Anda di halaman 1dari 28

Lampiran : Peraturan Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten

Nomor : 030/PER/DIR/DDS/VII/2015
Tanggal : 1 Juli 2015
BAB I

DEFINISI

A. Kinerja

Kinerja atau prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan
kepadanya. Kinerja merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat
dinilai dari hasil kerja. Kinerja pada dasarnya bergantung pada 3 hal yaitu kemampuan, keinginan
dan lingkungan. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja individu dapat dibagi menjadi faktor
internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang berhubungan dengan kecerdasan,
keterampilan, kestabilan emosi, sifatsifat seseorang, meliputi sikap, sifatsifat kepribadian, sifat
fisik, keinginan atau motivasi, umur, jenis kelamin, pendidikan, pengalaman kerja, latar belakang
budaya dan variabel-variabel personal lainnya. Faktor eksternal yaitu faktorfaktor yang
mempengaruhi kinerja yang berasal dari lingkungan, meliputi peraturan ketenagakerjaan, keinginan
pelanggan, pesaing, kondisi ekonomi, kebijakan organisasi, kepemimpinan, tindakantindakan
rekan kerja jenis latihan dan pengawasan, sistem upah dan lingkungan sosial.

B. Penilaian kinerja
Penilaian kinerja merupakan kajian sistematis tentang kondisi kerja pegawai yang
dilaksanakan secara formal yang dikaitkan dengan standar kerja yang ditentukan perusahaan.
Penilaian kinerja dapat dilihat dari hasil atau tingkat keberhasilan seseorang secara keseluruhan
selama periode tertentu dalam melaksanakan tugas dibandingkan dengan berbagai kemungkinan,
seperti standar hasil kerja, target atau sasaran atau kriteria yang telah ditentukan terlebih dahulu
telah disepakati bersama. Analisis kinerja perlu dilakukan terus menerus melalui proses komunikasi
pegawai dengan pimpinan/penilai. Evaluasi kinerja sendiri merupakan alat yang paling baik untuk
menentukan apakah karyawan telah memberikan hasil kerja yang memadai dan melaksanakan
aktivitas kinerja sesuai dengan standar kinerja dan membuat rekomendasi perbaikan.

C. Penilaian Kinerja Perawat

Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan di rumah sakit memegang peranan penting
dalam upaya mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Keberhasilan pelayanan kesehatan

1
bergantung pada partisipasi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas bagi
pasien. Hal ini terkait dengan keberadaan perawat yang bertugas selama 24 jam melayani pasien,
serta jumlah perawat yang mendominasi tenaga kesehatan di rumah sakit, yaitu berkisar 4060%.
Oleh karena itu, rumah sakit haruslah memiliki perawat yang berkinerja baik yang akan menunjang
kinerja rumah sakit sehingga dapat tercapai kepuasan pasien.
Penilaian kinerja perawat adalah proses mengevaluasi tingkat pencapaian hasil seorang
perawat dalam melakukan pekerjaannya jika dibanding dengan standar atau indikator yang telah
ditetapkan, secara kuantitatif maupun kualitatif dalam kurun waktu tertentu sehingga dapat
diketahui seberapa produktifitas perawat tersebut.
Selain mengacu pada lima standar asuhan pelayanan keperawatan, aspek penilaian kinerja
perawat juga meliputi kualitas praktik keperawatan, pendidikan perawat, praktik profesional
perawat, collegiality, kolaborasi, tindakan etik, penggunaan sumber daya dan penelitian.

Penilaian kinerja perawat ini dilakukan oleh Komite Keperawatan yang salah satu tugasnya
adalah mengawasi dan mengevaluasi kinerja perawat. Penilaian dilakukan oleh Komite
Keperawatan setiap hari dengan melihat apa saja pelayanan keperawatan yang telah dilakukan
dalam satu hari. Penilaian tersebut kemudian akan direkap selama satu tahun, kemudian akan
dilakukan evaluasi.

D. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja Perawat

Tujuan penilaian kinerja perawat adalah untuk mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi
atau tingkat keberhasilan atau kegagalan seorang perawat dalam melaksanakan tugas/jabatan yang
menjadi tanggung jawabnya.Penilaian kinerja merupakan faktor kunci untuk mengembangkan suatu
organisasi secara efektif dan efisien. Sedangkan manfaat dari penilaian kinerja perawat, yaitu :
1. Memperoleh informasi terutama tentang kegiatan apakah telah dilaksanakan sesuai dengan
rencana dan memberikan umpan balik
2. Mempertanggung jawabkan tugas/kegiatan yang telah dilakukan
3. Sebagai bahan untuk mengambil keputusan dalam mengembangkan program/kegiatan dan
tindak lanjut dari aktifitas monitoring.
4. Menentukan kompetensi pekerjaan dan meningkatkan kinerja dengan menilai dan
mendorong hubungan yang baik diantara pegawai dalam hal ini perawat.

2
5. Menghargai pengembangan staf dan memotivasi perawat kearah pencapaian kualitas yang
tinggi.
6. Menggiatkan konseling dan bimbingan dari manajer
7. Memilih perawat yang berkualitas untuk pengembangan dan peningkatan gaji.
Penilaian kinerja secara membangun dapat untuk melihat prestasi yang dicapai oleh perawat,
kekurangan perawat yang menghambat kinerja, dan prestasi-prestasi yang dapat dikembangkan.

