Anda di halaman 1dari 86

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA N 13 Semarang


Mata pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Materi pokok : Peran kimia dalam kehidupan
Hakikat ilmu kimia

Metode ilmiah dan keselamatan kerja


Alokasi Waktu : 3 x 45

A. Kompetensi Inti (KI)


(disajikan Deskripsi Rumusan KI-1 dan KI-2 seperti yang dinyatakan dalam silabus)

KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural


berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerap-kan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


KD 3.1 Memahami metode 1. Menjelaskan ilmu kimia serta peranannya
ilmiah, hakikat ilmu dalam bidang kesehatan dan kedokteran,
Kimia, keselamatan dan energi dan lingkungan, teknologi dan bahan,
keamanan Kimia di teknologi pangan dan pertanian
laboratorium, serta 2. Menjelaskan karakteristik ilmu kimia
peran kimia dalam 3. Menggunakan prinsip-prinsip metode ilmiah
kehidupan untuk memahami fenomina kimia yang
terjadi di sekitar kita
4. Menjelaskan materi dan klasifikasinya
5. Menjelaskan peralatan di laboratorium
secara tepat
6. Menguraikan langkah-langkah keselamatan
kerja di laboratorium
KI 4: Mengolah, menalar, dan 1. Mengkaji literatur tentang peran ilmu kimia
menyaji dalam ranah konkrit dan dalam kehidupan, perkembangan IPTEK dan
ranah abstrak terkait dengan dalam menyelesaikan masalah global.
pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara 2. Mengenal dan menggunakan peralatan
mandiri, dan mampu menggunakan laboratorium dan bahan kimia serta tata tertib
metode sesuai kaidah keilmuan. laboratorium.
C. Materi Pembelajaran
1. Metode ilmiah
2. Hakikat ilmu Kimia
3. Keselamatan dan keamanan kimia di laboratorium
4. Peran Kimia dalam kehidupan

D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan pertama : (3 JP)

Menjelaskan ilmu kimia serta peranannya dalam bidang kesehatan dan kedokteran,
energi dan lingkungan, teknologi dan bahan, teknologi pangan dan pertanian.
Menjelaskan karakteristik ilmu kimia.
Menggunakan prinsip-prinsip metode ilmiah untuk memahami fenomina kimia yang
terjadi di sekitar kita.
Menjelaskan materi dan klasifikasinya.
Menjelaskan peralatan di laboratorium secara tepat
Menguraikan langkah-langkah keselamatan kerja di laboratorium

a. Kegiatan Pendahuluan
1) Guru memberikan salam dan mengabsen siswa.
2) Guru memberikan apersepsi dan motivasi
3) Guru menyampaikan kompetensi dan IPK.
4) Guru menyampaikan cara penilaian.
5) Guru membagi beberapa kelompok.
6) Guru menampilkan video orang yang sedang bekerja di laboratorium
b. Kegiatan Inti
Mengunjungi laboratorium untuk mengenal alat-alat laboratorium kimia dan fungsinya
serta mengenal beberapa bahan kimia dan sifatnya (mudah meledak, mudah terbakar,
beracun, penyebab iritasi, korosif, dan lain-lain).
1) Peserta didik mengumpulkan data dari studi literature dan mencatat hasil pengamatan.
2) Anak berdiskusi kelompok tentang hasil pengamatan.
3) Membandingkan hasil diskusi antar kelompok tentang Keselamatan dan keamanan
kimia di laboratorium.
b. Kegiatan Penutup
1) Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi dan presentasi di depan kelas.
2) Peserta didik dan guru mereview hasil pembelajaran tentang Keselamatan dan
keamanan kimia di laboratorium
E. Teknik penilaian

Mekanisme dan
No Aspek Instrumen Keterangan
Prosedur

1. Sikap - Observasi Kerja - Lembar Observasi


Kelompok
2. Pengetahuan - Penugasan - Soal Penugasan
- Tes Tertulis - Soal Objektif
3. Ketrampilan - Kinerja Presentasi - Kinerja Presentasi
- Laporan Praktik - Rubrik Penilaian

F. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media/alat : LCD/peralatan di laboratorium kimia.

2. Bahan : -

3. Sumber Belajar : buku panduan praktikum, internet

Semarang, 1 September 2016


Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.Pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.196506171989032010 NIP 197303282008012005

Lampiran 1
Materi

BAHAN-BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

A. Pengertian dan Penggolongan Bahan Kimia

1. Pengertian Bahan Kimia

Semua yang terdapat disekitar kita merupakan materi dansemua materi terdiri dari bahan kimia. Namun
dalam kehidupan sehari-hari kita sering menggunakan materi daripada bahan kimia.
Jika ditinjau dari asalnya, bahan kimia dapat dibagi kedalam dau golongan, yaitu:
a. Bahan kima alami, yaitu bahan kimia yang terdapat di alam.
Misalnya air, kayu, bawang, kunyit, dan lain-lain.
b. Bahan kimia sintesis, atau bahan kimia buatan pabrik. Misalnya deterjen, plastik, sampo, bahan
pembasmi serangga, dan lain-lain.

Penggolongan Bahan Kimia di Rumah


Berbagai jenis bahan kimia yang kita gunakan dirumah dapat dikelompokkan berdasarkan
penggunaannya yaitu :

a. Bahan pembersih

Bahan pembersih yang sering digunakan yaitu sabun. Sabun mampu mengankat kotoran yang menepel
pada kulit atau pakaian, kemudian melarutkannya dalam air. Selain sabun dikenal pula deterjen yang lebih
ampuh dari sabun untuk mencuci pakaian. Kedalam deterjen ditambahkan bahan tertentu sehingga
kotoran yang sudah lepas tidak menempel lagi pada cucian. Bahan pembersih yang lain misalnya
pembersih lantai, pembersih kaca, dan lain-lain.

b. Bahan pemutih
Pemutih pakaian digunakan untuk menghilangkan noda membandel yang menempel pada pakaian, serta
dapat membunuh bakteri. Pemutih tersedia dalambentuk larutan maupun serbuk. Pemutih juga digunakan
sebagai disinfektan.
Pemutih yang beredar dipasaran, umumnya mengandung senyawahipoklorit sebagai bahan aktifnya.
Latutan pemutih mengandungsenyawa natrium hipoklorit (NaClO) dengan kadar 5,25 % ; sedangkan
serbuk pemutih mengandung senyawa kalsium hipoklorit, Ca(ClO)2. Senyawa hipoklorit mudah
melepaskan klorin. Dalam kadar tinggi klorin dapat merusak pakaian. Pemutih Hipoklorit tidak baik
untukbahan poliester, sebab lebih memberikesan kuning daripada memutihkan. Pemutih merupakan
bahan kimia yang sangat reaktif. Mencampur bahan pemutih dengan bahan rumah tangga lainnya dapat
sangat berbahaya. Misalnya, jika pemutih dicampur dengan pembersih klosetyang mengandung asam
klorida dapat menghasilkan gas klorin. Gasklorin dapat merusak saluran pernafasan, dan jika kadarnya
cukup besar dapat mematikan. Mencampur pemutih dengan ammonia juga menghasilkan gas beracun,
yaitu kloramin (NH2Cl) dan hidrazin (N2H4). Oleh karena itu jangan sekali-kali mencampur pemutih
dengan bahan lain tanpa petunjuk atau pengetahuna yang jelas.

c. Bahan pewangi

Senyawa yang digunakan sebagai bahan pewangi biasanya diperoleh dari alam, misalnya tananman melati
dan mawar. Namun para ahli juga berupaya mendapatkan senyawa buatan (sintesis) yang lebih murah
daripada yang alami. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan ini semakin berkembang.
Pewangi atau parfum digunakan pada setiap produk, mulai dari produk kebutuhan wanita, hingga produk
kebutuhan rumah tangga
seperti cairan pembersih bahkan obat anti nyamuk. Produk yang memiliki wewangian yang khas dan
menarik memang cukup digemari oleh masyarakat, karena memang kesan bersih, segar dan
menyenangkan akan ditimbulkan dari wewangian tersebut. Namun apakah penambahan zat pewangi atau
parfum pada beberapa produk harian atau kosmetik tersebut aman bagi penggunanya? Bagaimana dengan
ibu hamil yang mengirupnya apakah wangi tersebut benar-benar murni terbuat dari campuran bunga dan
buah seperti yang dicantum pada kemasan atau pada iklan produk tersebut. Mungkinkah kita
mendapatkan wewangian yang benar-benar asli dan aman dengan harga yang sangat murah?

d. Bahan pembasmi serangga

Kita sering menggunakan obat nyamuk untuk mengusir nyamuk, begitupun petani yang menggunakan
obat pembasmi serangga untuk membunuh belalang, atau kumbang penggerek. Bahan Pembasmi
serangga tergolong zat yang bersifat racun. Zat ini tidak hanya beracun bagi serangga, tetapi juga bagi
berbagai jenis hewan lain, bahkan bagi manusia. Adapun macam-macam obat pembasmi serangga yaitu
DDT, aldrin, dieldrin, dan endrin. Meskipun demikian, obat pembasmi serangga juga berbahaya jika
digunakan secara berlebihan. Efek samping obat pembasmi serangga dalam dunia pertanian dapat
merusak kesehatan karena terutama kesehatan petani yang menggunakannya. Oleh karena itu sebaiknya
diperhatikan cara pengggunaannya. DDT yang sering digunakan dirumah

7 Prosedur Keselamatan Kerja di Laboratorium

1. Syarat Laboratorium yang Baik


Ruangan laboratorium yang memenuhi standar adalah salah satu faktor untuk menghindari kecelakaan
kerja. Syarat tersebut meliputi kondisi ruangan, susunan ruangan, kelengkapan peralatan keselamatan,
nomor telepon penting (pemadam kebakaran, petugas medis), dll.

2. Tata Tertib Keselamatan Kerja


Aturan umum dalam tata tertib keselamatan kerja adalah sebagai berikut:

a. Dilarang mengambil atau membawa keluar alat-alat serta bahan dalam laboratorium tanpa seizin
petugas laboratorium.

b. Orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk ke laboratorium. Hal ini untuk mencegah hal-
hal yang tidak diinginkan.

c. Gunakan alat dan bahan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan.

d. Jangan melakukan eksperimen sebelum mengetahui informasi mengenai bahaya bahan kimia,
alat-alat, dan cara pemakaiannya.

e. Bertanyalah jika Anda merasa ragu atau tidak mengerti saat melakukan percobaan.

f. Mengenali semua jenis peralatan keselamatan kerja dan letaknya untuk memudahkan pertolongan
saat terjadi kecelakaan kerja.

g. Pakailah jas laboratorium saat bekerja di laboratorium.

h. Harus mengetahui cara pemakaian alat darurat seperti pemadam kebakaran, eye shower,
respirator, dan alat keselamatan kerja yang lainnya.

i. Jika terjadi kerusakan atau kecelakaan, sebaiknya segera melaporkannya ke petugas laboratorium.

j. Berhati-hatilah bila bekerja dengan asam kuat reagen korosif, reagen-reagen yang volatil dan
mudah terbakar.

k. Setiap pekerja di laboratorium harus mengetahui cara memberi pertolongan pertama pada
kecelakaan (P3K).

l. Buanglah sampah pada tempatnya.

m. Usahakan untuk tidak sendirian di ruang laboratorium. Supaya bila terjadi kecelakaan dapat
dibantu dengan segera.
n. Jangan bermain-main di dalam ruangan laboratorium.

o. Lakukan latihan keselamatan kerja secara periodik.

p. Dilarang merokok, makan, dan minum di laboratorium.

3. Alat Keselamatan Kerja


Di dalam ruang laboratorium harus sudah tersedia seluruh alat keselamatan kerja supaya saat terjadi
kecelakaan atau darurat, itu bisa diatasi dengan cepat. Berikut adalah alat-alat keselamatan kerja yang ada
di laboratorium. Pastikan semuanya tersedia dan Anda tahu dimana letaknya.

a. Pemadam kebakaran (hidrant)

b. Eye washer

c. Water shower

d. Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)

e. Jas Laboratorium

f. Peralatan pembersih

g. Obat-obatan

h. Kapas

i. Plaster pembalut
4. Simbol Keselamatan Kerja

5. Cara Memindahkan Bahan Kimia


Sebelum memindahkan bahan kimia, hal yang harus dilakukan adalah mengetahui segala informasi
tentang bahan kimia yang akan digunakan. Seperti cara membawa, bahaya yang ditimbulkan, dll.
Pindahkanlah sesuai kebutuhan dan jangan berlebihan. Bila ada sisa bahan kimia, jangan dikembalikan ke
tempatnya semula karena dapat menyebabkan kontaminasi pada bahan kimia.

6. Pembuangan Limbah
Seperti yang kita ketahui bahwa limbah dapat mencemari lingkungan. Maka dari itu, kita perlu
menangani limbah tersebut dengan tepat. Untuk limbah kimia hendaknya dibuang di tempat khusus
karena beberapa jenis zat kimia sangat berbahaya bagi lingkungan. Buang segera limbah sehabis
melakukan percobaan. Sementara limbah lainnya seperti kertas, korek api, dan lainnya dibuang di tempat
sampah. Sebaiknya pisahkan limbah organik dan nonorganik supaya pengolahan sampahnya lebih mudah.

7. Penanganan Kecelakaan
Kecelakaan saat kerja biasa terjadi walaupun kita telah bekerja dengan hati-hati. Hal yang paling utama
adalah jangan panik dan ikuti prosedur penanganan kecelakaan yang baik dan benar. Cari bantuan petugas
laboratorium untuk membantu Anda. Bila perlu, panggil petugas medis atau pemadam kebakaran.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Sekolah : SMA N 13 Semarang
Mata pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Struktur Atom
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit (1 pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,


konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerap-kan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai
kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar Indikator
3.2.Memahami model atom 3.2.1. Dapat menjelaskan partikel- partikel
Dalton, Thomson, penyusun atom
Rutherfod, Bohr, dan
mekanika gelombang 3.2.2.Dapat menjelaskan hubungan antara
nomor atom, nomor massa, dan
isotop dengan jumlah partikel
penyusun atom

3.2.3. Dapat menganalisis perkembangan


model-model atom:

4.2.Menggunakan model 4.2.1. berdasarkan model atom bohr,


atom untuk menjelaskan peserta didik dapat memaparkan
fenomena alam atau hasil penyebab perbedaan spektrum warna
percobaan pda tiap benda

C. Materi Pembelajaran
Struktur Atom dan Tabel Periodik
Partikel penyusun atom
Nomor atom dan nomor massa
Isotop
Perkembangan model atom
D. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Pendahuluan
- Mengkondisikan siswa untuk kegiatan pembelajaran
- Guru menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin di capai

2. Kegiatan Inti
- Guru mengajukan suatu masalah yang harus dipecahkan
siswatentang partikel penyusun atom dan perkembangan model atom
dan memotivasi para siswa agar dapat terlibat secara langsung untuk
melakukan aktivitas pemecahan masalah tersebut,
- Siswa mengumpulkaan informasi yang relevan tentang partikel
penyusun atom dan perkembangan model atom
- Guru membantu siswa untuk melakukan perencanaan, proses dan
hasil pemecahan masalah

3. Kegiatan Penutup
- Guru melakukan refleksi dan evaluasi terhadap hasil yang diperoleh
siswa.
- Guru bersama siswa menyimpulkan tentang partikel-partikel
penyusun atom dan perkembangan model atom.
-
E. Teknik penilaian

Mekanisme dan
No Aspek Instrumen Keterangan
Prosedur

1. Sikap - Observasi Kerja - Lembar Observasi


Kelompok
2. Pengetahuan - Penugasan - Soal Penugasan
- Tes Tertulis - Soal Objektif
3. Ketrampilan - Kinerja Presentasi - Kinerja Presentasi
- Laporan Praktik - Rubrik Penilaian

F. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar

1. Media/alat : LCD/peralatan di laboratorium kimia.

2. Bahan : -

3. Sumber Belajar : buku panduan praktikum, internet

Semarang, 1 September
2016
Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.Pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.19650617198903200 NIP 197303282008012005
LAMPIRAN 1 :

BAB 2
STRUKTUR ATOM
Untuk mengidentifikasi struktur atom, kita tidak dapat melakukan pengamatan secara langsung terhadap
atom sebab atom terlalu kecil untuk diamati secara langsung.
Saat ini, atom telah dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop STM (Scanning Tunneling
Microscope ) dan AFM (Atomic Force Microscope) sehingga sifat dan karakteristik dari bentuk atom
dapat diamati dengan lebih jelas. Gejala yang ditimbulkan atom dapat dipelajari, seperti warna
nyala, difraksi, sifat listrik, sifat magnet, dan gejala-gejala lainnya.
Di Kelas X ini, Anda akan memulai pelajaran kimia tentang struktur atom. Tersusun dari apa sajakah atom
itu? Anda akan mengetahuinya setelah mempelajari bab ini.

