Anda di halaman 1dari 10

Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Penentuan Konsentrasi Kalium dalam Urin Menggunakan Flame


Atomic-Emission Spectroscopy

Henivia Novanti, Nadya Indah, Abdi Jepri B, Ina Widia, Erma Febriani, Tyara
Hardini, Sarah Muthiah, Nuzaha BSA, Iflakhatul Ulfa
Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang

Abstrak :

Kalium merupakan ion bermuatan positif yang terdapat didalam sel sebanyak 95
% dalam cairan intraseluler. Kalium berperan bersama dengan klorida dalam
membantu menjaga tekanan osmotis dan keseimbangan asam basa. Tujuan
praktikum ini yaitu menentukan konsentrasi Kalium dalam urin menggunakan
Flame Emission Spectroscopy. Metode yang dilakukan meliputi pembuatan
larutan stok kalium, pembuatan larutan standar kalium, pengujian konsentrasi
kalium dalam urin dengan menggunakan atomic-emission spectroscopy, dan
selanjutnya menghitung kadar kalium. Hasil kadar kalium yang didapatkan kurang
dari nilai normal dalam urin yaitu sampel 1 : 3,14 mEq/L ; sampel 2 : 5,46 mEq/L
; sampel 3 : 10,12 mEq/L. dimana nilai kadar kalium dalam urin yang normal
sebesar 25-125 mEq/L.
Kata kunci : Kalium, Urin, Flame Atomic-Emission Spectroscopy.

Determination of Potassium Concentration in Urine Using Flame


Atomic-Emission Spectroscopy

Abstract :

Potassium is a positively charged ion that is present in 95% cells in intracellular


fluid. Potassium plays together with chloride in helping to maintain osmotic
pressure and acid-base balance. The purpose of this lab is to determine the
concentration of potassium in urine using Flame Emission Spectroscopy. Methods
include preparation of potassium stock solution, preparation of potassium standard
solution, testing of potassium concentration in urine by using atomic-emission
spectroscopy, and then calculating potassium levels. The results of potassium
levels obtained were less than normal in the urine sample 1: 3.14 mEq / L; Sample
2: 5.46 mEq / L; Sample 3: 10,12 mEq / L. Where the normal potassium content
level is 25-125 mEq / L.

Keywords: Potassium, Urine, Flame Atomic-Emission Spectroscopy.


Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Pendahuluan Kalium adalah ion


bermuatan positif, akan tetapi
Elektrolit merupakan
berbeda dengan natrium, kalium
senyawa dalam larutan yang ber-
terutama terdapat didalam sel,
disoiasi menjadi partikel yang
sebanyak 95% kalium berada di
bermutan positif atau negatif (ion
dalam cairan intraseluler (Almatsier,
posistif atau negative). Keseimbang-
2001).
an antara ion positif (kation) dan ion
negative (anion) disebut elektro- Peranan kalium mirip
netralitas. dengan natrium, yaitu kalium
bersama-sama dengan klorida
Sebagian besar proses
membantu menjaga tekanan osmotis
metabolism dipengaruhi oleh
dan keseimbangan asam basa.
berbagai elektrolit. Konsentrasi
Bedanya, kalium menjaga tekanan
elektrolit yang tidak normal dapat
osmotik dalam cairan intraselular
menyebabkan gangguan. Elektrolit
(Winarno, 1995).
berperan dalam menjaga homeostatis
tubuh. Pemeliharaan tekanan osmotic Proses absorpsi kalium
dan distribusi beberapa kompartemen didalam tubuh yang berfungsi
cairan tubuh manusia diatur oleh menjaga kadarnya tetap didalam
empat elektrolit mayor yaitu kalium darah dengan cara mengontrol
(K+), natrium (Na+), bikarbonat eksresinya. Kadar kalium yang tinggi
(HCO3-) dan klorida (Cl-). Pengujian dapat meningkatkan eksresi
keempat elektrolit mayor tersebut natrium,sehingga dapat menurunkan
dalam klinis dikenal dengan profil volume darah dan tekanan darah.
elektrolit (Scott, LeGrys, dan Dan kalium juga merupakan bagian
Klutts, 2006). essensial semua sel hidup,sehingga
akan banyak banyak terdapat
Praktikum kali ini bertujuan
didalam bahan makanan. Kebutuhan
menentukan konsentrasi Kalium
minimum akan kalium ditaksir
dalam urin menggunakan Flame
sebanyak 2000 mg sehari. Kalium
Emission Spectroscopy.
terdapat dalam semua makanan
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