E. Metode penilaian kinerja

Metode penilaian kinerja harus dirancang supaya penilaian dapat bersifat objektif,
mengurangi bias, valid, empiris, sensitif, dan sistematis. Penilaian kinerja dapat dilakukan dengan
menggunakan system rating yang relevan, pengukuran dapat bersifat subjektif (dinilai oleh diri
sendiri) atau objektif (dinilai oleh orang lain). Metode atau teknik penilaian kinerja dapat digunakan
dengan pendekatan berorientasi masa lalu (retrospective) dan masa depan (prospective).

Untuk penilaian kinerja perawat RSKB Diponegoro Dua Satu Klaten dilakukan oleh Komite
Keperawatan, yang dilaksanakan dengan cara mengaudit catatan keperawatan. Audit
memungkinkan tinjauan teratur mengenai informasi pada catatan pasien yang memberikan dasar
untuk evaluasi tentang kualitas dan ketepatan perawatan yang diberikan oleh perawat. Aspek yang
diaudit terdiri dari struktur, proses dan tujuan yang telah ditetapkan dan secara sistematis dievaluasi
berdasarkan kriteria yang jelas. Catatan keperawatan diaudit dengan menggunakan form
retrospective audit yang dimodifikasi dari Gillies, terdiri dari 11 pernyataan yang berhubungan
dengan lima proses standar pelayanan keperawatan yakni pengkajian, diagnosis, perencanaan,
implementasi dan evaluasi.

BAB II

RUANG LINGKUP

Panduan ini diterapkan kepada semua perawat di Unit Gawat Darurat, Unit Rawat Jalan, Unit
Rawat Inap, Unit HCU, Unit Kamar Operasi dan Unit Hemodialisa di Rumah Sakit Khusus Bedah
Diponegoro Dua Satu Klaten.

Pelaksana panduan ini adalah Komite Keperawatan Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro
Dua Satu Klaten, yang dibentuk untuk meningkatkan profesionalisme tenaga keperawatan serta

3
mengatur tata kelola klinis yang baik agar mutu pelayanan keperawatan yang berorientasi pada
keselamatan pasien di Rumah Sakit lebih terjamin dan terlindungi.

BAB III

TATA LAKSANA

A. Kebijakan
1. Sebelum dilakukan penilaian, rumah sakit wajib memberikan pemberitahuan mengenai tata
cara pengisian form dan kepentingan dari penilaian kinerja perawat secara terbuka dalam
bentuk sosialisasi terhadap perawat di Unit Gawat Darurat, Unit Rawat Jalan, Unit Rawat
Inap, Unit ICU, dan Unit Hemodialisa di Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua
Satu Klaten.
2. Setiap perawat mengisi catatan keperawatan, dalam hal ini log book keperawatan setiap hari
sesuai dengan apa yang dilakukan hari tersebut.
3. Komite keperawatan merekap dan mengisikan ke dalam form laporan bulanan dan
ditandatangani oleh kepala ruang.
4. Form bulanan setiap perawat kemudian di serahkan kepada bagian administratif.
5. Secara tahunan tiap form bulanan kemudian direkap dan diisikan ke form tahunan untuk
kemudian diklasifikasikan ke dalam kategori baik dan kurang sesuai dengan kategori
penilaian masing-masing poin oleh Komite Keperawatan dan ditandatangani oleh direktur
Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten.
6. Hasil penilaian masing-masing perawat kemudian di laporkan ke perawat tersebut untuk
kemudian di lakukan evaluasi.

B. Kewajiban dan Tanggung Jawab


1. Seluruh staf Rumah Sakit
a. Bekerja sama dengan perawat terkait untuk meningkatkan pelayanan medik
b. Mengingatkan apabila terdapat kekurangan dalam pelayanan keperawatan kepada pasien.
2. Komite Keperawatan
a. Memastikan seluruh staf disetiap unit memahami adanya penilaian kinerja keperawatan.
b. Memotivasi perawat di setiap unit untuk melakukan poin poin penilaian dengan sebaik
mungkin.
c. Mengisi form penilaian kinerja keperawatan harian
d. Merekap penilaian kinerja keperawatan harian dan mengisikan pada form penilaian
kinerja keperawatan tahunan
e. Mengevaluasi penilaian kinerja keperawatan secara tahunan dan melakukan intervensi
awal bila terdapat hasil yang kurang memuaskan.
3. Staff Administrasi

