Anda di halaman 1dari 47

STUDI KELAYAKAN BISNIS PROYEK ROTI DAN KUE

I. Latar Belakang

Sebuah kota kecil (kabupaten) yang berlokasi berdekatan dengan kota besar (propinsi),
dimana sebagian besar masyarakatnya bekerja di kota besar tersebut. Pada kota kecil tersebut
berdirilah sebuah mal dimana pengunjungnya sebagian besar adalah ibu-ibu beserta anaknya
dan sebagian lagi para karyawan dan anak muda yang berlokasi disekitarnya.

Dari hasil pengamatan kami atas sebuah toko roti dan kue yang tidak terlalu terkenal
merknya, toko tersebut selalu ramai oleh pengunjung/pembeli yang datang. Khususnya hari
Sabtu, Minggu dan hari libur, antrian kasirnya cukup panjang. Padahal rasa roti dan kue di
toko itu tidak kalah saing dengan rasa yang kami punya.

II. PEMRAKARSA

Dengan latar belakang diatas, maka saya bernama Nikita Mirzani. Merencanakan untuk
membangun usaha Roti dan Kue tersebut. Dimana usaha tersebut merupakan pengembangan
usaha Roti & Kue yang ke 5. Sehingga saya cukup mengerti mengenai seluk beluk dan
operasional usaha tersebut. Lebih detail tentang rencana usaha tersebut dapat lebih lanjut
proposal ini.

III. KEPEMILIKAN USAHA

Usaha Roti & Kue ini merupakan usaha perorangan dimana pengurus usaha adalah anggota-
anggota keluarga terdekat, yaitu:

Pemilik / Pimpinan Usaha : Nikita Mirzani.

Pengurus Harian : Aceng

Total jumlah Karyawan: 11 orang

Riwayat hidup pemilik, saat ini saya telah mempunyai 4 usaha Toko Roti & Kue dibeberapa
lokasi. Ke empat toko tersebut sudah beroperasi dan sangat menguntungkan.

Laporan keuangan ke empat usaha roti tersebut dapat dilihat pada lamiran roposal ini.

MODAL USAHA

Modal dasar usaha ini dan telah disetorkan sebesar Rp 30.400.000 (Tiga puluh juta empat
ratus ribu rupiah).

Surat-surat Izin

Surat-surat izin dan referensi yang telah dimiliki dan Photo Copinya yang dilampirkan dalam
proposal ini adalah:

Surat izin Domisili


SIUP (Surat Izin Usaha Pengusaha)

TDP (Tanda Dartar Perusahaan)

NPWP (Nomor Pokok Wajik Pengusaha)

Sertifikat Rumah

Surat Kawin

Kartu keluarga

Kartu tanda penduduk (KTP)

IV. Pemasaran

Produk dan Segmentasi

Produk usaha ini adalah roti dan kue yang dibuat berdasarkan resep yang ditemukan oleh
saya sendiri, sehingga rasa dan wanginya berbeda dengan roti lain.

Sedangkan segmentasi usaha ini adalah masyarakat di kabupaten ini khususnya masyarakat
yang sering datang ke Mal ini.

Permintaan

Informasi dari karyawan ditoko roti tersebut rata-rata omset mereka mencapai + Rp
2.000.000 perhari saat ini dan penjualan mereka makin hari makin meningkat hal ini dapat
dilihat pada antrian pembelian makin panjang. Peningkatan penjualan mereka 1 bulan + 10%.

Ramalan Permintaan:

Sesuai dengan data yang diperoleh bahwa kenaikan permintaan produk 10% perbulan, maka
ramalan permintaan tersebut dapat dilihat pada Tabel dibawah.

Omset/hari Kenaikan Omset/bulan


Penjualan
Bulan (Rp) (30 hari)

Proyeksi

Bulan-1 2,000,000 10% 60,000,000


Bulan-2 2,200,000 10% 66,000,000

Bulan-3 2,420,000 10% 72,600,000

Bulan-4 2,662,000 10% 79,860,000

Bulan-5 2,928,200 10% 87,846,000

Bulan-6 3,221,020 10% 96,630,600

Bulan-7 3,543,122 10% 106,293,660

Bulan-8 3,897,434 10% 116,923,026

Bulan-9 4,287,178 10% 128,615,329

Bulan-10 4,715,895 10% 141,476,861

Bulan-11 5,187,485 10% 155,624,548

Bulan-12 5,706,233 10% 171,187,002

Pesaing

Pada mal tersebut baru ada 1 toko roti dan kue, dan space (tempat) yang tersedia untuk
membuka usaha roti & kue hanya 1 tempat lagi, yaitu: tempat yang sudah kami bayar DP
nya. Kemungkinan kecil dalam waktu dekat pesaing yang lain akan masuk. Maka dalam 1 2
tahun kedepan hanya ada 2 toko Roti & Kue.

Peluang
Besarnya proyeksi peluang pasar / omset rata-rata yang di analisa dengan menggunakan
konsep bagi-bagi kue adalah:

Omset rata-rata Peluang Toko Baru


Total Omset Roti & Kue
Bulan (Rp/unit)
(Rp/bulan) (Unit) Running Peluang yg
Capacity didapat

Proyeksi

Bulan-1 60,000,000 2 30,000,000 80% 24,000,000

Bulan-2 66,000,000 2 33,000,000 85% 28,050,000

Bulan-3 72,600,000 2 36,300,000 95% 34,485,000

Bulan-4 79,860,000 2 39,930,000 100%


23,958,000

Bulan-5 87,846,000 2 43,923,000 100%


32,942,250

Bulan-6 96,630,600 2 48,315,300 100%


41,068,005

Bulan-7 106,293,660 2 53,146,830 100%


53,146,830

Bulan-8 116,923,026 2 58,461,513 100%


58,461,513

Bulan-9 128,615,329 2 64,307,664 100%


64,307,664

Bulan-10 141,476,861 2 70,738,431 100%


70,738,431

Bulan-11 155,624,548 2 77,812,274 100%


77,812,274
Bulan-12 171,187,002 2 85,593,501 100%
85,593,501

Catatan:

* Mengingat Usaha Roti & Kue Masih Baru maka diperkirakan awal-awal bulan omset
penjualan masih rendah karena belum dikenal.

V. Teknis

Lokasi Usaha:

Tempat usaha ini berlokasi dilantai ground floor dekat dengan pintu masuk pada mal tersebut.
Luas ruangan Usaha Roti & kue ini 50 m2.

