Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA IBU ANTENATAL

OLEH :

OLEH :

I KADEK AGUS PRANATA

NIM : P07120014001

TINGKAT 2.1

DIII KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2016
A. KONSEP DASAR PENYAKIT
1. Definisi
ANC (Antenatal Care) adalah pengawasan sebelum persalinan
terutama ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam
rahim.
Melalui antenatal care dapat di tapis kehamilan risiko tinggi, risiko
meragukan untuk mendapatkan konsultasi dan penanganan yang lebih
baik, sedangkan kehamilan dengan risiko rendah dapat dilakukan
pertolongan setempat.

2. Tanda dan gejala


Tanda dan gejala kehamilan meliputi :
a. Tanda presumtif kehamilan
1) Amenore (terlambat datang bulan)
Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya
pembentukan folikel de Graff dan ovulasi di ovarium. Gejala
ini sangat penting karena umumnya wanita hamil tidak dapat
haid lagi selama kehamilan, dan perlu diketahui hari pertama
haid terrakhir untuk menentukan tuanya kehamilan dan tafsiran
persalinan.
2) Mual muntah
Umumnya tejadi pada kehamilan muda dan sering terjadi pada
pagi hari. Progesteron dan estrogen mempengaruhi pengeluaran
asam lambung yang berlebihan sehingga menimbulkan mual
muntah.
3) Ngidam
Menginginkan makanan/minuman tertentu, sering terjadi pada
bulan-bulan pertama kehamilan tetapi menghilang seiring
tuanya kehamilan.
4) Sinkope atau pingsan
Terjadi sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan
iskemia susunan saraf dan menimbulkan sinkope/pingsan dan
akan menghilang setelah umur kehamilan lebih dari 16 minggu.
5) Payudara tegang
Pengaruh estrogen, progesteron, dan somatomamotropin
menimbulkan deposit lemak, air, dan garam pada payudara
menyebabkan rasa sakit terutama pada kehamilan pertama.
6) Anoreksia nervousa
Pada bulan-bulan pertama terjadi anoreksia (tidak nafsu
makan), tapi setelah itu nafsu makan muncul lagi.
7) Sering kencing
Hal ini sering terjadi karena kandung kencing pada bulan-bulan
pertama kehamilan tertekan oleh uterus yang mulai membesar.
Pada triwulan kedua umumnya keluhan ini hilang karena uterus
yang membesar keluar rongga panggul.
8) Konstipasi/obstipasi
Hal ini terjadi karena tonus otot menurun disebabkan oleh
pengaruh hormone estrogen.
9) Epulis
Hipertrofi gusi disebut epulis dapat terjadi pada kehamilan.
10) Pigmentasi
Terjadi pada kehamilan 12 minggu keatas
Pipi : - Cloasma gravidarum
Keluarnya melanophore stimulating hormone hipofisis
anterior menyebabkan pigmentasi yang berlebihan
pada kulit.
Perut : - Striae livide, Striae albican, Linea alba
makin menghitam
Payudara : - hipepigmentasi areola mamae
Varises atau penampakan pembuluh vena
Karena pengaruh estrogen dan progesteron terjadi
penampakan pembuluh darah vena. Terutama bagi
mereka yang mempunyai bakat. Penampakan
pembuluh darah itu terjadi disekitar genitalia eksterna,
kaki dan betis serta payudara.
b. Tanda Kemungkinan (Probability Sign)
1) Pembesaran Perut
Terjadi akibat pembesaran uterus. Hal ini terjadi pada bulan
keempat kehamilan.
2) Tanda Hegar
Tanda Hegar adalah pelunakan dan dapat ditekannya isthmus
uterus.
3) Tanda Goodel. Pelunakan serviks
4) Tanda Chadwiks.Perubahan warna menjadi keunguan pada
vulva dan mukosa vagina termasuk juga porsio dan serviks.
5) Tanda Piskacek. Pembesaran uterusyang tidak simetris. Terjadi
karena ovum berimplantasi pada daerah dekat dengan kornu
sehingga daerah tersebut berkembang lebih dulu.
6) Kontraksi Braxton Hicks. Peregangan sel sel otot uterus,
akibat meningkatnya actomycin didalam otot uterus. Kontraksi
ini tidak beritmik, sporadis, tidak nyeri, biasanya timbul pada
kehamilan 8 minggu.
7) Teraba Ballotement. Ketukan yang mendadak pada uterus
menyebabkan janin bergerak dalam cairan ketuban yang dapat
dirasakan oleh tangan pemeriksa.
8) Pemeriksaan tes biolgis kehamilan (planotest) positif.
Pemeriksaan ini adaah untuk mendeteksi adanya hCG yang
diproduksi oleh sinsitotrofoblas sel selama kehamilan. Hormon
ini disekresi diperedaran darah ibu (pada plasma darah), dan
diekskresi pada urine ibu.
c. Tanda Pasti (Positive Sign)
1) Gerakan janin dalam rahim. Gerakan janin ini harus dapat
diraba dengan jelas oleh pemeriksa. Gerakan ini baru dapat
dirasakan pada usia kehamilan sekitar 20 minggu.
2) Denyut jantung janin. Dapat didengar pada usia 12 minggu
dengan menggunakan alat fetal electrocardiograf ( misalnya
doppler)
3) Bagian bagian janin. Bagian besar janin (kepala dan bokong)
serta bagian kecil janin (lengan dan kaki) dapat diraba dengan
jelas pada usia kehamilan lebih tua (trimester akhir)
4) Kerangka janin. Kerangka janin dapat dilihat dengan foto
rontgen maupun USG
(Marjati dkk, 2011)
3. Pemeriksaan penunjang
a. Pemeriksaan laboratorium
Wanita hamil diperiksa urinnya untuk mengetahui kadar protein
glukosanya, diperiksa darah untuk mengetahui faktor rhesus,
golongan darah, Hb dan penyakit rubella
b. Pemeriksaan Rontgen
Dilakukan pada kehamilan yang sudah agak lanjut karena
sebelum buan ke IV rangka janin belum tampak. Pemeriksaan
rontgen dilakukan pada kondisi kondisi
c. Pemeriksaan USG
Kegunaannya untuk mennentukan diagnosis dan konfirmasi
awal kehamilan, umur gestasi dan penafsiran ukuran fetal,
mengetahui posisi plasenta, mengetahui adanya
IUD,mengetahui pergerakan janin dan detak jantung janin.
(Marjati dkk, 2011)

B. KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN


1. Pengkajian
Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan Fisik Diagnostik
1) Keadaan umum
Dengan inspeksi, dapat diperoleh gambaran mengenai keadaan
panggul. Adanya kesempitan atau kelainan panggul, dapat
diduga bila terlihat jalannya ibu tidak normal, misalnya
pincang, ibu sangat pendek, adanya kelainan panggul (kifosis,
skoliosis), kelainan belah ketupat dari michealis (tidak
simetris).
2) Tinggi badan
Tinggi badan kurang dari rata-rata merupakan faktor risiko
untuk ibu hamil atau ibu bersalin. Jika tinggi badan kurang dari
145 cm dimungkinkan sang ibu memiliki panggul sempit.
3) Berat badan
Pertambahan berat badan selama kehamilan rata-rata 0,3-0,5
kg/minggu. Bila dikaitkan dengan usia kehamilan, kenaikan
berat badan selama hamil muda 5 kg, selanjutnya tiap trimester
(II dan III) masing-masing bertambah 5 kg. Pada akhir
kehamilan, pertambahan berat badan total adalah 9-12 kg. Bila
terdapat BB yang berlebihan, perlu dipikirkan adanya risiko
bengkak, kehamilan kembar, hidroamnion, dan anak besar.
4) Lingkar lengan atas (LILA)
LILA kurang dari 23,5 cm merupakan indikator kuat untuk
status gizi yang kurang/buruk. Ibu beresiko untuk melahirkan
anak dengan BBLR.
5) Tanda-tanda vital
Tekanan darah
TD yang tinggi (lebih dari 140/90 mmHg) merupakan
resiko dalam kehamilan. Penanganan yang kurang tepat,
TD sistolik 30 mmHg atau lebih, dan/atau diastolik 15
mmHg atau lebih dapat berlanjut menjadi preeklamsi dan
eklamsi.
Denyut nadi
Jumlah denyut nadi normal adalah sekitar 80 kali/menit.
Suhu
Suhu tubuh ibu hamil lebih dari 37,5oC dikatakan demam,
hal ini kemungkinan ada infeksi dalam kehamilan.
Pernapasan
Frekuensi napas normal orang dewasa adalah 16-20
kali/menit. Bila ibu mengalami peningkatan frekuensi
napas, ibu akan mudah lelah atau kemungkinan dicurigai
mempunyai penyakit jantung.
6) Kepala dan Leher
Memeriksa apakah terdapat edema pada wajah
Memeriksa apakah kelopak mata bagian bawah
tampak pucat, berwarna kuning/jaundice pada sklera
Memeriksa apakah rahang pucat dan periksa juga
keadaan gigi
Memeriksa dan meraba leher untuk mengetahui
pembesaran kelenjar tiroid, pembesaran pembuluh
limfe dan pembesaran vena jugularis
7) Payudara
Amati bentuk, ukuran dan kesimetrisannya;
payudara normal melingkar, agak simetris, dan
dapat dideskripsikan kecil, sedang, dan besar
Puting payudara menonjol atau masuk ke dalam
Adanya kolostrum atau cairan lain, misalnya ulkus
Retraksi akibat adanya lesi
Masa atau pembesaran pembuluh limfe
8) Abdomen
Memeriksa apakah ada bekas luka operasi
Mengukur tinggi fundus uteri menggunakan tangan
bila usia kehamilan > 12 minggu, atau pita ukuran
bila usia kehamilan > 22 minggu
Melakukan palpasi untuk mengetahui letak
presentasi, posisi, dan penurunan kepala janin kalau
lebih dari 36 minggu
Auskultasi untuk mendengar denyut jantung janin
(DJJ) :
Dari Janin :
- Djj pada bulan ke 4-5
- Bising tali pusat
- Gerakan dan tendangan janin
Dari ibu :
- Bising rahim
- Bising aorta
- Peristaltik usus
Pemeriksaan Leopold :
Leopold I :
Pemeriksaan menghadap kemuka ibu hamil
Menentukan tinggi fundus uteri dan bagian janin
dalam fundus