4
a. Mengumpulkan form harian dan tahunan setiap perawat.
4. Direktur
a.
Memantau dan memastikan panduan penilaian kinerja perawat dikelola dengan baik oleh
perawat dan Komite Keperawatan.
b.
Menilai form tahunan dan melakukan evaluasi tahunan bagi setiap perawat.
c.
Menjaga standarisasi dalam menerapkan panduan kinerja perawat dan melakukan revisi
bila terdapat perubahan.
C. PROSEDUR
1. Prosedur Pengisian Form Harian
a) Perawat mengisi catatan keperawatan, dalam hal ini log book keperawatan setiap hari sesuai
dengan apa yang dilakukan hari tersebut.
b) Komite Keperawatan meneliti identitas dalam form apakah terdapat kesalahan nama dan
gelar
c) Pengisian menggunakan tinta hitam dan apabila kotak yang disediakan tidak cukup, dapat
diberi tanda untuk ditulis di area yang tersedia di luar kotak.
d) Penjelasan masing-masing kolom:
1. Kolom pertama berisi item butir kegiatan yang dinilai. Butir kegiatan yang dinilai
terdiri dari empat bagian, yaitu mengenai pemberian asuhan keperawatan
individu/keluarga/kelompok/masyarakat, pengelolaan pelayanan keperawatan,
pelaksanaan tugas jaga dan siaga, dan pelaksanaan tugas khusus. Masing-masing
bagian memiliki kriteria penilaian yang spesifik yang dibagi menjadi beberapa poin.
2. Kolom kedua yaitu jumlah prestasi kerja bulanan pada bulan 1-12.
3. Kolom ketiga berisi jumlah, yang dimaksud adalah jumlah kejadian yang dilakukan
oleh perawat sesuai dengan poin yang dimaksud. Kolom ini diisi setiap akhir bulan.
e) Penjelasan baris/item penilaian :
A. Memberikan asuhan keperawatan individu/keluarga/kelompok/masyarakat: Merupakan
butir kegiatan bagian pertama yang akan terbagi menjadi beberapa poin. Bagian ini akan
menilai apakah perawat sudah melaksanakan lima standar asuhan keperawatan, mulai dari
pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan evaluasi.
1. Melaksanakan pengkajian keperawatan berupa pengkajian dasar : Pengkajian
merupakan langkah pertama dari proses keperawatan dengan mengumpulkan data-data
yang akurat dari pasien sehingga akan diketahui berbagai permasalahan yang ada.
2. Menerima konsultasi pengkajian keperawatan: Perawat menerima konsultasi masalah
keperawatan dari pasien.
3. Melaksanakan analisis data untuk merumuskan diagnosa keperawatan: Setelah
mendapatkan data dari permasalahan yang ada, dan kemudian melaksanakan pengkajian

5
lanjut, perawat menganalisa data-data yang ada, kemudian merumuskan diagnosa
keperawatan.
4. Merencanakan tindakan keperawatan sederhana: Setelah diagnosis keperawatan dapat
ditegakkan, maka perawat merencanakan tindakan keperawatan sederhana untuk
mengatasi masalah kesehatan/keperawatan yang bersifat sederhana.
5. Melaksanakan tindakan keperawatan dasar dan kompleks.
Tindakan Keperawatan Dasar dibagi menjadi IV kategori, dan Tindakan Keperawatan
Kompleks dibagi menjadi III kategori.

Tindakan Keperawatan Dasar yang dimaksud adalah:


Tindakan Keperawatan Dasar Kategori I: adalah tindakan keperawatan dasar yang
memerlukan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh semua jenjang jabatan perawat,
tanpa kesulitan dan tanpa mengandung resiko. Yang termasuk tindakan
keperawatan kategori I adalah:
1. Menyiapkan dahak untuk pemeriksaan
2. Menyiapkan hapusan tenggorok dan hidung
3. Menyiapkan hapusan mata
4. Meyiapkan hasil biopsi untuk pemeriksaan
5. Menyiapkan cairan luka (pus) untuk pemeriksaan)
6. Membersihkan tempat tidur
7. Membuat larutan sabun
8. membuat larutan lysol
9. Membuat larutan saflon
10. Mencuci tangan dengan cara biasa
11. Mencuci tangan dengan cara desinfeksi
12. Mencucui tangan dengan cara steril
13. Desinfeksi
14. Sterilisasi
15. Memelihara peralatan dari logam
16. Memelihara peralatan dari gelas
17. Memelihara peralatan dari karet
18. Menimbang berat badan
19. Menolong memberikan urinal
20. Memberikan obat melalui kulit
21. Meneteskan obat tetes hidung
22. Memberikan obat melalui selaput lendir saluran pencernaan
23. Pengambilan urine biasa
24. Memasang manset
Tindakan Keperawatan Dasar Kategori II: adalah tindakan keperawatan dasar yang
memiliki kesulitan minimal dan memerlukan bimbingan tanpa mengandung resiko
tapi perlu pengalaman kerja. Yang termasuk tindakan keperawatan dasar kategori II
adalah:

6
1. Memberikan obat tetes mata

2. Memberikan obat mata

3. Irigasi mata

4. Pemberian obat tetes telinga

5. Pemberian obat tetes hidung

6. Pemberian obat supositoria melalui anus

7. Menyiapkan alat untuk mengumbah lambung

8. Menyiapkan alat untuk mengumbah kandung kemih

9. Menyiapkan cairan otak untuk pemeriksaan

10. Menyiapkan cairan lambung

11. Menyiapkan cairan rongga pleura

12. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan individu

13. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan keluarga

14. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan kelompok

15. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan masyarakat

16. Merapihkan tempat tidur

17. Memindahkan pasien berjalan menuju kursi

18. Mengatur posisi berbaring pasien (fowler)

19. Mengatur posisi berbaring pasien (sim)

20. Mengatur posisi berbaring pasien (trendelenburg)

7
21. Mengatur posisi berbaring pasien (dorsal recumbant)