Barang Investasi:

Kontrak Kios 1 tahun

Meja, Kursi, lemari

Oven Kue

Kompor gas 1 unit

Peralatan memasak lainnya

Kulkas

VI. Keuangan

Total biaya pembangunan usaha Toko Roti & Kue tersebut sebesar Rp 77.688.000, dengan
rincian sebagai berikut

Barang Investasi:

Kontrak Toko 1 tahun Rp 40.000.000

Renovasi Rp 5.000.000

Kursi, meja, lemari Rp 5.000.000

Oven Kue Rp 10.000.000

Kompor gas 2 unit Rp 1.500.000

Peralatan memasak lainnya Rp 2.500.000


Kulkas Rp 5.000.000

Motor I unit Rp 12.000.000

lain-lain Rp 5.000.000

Total Rp 76.000.000

1. Modal Kerja (Pembelian Kopi, roti, dll) Rp. 1.688.000

Grand Total RP 77.688.000

Sumber Dana Investasi


Kebutuhan dana dalam pembangunan usaha ini berasal dari dana sendiri dan dana pinjaman
dari bank. Yaitu:

Modal sendiri

Investasi Rp 30.400.000 (40%)

Kredit Bank

Investasi Rp 45.600.000 (60%)

Modal Kerja RP 1.688.000

Total Rp 47.288.000

Grand Total Rp 77.688.000


Pembayaran Kredit Investasi

Sedangkan pembayaran kredit akan dimulai dicicil pada bulan kedua (sebulan setelah
pinjaman diterima), serta selanjutnya setiap 1 bulan sekali, selama 12 bulan. (lebih ditail
dapat dilihat pada tabel dibawah ini atau pada lampiran-02 Proyeksi Aliran Dana)

Tabel Jadwal Pembayaran Pokok dan Bunga Kredit

Pokok Kredit Bunga Kredit Total


Bulan
(Rp) (Rp) (Rp)

Bulan-1
3,941 760 4,701
Bulan-2
3,941 722 4,663

Bulan-3
3,941 657 4,598

Bulan-4
3,941 591 4,532

Bulan-5
3,941 525 4,466

Bulan-6
3,941 460 4,401

Bulan-7
3,941 394 4,335

Bulan-8
3,941 328 4,269

Bulan-9
3,941 263 4,204

Bulan-10
3,941 197 4,138

Bulan-11
3,941 131 4,072

Bulan-12
3,937 66 4,002

Proyeksi Laba Rugi

Pada bulan operasi pertama diperkirakan usaha air isi ulang sudah mendapatkan keuntungan
sebesar Rp 68.000 dan bulan kedua memperoleh laba sebesar Rp 2.940.000, Akumulasi
keuntungan dalam satu tahun adalah Rp 243.370.000 Lebih ditail tentanng Proyeksi laba rugi
dapat dilihat pada Lampiran-03

Analisa Investasi
Dalam analisa investasi kami menggunakan 2 metode, yaitu:

1. Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali
investasi dengan menggunakan keuntungan ditambah penyusutan.

Payback Period usaha ini adalah + 6 Bulan.

1. Internal Rate of Return (IRR) adalah tingkat bunga yang akan menjadi nilai sekarang
dari proceeds yang diharapkan yang akan diteriama, sama dengan nilai sekarang dari
pengeluaran modal. IRR yang baik jika lebih besar dari tingkat suku bunga bank.

IRR dalam 12 bulan adalah 20,84%.

Rasio Keuangan

Metode yang digunakan adalah:

Likuiditas adalah ukuran kemampuan usaha dalam memenuhi kewajiban lancarnya, minimal
1 atau 100%.

Bulan Likuiditas

Bulan -1 9.96%

Bulan -2 19.11%

Bulan -3 43.29%

Bulan -4 83.29%

Bulan -5 141.82%

Bulan -6 227.28%

Bulan -7 352.86%

Bulan -8 540.74%

Bulan -9 831.18%

Bulan -10 1305.00%

Bulan -11 2150.96%

Bulan -12 3930.74%


Selanjunya lihat lampiran-0 atau 05

Profitabilitas

Kemampuan usaha dalam menghasilkan laba dengan jumlah harta yang telah ditanamkan,
dapat diukur dengan ROI (Rate of return O Investment) danROE (Rate of return On
Equity). ROI dan ROE yang baik lebih besar dari suku bunga bank.

Bulan ROI ROE

Bulan -1 1.12% 0.22%

Bulan -2 5.25% 9.67%

Bulan -3 12.40% 24.70%

Bulan -4 19.34% 37.46%

Bulan -5 25.48% 46.87%

Bulan -6 33.03% 57.20%

Bulan -7 42.38% 68.54%

Bulan -8 54.05% 80.99%

Bulan -9 68.79% 94.67%

Bulan -10 87.63% 109.70%

Bulan -11 112.11% 126.20%

Bulan -12 144.55% 144.33%

Terlihat ROI dan ROE pada awal bulan sudah lebih dari suku bunga bank dan makin
meningkat setiap yang menyatakan proyek ini layak dibangun. Selanjunya lihat lampiran-0
atau 05.

V. Jaminan Kredit.

Jaminan kredit usaha untuk pinjaman tersebut, kami bersedia menjaminkan Surat sertifikat
rumah atas nama saya.

Penutup

Demikianlah proposal permohonan kredit kami ini.


Besar harapan kami untuk mendapatkan pinjaman kredit dari Bank yang Bapak pimpin.

Terimakasih atas kerja samanya.

Hormat Kami,
Proposal Makanan Ringan
Bolu Kukus
Laporan ini disusun dan dibuat guna
memenuhi tugas kewirausahaan

Disusun oleh :
Nama: Wakidah Nur Sholikah
Kelas: X Tata Busana

SMK NURUL HUDA


Sarimulyo Ngawen Blora
Tahun Pelajaran 2012/2013

Kata Pengantar
Dengan memanjatkan puji syukur atas kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat serta karuni-Nya sehingga
penulis dapat menyusun laporan proposal ini.
Penulis menyusun proposal ini untuk memenuhi syarat
menempuh semester II tahun pelajaran 2013.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah
yang telah memebimbing dan telah member pengarahan
kepada penulis selama proses penyusunan laporan ini.maka
tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada:
1. Ibu Siti Shofiyatun selaku kepala sekolah SMK Nurul Huda.
2. Bapak Ali Imron S.E. selaku guru pembimbing.
3. Ibu Safitri Purwaningrum selaku wali kelas.
4. Bapak dan Ibu guru SMK Nurul Huda.
Dalam menyelesaikan laporan proposal ini penulis
menyadari bahwa ini masih sederhana dan hasilnya jauh dari
sempurna karena terbatasnya pengetahuan .kemampuan serta
pengalaman saya untuk itu segenap kritik dan saran dari
pembaca akan saya terima kasih dengan lapang dada dan
senang hati.
Demikianlah kata pengantar sayasemoga laporan proposal ini
dapat memenuhi syarat semester II.

MOTTO
Berbahagialah berbuat yang baik kepada seseorang malanglah
mengharap yang mengharap kebaikan dari orang lain
Ilmu adalah kunci kita menuju kesuksesan dimasa depan.
Orang pemberani adalah orang yang mampu mengendalikan
hawa nafsunya dan mampu mengendalikan dirinya.
Kegagalan adalah awal dari kesuksesan.
Buku adalah suatu hal yang mudah untuk menaklukan diri
sendiri.
Nasehat yang baik adalah teladan yang baik.
Buku yang bermanfaat merupakan teman sejati.
Daftar Isi
Hal cover
Kata Pengantar
Daftar isi
Bab I
1. Pendahuluan
2. Latar Belakang
3. Tujuan /maksud
4. Sistematika /penyusun
Bab II
1. Isi : Gambaran umum produk yang kamu buat
Bab III
1. Perencanaan Usaha
a. Bahan Baku
b. Peralatan
c. Berisi proses pembuatan atau produksi
d. Provit/perhitungan laba rugi
e. Sistem pemasaran
f. Tanggapan konsumen
Bab IV
1. Penutup
a. Kesimpulan
b. Saran
Saran untuk penulis
Saran untuk konsumen
Saran untuk perusahaan

