Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Tujuan Praktikum


Tujuan dari praktikum ini adalah mahasiswa memahami bagaimana
memformulasi dan mengisi sediaan kedalam cangkang kapsul.
1.2 Dasar Teori
Kapsul adalah bentuk sediaan obat terbungkus cangkang kapsul keras atau
lunak. Cangkang kapsul dibuat dari gelatin dengan atau tanpa zat tambahan.
Ukuran kapsul menunjukkan ukuran volume dari kapsul dan dikenal 8 macam
ukuran, yaitu 000, 00, 0, 1, 2, 3, 4, 5. Ukuran 000 adalah ukuran kapsul untuk
hewan, sedangkan untuk pasien ukuran terbesar adalah 00. (Lachman, 2008).
Macam-macam kapsul (Augsburger, 2000) :
1. Capsulae Gelatinosae Operculatae (kapsul keras)
Kapsul keras terdiri dari cangkang dan tutup. Cangkang kapsul keras
terbuat dari gelatin, gula, dan air, dan merupakan cangkang kapsul yang
bening tak berwarna dan tak terasa. Kapsul harus disimpan di wadah yang
berisi zat pengering.
2. Soft Capsule (kapsul lunak)
Merupakan kapsul yang tertutup dan berisi obat yang pembuatan dan
pengisian obatnya dilakukan dengan alat khusus. Cangkang kapsul lunak
dibuat dari gelatin ditambah gliserin atau alcohol polihidris, seperti sorbitol
untuk melunakkan gelatinnya. Kapsul lunak diperlukan untuk wadah obat cair
atau cairan obat seperti minyak levertran.
Kapsul harus memenuhi syarat yaitu keseragaman bobot (bervariasi antara 7,5
% - 20 %), keseragaman isi zat yang berkhasiat, waktu hancur, yaitu tdak boleh
dari 15 menit, disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. (Anonim, 1995)
Keuntungan untuk sediaan kapsul yaitubentuk menarik dan praktis, tidak
berasa sehingga bisa menutupi rasa dan bau obat yang kurang enak, mudah
ditelan dan cepat hancur/larut di dalam perut, dokter dapat memberikan resep
dengan kombinasi dari bermacam-macam bahan obat dan dengan dosis yang
berbeda menurut kebutuhan pasien, kapsul dapat diisi dengan cepat, tidak
memerlukan bahan penolong (Ansel, 1989).
Kerugian bentuk sediaan kapsul yaitu, tidak bisa untuk zat-zat yang mudah
menguap sebab poti-pori cangkang tidak menahan penguapan, tidak untuk zat-zat
yang terhigroskopis, tidak untuk zat-zat yang bereaksi dengan cangkang kapsul,
tidak untuk balita, tidak bisa dibagi (Ansel, 1989).
Pengisian cairan ke dalam kapsul keras (Voight, 1995) :
1. Zat-zat setengah cair atau cairan kental
Misalnya ekstrak-ekstrak kental dalam jumlah kecil dapat dikapsul
sebagai serbuk sesudah dikeringkan dengan bahan-bahan inert, tetapi kalau
jumlahnya banyak yang jika dikeringkan membutuhkan terlalu banyak bahan
inert, maka dapat dibuat seperti massa pil dan dipotong-potong sebanyak yang
diperlukan baru dimasukkan ke dalam cangkang keras dan direkat.
2. Cairan-cairan
Untuk cairan seperti minyak-minyak lemak dan cairan lain yang tidak
melarutka gelatinnya dapat langsung dimasukkan dengan pipet yang telah
ditara. Sesudah itu tutup kapsul harus ditutup (diseal) supaya cairan yang ada
di dalamnya tidak bocor atau keluar. Untuk cairan-cairan seperti minyak
menguap, kreosot, atau alcohol yang akan bereaksi dengan minyak lemak
sampai kadarnya di bawah 40% sebelum dimasukkan ke dalam kapsul, kapsul
diletakkan dalam posisi berdiri pada sebuah kotak, kemudian cairan diteteskan
dengan pipet yang sudah ditara dengan tegak lurus, setelah iu ditutup.
Faktor-faktor yang merusak cangkang kapsul yaitu mengandung zat-zat yang
mudah mencair (higroskopis), mengandung campuran eutecticum, mengandung
minyak menguap, kreosot, atau alcohol, penyimpanan yang salah (Lachman,
2008).
Mengingat sifat kapsul tersebut sebaiknya kapsul disimpan dalam ruang yang
tidak terlalu lembab atau dingin kering, dalam botol gelas tertutup rapat dan diberi
silica (pengering), dalam wadah plastik yang diberi pengering, dalam blister (strip
alufoil) (Lachman, 2008).
1.3 Monografi Bahan
1.3.1 Parasetamol (Anonim, 1995)
Sinonim Acetaminofen
Rumus Molekul C8H9NO2
Struktur Kimia