22. Mengatur posisi berbaring pasien (genu postural)

23. Mengganti alat tenun kotor pada tempat tyidur tanpa memindahkan pasien

24. Mengukur suhu badan

25. Menghitung pernafasan

26. Mengukur tekanan darah

27. Memandikan pasien di tempat tidur

28. Menyisir rambut

29. Mencuci rambut

30. Memasang kap kutu

31. Menyikat gigi

32. Membersihkan mulut

33. Memelihara gigi palsu

34. Memelihara mulut pasien yang patah tulang rahang atau menjalani operasi
rahang

35. Memotong kuku

36. Membantu memberikan makan dan minuman kepada pasien

37. Menghidangkan makanan dan minuman kepada pasien yang dapat makan
sendiri

38. Menghidangkan makanan dan minuman kepada pasien yang tidak dapat
makan sendiri

8
39. Memelihara kebersihan Vulva dan Perineum

40. Memberi gliserin dengan spuit

41. Memberikan huknah rendah

42. Memberikan huknah tinggi

43. Memasang pembalut pada luka

44. Mengganti balutan

45. Mengangkat jahitan luka

46. Memberikan kompres panas

47. Memberikan kompres basah

48. Memberikan kirbet es

49. Memasang bantal angin

50. Perawatan pasien yang akan meninggal

51. Memberikan obat melalui mulut

52. Pengumbahan dengan mempergunakan spuit

53. Pengumbahan dengan cara tetesan

54. Meneteskan obat pada mata

55. Memberikan salf mata

56. Meneteskan obat tetes telinga

57. Pemberian obat melalui vagina

58. Pemberian obat melalui anus

9
59. Pemeriksaan kadar gula dalam urine

60. Benedict Test

61. Pemeriksaan dengan menggunakan pita test

62. Pengambilan bahan UCT

63. Pengumpulan urine selama 24 jam

64. Penyediaan faeces untuk kultur

65. Mengambil darah perifer

66. Penyuluhan kesehatan pada individu

67. Mengisi sensus harian

68. Mengisi formulir permintaan barang

69. Mengisi formulir permintaan makanan pasien baru

70. Mengisi formulir permintaan obat-obatan rutin

71. Mengisi formulir permintaan instrumen insidental

72. Mengisi formulir perbaikan alat

73. Mengisi formulir permintaan pemeriksaan laboratorium

74. Mendampingi pasien konsul

75. Menyuapi pasien

76. Melatih pasien bernafas dalam dan batuk

77. Melaksanakan program orientasi minimal pada pasien

78. Observasi pasien yang sedang di manset

10
79. Menolong pasien pindah dari satu ruang ke ruang lain

Tindakan keperawatan dasar kategori III : adalah tindakan keperawatan dasar yang
mempunyai kesulitan sedang dan memerlukan pengalaman tanpa mengandung
resiko. Yang termasuk tindakan keperawatan dasar kategori III adalah:

1. Pemberian obat melalui pernafasan unit zat asam (oksigen)

2. Memberikan suntikan intracutan

3. Memberikan suntikan subcutan

4. Memberikan suntikan intramuskuler

5. Mengambil darah vena

6. Penyuluhan kesehatan kepada keluarga

Tindakan keperawatan dasar kategori IV: adalah tindakan keperawatan dasar yang
mempunyai kesulitan sedang dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikis. Yang
termasuk tindakan keperawatan dasar kategori IV:

1. Memberikan suntikan intravena

2. Memberikan infus

3. Tranfusi darah

4. Menyiapkan alat DC Shock dalam keadaan siap pakai (ICU)

5. Melakukan EKG

Tindakan Keperawatan Kompleks yang dimaksud adalah:


Tindakan keperawatan kompleks kategori I: adalah Tindakan keperawatan
kompleks dengan kesulitan minimal, perlu bimbingan dapat menimbulkan
gangguan fisik dan psikis, perlu pengalaman kerja. Yang termasuk tindakan
keperawatan kompleks kategori I:

11
1. Pengambilan urine steril

2. Mengukur berat jenis urine

3. Pemeriksaan jumlah protein dalam urine

4. Pengujian pemekatan (Concentrate Test)

5. Pemeriksaan Creatinin Clearence (CCT)

6. Pengambilan darah arteri

7. Auskultasi abdomen

8. Pemeriksaan infiltrasi cairan subcutan

9. Pemeriksaan fungsi peralatan suction

10. Pemeiksaan kebebasan traksi

11. Pemeriksaan oedema di sekitar luka operasi

12. Pemeriksaan naso gastric tube pasien

13. Pemeriksaan ketepatan tinggi alat bantu jalan

14. Deteksi skin test positif

15. Observasi keluhan gatal

16. Mengeluarkan ASI secara manual

17. Persiapan alat anastesi

18. Menyiapkan alat temporary pacemaker

19. Melakukan auskultasi dada

20. Dll pemeriksaan komplek

12
Tindakan keperawatan komplek Kategori II: adalah tindakan keperawatan
kompleks dengan kesulitan sedang, dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikis,
perlu pengalaman dan tambahan pengetahuan. Yang termasuk tindakan
keperawatan komplek kategori II adalah:

