Anda di halaman 1dari 45

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI SKALA UMUR GEOLOGI RENTANG WAKTU Rentang waktu kedua dan ketiga masing-masing merupakan subbagian

SKALA UMUR GEOLOGI

RENTANG WAKTU Rentang waktu kedua dan ketiga masing-masing merupakan subbagian dari garis waktu sebelumnya yang ditandai dengan atau tanda bintang (asterisk). Holosen, (kala terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini.

terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini. Dalam juta tahun Geng Q
terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini. Dalam juta tahun Geng Q
terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini. Dalam juta tahun Geng Q
terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini. Dalam juta tahun Geng Q

Dalam juta tahun

terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini. Dalam juta tahun Geng Q
terakhir) terlalu kecil untuk dapat terlihat jelas pada garis waktu ini. Dalam juta tahun Geng Q

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Dalam bahasa Inggris , berturut-turut skala waktu geologi dari yang terbesar adalah eon

Dalam bahasa Inggris, berturut-turut skala waktu geologi dari yang terbesar adalah eon, era, period, epoch, dan stage. Dalam bahasa Indonesia, eon kadang diterjemahkan menjadi masa, period diterjemahkan menjadi periode atau zaman, sedangkan epoch diterjemahkan menjadi kala.

Tabel berikut memberikan ringkasan peristiwa-peristiwa utama dan karakteristik pada periode waktu yang membentuk skala waktu geologi. Seperti diagram di atas, skala waktu ini didasarkan pada International Commission on Stratigraphy. Tinggi tiap baris tidak menggambarkan rentang waktu tiap subdivisi waktu.

TABEL WAKTU GEOLOGI

Tabel berikut memberikan ringkasan peristiwa-peristiwa utama dan karakteristik pada periode waktu yang membentuk skala waktu geologi. Seperti diagram di atas, skala waktu ini didasarkan pada International Commission on Stratigraphy. Tinggi tiap baris tidak menggambarkan rentang waktu tiap subdivisi waktu.

Tabel Waktu Geologi

Masa (eon)

Era

Periode

Kala (epoh)

Peristiwa utama

Mulai, juta tahun yang lalu [2]

Fanerozoikum (I)

Kenozoikum

Neogen

Holosen

Akhir glasiasi dan kebangkitan peradaban

0.011430 ±

Neogen Holosen Akhir glasiasi dan kebangkitan peradaban 0.011430 ± Geng Q File 2010 Page 2
Neogen Holosen Akhir glasiasi dan kebangkitan peradaban 0.011430 ± Geng Q File 2010 Page 2

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI (I.1) (I.1.1) (I.1.1.1) manusia. 0.00013 [ 4 ] Pleistosen Berkembangnya dan

(I.1)

(I.1.1)

(I.1.1.1)

manusia.

0.00013

[4]

Pleistosen

Berkembangnya dan selanjutnya punahnya banyak mamalia besar (megafauna Pleistosen). Evolusi manusia modern secara anatomis. Awal Zaman Es terkini.

 

(I.1.1.2)

1.806

± 0.005 *

Pliosen

Iklim dingin dan kering. Australopitheca; banyak mamalia dan moluska yang saat ini ada mulai muncul. Homo habilis muncul.

 

(I.1.1.3)

5.332

± 0.005 *

Miosen

Iklim moderat; Orogeny di belahan utara. Mamalia dan familia burung modern dikenali. Berbagai kuda dan mastodon berkembang. Rumput tumbuh di mana- mana. Kera pertama muncul.

 

(I.1.1.4)

23.03 ± 0.05 *

Paleogen

Oligosen

Iklim hangat; Evolusi dan diversifikasi pada fauna pesat, terutama mamalia. Evolusi dan penyebaran utama berbagai jenis tumbuhan

 

(I.1.2)

(I.1.2.1)

33.9±0.1 *

penyebaran utama berbagai jenis tumbuhan   (I.1.2) (I.1.2.1) 33.9±0.1 * Geng Q File 2010 Page 3
penyebaran utama berbagai jenis tumbuhan   (I.1.2) (I.1.2.1) 33.9±0.1 * Geng Q File 2010 Page 3

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI berbunga modern. Mamalia kuno (mis. Creodont , Condylarth , Uintatheriidae , dll) berkembang.
SKALA WAKTU GEOLOGI berbunga modern. Mamalia kuno (mis. Creodont , Condylarth , Uintatheriidae , dll) berkembang.

berbunga modern.

Mamalia kuno (mis. Creodont, Condylarth, Uintatheriidae, dll) berkembang. Munculnya beberapa keluarga mamalia "modern". Paus primitif terdiversifikasi. Rumput pertama. Ice cap berkembang di Antarktika.

Iklim tropis. Tumbuhan modern muncul; Mamalia terdiversikasi menjadi beberapa garis keturunan primitif menyusul kepunahan dinosaurus. Mamalia besar pertama (sampai seukuran beruang atau kuda nil kecil).

Tumbuhan berbunga berkembang, bersama dengan jenis-jenis baru insekta. Ikan bertulang sejati (Teleostei) modern mulai bermunculan. Ammonita, Belemnoidea, Bivalvia rudist, Echinoidea dan Porifera umum ditemukan. Banyak jenis baru dinosaurus (mis. Tyrannosauridae,

Eosen

(I.1.2.2)

55.8±0.2 *

Paleosen

(I.1.2.3)

65.5±0.3 *

Mesozoikum

(I.2)

Kapur

(I.2.1)

Atas/Akhir

(I.2.1.1)

Bawah/Awal

(I.2.1.2)

99.6±0.9 *

145.5 ± 4.0

Kapur (I.2.1) Atas/Akhir (I.2.1.1) Bawah/Awal (I.2.1.2) 99.6±0.9 * 145.5 ± 4.0 Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI     Titanosauridae , Hadrosauridae , dan Ceratopsidae ) berkembang, juga Crocodilia
   

Titanosauridae, Hadrosauridae, dan Ceratopsidae) berkembang, juga Crocodilia modern; mosasaurus dan hiu modern muncul di laut. Burung primitif perlahan menggantikan pterosaurus. Mamalia monotremata, marsupialia and eutheria bermunculan. Gondwana terpecah.

 
 

Atas/Akhir

Gymnospermae (terutama tumbuhan runjung, Bennettitales dan sikas) dan paku- pakuan umum ditemukan. Banyak jenis dinosaurus, seperti sauropoda, carnosaurus, and stegosaurus. Mamalia kecil umum ditemukan. Burung pertama dan hewan melata bersisik (Squamata). Ichthyosaurus dan plesiosaurus berkembang. Bivalvia, ammonita dan Belemnoidea juga banyak dijumpai. Bulu babi sangat umum, juga lili laut, bintang laut, Porifera, Brachiopoda, Terebratulida, dan Rhynchonellida. Terpecahnya Pangaea menjadi Gondwana dan Laurasia.

 

(I.2.2.1)

161.2

± 4.0

Tengah

 

(I.2.2.2)

175.6 ± 2.0 *

Jura (I.2.2)

Bawah/Awal

 

(I.2.2.3)

199.6

± 0.6

175.6 ± 2.0 * Jura (I.2.2) Bawah/Awal   (I.2.2.3) 199.6 ± 0.6 Geng Q File 2010
175.6 ± 2.0 * Jura (I.2.2) Bawah/Awal   (I.2.2.3) 199.6 ± 0.6 Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI     Atas/Akhir Dinosaurus mendominasi: Archosaurus di daratan, Ichthyosaurus dan
   

Atas/Akhir

Dinosaurus mendominasi: Archosaurus di daratan, Ichthyosaurus dan Nothosaurus di lautan, dan Pterosaurus di udara. Cynodonta menjadi lebih kecil dan lebih menyerupai mamalia; mamalia dan crocodilia pertama muncul. Dicrodium merupakan flora umum di daratan. Banyak terdapat amfibi Temnospondylus . Ammonita sangat umum. Koral modern dan ikan bertulang sejati (Teleostei) muncul, dan juga banyak insekta.

 

(I.2.3.1)

228.0

± 2.0

Tengah

 

Trias (I.2.3)

(I.2.3.2)

245.0

± 1.5

Bawah/Awal

 

(I.2.3.3)

251.0

± 0.4 *

   

Lopingian

Daratan bergabung menjadi superbenua Pangaea, membentuk Pegunungan Appalachia. Akhir tahap glasial Permo- Carboniferous. Reptilia Synapsida (Pelycosaurus dan Therapsida) melimpah, sementara parareptilia dan [Amfibia Temnospondylia masih umum ditemukan. Pada zaman Perm pertengahan, flora zaman Karbon mulai digantikan oleh tumbuhan runjung (tumbuhan berbiji sejati pertama) dan tumbuhan lumut sejati pertama.