A. PARTIKEL DASAR PENYUSUN ATOM

Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat unsur tersebut.
Struktur atom menggambarkan bagaimana partikel-partikel dalam atom tersusun. Atom
tersusun atas inti atom dan dikelilingi elektron-elektron yang tersebar dalam kulit-kulitnya.
Dalam Tekologi modern, atom dapat diuraikan menjadi partikel sub atom, yaitu electron,
proton dan neutron yang Secara sistematis dapat digambarkan sebagai berikut.

Sebagian besar atom terdiri dari ruang hampa yang di dalamnya terdapat inti yang sangat
kecil di mana massa dan muatan positifnya dipusatkan dan dikelilingi oleh elektron-elektron
yang bermuatan negatif. Inti atom tersusun atas sejumlah proton dan neutron. Jumlah proton
dalam inti atom menentukan muatan inti atom, sedangkan massa inti ditentukan oleh
banyaknya proton dan neutron. Selanjutnya ketiga partikel subatom (proton, neutron, dan
elektron) dengan kombinasi tertentu membentuk atom suatu unsur yang lambangnya dapat
dituliskan:

X : lambang suatu unsur


Z : nomor atom
A : nomor massa
Nomor Atom (Z)
Nomor atom (Z) menunjukkan jumlah proton (muatan positif) atau jumlah elektron dalam atom
tersebut. Nomor atom ini merupakan ciri khas suatu unsur. Oleh karena atom bersifat netral maka
jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya, sehingga nomor atom juga menunjukkan jumlah
elektron. Elektron inilah yang nantinya paling menentukan sifat suatu unsur. Nomor atom ditulis
agak ke bawah sebelum lambang unsur.

Nomor Massa (A)


Massa elektron sangat kecil dan dianggap nol sehingga massa atom ditentukan oleh inti atom
yaitu proton dan neutron. Nomor massa (A) menyatakan banyaknya proton dan neutron yang
menyusun inti atom suatu unsur. Nomor massa ditulis agak ke atas sebelum lambang unsur.

Untuk ion (atom bermuatan positif atau negatif) maka notasi ion, jumlah proton, neutron, dan
elektron adalah:
Contoh :
a. Mempunyai jumlah proton, neutron dan elektron sebagai berikut :
p=Z=6
n = A - Z = 12 - 6 = 6
Karena atom netral (tak bermuatan) maka e = p = 6
b. Mempunyai jumlah proton, neutron dan elektron sebagai berikut :
p=Z=9
n = A - Z = 19 - 9 = 10
Karena muatan F adalah - 1 maka r = 1, sehingga :
e = p + r = 9 + 1 = 10
B. PERKEMBANGAN MODEL ATOM
Istilah atom bermuladarizamanLeukiposdanDemokritusyang mengatakanbahwabenda yang
paling keciladalah atom. Atom yang berasaldaribahasaYunaniyaituatomos,
aartinyatidakdantomosartinyadibagi.

Teori Atom Dalton (1803-1807)


Teori Dalton ditunjangoleh 2 percobaan (oleh Lavoisier dan Proust) dan 2 hukumalam
(KekekalanmassadanPerbandingantetap). Asumsi-asumsi dari Dalton yaitu :

- Atom merupakanbagianterkecildarimateri yang sudahtidakdapatdibagilagi.


- Atom digambarkansebagai bola pejal yang sangatkecil, suatuunsurmemiliki atom-atom
yang identikdanberbedauntukunsur yang berbeda.
- Atom-atom
bergabungmembentuksenyawadenganperbandinganbilanganbulatdansederhana. Misalnya
air terdiri atom-atom hidrogendan atom-atom oksigen.
- Reaksikimiamerupakanpemisahanataupenggabunganataupenyusunankembalidari atom-
atom, sehingga atom tidakdapatdiciptakanataudimusnahkan.
Teori atom Dalton memiliki kelemahan,yaitu tidak dapat menerangkan suatu larutan dapat
menghantarkan arus listrik dan atom masih dapat dibagilagi.

Teori Atom Thomson


Pada tahun 1900 Joseph John Thomson menemukan elektron. Menurut Thomson atom
terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron bagaikan kismis
dalam roti kismis. Secara keseluruhan atom bersifat netral.Thomson dapat membuktikan
partikel lain yang bermuatan negative dalam atom namun tidak dapat menjelaskan susunan
muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.

Teori Atom Rutherford


Pada tahun 1910, Ernest Rutherford bersama dua orang asistennya, yaitu Hans Geiger dan
Ernset Marsden melakukan percobaan. Rutherford
melakukanpenelitiantentanghamburansinar padalempengemas.Atom mempunyai inti yang
kecil, sangat pejal, dan bermuatan positif, yang berada di pusat atom. Elektron beredar
mengitari inti pada lintasan yang relatif sangat jauh, sehingga sebagian besar dari atom
terdiri dari ruang hampa.Kelemahan Model Atom Rutherford:

a. Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan
energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu
akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti.
b. Model atom Rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara
rotasinya terhadap ini atom.
c. Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
d. Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
Teori Atom Neils Bohr
Modelatom Bohrmampumenjelaskanbahwa atom
terdiridaribeberapakulituntuktempatberpindahnyaelektron. Pada perkembangan selanjutnya
diketahui bahwa gerakan elektron menyerupai gelombang. Oleh karena itu, posisinya tidak
dapat ditentukan dengan pasti. Jadi orbit elektron yang berbentuk lingkaran dengan jari-jari
tertentu tidak dapat diterima. Kelemahan model atom Bohr:

a. tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack.


b. tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan baik, pengaruh
medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom yang berelektron lebih banyak.
Teori Atom Mekanika Kuantum (Modern)
Dasar model atom mekanika kuantum adalah hipotesis de Broglie ( elektron bukab hanya
merupakan partikel, namun juga gelombang) dan asas ketidakpastian Heisenberg.
Selanjutnya Erwin Scordinger berhasil merumuskan persamaan gelombang gerakan elektron
dalam suatu atom. Dalam teori atom mekanika kuantum, posisi elektron adalah tidak pasti.
Hal yang dapat ditentukan mengenai keberadaan elektron di dalam atom adalah daerah
dengan peluang terbesar untuk menemukan elektron tersebut. Daerah dengan peluang
terbesar itu disebut orbital.

C. ISOTOP, ISOBAR DAN ISOTON


1. Isotop
Isotop adalah atom yang mempunyai nomor atom sama tetapi memiliki nomor massa berbeda.
Setiap isotop satu unsur memiliki sifat kimia yang sama karena jumlah elektron valensinya sama.
Isotop-isotop unsur ini dapat digunakan untuk menentukan massa atom relatif (Ar) atom tersebut
berdasarkan kelimpahan isotop dan massa atom semua isotop.
Contoh Isotop :

2. Isobar
Isobar adalah atom dari unsur yang berbeda yang memiliki nomor atom berbeda tetapi nomor
massa sama.
Contoh :
3. Isoton
Atom-atom unsur yang berbeda yang mempunyai jumlah neutron yang sama.
Contoh:

D. KONFIGURASI ELEKTRON

LAMPIRAN 2 :

Soal tes tertulis :

Jawablah soal berikut :


1. Sebutkan partikel partikel penyusun atom dan muatannya!
2. Hitung jumlah elektron, proton, dan neutron dalam atom-atom berikut !
a. 40
19 K
b. 56
26 Fe
c. 108
46 Ag
d. 137
56 Ba
3. Jelaskan sejarah perkembangan model atom dari model atom dalton sampai Neil Bohr!
4. Jelaskan kelebihan dan kekurangan model atom Neils Bohr !

Kunci Jawaban :

No jawaban sko
soa r
l
1 Partikel penyusun atom : 20
Elektron : bermuatan negatif (-)
Neutron : bermuatan netral (0)
proton : bermuatan ( +)
2.a Jumlah elektron : 19 5
Jumlah proton : 19
Jumlah neutron : 40 19 = 21
2.b Jumlah elektron : 26 5
Jumlah proton : 26
Jumlah neutron : 56 26 = 30
2.c Jumlah elektron : 46 5
Jumlah proton : 46
Jumlah neutron : 108 46 = 62

2.d Jumlah elektron : 37 5


Jumlah proton : 37
Jumlah neutron : 156 37 = 119
3 Teori Dalton 30
- Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi
lagi.
- Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur
memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
- Atom-atom
bergabungmembentuksenyawadenganperbandinganbilanganbulatdansederh
ana. Misalnya air terdiri atom-atom hidrogendan atom-atom oksigen.
- Reaksikimiamerupakanpemisahanataupenggabunganataupenyusunankemb
alidari atom-atom, sehingga atom tidakdapatdiciptakanataudimusnahkan.
Teori Thomson

- atom terdiri dari materi bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron
bagaikan kismis dalam roti kismis.
- Secara keseluruhan atom bersifat netral

Teori Rutherford

- Atom mempunyai inti yang kecil, sangat pejal, dan bermuatan positif, yang
berada di pusat atom.
- Elektron beredar mengitari inti pada lintasan yang relatif sangat jauh,
sehingga sebagian besar dari atom terdiri dari ruang hampa
Teori Neils Bohr
atom terdiri dari beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.
4 Kelebihan teori atom Neils Bohr 30
- Dapat menjelaskan spektrum garis pada hidrogen
Kelemahan teori atom niels Bohr
- tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack.
- tidak dapat menerangkan kejadian-kejadian dalam ikatan kimia dengan
baik, pengaruh medan magnet terhadap atom-atom, dan spektrum atom
yang berelektron lebih banyak.

Jumlah total skor : 100

Nilai : jumlah skor


x 100
jumlah skor maksimum

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah : SMA N 13 Semarang


Mata Pelajaran :Kimia
Kelas/semester :X/1
Materi pokok : Struktur Atom dan Tabel Periodik
Sub Materi Pokok : Konfigurasi elektron dan hubungannya dengan letak dalam SPU
Alokasi Waktu: 1 x 3 JP
A. Kompetensi inti :
KI 3 : Memahami ,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN
KOMPETENSI
. 3.3. Memahami cara penulisan konfigurasi
elektron dan pola konfigurasi elektron 3.3.1. Menyusun konfigurasi electron suatu atom
terluar untuk setiap golongan dalam tabel
periodik 3.3.2. Mengkategorikan 4 bilangan kuantum
suatu unsure

3.3.3. Merancang gambar diagram orbital suatu


atom

3.3.4. Menganalisa bilangan kuantum atom


tertentu

3.3.5. Menganalisis data konfigurasi electron


suatu atom

3.3.6. Mengaitkan konfigurasi elektron dengan


letak unsure dalam system periodic.

KD 4.3 Menentukan letak suatu unsur dalam 4.3.1. Menganalisis letak unsure-unsur
tabel periodik dan sifat-sifatnya berdasarkan berdasarkan kesamaan sifat unsure.
konfigurasi elektron 4.3.2. Memaparkan hubungan
perkembangan system periodic dengan letak
unsure dalam table SPU
4.3.3. Menyimpulkan letaak suatu unsure
berdasarkan konfigurasi elektron

C. Materi Pembelajaran
Konfigurasi Eelektron
Bilangan kuantum
Diagram orbital
SPU

D. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
Kegiatan Langkah-langkah Deskripsi Alokasi
waktu
Pendahuluan Menciptakan situasi 1. Peserta didik menjawab salam, 20 menit
(Stimulasi) selanjutnya berdoa bersama
2. Peserta didik mengecek kebersihan
kelas, minimal di sekitar meja dan
kursi tempat duduknya.
3. Guru mengecek kehadiran peserta
didik.
4. Guru menngingatkan kembali tentang
materi konfigurasi electron
berdasarkan teori Aufbau, Hund dan
larangan Pauli
5. Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai.
6. Guru menyampaikan garis besar
cakupan materi.
7. Guru menyampaikan hal-hal yang
akan dinilai, antara lain perilaku
ilmiah (kriteria penilaian disampaikan
kepada peserta didik)
8. Guru membagi peserta didik menjadi
8 kelompok
9. Peserta didik diminta mengamati
gambar tayangan diagram orbital dan
tabel SPU

Kegiatan Inti Identifikasi Masalah 90 menit


( Problem statemen) Guru memberi kesempatan kepada peserta
didik untukmengidentifikasi hubungan
antara elektron valensi dan letak unsur
dalam SPU sampai peserta didik dapat
menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang :
1. Apa hubungan konfigurasi dengan
diagram orbital?
2. Bagaimana menentukan letak suatu
unsur dalam tabel SPU?

1. Peserta didik dapat mengisikan


konfigurasi elektron dari beberapa unsur
Pengumpulan Data dan hubungannya dengan letak unsur
(Data collection) dalam tabel periodik.
2. Peserta didik dapat menentukan letak
unsure dalam golongan berdasarkan
jumlah electron valensi dan periode
berdasarkan jumlah kulit
3. Peserta didik mencatat pada lembar kerja
hasil pengisian konfigurasi electron

Peserta didik berdiskusi dalam


kelompoknya untuk mengolah data hasil
pengamatan tentang konfigurasi elektron
beberapa unsur dihubungkan dengan
Pengolahan Data (data letak unsur dalam tabel periodik
prosessing)
Peserta didik mendiskusikan hasil
pengolahan data dengan data-data atau teori
yang ada pada buku sumber.

Pembuktian
(Verivication)
Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi
hubungan antara konfigurasi elektron
dengan letak unsur dalam tabel SPU
1. Golongan ditentukan oleh elektron
Menarik Kesimpulan valensi
(Generalitation) 2. Periode ditentukan oleh jumlah kulit
3. Menyimpulkan adanya hubungan antara
konfigurasi electron dengan letaknya
dalam SPU

Mempresentasikan hubungan konfigurasi


elektron dan diagram orbital untuk
menentukan letak unsur dalam tabel
periodik

Mengkomunikasikan
Penutup 1. Guru bersama-sama dengan peserta 15 menit
didik membuat review hasil kegiatan
pelajaran.
2. Guru memberikan penghargaan pada
kelompok yang berkinerja baik
3. Guru melakukan refleksi terhadap
kegiatan yang sudah dilaksanakan
4. Peserta didik menjawab kuis tentang
hubungan konfigurasi electron dengan
letak unsure dalam SPU
5. Guru memberikan memberikan tugas
pada peserta didik untuk mempelajari
sifat periodic unsure.
6. Guru menutup pelajaran dengan
mengucapkan salam.