Berat Molekul 151,16


Pemerian Serbuk hablur atau kristal, putih, tidak
berbau, rasa sedikit pahit
Kelarutan Larut dalam air mendidih, mudah larut dalam
etanol ( 1 : 70 dalam air, 1 : 20 dalam air
panas, 1 : 7-10 dalam alkohol )
Stabilitas Paracetamol stabil dalam larutan. Degradasi
paracetamol di katalisis oleh asam dan basa,
terdegradasi menjadi asam asetat dan p-
aminofenol.
Kegunaan Zat aktif (Analgetika dan antipiretika)

Penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat, tidak tembus


cahaya
BJ 1,21 1,23
pH 3,8 6,1

1.3.2 Aerosil (Handbook of excipients hal. 185 dan Ed IV halm.424)


Sinonim Silikon dioksida koloidal
Pemerian Serbuk koloid silikon dioksida dengan
ukuran partikel sekitar 15 nm, ringan, warna
putih kebiruan, tidak berbau, tidak berasa dan
serbuk amorf.
Kelarutan Praktis tidak larut dalam organik solven, air
dan asam kecuali hydrofluoric acid, larut
dalam larutan alkali hydroxide panas
membentuk dispersi koloidal dengan air.
Kegunaan Memperbaiki sifat alir, glidant, suspending
agent, peningkat viskositas, absorben.
Penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat
Konsentrasi Glidant 0,1-0,5%

1.3.5 Avicel (Handbook of Pharmaceutical Excipients 2009, hal. 132-125)


Sinonim Gel selulosa, Kristal selulosa
Rumus Molekul (C6H10O5)n dimana n 220
Pemerian Serbuk putih halus, tidak berbau
dan tidak berasa
Kelarutan Tidak larut dalam air, larut dalam
asam dan larutan organik
Stabilitas Tetap stabil meskipun ada
dilingkungan yang higroskopis.
Sebaiknya disimpan dalam
wadah tertutup baik ditempat
yang dingin dan kering
Kegunaan Adsorbent, suspending agent,
diluents dan disintegrant
Penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat

1.3.6 Magnesium Stearat (Anonim, 1979)


Sinonim Magnesium octadecanoate; octadecanoic
acid, magnesium salt
Rumus Molekul C36H70MgO4
Struktur Kimia

Berat Molekul 591,29


Pemerian Serbuk halus; putih ; licin dan mudah
melekat pada kulit; bau lemah khas.
Kelarutan Praktis tidak larut dalam air, dalam etanol
(95%) dan dalam eter.
Kegunaan Sebagai lubrikan pada tablet
Penyimpanan Magnesium stearate stabil dan harus
diletakan dalam wadah tertutup baik yang
dingin, dan kering
Konsentrasi 0,25-5%

1.3.7 Lactosa (Anonim, 1979)


Sinonim Saccharinum lactis
Rumus Molekul C12H22O11.H2O
Struktur Kimia

Berat Molekul 36,30


Pemerian Serbuk hablur, putih, tidak berbau, rasa agak
manis
Kelarutan Larut dalam 6 bagian air, larut dalam 1
bagian air mendidih, sukar larut dalam etanol
(95%), praktis tidak larut dalam kloroform P
dan dalam eter P.
Kegunaan Zat tambahan (Pemanis)
Penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
BAB II
METODOLOGI PERCOBAAN