 

(I.3.1.1)

260.4

± 0.7 *

Paleozoikum

Guadalupian

270.6

± 0.7 *

(I.3)

Perm (I.3.1)

(I.3.1.2)

 

Cisuralian

 

(I.3.1.3)

299.0

± 0.8 *

Perm (I.3.1) (I.3.1.2)   Cisuralian   (I.3.1.3) 299.0 ± 0.8 * Geng Q File 2010 Page
Perm (I.3.1) (I.3.1.2)   Cisuralian   (I.3.1.3) 299.0 ± 0.8 * Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Atas/Akhir (I.3.2.1) Tengah (I.3.2.2) Bawah/Awal (I.3.2.3) Kumbang dan serangga bersayap dua
Atas/Akhir (I.3.2.1) Tengah (I.3.2.2) Bawah/Awal (I.3.2.3)
Atas/Akhir
(I.3.2.1)
Tengah
(I.3.2.2)
Bawah/Awal
(I.3.2.3)

Kumbang dan serangga bersayap dua berevolusi. Kehidupan laut berkembang di bagian terumbu dangkal yang hangat; Brachiopoda (Productida dan Spiriferida) , Bivalva, Foraminifera, dan amonit Orthocerida melimpah. Kepunahan massal antara Perm dan Trias terjadi 251 juta tahun yang lalu: 95 persen kehidupan di bumi pun, termasuk seluruh trilobita, graptolita, dan Blastoidea.

Winged insects radiate suddenly; some (esp. Protodonata and Palaeodictyoptera) are quite large. Amphibians common and diverse. First reptiles and coal forests (scale trees, ferns, club trees, giant horsetails, Cordaites, etc.). Highest-ever oxygen levels. Goniatites, brachiopods, bryozoa, bivalves, and corals plentiful in the seas. Testate forams proliferate.

306.5 ± 1.0

311.7 ± 1.1

318.1 ± 1.3 *

Karbon/

Pennsyl-

vanian

(I.3.2)

306.5 ± 1.0 311.7 ± 1.1 318.1 ± 1.3 * Karbon / Pennsyl- vanian (I.3.2) Geng
306.5 ± 1.0 311.7 ± 1.1 318.1 ± 1.3 * Karbon / Pennsyl- vanian (I.3.2) Geng

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI   Atas/Akhir Large primitive trees , first land vertebrates , and amphibious sea-scorpions
 

Atas/Akhir

Large primitive trees, first land vertebrates, and amphibious sea-scorpions live amid coal-forming coastal swamps. Lobe-finned rhizodonts are big fresh-water predators. In the oceans, early sharks are common and quite diverse; echinoderms (esp. crinoids and blastoids) abundant. Corals, bryozoa, goniatites and brachiopods (Productida, Spiriferida, etc.) very common. But trilobites and nautiloids decline. Glaciation in East Gondwana.

 

(I.3.3.1)

326.4

± 1.6

Karbon/

   

Missis-

sippian

Tengah

(I.3.3.2)

345.3

± 2.1

(I.3.3)

Bawah/Awal

 

(I.3.3.3)

359.2

± 2.5 *

 

Atas/Akhir

First clubmosses, horsetails and ferns appear, as do the first seed-bearing plants (progymnosperms), first trees (the tree-fern Archaeopteris), and first (wingless) insects. Strophomenid and atrypid brachiopods, rugose and tabulate corals, and crinoids are all abundant in the oceans. Goniatite ammonoids are plentiful, while squid-like coleoids arise. Trilobites and armoured agnaths decline, while jawed fishes (placoderms, lobe-finned and ray-finned

 

(I.3.4.1)

385.3

± 2.6 *

Devon

Tengah

397.5

± 2.7 *

(I.3.4)

(I.3.4.2)

 

Bawah/Awal

 

(I.3.4.3)

416.0

± 2.8 *

* (I.3.4) (I.3.4.2)   Bawah/Awal   (I.3.4.3) 416.0 ± 2.8 * Geng Q File 2010 Page
* (I.3.4) (I.3.4.2)   Bawah/Awal   (I.3.4.3) 416.0 ± 2.8 * Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI     fish, and early sharks ) rule the seas. First amphibians still
   

fish, and early sharks) rule the seas. First amphibians still aquatic. "Old Red Continent" of Euramerica.

 
 

Pridoli

   

(I.3.5.1)

418.7

± 2.7 *

Atas/Akhir

First vascular plants (the whisk ferns and their relatives), first millipedes and arthropleurids on land. First jawed fishes, as well as many armoured jawless fish, populate the seas. Sea-scorpions reach large size. Tabulate and rugose corals, brachiopods (Pentamerida, Rhynchonellida, etc.), and crinoids all abundant. Trilobites and mollusks diverse; graptolites not as varied.

 

(Ludlow)

422.9

± 2.5 *

(I.3.5.2)

 

Silur (I.3.5)

Wenlock

 

(I.3.5.3)

428.2

± 2.3 *

Bawah/Awal

 

(Llandovery)

 

443.7

± 1.5 *

(I.3.5.4)

 

Ordovisium

Atas/Akhir

Invertebrates diversify into many new types

460.9

± 1.6 *

Atas/Akhir Invertebrates diversify into many new types 460.9 ± 1.6 * Geng Q File 2010 Page
Atas/Akhir Invertebrates diversify into many new types 460.9 ± 1.6 * Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI (I.3.6) (I.3.6.1) (e.g., long straight-shelled cephalopods ). Early corals , articulate

(I.3.6)

(I.3.6.1)

(e.g., long straight-shelled cephalopods). Early corals, articulate brachiopods (Orthida, Strophomenida, etc.), bivalves, nautiloids, trilobites, ostracods, bryozoa, many types of echinoderms (crinoids, cystoids, starfish, etc.), branched graptolites, and other taxa all common. Conodonts (early planktonic vertebrates) appear. First green plants and fungi on land. Ice age at end of period.

 

Tengah

 

(I.3.6.2)

471.8

± 1.6

Bawah/Awal

 

(I.3.6.3)

488.3

± 1.7 *

 

Atas/Akhir

Major diversification of life in the Kambrium Explosion. Many fossils; most modern animal phyla appear. First chordates appear, along with a number of extinct, problematic phyla. Reef-building Archaeocyatha abundant; then vanish. Trilobites, priapulid worms, sponges, inarticulate brachiopods (unhinged lampshells), and many other animals numerous. Anomalocarids are giant predators, while many Ediacaran fauna die out. Prokaryotes, protists (e.g., forams), fungi and algae continue to present day. Gondwana emerges.

 

(Furongian)

501.0

± 2.0 *

(I.3.7.1)

 

Tengah

 

Kambrium

(I.3.7)

(I.3.7.2)

513.0

± 2.0

Bawah/Awal

 

(I.3.7.3)

542.0

± 0.3 *

(I.3.7.2) 513.0 ± 2.0 Bawah/Awal   (I.3.7.3) 542.0 ± 0.3 * Geng Q File 2010 Page
(I.3.7.2) 513.0 ± 2.0 Bawah/Awal   (I.3.7.3) 542.0 ± 0.3 * Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI       Ediacaran Good fossils of multi-celled animals . Ediacaran fauna (or
     

Ediacaran

Good fossils of multi-celled animals. Ediacaran fauna (or Vendobionta) flourish worldwide in seas. Trace fossils of worm-like Trichophycus, etc. First sponges and trilobitomorphs. Enigmatic forms include oval-shaped Dickinsonia, frond-shaped Charniodiscus, and many soft-

630

(II.1.1)

+5/-30 *

Neoprotero-

jellied creatures.

zoikum (II.1)

Cryogenian

Possible "snowball Earth" period. Fossils still rare. Rodinia landmass begins to break up.

850 [8]

(II.1.2)

Protero-

 

Rodinia supercontinent persists. Trace fossils of simple multi-celled eukaryotes. First radiation of dinoflagellate-like acritarchs.

 

Prakam-

zoikum

Tonian

1000

[8]

brium

[6]

(II)

(II.1.3)

 

[7]

 

Stenian

Narrow highly metamorphic belts due to orogeny as supercontinent Rodinia is formed.

1200

[8]

(II.2.1)

 

Mesoprotero-

Ectasian

Platform covers continue to expand. Green algae colonies in the seas.

1400

[8]

zoikum (II.2)

(II.2.2)

Calymmian

Platform covers expand.

1600

[8]

(II.2.3)

 

Statherian

First complex single-celled life: protists with nuclei. Columbia is the primordial supercontinent.

