Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN

Transeksual adalah orang yang identitas jendernya berlawanan


dengan jenis kelaminnya secara biologis. Mereka merasa
terperangkap di tubuh yang salah. Misalnya, seseorang yang
terlahir dengan anatomi seks pria, tapi merasa bahwa dirinya
adalah wanita dan ingin diidentifikasi sebagai wanita.

Penyebab Transeksual : Beberapa orang menganggap


penelitian ke dalam "penyebab" dari transeksual harus didasarkan
pada asumsi bahwa itu adalah sebuah patologi, sebuah asumsi yang
ditolak oleh banyak waria. Orang lain berpikir kondisi sebagai
bentuk intersexuality, dan penelitian dukungan ke kemungkinan
penyebab, percaya bahwa ia akan memverifikasi teori asal biologis
dan dengan demikian mengurangi stigma sosial dengan
menunjukkan bahwa itu bukan khayalan, sebuah pernyataan politik,
atau paraphilia . Stigma Catatan memiliki peran untuk bermain
dalam pengembangan dan kepatuhan kepada kedua sudut
pandang. Kemudian pertanyaan yang sering muncul adalah apakah
transeksual itu suatu kesalahan? Apakah transeksual itu dosa?
Banyak orang yang mengangap waria itu menjijikkan. Bahkan ada
yang takut berinteraksi dengan mereka. Banyak orang yang
menganggap merasa waria itu menakutkan baik dari segi
penampilan, dandanan, dan tingkah laku. Selama ini kaum
transeksual menjadi objek pengkucilan dan intimidasi terkait
dengan masyarakat negara Indonesia yang fanatik terhadap
keyakinanya. Kaum transeksual dianggap rendah dan tidak
bermartabat karena sudah menyalahi kodratnya, bahkan kaum
transeksual juga menjadi objek kekerasan dan kriminalitas
dimasyarakat.
BAB II : ISI

Pandangan Masyarakat Terhadap Transeksual/ Transgender

Salah satu hak dasar manusia adalah hak menentukan nasib


sendiri dan berkembang demi pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Setiap orang berhak memilih akan menjadi apa ia nantinya dan jika
melihat konteks menentukan nasib sendiri maka tiap orang
termasuk berhak memilih apakah ia akan menjadi seorang pria atau
wanita. Masalahnya sekarang, saratnya nilai budaya dan agama
masyarakat Indonesia tentu saja akan berbenturan dengan
fenomena transeksual yang dianggap menyalahi nilai dan norma
sehingga hal ini akan melahirkan paradigma negatif di masyarakat.

Keberadaan komunitas transeksual di Indonesia belum dapat


diterima oleh masyarakat umum. Mereka tidak diakui di tengah
masyarakat dan ada stigma negatif serta diskriminasi, khususnya di
dunia kerja, sehingga mereka hanya dapat bekerja di sektor
informal atau bahkan di bidang yang negatif.

Pandangan islam TerhadapTranseksual /Transgender

Pada dasarnya Allah menciptakan manusia ini dalam dua jenis


saja, yaitu laki-laki dan perempuan, sebagaimana firman Allah SWT:

Dan Dia (Allah) menciptakan dua pasang dari dua jenis laki-laki
dan perempuan. (QS an-Najm, 53 : 45)

Wahai manusia Kami menciptakan kamu yang terdiri dari laki-laki


dan perempuan. (QS al-Hujurt, 49 : 13)

.
Pandangan ulama
Imam al-Qurthubi dalam tafsirnya juz III, halaman 1963 mengatakan sebagai berikut:

:


:
: ...




(/ ) .
Artinya:Abu Jafar al-Thabari berkata, hadits riwayat Ibnu Masud adalah
sebagai dalil tentang ketidakbolehan mengubah apapun yang telah diciptakan oleh
Allah SWT., baik menambah atau mengurangi ... Imam Iyadh berkata, bahwa orang
yang diciptakan dengan jari-jari berlebih atau anggota tubuh yang berlebih, maka ia
tidak boleh memotongnya ataupun mencabutnya, karena yang demikian itu berarti
mengubah ciptaan Allah SWT. Kecuali jika kelebihan itu menyakitkan, maka boleh
mencabutnya menurut imam abu jafar dan lainya. (Tafsir Qurthubi 3/1963)1

ayat di atas, dan ayat-ayat lainnya menunjukkan bahwa


manusia di dunia ini hanya terdiri dari dua jenis saja, laki-laki dan
perempuan, dan tidak ada jenis lainnya. Tetapi di dalam
kenyataannya, kita dapatkan seseorang tidak mempunyai status
yang jelas, bukan laki-laki dan bukan perempuan.

