Anda di halaman 1dari 4

KAJIAN POLA PENGOBATAN KEMOTERAPI KANKER

PAYUDARA DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT


UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA

A. Latar Belakang
Salah satu penyakit penyebab kematian yang cukup tinggi di dunia adalah
kanker. Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tidak normal/terus-menerus dan
tidak terkendali, dapat merusak jaringan sekitarnya serta dapat menjalar ke tempat
yang jauh dari asalnya yang disebut metastasis (Depkes RI, 2009).
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia.
Di Indonesia insiden kanker payudara menduduki peringkat pertama kanker pada
wanita (Ramli, 2015). Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia,
kanker payudara menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar
18,6%. Kanker payudara merupakan keganasan pada jaringan payudara yang
dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Diperkirakan angka
kejadiannya di Indonesia adalah 12/100.000 wanita, sedangkan di Amerika adalah
sekitar 92/100.000 wanita dengan mortalitas yang cukup tinggi yaitu 27/100.000
atau 18 % dari kematian yang dijumpai pada wanita. Penyakit ini juga dapat
diderita pada laki laki dengan frekuensi sekitar 1% (Komite Nasional
Penanggulangan Kanker, 2015).
Terdapat beberapa jenis pengobatan pada pasien kanker payudara, salah
satunya yaitu kemoterapi. Biasanya kemoterapi berupa kombinasi obat yang
bekerjasama untuk membunuh sel kanker. Salah satu tujuan utama pemberian
kemoterapi kombinasi yaiu untuk meningkatkan kerusakan sel kanker dan dapat
menurunkan resiko perkembangan sel kanker yang resisten terhadap salah satu
jenis obat kemoterapi (Junaidi, 2007).
Beberapa faktor yang berperan dalam menentukan keberhasilan pengobatan
kanker payudara dapat dilihat dari kombinasi obat kemoterapi yang paling efektif
digunakan dalam penyembuhan, efek samping untuk mengetahui efek samping
obat tertinggi yang terjadi pada pengobatan kemoterapi, dan dosis untuk
mengetahui ketepatan dosis.
Berdasarkan uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
mengenai kajian pola penggunaan obat-obat kemoterapi kanker payudara di
instalasi rawat inap Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana karakteristik pasien kanker payudara berdasarkan usia, jenis
kelamin, riwayat melahirkan, usia menikah, dan pertumbuhan kanker
(metastase) terkena kanker payudara?
2. Bagaimana pola pengobatan pasien kanker payudara berdasarkan
penetapan dosis obat kemoterapi, kombinasi obat kemoterapi, efek
samping yang ditimbulkan dari pengobatan kemoterapi?

C. Tujuan Penelitian
1. Mengetahui karakteristik pasien kanker payudara berdasarkan usia, jenis
kelamin, riwayat melahirkan, usia menikah, dan pertumbuhan kanker
(metastase) terkena kanker payudara?
2. Mengetahui pola pengobatan pasien kanker payudara berdasarkan
penetapan dosis obat kemoterapi, kombinasi obat kemoterapi, efek
samping yang ditimbulkan dari pengobatan kemoterapi?
D. Manfaat Penelitian
1. Memberikan informasi mengenai karakteristik pasien kanker payudara di
Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
2. Memberikan informasi mengenai pola pengobatan pasien kanker payudara di
Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.

D. Metode
1. Pendekatan Penelitian
a. Prospektif
Data penelitian yang diambil dari sejumlah individu yang sama
selama periode tertentu melalui wawancara terhadap individu tersebut.

2. Populasi dan Sampling


a. Lokasi penelitian: penelitian ini akan dilaksanakan di RSUD Abdul
Wahab Sjahranie Samarinda, Kalimantan Timur.
b. Populasi penelitian: pasien kanker payudara di RSUD Abdul Wahab
Sjahranie Samarinda, Kalimantan Timur.
3. Penentuan variabel
a. Variabel penelitian ini adalah variabel bebas dan variabel terikat.
Variabel bebas meliputi karakteristik pasien dan pola pengobatan
pasien. Variabel terikat adalah pasien rawat inap yang terdiagnosa
kanker payudara.
b. Karakteristik pasien meliputi usia dan metastase pasien.
c. Pola pengobatan adalah obat kemoterapi pasien kanker payudara
rawat inap RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda yang diberikan
secara kombinasi obat, efek samping obat yang ditimbulkan, dan
ketepatan dosis yang diberikan kepada pasien.

DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. 2009. Buku Saku Pecegahan Kanker Leher Rahim Dan Payudara.
Direktorat Pnegendalian Penyakit Tidak Menular: Jakarta

Junaidi, Iskandar. 2007. Kanker. PT. Bhuana Ilmu Populer: Jakarta

Komite Nasional Penanggulangan Kanker. 2015. Panduan Nasional Penanganan


Kanker Payudara. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia: Jakarta

Ramli, Muchlis. 2015. Update Breast Cancer Management Diagnostic And


Treatment. Jurnal Majalah Kedokteran Andalas Vol.38 No. Supl. 1: Sumatera
Barat