Anda di halaman 1dari 15

MODUL 1DIODA : KARAKTERISTIK DAN APLIKASI

Verdy Samuel
(11112015) Asisten: Irene
M S (13211077) Tanggal
Percobaan: 19/09/2015
CE321317-Praktikum Elektronika
Laboratorium Dasar Teknik Elektro Insititut Teknologi Del

Abstrak Dalam percobaan ini akan diamati karakteristik i =


f(v) dari 3 jenis dioda, yaitu dioda Ge, dioda Si,
Pada praktikum kali ini dilakukan dan dioda Zener. Karakteristik yang akan diamati
pengamatan pada karakteristik dioda, antara lain tegangan cut-in, tegangan breakdown,
dioda dalam rangkaian penyearah, dan kemiringan kurva, dan kemungkinan penggunaan
flter, serta dioda dalam rangkaian dioda berdasarkan karakteristiknya.[1]
clipper dan clamper. Praktikum kali ini Tegangan cut-in adalah batas tegangan dimana
dilakukan menggunakan osiloskop, apabila nilai tegangan lebih kecil dari tegangan
generator sinyal, kit praktikum, cut-in nilai arus akan sangat kecil sehingga dapat
breadboard, dan komponen- komponen.
Percobaan-percobaan yang akan
dilakukan pada praktikum yaitu
mengamati karakteristik dioda,
mengamati penyearah dan flter,
mengamati clamper, dan mengamati
clipper. Setelah praktikum
dilaksanakan, didapat kesimpulan
bahwadioda dapat digunakan untuk
membuat
rangkaian penyearah,
clipper, dan clamper.
Kata kunci:Dioda, Zener,
Penyearah, Filter.

1. PENDAHULU
AN
Praktikum kali ini diadakan dengan tujuan
agar praktikan memahami karakteristik
dioda biasa dan dioda zener, memahami
penggunaan dioda dalam rangkaian
penyearah, mempelajari pengaruh flter
sederhana pada suatu sumber DC, dan
memahami penggunaan dioda dalam
rangkaian Clipper dan Clamper.
Pada praktikum kali ini, kami melakukan 4
buah percobaan, yaitu mengamati
karakteristik dioda, mengamati rangkaian
penyearah dan flter, mengamati rangkaian
Clipper dan mengamati rangkaian Clamper.
Pada laporan ini akan dipaparkan tata cara
secara singkat untuk melakukan
percobaan-percobaan pada praktikum kali
ini dan juga hasil yang kami dapat beserta
analisisnya.

2. STUDI
PUSTAKA

2.1 KARAKTERISTIK
DIODA
diabaikan. Pada kebanyakan dioda Gambar 2-1 Karakteristik
nilai ini adalah Dioda**
0
. 2.2 PENYEARAH DAN
7 FILTER
Pada praktikum ini akan diamati 3 jenis
V penyearah gelombang sinyal, yaitu
. penyearah half-wave, full wave, dan bridge.
[1]
Tegangan breakdown adalah batas
Penyearah half-wave hanya dapat
dimana bila tegangan lebih kecil
melewatkan nilai voltase yang positif,
dari tegangan breakdown akan
seperti dilihat pada gambar berikut ini:
memasuki breakdown region, yaitu
nilai arus terbalik naik secara
drastis dengan perubahan tegangan
yang kecil. Dioda zener beoperasi
pada bagian breakdown ini. [2]

Gambar 2-2 Transfer Characteristic dari


Penyearah Half- Wave**

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro ITDel


2015 1
Penyearah bridge (jembatan) berfungsi sama
seperti penyearah full wave, tetapi
tidak

Gambar 2-3 Rangkaian Dasar


Penyearah Half-Wave
Karakteristik ini disebabkan karena dioda D
pada rangkaian hanya berada pada forward
biased bila vs bernilai positif.[2]
Penyearah full-wave dapat melewatkan
nilai voltase baik yang positif maupun
negatif, tetapi dengan menginvers nilai
voltase negatifnya menjadi positif terlebih
dahulu. Berikut karakteristik dan rangkaian
penyearah full wave.