BAB I
Pendahuluan

1. Latar Belakang
Dimana era globalisasi/perdagangan bebas dimana jarak tidak
merupakan hambatan. Pekerjaan akan dilakukan dimana saja,kapan saja
maka perlu suatu alat yan dapat mendukung kearah itu.maka dari itu
bolu juga sering digunakanuntuk menjamu tamu dirumah juga bermanfaat
untuk salingan makanan dalam rangka diet bagi orang yang mudah
cepat lapar dan mudah capek.bolu juga bermanfaat bagi orang yang diet.
Disamping untuk menjamu tamu bolu juga untuk salingan makanan.maka
dari sekarang sudah harus ada fasilitas tersebut untuk pembuatan bolu
yang lebih tepat dari sebelumnya.
Bolu juga merupakan makanan ringan yang murah dan mudah didapat
karena sering kita jumpai ditoko-toko seperti pasar,supermaket,dll. Bolu
juga sering kita jumpai dikalangan masyarakat.terlebih lagi mahasiswa
dan pelajar yang berada disekitar lingkungan sekolah. Maka bolu cocok
untuk camilan pada waktu istirahat dan cocok untuk bekal ke sekolah.
2. Maksud dan tujuan
Tujuan dibuatnya bolu adalah untuk mengganti nasi ketika kita dalam
perjalanan yang cukup jauh sehingga memudahkan dan meringankan
beban saat bepergian.bolu ini terlebih lagi untuk makanan pagi dan bekal
ke sekolah. Maka dari itu bolu cocok untuk camilan pada waktu istirahat
dan cocok untuk bekal ke sekolah yaitu sebuah bolu yang bergabung
dengan roti sehingga menjadikan perut menjadi kenyang dan tidak
mudah lapar.target dari bolu ini adalah untuk semua kalangan
masyarakat yang membutuhkan makanan ini. Terlebih lagi mahasiswa
dan pelajar yang berada disekitar kita.
3. Penyusun
Laporan ini disusun untuk memberikan gambaran tentang bolu yang
penulis buat oleh karena itu penulis ingin memasarkan produk yang
penulis buat.

BAB II
ISI

A. Faktor Pendukung
a. Lokasi yang setrategis dijalan melati No. 01 karena cocok kawasannya
yang luas dan dekat dengan perumahan warga.
b. Mesin yang dimilikidisertai dengan pengaman yang tanggih.
B. Langkah langkah kerja
a. Mengajukan proposal untuk dana pembuatan bolu.
b. Setelah disetujui, dana tersedia dikeluarkan untuk :
Sewa gedung tempat usaha.
Pembelian peralatan dan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk promosi
dengan selembaran pramflet mulut ke mulut,forum khusus,iklan,dll.
Mengendalikan situasi keadaan usaha agar terus ramai oleh pembeli.
Menjaga kenyamanan karyawan agar bisa bekerja dengan maksimal.
Menjaga kebersihan tempat usaha yang dijalankan.
Menjaga keamanan tempat kerja.
Memeriksa seluruh keadaan mesin sebelum mesin dihidupkan.
Setiap hari manager membuat laporan bulanan pendapatan kepada
pemilik.
Gambaran umum produk yang kamu buat.
Bolu ini cukup enak dan lezat
Warna dan bentuknya juga menarik
Harganya cukup murah
Bolu ini terdapat di toko-toko
Bolu ini terdapat dikalangan masyarakat.
Bentuk dan ukurannya juga pas.

BAB III
Rencana Anggaran

N Uraian kuantitas Harga Jumlah


o satuan
1 Peralatan
Mesin penbuat 1 unit Rp. Rp.1000000
1000000 0
Oven 1 unit Rp.5000000 Rp.5000000
Kipas angin 3 buah Rp.50000 Rp.1500000
Sapu 5 buah Rp.3500 Rp.17500
Sulak 2 buah Rp.3000 Rp.6000
Serbet 2 buah Rp.5000 Rp.10000
Tempat sampah 1 buah Rp.5000 Rp.5000
Meja 1 buah Rp.40000 Rp.40000
kursi 2 buah Rp.20000 Rp.40000

2 Gedung
sewa gedung 6X5 Rp. Rp.2000000
2000000 0
renovasi gedung Rp.1000000 Rp.1000000
biaya tak terduga Rp.1750000 Rp.1750000
selama 6 bulan
JUMLAH PENGELUARAN
Rp. 9363500

3 Bahan
tepung terigu 2 karung Rp. 400000 Rp.800000
telur 10 kg Rp.11000 Rp.110000
mentega 5 pack Rp.10000 Rp.50000
vanili 5 pack Rp.2500 Rp.12500
coklat 10 pack Rp.10000 Rp.100000
JUMLAH
Rp. 1.072.500

a. Bahan Baku
Tepung terigu
Telur
Mentega
Vanili
Coklat
b. Peralatan
Mesin Pembuat
Oven
Kipas Angin
Sapu
Sulak
Serbet
Tempat sampah
Meja
Kursi
Cara-cara membuat bolu
Siapkan tepung terigu
Pecahkan telur kedalam wadah
Telur yang sudah dikocok siram ke atas tepung terigu kemudian
campur hingga merata.
Tuangkan mentega kedalam adonan kemudian campur vanili
dan coklat hingga merata.
Tuangkan adonan kewadah yang sudah disiapkan kemudian
kukus sampai matang.sesudah matang angkat dan siap
disajikan.
Perkiraan Pendapatan dan biaya
a. Biaya Bulanan
No Rincian biaya perhitungan Jumlah
1 Biaya tetapgaji 30 X 400000 Rp. 12000000
karyawan
Biaya variable Biaya 400000 Rp. 400000
listrik
JUMLAH
Rp. 12.400.000
b. Pendapatan
No Rincian biaya perhitungan Jumlah
1 Hasil penjualan 400 X 30 X 1500 Rp. 28.000.000

c. Perolehan laba usaha


Pendapatan /bulan = Rp. 28.000.000
Biaya /bulan = Rp. 12.400.000
Rp. 15.600.000
Dari laba bersih Rp 15.600.000/bulan jika dalam 1 tahun :46.800.000
No Rincian biaya Perhitungan Jumlah
1 Biaya tetap 30 X 400000 / 30 hari Rp. 400000
a. Gaji karyawan
2 Biaya variabel 400000 / 30 Rp. 14000 -
a. Biaya listrik
JUMLAH PENDAPATAN / HARI Rp. 260000

No Rincian biaya Perhitungan Jumlah


1 Hasil penjualan 1500 X 400 X 1 Rp. 600000
Dari laba bersih pendapatan / hari = 600000
Biaya / hari = 260000
Rp. 340000
d. Sistem pemasaran
Produk ini dipasarkan dengan cara iklan atau melalui pemesanan dan
dapat diantar kemana yang pembeli mau.
e. Tanggapan
Bolu yang dibuat penulis cukup enak.
Penulis harus lebih baik lagi dalam memasarkan produk yang
dibuat.

BAB IV
PENUTUP
Demikian data-data ini kami buat sebagai suatu acuan
dalam pembuatan bolu dan juga dapat dijadikan sebagai
bahan pertimbangan bagi pemilik modal dan pihak yang lain
bekerja sama untuk menanamkan modal sebagai bimbingan
teknis dalam pengolahan bolu nantinya.semoga Allah SWT
memberikan rahmatnya bagi kita semua dan memberikan
balasan yang jauh lebih baik atas kerjasamanya. Atas perhatian
dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
A. Kesimpulan
a. Kami siap mengantarkan pesanan yang anda pesan.
b. Kami menjamin kesehatan makanan dari tokoini.
c. Toko ini selalu buka 14 jam (setengah hari).
B. Saran
Seharusnya toko ini buka 24 jam
Seharusnya jumlah persediaan bolu ditambah agar tidak kehabisan.
Seharusnya kebersihan di toko ini ditingkatkan agar pengunjung lebih
banyak.