2.1 Formula Sediaan

Parasetamol 250 mg
Avicel 15%
Aerosil 1%
Mg stearate 1%
Lactosa ad 400 mg

Buat 50 kapsul

2.2 Alat dan Bahan


2.2.1 Alat
- Timbangan analitik - Statif
- Perkamen - Plastic
- Spatel - Ayakan mesh
- Sendok - Mixer
- Baskom - Mesin cetak tablet single punch
- Corong - Friabilator
2.2.2 Bahan
- Paracetamol - Talk
- Avicel - Cangkang kapsul no. 00
- Mg. stearate
2.3 Cara kerja
a. Disiapkan alat dan bahan, ditimbang semua bahan
b. Dicampurkan semua bahan, dicampur dan diaduk sampai homogen
c. Ditambahkan laktosa sampai bobot tiap kapsul 650 mg, dicampur sampai
homogen
d. Diayak dengan ayakan mesh 30
e. Dievaluasi serbuk granul
2.4 Evaluasi Sediaan
2.4.1 Uji Laju Alir
- Ditimbang granul yang akan diuji
- Dimasukkan granul kedalam corong uji waktu alir
- Dibuka penutup corong sehingga granul keluar
- Ditampung pada bidang datar dan dicatat waktu alir granul
2.4.2 Uji Sudut Diam
- Ditimbang granul yang akan diuji
- Dimasukkan granul kedalam corong uji waktu alir
- Dibuka penutup corong sehingga granul keluar
- Ditampung pada bidang datar
- Diukur tinggi dan jari-jari kerucut dari massa yang jatuh
- Dihitung sudut diam
2.4.3 Bobot Jenis Nyata
- Ditimbang 100 g granul
- Dimasukkan kedalam gelas ukur
- Diamati volumenya dan dihitung BJ nyata
2.4.4 Uji Kompresibilitas
- Ditimbang 50 g granul, dimasukkan kedalam gelas ukur dan dicatat
volumenya
- Dimampatkan granul sebanyak 500 kali ketukan dengan alat uji
- Dicatat volume uji sebelum dimampatkan dan volume setelah
dimampatkan dengan pengetukan 500 kali.

BAB III
HASIL PERCOBAAN
3.1 Hasil
NO UJI EVALUASI HASIL
1 Uji laju alir T = 30,83 detik
2 Uji sudut diam h = 3,4
d = 8,5
3 Bobot jenis nyata V = 43 mL
4 Uji kompresibilitas V0 = 43 mL
V1 = 31 mL

3.2 Perhitungan
3.2.1 Uji Laju Alir
Berat granul = 21,51 gram

Waktu alir = 30,82 detik

21,51 gram
= 7 g/detik
30,82 detik

3.2.2 Perhitungan Kompresibilitas


I = VO V X 100%
V
Ket:
I = Indeks Kompresibilitas (%)
VO = Volume granul sebelum dimampatkan (mL)
V = Volume granul setelah dimampatkan (mL)

Hasil
I = VO V X 100%
V
= 43 mL 31 mL x 100% = 27,901 %
43 mL
3.2.3 Perhitungan Sudut Diam
h
= tan-1
r
Ket ;