Gambar 2-4 Transfer Characteristic dari


Penyearah Full- Wave**

Gambar 2-5 Rangkaian Dasar Penyearah


Full-Wave**

Karakteristik di atas disebabkan karena


saat nilai voltase positif, D1 akan forward
biased dan D2 akan reverse biased,
sehingga akan melewatkan bagian positif
sinyal. Sedangkan saat voltase negatif, D2
akan forward biase dan D1 akan reverse
biased, sehingga akan melewatkan bagian
negatif dari sinyal. Karena arah arus dari
kedua bagian sinyal yang dilewatkan
sama, maka polaritas voltasenya pun
sama, sehingga menghasilkan karakteristik
seperti di atas.[2]
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
ITDel 2015 3
memerlukan trafo center-tapped. bernilai negatif D3 dan D4 akan forward
Berikut adalah karakteristik dan biased, dan yang lainnya reverse biased.
rangkaiannya.[2] Karena arah voltase yang dihasilkan di R
saat voltase positif ataupun negatif sama,
maka dihasilkan karakteristik seperti di
atas. [2]
Selain penyearah kita juga akan
menggunakan flter, yang berupa sebuah
kapasitor. Pada penggunaanya penyearah
saja tidak cukup digunakan untuk sumber
DC karena nilai voltasenya terlalu
bervariasi, sehingga digunakan kapasitor
untuk mengurangi variasi tersebut. [2]
Gambar 2-6 Transfer Characteristic dari
Penyearah Bridge**

Gambar 2-8 Sinyal Voltase Setelah


Menggunakan Filter (Biru)**
Vr pada gambar adalah tegangan ripple,
Gambar 2-7 Rangkaian Dasar
yaitu nilai voltase yang naik turun. Pada
Penyearah Bridge** keadaan ideal bentuknya adalah garis
Karakteristik di atas disebabkan karena lurus (tidak ada ripple). Tegangan ripple
saat voltase bernilai positif D1 dan D2 dapat dicari dengan menggunakan rumus:
akan forward biased, dan yang lainnya Vr = Vp / 2fCR
akan reverse biased, dan ketika voltase [1]

Nilai tegangan output didapatkan dari


persamaan berikut:
VO = Vp Vr/2
[1]

2.3 CLIPPER DAN


CLAMPER
Rangkaian clipper adalah rangkaian yang
digunakan untuk membatasi tegangan agar Gambar 2-10 Rangkaian Clipper
tidak melebihi dari suatu nilai tegangan Menggunakan Dioda Zener*
tertentu. Rangakaiannya dapat dibuat
menggunakan dioda biasa dan dioda zener, Rangkaian clamper adalah rangkaian yang
seperti yang diperlihatkan pada gambar digunakan untuk memberikan offset tegangan
berikut: [1] DC, sehingga tegangan yang dihasilkan
adalah tegangan input ditambahkan dengan
tegangan DC. Rangkaiannya adalah sebagai
berikut: [1]

Gambar 2-9 Rangkaian Clipper


Menggunakan Dioda*
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
ITDel 2015 4
*Gambar ini diambil dari
referensi [1]

**Gambar ini diambil dari


referensi [2].

3. METODOLO
GI
Alat yang dipakai pada praktikum kali ini
yaitu kit praktikum karakteristik dioda &
rangkaian penyearah, generator sinyal,
power supply DC, osiloskop, kabel-kabel,
Gambar 2-11 Rangkaian dan multimeter digital. Selain itu
komponen yang digunakan pada praktikum
Clamper* kali ini yaitu dioda 1N4001 / 1N4002 3
buah, dioda zener 5V1 2 buah, resistor
variabel 1 buah, resistor 150k 1 buah,
kapasitor 10 uF 1 buah, breadboard 1
buah, dan kabel jumper secukupnya.
Pada kit praktikum karakteristik dioda &
rangkaian disediakan komponen-komponen
yang kaan digunakan pada percobaan 1
dan percobaan
2. Pada kit ini juga disediakan transformator
yang akan digunakan pada percobaan 3.
Generator sinyal digunakan untuk
menyuplai sumber AC ke rangkaian dan
osiloskop. Osiloskop digunakan untuk
melihat plot tegangan pada rangkaian, yang
bisa digunakan untuk mencari beda fasa.
Sedangkan multimeter digital digunakan
untuk mengecek nilai tegangan pada
komponen. Selain itu, breadboard dan
komponen-komponen yyang dituliskan di
atas digunakan untuk membuat rangkaian
clipper dan clamper.
Berikut adalah percobaan beserta langkah-
langkah yang praktikan lakukan ketika
praktikum