Blora Januari 2013


Yang membuat analisis

Wakidah Nur Sholikah

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Konsep Bisnis


1.1.1.Selera
Faktor utama yang menentukan kesuksesan dari usaha kuliner adalah citarasa makanannya.
"Sesuaikan citarasa makanan dengan target pasar yang dituju. Lakukan survei pasar untuk
menemukan apa yang diinginkan masyarakat,".
1.1.2.LifeStyle
Makanan sekarang ini bukan hanya sebagai pemuas rasa lapar, tetapi juga sebagai bagian dari
gaya hidup. "Jakarta merupakan salah satu kota yang menjadikan makanan sebagai bagian
dari gaya hidup keseharian mereka,". Jika pandai melihat peluang yang ada, dan
menggabungkannya dengan jenis makanan yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,
maka produk usaha Anda berpeluang untuk disukai banyak orang.
1.1.3.DayaBeli
Sebelum menentukan produk yang akan dijual, lihat dulu lokasi yang menjadi tujuan usaha
Anda, dan lingkungan sekelilingnya. Saya mengungkapkan, pemantauan kawasan sekeliling
lokasi tujuan akan menentukan produk apa yang paling tepat untuk dijual. Observasi akan
menentukan produk jualan berdasarkan daya beli masyarakat. Jika produk yang dijual terlalu
mahal, sedangkan daya beli masyarakat rendah, maka bisnis tidak akan berjalan lancar.
1.1.4.Rencanaproduksi
Konsep rencana produksi juga harus dipikirkan lebih lanjut. Perhatikan dengan teliti dari
sumber bahan baku, alur produksi, harga produksi, peralatan, kualitas, keunggulan produk,
sampai kemasan produk yang akan dijual.

1.2 Fitur Finansial


Dalam aspek finansial ini akan disajikan informasi tentang biaya investasi, modal kerja, cash
flow dan biaya operasional yang terdiri dari fixed cost dan variable cost. Sebelum menyusun
analisis kelayakan finansial maka perlu dibuat ihktisar biaya investasi.
Cashflow merupakan aliran kas dari suatu usaha yang terdiri dari penerimaan usaha (inflow)
dan pengeluaran usaha (outflow). Aliran kas disusun untuk menunjukan perubahan kas
selama satu periode tertentu serta memberikan alasan mengenai perubahan kas tersebut
dengan menunjukkan dari mana sumber-sumber kas dan penggunaan-penggunaannya.
BAB II
2.1 Deskripsi Umum Perusahaan
2.1.1 Nama dan Alamat Perusahaan
Nama perusahaan : CupCake Sport
Alamat perusahaan : Jl. Veteran, No. 66 Sukabumi Jawa Barat
No. Telp : (021)214913

2.1.2 Nama dan Alamat Pemilik


Nama : Dwiky Pradibyo Wibowo
pemilik
Alamat pemilik : Kp. Mangkalaya RT/01 RW/04, Desa.
Mangkalaya Cisaat - Sukabumi`
No. Telp 083818091300

2.1.3. Nama dan Alamat Penanggung jawab


Nama : Iyan Sofi Ansori
Alamat : Kp. Cibatu RT/01 RW/05, Desa Cibatu,
Cisaat- Sukabumi
No. Telp : 087788113766

2.1.4. Informasi tentang bisnis yang dilaksanakan


Dalam perusahaan ini bergerak di bidang perdagangan yang menjual brmacam-
macam model cupcake dengan motif club-club olahraga sepak bola dengan selera
masyarakat Sukabumi, khususnya untuk kaum remaja.
Sebelum kami menjalankan perusahaan yang kami rencanakan ini, maka kami
harus mempunyai modal usaha. Untuk merencanakan pemasaran, perusahaan kami
akan mempromosikan dan mendistribusikan produk kami melalui pasar tradisional
maupun pasar modern yang mudah terjangkau oleh para pembeli/konsumen.
BAB III
RANGKUMAN EKSEKUTIF
3.1. Latar Belakang
Setiap orang pasti ingin menjadi Bos di bisnis atau usaha-nya sendiri. Hanya
orang-orang yang berpikiran sempit-lah yang seumur hidup ingin menjadi orang
gajian.

Banyak sekali jalan menuju kesuksesan, salah satu diantaranya dengan


membuat sebuah cikal-bakal bisnis yang diharapkan mampu mengembangkan daya
kreativitas dan inovasi. Hal ini sangat membutuhkan keberanian yang luar biasa.
Hanya orang bernyali besar-lah yang mampu meng-gelontorkan sejumlah dana demi
sebuah harapan yang belum pasti.

Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat


dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena itu, bisnis itu
harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berpikir
dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut.

Peluang usaha di depan mata, tidak ada salahnya kalau kita memulai sekarang.
Inilah yang melatar belakangi berdirinya sebuah Toko Kue bernama CupCake Sport.

Akhir-akhir ini sering kali kita lihat pada media televisi, koran, serta internet
banyak sekali pemberitaan mengenai sepakbola terutama pada Liga Champions
yang diikuti oleh berbagai club-club sepak bola terbaik didunia yang sedang digilain
oleh sebagian masyarakat luas, maka dari itu kami terinspirasi untuk membuat Toko
Kue bernama CupCake sport .

3.2. Visi dan Misi


Visi : Untuk memberikan style baru produk cupcake untuk memuaskan para
konsumen.

Misi : Memberikan dan menerapkan pelayanan yang baik dan berkualitas demi
kepuasaan pelanggan.

3.3. Lokasi
Lokasi yang dipilih merupakan suatu tempat yang strategis di Komplek Ruko
Cisaat karena terdapat banyak sekolah dimulai dari SD,SMP,SMA, lokasi mudah
terlihat dan berada di jalan utama perumahan yang merupakan jalan lalu lalang
masyarakat sekitar sehingga dapat dengan mudah dicari dan didatangi.

3.4. Ruangan / Tempat yang dibutuhkan


Ruangan / Tempat yang dibutuhkan pada awal membuka usaha toko ini yakni 1
ruangan berukuran 12x 6m.

3.5. Waktu Operasional


Waktu untuk melakukan pelayanan usaha ini dibuka dari pukul 08.00 pagi sampai
dengan pukul 21.00.

3.6. Target Pelanggan


Target pelanggan CupCake Sport ini adalah : untuk semua usia khusus bagi siswa
dan siswa. Mereka adalah konsumen CupCake yang memiliki ciri khas tertentu.
Selain menentukan lokasinya kita harus menentukan dekorasi atau penampilan toko
tersebut.
Usaha cupcakes ini cukup menjanjikan, karena masih sedikitnya pesaing cupcakes
di kota Sukabumi. Selain harganya yang terjangkau, model cupcakes ini sangatlah
beragam. Usaha Segmen pasar yang dipilih dalam usaha ini adalah masyarakat
menengah ke bawah maupun atas. Produk cupcakes disesuaikan dengan target
pasarnya, oleh karena itu harga produk dapat terjangkau.