1800

[8]

Paleoprotero-

(II.3.1)

 

zoikum (II.3)

Orosirian

The atmosphere became oxygenic. Vredefort and Sudbury

2050

[8]

The atmosphere became oxygenic . Vredefort and Sudbury 2050 [ 8 ] Geng Q File 2010
The atmosphere became oxygenic . Vredefort and Sudbury 2050 [ 8 ] Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI     (II.3.2) Basin asteroid impacts. Much orogeny .   Rhyacian Bushveld
   

(II.3.2)

Basin asteroid impacts. Much orogeny.

 

Rhyacian

Bushveld Formation occurs. Huronian glaciation.

2300

[8]

(II.3.3)

Siderian

Oxygen Catastrophe: banded iron formations result.

2500

[8]

(II.3.4)

 

Neoarkean

 

2800

[8]

(III.1)

Stabilization of most modern cratons; possible mantle overturn event.

 

Mesoarkean

First stromatolites (probably colonial cyanobacteria). Oldest macrofossils.

3200

[8]

Arkean

(III.2)

 

(III)

Paleoarkean

First known oxygen-producing bacteria. Oldest definitive microfossils.

3600

[8]

(III.3)

 

Eoarkean

Simple single-celled life (probably bacteria and perhaps archaea). Oldest probable microfossils.

 

(III.4)

3800

Hadean

   

(IV)

Pembentukan bumi (4570 jtl). Zircon, mineral tertua yang diketahui (4400 jtl).

c.4570

bumi (4570 jtl). Zircon , mineral tertua yang diketahui (4400 jtl). c.4570 Geng Q File 2010
bumi (4570 jtl). Zircon , mineral tertua yang diketahui (4400 jtl). c.4570 Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI FANEROZOIKUM Fanerozoikum adalah suatu eon pada skala waktu geologi yang memiliki kehidupan

FANEROZOIKUM

Fanerozoikum adalah suatu eon pada skala waktu geologi yang memiliki kehidupan hewan yang sangat banyak. Masa ini kurang lebih telah dimulai sejak 545 juta tahun yang lalu sewaktu hewan bercangkang keras pertama kali muncul dan masih berlangsung terus saat ini. Namanya diturunkan dari bahasa Yunani yang berarti "kehidupan kasat mata", merujuk pada besarnya organisme sejak ledakan Kambrium. Fanerozoikum dibagi menjadi tiga era: Paleozoikum, Mesozoikum, dan Kenozoikum.

tiga era : Paleozoikum , Mesozoikum , dan Kenozoikum . Gambar 1. Biodiversitas pada masa Phanerozoikum

Gambar 1. Biodiversitas pada masa Phanerozoikum

, Mesozoikum , dan Kenozoikum . Gambar 1. Biodiversitas pada masa Phanerozoikum Geng Q File 2010
, Mesozoikum , dan Kenozoikum . Gambar 1. Biodiversitas pada masa Phanerozoikum Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Masa sebelum mulainya eon ini disebut Prekambrium yang belakangan dibagi lagi menjadi eon

Masa sebelum mulainya eon ini disebut Prekambrium yang belakangan dibagi lagi menjadi eon Hadean, Arkean, dan Proterozoikum. Batasan tepat antara Fanerozoikum dan Prekambium agak kurang dapat dipastikan. Pada abad ke-19, batasnya dipatok pada fosil pertama metazoa. Namun, belakangan berhasil diidentifikasi beberapa ratus taksa metazoa Prekambium melalui studi sistematik yang dimulai sejak 1950-an. Kebanyakan ahli geologi dan paleontologi menetapkan batas antara Prekambium dan Fanerozoikum pada beberapa titik: sewaktu trilobita dan arkaeociata pertama kali muncul; sewaktu Trichophycus pedum, suatu organisme penggali kompleks, pertama kali muncul; atau pada kemunculan pertama suatu kelompok organisme kecil bercangkang yang dinamakan "fauna kecil bercangkang". Tiga titik batas ini memiliki perbedaan beberapa juta tahun satu dengan yang lainnya.

Periode waktu Fanerozoikum mencakup kemunculan pesat banyak filum hewan; evolusi filum-filum tersebut menjadi berbagai bentuk; kemunculan tumbuhan darat; perkembangan tumbuhan kompleks; evolusi ikan; kemunculan hewan darat; serta perkembangan fauna modern. Selama periode ini, lempengan daratan perlahan bergabung menjadi suatu massa daratan tunggal yang disebut Pangea yang selanjutnya terpisah menjadi bentuk-bentuk benua seperti sekarang.

KENOZOIKUM

Kenozoikum (Bahasa Yunani: καινός, kainos, "baru", dan ζωή, zoe, "kehidupan", atau berarti "kehidupan baru") adalah era terakhir dari tiga era klasik geologi. Era ini berlangsung selama 65,5 juta tahun sampai sekarang, setelah peristiwa kepunahan massal Kapur-Tersier pada akhir periode Kapur yang menandai punahnya dinosaurus tanpa bulu dan berakhirnya era Mesozoikum.

Kapur yang menandai punahnya dinosaurus tanpa bulu dan berakhirnya era Mesozoikum . Geng Q File 2010
Kapur yang menandai punahnya dinosaurus tanpa bulu dan berakhirnya era Mesozoikum . Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Kenozoikum dibagi menjadi dua periode ; Paleogen dan Neogen , yang dibagi lagi

Kenozoikum dibagi menjadi dua periode; Paleogen dan Neogen, yang dibagi lagi menjadi beberapa kala (epoch). Paeogen terdiri dari Paleosen, Eosen, dan Oligosen, sedangkan Neogen terdiri dari Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosen, yang berlangsung hingga saat ini. Kenozoikum dapat pula dibagi menjadi Tersier (Paleosen dan Pliosen) dan Kuarter (Pleistosen dan Holosen), walaupun kebanyakan ahli geologi saat ini tidak lagi menggunakan pembagian tersebut.

geologi saat ini tidak lagi menggunakan pembagian tersebut. Gambar 2. Rangka dari zaman Oligosen , Kenozoikum.

Gambar 2. Rangka dari zaman Oligosen, Kenozoikum.

Neogen

Neogen adalah suatu periode bagian dari era Kenozoikum pada skala waktu geologi yang dimulai sejak 23.03 ± 0.05 juta tahun yang lalu, melanjutkan periode Paleogen. Berdasarkan proposal terakhir dari International Commission on Stratigraphy, Neogen terdiri dari kala Miosen, Pliosen, Pleistosen, dan Holosen dan berlangsung hingga saat ini. Sistem Neogen (formal) dan Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada periode ini.

Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada periode ini. Geng Q File 2010
Sistem Tersier (nonformal) merupakan istilah untuk batuan yang terbentuk pada periode ini. Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode ini, mamalia dan

Neogen berlangsung kurang lebih selama 23 juta tahun. Selama periode ini, mamalia dan burung berevolusi dengan pesat; genus Homo juga mulai muncul pada periode ini. Bentuk kehidupan lain relatif tidak berubah. Terjadi beberapa gerakan benua, dengan peristiwa yang paling penting adalah terhubungnya Amerika Utara dan Selatan pada akhir Pliosen. Iklim mendingin sepanjang periode ini yang memuncak pada glasiasi kontinental pada sub-era Kuarter (atau kadang disebut juga periode pada beberapa skala waktu).

Holosen

Holosen adalah kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung mulai sekitar 10.000 tahun radiokarbon, atau kurang lebih 11.430 ± 130 tahun kalender yang lalu (antara 9560 hingga 9300 SM). Holosen adalah kala keempat dan terakhir dari periode Neogen. Namanya berasal dari bahasa Yunani λος ("holos") yang berarti keseluruhan dan καινή ("kai-ne") yang berarti baru atau terakhir. Kala ini kadang disebut juga sebagai "Kala Alluvium".

Pleistosen

Pleistosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 1.808.000 hingga 11.500 tahun yang lalu. Namanya berasal dari bahasa Yunani πλε στος (pleistos, "paling") dan καινός (kainos, "baru"). Pleistosen mengikuti Pliosen dan diikuti oleh Holosen dan merupakan kala ketiga pada periode Neogen. Akhir Pleistosen berhubungan dengan akhir Zaman Paleolitikum yang dikenal dalam arkeologi.

Pleistosen dibagi menjadi Pleistosen Awal, Pleistosen Tengah, dan Pleistosen Akhir, dan beberapa tahap fauna.

