Anda di halaman 1dari 5

Makula adalah daerah kecil yang berbentuk bulat, terletak di bagian belakang retina.

Makula akan
terlihat dengan mudah karena bebas dari pembuluh darah retina.[1] Di pusat makula terdapat daerah
lekukan yang disebut fovea.[1] Fovea adalah daerah yang terdiri dari sel-sel konus.[1] Sel konus
adalah sel berbentuk kerucut yang diperlukan untuk kemampuan melihat yang lebih rinci dan untuk
menerima persepsi warna.[1] Daerah lain di sekitar fovea adalah bagian dari retina mata yang
mengandung sel-sel batang.[1] Sel batang diperlukan untuk sistem sensor syaraf retina.[1] Sel batang
juga diperlukan untuk deteksi gerakan dan kemampuan melihat pada waktu malam. [1]
1. Kornea

Kornea (korneos) adalah bagian mata yang terletak di lapisan paling luar. Bagian ini berupa selaput bening yang bersifat tembus pandang
(transparan). Sifat kornea ini membuat cahaya dapat masuk ke dalam sel-sel penerima cahaya di bagian dalam bola mata. Selain berfungsi
melindungi mata dari benda-benda asing dari luar, kornea juga berfungsi dalam melakukan refraksi di lensa mata.

2. Iris

Iris adalah bagian mata yang berfungsi mengatur besar kecilnya pupil. Bagian ini jugalah yang memberi warna pada mata. Sebagai contoh,
orang Asia memiliki mata dengan warna hitam hingga coklat, orang Eropa memiliki mata berwarna biru hingga hijau, dan lain sebagainya.
3. Pupil

Pupil adalah bagian mata yang berupa sebuah lubang kecil yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bola mata. Besar
kecilnya pupil diatur oleh iris. Ketika cahaya yang datang terlalu terang, pupil akan mengecil. Sedangkan saat cahaya yang datang terlalu
redup, pupil akan membesar. Mekanisme kerja pupil ini membentu mata agar dapat menerima cahaya dalam jumlah tepat.

4. Retina

Retina adalah bagian mata berupa lapisan tipis sel yang terletak di bagian belakang bola mata. Bagian ini berfungsi menangkap bayangan
yang dibentuk lensa mata kemudian mengubahnya menyadi sinyal syaraf. Retina merupakan bagian mata yang sangat sensitif cahaya karena
ia memiliki 2 sel fotoreseptor, yaitu rods dan cones.
5. Lensa mata
Lensa mata adalah bagian mata yang berfungsi membentuk sebuah gambar. Gambar yang dibentuk lensa mata kemudian diteruskan untuk
kemudian diterima retina. Lensa mata dapat menipis atau menebal sesuai dengan jarak mata dengan benda yang dilihatnya. Saat jarak benda
terlalu dekat, lensa mata akan menipis, sedangkan saat jarak benda terlalu jauh, lensa mata akan menebal.

6. Akomodasi otot

Mekanisme menebal dan menipisnya lensa mata dapat terjadi akibat adanya fungsi akomodasi otot lensa. Otot ini bekerja mendorong dan
menarik lensa mata sehingga dapat menebal dan menipis.
7. Bintik kuning

Bintik kuning adalah bagian mata yang paling sensitif terhadap cahaya. Saat bayangan benda jatuh pada bagian mata ini, benda tersebut
akan sangat terlihat jelas, sementara jika bayangan benda jatuh sebelum atau sesudah bintik kuning, maka benda tersebut tidak terlihat jelas
(lamur).
8. Bintik buta

Bintik buta atau blind spot adalah bagian mata yang tidak sensitif terhadap cahaya. Jika bayangan benda jatuh tepat pada bagian ini, maka
benda tidak dapat terlihat oleh mata.
9. Syaraf optik

Syaraf optik adalah bagian mata yang berfungsi meneruskan informasi bayangan benda yang diterima retina menuji otak. Melalui saraf
inilah sebetulnya kita dapat menentukan bagaimana bentuk suatu benda yang kita lihat. Jika syaraf optik ini rusak, itu berarti kita tidak dapat
melihat alias buta.