BAB IV
DESKRIPSI USAHA
4.1. Produk yang dihasilkan
Dalam sehari penjualan cupcake ini menghabiskan sampai 15 box kue dengan 6 pcs
cupcake dalam 1 boxnya, telah termasuk garmis yang akan dipakai untuk setiap
CupCakenya
Adapun kualitas produk atau mutu produk yang kami hasilkan memiliki beberapa
keunggulan:
o Bahan baku kue berkualitas tinggi dan dapat memuaskan konsumen dengan harga
yang murah,
o Bermacam-macam bentuk kue dengan style yang uptodate
o Tahan lama menggunakan bahan pengawet alami

4.2. Ruang Lingkup Usaha


Ruang lingkup lingkup usaha Toko Kue Cupcake Sport ini kami rancang dengan
sebaik mungkin karena semua itu bisa berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan
kami, maka dari itu kami berusah memberikan sesuatu yang terbaik untuk
konsumen.
Toko kue Cupcake Sport terletak di Jl. Veteran, No. 66 Sukabumi Jawa Barat.
Toko ini sudah memenuhi persyaratan berdirinya sebuah perusahaan, karena lokasi
tersebut tidak terlalu jauh dari pemukiman penduduk dan akses transportasi menuju
lokasi perusahaan sudah lancar.

4.3. Personalia dan Perlengkapan Kantor


Pemilik : Dwiky Pradibyo Wibowo
Penanggung Jawab : Iyan Sofi Ansori
Sekretaris : Syauqi Albi
Bendahara : Martin Cipta Yogi Manurung
BAB V
RENCANA PRODUKSI
5.1. Proses Produksi
Proses produksi yang kami jalankan dalam perusahaan CupCake Sport ini dapat
dilihat pada bagan berikut :
1.Panaskan oven pada suhu 180 C,
2.Kocok mentega, gula, garam hingga mengembang dan pucat, kemudia
masukkan telur, kocok lagi hingga tercampur rata dan mengembang,
3.Masukkan tepung terigu dan coklat bubuk secara bergantian, sambil
diaduk hingga rata,
4.Tuang ke dalam loyang cupcakes dan panggang hingga matang selama 30 menit,
5.Angkat kemudian dinginkan.
6.Desain lapisan atas Cupcake dengan model bertipe sport atau olah raga mencakup
logo club dan atribut-atribut lain sepak bola yang anda sukai.

5.2. Sumber-sumber Produk / Bahan


Untuk sumber-sumber bahan baku kue, kami mengambil dari supplier atau
perusahaan yang sudah terjamin dan terbukti kualitas kue dengan tekstur dan model
kue yang menarik konsumen tentunya. Sehingga dengan begitu tidak merugikan
berbagai pihak, baik dari pihak perusahaan maupun konsumen yang membelinya.

5.3. Trend Perkembangan Pasar


Saat ini pertumbuhan ekonomi sangatlah berdampak pada hasil penjual barang
maupun jasa yang ditawarkan. Apabila pertumbuhan ekonomi suatu Negara sedang
membaik maka permintaan akan barang/ jasa masyarakat terhadap barang dan jasa
akan lebih tinggi.
Ini berarti trend penjualan akan membaik pula maka suatu bisnis ataupun
perusahaan yang menjual barang/ jasa penerimaannya akan lebih tinggi. Apabila
dibandingkan ketika ekonomi Indonesia terkena krisis, maka daya beli masyarakat
menjadi menurun, trend penjualan akan menurun akibatnya suatu bisnis atau
perusahaan banyak yang mengalami kebangkrutan

5.4 Keunggulan Produk


a. Serbaguna.
Cupcakes memiliki berbagai keistimewaan dibandingkan kue pernikahan konservatif,
karena dapat disajikan dengan berbagai rasa. Tidak hanya satu rasa yang biasa
terdapat di banyak kue pernikahan. Dengan menggunakan cupcakes berbagai rasa
yang berbeda dengan desain sport yang bermacam-macam, maka para tamu dapat
menemukan rasa yang mereka kehendaki. Cupcakes sangat praktis, karena tidak
perlu memotong-motong kue lagi. Sedangkan sebagai suvenir, cukup dikemas
dalam wadah kotak atau plastik mika. Pasangan pengantin yang memilih cupcakes
sebagai kue pengantin mereka pun tetap dapat mengadakan upacara pemotongan
kue. Mintalah pembuat kue untuk membuatkan kue berukuran kecil, untuk diletakkan
di bagian atas. Kue berukuran kecil inilah yang akan digunakan pada acara
pemotongan kue.
b. Laris.
Sebagian besar masyarakat sering mengkonsumsi cupcakes. Cupcakes layaknya
kue-kue yang acap kali ditemukan di bakery-bakery tiap daerah. Cupcakes dapat
disajikan sebagai oleh-oleh dan acara seperti pesta, yang sangat praktis dan tidak
merepotkan. Oleh karena itu cupcakes sangat digemari penikmatnya.
c. Trendi.
Sekarang ini cupcakes ada di manamana, terlihat dari beberapa contoh cupcakes
di sejumlah media. penataannya cukup banyak pilihan dan tampil memukau. Apalagi
ketika ditumpuk bersama-sama pada setiap lapisan tempat cupcakes, maka
tampilan cupcakes akan sangat mengesankan.

d. Mudah dibuat.
Bagi baker atau pembuat kue yang berpengalaman, maka cupcakes dapat dibuat
beberapa minggu sebelumnya dan dibekukan di tempat kedap udara. Namun
demikian, dekorasi untuk menghiasi cupcakes relatif rumit karena dikerjakan satu
persatu dan biasanya dibuat dalam jumlah relatif banyak. Apalagi bila pesta dihadiri
oleh banyak tamu, dan cupcakes akan menjadi bagian dari jamuan untuk para
undangan.
BAB VI
PERENCANAAN PERMODALAN
6.1. Sumber-sumber permodalan
Sebagai sumber awal mula pendirian Cupcake Sport yaitu dari pemilik toko kue
sendiri. Sebagai investasinya untuk itu didirikanlah perusahaan dalam bidang
perdagangan home industri.

6.2. Neraca Permulaan Perusahaan


a) Biaya produksi per tahun terdiri dari:
1. Modal Awal produksi
Bahan Baku Rp.
2.138.000,-
Renovasi Awal & Desain Interior Rp. 2.000.000,-
Kitchen Set Rp. 1.000.000,-
Biaya Soft Opening dan Promosi Rp. 500.000,-
awal
Biaya gaji karyawan bulan pertama Rp. 1.800.000,- +
Jumlah Modal Produksi Rp. 7.438.000,-

2. Biaya lain-lain
Listrik /1 bulan Rp. 75.000,-
Asuransi Rp. 2.000.000,-
Transportasi Rp. 100.000,-
Pajak Rp. 50.000,-
Pemeliharaan toko dan peralatan Rp. 300.000,- +
Jumlah biaya lain-lain Rp. 2.525.000,-
Total seluruh biaya produksi (1 + 2)
Jumlah modal produksi Rp. 7.438.000,-
Jumlah biaya lain-lain Rp. 2.525.000,- +
Total Rp. 9.963.000,-

Perincian modal bahan baku


Tabel 6.2.1

6.3. Proyeksi Aliran Kas


Pada usaha kami proyeksi keuntungan kotor adalah 30% dari penghasilan.
Rata-rata untuk toko kami ini, akan mampu menjual sekitar 5400 box pertahun,
sehingga jika diambil keuntungan kotor pertahun adalah sekitar Rp.162.000.000,-
pertahun dan keuntungan kotor perbulan yaitu Rp. 13.500.000,- .Keuntungan bersih
dari hasil keuntungan kotor diatas adalah 162.000.000 (162.000.000 * 30 %) =
162.000.000 48.600.000 = 113.400.000, jadi keuntungan bersih yang akan
didapat yaitu Rp 113.400.000,- pertahun.
Jika dalam penjualan cupcake per pcs Rp 5000,- maka dalam penjualan 1 box
cupcake yang berisi 6 pcs Rp 30.000,- dengan 15 box yang terjual kepada
konsumen perhari maka kami mendapatkan Rp 450.000,- dan Rp 9.450.000,-
perbulannya.
Apabila pendapatan dari usaha cupcake sport ini stabil maka dalam 2 atau 3
bulan modal akan kembali.

