Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PRAKTIKUM

FITOKIMIA

KROMATOGRAFI CAIR VAKUM (KCV)

OLEH :

KELOMPOK :D

ANGGOTA : 1. ARY KRISBIANTO (21154498A)

2. ANISA DEVI KHARISMA W (21154503A)

3. ANISA TRI CAHYA S P (21154552A)

4. AYU RAHMAWATI (21154551A)

5. ANARISKA FIDA AGUSTIN (21154536A)

6. MELINDA YULIANASARI (21154525A)

7. MARIA WINA STEVANI (21154555A)

8. RINA MULYANINGSIH I (21154554A)

PROGRAM STUDI S-1 FARMASI

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS SETIA BUDI

SURAKARTA

2016
I. JUDUL
Kromatografi Cair Vakum (KCV)

II. TUJUAN
Mahasiswa dapat mengetahui cara memisahkan senyawa dalam suatu ekstrak atau
fraksi menggunakan kromatografi cair vakum
.
III. DASAR TEORI
Kromatografi ialah cara pemisahan berdasarkan perbedaan kecepatan zat-zat terlarut
yang bergerak bersama-sama dengan pelarutnya pada permukaan suatu benda penyerap.
Cara ini umum dilakukan pada pemisahan zat-zat berwarna (bahasa Yunani: chromos =
warna) (Kennedy, 1990)

Kromatografi kolom cair dapat dilakukan pada tekanan atmosfer atau pada tekanan
lebih besar dari atmosfer dengan menggunakan bantuan tekanan luar misalnya gas
nitrogen. Untuk keberhasilan praktikan di dalam bekerja dengan menggunakan
kromatografi kolom vakum cair, oleh karena itu syarat utama adalah mengetahui
gambaran pemisahan cuplikan pada kromatografi lapis tipis (Harris, 1982).

Kromatografi Suction Column atau vacum liquid chromatography (VLC) atau


Kromatografi Cair Vakum) adalah bentuk kromatografi kolom khususnya berguna untuk
fraksinasi kasar yang cepat terhadap suatu ekstrak. Kondisi vakum adalah alternatif
untuk mempercepat aliran fase gerak dari atas kebawah. Metode ini sering digunakan
untuk fraksinasi awal dari suatu ekstrak non polar atau ekstrak semipolar (Raymond et
al., 2006)

Kromatografi vakum cair dilakukan untuk memisahkan golongan senyawa metabolit


sekunder secara kasar dengan menggunakan silika gel sebagai absorben dan berbagai
perbandingan pelarut n-heksana : etil asetat : metanol (elusi gradien) dan menggunakan
pompa vakum untuk memudahkan penarikan eluen (Helfman, 1983).

Kromatografi Vakum Cair mempunyai keuntungan yang utama dibandingkan dengan


kolom konvensional yaitu :

1. Konsumsi fase gerak KCV hanya 80% atau lebih kecil dibanding dengan kolom
konvensional karena pada kolom mikrobor kecepatan alir fase gerak lebih lambat
(10-100l/menit),
2. Adanya aliran fase gerak lebih lambat membuat kolom mikrobor lebih ideal jika
digabung dengan spectrometer massa.
3. Sensitivitas kolom mikrobor ditingkatkan karena solute lebih pekat karenanya
jenis kolom ini sangat bermanfaat jika jumlah sampel terbatas missal sampel
klinis.

Kerugian KCV (Kromatogravi Vakum Cair) :

1. Membutuhkan waktu yang cukup lama,


2. Sampel yang dapat digunakan terbatas.

IV. ALAT DAN BAHAN


Alat :
1. Alat kolom vakum
2. Batang Pengaduk
3. Mortier dan stamfer
4. Botol 100 mL sebanyak 11 botol
5. Kapas
6. Kertas saring
7. Sendok porselin
8. Sudip

Bahan :

1. Fraksi herba ciplukan


2. N-heksane
3. Etil asetat
4. Silika gel 60 for colom

V. CARA KERJA
1. Persiapan sampel

menyiapkan fraksi herba ciplukan 5 gram, memasukkan ke dalam mortier dan


menambahkan silika gel 60 (perbandingan dengan silika 1:1)

