Anda di halaman 1dari 2

Menyoroti kasus EY, terkait dengan pemberian hukuman PCAOB kepada EY-Indonesia sebesar $1

juta Amerika karena gagal menyajikan bukti pendukung perhitungan sewa 4000 menara seluler
dalam laporan keuangan PT Indosat Tbk (ISAT) tahun 2011. Padahal saat itu EY memberikan opini
wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan tersebut, yang mana perhitungan dan
analisisnya belum selesai.

Setiap KAP harus mendokumentasikan kebijakan dan prosedur pengedalian mutunya. Sistem
pengendalian mutu harus mencakup kebijakn prosedur sebagai berikut :

1. Tanggung Jawab Kepemimpinan demi kualitas perusahaan

Perusahaan harus mempromosikan budaya bahwa kualitas adalah hal yang esensial dalam
melaksanakan penugasan dan harus menetapkan kebijakan serta prosedur yang mendukung budaya
tersebut

Berdasarkan kasus ini, pemimpin seharusnya bertanggung jawab dalam memeriksa dan memastikan
bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh bawahannya sesuai dengan rencana kerja yang telah
ditetapkan. Selain itu pemimpin juga harus memastikan bahwa bawahan telah mengerti terhadap
pekerjaan lapangan audit yang akan dilakukan. Dengan kegagalan penyajian bukti pendukung
perhitungan sewa 4000 menara seluler dalam laporan keuangan PT Indosat Tbk (ISAT) tahun 2011,
Pemimpin telah gagal dalam mempromosikan budaya perusahaan yang mengutamakan kualitas.

2. Persyaratan etis yang relevan

Seluruh personel yang bertugas harus mempertahankan independensi dalam fakta dan penampilan,
melaksanakan semua tanggung jawab profesional dnengan penuh integitas , serta mempertahankan
objektivitas dalam melaksanakan tanggung jawab profesionalnya.

Dalam kasus ini, sebenarnya berdasar analisa kami, KAP telah memiliki unsur independensi dan tidak
memiliki hubungan kepentingan dengan klien (ISAT). Namun dikarenakan kurangnya kompetensi
dan keahlian teknis dari tim audit dari KAP yang bersangkutan. Analisa kami didasarkan pada hasil
kesimpulan akhir dari Pihak OJK yang berkonsultasi dengan Bareskrim Polri yang menyatakan bahwa
kasus ini adalah pelanggaran administratif biasa dan tidak berkaitan dengan pelanggaran pidana
pemalsuan surat sebagaimana yang diatur dalam UU Akuntan Publik.

3. Penerimaan dan kelanjutan klien serta penugasan

Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan untuk memutuskan apakah akan menerima atau
melanjutkan hubungan dengan klien. Kebijakan dan prosedur ini harus meminimalkan resiko yang
berkaitan dengan klien yang manajemennya tidak memiliki integritas. KAP harus hanya menerima
penugasan yang dapat diselesaikan dengan kompetensi profesional

Berdasarkan kasus ini, KAP EY tidak perlu melakukan pemutusan kontrak dengan klien dikarenakan
permalahan yang timbul tidak ada kaitannya dengan klien ( PT. Indosat Tbk ) dan murni merupakan
pelanggaran administratif yang dilakukan oleh KAP. Justru KAP EY yang harus mengevaluasi kinerja
personel serta meningkatkan kembali reputasi guna mendapatkan kembali kepercayaan klien

4. SDM

Kebijakan dan prosedur harus ditetapkan untuk memberi KAP kepastian yang wajar bahwa semua
personel memiliki kualifikasi untuk melakukan pekerjaan secara kompeten dan memiliki kualifikasi
yang diperlukan untuk memenuhi tanggung jawab yang diberikan
Berdasarkan kasus ini, untuk perusahaan KAP besar seperti EY belum tentu seluruh personelnya
memiliki kompetesi dan keahlian teknis yang memadai. Padahal mutu pekerjaan KAP tergantung
kepada integritas, kompetensi, dan motivasi personel yang melaksanakan pekerjaan. Oleh karena itu
KAP harus memberikan pendidikan profesional dan pelatihan guna meningkatkan pengetahuan,
kompetensi serta tanggung jawab personelnya untuk kemajuan karir mereka di KAP

5. Kinerja Penugasan

Kebijakan dan prosedur harus memastikan bahwa pekerjaan yang dilaksanakan oleh personel
penugasan memenuhi standar profesi yang berlaku, persyaratan peraturan, dan standar mutu KAP
itu sendiri

Dalam kasus ini, kemungkinan personel yang ditugaskan kurang memiliki kompetensi dan keahlian
teknis yang memadai dalam melakukan pekerjaan audit terhadap perhitungan sewa 4000 menara
seluler dalam laporan keuangan PT Indosat Tbk (ISAT) tahun 2011. Sehingga bukti yang dikumpulkan
dan dievaluasi tidak dapat mempertanggungjawabkan opini yang dikeluarkan oleh tim audit.

6. Pemantauan

Harus ada kebijakan dan prosedur untuk memastikan bahwa unsur pengendalian mutu lainnya
diterapkan secara efektif

Dalam kasus EY ini, terdapat dua kemungkinan, yaitu :

Pemantauan tidak dilaksanakan oleh Kantor Akuntan Publik (EY)


Pemantauan telah dilaksakan namun tidak sesuai dengan kebijakan dan prosedur
untuk mengimplementasikan tindakan pemantauan (inspeksi)

Sehingga hasil audit terhadap laporan keuangan klien ( ISAT ) kurang akurat dan tidak bisa
dipertanggungjawabkan.

Menurut (Lidyawati, 2007) kebijakan atau prosedur untuk mengimplementasikan tindakan


pemantauan yaitu :

Tetapkan batas lingkup dan isi program pemantauan


Sajikan pelaporan tindakan pemantauan yang dilaksanakan atau direncanakan kepada
tingkat manajemen yang semestinya

Dari hasil pemantauan, hasil pekerjaan lapangan audit akan dapat terlihat baik atau buruk, sehingga
pemantauan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pekerjaan lapangan audit.