E. Penilaian
Jenis Teknik Penilaian Instrumen Keterangan
Penilaian Sikap o Observasi o Lembar Observasi o Lampiran 1
o Penilaian Diri o lembar penilaian diri o Lampiran 2
o Penilaian antar temano Lembar penilaian antar
teman o Lampiran 3
o Jurnal
Penilaian pengetahuan o Kuis o Lembar soal kuis o Lampiran 4
o Soal Pilihan Ganda dan
o Tes Tertulis uraian o Lampiran 5
Penilaian Ketrampilan o Unjuk kerja o Instrumen presentasi o Lampiran 6

F. Media,alat dan sumber belajar


b. Media
Power Point
Tabel Sistem Periodik Unsur
c. Alat/Bahan
LCD
Laptop
d. Sumber Belajar
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Guru Kimia Berbasis Eksperimen untuk
Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo : PT Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen untuk
Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo : PT Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri

Semarang, 1 September 2016

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.19650617198903200 NIP 197303282008012005

Lampiran 1

a. Observasi
Lembar Penilaian pada Kegiatan Diskusi
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Topik/Subtopik : Konfigurasi elektron dan hubungannya dengan letak dalam SPU

Indikator : Peserta didikmenunjukkan perilaku tanggung jawab, kerja sama, dan aktif dalam diskusi

Tanggung Aktif
No Nama Siswa Kerja Modus
jawab
sama
1. ................
2. ................
..dst

b. Rubrik
Disiplin 4 Peserta didik selalu hadir di kelas dan mengerjakan tugas sesuai
petunjuk dan tepat waktu serta mentaati aturan main dalam kerja
mandiri dan kerja kelompok.
3 Peserta didik sering hadir di kelas dan mengerjakan tugas sesuai
petunjuk dan tepat waktu serta mentaati aturan main dalam kerja
mandiri dan kerja kelompok
2 Peserta didik kadang-kadang hadir di kelas dan mengerjakan tugas
sesuai petunjuk dan tepat waktu serta mentaati aturan main dalam
kerja mandiri dan kerja kelompok
1 Peserta didik tidak pernah hadir di kelas dan mengerjakan tugas
sesuai petunjuk dan tepat waktu serta mentaati aturan main dalam
kerja mandiri dan kerja kelompok

4 Peserta didik selalu aktif dalam kerja kelompok, suka menolong


teman/orang lain, dan kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan.

3 Peserta didik sering aktif dalam kerja kelompok, suka menolong


teman/orang lain, dan kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan.
Kerja sama
2 Peserta didik kadang-kadang aktif dalam kerja kelompok, suka menolong
teman/orang lain, dan kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan.

1 Peserta didik tidak pernah aktif dalam kerja kelompok, suka menolong
teman/orang lain, dan kesediaan melakukan tugas sesuai kesepakatan.

Tanggung 4 Peserta didik selalu berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-


jawab
sungguh, bertanya kepada teman/pendidik bila menjumpai masalah,
menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya dan
berpartisipasi dalam kelompok
3 Peserta didik sering berusaha menyelesaikan tugas dengan sungguh-
sungguh, bertanya kepada teman/pendidik bila menjumpai masalah,
menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung jawabnya dan
berpartisipasi dalam kelompok
2 Peserta didik kadang-kadang berusaha menyelesaikan tugas dengan
sungguh-sungguh, bertanya kepada teman/pendidik bila menjumpai
masalah, menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung
jawabnya dan berpartisipasi dalam kelompok

1 Peserta didik tidak pernah berusaha menyelesaikan tugas dengan


sungguh-sungguh, bertanya kepada teman/pendidik bila menjumpai
masalah, menyelesaikan permasalahan yang menjadi tanggung
jawabnya dan berpartisipasi dalam kelompok
Lampiran 2 :Penilaian Diri

Penilaian Diri

Topik : Konfigurasi, letak unsure Nama: ..............


dalam SPU dan sifat periodic Kelas: ...............
unsur

Setelah mempelajari materi Hukum Dasar Kimia, Anda dapat melakukan penilaian diri dengan cara
memberikan tanda Vpada kolom yang tersedia sesuai dengan kemampuan.

No Pernyataan Sudah memahami Belum memahami

1. Memahami konsep konfigurasi


elektron
2. Memahami cara menentukan letak
unsure dalam SPU
3. Menjelaskan sifat periodic unsure
dalam satu golongan dan periode
Lampiran 3 :Penilaian Antar Peserta Didik
Penilaian antar Peserta Didik
Topik/Subtopik :
Konfigurasi electron, letak unsure dalam
SPU dan sifat periodic unsure

Nama Teman yang dinilai :..................


Nama Penilai :.
Tanggal Penilaian: ..............................
- Amati perilaku temanmu dengan cermat selamat mengikuti pembelajaran Kimia
- Berikan tanda v pada kolom yang disediakan berdasarkan hasil pengamatannu.
- Serahkan hasil pengamatanmu kepada gurumu
Dilakukan/muncul
No Perilaku
YA TIDAK
1. Mau menerima pendapat teman
2. Memaksa teman untuk menerima pendapatnya
3. Memberi solusi terhadap pendapat yang bertentangan
4. Mau bekerjasama dengan semua teman
5. ......................................

Pengolahan Penilaian:
1. Perilaku/sikap pada instrumen di atas ada yang positif (no 1.2dan 4) dan ada yang negatif (no 2)
Pemberian skor untuk perlaku positif = 2, Tidak = 1. Untuk yang negatif Ya = 1 dan Tidak = 2
2. Selanjutnya guru membuat rekapitulasi hasil penilaian menggunakan format berikut.
Skor Perilaku Jumlah Nilai
No Nama
1 2 3 4 5
1

..dst

Nilai peserta didik dapat menggunakan rumus:

Jumlah skor
Nilai= x 100
2 x jumlah perilaku
Lampiran 4 : Soal Kuis

1. Dalam table periodic unsur, hydrogen sering diletakkan segolongan dengan unsure-unsur logam
alkali (golongan IA). Apakah hydrogen termasuk unsure logam ? Jika tidak mengapa hydrogen
diletakkan segolongan dengan unsure logam ?
2. Dalam table periodic unsure golongan VIII B ada 3 kolom. Bagaimana menentukan letak unsure
yang menempati golongan VIII B tersebut

Lampiran 5 :Instrumen Penilaian Pengetahuan


Indikator :peserta didik dapat menjelaskan hubungan konfigurasi electron dengan letak unsure dalam SPU
dan sifat periodic unsur
a. Tes Tertulis
1) Pilihan Ganda
- Pilihan Ganda
Topik : Konfigurasi electron, letak unsure dalam SPU dan sifat periodic
unsur
Indikator : disajikan data hasil percobaan suatu reaksi peserta didik dapat
menentukan letak unsure dalam SPU dan sifat periodic unsur
1. Unsur 13X terletak pada....
a. Golongan VIIIB, periode 4 d. Golongan IA, periode 3
b. Golongan IIIA, periode 3 e. Golongan IIIA, periode 4
c. Golongan IIIB, periode 4
2. Suatu unsur dengan nomor atom 26 mempunyai konfigurasi elektron....
a. 1s2 2s2 2p6 3p6 4s2 4p6 d. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 4p2
2 2 6 2 6 8
b. 1s 2s 2p 3s 3p 3d e. 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s23d6
2 2 6 2 6 5 2 1
c. 1s 2s 2p 3s 3p 3d 4s 4p
3. Jika diketahui unsur-unsur 16A, 17B, 33C, dan 35D, maka yang terletak dalam satu golongan dalam
sistem periodik adalah....
a. A dan B d. B dan C
b. A dan C e. B dan D
c. A dan D
4. Keelektronegatifan suatu unsure merupakan sifat yang menyatakan .
a. besarnya kecenderungan menarik electron pada suatu ikatan
b. jarak dari inti atom sampai kulit yang paling luar
c. besarnya energi yang diperlukan untuk menyerap electron pada pembentukan ion negative
d. besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan electron pada pembentukan ion positif
e. besarnya energi yang dibebaskan untuk menyerap electron

5. Unsur Mg, Ca, Sr, Ba. Unsur-unsur tersebut dari atas ke bawah menunjukkan sifat periodic .
a. jari-jari atom makin kecil d. afinitas electron makin besar
b. energi ionisasi makin besar e. kelogaman makin kecil
c. elektronegativitasnya makin kecil

2) Uraian

1. Tuliskan konfigurasi elektron dan gambar kan diagram orbitalnya dari unsur Na
2. Tentukan electron valensi dari atom Ca
3. Tentukan letak unsur O (Oksigen) dalam tabel periodik
4. Urutkan dari besar ke kecil jari jari atom golongan alkali
5. Tentukan urutan potensial ionisasi unsure-unsur periode 3

Kunci jawaban dan skor penilaian


No jawaban Skor penilaian
soal

1 B 2

2 E 2

3 E 2

4 A 2

5 C 2

6 Na : 1s2 2s2 2p6 3s1 jawaban benar


skor 10
II II II II II I

1s2 2s2 2p6


1
3s
7 Ca : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 jawaban benar
skor 10
elektron valensi nya = 2

8 O : 1s2 2s2 2p4 langkah jawaban


Golongan : VI A benar skor 5,
Periode : 2
jumlah skor
maksimal 10

9 Fr > Cs > Rb > K > Na > Li jawaban benar


skor 10

10 Na < Al < Mg < Si < S < P < Cl < Ar Jawaban benar


skor 10
Jumah skor maksimal 60

Lampiran 6 : INDIKATOR PRESENTASI KELOMPOK

N Indikator Deskripsi
o

1 Penguasaan materi 4. Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan sangat baik


3. Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan cukup baik
yang
2. Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan kurang baik
dipresentasikan 1. Menunjukkan penguasaan materi presentasi dengan sangat kurang
(Presentasi) baik
2 Kemampuan 4. Media yang dimanfaatkan sangat jelas, menarik, dan menunjang
memanfaatkan seluruh sajian
3. Media yang dimanfaatkan jelas tetapi kurang menarik
media presentasi
2. Media yang dimanfaatkan kurang jelas dan tidak menarik
(Visual) 1. Media yang dimanfaatkan tidak jelas dan tidak menarik
3 Kemampuan 4. Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan
mempertahankan dengan arif dan bijaksana
3. Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan
dan menanggapi
dengan cukup baik
pertanyaan atau
2. Kurang mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan
sanggahan
atau sanggahan dengan baik
1. Sangat kurang mampu mempertahankan dan menanggapi
(Bertanya dan pertanyaan atau sanggahan
Menjawab)

Rubrik :

No Nama OBSERVASI
Peserta
didik Penguasaa Teknik Media Jumlah
n bertanya/ Presentasi
Materi menjawab

3
LAMPIRAN MATERI PEMBELAJARAN

Golongan
Golongan adalah susunan unsur-unsur dalam SPU ke arah tegak (vertikal). Secara garis besar unsur-unsur
dalam Tabel Periodik Modern dibagi dalam 2 golongan, yaitu:
1) Golongan Utama (A), meliputi:
a)golongan IA disebut golongan alkali;
b)golongan IIA disebut golongan alkali tanah;
c)golongan IIIA disebut golongan boron/aluminium;
d) golongan IVA disebut golongan karbon/silikon;
e) golongan VA disebut golongan nitrogen/fosfor;
f) golongan VIA disebut golongan oksigen/sulfur;
g) golongan VIIA disebut golongan halogen;
h) golongan VIIIA/O disebut golongan gas mulia/gasinert.
2) Golongan Transisi (B), meliputi:
Golongan IB sampai dengan VIIIB. Khusus golongan B.
b. Periode
Periode adalah susunan unsur-unsur dalam SPU arah mendatar (horizontal). Periode dibagi 2 yaitu:
1) periode pendek, meliputi:
a) periode 1 terdiri atas 2 unsur;
b) periode 2 terdiri atas 8 unsur;
c) periode 3 terdiri atas 8 unsur.
2) periode panjang, meliputi:
a) periode 4 terdiri atas 18 unsu;
b) periode 5 terdiri atas 18 unsur;
c) periode 6 terdiri atas 32 unsur.
d) periode 7 belum lengkap
(2) Sifat-sifat keperiodikan unsur
SifatPeriodikUnsur
Kata Kunci: Afinitas Elektron, energi ionisasi, Jari-jari Atom,keelektronegatifan
Ditulis oleh Ratna dkk pada 14-04-2009
Sifat yang berubah secara beraturan menurut kenaikan nomor atom dari kiri ke kanan dalam satu periode
dan dari atas ke bawah dalam satu golongan disebut sifat periodik.Sifat periodik meliputi jari-jari atom,
energi ionisasi, afinitas electron dan keelektronegatifan.
Jari-jari Atom
Jari-jari atom adalah jarak elektron di kulit terluar dari inti atom. Jari-jari atom sulit untuk ditentukan
apabila unsur berdiri sendiri tanpa bersenyawa dengan unsur lain. Jari-jari atom secara lazim ditentukan
dengan mengukur jarak dua inti atom yang identik yang terikat secara kovalen.Pada penentuan jari-jari
atom ini, jari- jari kovalen adalah setengah jarak antara inti dua atom identik yang terikat secara kovalen.

