Anda di halaman 1dari 2

1 Dunia EPC (Engineering Procurement and Construction)

February 15, 2011 at 7:40 pm 4 comments

Sebenarnya saya juga orang baru di dunia EPC, jadi mohon maaf kalau ada yang salah :).
Saya mulai mendengar kata EPC sejak setahun yang lalu, ketika saya mendaftar Program
Beasiswa di kampus dari salah satu EPC di Indonesia (red: Mcdermott Indonesia). Dari situ
saya mencari informasi tentang EPC dari Internet dan berikut adalah saduran dan editan dari
beberapa blog yang saya baca.
EPC adalah singkatan dari Engineering Procurement dan Construction. Dari namanya sudah
jelas bahwa EPC company adalah perusahaan yang bergerak dibidang jasa:
Engineering : Design, perhitungan dan analisis dari suatu project.
Procurement : Pembelian barang2 yang diperlukan untuk suatu project.
Contruction : Pembangunan suatu project/plant.
Bagi anda yang ingin bekerja sesuai dengan bidang ilmu anda (terlebih teknik), mungkin EPC
company adalah tempat yang sangat tepat, bagaimana tidak, kerja di EPC pasti ilmu kuliah
anda terpakai semua, bahkan mungkin kurang ilmu yang kita dapat di kuliah. Seperti tidak
ada apa2nya gitu ilmu yang kita dapat dikuliah. Sbagai contoh, karena bidang saya adalah
electrical pasti tidak jauh2 dengan software ETAP, instalasi, analsisa sistem tenaga, desain
sistem kelistrikan industri dsb, seru deh pokoknya, kalau saya bilang tantangannya besar,
disamping itu ilmunya juga banyak.
EPC terkadang disebut sebagai integrator karena EPC lah yang menjembatani dan
mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu plant; mulai dari
licensor (yang memiliki lisensi), vendor (yang menjual barang), shipper (yang mengirim
barang), bahkan sampai operator (yang mengoperasikan plant).
Dalam prakteknya, suatu perusahaan EPC tidak harus melakukan E-P-C nya sekaligus, bisa
aja hanya salah satu atau salah duanya. Jadi sangat normal jika ada EPC yang hanya
mengambil E-nya saja (bertindak sebagai konsultan engineering saja), E dan P atau malah C
(hanya memasang saja) nya saja.
BISNIS.COM,JAKARTAPT Hutama Karya membentuk divisi proyek Engineering,
Procurement, and Construction tahun ini seiring dengan target perseroan mengantongi
kontrak dari sektor tersebut senilai Rp2 triliun.

Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Ari Widiyantoro mengatakan perusahaan tengah


agresif mengincar proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC ).

Tahun ini kami mulai menggagresifkan diri untuk mendapatkan tender di sektor EPC dengan
target proyek senilai Rp2 triliun," katanya kepada Bisnis, Selasa(12/3).

Menurutnya, proyek sektor tersebut sangat potensial karena biasanya multi years 2-3 tahun.

"Project-project EPC akan mempengaruhi pendapatan kami secara signifikan mempengaruhi.


Kami targetkan sektor tersebut akan menyumbang 50% terhadap laba bersih perseroan,
jelasnya.

Proyek EPC tersebut umumnya berupa pembangkit listrik dan pabrik industri. Dalam
pengerjaan proyek EPC, perusahaan jasa konstruksi akan menangani seluruh pekerjaan, mulai
dari mendesain proyek, pengadaan barang, dan tentunya pembangunan.

Tag : konstruksi, bumn, hutamakarya, epc