Pleistosen Awal , Pleistosen Tengah , dan Pleistosen Akhir , dan beberapa tahap fauna. Geng Q
Pleistosen Awal , Pleistosen Tengah , dan Pleistosen Akhir , dan beberapa tahap fauna. Geng Q

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Pliosen Pliosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung 5,332 hingga

Pliosen

Pliosen adalah suatu kala dalam skala waktu geologi yang berlangsung 5,332 hingga 1,806 juta tahun yang lalu. Kala ini merupakan kala kedua pada periode Neogen di era Kenozoikum. Pliosen berlangsung setelah Miosen dan diikuti oleh kala Pleistosen.Namanya diberikan oleh Sir Charles Lyell dan berasal dari kata bahasa Yunani πλε ον ( pleion, "lebih") dan καινός (kainos, "baru") dan kurang lebih berarti "kelanjutan dari sekarang", merujuk pada fauna laut moluska yang relatif modern yang hidup pada zaman ini. Seperti periode geologi lain yang lebih tua, stratum geologi yang menentukan awal dan akhir teridentifikasi, tapi waktu pasti awal dan akhir kala ini agak tak pasti. Batas yang menentukan kemunculan Pliosen tidak ditentukan oleh suatu peristiwa tertentu melainkan hanya berupa batas semu antara Miosen yang lebih hangat dan Pliosen yang relatif lebih sejuk. Batas akhir awalnya ditentukan pada awal glasiasi Pleistosen, tapi belakangan dianggap terlalu lama. Banyak geologis berpendapat bahwa pembagian yang lebih luas antara Paleogen dan Neogen lebih berguna.

Narciso Benítez, seorang astronom dari Universitas Johns Hopkins, dan timnya mengajukan teori bahwa suatu supernova mungkin merupakan penyebab kepunahan hewan laut yang menandai batas Pliosen-Pleistosen, dengan menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada lapisan ozon.

menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada lapisan ozon . Gambar 3. Anadara , Pliosen. Geng Q

Gambar 3. Anadara, Pliosen.

menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada lapisan ozon . Gambar 3. Anadara , Pliosen. Geng Q
menyebabkan kerusakan yang cukup parah pada lapisan ozon . Gambar 3. Anadara , Pliosen. Geng Q

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI MIOSEN Miosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 23,03

MIOSEN

Miosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 23,03 hingga 5,332 juta tahun yang lalu. Seperti halnya periode geologi yang lebih tua lainnya, lapisan batuan yang membedakan awal dan akhir kala ini dapat teridentifikasi, tapi waktu tepat awal dan akhirnya tidak dapat terlalu dipastikan. Miosen dinamai oleh Sir Charles Lyell dan berasal dari kata bahasa Yunani μείων (meioon, "kurang") dan καινός (kainos, "baru") dan kurang lebih merujuk pada "kurang baru" karena hanya memiliki 18% (kurang dari Pliosen) invertebrata laut modern. Miosen mengikuti Oligosen dan diikuti oleh Pliosen dan merupakan kala pertama pada periode Neogen.

Pliosen dan merupakan kala pertama pada periode Neogen . Gambar 4. Suatu diorama dari kala Miosen

Gambar 4. Suatu diorama dari kala Miosen di Royal Ontario Museum, Toronto

Neogen . Gambar 4. Suatu diorama dari kala Miosen di Royal Ontario Museum , Toronto Geng
Neogen . Gambar 4. Suatu diorama dari kala Miosen di Royal Ontario Museum , Toronto Geng

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PALEOGEN Paleogen adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan bagian pertama dari

PALEOGEN

Paleogen adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan bagian pertama dari era Kenozoikum dan berlangsung selama 42 juta tahun antara 65,5 ± 0,3 hingga 23,03 ± 0,05 juta tahun yang lalu. Periode ini terdiri dari kala Paleosen, Eosen, dan Oligosen, dan dilanjutkan oleh kala Miosen pada periode Neogen.

Paleogen merupakan saat pertama berkembangnya mamalia dari jumlah yang sedikit dan bentuk yang sederhana, hingga membengkak menjadi beragam jenis pada akhir kepunahan massal yang mengakhiri periode Kapur (era Mesozoikum) sebelumnya. Beberapa mamalia ini akan berevolusi menjadi bentuk yang lebih besar yang mendominasi daratan, dan ada pula yang berevolusi menjadi mampu hidup di lingkungan lautan, daratan khusus, dan bahkan di udara. Burung juga berkembang pesat pada periode ini menjadi kurang lebih bentuk modern yang dikenal saat ini. Cabang kehidupan lain di bumi bertahan relatif tidak berubah dibandingkan dengan perubahan yang dialami burung dan mamalia pada periode ini. Iklim menjadi lebih dingin sepanjang Paleogen dan batas laut menyurut di Amerika Utara di awal periode ini.

OLIGOSEN

Oligosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung dari sekitar 34 hingga 23 juta tahun yang lalu. Seperti periode geologi yang lebih tua lainnya, lapisan batuan yang membedakan periode ini terdefinisi dengan jelas, tapi waktu awal dan akhirnya agak kurang dapat dipastikan. Namanya berasal dari bahasa Yunani oligos ("beberapa") dan ceno ("baru"), dan merujuk pada sedikitnya penambahan mamalia modern setelah peledakan evolusi pada kala Eosen. Oligosen melanjutkan kala Eosen dan diikuti oleh Miosen dan merupakan kala ketiga dan terakhir pada periode Paleogen.

dan diikuti oleh Miosen dan merupakan kala ketiga dan terakhir pada periode Paleogen . Geng Q
dan diikuti oleh Miosen dan merupakan kala ketiga dan terakhir pada periode Paleogen . Geng Q

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Awal Oligosen ditandai dengan kepunahan massal yang mungkin berhubungan dengan tumbukan objek luar

Awal Oligosen ditandai dengan kepunahan massal yang mungkin berhubungan dengan tumbukan objek luar angkasa yang ditemukan di Siberia dan dekat Chesapeake Bay. Batas antara Oligosen dan Miosen tidak dapat ditentukan secara mudah dengan suatu peristiwa, melainkan merupakan batas yang semu antara Oligosen yang lebih hangat dengan Miosen yang relatif lebih dingin.

Oligosen sering dianggap merupakan masa transisi yang penting, suatu penghubung antara "[the] archaic world of the tropical Eocene and the more modern-looking ecosystems of the Miocene. (Haines)"

modern-looking ecosystems of the Miocene. (Haines)" Gambar 5. Mesohippus , suatu jenis mamalia yang hidup

Gambar 5. Mesohippus, suatu jenis mamalia yang hidup pada kala Oligosen.

(Haines)" Gambar 5. Mesohippus , suatu jenis mamalia yang hidup pada kala Oligosen. Geng Q File
(Haines)" Gambar 5. Mesohippus , suatu jenis mamalia yang hidup pada kala Oligosen. Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI EOSEN Eosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung 55,8 ±

EOSEN

Eosen adalah suatu kala pada skala waktu geologi yang berlangsung 55,8 ± 0,2 hingga 33,9 ± 0,1 juta tahun yang lalu yang merupakan kala kedua pada periode Paleogen di era Kenozoikum. Kala ini berlangsung mulai akhir kala Paleosen hingga awal Oligosen. Awal Eosen ditandai dengan kemunculan mamalia modern pertama. Akhir Eosen adalah suatu kepunahan massal yang disebut Grande Coupure, yang mungkin berhubungan dengan satu atau lebih bolide (meteor besar) yang ditemukan di Siberia dan Chesapeake Bay. Seperti halnya periode geologi lain, stratum yang menentukan awal dan akhir kala ini terdefinisi dengan jelas, walaupun waktu tepatnya kurang dapat dipastikan.

Nama "Eosen" berasal dari bahasa Yunani eos (fajar) and ceno (baru) dan merujuk pada "kebangkitan" mamalia modern ("baru") yang muncul pada kala ini.

mamalia modern ("baru") yang muncul pada kala ini. Gambar 6. Mesonyx , ungulata karnivor yang berkembang

Gambar 6. Mesonyx, ungulata karnivor yang berkembang pada kala Eosen.

pada kala ini. Gambar 6. Mesonyx , ungulata karnivor yang berkembang pada kala Eosen. Geng Q
pada kala ini. Gambar 6. Mesonyx , ungulata karnivor yang berkembang pada kala Eosen. Geng Q

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PALEOSEN Paleosen , "awal fajar masa kini", adalah kala yang berlangsung antara 65,5

PALEOSEN

Paleosen, "awal fajar masa kini", adalah kala yang berlangsung antara 65,5 ± 0,3 hingga 55,8 ± 0,2 juta tahun yang lalu. Paleosen merupakan kala pertama dari periode Paleogen di era modern Kenozoikum. Seperti halnya skala waktu geologi lainnya, stratum yang menunjukkan awal dan akhir kala ini terdefinisi dengan jelas, tapi waktu pasti akhirnya tidak terlalu jelas.