Hukum Operasi Kelamin dalam pandangan islam

Dalam dunia kedokteran dikenal tiga bentuk operasi kelamin,


masing-masing mempunyai hukum tersendiri dalam fikih:

Pertama: Masalah seseorang yang lahir dalam kondisi normal dan


sempurna organ kelaminnya yaitu penis (dzakar) bagi laki-laki dan vagina
(farj) bagi perempuan yang dilengkapi dengan rahim dan ovarium tidak
dibolehkan dan diharamkan oleh syariat Islam untuk melakukan operasi
kelamin. Para ulama fiqih mendasarkan ketetapan hukum tersebut pada
dalil-dalil yaitu: (1) firman Allah SWT dalam QS al-Hujurt, 49: 13 yang

1 Djamaluddin Miri, AHKAMUL FUQAH Solusi Problematika Aktual Hukum Islam,


menurut kitab Tafsir Ath-Thabariy mengajarkan prinsip equality (keadilan)
bagi segenap manusia di hadapan Allah dan hukum yang masing-masing
telah ditentukan jenis kelaminnya dan ketentuan Allah ini tidak boleh
diubah dan seseorang harus menjalani hidupnya sesuai kodratnya .

Kedua: Operasi kelamin yang


2
bersifat tashhh atau takml (perbaikan atau penyempurnaan). dan bukan
penggantian jenis kelamin menurut para ulama diperbolehkan secara
hukum syariat. Jika kelamin seseorang tidak memiliki lubang yang
berfungsi untuk mengeluarkan air seni dan mani baik penis maupun
vagina, maka operasi untuk memperbaiki atau menyempurnakannya
dibolehkan bahkan dianjurkan sehingga menjadi kelamin yang normal
karena kelainan seperti ini merupakan suatu penyakit yang harus diobati.
Hal ini sejalan dengan hadits Nabi s.a.w.: Berobatlah wahai hamba-hamba
Allah! Karena sesungguhnya Allah tidak mengadakan penyakit kecuali
mengadakan pula obatnya, kecuali satu penyakit, yaitu penyakit ketuaan.
(HR. Ahmad)

Ketiga : Apabila seseorang mempunyai alat kelamin ganda, yaitu


mempunyai penis dan juga vagina, maka untuk memperjelas dan
memfungsikan secara optimal dan definitif salah satu alat kelaminnya, ia
boleh melakukan operasi untuk mematikan dan menghilangkan salah
satu alat kelaminnya.3 Misalnya, jika seseorang memiliki penis dan vagina,
sedangkan pada bagian dalam tubuh dan kelaminnya memiliki rahim dan
ovarium yang menjadi ciri khas dan spesifikasi utama jenis kelamin
wanita, maka ia boleh mengoperasi penisnya untuk memfungsikan
vaginanya dan dengan demikian mempertegas identitasnya sebagai
wanita.

2 http://shofazakiya.blogspot.com/2011/06/makalah-transgender-dan-operasi-kelamin.html,
sabtu, 24-11-2012, pukul 21.05

3http://politikislam123.wordpress.com/2010/11/04/transgender-operasi-kelamin-dalam pandangan-islam/,
sabtu, 24-11-2012, pukul 21.24
Hukum Peranan dokter dan para medis dalam operasi
penggantian kelamin

Peranan dokter dan para medis dalam operasi penggantian


kelamin ini dalam status hukumnya sesuai dengan kondisi alat
kelamin yang dioperasinya. Jika haram maka ia ikut berdosa karena
termasuk bertolong-menolong dalam dosa dan bila yang dioperasi
kelaminnya adalah sesuai syariat Islam dan bahkan dianjurkan maka
ia mendapat pahala dan terpuji karena termasuk anjuran bekerja
sama dalam ketakwaan dan kebajikan. (QS al-Midah, 5: 2).

BAB III PENUTUP/KESIMPULAN

Pandangan Masyarakat

1) Transeksual adalah orang yang identitas jendernya berlawanan


dengan jenis kelaminnya secara biologis. Transeksual dapat
dilakukan operasi penggantian kelamin ataupun tidak dilakukan
perubahan kelamin.
2) Masyarakat sebagian besar tidak menerima kaum transeksual.
3) Kaum Transeksual masih banyak mengalami intimidasi,
pengkucilan, dan kekerasan.
Pandangan Islam

1) manusia di dunia ini hanya terdiri dari dua jenis saja, laki-laki
dan perempuan, dan tidak ada jenis lainnya. Tetapi di dalam
kenyataannya, kita dapatkan seseorang tidak mempunyai status
yang jelas, bukan laki-laki dan bukan perempuan.
2) Dalam dunia kedokteran dikenal tiga bentuk operasi kelamin,
masing-masing mempunyai hukum tersendiri dalam fikih.
3) Operasi kelamin diharamkan atau dibolehkan nya sesuai kondisi
dan telah disyariatkan.
DAFTAR PUSTAKA

http://shofazakiya.blogspot.com/2011/06/makalah-transgender-dan-operasi-
kelamin.html,

http://politikislam123.wordpress.com/2010/11/04/transgender-operasi-kelamin-dalam pandangan-
islam/,

Maruf, Amin. Himpunan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Sejak 1975. Jakarta:
Erlangga, 2011.
Majsfuk, Zuhdi. Masail Fiqhiyah. Jakarta: Masagung. 1991.