1. Memberi makan pada pasien bayi melalui NGT

2. Menolong pasien bayi dengan epistaksis

3. Menolong bayi dengan perdarahan tali pusat

4. Irigasi telinga

5. Perawatan pasien dengan racheostomi

6. Pemberian obat inhalasi

7. Pemberian obat melalui saluran kemih

8. Menolong memberikan minuman pada pasien khusus

9. Vena sectie

10. Mengumbah lambung

11. Mengumbah kandung kemih

12. Irigasi mata

13. Jahit luka

14. Macam-macam tindakan observasi fisiologis dan patologis

Tindakan Keperawatan Komplek Kategori III : yaitu tindakan keperawatan


kompleks dengan kesulitan besar, dapat mengancam keselamatan jiwa, perlu
tambahan pengetahuan khusus melalui pelatihan. Yang termasuk tindakan
keperawatan komplek kategori III adalah:

1. Memasang NGT

13
2. Memberikan makan pasien dg labioschisiz

3. Penyuluhan kesehatan kelompok

4. Mengobservasi perdarahan

5. Mengobservasi dehidrasi

6. Mengobservasi masuknya benda asing ke dalam tubuh

7. Mengobservasi gangguan sirkulasi

8. Mengobservasi presentase dari bagian tubuh yang terbakar

9. Mengobservasi reaksi tranfusi darah

10. Mengobservasi dehidrasi adekuat

11. Mengobservasi obstruksi jalan nafas

12. Mengobservasi sianosis

13. Megobservasi diare

14. Mengobservasi hilangnya kemampuan berbicara

15. Membuat jadwal dinas

6. Melaksanakan tugas instrumentator/asisten ditulis jumlah operasi yang diikuti sebagai


asisten operator atau instrumentator. Jumlah dituliskan masing-masing untuk operasi
kecil, sedang, besar, atau khusus.
7. Melaksanakan evaluasi keperawatan sederhana, yaitu kegiatan menilai pencapaian hasil
tindakan keperawatan, sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
8. Menerima konsultasi evaluasi keperawatan secara sederhana, adalah kegiatan
memberikan konsultasi, bimbingan, pengarahan, dan menerima rujukan dari perawat
untuk pelaksanaan evaluasi keperawatan pada masalah keperawatan sederhana.

B. Mengelola pelayanan keperawatan: bagian kedua dari penilaian ini menilai para perawat
yang bertugas sebagai pengelola di rumah sakit. Bagian ini hanya terdiri dari 1 poin.

14
1. Bertugas sebagai pengelola di Rumah Sakit sebagai : a. Pengawas keliling b. Kepala
Ruangan. Beberapa perawat di Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu
Klaten mendapatkan tugas tambahan sebagai pengelola di Rumah Sakit selain dari tugas
rutin nya sebagai perawat baik di Unit Gawat Darurat, Unit Rawat Jalan, Unit Rawat Inap,
Unit HCU, Unit Kamar Operasi dan Unit Hemodialisa di Rumah Sakit Khusus Bedah
Diponegoro Dua Satu Klaten.

C. Melaksanakan tugas jaga dan siaga. Bagian ini menilai berapa kali dalam satu bulan,
seorang perawat berdinas pagi, sore, malam. Setiap dinas jaga tersebut memiliki bobot nilai
yang berbeda-beda.
1. Tugas jaga dan siaga di Rumah Sakit: a. Jaga Pagi b. Jaga Sore c. Jaga Malam

D. Melaksanakan tugas khusus: Bagian ini menilai kegiatan-kegiatan khusus yang harus
dikerjakan oleh perawat yang mendapatkan bobot poin lebih tinggi dibadingkan tugas-tugas
lainnya.
1. Tugas di unit pelayanan kesehatan yang mempunyai resiko tinggi: Unit pelayanan
kesehatan yang mempunyai resiko tinggi yang dimaksud adalah misalnya ketika perawat
melayani pasien dengan penyakit menular.

f) Setelah akhir bulan, dilakukan perekapan dan ditandatangani oleh perawat yang bersangkutan
dan Komite Keperawatan terkait.dan diserahkan ke staf administrasi dalam bentuk asli
(sebelumnya difotokopi oleh perawat untuk arsip pribadi).

2. Prosedur Pengisian Form Tahunan

a) Komite Keperawatan meneliti identitas dalam form tahunan, apakah terdapat kesalahan
nama dan gelar.
b) Pengisian menggunakan tinta hitam dan apabila kotak yang disediakan tidak cukup, dapat
diberi tanda untuk ditulis di area yang tersedia di luar kotak.
c) Pengisian form tahunan diisi berdasarkan hasil rekapan dari form harian yang telah direkap.
c) Penjelasan masing-masing kolom:
1. Kolom pertama berisi nomor item yang berjumlah 13 buah
2. Kolom kedua (a) berisi item butir kegiatan tugas perawat yang dinilai.