6.4. Proyeksi Penjualan


Tahun Jumlah Harga per box cupcakes Proyeksi Penjualan
Penjualan
2012 5400 box Rp. 30.000 Rp.162.000.000
2013 5670 box Rp. 30.000 Rp.170.100.000
2014 5940 box Rp. 30.000 Rp.178.200.000
2015 6210 box Rp. 30.000 Rp.186.300.000
2016 6480 box Rp. 30.000 Rp.194.400.000
Tabel 6.4.1

Proyeksi Penjualan cupcakes keuntungan diperkirakan naik 5 % per tahun.


Keterangan : 1 box cupcake sport berisi 6 pcs kue cupcake sport dengan harga per pcs Rp. 5.000
.

Biaya tetap :
Biaya gaji pertama karyawan Rp.
1.800.000,-
Bahan Baku Rp.
2.138.000,-
Listrik /1 bulan Rp. 75.000,-
Asuransi Rp. 2.000.000,-
Transportasi Rp. 100.000,-
Pajak Rp. 50.000,-
Pemeliharaan toko dan peralatan Rp. 300.000,- +
Jumlah biaya lain-lain Rp. 6.463.000,-

6.5. Perencanaan Laba Rugi


INVESTASI JUMLAH (RP)

1. Penyusutan gedung dan peralatan Rp 100.000,-


2. Gaji pegawai Rp. 1.800.000,-
Jumlah Rp. 1.900.000,-
Biaya variable/ produksi
Bahan Baku Rp. 2.138.000,-
Kitchen Set Rp. 1.000.000,-
Jumlah Rp. 3.138.000,-
Biaya-biaya lain
1. Listrik Rp. 75.000,-
2. Asuransi Rp. 2.000.000,-
3. Transportasi Rp. 100.000,-
5. Pajak Rp. 50.000,-
Total Modal produksi Rp. 2.225.000,-
TOTAL MODAL (PENGELUARAN) Rp. 7.263.000,-
Pendapatan
Penjualan kue cupcake sport Rp 13.500.000,-
TOTAL PENDAPATAN Rp 13.500.000,-
PROYEKSI
LABA/RUGI(KEUNTUNGAN)
Rp. 13.500.000,-
Total Pendapatan
Rp. 7.263.000,-
Total modal / Pengeluaran
TOTAL KEUNTUNGAN BERSIH Rp. 6.237.000,-
6.6 ANALISIS BEP(BREAK EVEN POINT)

Rumus berdasar nilai


FC
BEP = --------------
1 - VC
P

FC : Biaya Tetap
P : Harga jual per unit
VC : Biaya Variabel per unit
Penyelesaian :
BEP = 6.463.000
1-(30.000/5000)
= 6.463.000/ (1-6)
=6.463.000/5
=1.292.600

BAB VII
PENUTUP
Sebuah inovasi yang hebat tidak pernah lepas dari ide sederhana yang
kreatif. Walaupun cupcake sport tersebuti terkesan sederhana , namun jika
dipadukan dengan pola pikir yang kreatif dan inovatif , maka tidaklah mustahil jika
rangkaian ini bisa menjadi sebuah solusi besar yang sangat membantu kita dalam
melakukan usaha berbisnis kue dengan keuntungan yang besar.
PROPOSAL USAHA KUE BROWNIES COKLAT

undefined

undefined

PROPOSAL USAHA
KUE BROWNIES COKLAT

Disusun oleh :

Nama : Miladia Isna Dewi

Kelas : XII Pemasaran 2


SMK NEGERI 1 KUDUS

TAHUN AJARAN 2013/2014

Jalan Ganesha II Purwosari telp/fax (0291) 437367

Kudus 59316

A. Latar Belakang

Usaha adalah sesuatu bentuk yang dapat menghasilkan uang dan meningkatkan taraf
hidup seseorang untuk lebih baik. Kita dapat menghasilkan laba atau pendapatan yang
semaksimal mungkin. Memulai usaha dalam bidang apapun, kita harus diketahui peluang
pasar dan bagaimana menggaet minat para konsumen. Mampu menganalisa keunggulan dan
kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka
baik dari sisi harga, pelayanan, dan kualitas. Mempersiapkan mental dan keberanian dalam
memulai usaha, Singkirkan hambatan rasa malu, takut gagal antara berkeinginan dan
keraguan. Harus siap menghadapi resiko pekerjaannya, sudah diperhitungkan artinya risiko
yang diambil tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien.
Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih
untuk membeli makanan dari pada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu
dan tenaga.

Maka kebanyakan dari mereka lebih memilih hal- hal yang instan. Adanya persaingan
yang cukup ketat dalam pasar makanan tidak menyurutkan langkah saya untuk mencoba
memproduksi suatu makanan yang tidak kalah menarik dengan makanan instan, dan tentunya
mampu bersaing dalam pasar makanan. Saya bernisiatif membuat Kue Brownies Coklat yaitu
makanan yang berbahan tepung. Makanan yang mempunyai rasa manis, bertekstur lembut
jika di lidah.
B. Visi Usaha

Memperkuat nilai nilai kewirausahaan yang ada dalam diri manusia atau pengusaha,
sehingga dapat bersaing di era globalisasi di dunia.

C. Misi Usaha
1. Memperkenalkan produk Kue Brownies Coklat pada masyarakat umum melalui ajang
membuka usaha baru.
2. Mengukur ketercapaian usaha dalam satu periode tertentu.
3. Mengembangkan inovasi-inovasi baik dalam produk maupun pelayanan yang diharapkan
mampu memahami perilaku konsumen,

D. Analisis Peluang Usaha

Proposal Usaha Kue Brownies Coklat dalam analisis SWOT yang meliputi
kelebihan (kekuatan dan peluang) dan kekurangan (kelemahan dan ancaman) dengan
berbagai indicator sebagi berikut :

Strength (Kekuatan) dengan indicator:


a) Harga makanan ini sangat terjangkau Rp. 1.500
b) Kualitas produk terjamin
c) Proses pembuatannya mudah dan sederhana

Weakness (kelemahan) dengan indicator:


a) Harga bahan baku yang relatif tidak menentu

Opportunity (Peluang) dengan indicator:


a) Daya beli masyarakat terhadap makanan relative tinggi
b) Banyak orang yang menyukai kue kue manis sebagai hidangan tamu

Threat (Ancaman) dengan indicator:


a) Persaingan usaha yang ketat
b) Adanya produk yang sejenis
c) Selera konsumen yang selalu berubah ubah mempunyai pengaruh yang besar terhadap
pembelian produk

E. Marketing Mix
1) Product : produk kue brownies coklat berjumlah 40 buah berbahan dengan penampilan
kemasan yang menarik.
2) Price : harga Kue Brownies sangat terjangkau bagi semua kalangan
3) Place : dalam tempat pendistribusian saya menitipkan Kue Brownies Coklat melalu toko
toko yang ramai pengunjung, kantin sekolah sekolah
4) Promotion : saya mempromosikan kue brownies lewat face to face, brosur berwarna untuk
menarik pembeli.