3.1 KARAKTERISTIK
DIODA
1. Susun rangkaian seperti di bawah ini
(gunakan dioda Si)

Gambar 3-1 Rangkaian Percobaan


Karakteristik Dioda

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro


ITDel 2015 5
2. Gunakan mode X-Y untuk
4. Amati tegangan cut-in, breakdown, dan
mengamati sinyal gambarkan karakteristiknya
3. Tekan tombol invert untuk 5. Ulangi untuk dioda Ge dan
channel Y zener

3.2 PENYEARAH DAN


FILTER
1.Susun rangkaian seperti di bawah
ini

Gambar 3-3 Rangkaian Penyearah


Full Wave
8.Ulangi langkah 2-6 kecuali langkah 4 untuk
rangkaian berikut.

Gambar 3-2 Rangkaian Penyearah


Half Wave

2.Amati bentuk gelobang, frekuensi, dan


pengaruh pemasangan C yang berbeda
pada tegangan ripple. Catat nilai R , C
dan tegangan ripple yang diperoleh.
3.Ulangi langkah 2 untuk nilai C yang
konstan dan mengubah-ubah nilai R
4.Ulangi langkah 2 dan 3 untuk kondisi
berikut:

- Lepaskan hubungan CT trafo dan


ground
- Hubungkan resistor Rm di antara CT trafo
dan ground
- Gunakan osiloskop untuk melihat arus
pada Rm
5.Ubah rangkaian menjadi seperti semula
tetapi lepaskan Rl. Kemudian ukur tegangan
DC dengan menggunakan nilai-nilai
kapasitansi pada langkah 2.
6.Hubungkan resistor variabel pada output
rangakian penyearah di atas hingga
diperoleh tegangan output hingga
setengah dari niali yang didapat pada
langkah 5, kemudian ukur resistansinya
menggunakan multimeter.
7.Ulangi langkah 2-6 untuk rangkaian di
bawah.

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro


ITDel 2015 6
Gambar 3-4 Rangkaian Penyearah Bridge
Gambar 3-6 Rangkaian Clipper Zener
3.3 RANGKAIAN CLIPPER
3.4 RANGKAIAN CLAMPER
1.Buat rangkaian berikut pada breadboard
1.Buat rangkaian berikut pada breadboard

Gambar 3-5 Rangkaian Clipper


Menggunakan Dioda

2.Amati sinyal output yang diperoleh


dan gambarkan bentuk sinyalnya
Gambar 3-7 Rangkaian Clamper
3.Ulangi untuk rangkaian di bawah dan
lakukan analisis
2.Amati sinyal output yang diperoleh Dilihat dari gambar bahwa silikon
memiliki nilai cut-in voltage yang paling
*Gambar pada bagian ini didapat dari
rendah, sehingga merupakan yang paling
referensi [1] dekat dengan dioda ideal, yaitu 0 V.
Sedangkan nilai breakdown voltage yang
4. HASIL DAN ANALISIS paling besar adalah dioda zener, dengan
nilai 7 V. Nilai ini sesuai dengan nilai
Berikut adalah hasil dan analisis yang
breakdown voltage dioda zener pada
saya dapat dari melakukan percobaan- umumnya, yaitu 6.8V.
percobaan di atas.
*Nilai didapat dari teman saya, Saqf
4.1 KARAKTERISTIK DIODA Ahmad Rabbani [131213101]

Berikut adalah hasil yang kami 4.2 PENYEARAH DAN


peroleh dari percobaan ini: FILTER
Tabel 4-1 Karakteristik Dioda Untuk penyearah half-wave, hasil yang
kami dapatkan adalah sebagai berikut:
Tabel 4-2 Perbandingan Tegangan
Ripple (Half Wave)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro


ITDel 2015 7
Jenis Dioda Cut-In Voltage Breakdown
[V] Voltage [V]

Silikon 0.75 -5 *
Nilai R C V Vr [V] Vr Freq.
Germanium 1 -4 * Konstan [] [uF DC Hitung [V] Vr[Hz]
] [V] Baca
Zener 0.75 -7
Resistansi 1k 1000 20 0.2 0.28 50

2200 16 0.072 0.16 50

Kapasitan 180 1000 18 1 1.35 50


si
1k 20 0.2 0.28 50

Gambar 4-1 Karakteristik Dioda Silikon *Vr hitung didapat menggunakan


rumus dari bagian 2.2 studi pustaka.
Berikut merupakan gambar dari bagian
percobaan ini:

Gambar 4-2 Karakteristik Dioda


Germanium

Gambar 4-4 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 1k dan C = 1000uF (AC
Coupling) (Half-Wave)

Gambar 4-3 Karakteristik Dioda Zener

Gambar 4-5 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 1k dan C = 1000uF (DC
Coupling)(Half-Wave)

Gambar 4-7 Hasil Pembacaan Osiloskop Untuk


Gambar 4-6 Hasil Pembacaan Osiloskop
R = 1k dan C = 2200uF (DC Coupling)(Half-
Untuk R = 1k dan C = 2200uF (AC
Wave)
Coupling)(Half-Wave)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro


ITDel 2015 8
Tabel 4-3 Arus Maksimum dan Resistansi
(Half Wave)

Nilai R C Aru R Fre


Konstan [] [uF] s Outpu q.
Ma t Aru
x [] s
Resistansi 1k 1000 200 41 200

2200 200 40 200

Kapasitan 180 1000 180 - 200


Gambar 4-8 Hasil Pembacaan Osiloskop si
Untuk R = 180 dan C = 1000uF (AC 1k 200 - 200
Coupling)(Half-Wave)
*Frekuensi arus merupakan frekuensi yang
dilihat dari osiloskop. Routput hanya dilihat
untuk nilai C yang berbeda karena Rl
tidak disambungkan. Plot arus pada
osiloskop untuk nilai C =1000 uF dan 2200
uF sama.
Berikut merupakan gambar dari bagian
percobaan ini:

Gambar 4-9 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 180 dan C = 1000uF (DC
Coupling)(Half-Wave)
Walaupun hasil perhitungan dan hasil
pengamatan memiliki perbedaan yang
jelas, keduanya menunjuk kepada 1
kesimpulan, yaitu semakin kecil nilai
kapasitansi maka tegangan ripple akan
semakin besar. Hal yang sama dapat Gambar 4-10 Arus Pada Saat R = 1k dan
dikatakan pula untuk nilai resistansi. C = 2200uF atau C = 1000 uF (Half-Wave)

Gambar 4-11 Arus Pada Saat R = 180 dan


C = 1000uF (Half-Wave)
Keluaran arusnya sesuai harapan keluaran
half- wave rectifer, yaitu hanya
melewatkan nilai sinyal yang positif saja.
Perbedaan nilai maksimum arus hanya
disebabkan karena nilai resistansi. Semakin
besar resistansi load maka arusnya akan
semakin besar. Untuk resistansi output
sepertinya tidak terjadi terlalu banyak
perubahan, dan hanya berkisar pada 40 .
Tabel 4-4 Perbandingan Tegangan Ripple (Full
Untuk penyearah full-wave, hasil yang
kami dapatkan adalah sebagai berikut: Wave)
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
ITDel 2015 9
Nilai R C V Vr [V] Vr Freq.
Konst [] [uF] D Hitung [V] Vr[Hz]
an C Baca
[V
Resistansi 1k 1000 16 0.16 0.175 50

2200 16 0.072 0.08 50

Kapasitan 180 1000 17 menggunakan


0.944 0.52 50 Gambar 4-15 Hasil Pembacaan Osiloskop
*Vr hitungdidapat
si Untuk R = 1k dan C = 2200uF (DC
rumus dari bagian 2.2 studi pustaka.
1k 16 0.16 0.175 50 Coupling)(Full-Wave)
Berikut merupakan gambar dari bagian
percobaan ini:

Gambar 4-16 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 180 dan C = 1000uF (AC
Gambar 4-12 Hasil Pembacaan Osiloskop Coupling)(Full-Wave)
Untuk R = 1k dan C = 1000uF (AC
Coupling)(Full-Wave)

Gambar 4-17 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 180 dan C = 1000uF (DC
Gambar 4-13 Hasil Pembacaan Osiloskop Coupling)(Full-Wave)
Untuk R = 1k dan C = 1000uF (DC
Sama seperti pada penyearah half-wave,
Coupling)(Full-Wave)
nilai kapasitansi dan resistansi
berpengaruh pada besarnya tegangan
ripple, yaitu semakin besar kapasitansi
atau resistansi maka semakin kecil
tegangan ripplenya.
Tabel 4-5 Arus Maksimum dan Resistansi
(Full Wave)
Nilai R C Aru R Fre
Konst [] [uF] s Outpu q.
an Ma t Aru
x [] s
Resistansi 1k 1000 175 22 200

Gambar 4-14 Hasil Pembacaan Osiloskop 2200 175 20.5 200


Untuk R = 1k dan C = 2200uF (AC
Coupling)(Full-Wave) Kapasitan 180 1000 1400 - 200
si
1k 175 - 200
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
ITDel 2015
*Frekuensi arus merupakan frekuensi yang Untuk penyearah bridge, hasil yang
dilihat dari osiloskop. Routput hanya dilihat kami dapatkan adalah sebagai
untuk nilai C yang berbeda karena Rl tidak berikut:
disambungkan. Plot arus pada osiloskop
untuk nilai C =1000 uF dan 2200 uF sama. Tabel 4-6 Perbandingan Tegangan Ripple
(Bridge)
Berikut merupakan gambar dari bagian
percobaan ini:
Nilai R C V Vr [V] Vr Freq.
Konst [] [uF] DC Hitung [V] Vr[Hz]
an [V] Baca

Resistansi 1k 1000 16 0.16 0.130 50

2200 16 0.072 0.07 50

Kapasitan 180 1000 14 0.77 0.52 50


si
1k 16 0.16 0.130 50

*Vr hitung didapat menggunakan


Gambar 4-18 Arus Pada Saat R = 1k dan rumus dari bagian 2.2 studi pustaka.
C = 2200uF atau C = 1000 uF (Full-Wave) Berikut merupakan gambar dari bagian
(50mV) percobaan ini:

Gambar 4-19 Arus Pada Saat R = 180 dan Gambar 4-20 Hasil Pembacaan Osiloskop
C = 1000uF (Full-Wave) Untuk R = 1k dan C = 1000uF (AC
Keluaran arusnya sesuai harapan keluaran Coupling)(Bridge)
full- wave rectifer, yaitu melewatkan
bagian yang positif dan bagain negatif
yang sudah di invers. Untuk perubahan
arus, praktikan tidak bisa menjelaskan
kenapa perubahannya lebih drastis
dibandingkan percobaan menggunakan
penyearah half-wave. Dibandingkan
dengan penyearah half-wave, resistansi
yang ditanggung oleh trafo lebih kecil
hingga 50%, yaitu full-wave yang memiliki
resistansi 20 dan half-wave yang
memiliki resistansi 40 .
Gambar 4-21 Hasil Pembacaan Osiloskop
Untuk R = 1k dan C = 1000uF (DC
Coupling)(Bridge)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro


ITDel 2015
Gambar 4-22 Hasil Pembacaan Osiloskop
Untuk R = 1k dan C = 2200uF (AC
Coupling)(Bridge)

Gambar 4-23 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 1k dan C = 2200uF (DC
Coupling)(Bridge)

Gambar 4-24 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 180 dan C = 1000uF (AC
Coupling)(Bridge)

Gambar 4-25 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk R = 180 dan C = 1000uF (DC
Coupling)(Bridge)
Dilihat dari hasil yang didapat, bisa
disimpulkan lagi bahwa nilai resistansi
dan
Nilai kapasitansi
R C R berbanding terbalik
dengan []
Konst nilai tegangan ripple.
[uF] Outpu
an t
Tabel 4-7 Resistansi[] Output
Resistansi
(Full Wave) 1k 1000 22
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro
2200 23.5 ITDel 2015

Kapasitan 180 1000 -


si
1k -
Bila diperhatikan, resistansi output
yang didapat dari rangkaian penyearah
bridge ini hampir sama dengan
penyearah full-wave.