Paleosen dimulai langsung setelah kepunahan massal pada akhir periode Kapur yang dikenal dengan nama batas K-T (Kapur - Tersier), yang menandai punahnya dinosaurus. Kepunahan ini menyebabkan timbulnya kekosongan niche ekologi di bumi dan karenanya namanya diberikan. "Paleosen" berasal dari bahasa Yunani yaitu merujuk kepada fauna "(lebih) tua" (παλαιός, palaios) dan "baru" (καινός, kainos) yang muncul pada kala ini, sebelum munculnya mamalia modern pada kala Eosen.

ini, sebelum munculnya mamalia modern pada kala Eosen . Gambar 7. Platipus , salah satu jenis

Gambar 7. Platipus, salah satu jenis hewan modern yang mulai muncul pada kala Paleosen.

Gambar 7. Platipus , salah satu jenis hewan modern yang mulai muncul pada kala Paleosen. Geng
Gambar 7. Platipus , salah satu jenis hewan modern yang mulai muncul pada kala Paleosen. Geng

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI MESOZOIKUM Mesozoikum (Bahasa Yunani : μεσο, meso , "antara" dan ζωον, zoon ,

MESOZOIKUM

Mesozoikum (Bahasa Yunani: μεσο, meso, "antara" dan ζωον, zoon, "hewan" atau berarti "hewan pertengahan") adalah salah satu dari tiga era geologi pada eon Fanerozoikum. Pembagian waktu menjadi era ini diawali oleh Giovanni Arduino pada abad ke-18, walaupun nama asli yang diberikannya untuk Mesozoikum adalah Sekunder (menjadikan era modern menjadi Tersier). Era yang berlangsung antara Paleozoikum dan Kenozoikum ini sering pula disebut Zaman Kehidupan Pertengahan atau Zaman Dinosaurus, mengikuti nama fauna yang dominan pada masa itu.

Mesozoikum ditandai dengan aktivitas tektonik, iklim, dan evolusi. Benua-benua secara perlahan mengalami pergeseran dari saling menyatu satu sama lain menjadi seperti keadaannya saat ini. Pergeseran ini menimbulkan spesiasi dan berbagai perkembangan evolusi penting lainnya. Iklim hangat yang terjadi sepanjang periode juga memegang peranan penting bagi evolusi dan diversifikasi spesies hewan baru. Pada akhir zaman ini, dasar-dasar kehidupan modern terbentuk.

Mesozoikum berlangsung kurang lebih selama 180 juta tahun, antara 251 hingga 65 juta tahun yang lalu. Era ini dibagi menjadi tiga periode: Trias, Jura, dan Kapur.

dibagi menjadi tiga periode : Trias , Jura , dan Kapur . Gambar 8. Fosil peninggalan

Gambar 8. Fosil peninggalan zaman Mesozoikum

periode : Trias , Jura , dan Kapur . Gambar 8. Fosil peninggalan zaman Mesozoikum Geng
periode : Trias , Jura , dan Kapur . Gambar 8. Fosil peninggalan zaman Mesozoikum Geng

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI KAPUR (PERIODE) Periode Kapur atau Cretaceous adalah salah satu periode pada skala waktu

KAPUR (PERIODE)

Periode Kapur atau Cretaceous adalah salah satu periode pada skala waktu geologi yang bermula pada akhir periode Jura dan berlangsung hingga awal Paleosen atau sekitar 145.5 ± 4.0 hingga 65.5 ± 0.3 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode geologi yang paling lama dan mencakup hampir setengah dari era Mesozoikum. Akhir periode ini menandai batas antara Mesozoikum dan Kenozoikum.

Periode ini ditandai sebagai suatu periode terpisah pertama kali oleh ahli geologi Belgia, Jean d'Omalius d'Halloy, pada tahun 1822 dengan menggunakan stratum di Basin Paris dan mendapat namanya berdasarkan banyaknya lapisan kapur (kalsium karbonat yang terbentuk oleh cangkang invertebrata laut, terutama coccolith) yang ditemukan pada periode Kapur Akhir di Eropa daratan dan Kepulauan Britania. dibagi menjadi dua kala yaitu Kapur Akhir dan Kapur Awal

dibagi menjadi dua kala yaitu Kapur Akhir dan Kapur Awal Gambar 9. Fosil ikan dari periode

Gambar 9. Fosil ikan dari periode Kapur.

dua kala yaitu Kapur Akhir dan Kapur Awal Gambar 9. Fosil ikan dari periode Kapur. Geng
dua kala yaitu Kapur Akhir dan Kapur Awal Gambar 9. Fosil ikan dari periode Kapur. Geng

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI JURA (PERIODE) Jura adalah suatu periode utama dalam skala waktu geologi yang berlangsung

JURA (PERIODE)

Jura adalah suatu periode utama dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 199,6 ± 0,6 hingga 145,4 ± 4,0 juta tahun yang lalu, setelah periode Trias dan mendahului periode Kapur. Lapisan batuan yang mencirikan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tapi waktu tepatnya mengandung ketidakpastian sebesar 5 hingga 10 juta tahun. Jura merupakan periode pertengahan era Mesozoikum, yang dikenal juga dengan "Zaman Dinosaurus". Awal periode ini ditandai dengan peristiwa kepunahan Trias-Jura. dibagi menjadi tiga kala yaitu Jura Akhir, Jura Tengah dan Jura Awal

Nama periode ini diberikan oleh Alexandre Brogniart berdasarkan banyaknya batu kapur laut yang ditemukan di Pegunungan Jura, di daerah pertemuan Jerman, Perancis, dan Swiss.

, di daerah pertemuan Jerman , Perancis , dan Swiss . Gambar 10. Dinosaurus besar dominan

Gambar 10. Dinosaurus besar dominan pada periode Jura.

Jerman , Perancis , dan Swiss . Gambar 10. Dinosaurus besar dominan pada periode Jura. Geng
Jerman , Perancis , dan Swiss . Gambar 10. Dinosaurus besar dominan pada periode Jura. Geng

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI TRIAS Trias adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 251

TRIAS

Trias adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 251 ± 0,4 hingga 199,6 ± 0,6 juta tahun yang lalu. Periode ini berlangsung setelah Permian dan diikuti oleh Jura. Awal dan akhir periode Trias masing- masing ditandai dengan peristiwa kepunahan besar. Peristiwa kepunahan yang mengakhiri periode Trias baru-baru ini berhasil ditentukan waktunya secara lebih akurat, tapi sebagaimana halnya dengan periode geologi lain yang lebih tua, lapisan batuan yang mencirikan awal dan akhir teridentifikasi dengan baik, tapi waktu persis awal dan akhir periode ini memiliki ketidakpastian sebanyak beberapa juta tahun.

Semasa periode Trias, kehidupan laut dan daratan menunjukkan sebaran adaptif yang dimulai dengan biosfer yang sangat miskin setelah peristiwa kepunahan Permian-Trias. Karang dari kelompok Zoantharia muncul untuk pertama kalinya. Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) mungkin mulai berkembang pada periode Trias, seperti juga vertebrata terbang pertama, pterosaurus. Trias dibagi menjadi tiga kala yaitu Trias Akhir, Trias Tengah dan Trias Awal.

tiga kala yaitu Trias Akhir, Trias Tengah dan Trias Awal. Gambar 11. Preondactylus buffarinii , spesies

Gambar 11. Preondactylus buffarinii, spesies pterosaurus yang berkembang pada periode Trias.

11. Preondactylus buffarinii , spesies pterosaurus yang berkembang pada periode Trias. Geng Q File 2010 Page
11. Preondactylus buffarinii , spesies pterosaurus yang berkembang pada periode Trias. Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PALEOZOIKUM Paleozoikum (Bahasa Yunani : palaio , "tua" dan zoion , "hewan",

PALEOZOIKUM

Paleozoikum (Bahasa Yunani: palaio, "tua" dan zoion, "hewan", berarti "kehidupan purba") adalah era pertama dari tiga era pada eon Fanerozoikum. Era ini berlangsung pada kurang lebih 542 sampai 251 juta tahun yang lalu, dan dibagi menjadi enam periode, berturut-turut dari yang paling tua: Kambrium, Ordovisium, Silur, Devon, Karbon, dan Perm. Paleozoikum dilanjutkan dengan era Mesozoikum.

dan Perm . Paleozoikum dilanjutkan dengan era Mesozoikum . Gambar 12. Fosil Trilobita , organisme yang

Gambar 12. Fosil Trilobita, organisme yang berkembang pada zaman Paleozoikum

Mesozoikum . Gambar 12. Fosil Trilobita , organisme yang berkembang pada zaman Paleozoikum Geng Q File
Mesozoikum . Gambar 12. Fosil Trilobita , organisme yang berkembang pada zaman Paleozoikum Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PERM (PERIODE) Perm atau permian adalah periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung

PERM (PERIODE)

Perm atau permian adalah periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung antara 299,0 ± 0,8 hingga 251,0 ± 0,4 juta tahun yang lalu. Periode ini merupakan periode terakhir dalam era Paleozoikum. Perm dibagi menjadi tiga kala yaitu Lopongian, Guadalupian, dan Cisuralian.