F. Perhitungan Modal dan Harga Jual

Bahan baku yang dibutuhkan dalam pembuatan kue brownies coklat tabur keju dan biaya
yang dibutuhkan sebagai berikut:

a) Perhitungan Modal

Tepung Pondan 1 17.000

Coklat 1 batang 6.000

Telur 5 5.000

Blue Band 3.000

Butter 2.000

Keju 6.000

Gas 3.000

Tenaga 3.000

Cup 3.000 +
Harga Pokok 48.000

Keuntungan 15% 7.200 +

Harga Jual 55.200

b) Perhitungan Harga Jual

Dari perhitungan modal tersebut dapat dihasilkan kue brownies sebanyak 40 buah
sehingga harga jual perbuah 55.200 : 40

1.380 (1500)

G. Perhitungan Rugi dan Laba

Hasil Penjualan 1500 x 40 buah = 60.000

Harga Pokok 48.000 -

12.000

H. Analisis Keuangan

Usaha yang saya dirikan ini mempunyai analisa keuangan keuangan untuk
perkembangan usaha. Modal yang saya keluarkan Rp. 48.000 untuk pembelian Kue Brownies
Coklat sebanyak 40 buah. Harga pokok satu kue Rp. 1.200 dan saya menginginkan
keuntungan sebanyak 15 % atau 180 per buah. Jadi harga jual Rp. 1.380 , jika dibulatkan
menjadi Rp. 1.500. keuntungan keseluruhan menjadi Rp. 12.000

Dengan adanya analisa keuangan kita dapat mengetahui seberapa keuntungan kita
dalm memulai usaha ini.

I. Kesimpulan

Apapun usaha yang akan dijalankan harus memperhatikan segala macam pandangan
ataupun peluang yang ada.. Tantangan bagi wirausahawan muda yang selalu dituntut untuk
dapat beradaptasi dengan persaingan bisnis yang amat ketat. Terlebih lagi Keuntungan yang
kita peroleh tidak perlu banyak banyak, kita hanya perlu konsumen yang banyak agar
pembelian yang terus menerus.
Biaya operasional pertahun sebesar Rp 120.000.000 dengan asumsi bahwa pada tahun
pertama
hingga tahun ke tiga usaha ini sudah dapat beroperasi dengan kapasitas 100%. Jadi biaya
operasional per bulannya sebesar Rp.10.000.000 (tiap harinya mengeluarkan sekitar Rp
330.000
untuk biaya operasionalnya).
PRODUKSI DAN PENDAPATAN
Berdasarkan kapasitas yang ada, produksi telur asin per bulan sebanyak 150.000 butir.
Dengan harga
jual telur sebesar Rp 800 per butir, maka untuk satu tahun produksi untuk memperoleh
pendapatan
sebesar Rp 1.440.000.000, namun dengan asumsi kerusakan yang ada, maka setiap tahun
diperoleh
pendapatan sebesar Rp 1.400.000.000. jadi tiap bulannya diperoleh pendapatan berkisar
sebesar Rp
115.000.000 (bruto).
ASPEK SOSIAL EKONOMI
Keberadaan usaha telur asin meningkatkan nilai tambah telur-telur itik yang dihasilkan di
daerah
yang bersangkutan. Adanya usaha telur asin ini juga mendorong berkembangnya usaha
peternakan
itik petelur, sehingga peningkatan permintaan telur asin akan meningkatkan pula produk telur
itik.
Dari segi pemenuhan gizi masyarakat telur asin dapat menjadi salah satu sumber protein
yang dapat
dijadikan pengganti daging. Dengan harga yang murah dan rasa yang lezat, telur asin akan
memiliki
pasar yang luas yang tidak saja ditujukan bagi masyarakat menengah kebawah melainkan
juga bagi
masyarakat menengah ke atas.
Secara umum keberadaan dan pengembangan industri telur asin memberi dampak yang
positif bagi
wilayah sekitarnya, karena semakin terbukanya peluang kerja serta peningkatan pendapatan
masyarakat dan sekaligus peningkatan pendapatan daerah. Satu unit usaha telur asin mampu
menyerap tenaga kerja sebanyak 12 orang, dengan upah Rp 400.000 - Rp 800.000 per orang
per
bulan.
ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN
Proses produksi dalam usaha telur asin akan menghasilkan limbah padat dan limbah cair.
Limbah padat umumnya berupa sisa-sisa telur yang tidak ikut diproduksi atau sisa-sisa
pecahan telur
akibat proses produksi yang tidak ditangani dengan hati-hati. Selain itu ada pula limbah padat
yang
berasal dari sisa-sisa adonan pengasin yang dibuang setelah proses pengasinan. Limbah-
limbah
padat ini umumnya tidak berbahaya bagi lingkungan. Penanganan limbah yaitu dengan cara
menguburkannya di dalam tanah dimana untuk bahan organik akan terurai menjadi bahan-
bahan
anorganik unsur hara tanah.
Limbah cair yang dihasilkan dari air sisa pencucian telur yang mengandung sabun pada
umumnya
langsung dibuang ke saluran air tanpa pengolahan terlebih dahulu. Dalam jangka waktu yang
lama
limbah sabun ini dikhawatirkan dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan yang besar,
karena
itu tindakan pengolahan limbah secara sederhana sepertinya sudah menjadi keharusan.
Penanganan
limbah cair yang dihasilkan dari industri telur asin ini yaitu dengan cara pembuatan bak
penampung
limbah cair sederhana

PROPOSAL USAHA
A. Latar Belakang

Dalam menjual sebuah bisnis hal yang perlu kita perhatikan secara seksama bahwa saat kita
memulai sebuah rintisan usaha maka peluang pasar dan cara menggaet pelanggan atau
penjual. Kita perlu ketahui juga dengan menyingkirkan adanya rasa malu, takut menghadapi
kegagalan serta munculnya perang batin. Maka dari itu, kita perlu ingat dan jangan sampai
terlupakan bahwa kita ini harus siap menghadapi segala resiko yang akan terjadi, dimana
resiko bisnis itu seperti adanya keuntungan dan kerugian yang kita peroleh. Oleh karena itu,
lebih baik mencoba tetapi gagal dibandingkan kita gagal dalam mencoba.

Pada konsep pemasaran ternyata ada banyak sekali bentuk beserta jenis keaneka ragaman
makanan yang kecil hingga yang besar. Tak ketinggalan pula dari sisi harga yaitu mulai yang
murah sampai yang mahal.
Salah satu makanan yang cukup banyak dijual, sekaligus makanan ringan yang cukup
istimewa. Makanan itu bernama KUE KERING. Untuk membuat makanan ini sangatlah
sederhana dan pembuatannya dilakukan secara higenis serta akan dijual dengan harga yang
dapat dijangkau semua kalangan, tentunya hal ini akan bisa menarik minat masyarakat. KUE
KERING ini menyediakan beberapa aneka rasa, kreasi, meskipun bentuknya mudah ditiru.
Biasanya KUE KERING ini dapat disajikan diacara tertentu maupun acara-acara lainnya.
Rasanya yang akan membuat anda ketagihan dan bentuknya yang selalu indah dipandang.

Kualitas KUE KERING akan lebih tahan lama tanpa bahan pengawet apapun, yang memiliki
rasa lezat, enak, nikmat dan bentuk kreasinya yang selalu memikat hati pelanggan. Adanya
beberapa potensi yang dibahas sebelumnya diatas, maka saya ingin membuat makanan
ringan, yaitu usaha makanan KUE KERING untuk dikembangkan menjadi usaha yang
cukup besar sehingga masyarakat sekitar senantiasa selalu mengingat makanan ini.