10. Aqueous humor

Aqueus humor adalah cairan yang menyerupai plasma berlendir transparandengan konsentrasi protein yang rendah. Aqueous humor
diproduksi oleh silia tubuh dan berfungsi sebagai struktur pendukung lensa.

12. Vitreous humor

Vitreous humor atau juga disebut badan vitreous adalah semacam gel yang berfungsi mengisi ruang antara retina dan lensa.

13. Sklera

Sklera adalah bagian dinding putih mata. Bagian ini memiliki ketebalan rata-rata sekitar 1 mm, akan tetapi ia juga dapat menebal hingga 3
mm karena adanya otot irensi.
14. Koroid
Mengandung pembuluh darah oenyuplai retina dan melindungi releksi cahaya dalam mata
Badan Siliaris

Mata secara optis dapat disamakan dengan kamera fotografis biasa karena
mempunyai suatu system lensa. Benda memantulkan cahaya yang akan
ditangkap oleh kornea, diteruskan ke humor akuosus lalu masuk ke dalam
lensa. Setelah cahaya melalui system lensa mata maka berkas cahaya akan
mengalami refraksi dan divergensi. Berkas cahaya akan difokuskan ke reseptor-
reseptor pada retina bagian bawah setelah melalui humor vitreus oleh otot
siliaris dengan meningkatkan kelengkungan atau daya bias lensa (akomodasi).
Lapisan reseptor retina terletak diepitel pigmen disebelah koroid, maka berkas
cahaya harus melewati sel ganglion dan sel bipolar terlebih dulu sebelum
berkas cahaya akhirnya mencapai sel batang (rods) dan sel kerucut (cones)
yang terletak pada sisi retina yang berhadapan.

Muskulus rektus superior, untuk menggerakkan mata ke atas


Muskulus rektus inferior, untuk menggerakkan mata ke bawah
Muskulus rektus medial, untuk menggerakkan mata ke dalam
Muskulus rektus lateral, untuk menggerakkan mata ke sisi luar
Muskulus oblikus superior, untuk menggerakkan mata ke atas sisi luar
Muskulus oblikus inferior, untuk menggerakkan mata ke bawah sisi luar

Warna mata manusia tergantung pada jumlah sel-sel melanosit pada iris mata dan bagaimana
persebarannya. Sel-sel melanosit ini akan menghasilkan melanin yaitu sejenis pigmen yang dapat
ditemukan pada mata yang memberi warna pada iris mata. Iris mata terdiri dari beberapa lapisan
antara lain lapisan depan dan lapisan stroma yang merupakan bagian penting yang menentukan
penampakan warna mata.

Pigmentasi iris mata bervariasi dari cokelat terang sampai hitam tergantung dari jumlah melanin
pada epitelium pigmen yang terletak di bagian belakang iris, jumlah melanin pada stroma, dan
kepadatan sel di stroma. Pada iris mata yang berwarna cokelat, terdapat melanosit dan melanosom
yang melimpah di epitelium pigmen dan stroma. Sementara itu, pada iris mata yang berwarna biru,
lapisan tersebut mengandung sedikit melanin.

Penampakan warna mata biru, hijau, dan hazel merupakan hasil dari hamburan Rayleigh pada
cahaya di stroma, sebuah fenomena yang mirip dengan penyebab langit berwarna biru. Hamburan
Rayleigh sendiri dapat dipahami sebagai hamburan elastis cahaya atau radiasi elektromagnetik
lainnya oleh partikel yang lebih kecil dari panjang gelombang cahaya.
Baik pigmen biru maupun hijau tidak pernah ada pada iris manusia maupun cairan mata. Dengan
demikian, warna mata merupakan warna struktural dan bervariasi tergantung pada kondisi cahaya,
terutama untuk warna mata yang terang. Warna struktural sendiri dihasilkan dari permukaan struktur
mikroskopis yang dapat mempengaruhi cahaya tampak yang kadang berkombinasi dengan pigmen.

Untuk lebih dapat memahami warna struktural kita bisa melihat bulu pada ekor merak yang memiliki
pigmen cokelat tetapi strukturnya membuatnya terlihat tampak berwarna biru, toska, hijau, atau
warna-warni.