Penentuan jari-jari atom

Hubungan jari-jari atom gengan nomor atom


Kurva hubungan jari-jari atom dengan nomor atom memperlihatkan bahwa jari-jari atom dalam satu
golongan akan semakin besar dari atas ke bawah. Hal ini terjadi karena dari atas ke bawah jumlah kulit
bertambah sehingga jari-jari atom juga bertambah.
Jari-jari atom unsur
Unsur-unsur dalam satu periode (dari kiri ke kanan) berjumlah kulit sama tetapi jumlah proton bertambah
sehingga jari-jari atom juga berubah. Karena jumlah proton bertambah maka muatan inti juga bertambah
yang mengakibatkan gaya tarik menarik antara inti dengan elektron pada kulit terluar semakin kuat.
Kekuatan gaya tarik yang semakin meningkat menyebabkan jari-jari atom semakin kecil. Sehingga untuk
unsur dalam satu periode, jari-jari atom semakin kecil dari kiri ke kanan.
Jari-jari ion digambarkan sebagai berikut:

Perbandingan jari-jari atom dengan jari-jari ion


Energi Ionisasi
Energi minimum yang dibutuhkan untuk melepas elektron atom netral dalam wujud gas pada kulit terluar
dan terikat paling lemah disebut energi ionisasi.Nomor atom dan jari-jari atom mempengaruhi besarnya
energi ionisasi. Semakin besar jari-jari atom maka gaya tarik antara inti dengan elektron pada kulit terluar
semakin lemah. Hal ini berarti elektron pada kulit terluar semakin mudah lepas dan energi yang
dibutuhkan untuk melepaskan elektron tersebut semakin kecil.Akibatnya, dalam satu golongan, energi
ionisasi semakin kecil dari atas ke bawah.Sedangkan dalam satu periode, energi ionisasi semakin besar
dari kiri ke kanan. Hal ini disebabkan dari kiri ke kanan muatan iti semakin besar yang mengakibatkan
gaya tarik antara inti dengan elektron terluar semakin besar sehingga dibutuhkan energi yang besar pula
untuk melepaskan elektron pada kulit terluar.
Energi ionisasi

Hubungan energi ionisasi dengan nomor atom


Kurva tersebut menunjukkan unsur golongan 8A berada di puncak grafik yang mengindikasikan bahwa
energi ionisasinya besar.Hal sebaliknya terjadi untuk unsur golongan 1A yang berada di dasar kurva yang
menunjukkan bahwa energi ionisasinya kecil.Atom suatu unsur dapat melepaskan elektronnya lebih dari
satu buah.Energi yang dibutuhkan untuk melepaskan elektron keua disebut energi ionisasi kedua dan
tentu saja diperlukan energi yang lebih besar.Energi ionisasi semakin besar apabila makin banyak elektron
yang dilepaskan oleh suatu atom.
Afinitas Elektron
Afinitas elektron merupakan enegi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas
apabila terjadi penangkapan satu elektron yang ditempatkan pada kulit terluarnya dan atom menjadi ion
negatif.Afinitas elektron dapat berharga positif dan negatif. Afinitas elektron berharga negatif apabila
dalam proses penangkapan satu elektron, energi dilepaskan. Ion negatif yang terbentuk akibat proses
tersebut bersifat stabil. Hal sebaliknya terjadi apabila dalam proses penangkapan satu elektron, energi
diserap. Penyerapan energi menyebabkan ion yang terbentuk bersifat tidak stabil.Semakin negatif harga
afinitas lektron suatu atom unsur maka ion yang ter bentuk semakin stabil.
Afinitas elektron golongan 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7
Gambar menunjukkan bahwa atom unsur golongan 2A dan 8A mempunyai afinitas elektron yang
berharga positif.Hal ini mengindikasikan bahwa unsur golongan 2A dan 8A sulit menerima
elektron.Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh unsur golongan halogen karena unsur golongan ini paling
mudah menangkap elektron.Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa afinitas elektron, dalam satu
periode, dari kiri ke kanan semakin negatif dan dalam satu golongan dari atas ke bawah, semakin positif.
Keelektronegatifan
Keelektronegatifan adalah skala yang dapat menjelaskan kecenderungan atom suatu unsur untuk menarik
elektron menuju kepadanya dalam suatu ikatan.Keelektronegatifan secara umum, dalam satu periode, dari
kiri ke kanan semakin bertambah dan dalam satu golongan, dari atas ke bawah keelekrnegatifan semakin
berkurang. Hal ini dapat dimengerti karena dalam satu periode, dari kiri ke kanan, muatan inti atom
semakin bertambah yang mengakibatkan gaya tarik antara inti atom dengan elektron terluar juga semakin
bertambah. Fenomena ini menyebabkan jari-jari atom semakin kecil, energi ionisasi semakin besar,
afinitas elektron makin besar dan makin negatif dan akibatnya kecenderungan untuk menarik elektron
semakin besar.

Elektronegatifitas
Keelektronegatifan skala Pauling
Terlihat dari gambar bahwa untuk unsur gas mulia tidak mempunyai harga keelektronegatifan karena
konfigurasi elektronnya yang stabil. Stabilitas gas mulia menyebabkan gas mulia sukar untuk menarik
dan melepas elektron. Keelektronegatifan skala pauling memberikan nilai keelektronegatifan untuk gas
mulia sebesar nol.

Sifat periodik unsur


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA N 13 Semarang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/Ganjil
Alokasi Waktu : 3 x 45 Menit

A. Kompetensi Inti
1. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerap-kan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
2. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan indikator


Kompetensi dasar Indikator
3.4.Menganalisis kemiripan sifat unsur dalam 1. mengidentifikasi kemiripan sifat unsur dalam
golongan dan keperiodikannya Tabel Periodik unsur
2. menentukan kemiripan sifat unsur dalam
golongan dan periode berdasar konfigurasi
elektron
3. mendefinisikan pengertian sifat-sifat
keperiodikan unsur dalam tabel periodik
4. menganalisis hubungan antara nomor atom
dengan sifat periodik unsur (jari-jari atom, energi
ionisasi, dan keelektronegatifan)
5. menyimpulkan keteraturan sifat-sifat
keperiodikan unsur dalam satu golongan dan
periode
4.4. Menalar kemiripan dan keperiodikan sifat 1. membuat tabel periodik unsur
unsur berdasarkan data sifat-sifat periodik unsur 2. Memasukkan unsur ke dalam tabel periodic
3. membuat grafik keperiodikan sifat unsur

C. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran yang akan dibahas adalah :

1. Hubungan Konfigurasi elektron dengan letak unsur dalam tabel periodik


2. Tabel periodik dan sifat keperiodikan

D. Kegiatan pembelajaran
Pendahuluan :
1. Guru mengkondisikan siswa :

Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai pembelajaran
Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran Konfigurasi
electron

Apersepsi :

Guru menggali pengetahuan siswa tentang sistem periodik unsur: Kalian pasti mengenal
berbagai macam buah. Ada apel, jeruk, tomat, mangga, anggur, dan lain sebagainya. Bagaimana
ciri-ciri buah apel ? Bagaimana ciri-ciri buah jeruk ? Apakah keduanya mempunyai ciri yang
sama ? siswa menjawab, lalu guru menambahkan, pada pengetahuan tentang sistem periodik
unsur. Setiap jenis buah memiliki rasa, warna, bau, bahkan bentuk yang berbeda-beda. Oleh
karena itu kita tidak akan salah menunjukkan buah apel dengan buah jeruk, dan sebaliknya. Para
ahli kimia juga memikirkan hal yang sama pada unsur-unsur kimia. Dari hasil penelitian, para
ahli mengetahui bahwa setiap unsur memiliki sifat- sifat yang berlainan.

Motivasi : Guru memotivasi siswa untuk dapat menjelaskan sifat-sifat sistem periodik unsur
meliputi jari-jari atom dan energi ionisasi, dapat membedakan sifat-sifat sistem periodik unsur
yang meliputi jari-jari atom dan energi ionisasi.

2. Guru menyampaikan tujuan(IPK)

Kegiatan inti :
1. Guru memberi penjelasan singkat tentang kemiripan sifat unsur dalam satu golongan dan periode
2. Guru membagi siswa dalam 2 kelompok
3. Guru membagikan kartu soal dan kartu jawaban pada kelompok yang berbeda
4. Siswa diminta untuk mencocokkan kartu soal yang dimiliki dengan kartu jawaban yang dimiliki
oleh siswa lain.
5. Siswa yang mempunyai kesamaan golongan bergabung menjadi satu
6. Siswa mengelompokkan unsur-unsur dalam golongan yang sama
7. Siswa yang mempunyai kesamaan periode bergabung menjadi satu
8. Siswa mengelompokkan unsur-unsur dalam periode yang sama
9. Siswa memasukkan unsur yang dimiliki ke dalam tabel periodik yang masih rumpang (dipajang
di papan tulis)
10. Siswa membuat grafik keteraturan sifat periodik unsur
11. Siswa menyimpulkan keteraturan sifat periodik unsur

Kegiatan penutup :

1. Guru memberi umpan balik berupa penekanan pada keteraturan sifat


2. Guru memberi penugasan untuk materi berikutnya

E. Teknik penilaian
Jenis Teknik Penilaian Instrumen Keterangan
Penilaian Sikap o Observasi o Lembar Observasi o Lampiran 1
o Penilaian Diri o lembar penilaian diri o Lampiran 2
o Penilaian antar
o Lembar penilaian antar
teman teman o Lampiran 3

o Jurnal
Penilaian o Kuis o Lembar soal kuis o Lampiran 4
pengetahuan o Soal Pilihan Ganda
o Tes Tertulis dan uraian o Lampiran 5
Penilaian o Unjuk kerja o Instrumen o Lampiran 6
Ketrampilan presentasi

G. Media,alat dan sumber belajar


e. Media
Power Point
Tabel Sistem Periodik Unsur
f. Alat/Bahan
LCD
Laptop
g. Sumber Belajar
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Guru Kimia Berbasis Eksperimen untuk
Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo : PT Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen untuk
Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo : PT Tiga
Serangkai Pustaka Mandiri

Semarang, 1 September 2016

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.19650617198903200 NIP 197303282008012005

Lampiran
Soal :
1. Diketahui beberapa unsur sebagai berikut :
Na - golongan I A
Al golongan IIIA
N golongan V A
K- golongan IA
Ga golongan IIIA
As- golongan VA

Kelompokkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat dalam tabel periodik unsur!

2. Diketahui beberapa unsur :


11X
12Y
19Z
20A
13B
Tentukan :
a. Konfigurasi elektron masing-masing unsur
b. Kelompokkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat
3. Jelaskan pengertian jari-jari atom, elektronegatifitas, afinitas elektron, dan energi ionisasi!
4. Diketahui beberapa unsur :
11X
12Y
17Z
20A
13B
Tentukan unsur yang memiliki :
a. Jari-jari atom terbesar dalam satu periode
b. Keelektronegatifan terbesar dalam satu golongan
5. Diketahui beberapa unsur :
12P
20Q
15R
Tentukan urutan berdasarkan kenaikan energi ionisasinya!

Skor penilaian:

Soal no.1 skor 2

Soal no.2 skor 8

Soal no.3 skor 2

Soal no.4 skor 8

Soal no.5 skor 5

Skor maksimal = 25
skor perolehan
Nilai = x 100
skor maksimal

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMAN 13 SEMARANG


Mata pelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

Kompetensi Inti (KI)


KI-1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong


royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan
menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI3:Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerap-kan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah
KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


KD pada KI 3 3.5.1. Menggambarkan struktur lewis.
3.5 Membandingkan 3.5.2. Menjelaskan proses pembentukan
ikatan ion, ikatan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen
kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam
koordinasi, dan ikatan 3.5.3. Membedakan sifat fisika senyawa ion,
logam serta kaitannya kovalen dan logam.
dengan sifat zat
3.5.4. Menggambarkan pembentukan ikatan
kovalen berdasarkan struktur Lewis
3.5.5. Memperkirakan jenis ikatan yang
terbentuk dari 2 atau lebih atom.
KD pada KI 4 4.5.1. Merancang percobaan untuk
4.5 Merancang dan menunjukkan karakteristik senyawa ion
melakukan percobaan atau senyawa kovalen (berdasarkan titik
untuk menunjukkan leleh, titik didih, daya hantar listrik, atau
karakteristik senyawa ion sifat lainnya)
atau senyawa kovalen 4.5.2. Melakukan percobaan untuk
(berdasarkan titik leleh, menunjukkan karakteristik senyawa ion
titik didih, daya hantar atau senyawa kovalen (berdasarkan titik
listrik, atau sifat lainnya) leleh, titik didih, daya hantar listrik, atau
sifat lainnya)
4.5.3. Menunjukkan karakteristik senyawa
ion atau senyawa kovalen (berdasarkan titik
leleh, titik didih, daya hantar listrik, atau
sifat lainnya)
4.5.4. Mempresentasikan laporan hasil
percobaan

C. Materi Pembelajaran
Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Interaksi Antarmolekul
Susunan elektron stabil
Teori Lewis tentang ikatan kimia
Ikatan ion dan ikatan kovalen
Senyawa kovalen polar dan nonpolar.

D. Kegiatan Pembelajaran
Lihat LK 1.3

1. Pertemuan Pertama: (2 JP)


Indikator:
3.5.1. Menggambarkan struktur lewis.
3.5.2. Menjelaskan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen,
ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam

Pendahuluan (10 menit)


1. Guru memberi salam dan menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa
bersama.
2. Guru mengondisikan kelas, agar kondusif untuk mendukung proses
pembelajaran dengan cara meminta peserta didik membersihkan
papan tulis dan merapikan tempat duduk, menyiapkan buku pelajaran
dan buku referensi yang relevan serta alat tulis yang diperlukan.
3. Guru mengajak peserta didik agar selalu mengamalkan ilmu
pengetahuan yang diperoleh di dalam kehidupan sebagai tanda syukur
kepada Tuhan.
4. Guru mengajak peserta didik untuk proaktif dalam pembelajaran yang
dilaksanakan.
5. Guru memberi penjelasan tentang cakupan materi yang akan dipelajari
beserta tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
6. Guru membuat kesepakatan dengan peserta didik terkait kegiatan
yang akan dilakukan (termasuk di dalamnya tentang pembagian
kelompok kerja peserta didik).

Kegiatan Inti (70 menit)


Mengamati
1. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati
tabel konfigurasi unsur gas mulia.
2. Peserta didik mengamati perbedaan oktet dan duplet dari membaca
buku ajar.
3. Peserta didik mengamati pembentukan ikatan-ikatan kimia.
Menanya
1. Guru memberikan kesempatan dan memberikan dorongan kepada
seluruh peserta didik untuk mengajukan pertanyaan.
2. Peserta didik mengajukan pertanyaan sehubungan dengan
kecenderungan unsur mencapai kestabilan.
Mengeksplorasi
1. Peserta didik menganalisis pembentukan ikatan ion dan sifat-sifat
ikatan ion.
2. Peserta didik menganlisis pembentukan ikatan kovalen dan sifat-sifat
ikatan kovalen.
Mengasosiasikan
1. Peserta didik menganalisis pembentukan senyawa berdasarkan
pembentukan ikatan (berhubungan dengan kecenderungan atom untuk
mencapai kestabilan).
2. Menganalisis pembentukan ikatan ion dan sifat-sifat ikatan ion.
Mengomunikasikan
1. Peserta didik diskusi tentang pembentukan ikatan ion dan sifat-sifat
ikatan ion.
2. Peserta didik menyampaikan hasil diskusi di depan kelas.
Kegiatan Penutup (10 menit)
Guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok
melakukan refleksi untuk:
1. mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil
yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan
manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran
yang telah berlangsung;
2. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
3. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya;
4. menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai
dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

2. Pertemuan Kedua: (2 JP)


Indikator:
3.5.3. Membedakan sifat fisika senyawa ion, kovalen dan logam.

3.5.4. Menggambarkan pembentukan ikatan kovalen berdasarkan


struktur Lewis
3.5.5. Memperkirakan jenis ikatan yang terbentuk dari 2 atau lebih
atom.
Pendahuluan (10 menit)
1. Guru memberi salam dan menunjuk ketua kelas untuk memimpin doa
bersama.
2. Guru mengondisikan kelas, agar kondusif untuk mendukung proses
pembelajaran dengan cara meminta peserta didik membersihkan
papan tulis dan merapikan tempat duduk, menyiapkan buku pelajaran
dan buku referensi yang relevan serta alat tulis yang diperlukan.
3. Guru mengajak peserta didik agar selalu mengamalkan ilmu
pengetahuan yang diperoleh di dalam kehidupan sebagai tanda syukur
kepada Tuhan.
4. Guru mengajak peserta didik untuk proaktif dalam pembelajaran yang
dilaksanakan.
5. Guru memberi penjelasan tentang cakupan materi yang akan dipelajari
beserta tujuan pembelajaran yang akan dicapai.
6. Guru membuat kesepakatan dengan peserta didik terkait kegiatan
yang akan dilakukan (termasuk di dalamnya tentang pembagian
kelompok kerja peserta didik).
Kegiatan Inti (70 menit)
Mengamati
1. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengamati
terjadinya polarisasi suatu senyawa dari membaca buku ajar.
2. Peserta didik mengamati perbedaan senyawa kovalen polar dan
nonpolar.
3. Peserta didik mengamati pembentukan senyawa kovalen polar dan
nonpolar.
Menanya
1. Guru memberikan kesempatan dan memberikan dorongan kepada
seluruh peserta didik untuk mengajukan pertanyaan.
2. Peserta didik mengajukan pertanyaan sehubungan dengan senyawa
kovalen polar dan nonpolar dan gaya tarik antarmolekul.
Mengeksplorasi
1. Peserta didik merancang percobaan kepolaran beberapa senyawa.
2. Peserta didik melakukan percobaan tentang kepolaran beberapa
senyawa.
3. Peserta didik mengamati dan mencatat hasil percobaan.
Mengasosiasikan
1. Peserta didik merumuskan pembentukan ikatan kovalen nonpolar.
2. Peserta didik merumuskan pembentukan ikatan polar.
Mengomunikasikan
1. Peserta didik melakukan praktikum untuk mengetahui tingkat
kepolaran suatu senyawa.
2. Peserta didik mengemukakan hasil praktikum di depan kelas.
Kegiatan Penutup (10 menit)
Guru bersama peserta didik baik secara individual maupun kelompok
melakukan refleksi untuk:
1. mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasil-hasil
yang diperoleh untuk selanjutnya secara bersama menemukan
manfaat langsung maupun tidak langsung dari hasil pembelajaran
yang telah berlangsung;
2. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
3. menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya;
menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama sesuai
dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.