mentah/ segar, terutama buah, transparan,sedang warna urin yang


sayuran dan kacang kacangan tidak normal akan berwarna kuning
(Almatsier, 2001). muda urine berasal dari zat umpedu
(bilirubin dan biliverdin). Urin
Fungsi Kalium dalam
normal manusia terdiri dari air, urea,
Tubuh Fungsi kalium dalam tubuh
asam urat, amoniak, kreatinin, asam
menurut Kartasapoetra (2005) adalah
laktat, asam fosfat, asam sulfat,
sebagai berikut :
klorida, garam-garam terutama
a. Merupakan unsur anorganik garam dapur (Kus Irianto, 2004).
yang penting di dalam cairan
Ada 3 tahap pembentukan
intraseluler.
urin :
b. Penting dalam transmisi
implus-implus saraf. Proses filtrasi proses ini terjadi di
c. Penting untuk kontraksi otot. glomerulus, proses filtrasi terjadi
d. Penting untuk pertumbuhan. karena permukaan aferen lebih
besar dari permukaan aferen
Urin atau air seni merupa-
sehingga terjadi penyerapan darah
kan sisa cairan sisa cairan yang
Proses reabsorpsi adalah proses
dieksresikan oleh ginjal yang
dikembalikanya air bersama
kemudian akan dikeluarkan dari
dengan glukosan, asam amino,
dalam tubuh memalui proses
asam urat dan protein yang
urinalisasi. Eksresi urin diperlukan
berhasil menembus filter
untuk membuang molekul-molekul
glomerulus ke aliran darah.
sisa dalam darah yang akan disaring
Proses Sekresi merupakan proses
oleh ginjal untuk menjaga
penyerapan urin sisa dari filtrasi
homeostatis cairan tubuh (Iqbal Ali,
dan reabsopsi. Proses penyerapan
2008).
urine ini pada tubulus dan
Komposisi zat-zat dalam diteruskan ke piala ginjal
urin bervariasi tergantung dari jenis sebelumnya dan diteruskan ke
makanan serta air yang diminum. ureter masuk ke vesika urinaria
Urin normal berwarna jernih
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Prinsip pemeriksaan kalium Bahan yang digunakan dalam


menggunakan spektrofotmetri emisi praktikum ini diantaranya
nyala (flame emission spectroscopy) aquabidest, KCl, dan sampel urin.
adalah sampel diencerkan dengan
Prosedur
cairan pengencer litium atau cesium,
lalu dihisap dan dibakar diatas nyala Pembuatan larutan stok kalium.

gas propan. Ion natrium, kalium, Dilakukan dengan cara menimbang

litium, dan sesium bila mengalami sebanyak 19,12 mg KCl kemudian

pemanasan akan memancarkan dilarutkan dalam aquabidest 100 ml

cahaya dan menghasilkan panjang dalam labu ukur sehingga didapatkan

gelombang tertentu (natrium akan larutan kalium dengan konsentrasi

berwarna kuning dan panjang 100 ppm.

gelombang 589 nm, kalium Pembuatan larutan standar


memancarakan warna ungu dan kalium.
panjang gelombang 768 nm, litium
Dilakukan dengan cara
panjang gelombang 671 nm dan
mengencerkan larutan stok kalium
sesium825 nm). Pancaran cahaya
100 ppm dengan aquabidest menjadi
akibat dari pemanasan ion
variasi konsentrasi kalium bertingkat
dipisahkan dengan filter dan dibawa
yaitu 64 ppm, 32 ppm, 16 ppm, 8
ke detector sinar (Scott, LeGrys, dan
ppm, dan 4 ppm.
Klutts, 2006).
Pengujian konsentrasi kalium
dalam urin.
Metode
Dilakukan dengan menggunakan alat
Alat atomic emission spectroscopy

Alat yang digunakan dalam dengan cara mengalirkan larutan

praktikum ini diantaranya beaker blanko aquabides terlebih dahulu

glass, labu ukur, mikropipet, pipet hingga pembacaan meter stabil (alat

tetes, dan vial. menunjukkan angka 0). Setelah stabil


dilakukan pengukuran kadar kalium
Bahan
pada larutan standar kalium dimulai
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

dari konsentrasi paling rendah 10 mg


hingga paling tinggi dengan
mengalirkan larutan tersebut ke =
dalam alat kemudian catat intensitas
39 = 745
emisinya pada masing-masing
x = 19, 1025 mg
konsentrasi larutan standar. Setelah
itu alat kembali di stabilnya
Perhitungan standar
pembacaan meternya dengan
mengalirkan blanko aquabides ke Konsentrasi Intensitas
dalam alat sehingga menunjukkan standar
angka 0. Setelah itu, dilakukan 64 ppm = 17,5
pengukuran kadar kalium pada 32 ppm = 8,25
sampel urin dengan cara mengalirkan
16 ppm =3
sampel pada alat lalu catat intensitas
emisinya. Setelah itu hitung kadar 8 ppm = 2,25
kalium dalam sampel urin dengan 4 ppm = 1,25
cara memasukkan nilai intensitas
emisi sampel ke dalam persamaan
1. 64 ppm
kurva baku larutan standar.
N1. V1 = N2. V2
100. x = 64. 10