15
3. Kolom ketiga (b)berisi angka nilai dari setiap butir kegiatan yaitu jumlah prestasi kerja
harian yang sudah direkap setiap bulannya, kemudian ditotalkan sehingga menghasilkan
jumlah prestasi kerja harian dalam satu tahun.
4. Kolom keempat (c) berisi sebutan nilai dari setiap butir kegiatan
5. Kolom kelima berisi keterangan kategori, yaitu dibedakan menjadi baik, dan kurang.
Kriteria Penilaian Perawat Rawat Inap

1. Pengkajian keperawatan dasar individu


22-33 = Kurang
34-100 = Baik
2. Menerima konsultasi Pengkajian Keperawatan Dasar
22-33 = Kurang
34-100 = Baik
3. Melaksanakan analisa data untuk merumuskan diagnosa keperawatan
22-33 = Kurang
34-100 = Baik
4. Merencanakan tindakan keperawatan sederhana pada individu
22-33 = Kurang
34-100 = Baik
5. Melaksanakan tindakan keperawatan dasar
Tindakan keperawatan dasar
Kategori I
120-239 = Kurang
240-480 = Baik
Kategori II
270-539 = Kurang
540-1080 = Baik
Kategori III
45-89 = Kurang
90-1080 = Baik
Kategori IV
38-74 = Kurang

16
75 ` 150 = Baik
6. Melaksanakan tindakan keperawatan kompleks
Kategori I
38-74 = Kurang
75-150 = Baik
Kategori II
38-74 = Kurang
75-150 = Baik
Kategori III
38-74 = Kurang
75-150 = Baik
7. Melaksanakan evaluasi keperawatan sederhana pada individu,
22-33 = Kurang
34-100 = Baik
8. Menerima konsultasi evaluasi keperawatan secara sederhana,
22-33 = Kurang
34-100 = Baik
9. Melaksanakan tugas jaga pagi, siang dan malam
<6 = Kurang
6-8 = Baik
10. Mengikuti seminar keperawatan = 1 kali dalam setahun sudah baik

Kriteria Penilaian Perawat HCU

1. Pengkajian keperawatan dasar individu

14-27 = Kurang
28-56 = Baik
2. Menerima konsultasi Pengkajian Keperawatan Dasar

14-27 = Kurang
28-56 = Baik
3. Melaksanakan analisa data untuk merumuskan diagnosa keperawatan

14-27 = Kurang

17
28-56 = Baik
4. Merencanakan tindakan keperawatan sederhana pada individu

21-28 = Kurang
29-56 = Baik
5. Melaksanakan tindakan keperawatan dasar

Tindakan keperawatan dasar


Kategori I
120-239 = Kurang
240-480 = Baik
Kategori II
270-539 = Kurang
540-1080 = Baik
Kategori III
45-89 = Kurang
90-1080 = Baik
Kategori IV
38-74 = Kurang
75 ` 150 = Baik

Tindakan keperawatan kompleks


Kategori I
38-74 = Kurang
75-150 = Baik
Kategori II
38-74 = Kurang
75-150 = Baik
Kategori III
38-74 = Kurang
75-150 = Baik
6. Melaksanakan evaluasi keperawatan sederhana pada individu,

14-27 = Kurang
28-56 = Baik
7. Menerima konsultasi evaluasi keperawatan secara sederhana,

14-27 = Kurang
28-56 = Baik
8. Melaksanakan tugas jaga pagi, siang dan malam

<6 = Kurang
6-8 = Baik
9. Mengikuti seminar keperawatan = 1 kali dalam setahun sudah baik

d) Penjelasan baris/item penilaian :

18
1. Pengkajian keperawatan dasar individu : Pengkajian merupakan langkah pertama dari
proses keperawatan dengan mengumpulkan data-data yang akurat dari pasien sehingga
akan diketahui berbagai permasalahan yang ada.
2. Melakukan analisis data untuk merumuskan diagnosa keperawatan: Setelah
mendapatkan data dari permasalahan yang ada, dan kemudian melaksanakan pengkajian
lanjut, perawat menganalisa data-data yang ada, kemudian merumuskan diagnosa
keperawatan.
3. Merencanakan tindakan keperawatan sederhana: Setelah diagnosis keperawatan dapat
ditegakkan, maka perawat merencanakan tindakan keperawatan sederhana untuk
mengatasi masalah kesehatan/keperawatan yang bersifat sederhana.
4. Melaksanakan tindakan keperawatan dasar: Tindakan keperawatan dasar dibagi
menjadi 4 Kategori.

Tindakan Keperawatan Dasar Kategori I: adalah tindakan keperawatan dasar yang


memerlukan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh semua jenjang jabatan perawat,
tanpa kesulitan dan tanpa mengandung resiko. Yang termasuk tindakan
keperawatan kategori I adalah:
1. Menyiapkan dahak untuk pemeriksaan
2.Menyiapkan hapusan tenggorok dan hidung
3. Menyiapkan hapusan mata
4. Meyiapkan hasil biopsi untuk pemeriksaan
5. Menyiapkan cairan luka (pus) untuk pemeriksaan)
6. Membersihkan tempat tidur
7. Membuat larutan sabun
8. Membuat larutan lysol
9. Membuat larutan saflon
10. Mencuci tangan dengan cara biasa
11. Mencuci tangan dengan cara desinfeksi
12. Mencucui tangan dengan cara steril
13. Desinfeksi
14. Sterilisasi
15. Memelihara peralatan dari logam
16. Memelihara peralatan dari gelas
17. Memelihara peralatan dari karet
18. Menimbang berat badan
19. Menolong memberikan urinal
20. Memberikan obat melalui kulit
21. Meneteskan obat tetes hidung
22. Memberikan obat melalui selaput lendir saluran pencernaan
23. Pengambilan urine biasa
24. Memasang manset

