Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN HEMODIALISA

A. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn. Tuharea
Jenis kelamin : Laki-laki
Umur : 37 tahun
Hemodialisis ke : 271 kali
Tanggal hemodialisa : 21 Desember 2013

B. PERSIAPAN PASIEN
1. Observasi tanda-tanda vital
Tekanan darah : 150/100 mmHg
Nadi : 80x/menit
Respirasi : 36x/menit
Suhu : 36,9`C
2. Menimbang berat badan
BB post hemodialisis sebelumnya : 59,3 kg
3. Mengatur posisi pasien
4. Melakukan kanulasi/ sirkulasi
Jenis hubungan sirkulasi : Dengan interval A-V shunt/ fistula cimino
Heparinisasi : Intermiten
Dosis awal : 5000 U
Dosis selanjutnya : 1500 U

C. PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN


Pukul 07.15 WIT
1. Formulir hemodialisa pasien
2. Spigmomanometer dan stetoskop
3. Timbangan berat badan
4. Tabung oksigen lengkap
5. Dialiser
6. Cairan dialysis (dialisat)
7. Blood line (AV-BL)
8. Water treatment
9. Mesin hemodialisis
10. Infus set
11. 3 buah mangkok masing-masing sebagai tempat NaCl, betadine dan alkohol 20%
12. 1 buah spuit 10 cc diisi NaCl dan Heparin terisi arterivenous (AV) fistula
13. 1 buah spuit 1 cc
14. Kassa 5 lembar atau secukupnya
15. Klem (besar dan kecil)
16. Sarung tangan
17. Hipafix plester
18. Gunting
19. Bengkok
20. 2 buah AV fistula
21. Kain Doek Steril
22. Plastik pengalas tangan (zeil)

D. PERSIAPAN MESIN HEMODIALISIS


1. Sambungakan selang air dengan mesin hemodialisa lalu kran dibuka.
2. Pastikan selang pembuang air dan mesin hemodialisis sudah masuk ke lubang atau
saluran pembuangan.
3. Sambungakn kabel mesin hemodialisis ke stop kontak
4. Hidupkan atau nyalakan mesin, tekan tombol ON.
5. Mesin harus dipastikan dalam posisi rinse dalam jangka waktu 20 menit.
6. Matikan mesin hemodialisis.
7. Menyambungkan selang dialisat dengan penghubung atau konektor yang ada pada
mesin hemodialisis.
8. Hidupkan mesin pada posisi normal (siap).

E. PERSIAPAN SIRKULASI DARAH


1. Bukalah alat-alat dialysis dari set nya.
2. Tempatkan dializer pada tempatnya dan posisi inset (tanda merah) diatas dan posisi
outset (tanda biru) di bawah.
3. Hubungkan ujung merah dari ABL dengan ujung inset dari dializer.
4. Hubungkan ujung biru dari UBL dengam ujung outset dari dializer dan tempatkan buble
tap di holder dengan posisi tengah.
5. Set infus ke botol NaCl 0,9% 500cc
6. Hubungkan set infus ke selang arteri
7. Bukalah klem NaCl 0,9%, isi selang arteri sampai ke ujung selang lalu di klem.
8. Memutarkan letak dializer dengan posisi inset di bawah dan outset di atas, tujuannya
agar dializer bebas dari udara.
9. Tutup klem dari selang untu tekanan arteri, vena, heparin.
10. Buka klem dari infus set AV-BL.
11. Jalankan pompa darah dengan kecepatan mula-mula 100ml/menit kemudian naikkan
secara bertahap sampai 200 ml/menit.
12. Isi buble tap dengan NaCl 0,9% sampai cairan.
13. Berikan tekanan secara intermiten pada VBL untuk mengalirkan udara dari dalam
dializer, dilakukan sampai dengan dializer bebas udara (tekanan lebih dari 200 mmHg).
14. Lakukan pembilasan dan pencucian dengan NaCl 0,9% sebanyak 500 cc yang terdapat
pada botol (kolf) sisanya ditampung pada gelas ukur.
15. Ganti kolf NaCl 0,9% yang kososng dengan kolf NaCl 0,9% yang baru.sambungkan
ujung biru VBL dengan ujung merah ABL dengan menggunakan konektor.
16. Hidupkan pompa darah selama 10 menit. Untuk dializer baru 15-20 menit untuk dializer
resue dengan aliran 200-250 ml/menit.
17. Kembalikan posisi dializer ke posisi semula dimana inset di atas dan outset di bawah.
18. Hubungkan sirkulasi darah dengan sirkulasi dialisat selama 5-10 menit, siap untuk
dihubungkan dengan pasien.

F. KANULASI/ PUNKSI SIRKULASI


Pukul 07.40 WIT
1. Desinfeksi daerah cimino dengan kassa betadine dan alkohol
2. Pasang doek di bawah tangan pasien
3. Masukkan jarum AV fistula (outset) pada tempat tusukan cimino.
4. Setelah darah keluar, aspirasi dengan spuit 10 cc dan dorong dengan NaCl 0,9% yang
berisi heparin, AV fistula di klem, kemudian lepaskan spuit.
5. Ujung AV fistula ditutup, tempat tusukan difiksasi dengan hipafix plester dan ujung atas
sayap fistula juga difiksasi dengan plester hipafix.
6. Masukkan jarum AV fistula (inset) pada vena dengan jarak 5-7 cm.
7. Jalankan pompa darah perlahan-lahan.
8. Program mesin hemodialisis sesuai kebutuhan pasien.

G. DATA PASIEN SELAMA HEMODIALISIS


Waktu mulai : 08.00 WIT
Temperatur dializat : 37`C
Konduktivitas : 14
Trans Membrane Pressure (TMP) : 40 mmHg
Vena pressure (VP) : 29 mmHg

Pasien tidur pukul 09.00 WIT


Selesai pukul 12.00 WIT

H. DATA POST HEMODIALISA


Keadaan umum : Baik
Tekanan Darah : 140/90 mmHg
Berat badan post HD : 56,8 kg

Pasien pulang pukul 12.20 WIT


BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM Tugas
FAKULTAS KEDOKTERAN Januari 2014
UNIVERSITAS PATTIMURA

LAPORAN HEMODIALISA

Oleh
Nurtakbirah Tuanaya
NIM : 2008-83-006

Pembimbing
dr. Yusuf Huningkor, Sp.PD.,FINASIM

DIBAWAKAN DALAM RANGKA KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN ILMU PENYAKIT DALAM
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
2014
HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan bahwa :


Nama : Nurtakbirah Tuanaya
NIM : 2008-83-006
Judul : Laporan Hemodialisa

Telah menyelesaikan tugas dalam rangka kepaniteraan klinik pada Bagian Ilmu Penyakit Dalam
Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura

Ambon, 30 Januari 2014

Mengetahui,

Kepala Ruangan Hemodialisa Koas

Diana Wattimena, AMK Nurtakbirah Tuanaya

Pembimbing

dr. Yusuf Huningkor, Sp.PD.,FINASIM\\