Hasil x = 6,4 mL
2. 32 ppm
Perhitungan KCl
N1. V1 = N2. V2
Standar K 100 ppm 100 mL 100 100. x = 32. 10
mg/100 mL x = 3,2 mL
3. 16 ppm
N1. V1 = N2. V2
+ -
KCl K + Cl 100. x = 16. 10
74,5 39 35,5 x = 1,6 mL
4. 8 ppm

Analisis Biomedik dan Forensik 2017

N1. V1 = N2. V2
100. x = 8. 25 - Sampel 1
x = 2 mL y = 0,2752x - 0,375
5. 4 ppm 3 = 0,2752x - 0,375
N1. V1 = N2. V2 x = 12,26 ppm x = 122,6 ppm
100. x = 4. 25
x = 1 mL
- Sampel 2
Pembuatan Kurva Baku K y = 0,2752x - 0,375
5,5 = 0,2752x - 0,375
x = 21,34 ppm x = 213,4 ppm

- Sampel 3
y = 0,2752x - 0,375
10,5 = 0,2752x - 0,375
x = 39,52 ppm x = 395,2 ppm
1 ppm = /

Faktor pengenceran =

Intensitas sampel urin


Kadar Normal Kalium Urin =
(Pengenceran 10x)
25-125 mEq/L
Sampel Intensitas Rata-
1 2 rata
Konsentrasi K dalam urin
1 3 3 3
2 5 6 5,5
Sampel 1 = 122,6 ppm x =
3 9 12 10,5
3,14 mEq/L (Tidak Normal)
Sampel 2 = 213,4 ppm x =
Perhitungan konsentrasi K 5,46 mEq/L (Tidak Normal)
dalam urin Sampel 3 = 395,2 ppm x =
y = 0,2752x - 0,375
10,12 mEq/L (Tidak Normal)
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

Pembahasan Kalium Klorida sebesar 100 ppm.


Pada praktikum ini Larutan stock ini berfungsi untuk
dilakukan penentuan kadar kalium pembuatan larutan standar dengan
dalam sampel urin dengan variasi konsentrasi yaitu 4 ppm, 8
menggunakan instrumen FES ppm, 16 ppm, 32 ppm dan 64 ppm.
(Flame-Emission Spectroscopy). Didapatkan hasil yang berbeda-beda
Tujuan dilakukannya pengujian ini dalam pembacaan.
adalah mengetahui dan menentukan Variasi konsentrasi larutan
kadar natrium yang dikandung oleh standar ini bertujuan untuk melihat
sampel urin yang digunakan dengan hubungan konsentrasi larutan standar
menggunakan FES. dengan intensitas kalium yang
Kalium dalam darah sulit terkandung dalam larutan standar.
untuk ditentukan karena kadarnya Masing-masing larutan standar
yang dalam darah atau serum yang ditentukan intensitas kaliumnya
sangat kecil berkisar 3,5 sampai 5,0 dengan menggunakan Flame
mEq/L. Sebagian besar kalium Emission Spectroscopy. Sebelum
diekskresikan melalui ginjal di dalam pengukuran intensitas kalium dalam
urin (sekitar 90%), jumlah rata-rata variasi konsentrasi larutan standar,
yang dikeluarkan adalah 40 mEq/L selang yang berada pada Flame
perhari (antara 25 125 mEq/L Emission Spectroscopy dicelupkan
perhari) (Kee, 2007). ke dalam larutan blanko yang hanya
Metode yang digunakan berisi aquabidest, tujuannya untuk
dalam menentukan kadar kalium mengkalibrasi agar pembacaan
dalam urin yaitu metode Flame menunjukkan angka nol. Pada saat
Atomic-Emission Spectroscopy yang selang dicelupkan ke dalam larutan
menggunakan nyala api sebagai dengan bantuan gas propana, gas ini
atomizer dan lampu katoda sebagai digunakan sebagai pembakaran
sumber sinar. untuk membebaskan air sehingga
Prosedur yang digunakana yang tersisa hanya kadar kaliumnya.
pada praktikum ini pertama kali Setelah itu, masing-masing
dilakukan pembuatan larutan stock larutan standar diuji intensitas
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