B. Visi
Menjadikan kue kering yang mampu mencapai dan menembus hingga kepasaran secara
global, yang produknya sangat berkualitas dan juga higenis dan lebih tahan lama tanpa
memakai bahan pengawet apapun.

C. Misi
- Membuat kue kering yang beraneka rasa, bentuknya yang kreasi dan higenis.
- Memasarkan kue kering kebeberapa tempat.
- Menyiapkan beberapa outlet kue kering di beberapa tempat yang ramai.
- Memberikan kue kering yang berkualitas tinggi.

D. Analisa Peluang Usaha

1) Streigh (kekuatan)
Dari usaha toko kue kering yg saya lakukan, memiliki beberapa kekuatan, yaitu:
- mempunyai banyak aneka rasa yang enak dan memiliki berbagai bentuk kreasi yang sangat
unik, supaya anak-anak juga suka untuk mengonsumsinya.

- kualitasnya yang sangat terjangkau, karena kami membuat kue kering ini dengan cara higenis
agar tetap bersih .

- kami juga menjual kue kering ini untuk semua kalangan masyarakat.

- harga yang kami berikan juga sangat terjangkau dan bersahabat dengan masyarakat.

2) Wreakness (kelemahan)
Kelemahan-kelemahan dari usaha kue kering kami, diantaranya:
- kue kering yg kami buat tidak tahan lama, kurang lebih 3 bulan saja sudah sedikit rusak atau
menjamur, karena kami tidak memakai bahan pengawet apapun.

- kering kami juga mudah ditiru dan banyak dijumpai berbagai pasar manapun, karena banyak
juga yang membuat usaha kue kering.

- kami belum mempunyai bentuk kreasi/rasa terbaru, karena karyawan kami belum profesional
atau masih tahap pembelajaran.

- kue ini jika sudah terkena sinar matahari yang sangat lama warnanya akan memudar, maka
dari itu kue kering yg kami buat tidak tahan terhadap sinar matahari.

- jika harga bahan-bahan naik, otomatis juga harga kue kering ini juga ikut naik.

3) Oppurtunity(peluang)
Usaha kue kering ini juga mempunya peluang, diantaranya:
- menerima pesanan kue kering untuk acara-acara tertentu misal arisan, acara keluarga, dll.

- saat hari raya idul fitri pasti banyak yg membutuhkan parsel untuk diberikan kepada
saudaranya maupun temannya dengan niat bersilahturahmi, maka dari itu kami menyediakan
kue kering dengan berbagai macam rasa dalam bentuk parsel.

- kebiasaan orang-orang untuk mengonsumsi kue kering maka kita tidak membuat pada hari
raya idul fitri saja, tetapi juga membuat pada hari-hari biasa.

4) Threat(ancaman)
Setiap usaha memiliki berbagai ancaman, inilah ancaman saya:
- banyaknya yang menjual produk kue kering dengat harga yang sangat murah, supaya
barangnya cepat laku.

- munculnya kue kering yang berada dipasaran dengan menggunakan bahan pengawet , agar
ketahanan pada kue kering lebih tahan lama lagi.

- adanya pedagang-pedagang yang menjual kue kering dengan cara berkeliling.

- kejenuhan konsumen terhadap produk kami karena kurang bervariasi lagi, maka dari itu
produk kue kering kami butuh variasi yg lebih baik lagi agar konsumen tertarik dengan
produk kami.

E. Marketing Mix

a) Produk
produk merupakan barang yang dijual belikan kepada konsumen yang biasanya dikonsumsi ,
digunakan, ataupun dipakai.
spesifikasi:
bentuknya bermacam-macam ada bentuk bunga,lonjong,persegi panjang,bulat,dll.
warnanya ada kuning,coklat,merah,putih,dll.
komposisi terdiri dari:tepung terigu,telur,keju,susu bubuk,mentega,dll.

varian:
KASTANGEL
kue kering yang satu ini mempunyai rasa keju yang sangat terasa, yang berbentuk persegi
panjang dan diatasnya ditaburi dengan parutan keju. Kue ini memang paling banyak disukai
para konsumen, karena kue ini sangat renyah dan terasa kejunya saat dimakan.

KACANG

kue ini tentunya rasanya kacang, karena kita membuat kue ini dengan membuthkan kacang
yang agak banyak. Rasanya yang manis, dan tentunya bearoma kacang. Mungkin jika ada
yang pecinta kacang bisa saja makan kue yang satu ini.

PUTRI SALJU
kue ini rasanya memang sangat manis dan renyah saat dimakan. Karena kue ini juga ditaburi
dengan gula es. Kue putri salju ini berbentuk sedikit lonjong. Tetapi jika ingin mengambil
kue ini harus hati-hati, karena kue ini mudah remuk jika dipegang.

b) Price
Harga adalah nilai suatu barang yang diukur dengan uang. Produk kue kering milik kami ini
memang harganya sangat terjangkau, berkualitas dan pas dikantong para konsumen.
Adapun daftar harga kue kering kami sebagai berikut:
Kastangel: Rp. 22.000;
Kacang: Rp. 20.000;
Putri salju: Rp. 20.000;

c) Place
Kami menyajikan dan membuat kue kering secara langsung ditoko kami. Kami juga
menitipkan kue kering kami dibeberapa tempat seperti mall,toko oleh2, dll. Kue kering kamu
sudah sedikit tersebar dimana-mana dan lumayan dikenal oleh masyarakat.

d) Promotion
Promosi adalah suatu tindakan perusahaan untuk mengkomunikasikan produk kita kepada
pasar sasaran.
Program promo usaha:

BUY 3 GET
1
PERHITUNGAN MODAL

Untuk memperlancar kegiatan usaha, diperlukan adanya modal baik yang berupa barang
maupun jasa.
Kebutuhan modal terbagi atas:
1. Modal kerja
a. bahan baku:
-margarin 375gr Rp. 3.000
-tepung terigu 475gr Rp. 3.500
-telur 7butir Rp. 7.000
-susu bubuk 2sdm Rp. 1.000 +
Rp. 14.500
b. Bahan penolong:
-keju 175gr Rp. 20.000
-kacang 100gr Rp. 8.800 +
Rp. 43.300
c. Tenaga kerja:
4 orang (15.000) Rp. 60.000 +
Rp. 103.300
2. Modal investasi:
-open Rp. 250.000
-mixer Rp. 15.000
-loyang Rp. 12.000
-cetakan Rp. 2.000
-gas Rp. 17.000
-kompor Rp. 150.000 +
Rp. 549.300

E.) Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas maka kesimpulan yang dapat digambarkan mengenai
proposal usaha makanan ringan ini yaitu kue kering bahwa agar produk yang akan dipasarkan
ini bisa diterima oleh seluruh kalangan, sebaiknya kita harus mengetahui dan melakukan
beberapa hal, yakni:
- Membuat produk yang berkualitas, laris dan bermanfaat untuk dijual dengan harga yang
mampu bersaing.
- Membuat desain atau cover produk yang inovatif dan kreatif serta memasang harga
terjangkau
- Membuat produk yang bisa lebih cepat dan tentunya tahan lama (paling lama 3 bulan)
- Menentukan wilayah pemasaran yang strategis sehingga bisa bersifat menguntungkan.