E. Teknik penilaian
Jenis Teknik Penilaian Instrumen Keterangan
Penilaian Sikap o Observasi o Lembar Observasi o Lampiran 1
o Penilaian Diri o lembar penilaian diri o Lampiran 2
o Penilaian antar
o Lembar penilaian antar
teman teman o Lampiran 3

o Jurnal
Penilaian o Kuis o Lembar soal kuis o Lampiran 4
pengetahuan o Soal Pilihan Ganda
o Tes Tertulis dan uraian o Lampiran 5
Penilaian o Unjuk kerja o Instrumen o Lampiran 6
Ketrampilan presentasi

F. Media,alat dan sumber belajar


a. Media
Power Point
Tabel Sistem Periodik Unsur
b. Alat/Bahan
LCD
Laptop
c. Sumber Belajar
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Guru Kimia Berbasis
Eksperimen untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan
Ilmu Alam,Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Siswa Kimia Berbasis
Eksperimen untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan
Ilmu Alam,Solo : PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Semarang, 1 September 2016

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.19650617198903200 NIP 197303282008012005
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMA N 13 Semarang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 3x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


(disajikan Deskripsi Rumusan KI-1 dan KI-2 seperti yang dinyatakan dalam silabus)
KI-3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerap-kan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah.
KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


3.6 Menentukan bentuk molekul dengan3.6.1 Menggambar bentuk molekul CH4, NH3 dan
menggunakan teori tolakan pasangan H2O berdasarkan teori VSEPR
elektron kulit valensi (VSEPR) atau
Teori Domain Elektron
4.6 Membuat model bentuk molekul 4.6.1 Membuat bentuk molekul CH4, NH3 dan
dengan menggunakan bahan-bahan H2O menggunakan bahan-bahan yang
ada di sekitar
yang ada di lingkungan sekitar atau
perangkat lunak kimia

C. Materi Pembelajaran
1. Bentuk molekul

D. Kegiatan Pembelajaran

Kemampuan Berpikir dan Sintaks/Tahapan


Deskripsi Kegiatan Pembelajaran
Pengetahuan Pada IPK Pembelajaran
1 2 3
3.6.1 Menggambar bentuk Kegiatan pendahuluan - Guru mengkondisikan peserta
molekul CH4, NH3 1.Memberikan stimulus didik
dan H2O berdasarkan (rangsangan) - Guru meminta peserta didik
teori VSEPR Pada tahap ini peserta menyiapkan literatur dari
didik diberi motivasi berbagai sumber belajar yang
untuk memusatkan berkaitan dengan materi
perhatian pembelajar
- Guru menyampaikan kompetensi
yang akan dicapai dan manfaat
pembelajaran bentuk molekul
dilanjutkan membentuk
kelompok kerja terdiri dari 4
peserta secara heterogen untuk
berdiskusi dan bekerja sama
Kegiatan Inti dalam kelompok masing-masing.
2. Problem statemen
( pertanyaan / indikasi
masalah) - Mengapa bentuk molekul CH4,
Guru memberikan NH3 dan H2O berbeda-beda
kesempataan kepada
peserta didik untuk
mengidentifikasi
bentuk molekul CH4,
NH3 dan H2O

3. Data Collection
( pengumpulan data)
Pada tahap ini peserta
didik mengumpulkan
informasi yang relevan
untuk menjawab - Peserta didik dengan
kelompoknya mencari informasi
pertanyaan )
dan mengumpulkan infromasi
tentang bentuk molekul CH4,
NH3 dan H2O melalui studi
literatur

4.Data Processing - Peserta didik dalam kelompok


(Pengolahan Data) mengkaji LKS dengan diskusi
Pada tahap ini peserta - Mengasosiasi (mengolah data )
didik dalam dengan cara mencatat dan
kelompoknya menyimpulkan hasil diskusi
berdiskusi untuk kelompok
mengolah data hasil - Mengkomunikasikan hasil
pengamatan diskusi
5. Verification
(pembuktian)
Pada tahap verifikasi - Membandingkan hasil diskusi
peserta didik antar kelompok untuk
mendiskusiikan hasil menentukan bentuk molekul
CH4, NH3 dan H2O
pengolahan data dan
memverifikasi hasil
pengolahan dengan data
dat atau teori pada buku
sumber
Kegiatan penutup
6. Generalization
( menyimpulkan )
Pesert a didik
menggeneralisasikan - Peserta didik menyimpulkan hasil
hasil kesimpulan diskusi dan presentasi didepan
kelas
- Peserta didik dan Guru mereview
hasil pembelajaran tentang
Menggambar bentuk molekul
berdasarkan teori VSEPR CH4,
NH3 dan H2O
- Guru memberikan penghargaan
kepada kelompok yang berkinerja
baik
- Guru memberikan tes akhir untuk
mengetahui sejauh mana
pemahaman siswa terhadap
materi yang telah dipelajari.
- Guru memberi tugas untuk
mempelajari materi minggu
depan
3.6.2 Menggambar bentuk Kegiatan pendahuluan - Guru mengkondisikan peserta
molekul berdasarkan 1.Memberikan stimulus didik
teori domain elektron (rangsangan) - Guru meminta peserta didik
BeCl2, BF3, dan NH3, Pada tahap ini peserta menyiapkan literatur dari
CH4 didik diberi motivasi berbagai sumber belajar yang
untuk memusatkan berkaitan dengan materi
perhatian pembelajar
- Guru menyampaikan kompetensi
yang akan dicapai dan manfaat
pembelajaran bentuk molekul
dilanjutkan membentuk
kelompok kerja terdiri dari 4
peserta secara heterogen untuk
Kegiatan Inti berdiskusi dan bekerja sama
2. Problem statemen dalam kelompok masing-masing.
( pertanyaan / indikasi
masalah)
Guru memberikan - Mengapa bentuk molekul CH4,
kesempataan kepada NH3 dan H2O berbeda-beda
peserta didik untuk
mengidentifikasi
bentuk molekul BeCl2,
BF3, dan NH3, CH4

3. Data Collection
( pengumpulan data)
Pada tahap ini peserta
didik mengumpulkan
informasi yang relevan
untuk menjawab - Peserta didik dengan
pertaanyaan ) kelompoknya mencari informasi
dan mengumpulkan infromasi
4.Data Processing tentang bentuk molekul CH4,
NH3 dan H2O melalui studi
(Pengolahan Data)
literatur
Pada tahap ini peserta
didik dalam
kelompoknya
berdiskusi untuk - Peserta didik dalam kelompok
mengolah data hasil mengkaji LKS dengan diskusi
pengamatan - Mengasosiasi (mengolah data )
dengan cara mencatat dan
5. Verification menyimpulkan hasil diskusi
(pembuktian) kelompok
Pada tahap verifikasi
peserta didik
mendiskusiikan hasil
pengolahan data dan - Mengkomunikasikan hasil
memverifikasi hasil diskusi
pengolahan dengan data
dat atau teori pada buku
sumber
Membandingkan hasil diskusi antar
Kegiatan penutup kelompok untuk menentukan bentuk
6. Generalization molekul CH4, NH3 dan H2O
( menyimpulkan )
Pesert a didik
menggeneralisasikan
hasil kesimpulan

- Peserta didik menyimpulkan hasil


diskusi dan presentasi didepan
kelas
- Peserta didik dan Guru mereview
hasil pembelajaran tentang
Menggambar bentuk molekul
CH4, NH3 dan H2O berdasarkan
teori VSEPR
- Guru memberikan penghargaan
kepada kelompok yang berkinerja
baik
- Guru memberikan tes akhir untuk
mengetahui sejauh mana
pemahaman siswa terhadap
materi yang telah dipelajari.
- Guru memberi tugas untuk
mempelajari materi minggu
depan
E. Teknik Penilaian
1. Kisi-kisi Soal
IPK Materi Pembelajaran Indikator Soal Teknik Penilaian Bentuk Instrumen No. Soal
3.6.1 Menggambar bentuk Teori VSEPR - Diberikan nomor atom C dan H, peserta didik dapat Tes Tertulis Soal Uraian 1
molekul berdasarkan menggambar bentuk molekul CH4 dengan teori VSEPR
teori VSEPR atau
domain elektron CH4, - Diberikan nomor atom N dan H, peserta didik dapat Tes Tertulis Soal Uraian 2
NH3 dan H2O menggambar bentuk molekul NH3 dengan teori VSEPR

- Diberikan nomor atom H dan O, peserta didik dapat


menggambar bentuk molekul H2O dengan teori VSEPR Tes Tertulis Soal Uraian 3

2. Rumusan Soal
Indikator Soal HOTS/LOTS Rumusan Soal
- Diberikan nomor atom C dan H, peserta didik dapat HOTS 1. Jika diketahui 6C berikatan dengan 1H, dengan menggunakan teori VSEPR tentukan:
menggambar bentuk molekul CH4 dengan teori VSEPR a. bentuk molekul
b. gambarkan bentuk molekulnya
- Diberikan nomor atom N dan H, peserta didik dapat 2. Jika diketahui 7N berikatan dengan 1H, dengan menggunakan teori VSEPR tentukan:
HOTS
menggambar bentuk molekul NH3 dengan teori VSEPR a. bentuk molekul
b. gambarkan bentuk molekulnya
- Diberikan nomor atom H dan O, peserta didik dapat 3. Jika diketahui 8O berikatan dengan 1H, dengan menggunakan teori VSEPR tentukan:
menggambar bentuk molekul H2O dengan teori VSEPR HOTS a. bentuk molekul
b. gambarkan bentuk molekulnya

Kunci Jawaban:
1. Bentuk Molekul CH4
Atom pusatnya adalah atom C
Elektron valensi dari C =4
Ada 4 x 1 elektron dari atom H =4
Jumlah = 8 elektron
PEI = 4, PEB = 0, sehingga pasangan elektron = 4

Notasi VSEPR : AX4E0 atau AX4


Bentuk dasar : Tetrahedral
Bentuk molekul : Tetrahedral
2. Bentuk Molekul NH3
Atom Pusatnya adalah atom N
Elektron Valensi dari N =5
Ada 3 x 1 elektron dari atom H =3
Jumlah = 8 elektron
PEI = 3, PEB = 1, sehingga pasangan elektron = 4

Notasi VSEPR : AX3E


Bentuk dasar : Tetrahedral, karena ada 1 PEB maka
ada satu ikatan yang tidak terlihat (imajiner).
Bentuk Molekul : Segitiga pyramidal

3. Bentuk Molekul H2O


Atom Pusatnya adalah atom O
Elektron Valensi dari O =6
Ada 2 x 1 elektron dari atom H =2
Jumlah = 8 elektron
PEI = 2, PEB = 2, sehingga pasangan elektron = 4
Bentuk dasar : Tetrahedral, karena ada 2 PEB maka
ada dua ikatan yang tidak terlihat (imajiner)

Notasi VSEPR : AX2E2


Bentuk Molekul : Bentuk V

Dengan demikian bentuk molekul dari H2O bukan linear tetapi bentuk V karena bentuk dasar dari pembentukan H 2O adalah tetrahedral, karena ada 2 PEB yang menyebabkan 2
ikatan tidak terlihat (pada tetrahedral ada 4 ikatan), maka bentuk molekul dari H2O adalah bentuk V.
F. Media/Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media
LCD
2. Alat
Gunting
Penggaris
3. Bahan
Plestisin
Sedotan aqua gelas
4. Sumber Belajar
KIMIA untuk SMA/MA Kelas X , Drs. Unggul Sudarmo, M.Pd, Penerbit Erlangga

Semarang, 1 September 2016

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.Pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.19650617198903200 NIP 197303282008012005
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan : SMA N 13 Semarang


Mata Pelajaran : Kimia-Peminatan
Materi : Reaksi Redoks
Kelas/Semester : X MIPA/1
Waktu : 3 45 menit

A. Kompetensi Inti
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai
bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, procedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


3.7 Menentukan interaksi antar partikel (atom, ion, dan molekul) dan kaitannya dengan
sifat fisik zat
3.7.1. Mendeskripsikan gaya antar molekul (gaya Van Der Waals dan ikatan
Hidrogen).
3.7.2. Mendiskripsikan titik didih akibat adanya gaya antar molekul

4.7 Menalar sifat-sifat zat di sekitar kita dengan menggunakan prinsip interaksi antar
partikel
4.7.1. mempresentasikan sifat-sifat zat di sekitar kita dengan menggunakan prinsip
interaksi antar partikel
C. Materi Pembelajaran :
Interaksi Antar molekul

D. Kegiatan pembelajaran
a. Pendahuluan
a. Guru menciptakan suasana kelas yang religius dengan menunjuk salah satu
salah satu siswa memimpin berdoa, memeriksa kehadiran siswa, kebersihan
dan kerapian kelas sebagai wujud kepedulian lingkungan.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan penjelasan
tentang manfaat menguasai materi pembelajaran.
c. Guru menyampaikan pokok-pokok/cakupan materi pembelajaran.
d. Guru membagi siswa dalam 8 kelompok.@ 4-5 siswa.

b. Kegiatan inti
1. Guru memberikan informasi tentang gaya antar molekul.
2. Guru meminta dalam satu kelompok anggotanya untuk menjadi satu dengan
kelompok yang lain dengan masalah yang sama
3. Guru meminta siswa mengamati (membaca) mengajukan hal-hal yang belum
dipahami terkait masalah yang akan dikaji dalam kelompok
4. Guru berkeliling mencermati siswa bekerja, dan menemukan berbagai kesulitan
yang dialami siswa, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya
hal-hal yang belum dipahami dalam kelompok
5. Guru mempersilakan masing-masing kelompok untuk mempresentasikan sifat-
sifat zat di sekitar kita dengan menggunakan prinsip interaksi antar partikel
sesuai kreasi masing masing kelompok.
c. Penutup
1. Siswa bersama guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dipelajari.
2. Siswa melakukan refleksi terhadap materi yang telah dipelajari.
3. Guru memberikan umpan balik terhadap materi yang telah diajarkan
4. Guru melakukan penilaian akhir terhadap materi yang telah diberikan secara
bertanggung jawab
5. Siswa dan guru merencanakan tindak lanjut pertemuan selanjutnya.