19
Tindakan Keperawatan Dasar Kategori II: adalah tindakan keperawatan dasar yang
memiliki kesulitan minimal dan memerlukan bimbingan tanpa mengandung resiko
tapi perlu pengalaman kerja. Yang termasuk tindakan keperawatan dasar kategori II
adalah:

1. Memberikan obat tetes mata

2. Memberikan obat mata

3. Irigasi mata

4. Pemberian obat tetes telinga

5. Pemberian obat tetes hidung

6. Pemberian obat supositoria melalui anus

7. Menyiapkan alat untuk mengumbah lambung

8. Menyiapkan alat untuk mengumbah kandung kemih

9. Menyiapkan cairan otak untuk pemeriksaan

10. Menyiapkan cairan lambung

11. Menyiapkan cairan rongga pleura

12. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan individu

13. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan keluarga

14. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan kelompok

15. Menyiapkan alat peraga untuk penyuluhan kesehatan masyarakat

16. Merapihkan tempat tidur

17. Memindahkan pasien berjalan menuju kursi

20
18. Mengatur posisi berbaring pasien (fowler)

19. Mengatur posisi berbaring pasien (sim)

20. Mengatur posisi berbaring pasien (trendelenburg)

21. Mengatur posisi berbaring pasien (dorsal recumbant)

22. Mengatur posisi berbaring pasien (genu postural)

23. Mengganti alat tenun kotor pada tempat tyidur tanpa memindahkan pasien

24. Mengukur suhu badan

25. Menghitung pernafasan

26. Mengukur tekanan darah

27. Memandikan pasien di tempat tidur

28. Menyisir rambut

29. Mencuci rambut

30. Memasang kap kutu

31. Menyikat gigi

32. Membersihkan mulut

33. Memelihara gigi palsu

34. Memelihara mulut pasien yang patah tulang rahang atau menjalani operasi
rahang

35. Memotong kuku

36. Membantu memberikan makan dan minuman kepada pasien

21
37. Menghidangkan makanan dan minuman kepada pasien yang dapat makan
sendiri

38. Menghidangkan makanan dan minuman kepada pasien yang tidak dapat
makan sendiri

39. Memelihara kebersihan Vulva dan Perineum

40. Memberi gliserin dengan spuit

41. Memberikan huknah rendah

42. Memberikan huknah tinggi

43. Memasang pembalut pada luka

44. Mengganti balutan

45. Mengangkat jahitan luka

46. Memberikan kompres panas

47. Memberikan kompres basah

48. Memberikan kirbet es

49. Memasang bantal angin

50. Perawatan pasien yang akan meninggal

51. Memberikan obat melalui mulut

52. Pengumbahan dengan mempergunakan spuit

53. Pengumbahan dengan cara tetesan

54. Meneteskan obat pada mata

55. Memberikan salf mata

22
56. Meneteskan obat tetes telinga

57. Pemberian obat melalui vagina

58. Pemberian obat melalui anus

59. Pemeriksaan kadar gula dalam urine

60. Benedict Test

61. Pemeriksaan dengan menggunakan pita test

62. Pengambilan bahan UCT

63. Pengumpulan urine selama 24 jam

64. Penyediaan faeces untuk kultur

65. Mengambil darah perifer

66. Penyuluhan kesehatan pada individu

67. Mengisi sensus harian

68. Mengisi formulir permintaan barang

69. Mengisi formulir permintaan makanan pasien baru

70. Mengisi formulir permintaan obat-obatan rutin

71. Mengisi formulir permintaan instrumen insidental

72. Mengisi formulir perbaikan alat

73. Mengisi formulir permintaan pemeriksaan laboratorium

74. Mendampingi pasien konsul

75. Menyuapi pasien

23
76. Melatih pasien bernafas dalam dan batuk

77. Melaksanakan program orientasi minimal pada pasien

78. Observasi pasien yang sedang di manset

79. Menolong pasien pindah dari satu ruang ke ruang lain

Tindakan keperawatan dasar kategori III : adalah tindakan keperawatan dasar yang
mempunyai kesulitan sedang dan memerlukan pengalaman tanpa mengandung
resiko. Yang termasuk tindakan keperawatan dasar kategori III adalah:

1. Pemberian obat melalui pernafasan unit zat asam (oksigen)

2. Memberikan suntikan intracutan

3. Memberikan suntikan subcutan

4. Memberikan suntikan intramuskuler

5. Mengambil darah vena

6. Penyuluhan kesehatan kepada keluarga

Tindakan keperawatan dasar kategori IV: adalah tindakan keperawatan dasar yang
mempunyai kesulitan sedang dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikis. Yang
termasuk tindakan keperawatan dasar kategori IV:

1. Memberikan suntikan intravena

2. Memberikan infus

3. Tranfusi darah

4. Menyiapkan alat DC Shock dalam keadaan siap pakai (ICU)

5. Melakukan EKG

24
5. Melaksanakan tindakan keperawatan komplek: Tindakan keperawatan kompleks yang dinilai
adalah tindakan keperawatan kompleks kategori I dan kategori II.
Tindakan keperawatan kompleks kategori I: adalah Tindakan keperawatan
kompleks dengan kesulitan minimal, perlu bimbingan dapat menimbulkan
gangguan fisik dan psikis, perlu pengalaman kerja. Yang termasuk tindakan
keperawatan kompleks kategori I:

1. Pengambilan urine steril

2. Mengukur berat jenis urine

3. Pemeriksaan jumlah protein dalam urine

4. Pengujian pemekatan (Concentrate Test)

5. Pemeriksaan Creatinin Clearence (CCT)

6. Pengambilan darah arteri

7. Auskultasi abdomen

8. Pemeriksaan infiltrasi cairan subcutan

9. Pemeriksaan fungsi peralatan suction

10. Pemeiksaan kebebasan traksi

11. Pemeriksaan oedema di sekitar luka operasi

12. Pemeriksaan naso gastric tube pasien

13. Pemeriksaan ketepatan tinggi alat bantu jalan

14. Deteksi skin test positif

15. Observasi keluhan gatal

16. Mengeluarkan ASI secara manual

25
17. Persiapan alat anastesi

18. Menyiapkan alat temporary pacemaker

19. Melakukan auskultasi dada

20. Dll pemeriksaan komplek

Tindakan keperawatan komplek Kategori II: adalah tindakan keperawatan


kompleks dengan kesulitan sedang, dapat menimbulkan gangguan fisik dan psikis,
perlu pengalaman dan tambahan pengetahuan. Yang termasuk tindakan
keperawatan komplek kategori II adalah:

1. Memberi makan pada pasien bayi melalui NGT

2. Menolong pasien bayi dengan epistaksis

3. Menolong bayi dengan perdarahan tali pusat

4. Irigasi telinga

5. Perawatan pasien dengan racheostomi

6. Pemberian obat inhalasi

7. Pemberian obat melalui saluran kemih

8. Menolong memberikan minuman pada pasien khusus

9. Vena sectie

10. Mengumbah lambung

11. Mengumbah kandung kemih

12. Irigasi mata

13. Jahit luka

26
14. Macam-macam tindakan observasi fisiologis dan patologis

Tindakan Keperawatan Komplek Kategori III : yaitu tindakan keperawatan


kompleks dengan kesulitan besar, dapat mengancam keselamatan jiwa, perlu
tambahan pengetahuan khusus melalui pelatihan. Yang termasuk tindakan
keperawatan komplek kategori III adalah:

1. Memasang NGT

2. Memberikan makan pasien dg labioschisiz

3. Penyuluhan kesehatan kelompok

4. Mengobservasi perdarahan

5. Mengobservasi dehidrasi

6. Mengobservasi masuknya benda asing ke dalam tubuh

7. Mengobservasi gangguan sirkulasi

8. Mengobservasi presentase dari bagian tubuh yang terbakar

9. Mengobservasi reaksi tranfusi darah

10. Mengobservasi dehidrasi adekuat

11. Mengobservasi obstruksi jalan nafas

12. Mengobservasi sianosis

13. Megobservasi diare

14. Mengobservasi hilangnya kemampuan berbicara

15. Membuat jadwal dinas

6. Melaksanakan evaluasi keperawatan: yaitu kegiatan menilai pencapaian hasil tindakan


keperawatan, sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.

27
7. Menerima konsultasi evaluasi keperawatan secara sederhana, adalah kegiatan
memberikan konsultasi, bimbingan, pengarahan, dan menerima rujukan dari perawat
untuk pelaksanaan evaluasi keperawatan pada masalah keperawatan sederhana.
8. Mengelola pelayanan keperawatan: poin penilaian ini menilai para perawat yang
mendapatkan tugas tambahan sebagai pengelola pelayanan keperawatan di rumah sakit,
dapat sebagai pengawas keliling, ataupun kepala ruangan.
9. Melaksanakan tugas jaga dan siaga. Bagian ini menilai berapa kali dalam satu bulan,
seorang perawat berdinas pagi, sore, malam, atau on call. Setiap dinas jaga tersebut
memiliki bobot nilai yang berbeda-beda.
10. Mengikuti seminar keperawatan : Setiap seminar keperawatan yang diikuti
mendapatkan bobot nilai yang cukup besar.
11. Melaksanakan tugas instrumentator/asisten : yang dimaksud dalam poin ini adalah
ketika seorang perawat mendapatkan tugas sebagai instrumentator/asisten operasi, baik
itu dalam operasi kecil, sedang, besar atau khusus.
e) Hasil penilaian kinerja perawat tahunan ini kemudian dikoreksi oleh Direktur Rumah Sakit
Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten untuk kemudian dilakukan evaluasi kinerja perawat
Rumah Sakit Khusus Bedah Diponegoro Dua Satu Klaten.

28

Anda mungkin juga menyukai