kaliumnya dimulai dari konsentrasi mendeteksi kalium pada panjang


terendah hingga konsentrasi gelombang 768 nm secara kuantitatif
tertinggi. Setelah pengukuran dengan memancarkan pijaran
intensitas kalium pada larutan berwarna ungu.
standar, dilanjutkan dengan Hasil yang diperoleh dari
pengukuran intensitas kalium dalam praktikum kali ini adalah kita
sampel urin. Sampel urin yang mengetahui nilai dari kadar kalium di
dipakai berasal dari 3 responden. dalam urine. Pengujian dilakukan
Sampel urin diambil sebanyak 1 ml terhadap 3 sample. Hasil yang
kemudian diencerkan dalam diperoleh sebesar 3,14 mEq/L pada
aquabidest hingga volume 10 ml, sample pertama (tidak normal), 5,46
kemudian diukur intensitasnya mEq/L pada sample kedua (tidak
dengan menggunakan alat yang sama normal), dan 10,12 mEq/L pada
yaitu Flame Emission Spectroscopy. sample yang ketiga (tidak normal).
Pengenceran yang dilakukan
Dari ketiga hasil tersebut
pada larutan standar dan sampel urin
diperoleh nilai rata-rata kadar kalium
bertujuan agar intensitas kalium
dalam urine sample sebesar 6,24
dapat terbaca dalam alat, sebab
mEq/L dan kadar tertinggi diperoleh
apabila intensitas kalium dalam
dari sample ketiga dengan kadar
larutan terlalu tinggi, pembacaan
10,12 mEq/L. Dengan nilai kadar
intensitas akan melebihi kemampuan
normal kalium dalam urine sebesar
pengukuran Flame Emission
25-125 mEq/L.
Spectroscopy. Fungsi penggunaan
aquabides bertujuan agar larutan Bila kadar kalium dalam

terhindar dari pengotor atau urine kurang dari 3,5 mEq/L maka

kontaminan, karena aquabidest dapat disebut sebagai hypokalemia,

adalah air yang sudah dalam bentuk namun jika melebihi batas normal,

paling murni sehingga akan dapat juga disebut sebagai

meningkatkan kemurnian larutan. hyperkalemia. Dari, hasil yang

Penggunaan Flame Emission diperoleh diatas, ketiga sample

Spectroscopy karena alat ini mampu memiliki nilai kadar kalium yang
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

berada di bawah nilai normal, emisi cahaya yang sepsifik untuk


sehingga bisa dikatakan bahwa setiap zat, dapat digunakan untuk
sample tersebut mengalami mendeteksi kalium dalam urin baik
hypokalemia. secara kualitatif maupun kuantitatif.
Hasil pengukuran kalium
Beberapa hal yang dapat
pada sampel urin mahasiswa
menyebabkan hypokalemia ini
Fakultas Farmasi Shift A
adalah, asupan kalium yang kurang,
menunujukkan sampel yang
pengeluaran kalium berlebihan, dan
dianalisi memiliki kadar kalium
kalium yang masuk ke dalam sel.
kurang dari nilai normal dalam urin
Kondisi ini dapat diperparah apabila
yaitu sampel 1 : 3,14 mEq/L ; sampel
penderit hypokalemia menderita,
2 : 5,46 mEq/L ; sampel 3 : 10,12
diare, muntah, aldosterone primer,
mEq/L
dan juga asidosis tubular ginjal.

Pada kasus hipokalemia


Daftar Pustaka
berat, kalium dapat diberikan secara
intravena. Hal ini harus dilakukan Kee, Joyce L. 2007. Pedoman
dengan sangat hati-hati dan hanya Pemeriksaan Laboratorium
dapat dilakukan di rumah sakit, dan Diagnostik. Jakarta:
untuk menghindari kenaikan kadar Penerbit Buku Kedokteran
kalium yang terlalu tinggi. EGC.
Konsentrasi kalium dalam darah Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar
orang dengan hipokalemia berat ini Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia
wajib diperiksa ulang secara Pustaka Utama
periodik. Bila kondisi membaik,
Iqbal, Ali.2008. Sistematika
jenis pengobatan dapat diubah.
Tumbuhan Cryptogamae. Jakarta:
Erlangga
Simpulan
Spektrofotometri Nyala Irianto, Kus. 2004. Struktur dan
Emisi Atom (FAES) merupakan Fungsi Tubuh Manusia
metode yang didasarkan pada tingkat
Analisis Biomedik dan Forensik 2017

untuk Paramedis. Jakarta: Elsevier Saunders (1) : 93-


Yrama Widya. 1014

Scott M.G., LeGrys, V.A. dan Klutts Sunardi, 2006. Unsur Kimia, Yrama
J. 2006. Electochemistry Widya, Jakarta
and blood gases In: Tietz
text book of clinical
chemistry and molecular
th
diagnostics,4 edition.