G. Teknik penilaian
Jenis Teknik Penilaian Instrumen Keterangan
Penilaian Sikap o Observasi o Lembar Observasi o Lampiran 1
o Penilaian Diri o lembar penilaian diri o Lampiran 2
o Penilaian antar
o Lembar penilaian antar
teman teman o Lampiran 3

o Jurnal
Penilaian o Kuis o Lembar soal kuis o Lampiran 4
pengetahuan o Soal Pilihan Ganda
o Tes Tertulis dan uraian o Lampiran 5
Penilaian o Unjuk kerja o Instrumen o Lampiran 6
Ketrampilan presentasi

H. Media,alat dan sumber belajar


a. Media
Power Point
Tabel Sistem Periodik Unsur
b. Alat/Bahan
LCD
Laptop

c. Sumber Belajar
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Guru Kimia Berbasis Eksperimen
untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo :
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen
untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo :
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Semarang, 3 Januari 2017

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.19650617198903200 NIP 197303282008012005
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Sekolah : SMA NEGERI 13 SEMARANG


MataPelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : X/2
Materi : Konsep Redoks
AlokasiWaktu : 3 X 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI : 3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerap-kan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI : 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. KompetensiDasar(KD)danIndikator
KompetensiDasar Indikator
KD 3.9 Menentukan bilangan oksidasi Memahami konsep oksidasi reduksi ditinjau dari
unsur untuk mengidentifikasi reaksi penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan
reduksi dan oksidasi serta penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan
penamaan senyawa bilangan oksidasi.
Menerapkan konsep bilangan oksidasi atom unsur
dalam senyawa atau ion.
Menerapkan konsep oksidasi reduksi untuk menentukan
oksidator dan reduktor dalam reaksi redoks
Menerapkan konsep bilangan oksidasi untuk
menentukan nama senyawa menurut IUPAC.

KD 4.9 Membedakan reaksi yang Melaksanakan percobaan reaksi logam magnesium


melibatkan dan tidak melibatkan dengan larutan asam klorida dan mereaksikan Natrium
perubahan bilangan oksidasi melalui hidroksida dengan larutan asam klorida
percobaan menyajikan hasil percobaan reaksi logam magnesium
dengan larutan asam klorida dan mereaksikan Natrium
hidroksida dengan larutan asam klorida
C. MateriPembelajaran
Reaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata nama Senyawa
Bilangan oksidasi unsur dalam senyawa atau ion
Perkembangan reaksi reduksi-oksidasi
Tata nama senyawa

D. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (3JP)
Indikator:
1) Memahami konsep oksidasi reduksi ditinjau dari penggabungan dan pelepasan
oksigen, pelepasan dan penerimaan elektron, serta peningkatan dan penurunan
bilangan oksidasi.
2) Menerapkan konsep bilangan oksidasi atom unsur dalam senyawa atau ion.

a. KegiatanPendahuluan
Apersepsi
Siswa diminta mengamati reaksi oksidasi melalui perubahan warna pada irisan
buah (apel, kentang, pisang) dan proses perkaratan besi.

b. Kegiatan Inti
mengajukan pertanyaan
dari kegiatan apersepsi mengamati reaksi oksidasi apel yang berubah menjadi
cokelat dan proses besi berkarat, siswa diminta membuat daftar pertanyaan
tentang peristiwa tersebut. Dan pertanyaan diharapkan mengarah pada hubungan
reaksi dengan oksigen.
mengajukan dugaan
dari daftar pertanyaan yang sudah dibuat siswa, siswa diberi kesempatan untuk
menemukan jawabannya.
mengumpulkan data
dari beberapa jawaban siswa kemudian diarahkan dan dikelompokkan agar
menuju materi yang diharapkan. Siswa dan guru bersama-sama membahas
masing-masing jawaban dan membandingkan dengan konsep teori yang ada
dalam buku.
c. Kegiatan Penutup
merumuskan kesimpulan berdasarkan pengamatan hasil percobaan
siswa dan guru bersama-sama menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari.

2. PertemuanKedua:( JP)
Indikator :
Menerapkan konsep oksidasi reduksi untuk menentukan oksidator dan reduktor
dalam reaksi redoks
a. KegiatanPendahuluan
Apersepsi
Siswa diminta untuk mengingat kembali tentang konsep oksidasi reduksi serta
biloks. Siswa diminta mengamati reaksi antara logam magnesium dengan asam
sulfat, reaksi kalsium karbonat dengan asam klorida yang dipasang balon pada
erlenmeyer.

b. Kegiatan Inti
mengajukan pertanyaan
dari kegiatan apersepsi mengamati reaksi logam magnesium dengan asam sulfat,
reaksi kalsium karbonat dengan asam klorida yang dipasang balon pada
erlenmeyer, siswa diminta mengajukan pertanyaan dari pengamatan reaksi di atas.
Harapan dari pertanyaan yang disampaikan siswa mengarah kepada zat mana
yang menyebabkan oksidasi (oksidator) kemudian mengarah ke reduktor, hasil
oksidasi dan hasil reduksi.
mengajukan dugaan
dari daftar pertanyaan yang sudah dibuat siswa, siswa diberi kesempatan untuk
menemukan jawabannya.
mengumpulkan data
dari beberapa jawaban siswa kemudian diarahkan dan dikelompokkan agar
menuju materi yang diharapkan. Siswa dan guru bersama-sama membahas
masing-masing jawaban dan membandingkan dengan konsep teori yang ada
dalam buku.
c. Kegiatan Penutup
merumuskan kesimpulan berdasarkan pengamatan hasil percobaan
siswa dan guru bersama-sama menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari.

3. PertemuanKetiga : ( 3 JP)
Indikator :
Menerapkan konsep bilangan oksidasi untuk menentukan nama senyawa menurut
IUPAC.
a. KegiatanPendahuluan
Apersepsi
Siswa diminta untuk mengamati reaksi antara formaldehid dengan perekasi fehling,
kemudian di sampaikan persamaan reaksi dari reaksi tersebut.

b. Kegiatan Inti
mengajukan pertanyaan
dari pengamatan reaksi dan persamaan reaksi yang disampaikan, kemudian siswa
diminta mengajukan pertanyaan yang diharapkan mengarah pemberian nama
senyawa khususnya penamaan tembaga (II) dan tembaga (I)
mengajukan dugaan
dari daftar pertanyaan yang sudah dibuat siswa, siswa diberi kesempatan untuk
menemukan jawabannya.
mengumpulkan data
dari beberapa jawaban siswa kemudian diarahkan dan dikelompokkan agar
menuju materi yang diharapkan. Siswa dan guru bersama-sama membahas
masing-masing jawaban dan membandingkan dengan konsep teori yang ada
dalam buku. Kemudian diberikan beberapa senyawa yang lain siswa diminta untuk
mendiskusikan tata nama senyawa tersebut.
c. Kegiatan Penutup
merumuskan kesimpulan berdasarkan pengamatan hasil percobaan
siswa dan guru bersama-sama menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari.

I. E. Teknik penilaian
Jenis Teknik Penilaian Instrumen Keterangan
Penilaian Sikap o Observasi o Lembar Observasi o Lampiran 1
o Penilaian Diri o lembar penilaian diri o Lampiran 2
o Penilaian antar
o Lembar penilaian antar
teman teman o Lampiran 3

o Jurnal
Penilaian o Kuis o Lembar soal kuis o Lampiran 4
pengetahuan o Soal Pilihan Ganda
o Tes Tertulis dan uraian o Lampiran 5
Penilaian o Unjuk kerja o Instrumen o Lampiran 6
Ketrampilan presentasi

F. Media,alat dan sumber belajar


d. Media
Power Point
Tabel Sistem Periodik Unsur
e. Alat/Bahan
LCD
Laptop
f. Sumber Belajar
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Guru Kimia Berbasis Eksperimen
untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo :
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen
untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo :
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Semarang, 3 Januari 2017

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia


Dra. Endah Dyah Wardani, M.pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.196506171989032010 NIP 197303282008012005

Lampiran-lampiran:
1. Materi Pembelajaran Pertemuan1
Perkembangan Konsep Reaksi Oksidasi Reduksi
Ada beberapa konsep reaksi oksidasi reduksi, antara lain:
Konsep I:
Reaksi Oksidasi adalah reaksi antara suatu zat dengan oksigen.
Contoh :
2Mg(s) + O2(g) 2MgO(g)
CH4(g) + O2(g) CO2(g) + 2H2O(g)
Reaksi Reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen dari suatu zat
Contoh :
FeO(s) + CO(g) Fe(s) + CO2(g)
CuO(s) + H2(g) Cu(s) + H2O(g)

Konsep II :
Oksidasi adalah pelepasan elektron.
Contoh :
Fe2+ Fe3+ + 3e
2+
Ca Ca + 2e
Reduksi adalah penerimaan elektron.
Contoh :
Cu2+ + 2e Cu
Cl2 + 2e 2Cl
Jika pada suatu reaksi ada zat yang mengalami oksidasi, tentu disertai adanya zat yang
mengalami reduksi, demikian pula sebaliknya.

Konsep III :
Reaksi redoks adalah reaksi yang ditandai terjadinya perubahan bilangan oksidasi dari
atom unsur sebelum dan sesudah reaksi.
Bilangan oksidasi merupakan muatan yang dimiliki oleh atom jika elektron valensinya
cenderung tertarik ke atom lain yang berikatan dengannya dan memiliki
keelektronegatifan lebih besar.

Aturan Penentuan Bilangan Oksidasi


Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas sama dengan 0 (nol). Contoh:

dan lain-lain.
Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya.
Contoh:
Bilangan oksidasi ion = +1
Bilangna oksidasi ion = +2
Bilangan oksidasi ion = +3
Bilangan oksidasi ion = -1
Bilangan oksidasi ion = -2
Bilangan oksidasi ion = -3
Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam senyawa netral sama dengan 0
(nol). Contoh:
Bilangan oksidasi senyawa =0
Jumlah muatan (+1) + jumlah muatan (-1) = 0
Bilangan oksdasi senyawa O=0
Jumlah muatan (+2) + jumlah muatan (-2) = 0
Bilangan oksidasi senyawa =0
Jumlah muatan (+3) + jumlah muatan (-1) = 0
Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam ion poliatomik sama dengan

muatan ionnya. Contoh: Ion bermuatan = 1, maka biloks N = +5 biloks O


= -2.
Bilangan oksidasi Fluor dalam senyawanya = 1. Contoh: Bilangan oksidasi F

dalam dan sama dengan 1.


Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawanya sama dengan -2, kecuali
dalam senyawa biner fluorid, peroksida, dan superoksida. Contoh:
Bilangan oksidasi O dalam H2O, CO2, dan SO2 sama dengan 2;
Bilangan oksidasi O dalam senyawa peroksida, H2O2 dan Na2O2 sama dengan
1;
Bilangan oksidasi O dalam senyawa fluorida, OF2 sama dengan +2;
Bilangan oksidasi O dalam senyawa superoksida KO2 dan CsO2 sama
dengan .
Bilangan oksidasi hidrogen (H) jika berikatan dengan non-logam sama
dengan +1.

Bilangan oksidasi H jika berikatan dengan logam alkali dan alkali tanah sama
dengan 1.
Contoh:
Bilangan oksidasi H dalam HF dan H2O sama dengan +1;
Bilangan oksidasi H dalam NaH dan CaH2 sama dengan 1
Bilangan oksidasi logam golongan IA (alkali) dalam senyawanya sama
dengan +1
Bilangan oksidasi logam golongan IIA (alkali tanah) dalam senyawanya
dengan +2
Bilangan oksidasi logam transisi dalam senyawanya dapat lebih dari satu.
Contoh: Fe mempunyai bilangan oksidasi +2 dalam FeO; +3 dalam Fe 2O3, dan
seterusnya.

2. Instrumen Penilaian Pertemuan1


1. Diketahui reaksi :
1) 2 Mg + O2 2 MgO
2) CO2 C + O2
3) Na+ + e- Na
4) Mg Mg2+ + 2e-
Yang termasuk reaksi oksidasi adalah....
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 2 dan 3
d. 1 dan 4
e. 2 dan 4

2. Senyawa yang mempunyai bilangan oksidasi terendah adalah....


a. KClO3
b. NaClO2
c. MgCl2
d. Cl2
e. NaClO

3. Materi Pembelajaran Pertemuan2


Reduktor dan Oksidator
Beberapa hal yang penting diperhatikan :
1. Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi
2. Jika dalam suatu reaksi terlibat suatu unsur (bilangan oksidasi nol) baik sebagai
pereaksi maupun hasil reaksi maka boleh dipastikan reaksi itu adalah reaksi redoks
3. Jika dalam suatu reaksi tidak terdapat perubahan bilangan oksidasi (semua atom
memiliki bilangan oksidasi tetap) maka reaksi itu bukan reaksi redoks perhatikan reaksi.
H2SO4 + 2NaOH ---->Na2SO4 + 2H2O
Reaksi ini bukan redoks sebab bilangan oksidasi atom-atomnya tidak ada yang berubah :
yaitu H tetap +1, S tetap +6, O tetap-2 dan Na tetap +1
Contoh lain reaksi yang bukan reaksi redoks
SO2 + NaOH NaHSO3
2Ag + CrO42- Ag2CrO4
Contoh soal .1:
Tentukan reduktor dan oksidator pada reaksi berikut!

4. InstrumenPenilaianPertemuan2
1. Reaksi berikut yang termasuk reaksi redoks adalah....
a. CaCO3 + H2SO4 CaSO4 + H2O + CO2
b. KMnO4 + H2SO4 + H2C2O4 K2SO4 + MnSO4 + H2O + CO2
c. Na2SO3 + HNO3 NaNO3 + H2O + SO2
d. H2SO4 + KOH K2SO4 + H2O
e. H2O + SO3 H2SO4

2. Diketahui reaksi :
3 Hg S (s) + 2 HNO3 (aq) + 6 HCl (aq) Hg Cl2 (aq) + S (s) + NO (g) + H2O (l)
Yang merupakan reduktor dan hasil reduksi berturut-turut adalah....
a. HgS dan S
b. HNO3 dan NO
c. HCl dan HgCl2
d. HgS dan NO
e. HNO3 dan S

5. Materi Pembelajaran Pertemuan 3


A. Tata Nama Senyawa Sederhana

Tata nama senyawa disusun berdasarkan aturan IUPAC (International Union of Pure
and Applied Chemistry).

1. Tata Nama Senyawa Anorganik

a. Tata Nama Senyawa Biner

Senyawa Biner adalah senyawa yang dibentuk dari dua unsur, yang berasal
dari satu unsur logam dan satu unsur nonlogam atau dari dua unsur
nonlogam.

1) Tata Nama Senyawa Biner Logam dengan Nonlogam

a. Logam yang mempunyai satu bilangan oksidasi (alkali, alkali tanah,


dan aluminium). Penamaanya dengan menyebutkan nama logam di
depan dan kemudian nama nonlogam diikuti akhiran ida.

Logam + Nonlogam ida

Contoh:

NaBr = Natrium Bromida


MgBr2 = Magnesium Bromida
Na2O = Natrium Oksida
CaS = Kalsium Sulfida
K2O = Kalium Oksida

b. Logam yang mempunyai lebih dari 1 bilangan oksidasi, penulisan


nama logam di depan disertai menuliskan bilangan oksidasi dengan
angka Romawi dalam tanda kurung dan nama nonlogam di belakang
diakhiri dengan akhiran ida.

Logam + (bilangan oksidasi logam) + nonlogam ida

Contoh:

CuCI = Tembaga (I) Klorida


SnO = Timah (II) Oksida
CuCI2 = Tembaga (II) Klorida
SnO2 = Timah (IV) Oksida

Senyawa-senyawa yang dihasilkan tersebut berupa senyawa ion


karena terbentuk dari atom yang bermuatan positif dan negatif, dengan
cara serah terima elektron.