KARBON (PERIODE)

Karbon adalah suatu periode dalam skala waktu geologi yang berlangsung sejak akhir periode Devon sekitar 359,2 ± 2,5 juta tahun yang lalu hingga awal periode Perm sekitar 299,0 ± 0,8 juta tahun yang lalu. Seperti halnya periode geologi yang lebih tua lainnya, lapisan batuan yang menentukan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tapi tanggal tepatnya memiliki ketidakpastian sekitar 5-10 juta tahun. Nama "karbon" diberikan karena adanya lapisan tebal kapur pada periode ini yang ditemukan di Eropa Barat. Dua pertiga masa awal periode ini disebut subperiode Mississippian dan sisanya disebut subperiode Pennsylvanian. Pohon-pohon konifer muncul pada periode yang penting ini. dibagi menjadi tiga kala yaitu Late Pennsylvanian, Tengah Pennsylvanian dan Early Pennsylvanian.

DEVON (PERIODE)

Devon adalah periode pada skala waktu geologi yang termasuk dalam era Paleozoikum dan berlangsung antara 416 ± 2,8 hingga 359,2 ± 2,5 juta tahun yang lalu. Namanya berasal dari Devon, Inggris, tempat pertama kalinya batuan Exmoor yang berasal dari periode ini dipelajari.

Semasa periode Devon, ikan pertama kali berevolusi dan memiliki kaki serta mulai berjalan di darat sebagai tetrapoda sekitar 365 juta tahun yang lalu. Tumbuhan berbiji pertama tersebar di daratan kering dan membentuk hutan yang luas.

lalu. Tumbuhan berbiji pertama tersebar di daratan kering dan membentuk hutan yang luas. Geng Q File
lalu. Tumbuhan berbiji pertama tersebar di daratan kering dan membentuk hutan yang luas. Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Di laut, hiu primitif berkembang lebih banyak dibanding periode Silur dan Ordovisium akhir.

Di laut, hiu primitif berkembang lebih banyak dibanding periode Silur dan Ordovisium akhir. Ikan bersirip-cuping (lobe- finned, Sarcopterygii), ikan bertulang (bony fish, Osteichthyes) serta moluska amonite muncul untuk pertama kalinya. Trilobit, brachiopoda mirip moluska, dan terumbu karang besar juga masih sering ditemukan. Kepunahan Devon Akhir sangat mempengaruhi kehidupan laut.

Paleografi didominasi oleh superbenua Gondwana di selatan, benua Siberia di utara, serta pembentukan awal superbenua Euramerika di bagian tengah. dibagi menjadi Tiga Kala Yaitu LATE DEVONIAN, TENGAH DEVONIAN dan EARLY DEVONIAN

Yaitu LATE DEVONIAN, TENGAH DEVONIAN dan EARLY DEVONIAN Gambar 13. Ilustrasi seniman tentang periode Devon awal.

Gambar 13. Ilustrasi seniman tentang periode Devon awal.

TENGAH DEVONIAN dan EARLY DEVONIAN Gambar 13. Ilustrasi seniman tentang periode Devon awal. Geng Q File
TENGAH DEVONIAN dan EARLY DEVONIAN Gambar 13. Ilustrasi seniman tentang periode Devon awal. Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI SILUR Silur adalah periode pada skala waktu geologi yang berlangsung mulai akhir periode

SILUR

Silur adalah periode pada skala waktu geologi yang berlangsung mulai akhir periode Ordovisium, sekitar 443,7 ± 1,5 juta tahun lalu, hingga awal periode Devon, sekitar 416,0 ± 2,8 juta tahun yang lalu. Seperti periode geologi lainnya, lapisan batuan yang menentukan awal dan akhir periode ini teridentifikasi dengan baik, tapi tanggal tepatnya memiliki ketidakpastian sebesar 5-10 juta tahun. Awal Silur ditentukan pada suatu peristiwa kepunahan besar (peristiwa kepunahan Ordovisium-Silur) sewaktu 60% spesies laut musnah. Dibagi Menjadi Tiga Kala Yaitu LUDLOW EPOCH, WENLOCK EPOCH dan LLANDOVERY EPOCH.

Yaitu LUDLOW EPOCH, WENLOCK EPOCH dan LLANDOVERY EPOCH. Gambar 14. rekaan seniman tentang ikan-ikan pada periode

Gambar 14. rekaan seniman tentang ikan-ikan pada periode Silur.

EPOCH dan LLANDOVERY EPOCH. Gambar 14. rekaan seniman tentang ikan-ikan pada periode Silur. Geng Q File
EPOCH dan LLANDOVERY EPOCH. Gambar 14. rekaan seniman tentang ikan-ikan pada periode Silur. Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI ORDOVISIUM Ordovisium adalah suatu periode pada era Paleozoikum yang berlangsung antara 488,3 ±

ORDOVISIUM

Ordovisium adalah suatu periode pada era Paleozoikum yang berlangsung antara 488,3 ± 1,7 hingga 443,7 ± 1,5 juta tahun lalu. Periode ini melanjutkan periode Kambrium dan diikuti oleh periode Silur. Periode yang mendapat namanya dari salah satu suku di Wales, Ordovices, ini didefinisikan oleh Charles Lapworth pada tahun 1879 untuk menyelesaikan persengketaan antara pengikut Adam Sedgwick dan Roderick Murchison yang masing-masing mengelompokkan lapisan batuan yang sama di Wales utara masuk dalam periode Kambrium dan Silur. Lapworth mengamati bahwa fosil fauna pada strata yang dipersengketakan ini berbeda dengan fauna pada periode Kambrium maupun Silur sehingga seharusnya memiliki periode tersendiri. Dibagi Menjadi Tiga Kala Yaitu Late Ordovician, Tengah Ordovician dan Early Ordovician

Late Ordovician, Tengah Ordovician dan Early Ordovician Gambar 15. Rekaan seniman tentang laut pada periode

Gambar 15. Rekaan seniman tentang laut pada periode Ordovisium.

dan Early Ordovician Gambar 15. Rekaan seniman tentang laut pada periode Ordovisium. Geng Q File 2010
dan Early Ordovician Gambar 15. Rekaan seniman tentang laut pada periode Ordovisium. Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI KAMBRIUM Kambrium adalah periode pada skala waktu geologi yang dimulai pada sekitar 542

KAMBRIUM

Kambrium adalah periode pada skala waktu geologi yang dimulai pada sekitar 542 ± 1,0 jtl (juta tahun lalu) di akhir eon Proterozoikum dan berakhir pada sekitar 488,3 ± 1,7 jtl dengan dimulainya periode Ordovisium. Periode ini merupakan periode pertama era Paleozoikum dari eon Fanerozoikum. Nama "Kambrium" berasal dari Cambria, nama klasik untuk Wales, wilayah asal batuan dari periode ini pertama kali dipelajari. dapat dibagi menjadi : Furongian,Tengah Kambrium dan Early Kambrium.

menjadi : Furongian,Tengah Kambrium dan Early Kambrium. Gambar 16. Bumi pada masa Kambrium Tengah . Geng

Gambar 16. Bumi pada masa Kambrium Tengah.

Kambrium dan Early Kambrium. Gambar 16. Bumi pada masa Kambrium Tengah . Geng Q File 2010
Kambrium dan Early Kambrium. Gambar 16. Bumi pada masa Kambrium Tengah . Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PRAKAMBRIUM Prakambrium adalah nama informal untuk eon-eon pada skala waktu geologi yang terjadi

PRAKAMBRIUM

Prakambrium adalah nama informal untuk eon-eon pada skala waktu geologi yang terjadi sebelum eon Fanerozoikum saat ini. Periodenya dimulai dari pembentukan Bumi sekitar 4500 juta tahun yang lalu hingga evolusi hewan makroskopik bercangkang keras, yang menandai dimulainya Kambrium, periode pertama dari era pertama (Paleozoikum) eon Fanerozoikum, sekitar 542 juta tahun yang lalu. Umumnya Prakambrium dianggap terdiri dari eon Hadean, Arkean, dan Proterozoikum.

terdiri dari eon Hadean , Arkean , dan Proterozoikum . Gambar 17. Salah satu bentang alam

Gambar 17. Salah satu bentang alam bentukan masa Prakambrium

, dan Proterozoikum . Gambar 17. Salah satu bentang alam bentukan masa Prakambrium Geng Q File
, dan Proterozoikum . Gambar 17. Salah satu bentang alam bentukan masa Prakambrium Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PROTEROZOIKUM Proterozoikum adalah eon yang mewakili suatu periode sebelum merebaknya kehidupan

PROTEROZOIKUM

Proterozoikum adalah eon yang mewakili suatu periode sebelum merebaknya kehidupan kompleks pertama di muka Bumi. Masa ini berlangsung antara 2500 sampai 542 (± 1) juta tahun yang lalu dan merupakan tadinya merupakan bagian dari masa Prekambrium. Proterozoikum didahului oleh eon Arkean dan dilanjutkan oleh Fanerozoikum dan terdiri dari tiga era yang berturut-turut dari yang paling tua: Paleoproterozoikum, Mesoproterozoikum, dan Neoproterozoikum.

Peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada masa ini antara lain adalah: transisi menjadi atmosfer beroksigen pada era Mesoproterozoikum; beberapa glasiasi, termasuk terjadinya hipotesis "Bumi Bola Salju" (Snowball Earth) semasa periode Kriogenian pada akhir Neoproterozoikum; serta periode Ediakaran (635 hingga 542 juta tahun yang lalu) yang ditandai dengan evolusi organisme multiselular bertubuh lunak.

dengan evolusi organisme multiselular bertubuh lunak. Gambar 18. Stromatolit dari zaman Proterozoikum. Geng Q

Gambar 18. Stromatolit dari zaman Proterozoikum.

organisme multiselular bertubuh lunak. Gambar 18. Stromatolit dari zaman Proterozoikum. Geng Q File 2010 Page 34
organisme multiselular bertubuh lunak. Gambar 18. Stromatolit dari zaman Proterozoikum. Geng Q File 2010 Page 34

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI NEOPROTEROZOIKUM Neoproterozoikum adalah era geologi yang berlangsung antara 1000 hingga 542 juta

NEOPROTEROZOIKUM

Neoproterozoikum adalah era geologi yang berlangsung antara 1000 hingga 542 juta tahun yang lalu dan merupakan bagian akhir eon Proterozoikum dan masa Prakambrium. Era ini mungkin merupakan salah satu era yang memiliki catatan geologis paling menarik karena Bumi dilanda oleh beberapa glasiasi terparah yang pernah diketahui, sampai-sampai lembaran es bisa mencapai khatulistiwa. Pada bagian akhir era ini, periode Ediakara, ditemukan fosil paling awal kehidupan multisel, termasuk hewan-hewan paling awal. Neoproterozoikum terdiri tiga periode: Tonian, Cryogenian, dan Ediacaran.

EDIAKARA

Periode Ediakara, dinamai dari nama Ediacara Hills di Australia Selatan adalah periode terakhir dari era Neoproterozoik dan dari eon Proterozoik, yang kemudian diikuti oleh periode Kambrium, periode pertama era Paleozoik dari eon fanerozoik. Statusnya sebagai periode geologis resmi disahkan tahun 2004 oleh International Union of Geological Sciences (IUGS), dengan demikian ia merupakan periode geologis baru pertama yang dideklarasikan dalam 120 tahun. Type section-nya ada di Barisan Pegunungan Flinders di Australia Selatan. dibagi menjadi dua kala yaitu Cryogenian dan Tonian.

Flinders di Australia Selatan. dibagi menjadi dua kala yaitu Cryogenian dan Tonian. Geng Q File 2010
Flinders di Australia Selatan. dibagi menjadi dua kala yaitu Cryogenian dan Tonian. Geng Q File 2010

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI MESOPROTEROZOIKUM Mesoproterozoikum adalah era geologi yang berlangsung antara 1600 hingga 1000

MESOPROTEROZOIKUM

Mesoproterozoikum adalah era geologi yang berlangsung antara 1600 hingga 1000 juta tahun yang lalu dan merupakan bagian dari eon Proterozoikum. Peristiwa penting pada era ini adalah pembentukan superbenua Rodinia dan evolusi reproduksi seksual. Era ini dibagi menjadi tiga periode: Calymmianm, Ectasian, dan Stenian

PALEOPROTEROZOIKUM

Paleoproterozoikum adalah era geologi pertama dalam eon Proterozoikum yang berlangsung antara 2500 hingga 1600 juta tahun yang lalu. Benua-benua pertama kali stabil pada era ini. Era ini juga merupakan era berkembangnya cyanobakteria, suatu tipe bakteri yang menggunakan proses biokimia fotosintesis untuk menghasilkan energi dan oksigen. Era ini dibagi menjadi empat periode: Siderian, Rhyacian, Orosirian, dan Statherian.

Sebelum adanya peningkatan berarti oksigen atmosferik, hampir semua bentuk kehidupan merupakan anaerob, yang metabolismenya berlangsung melalui respirasi selular yang tidak membutuhkan oksigen. Oksigen bebas dalam jumlah besar bersifat racun bagi sebagian besar bakteri anaerob, karenanya, pada masa ini hampir semua kehidupan di Bumi punah. Organisme yang dapat bertahan hidup adalah yang resisten terhadap oksidasi dan efek racun oksigen atau yang tinggal di lingkungan yang bebas oksigen. Peristiwa ini disebut dengan Bencana Oksigen.

tinggal di lingkungan yang bebas oksigen. Peristiwa ini disebut dengan Bencana Oksigen . Geng Q File
tinggal di lingkungan yang bebas oksigen. Peristiwa ini disebut dengan Bencana Oksigen . Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI ARKEAN Arkean , dulunya disebut Arkeozoikum , adalah suatu eon geologi sebelum Proterozoikum

ARKEAN

Arkean, dulunya disebut Arkeozoikum, adalah suatu eon geologi sebelum Proterozoikum yang berakhir 2500 juta tahun yang lalu. Batas ini tidak ditentukan secara stratigrafi melainkan secara kronometri. Titik awal masa ini tidak secara resmi diakui oleh International Commission on Stratigraphy, tapi biasanya dianggap berlangsung sejak 3800 juta tahun yang lalu, di akhir eon Hadean. Arkean terdiri dari empat era, berturut-turut dari yang paling awal: Eoarkean, Paleoarkean, Mesoarkean, dan Neoarkean.

NEOARKEAN

Neoarkean adalah era yang termasuk dalam eon Arkean dan berlangsung antara 2800 hingga 2500 juta tahun yang lalu. Periode ini didefinisikan secara kronometri dan tidak merujuk pada suatu bagian lapisan batuan tertentu di Bumi.

Pada era ini, fotosintesis dengan oksigen pertama kali berkembang dan bertanggung jawab atas bencana oksigen (oxygen catastrophe) yang akan terjadi nanti pada 2400 juta tahun yang lalu pada era Paleoproterozoikum. Peristiwa ini timbul karena penumpukan oksigen beracun di atmosfer yang dihasilkan oleh organisme fotoautotrof yang berkembang pada era Neoarkean ini.

MESOARKEAN

Mesoarkean adalah era geologi bagian dari eon Arkean yang berlangsung 3200 hingga 2800 juta tahun yang lalu. Periode ini ditentukan secara kronometri dan tidak merujuk pada suatu bagian lapisan batuan tertentu di Bumi. Fosil yang ditemukan di Australia menunjukkan bahwa stromatolit telah hidup di Bumi sejak era ini.

ditemukan di Australia menunjukkan bahwa stromatolit telah hidup di Bumi sejak era ini. Geng Q File
ditemukan di Australia menunjukkan bahwa stromatolit telah hidup di Bumi sejak era ini. Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PALEOARKEAN Paleoarkean adalah era geologi dalam eon Arkean yang berlangsung antara 3600 hingga

PALEOARKEAN

Paleoarkean adalah era geologi dalam eon Arkean yang berlangsung antara 3600 hingga 3200 juta tahun yang lalu. Periode ini didefinisikan secara kronometri dan tidak merujuk pada suatu bagian lapisan batuan tertentu di Bumi. Bentuk kehidupan tertua yang berhasil ditemukan berupa bakteri yang berumur lebih dari 3460 juta tahun ditemui di Australia Barat dan berasal dari era ini.

EOARKEAN

Eoarkean adalah suatu era pada skala waktu geologi yang berlangsung antara 3800 hingga 3600 juta tahun yang lalu. Era ini merupakan bagian pertama dari eon Arkean, didahului oleh eon Hadean, dan dilanjutkan oleh era Paleoarkean. International Commission on Stratigraphy tidak merekomendasikan batas bawah era ini. Namanya berasal dari dua kata bahasa Yunani: eos (fajar) dan archios (kuno). Superbenua pertama Vaalbara muncul pada periode ini.

HADEAN

Hadean adalah eon geologi sebelum Arkean. Periode ini dimulai sejak pembentukan Bumi hingga berakhirnya pada kurang lebih 3800 juta tahun yang lalu, walaupun waktu berakhir ini bervariasi menurut sumber-sumber yang berbeda. Namanya diambil dari "Hades", bahasa Yunani untuk "tak tampak" atau "neraka" dan menggambarkan dunia bawah atau merujuk pada kondisi Bumi pada saat itu. Ahli geologi Preston Cloud menciptakan istilah ini pada tahun 1972, awalnya untuk memberi nama periode sebelum batuan yang paling awal ditemukan. W. B. Harland selanjutnya memberikan istilah yang hampir sinonim: "periode Priskoan". Teks-teks yang lebih tua menggunakan istilah sederhana "Pra-Arkean" sedangkan pada abad ke-19 dan abad ke-20 umum digunakan istilah "Azoik" yang artinya tanpa atau sebelum kehidupan untuk merujuk pada periode ini.