4.3 RANGKAIAN
CLIPPER
Berikut hasil yang kami dapatkan
dengan menggunakan rangakaian
dioda:
Gambar 4-27 Hasil Pembacaan Osiloskop
Untuk Rangkaian Clipper Dioda (DC
Coupling)
Berikut hasil yang kami dapatkan dengan
menggunakan rangakaian dioda zener:

Gambar 4-26 Hasil Pembacaan


Osiloskop Untuk Rangkaian Clipper
Dioda (AC Coupling)

Gambar 4-28 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk Rangkaian Clipper Dioda Zener (AC
Coupling)

Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro


ITDel 2015
Jika dibandingkan antara kedua hasil
pembacaan, dapat dilihat bahwa bentuk
kurva sama, tetapi pada DC coupling kurva
bergeser ke atas sedikit. Hal ini sesuai
dengan fungsi rangkaian clamper yaitu
memberikan offset tegangan DC, sehingga
tegangan yang dihasilkan adalah tegangan
input ditambahkan dengan tegangan DC.

5. KESIMPUL
AN

Gambar 4-29 Hasil Pembacaan Osiloskop Kesimpulan yang dapatkan setelah


Untuk Rangkaian Clipper Dioda Zener (DC melewati praktikum 1 ini adalah sebagai
Coupling) berikut. Ada bermacam jenis dioda, dan
masing masing memiliki karakteristiknya
Dari kedua pasang gambar dapat dilihat sendiri. Misalkan dioda silikon memiliki
bahwa antara DC coupling dan AC tegangan cut-in yang lebih rendah
coupling ada perbedaan sedikit. Hal ini dibandingkan dioda germanium, dan dioda
disebabkan karena pada AC coupling zener memiliki tegangan breakdown yang
tegangan DC tidak dilewatkan, sedangkan besarnya lebih dari tegangan breakdown
pada DC coupling tegangan AC maupun dioda silikon ataupun germanium. Pada
DC dilewatkan sehingga gambar kurvanya rangkaian penyearah dioda berfungsi
agak berubah. untuk menyearahkan tegangan AC
Jika dibandingkan antara kurva rangkaian sehingga menjadi tegangan DC. Tetapi
zener dengan kurva rangkaian dioda, bisa pada prakteknya tegangan yang keluar dari
dilihat bahwa fluktuasi tegangan pada penyearah perlu dimasukkan lagi ke flter
rangkaian zener lebih besar dibandingkan yang berupa kapasitor, agar lebih
fluktuasi tegangan pada rangkaian dioda. mendekati tegangan DC. Ada 3 jenis
Dapat disimpulkan bahwa rangkaian dioda rangkaian penyearah, yaitu half wave, full
lebih baik dalam membatasi tegangan, wave, dan bridge. Rangkaian clipper
karena fluktuasinya lebih kecil. digunakan untuk membatasi nilai
tegangan, sedangkan rangkaian clamper
4.4 RANGKAIAN digunakan untuk menambahkan offset DC
ke suatu sinyal.
CLAMPER
Berikut hasil yang kami DAFTAR PUSTAKA
dapatkan: [1] Pandapotan Siagian., Petunjuk
Praktikum Elektronika, ITDel,
Sitoluama, Laguboti, Sumatera
Utara, 2015.
[2] Adel S. Sedra, Microelectronic
Circuits 6th Edition,
McGraw Hill, Oxford, 2009.

Gambar 4-30 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk Rangkaian Clamper (DC Coupling)

Gambar 4-31 Hasil Pembacaan Osiloskop


Untuk Rangkaian Clamper (DC Coupling)
Laporan Praktikum - Laboratorium Dasar Teknik Elektro ITDel 2015 1
0