Contoh: Kalsium Klorida (CaCI2) terbentuk dari ion Ca2+ dan CI ,


natrium oksida (Na2O), terbentuk dari ion Na+ dan O2-.

Cara lain menuliskan persamaan unsur logam yang memiliki bilangan


oksidasi lebih dari satu yaitu sebagai berikut:

(1) Unsur logam dengan bilangan oksidasi kecil ditulis dengan


akhiran o.

(2) Unsur logam dengan bilangan oksidasi besar ditulis dengan


akhiran i.

Contoh:

FeCI2 = Fero Klorida (Bilangan oksidasi Fe = +2 => lebih


kecil)
FeCI3 = Feri Klorida (Bilangan oksidasi Fe = +3 => lebih
besar)
CuCI = Kupro Klorida (Bilangan oksidasi Cu = +1 => lebih
kecil)
CuCI2 = Kupri Klorida (Bilangan oksidasi Cu = +2 => lebih
besar)

2) Tata Nama Senyawa Biner Nonlogam dengan Nonlogam

a. Atom yang cenderung bermuatan positif diletakkan didepan,


sedangkan atom yang cenderung bermuatan negatif diletakkan
dibelakang dengan urutan berikut ini:

B Si C Sb As P N H Te Se S I Br CI O F

Contoh:
Amonia = NH3 bukan H3N

Air = H2O bukan OH2

b. Senyawa dari dua jenis unsur nonlogam diberi nama kedua unsur yang
bersangkutan, diberi akhiran ida.

(1) Atom nonlogam yang hanya membentuk satu senyawa dengan


atom lain, maka atom yang cenderung bermuatan posifit
diletakkan di depan dan atom yang cenderung bermuatan negatif
diletakkan di belakang dengan akhiran ida.

Nonlogam (+) + nonlogam (-) ida

Contoh:

H2S = Hidrogen Sulfida


HBr = Hidrogen Bromida
HCI = Hidrogen Klorida

(2) Pasangan atom yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis
senyawa diberi nama dengan menyatakan jumlah atom tiap unsur
dan diakhiri dengan ida. Angka indeks dalam bahasa Yunani
yaitu:

1 = Mono 3 = Tri 5 = Penta 7=


Hepta

2 = Di 4 = Tetra 6 = Heksa 8=
Okta

Jumlah atom nonlogam + jumlah atom nonlogam ida

Namun, bila indeks 1 dimiliki unsur pertama, maka angka indeks


tidak perlu disebutkan.

Contoh:

NO = Nitrogen Oksida

CCI4 = Karbon Tetraklorida

NO2 = Nitrogen Dioksida

SO3 = Belerang Trioksida

N2O5 = Dinitrogen Pentaoksida

CI2O7 = Dikloro Heptaoksida


(3) Untuk senyawa-senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu
menggunakan aturan tersebut.

Contoh:

NH3 = Amonia

HO = Air

6. InstrumenPenilaianPertemuan2

1. Perhatikan rumus senyawa dan nama senyawa berikut :


1) CaCO3 : Kalsium (II) karbonat
2) CuSO4 : Tembaga (II) sulfat
3) Fe2O3 : Besi (II) oksida
4) FeCl3 : Besi (III) klorida
Pasangan yang mempunyai tata nama yang benar sesuai IUPAC adalah....
a. 1 dan 2
b. 1 dan 3
c. 1 dan 4
d. 2 dan 3
e. 2 dan 4
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMAN 13 Semarang


Mata pelajaran : Kimia
Materi Pokok : Persamaan Reaksi
Kelas/Semester :X/1
Alokasi Waktu : 3 x 45 menit

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerap-kan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan
metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator


Kompetensi Dasar Indikator
3.10 Menerapkan hukum-hukum 3.10.1
dasar Menuliskan Persamaan kimia
kimia, konsep massa molekul 3.10.2Menyetarakan Persamaan kimia
relatif, persamaan kimia, konsep
mol, dan kadar zat untuk
menyelesaikan perhitungan kimia

C. Materi Pembelajaran
1. Persamaan kimia
2. Perhitungan kimia dalam suatu persamaan reaksi

D. Kegiatan Pembelajaran
Indikator :

3.10.3 Menuliskan Persamaan kimia


3.10.4 Menyetarakan Persamaan kimia
a. Kegiatan Pendahuluan
1) Mengkondisikan siswa siap menerima pelajaran ( salam pembuka, absensi)
2) Guru memberikan apersepsi, motivasi
3) Guru menyampaikan kompetensi dan IPK
4) Guru menyampaikan cara penilaian
5) Guru membagi kelompok
b. Kegiatan Inti
1) Disajikan demo redoxon dimasukkan dalam segelas air putih
2) Peserta didik mengidentifikasi mengapa redoxon lama kelamaan habis dan
menghasilkan gelembung
3) Peserta didik mengumpulkan data/ informasi yang berkaitan dengan
permasalahan yang disajikan
4) Peserta didik melakukan diskusi kelompok dalam menyelesaikan permasalahan
yang disajikan
5) Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi untuk membandingkan dengan
kelompok lain
d. Kegiatan Penutup
Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang berkinerja baik
1) Guru memberikan tes akhir untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
terhadap materi yang telah dipelajari.
2) Guru memberi tugas untuk mempelajari materi minggu depan

J. Teknik penilaian
Jenis Teknik Penilaian Instrumen Keterangan
Penilaian Sikap o Observasi o Lembar Observasi o Lampiran 1
o Penilaian Diri o lembar penilaian diri o Lampiran 2
o Penilaian antar
o Lembar penilaian antar
teman teman o Lampiran 3

o Jurnal
Penilaian o Kuis o Lembar soal kuis o Lampiran 4
pengetahuan o Soal Pilihan Ganda
o Tes Tertulis dan uraian o Lampiran 5
Penilaian o Unjuk kerja o Instrumen presentasi
o Lampiran 6
Ketrampilan

K. Media,alat dan sumber belajar


d. Media
Power Point
Tabel Sistem Periodik Unsur
e. Alat/Bahan
LCD
Laptop
f. Sumber Belajar
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Guru Kimia Berbasis Eksperimen untuk Kelas
X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo : PT Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen untuk Kelas
X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo : PT Tiga Serangkai
Pustaka Mandiri

Semarang, 3 Januari 2017

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.196506171989032010 NIP 19730328200801200
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMA N 13 Semarang


Mata pelajaran : Kimia
Materi pokok : Hukum-Hukum Dasar Kimia
Kelas/Semester : X/2
Alokasi Waktu : 6 JP

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong,


kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri
sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta
menerap-kan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI4:
Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkrit dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompetensi Dasar Indikator


3.10 Menerapkan hukum-hukum 3.10.1. Menyebutkan hukum-hukum dasar kimia
dasar kimia, konsep massa
molekul relatif, persamaan kimia, 3.10.2. Mendeskripsikan konsep massa molekul
konsep mol, dan kadar zat untuk relatif, persamaan kimia sederhana, konsep mol
menyelesaikan perhitungan kimia
3.10.3 Menentukan massa molekul relatif, mol zat
dalam persamaan kimia sederhana

4.10 Mengolah data terkait hukum- 4.10.1. Melakukan percobaan mengenai hukum
hukum dasar kimia, konsep massa kekekalan massa
molekul relatif, persamaan kimia,
konsep mol, dan kadar zat untuk
menyelesaikan perhitungan kimia

C.Materi Pembelajaran
1.Hukum-hukum dasar kimia
2. Konsep massa molekul relatif, persamaan kimia sederhana, konsep mol
3. Massa molekul relatif, mol zat dalam persamaan kimia sederhana

D.Kegiatan Pembelajaran
Lihat LK 1.3
Pertemuan Pertama: ( 3 JP)
Indikator:
3.10.1. Menyebutkan hukum-hukum dasar kimia
4.10.1. Melakukan percobaan mengenai hukum kekekalan massa
a. Kegiatan Pendahuluan
Stimulus
Mengkondisikan siswa siap menerima pelajaran (salam pembuka,
absensi)
Guru memberikan apersepsi mengenai pembakaran
kayu(ditayangkan gambar/video)
Guru menyampaikan kompetensi dan IPK
Guru menyampaikan cara penilaian
b. Kegiatan inti:

Identifikasi masalah
Peserta didik mengidentifikasi masalah massa sebelum dan
sesudah reaksi pada pembakaran kayu
Mengumpukan data
Peserta didik membaca prosedur percobaan yang akan mereka
lakukan
Peserta didik melakukan percobaan tentang pembuktian hukum
Lavoisier (reaksi antara KI dengan Pb(NO3)2
Peserta didik mencatat data hasil percobaan
Pengolahan data
Peserta didik mengolah dan menganalisis data hasil percobaan
Peserta didik menyajikan hasil percobaan dalam bentuk laporan
tertulis
Verifikasi
Peserta didik membuktikan hukum kekekalan massa Lavoisier
dengan menggunakan data hasil percobaan.
c.Kegiatan Penutup

Generalisasi
Peserta didik menyimpulkan hasil pembuktian hukum Lavoisier

Peserta didik menyimpulkan hasil pembuktian hukum Lavoisier

Pertemuan Kedua: ( 3 JP)


Indikator:
3.10.2. Mendeskripsikan konsep massa molekul relatif, persamaan kimia
sederhana, konsep mol

a. Kegiatan Pendahuluan
Stimulus
Mengkondisikan siswa siap menerima pelajaran (salam pembuka,
absensi)
Guru memberikan apersepsi mengenai konsep massa molekul
relatif, persamaan kimia sederhana, konsep mol
Guru menyampaikan kompetensi dan IPK
Guru menyampaikan cara penilaian
b. Kegiatan inti:

Identifikasi masalah
Peserta didik mengidentifikasi masalah konsep massa molekul relatif,
persamaan kimia sederhana, konsep mol

Mengumpukan data
Peserta didik membaca konsep massa molekul relatif,
persamaan kimia sederhana, konsep mol
Pengolahan data
Peserta didik mengolah dan menganalisis data hasil percobaan
untuk membahas latihan soal dengan diskusi
Peserta didik menyajikan Verifikasi
Peserta didik membuktikan konsep massa molekul relatif,
persamaan kimia sederhana, konsep mol
c.Kegiatan Penutup

Generalisasi

Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi konsep massa


molekul relatif, persamaan kimia sederhana, konsep mol
E.Teknik penilaian

Jenis Teknik Penilaian Instrumen Keterangan


Penilaian Sikap o Observasi o Lembar Observasi o Lampiran 1
o Penilaian Diri o lembar penilaian diri o Lampiran 2
o Penilaian antar
o Lembar penilaian antar
teman teman o Lampiran 3

o Jurnal
Penilaian o Kuis o Lembar soal kuis o Lampiran 4
pengetahuan o Soal Pilihan Ganda
o Tes Tertulis dan uraian o Lampiran 5
Penilaian o Unjuk kerja o Instrumen o Lampiran 6
Ketrampilan presentasi

F.Media,alat dan sumber belajar


Media
Power Point
Tabel Sistem Periodik Unsur
Alat/Bahan
LCD
Laptop
G.Sumber Belajar
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Guru Kimia Berbasis Eksperimen
untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo :
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri
Sentot Budi Raharjo, S Priyanto, 2013, Buku Siswa Kimia Berbasis Eksperimen
untuk Kelas X SMA kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam,Solo :
PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri

Semarang, 3 Januari 2017

Kepala SMA Negeri 13 Semarang Guru Mata Pelajaran Kimia

Dra. Endah Dyah Wardani, M.pd. Maria Sundus R.W, S.Si, M.Pd
NIP.196506171989032010 NIP 197303282008012005
Lampiran

Materi Pembelajaran Pertemuan 1

Hukum kekekalan masa


A. Pengertian
Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama.
Hukum kekekalan Massa dikemukakan oleh Antoine Laurent Lavoisier (1743-
1794). Hukum kekekalan massaatau dikenal juga sebagai hukum Lomonosov-Lavoisier
adalah suatu hukum yang menyatakan massa dari suatu sistem tertutup akan konstan
meskipun terjadi berbagai macam proses di dalam sistem tersebut. Pernyataan yang umum
digunakan untuk menyatakan hukum kekekalan massa adalah massa dapat berubah bentuk
tetapi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan. Untuk suatu proses kimiawi di dalam suatu
sistem tertutup, massa dari reaktan harus sama dengan massa produk. Untuk lebih jelasnya
perhatikan tabel pengamatan di bawah ini reaksi antara besi dan sulfur yang menghasilkan
besi (II) sulfide
Massa Zat yang bereaksi ( gr) Massa Zat hasil Reaksi Besi (II) Sulfida
Massa Besi Massa Sulfur (gr)
14 8 22
28 16 44
42 24 66
56 32 88
Dari percobaan diatas maka dapat disimpulkan bahwasanya massa zat sebelum dan
sesudah reaksi adalah sama ini dinamakan dengan hukum kekelan massa (hukum
lavoiser)
Berdasarkan ilmu relativitas spesial, kekekalan massa adalah pernyataan dari
kekekalan energi. Massa partikel yang tetap dalam suatu sistem ekuivalen dengan
energimomentum pusatnya. Pada beberapa peristiwaradiasi, dikatakan bahwa terlihat
adanya perubahan massa menjadi energi. Hal ini terjadi ketika suatu benda berubah
menjadi energi kinetik/energi potensial dan sebaliknya. Karena massa dan energi
berhubungan, dalam suatu sistem yang mendapat/mengeluarkan energi, massa dalam
jumlah yang sangat sedikit akan tercipta/hilang dari sistem. Namun demikian, dalam hampir
seluruh peristiwa yang melibatkan perubahan energi, hukum kekekalan massa dapat
digunakan karena massa yang berubah sangatlah
sedikit.

C. Sejarah Hukum Kekekalan Massa

Hukum kekekalan massa diformulasikan olehAntoine Lavoisier pada tahun 1789.


Oleh karena hasilnya ini, ia sering disebut sebagai bapak kimia modern.
Sebelumnya, Mikhail Lomonosov (1748) juga telah mengajukan ide yang serupa dan telah
membuktikannya dalam eksperimen. Sebelumnya, kekekalan massa sulit dimengerti karena
adanya gaya buoyan atmosfer bumi. Setelah gaya ini dapat dimengerti, hukum kekekalan
massa menjadi kunci penting dalam mengubah alkemi menjadi kimia modern. Ketika
ilmuwan memahami bahwa senyawa tidak pernah hilang ketika diukur, mereka mulai
melakukan studi kuantitatif transformasi senyawa. Studi ini membawa kepada ide bahwa
semua proses dan transformasi kimia berlangsung dalam jumlah massa tiap elemen tetap.
Antoine Lavoisier (1743-1794) menjelaskan ide-ide ini pada tahun 1774. Dia sering disebut
sebagai bapak kimia modern. Ide-ide yang lainnya sebelum karya Lavoisier adalah oleh
Joseph Black (1728-1799), Henry Cavendish (1731-1810), dan Jean Rey (1583-1645).