h = Tinggi

d = Diameter/ luas

r = Jari-jari

Hasil

h
= tan-1
r

3,4 cm
= tan-1
4,25 cm

= tan-1 0,8

= 300

3.2.4 Bobot Jenis Nyata


BJ nyata = bobot/volume

21,13 gram
BJ nyata =
43

= 0,491 g/mL

3.3 Desain Kemasan


BAB IV
PEMBAHASAN

Praktikum kali ini yaitu membuat formulasi sediaan kapsul parasetamol serta
evaluasi uji. Formula yang digunakan yaitu parasetamol sebagai zat aktif, lactosa
sebagai zat pengisi dan pemanis, Avicel berfungsi untuk menyerap bahan cair
ataupun pelarut yang ada dalam sediaan, Mg stearat sebagai zat pelicin dan aerosil
digunakan agar memperbaiki sifat alir dari serbuk sewaktu pengisian kapsul kedalam
cangkang kapsul.
Bahan yang telah dicampurkan kemudian dilakukan uji evaluasi untuk
mengetahui kualitas dari serbuk yang telah dihasilkan. Evaluasi uji yang dilakukan
yaitu uji laju alir, uji sudut diam, bobot jenis nyata dan uji kompresibilitas.
Salah satu hal yang penting dalam memproduksi sediaan padat adalah sifat
aliran serbuk atau granul. Aliran massa akan mempengaruhi keseragaman bobot. Laju
alir yang dihasilkan yaitu 7 g/detik, dalam hal ini serbuk yang dihasilkan termasuk
dalam kategori yang baik (Roselyndiar, 2012).
Sudut istirahat terbentuk antara bidang alas dengan puncak kerucut dari massa
serbuk yang dialirkan. Semakin kecil sudut yang terbentuk antara bidang alas dengan
puncak menunjukkan bahwa massa serbuk tersebut semakin mudah mengalir. Sudut
istirahat dari formula yang dibuat yaitu 300 hal ini menunjukkan bahwa formula
memiliki sifat alir yang sangat baik (Roselyndiar, 2012).
Indeks kompresibilitas menunjukkan sifat alir massa serbuk. Indeks
kompresibilitas yang dihasilkan yaitu 27,901 % yang artinya termasuk dalam kategori
buruk. Hal ini terjadi karena partikel yang dihasilkan terlalu kecil sehingga
pemampatan terlalu besar (Roselyndiar, 2012).
Bobot jenis nyata perlu diketahui dalam membuat sedian padat karena akan
mempengaruhi dari berat serbuk atau keseragaman bobot sediaan. Bobot jenis nyata
yang dihasilkan yaitu 0,491 g/mL.
BAB V
KESIMPULAN

Dari hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa:


1. Rancangan formula kapsul yang digunakan yaitu parasetamol, laktosa, avicel,
aerosil dan Mg stearat.
2. Hasil uji evaluasi adalah sebagai berikut:
a. Uji laju alir yang dihasilkan yaitu 7 g/detik.
b. Sudut istirahat dari formula yang dibuat yaitu 300
c. Indeks kompresibilitas yang dihasilkan yaitu 27,901 %
d. Bobot jenis nyata yang dihasilkan yaitu 0,491 g/mL
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta : Departemen Kesehatan


Republik Indonesia.

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta : Departemen Kesehatan


Republik Indonesia.

Ansel, Howard C. 1989. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi Edisi Keempat.


Jakarta: UI-Press.

Augsburger, L.L. 2000. Modern Pharmaceutics : Hard and Soft Gelatin Capsules.
(Ed 2). New York: Mercel Dekker.

Lachman, L H A Lieberman dan J L Kanig. 2008. Teori dan Praktek Farmasi


Industri Edisi Ketiga. Jakarta: UI Press.

Roselyndiar. 2012. Formulasi Kapsul Kombinasi Ekstrak Herba Seledri dan Daun
Tempuyung (Skripsi). Jakarta: Universitas Indonesia.

Voight, R. 1995. Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Jakarta: Universitas Gajah


Mada.

Wade, Ainley and Paul J Weller. 1994. Handbook of Pharmaceutical excipients, Ed


II. The Pharmaceutical Press Department of Pharmaceutical Sciences.
London.
LAMPIRAN

Penyiapan bahan

Pencampuran bahan/ peracikan

Pengayakan serbuk

Uji laju alir

Uji sudut diam


Uji kompresibilitas

Bobot jenis nyata


2.3.2 Pengisian kapsul

a. Ditambahkan Mg. Stearat dicampur dan diaduk sampai homogen


b. Disiapkan 50 cangkang kapsul ukuran 00
c. Disiapkan alat semi manual dan dibuka cangkang kapsul. Diletakkan
wadah kapsul kedalam wadah kapsul hingga penuh, kemudian ditutup
dengan tutup kapsul
d. Dievaluasi kapsul