Anda di halaman 1dari 2

Catatan Proses

Menjadi seorang sutradara sekaligus penulis naskah adalah suatu pengalaman


menarik yang baru ditemukan pada proses kali ini. Gagasan menulis yang pada
waktu itu terlintas, bisa langsung tervisualkan pada adegan. Resikonya, jika
gagasan yang melintas itu terlalu banyak, maka adegan pun sulit untuk
divisualkan pada waktu yang bersamaan. Itulah mengapa, teater harus bertolak
pada realitasnya. Realitas yang menjadi sumber pengalaman dan pengetahuan.
Irisan dari pengalaman dan pengetahuan tersebut, adalah cerita yang dituturkan
oleh media artistik pertunjukan. Inilah teater dengan realitas kecilnya

Naskah sejatinya mengandung suatu gagasan zaman yang menjadi latar


peristiwa. Pada kesempatan sebagai seorang penulis, saya berusaha untuk
memunculkan suatu gagasan tentang zaman industri beserta permasalahan vital
yang sering menjadi isu tersendiri bagi industri, yakni permasalahan supply-
demand. Dan pada kesempatan lain sebagai seorang sutradara, isu tersebut
kemudian dicoba untuk direkonstruksi menjadi sebuah peristiwa. Dari
metamorfosa tersebut, ruang pertunjukan pun menjadi semacam suatu ruang
simulasi permasalahan yang selalu melekat pada dunia industri.

Sampai sejauh ini, ada ketakutan jika permasalahan yang timbul dalam ruang
simulasi tersebut tidak mencapai kulminasinya titik terdalam dari suatu
gagasan. Dan terlampau jauh jika harus mengurutkan permasalahan dari awal
terbentuknya peradaban industri beserta keterikatan permasalahan-
permasalahannya pada dimensi sosio-kultur yang berbeda-beda. Namun jika
harus melihat esensi dari kehadiran industri, penyelesaian yang paling efektif
dan efisien akan selalu menjadi pilihan untuk menyelesaikan permasalahan-
permasalahan yang bersifat kuantitatif. Dalam dunia industri, keadaan ini
diistilahkan sebagai optimalisasi.

Di tengah-tengah proses latihan dan penulisan, konsentrasi saya pribadi


terganggu dengan adanya pemberitaan bunuh diri yang terjadi di tengah
keramaian kota bandung beberapa waktu yang lalu, dan yang terakhir adalah
pemberitaan bunuh diri yang disiarkan secara langsung melalui akun media
sosial. Pemberitaan lain yang cukup menarik perhatian adalah munculnya isu
boneka politik yang ramai diberitakan di media nasional. Secara harfiah,
boneka dan politik adalah sesuatu yang berbeda. Boneka identik dengan mainan
sementara politik selalu melekat dengan kekuasaan.

Dari temuan-temuan tersebut dan melihat ruang kemungkinan yang ada pada
pertunjukan, naskah dan pertunjukan ini diciptakan. Keterhubungan antar unsur
pembentuk permasalahan, disimulasikan pada pertunjukan yang mungkin saja
tidak memiliki keterhubungan satu-sama-lain. Atau mungkin saja iya!

Sinopsis pertunjukan

tidak ada perubahan tanpa persetujuan saya! cetus pemimpin pada seseorang
di balik telepon genggamnya. Sebuah keputusan harus diambil oleh pemimpin di
situasi yang serba tidak menentu. Industri yang ia
pimpin berada dalam situasi prahara.

Para pekerja yang setia, menunggu apa yang


diperintahkan oleh pemimpin. Satu-satunya harapan
terletak pada Tuan Jo dan boneka politik
pesanannya. Tak lebih dan tak kurang!

Profil Penulis Naskah dan Sutradara

Aktif di Teater Awal Bandung sejak tahun 2009.


Vokalis barbara_reggae dan mendirikan Teater
Sangga Universitas Sanggabuana YPKP Bandung
bersama rekan-rekan pada tahun 2016. Pernah
terlibat proses kreatif dengan Laskar Panggung Bandung, Teater Piktorial,
Artlabolatory, Teater Senapati, Teater Menara Salman ITB.

Karya Penyutradaraan : Nyonya-Nyonya (2013), Bulan Jeung Kurupuk (2014),


Setan Dalam Bahaya (2016), Sebelum Menjadi Yang Lain (2016), BATAS (2017).

Karya naskah teater sebelum Menjadi Yang Lain 2016, BATAS 2017.