Anda di halaman 1dari 3

PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)

RSUD
KOTA No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :

BENGKULU ........ ............... 1/3

Jl. Basuki Rahmat


No. 1
Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh :
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
02 November 2015
STANDAR Kota Bengkulu
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
dr. Lista Cerlyviera, MM
NIP. 19690704 199903 2 003
Pengertian : Suatu proses yang dilakukan untuk menangani suatu kejadian
kesakitan/kematian di rumah sakit yang jumlah kasusnya meningkat 3
(tiga) kali lipat melebihi keadaan biasa dan pada waktu tertentu.
Tujuan : 1. Agar kejadian KLB dapat dikendalikan.
2. Agar diketahui faktor penyebab KLB dan dianalis sehingga dapat
ditindaklanjuti.
3. Agar kejadian KLB tidak terulang lagi.
Prosedur : 1. KLB infeksi RS ditetapkan oleh Direktur berdasarkan pertimbangan
Komite PPIRS.
2. Selama terjadi KLB, petugas ruangan/bagian terkait, Kepala
Ruangan, dan IPCLN, harus berkoordinasi secara intensif dengan
Tim dan Komite PPI Rumah Sakit untuk menangani KLB tersebut.
3. Analilis data surveilans infeksi rumah sakit yang mengalami
peningkatan tiga bulan berturut-turut.
4. Komite PPIRS bersama IPCO/IPCN melakukan investigasi bersama
di tempat terjadinya KLB, meliputi:
- Mencatat setiap kejadian infeksi di ruangan sesuai prosedur
Surveilans Infeksi Rumah Sakit.
- Berkoordinasi dengan IPCLN dan Kepala ruangan serta dokter
yang bertanggung jawab menangani pasien, untuk melakukan
verifikasi diagnosis infeksi rumah sakit, penegakan diagnosis IRS
dan mengkonfirmasi sebagai kasus KLB.
- Investigasi terhadap kemungkinan sumber penularan, cara
penularan dan kemungkinan penyebarannya, serta aspek lain yang
diperlukan untuk penanggulangan atau memutuskan rantai
penularan.
- Berkoordinasi dengan Bagian Laboratorium untuk melakukan:

PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)


RSUD
KOTA No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :
BENGKULU ........ ............... 2/3
Jl. Basuki Rahmat
No. 1
Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh :
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
02 November 2015
STANDAR Kota Bengkulu
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
dr. Lista Cerlyviera, MM
NIP. 19690704 199903 2 003
Prosedur : o Swab ruang/alat yang diduga terkontaminasi bakteri.
o Pengambilan bahan dari berbagai lokasi tersangka sumber
infeksi untuk dibiakkan dan antibiogram.
o Pemasangan label di tempat penampungan bahan pemeriksaan
laboratorium pasien penyakit menular. Label bertuliskan
Awas Bahan Menular
- Berkoordinasi dengan seluruh personil di bagian terkait untuk
memberikan klarifikasi-klarifikasi perihal yang terkait dengan
KLB, misalnya pelaksanaan prosedur tetap secara benar.
5. Komite PPIRS menyimpulkan hasil investigasi.
6. Komite PPIRS menetapkan status siaga bencana KLB dan
melaporkan kepada Direktur RS.
7. Direktur berdasarkan pertimbangan Komite PPIRS menetapkan
adanya KLB.
8. Komite PPIRS melakukan dokumentasi tentang kejadian dan
tindakan yang telah diambil terhadap data atau informasi KLB.
9. Komite PPIRS terus melakukan monitoring dan evaluasi sampai
KLB berhasil diatasi.
10. Komite PPI bersama IPCLN dan perawat ruangan melakukan
langkah-langkah pencegahan dan pembatasan dengan cara:
Melaksanakan dan mengawasi secara ketat pelaksanaan cuci
tangan yang benar dan tepat.
Menggunakan dan mengawasi penggunaan sarung tangan dan
APD lain sesuai indikasi.
Melakukan dan mengawasi pembuangan limbah dengan benar.
Melakukan pemisahan pasien yang terinfeksi, disatukan dengan
pasien yang sama-sama terinfeksi/kohorting dan menentukan staf

PENANGANAN KEJADIAN LUAR BIASA (KLB)


RSUD
KOTA No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :

BENGKULU ........ ............... 3/3

Jl. Basuki Rahmat


No. 1

Tanggal Terbit : Ditetapkan oleh :


Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
02 November 2015
STANDAR Kota Bengkulu
PROSEDUR
OPERASIONAL
(SPO)
dr. Lista Cerlyviera, MM
NIP. 19690704 199903 2 003
Prosedur yang akan memberikan penanganan (dipisahkan dengan staf
lainnya)
Mengawasi ketat penerapan Kewaspadaan Standar.
Ruangan yang terjadi KLB harus didisinfeksi.
11. Status KLB dilaporkan ke dinas kesehatan setempat.
12. Komite PPI menyatakan KLB selesai jika dua kali masa inkubasi
terpanjang tidak ditemukan kasus baru.
Unit Terkait: Seluruh Unit