Antoine Lavoisier mendapatkan hukum ini dengan melakukan eksperimen mereaksikan


cairan merkuri dengan gas oksigen dalam suatu wadah di ruang tertutup sehingga
menghasilkan merkuri oksida yang berwarna merah. Apabila merkuri oksida dipanaskan
kembali, senyawa tersebut akan terurai menghasilkan sejumlah cairan merkuri dan gas
oksigen dengan jumlah yang sama seperti semula. Dengan bukti dari percobaan ini
Lavoisier merumuskan suatu hukum dasar kimia yaitu Hukum Kekekalan Massa yang
menyatakan bahwa jumlah massa zat sebelum dan sesudah rekasi adalah sama.
Hukum kekekalan massa tidak terlihat selama ribuan tahun karena pengaruh berat gas pada
atmosfer. Contohnya, kayu beratnya berkurang setelah dibakar. Ini yang membuat sebagian
orang berpendapat bahwa massanya berkurang, berubah, atau hilang. Namun, jika kita
meneliti di tempat yang tertutup kaca, ditemukan bahwa reaksi kimia tidak mengubah berat
penutup dan isinya. Pompa vakum juga memungkinkan untuk menimbang berat gas.
Setelah hukum ini dimengerti, hukum kekekalan massa menjadi penemuan yang sangat
penting dalam yang mengubah alkemi menjadi ilmu kimia modern. Setelah kimiawan
menyadari bahwa bahan kimia tidak bisa hilang tetapi hanya dapat diubah menjadi zat lain
dengan berat sama, para ilmuwan pertama kalinya melakukan studi perubahan zat.

D. Penyimpangan
Penyimpangan hukum kekekalan massa dapat terjadi pada sistem terbuka dengan
proses yang melibatkan perubahan energi yang sangat signifikan seperti reaksi nuklir. Salah
satu contoh reaksi nuklir yang dapat diamati adalah reaksi pelepasan energi dalam jumlah
besar pada bintang. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada sistem tertutup, karena energi
tidak keluar dari sistem, massa dari sistem tidak akan berubah. Hubungan antara massa
dan energi yang berubah dijelaskan oleh Albert Einstein dengan persamaan E = m.c2. E
merupakan jumlah energi yang terlibat, m merupakan jumlah massa yang terlibat dan c
merupakan konstanta kecepatan cahaya. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada sistem
tertutup, karena energi tidak keluar dari sistem, massa dari sistem tidak akan berubah.

E. Kekekalan massa vs. penyimpangan


Ketika energi seperti panas atau cahaya diijinkan masuk ke dalam atau keluar dari
sistem, asumsi hukum kekekalan massa tetap dapat digunakan. Hal ini disebabkan massa
yang berubah karena adanya perubahan energi sangatlah sedikit. Sebagai contoh adalah
perubahan yang terjadi pada peristiwa meledaknya TNT. Satu gram TNT akan melepaskan
4,16 kJ energi ketika diledakkan. Namun demikian, energi yang terdapat dalam satu gram
TNT adalah sebesar 90 TJ (kira-kira 20 miliar kali lebih banyak). Dari contoh ini dapat
terlihat bahwa massa yang akan hilang karena keluarnya energi dari sistem akan jauh lebih
kecil (dan bahkan tidak terukur) dari jumlah energi yang tersimpan dalam massa materi.

2.2 Hukum Perbandingan Tetap


A. Pengertian
Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan tetap.
Dalam kimia, hukum perbandingan tetap atauhukum Proust (diambil dari
nama kimiawan Perancis Joseph Proustmenyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri
dariunsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama. Dengan kata lain,
setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang tetap. Misalnya, air
terdiri dari 8/9 massaoksigen dan 1/9 massa hidrogen. Bersama dengan hukum perbandingan
berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap adalah hukum dasar stoikiometri.
perhatikan data pemanasan logam magnesium dalam gas oksigen untuk menghasilkan
magnesium oksida berikut,

magnesium
magnesium perbandingann
Percobaan oksida
(gram)sebelum magnesium dan
Ke (gram)setelah
pemanasan magnesium oksida
pemanasan
1 0,62 1,02 0,62/1,02 = 0,61
2 0,48 0,79 0,48/0,79 = 0,60
3 0,36 0,60 0,36/0,60 = 0,60
dari data hasil percobaan di atas, tampak perbandingan antara magnesium dan magnesium
oksida selalu tetap.Perlu diketahui bahwa sekalipun hukum ini amat berguna dalam dasar-
dasar kimia modern, hukum perbandingan tetap tidak selalu berlaku untuk semua senyawa.
Senyawa yang tidak mematuhi hukum ini disebut senyawa non-stoikiometris. Perbandingan
massa unsur-unsur pada senyawa non-stoikiometris berbeda-beda pada berbagai sampel.
Misalnya oksida besi wstite, memiliki perbandingan antara 0.83 hingga 0.95 atom besi
untuk setiap atom oksigen. Proust tidak mengetahui hal ini karena peralatan yang ia
gunakan tidak cukup akurat untuk membedakan angka ini.
Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku untuk senyawa-senyawa yang mengandung
komposisi isotop yang berbeda. Komposisi isotop dapat berbeda sesuai sumber dari unsur
yang membentuk senyawa tersebut. Perbedaan ini dapat digunakan untuk penanggalan
secara kimia, karena proses-proses astronomis, atmosferis, maupun proses dalam
samudera, kerak bumi dan Bumi bagian dalam kadang-kadang memiliki kecenderungan
terhadap isotop berat ataupun ringan. Perbedaan yang diakibatkan amat sedikit, namun
biasanya dapat diukur dengan peralatan modern. Selain itu, hukum Proust juga tidak
berlaku pada polimer, baik polimer alami maupun polimer buatan.

2.3 Hukum Kelipatan Perbandingan


C. Sejarah Hukum Perbandingan tetap
Penelitian tentang hukum perbandingan tetap pertama kali dilakukan oleh seorang kimiawan
berkebangsaan Perancis Joseph Proust di antara tahun 1798 sampai tahun 1804. Hal ini
telah sering diamati sejak lama sebelum itu, namun Proust-lah yang mengumpulkan bukti-
bukti dari hukum ini dan mengemukakannya.. Pada saat Proust mengemukakan hukum ini,
konsep yang jelas mengenai senyawa kimia belum ada (misalnya bahwa air adalah H2O
dsb.). Namun, pada akhir abad ke-18, konsep senyawa kimia belum sepenuhnya
dikembangkan. Bahkan ketika pertama kali hukum ini diusulkan, hukum ini menjadi
pernyataan kontroversial dan ditentang oleh kimiawan lainnya, terutama kerabat Proust
yang bernama Claude Louis Berthollet, yang menyatakan bahwa unsur dapat digabungkan
dengan proporsi apapun. Perdebatan ini menunjukkan bahwa pada saat itu perbedaan
senyawa kimia murni dan campuran belum sepenuhnya dikembangkan.Hukum
perbandingan tetap menjadi dasar teoritis yang kuat. Pada 1803 John
Dalton mengemukakan sebuah teori atom, yang berdasarkan pada hukum perbandingan
tetap dan hukum perbandingan berganda, yang menjelaskan mengenai atom dan
bagaimana unsur membentuk senyawa.
D. Penyimpangan dari hukum Proust
Perlu diketahui bahwa sekalipun hukum ini amat berguna dalam dasar-dasar kimia modern,
hukum perbandingan tetap tidak selalu berlaku untuk semua senyawa. Senyawa yang tidak
mematuhi hukum ini disebutsenyawa non-stoikiometris. Perbandingan massa unsur-unsur
pada senyawa non-stoikiometris berbeda-beda pada berbagai sampel. Misalnya oksida
besiwstite, memiliki perbandingan antara 0.83 hingga 0.95 atom besi untuk setiap atom
oksigen. Proust tidak mengetahui hal ini karena peralatan yang ia gunakan tidak cukup
akurat untuk membedakan angka ini.Selain itu, hukum Proust juga tidak berlaku untuk
senyawa-senyawa yang mengandung komposisi isotop yang berbeda. Komposisi isotop
dapat berbeda sesuai

sumber dari unsur yang membentuk senyawa tersebut. Perbedaan ini dapat digunakan
untuk penanggalan secara kimia, karena proses-proses astronomis, atmosferis, maupun
proses dalamsamudera, kerak bumi dan Bumi bagian dalam kadang-kadang memiliki
kecenderungan terhadap isotop berat ataupun ringan. Perbedaan yang diakibatkan amat
sedikit, namun biasanya dapat diukur dengan peralatan modern. Selain itu, hukum Proust
juga tidak berlaku pada polimer, baik polimer alami maupun polimer buatan.

2.3 Hukum Kelipatan Perbandingan


A. Pengertian
Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka
perbandingan massa salah satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama,
merupakan bilangan bulat dan
sederhana.
Hukum Proust dikembangkan lebih lanjut oleh para ilmuwan untuk unsure unsure
yang dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa. Salah seorang di antaranya
adalahJohn Dalton (1766 1844). Dalton mengamati adanya suatu keteraturan yang
terkait dengan perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa. Untuk memahami
hal ini, perhatikan tabel hasil percobaan reaksi antara nitrogen dengan oksigen berikut.
Tabel 3.7 Reaksi Antara nitrogen dan Oksigoen
Jenis Senyawa Massa Nitrogen Yang Massa Oksigen Yang Massa Senyawa
Direaksikan Direaksikan Yang Terbentuk
Nitrogen monoksida 0,875 gram 1,00 gram 1,875 gram
Nitrogen dioksida 1,75 gram 1,00 gram 2,75 gram
Dengan massa oksigen yang sama, ternyata perbandingan massa nitrogen dalam senyawa
nitrogen dioksida dan senyawa nitrogen monoksida merupakan bilangan bulat dan
sederhana.
Massa Nitrogen dalam senyawa nitrogen dioksida/Massa Nitrogen dalam senyawa nitrogen
monoksida
= 1,75 gram/ 0,87 gram =2/1
Berdasarkan hasil percobaannya, Dalton merumuskan hukum kelipatan perbandingan
(hukum Dalton).
Menurut teori atom Dalton senyawa terbentuk dari gabungan atom atom dalam
perbandingan sederhana. Misalkan unsure X dan Y membentuk dua jenis senyawa XY dan
X2Y3. Jika massa unsure X dibuat sama ( berarti jumlah atomnya sama) maka rumus
senyawa XY dapat ditulis sebagai X2Y2.
XY - > X2Y2, X2Y2 tetap sebagai X2Y3
Berarti perbandingan unsure Y dalam senyawa I dan II adalah 2 : 3.

2.4 Hukum Perbandingan Volume


A. Pengertian
Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil
reaksi merupakan bilangan bulat dan
sederhana.
Pada 1802, Gay-Lussac menemukan bahwa
Tekanan dari sejumlah tetap gas pada volum yang tetap berbanding lurus dengan
temperaturnya dalam kelvin. Secara matematis dapat dinyatakan atau di mana:
P adalah tekanan gas.
T adalah temperatur gas (dalam Kelvin).
k adalah sebuah konstanta.
Hukum ini dapat dibuktikan melalui teori kinetik gas, karena temperatur adalah ukuran rata-
rata energi kinetik, dimana jika energi kinetik gas meningkat, maka partikel-partikel gas
akan bertumbukan dengan dinding/wadah lebih cepat, sehingga meningkatkan tekanan.
Hukum Gay-Lussac dapat dituliskan sebagai perbandingan dua gas

Gay Lussac melakukan sebuah percobaan yang menghasilkan sebuah kesimpulan


yaitu sebagai berikut : Volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi
berbanding sebagai bilangan bulat yang sederhana bila diukur pada suhu dan tekanan yang
sama Dikenal dengan Hukum Perbandingan/ Penggabungan Volume atau Hukum Gay
Lussac (1808)
Menurut Gay Lussac 2 volume gas Hidrogen bereaksi dengan 1 volume gas Oksigen
membentuk 2 volume uap air. Pada reaksi pembentukan uap air, agar reaksi sempurna,
untuk setiap 2 volume gas Hidrogen diperlukan 1 volume gas Oksigen, menghasilkan 2
volume uap air.
Semua gas yang direaksikan dengan hasil reaksi, diukur pada suhu dan rekanan yang
sama atau (T.P) sama.. Hukum ini merupakan salah satu dasar dari stoikiometri gas
modern, dan hipotesis Avogadro pada 1811 berasal dari hukum ini.

3.1. Kesimpulan
a. Berdasarkan tiga hukum diatas yaitu hukum kekekalan massa, hukum perbandingan
tetap, hukum kelipatan perbandingan maka pada tahun 1803 Jhon Dalton mengemukakan
suatu teori yang kita kenal dengan teori atom Dalton. Antara lain postulatnya sebagai berikut
:
Materi terdiri dari partikel yang sudah tidak terbagi, yaitu atom
Atom atom dari unsure yang sama adalah identik tetapi berbeda dengan atom
unsure lain.
Reaksi kimia adalah penggabungan, pemisahan atau penataan ulang dari atom
atom dalam jumlah sederhana.
b. Hukum Kekekalan Massa ( Hukum Lavoisier ).
Yaitu : Dalam sistem tertutup, massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama.
Hukum Perbandingan Tetap ( Hukum Proust ).
Yaitu : Perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tertentu dan
tetap.
Hukum Kelipatan Perbandingan / Hukum Perbandingan Berganda ( Hukum
Dalton ).
Yaitu : Jika dua jenis unsur dapat membentuk lebih dari satu macam senyawa, maka
perbandingan massa salah satu unsur yang terikat pada massa unsur lain yang sama,
merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Hukum Perbandingan Volum ( Hukum Gay Lussac ). Yaitu : Pada suhu dan
tekanan yang sama, perbandingan volum gas-gas yang bereaksi dan hasil reaksi
merupakan bilangan bulat dan sederhana.
Lampiran

Instrumen Penilaian
Penilaian Kinerja Praktik

Mata Pelajaran : Kimia


Kelas :X
KD : 4.10 Mengolah data terkait hukum-hukum dasar kimia, konsep
massa molekul relatif, persamaan kimia, konsep mol, dan kadar zat
untuk menyelesaikan perhitungan kimia
Indikator Soal : Disajikan alat dan bahan, peserta didik dapat melakukan percobaan
dan mengolah data terkait hukum kekekalan massa (Lavoisier)

Nama :
NIS :
Kelas :

No Aspek Penilaian Skor


1 Persiapan (pemilihan alat dan bahan)
2 Pelaksanaan
1. Penggunaan Alat
2. Langkah kerja dan waktu
pelaksanaan
3. Keselamatan kerja dan kebersihan
3 Hasil
1. Pencatatan dan pengolahan data
2. Pembuatan kesimpulan

Rubrik Penilaian Kinerja


Kriteria Skor Indikator
Persiapan (skor maks 3 Pemilihan alat dan bahan tepat
3)
2 Pemilihan alat atau bahan tepat
1 Pemilihan alat dan bahan tidak tepat
0 Tidak mengambil alat dan/atau bahan
Pelaksanaan (skor 2 Menggunakan alat dengan tepat
maks 6)
1 Menggunakan alat tidak tepat
0 Tidak menggunakan alat

2 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tepat


1 Langkah kerja atau waktu pelaksanaan tepat
0 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tidak tepat

2 Memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan


1 Memperhatikan keselamatan kerja atau kebersihan
0 Tidak memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan

Hasil (skor maks 6) 3 Mencatat dan mengolah data dengan tepat


2 Mencatat atau mengolah data dengan tepat
1 Mencatat dan mengolah data tidak tepat
Tidak mencatat dan mengolah data dengan tepat

3 Simpulan tepat
2 Simpulan kurang tepat
1 Simpulan tidak tepat
0 Tidak membuat simpulan tepat

Laporan (skor maks 3) 3 Sistematika sesuai dengan kaidah penulisan dan isi laporan benar
2 Sistematika sesuai dengan kaidah penulisan atau isi laporan benar
1 Sistematika tidak sesuai dengan kaidah penulisan dan isi laporan benar
0 Tidak membuat laporan