" Azoik " yang artinya tanpa atau sebelum kehidupan untuk merujuk pada periode ini. Geng Q
" Azoik " yang artinya tanpa atau sebelum kehidupan untuk merujuk pada periode ini. Geng Q

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PENJELASAN DALAM UMUR GEOLOGI ZAMAN ES Zaman es adalah suatu waktu di mana

PENJELASAN DALAM UMUR GEOLOGI

ZAMAN ES

Zaman es adalah suatu waktu di mana suhu iklim bumi turun menyebabkan peningkatan jumlah pembentukan es di kutub dan gletser gunung.

Zaman es adalah waktu suhu menurun dalam jangka waktu yang lama dalam iklim bumi, menyebabkan peningkatan dalam keluasan es di kawasan kutub dan gletser gunung. Secara geologis, zaman es sering digunakan untuk merujuk kepada waktu lapisan es di belahan bumi utara dan selatan; dengan denifisi ini kita masih dalam zaman es. Secara awam, dan untuk waktu 4 juta tahun kebelakangan, definisi zaman es digunakan untuk merujuk kepada waktu yang lebih dingin dengan tutupan es yang luas di seluruh benua Amerika Utara dan Eropa.

Penyebab terjadinya zaman es salah satunya adalah akibat terjadinya proses pendinginan aerosol yang sering menimpa planet bumi. Letusan gunung Krakatau adalah salah satu contohnya dalam skala kecil sedangkan salah satu teori kepunahan dinosaurus (tumbukan Chicxulub) adalah salah satu contoh skala besar.

Zaman Es Terakhir

Dari segi pandang sudut di atas, zaman es terakhir dimulai sekitar 20.000 tahun yang lalu dan berakhir kira-kira 10.000 tahun lalu atau pada awal kala Holocene (akhir Pleistocene). Proses pelelehan es di zaman ini berlangsung relatif lama dan beberapa ahli membuktikan proses ini berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu.

lama dan beberapa ahli membuktikan proses ini berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu. Geng Q File
lama dan beberapa ahli membuktikan proses ini berakhir sekitar 6.000 tahun yang lalu. Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Zaman Es di Nusantara Ketika zaman es, pemukaan air laut jauh lebih rendah

Zaman Es di Nusantara

Ketika zaman es, pemukaan air laut jauh lebih rendah daripada sekarang, karena banyak air yang membeku di daerah kutub. Kala itu Laut China Selatan kering, sehingga kepulauan Nusantara barat tergabung dengan daratan Asia Tenggara. Sementara itu pulau Papua juga tergabung dengan benua Australia. Setelah peristiwa pelelehan es tersebut, gelombang migrasi manusia ke Nusantara mulai terjadi.

gelombang migrasi manusia ke Nusantara mulai terjadi. Gambar 19. Penyebaran Es Di Belahan Bumi Utara Pada

Gambar 19. Penyebaran Es Di Belahan Bumi Utara Pada Masa Pleistosen.

mulai terjadi. Gambar 19. Penyebaran Es Di Belahan Bumi Utara Pada Masa Pleistosen. Geng Q File
mulai terjadi. Gambar 19. Penyebaran Es Di Belahan Bumi Utara Pada Masa Pleistosen. Geng Q File

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI PERADABAN Gambar 20. Reruntuhan Machu Picchu dari Peradaban Inca Peradaban adalah memiliki berbagai

PERADABAN

SKALA WAKTU GEOLOGI PERADABAN Gambar 20. Reruntuhan Machu Picchu dari Peradaban Inca Peradaban adalah memiliki berbagai

Gambar 20. Reruntuhan Machu Picchu dari Peradaban Inca

Peradaban adalah memiliki berbagai arti dalam kaitannya dengan masyarakat manusia. Seringkali istilah ini digunakan untuk merujuk pada suatu masyarakat yang "kompleks": dicirikan oleh praktik dalam pertanian, hasil karya dan pemukiman, berbanding dengan budaya lain, anggota-anggota sebuah peradaban akan disusun dalam beragam pembagian kerja yang rumit dalam struktur hirarki sosial.

Istilah peradaban sering digunakan sebagai persamaan yang lebih luas dari istilah "budaya" yang populer dalam kalangan akademis. Dimana setiap manusia dapat berpartisipasi dalam sebuah budaya, yang dapat diartikan sebagai "seni, adat

kepercayaan, nilai, bahan perilaku dan kebiasaan dalam tradisi yang merupakan sebuah cara hidup

masyarakat". Namun, dalam definisi yang paling banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan

istiadat, kebiasaan

banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan istiadat, kebiasaan Geng Q File 2010 Page
banyak digunakan, peradaban adalah istilah deskriptif yang relatif dan istiadat, kebiasaan Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh

kompleks untuk pertanian dan budaya kota. Peradaban dapat dibedakan dari budaya lain oleh kompleksitas dan organisasi sosial dan beragam kegiatan ekonomi dan budaya.

Dalam sebuah pemahaman lama tetapi masih sering dipergunakan adlah istilah "peradaban" dapat digunakan dalam cara sebagai normatif baik dalam konteks sosial di mana rumit dan budaya kota yang dianggap unggul lain "ganas" atau "biadab" budaya, konsep dari "peradaban" digunakan sebagai sinonim untuk "budaya (dan sering moral) Keunggulan dari kelompok tertentu." Dalam artian yang sama, peradaban dapat berarti "perbaikan pemikiran, tata krama, atau rasa". [3] masyarakat yang mempraktikkan pertanian secara intensif; memiliki pembagian kerja; dan kepadatan penduduk yang mencukupi untuk membentuk kota-kota. "Peradaban" dapat juga digunakan dalam konteks luas untuk merujuk pada seluruh atau tingkat pencapaian manusia dan penyebarannya (peradaban manusia atau peradaban global). Istilah peradaban sendiri sebenarnya bisa digunakan sebagai sebuah upaya manusia untuk memakmurkan dirinya dan kehidupannya. Maka, dalam sebuah peradaban pasti tidak akan dilepaskan dari tiga faktor yang menjadi tonggak berdirinya sebuah peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK.

peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK. Geng Q File 2010 Page
peradaban. Ketiga faktor tersebut adalah sistem pemerintahan, sistem ekonomi, dan IPTEK. Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI EVOLUSI Evolusi (dalam kajian biologi ) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu

EVOLUSI

Evolusi (dalam kajian biologi) berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.

 
   
 

Evolusi

Mekanisme dan Proses

 

Adaptasi Hanyutan genetika Aliran gen Mutasi Seleksi alam Spesiasi

 

Riset dan sejarah

 

Bukti

Sejarah

evolusi

kehidupan

Sejarah

Sintesis modern Efek sosial Teori dan fakta Keberatan / Kontroversi

Bidang

Kladistika Genetika ekologi Perkembangan evolusioner Evolusi manusia Evolusi molekuler Filogenetika Genetika populasi

Perkembangan evolusioner Evolusi manusia Evolusi molekuler Filogenetika Genetika populasi Geng Q File 2010 Page 43
Perkembangan evolusioner Evolusi manusia Evolusi molekuler Filogenetika Genetika populasi Geng Q File 2010 Page 43

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.

Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.

Terdapat dua mekanisme utama yang mendorong evolusi:

1. seleksi alam yang merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi - dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. 2. hanyutan genetik (Bahasa Inggris: Genetic Drift) yang merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi.

Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru. Dan sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa

kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa Geng Q File 2010 Page
kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa Geng Q File 2010 Page

SKALA WAKTU GEOLOGI

SKALA WAKTU GEOLOGI semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses

semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini.

Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu. Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori evolusi melalui seleksi alam. Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan teori evolusi dalam komunitas ilmiah. Pada tahun 1930, teori seleksi alam Darwin digabungkan dengan teori pewarisan Mendel, membentuk sintesis evolusi modern, yang menghubungkan satuan evolusi (gen) dengan mekanisme evolusi (seleksi alam). Kekuatan penjelasan dan prediksi teori ini mendorong riset yang secara terus menerus menimbulkan pertanyaan baru, di mana hal ini telah menjadi prinsip pusat biologi modern yang memberikan penjelasan secara lebih menyeluruh tentang keanekaragaman hayati di bumi.

Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin mengenai evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi. Geng Q File 2010 Page
oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi. Geng Q File 2010 Page