Konsistensi uterus
Leopold II :
Menentukan batas samping rahim kanan-kiri
Menentukan letak punggung janin
Pada letak lintang, tentukan dimana kepala janin
Leopold III :
Menentukan bagian terbawah janin
Apakah bagian terbawah tersebut sudah masuk/
masih goyang
Leopold IV :
Pemeriksa menghadap kea rah kaki ibu hamil
Bisa juga menentukan bagian terbawah janin apa
dan berapa jauh sudah masuk PAP
9) Tangan dan kaki
Memeriksa apakah tangan dan kaki edema atau
pucat pada kuku jari
Memeriksa dan meraba kaki untuk mengetahui
adanya varises
Memeriksa refleks patela untuk melihat apakah
terjadi gerakan hipo atau hiper
10) Pemeriksaan panggul
Panggul : genital luar
Memeriksa labia mayora dan minora,
klitoris, lubang uretra, introitus vagina untuk
melihat adanya tukak atau luka, varises,
cairan yang ada (warna, konsistensi, jumlah,
bau)
Melakukan palpasi pada kelenjar bartolini
untuk mengetahui adanya pembengkakan
masa atau cairan kista
Panggul : menggunakan spekulum
Memeriksa serviks untuk melihat adanya
cairan/darah, luka/lesi, apakah serviks sudah
membuka atau belum
Memeriksa dinding vagina untuk melihat
adanya cairan/darah dan luka
Panggul : pemeriksaan bimanual
Mencari letak serviks dan merasakan untuk
mengetahui pembukaan (dilatasi) dan rasa
nyeri karena gerakan (nyeri tekan atau nyeri
goyang)
Menggunakan dua tangan, satu tangan di
atas abdomen, dua jari di dalam vagina
untuk palpasi uterus. Ukuran, bentuk dan
posisi, mobilitas, rasa nyeri, serta adanya
masa.

2. Diagnosa Keperawatan yang Mungkin Muncul


a. Risti perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan perubahan napsu makan, mual dan muntah
b. Risti defisit volume cairan berhubungan dengan perubahan napsu
makan, mual dan muntah
c. Kesiapan meningkatkan proses kehamilan-melahirkan

3. Rencana Asuhan Keperawatan

No NOC NIC
1 Setelah diberikan asuhan Family planning :
keperawatan selama ... x .. jam Contaception
diharapkan dapan memenuhi 1. Nilai pengetahuan
kriteria NOC Family process : dan pemahaman
Family Support During Treatment pasien mengenai
pemilihan
1. Keluarga pasien kontrasepsi
menyatakan keinginan 2. Diskusikan metode
mensuport anggota keluarga kontrasepsi
yang sakit ( ibu hamil) 3. Sediakan kontrasepsi
2. Memperlihatkan suport untuk pasien jika
sosial diperlukan.
3. Memperlihatkan suport
spiritual
4. Adanya kolaborasi untuk
menentukan tindakan
perawatan/ tindakan
selanjutnya

C. DAFTAR PUSTAKA

Gloria, dkk. 2008. Nursing Intervention Classification (NIC)


.Amerika: Elseiver.

Herdman T. H . 2014. Nanda International Nursing Diagnoses:


Definition and Classification, 2015-2017. Oxford : Wiley Blackwell

Manuaba, Ida Bagus Gde.2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit


Kandungan dan Keluarga untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC

Mochtar, Rustam. 2011. Synopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi.


Jakarta: EGC.

Sue, dkk. 2013. Nursing Outcome Classification(NOC). Amerika :


Elseiver.

Lembar Pengesahan

Denpasar,
Mengetahui

Pembimbing Praktik Mengetahui


Mahasiswa
Pembimbing Akademik

( ........................................... (..................................
...) .......)
NIP : NIM:
(........................................
......)

NIP: