh perdarahan akhir kehamilan (setelah 22 minggu), jangan
lakukan, pemeriksaan dalam secara digital.
Mengobservasi tidak ada infeksi
Mengobservasi tanda tanda inpartu
c. Gerakan bayi berkurang
Ibu mulai merasakan gerakan bayinya selama bulan ke-5 atau ke-6,
beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur,
gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam
periode 3 jam. Gerakan bayi akan lebih mudah terasa jika berbaring atau
beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik. Apabila ibu tidak
merasakan gerakan bayi seperti biasa, hal ini merupakan suatu risiko tanda
bahaya.Bayi kurang bergerak seperti biasa dapat dikarenakan oleh aktivitas ibu

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 9


yang terlalu berlebihan, keadaan psikologis ibu maupun kecelakaan sehingga
aktivitas bayi di dalam rahim tidak seperti biasanya
3. Pada Trimester III (3 Bulan Ketiga / Usia Kehamilan 9 Bulan)
Trimester III adalah usia kehamilan 7-9 bulan atau kehamilan berusia 29-42 minggu.
Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II meliputi:
a. Penglihatan Kabur Penglihatan menjadi kabur atau berbayang
Dapat disebabkan oleh sakit kepala yang hebat, sehingga terjadi oedema pada
otak dan meningkatkan resistensi otak yang mempengaruhi sistem saraf pusat,
yang dapat menimbulkan kelainan serebral (nyeri kepala, kejang), dan gangguan
penglihatan.Perubahan penglihatan atau pandangan kabur, dapat menjadi tanda pre-
eklampsia.Masalah visual yang mengidentifikasikan keadaan yang mengancam
jiwa adalah perubahan visual yang mendadak, misalnya penglihatan kabur atau
berbayang, melihat bintik-bintik (spot), berkunang-kunang. Selain itu adanya
skotama, diplopia dan ambiliopia merupakan tanda-tanda yang menujukkan adanya
pre-eklampsia berat yang mengarah pada eklampsia.Hal ini disebabkan adanya
perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan di korteks cerebri atau didalam
retina (oedema retina dan spasme pembuluh darah).
Penanganan umum:
jika tidak sadar atau kejang. Segera dilakukan mobilisasi seluruh tenaga yang
ada dan menyiapkan fasilitas tindakan gawat darurat
Segera dilakukan penilaian terhadap keadaan umum termasuk tanda tanda
vital sambil menanyakan riwayat penyakit sekarang dan terdahulu dari pasien
atau keluarganya
b. Kejang
Pada umumnya kejang didahului oleh makin memburuknya keadaan dan
terjadinya gejala gejala sakit kepala, mual, nyeri ulu hati sehingga muntah.Bila
semakin berat, penglihatan semakin kabur, kesadaran menurun kemudian kejang.
Kejang dalam kehamilan dapat merupakan gejala dari eklamsia.
Penanganan umum :
Baringkan pada sisi kiri tempat tidur arah kepala ditinggikan sedikit untuk
mengurangi kemungkinan aspirasi secret, muntahan, atau darah
Bebaskan jalan nafas
Hindari jatuhnya pasien dari tempat tidur
Lakukan pengawasan ketat
C. Cara Mencegah Tanda Bahaya Selama Masa Kehamilan

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 10


1. Mengenal dan mengetahui ibu-ibu yang termasuk dalam kondisi yang mengalami
tanda bahaya dengan adanya pengetahuan ibu-ibu sehingga dapat dilakukan
rujukan ke tempat fasilitas yang lebih baik (rumah sakit).
2. Meningkatkan mutu perinatal care
3. Menganjurkan setiap ibu hamil kontrol ke BKIA.
4. Penyuluhan oleh bidan desa terhadap kesehatan ibu, bayi serta penyakit yang
dapat diderita oleh ibu selama kehamilan secara aktif.
5. Bidan/perawat desa harus bertempat tinggal di desa yang ditugaskan yang
merupakan ujung tombak tentang kesehatan ibu di desa yang ditempatinya.
6. Dengan memeriksakan kehamilan sedini mungkin dan teratur ke Posyandu,
Puskesmas, Rumah Sakit, paling sedikit 4 kali selama masa kehamilan.
7. Dengan mendapatkan imunisasi TT 2X.
8. Bila ditemukan kelainan saat pemeriksaan harus lebih sering dan lebih intensif.
9. Makan makanan yang bergizi yaitu memenuhi 4 sehat 5 sempurna.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perawat harus dapat mendeteksi sedini mungkin terhadap tanda-tanda bahaya
pada ibu hamil yang mungkin akan terjadi, karena setiap wanita hamil tersebut
beresiko mengalami komplikasi. Yang sudah barang tentu juga memerlukan
kerjasama dari para ibu-ibu dan keluarganya, yang dimana jika tanda-tanda bahaya ini
tidak dilaporkan atau tidak terdeteksi, dapat mengakibatkan kematian ibu.
Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai selama kehamilan antara lain:
Perdarahan, pervaginam,Sakit kepala yang hebat, Penglihatan kabur,Bengkak pada

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 11


muka dan tangan, Keluar cairan pervaginam, Nyeri/ sakit perut yang hebat,Gerakan
janin tidak terasa.
Tanda-tanda bahaya pada kehamilan adalah tanda-tanda yang terjadi pada
seorang Ibu hamil yang merupakan suatu pertanda telah terjadinya suatu masalah
yang serius pada Ibu atau janin yang dikandungnya. Tanda-tanda bahaya ini dapat
terjadi pada awal kehamilan (hamil muda) atau pada pertengahan atau pada akhir
kehamilan (hamil tua).
B. SARAN
Makalah ini jauh dari kata sempurna oleh sebab itu kritik yang membangung
sangat diharapkan agar makalah selanjutnya dapat lebih baik lagi

Daftar pustaka
Ananta. 2009. Permasalah Pada Kehamilan Muda. Jakarta : Rineka Cipta
Kurniawan. 2008. Bahaya Yang Sering Terjadi Pada Kehamilan Muda.
Curtis,G.B.2002. Tanya Jawab Seputar Kehamilan. Jakarta.
Hanifa, W. 2007. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Kusmiyati, Y. DKK. 2008. Perawatan Ibu Hamil. Jakarta

Profesi Ners Stikes Widya Nusantara PaluPage 12