Menggerus sampai homogen sampai terbentuk serbuk kering


2. Persiapan fase gerak

Menimbang 11 botol + tabel untuk tempat fase gerak

Membuat fase gerak dengan sistem elusi gradien (elusi dari non polar polar)

Membuat perbandingan fase gerak, memasukkan ke dalam botol yang sudah


3. Persiapan kolom ditimbang)
Menimbang silika gel 60 sebanyak 30 gram untuk kolom diameter kecil dan 50 gram
untuk kolom diameter besar

Memasukkan silika gel ke dalam kolom sedikit demi sedikit hingga tidak ada rongga
dan ratakan
Memasukkan sampel yang sudah berbentuk serbuk kering ke dalam kolom

Memasukkan selapis kapas dan batu pemberat

Memulai melakukan elusi dengan memasukkan etil asetat sebagai langkah awal
untuk penyetimbangan fase diam

Mengalirkan setiap fase gerak yang digunakan ke kolom dan eluat ditampung pada
VI. HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN botol fase gerak yang sama
a. Berat Fraksi Kromatografi Cair Vakum (KCV)
Setiap subfraksi yang diperoleh dipekatkan dan ditimbang
Jenis Fraksi = Etil Asetat
Berat Fraksi = (Botol + isi) (Botol Kosong)
= 1.24g
Berat subfraksi 1 (N-heksane) 100% = 86.25 - 86.0848
= 0.1652g
Berat subfraksi 2 (N-heksane : Etil asetat) 8:2 = 88.1374 - 88.0685
= 0.0689g
Berat subfraksi 3 (N-heksane : Etil asetat) 6:4 = 90.0467 - 89.9274
= 0.1193g
Berat subfraksi 4 (N-heksane : Etil asetat) 4:6 = 100.5174 - 100.3932
= 0.1242g
Berat subfraksi 5 (N-heksane : Etil asetat) 2:8 = 100.5521 - 100.5358
= 0.0163g
Berat subfraksi 6 (Etil asetat) 100% = 88.4319 - 88.3994
= 0.0325g
Berat subfraksi 7 (Etil asetat : Metanol) 8:2 = 92.6847 - 92.5906
= 0.0951g
Berat subfraksi 8 (Etil asetat : Metanol) 6:4 = 99.2001 - 99.0805
= 0.1196g
Berat subfraksi 9 (Etil asetat : Metanol) 4:6 = 97.2685 - 97.2376
= 0.0309g
Berat subfraksi 10 (Etil asetat : Metanol) 2:8 = 85.9647 - 85.9263
= 0.0384g
Berat subfraksi 11 (Metanol) 100% = 97.4099 - 97.337
= 0.0729g
b. Rendemen fraksi
Subfraksi 1 (N-heksane) 100% = (0.1625/1.24) x 100%
= 13.32%
Subfraksi 2 (N-heksane : Etil asetat) 8:2 = (0.0689/1.24) x 100%
= 5.55%
Subfraksi 3 (N-heksane : Etil asetat) 6:4 = (0.1193/1.24) x 100%
= 9.62%
Subfraksi 4 (N-heksane : Etil asetat) 4:6 = (0.1242/1.24) x 100%
= 10.01%
Subfraksi 5 (N-heksane : Etil asetat) 2:8 = (0.0163/1.24) x 100%
= 1.31%
Subfraksi 6 (Etil asetat) 100% = (0.0325/1.24) x 100%
= 2.62%
Subfraksi 7 (Etil asetat : Metanol) 8:2 = (0.0951/1.24) x 100%
= 7.67%
Subfraksi 8 (Etil asetat : Metanol) 6:4 = (0.1196/1.24) x 100%
= 9.64%
Subfraksi 9 (Etil asetat : Metanol) 4:6 = (0.0309/1.24) x 100%
= 2.5%
Subfraksi 10 (Etil asetat : Metanol) 2:8 = (0.0384/1.24) x 100%
= 3.09%
Subfraksi 11 (Metanol) 100% = (0.0729/1.24) x 100%
= 5.88%

VII. PEMBAHASAN
Kromatografi Cair Vakum (KCV) merupakan kromatografi yang dilakukan untuk
memisahkan golongan senyawa metabolit sekunder secara kasar dengan menggunakan
silika gel sebagai adsorben dan berbagai perbandingan pelarut N-heksan:Etil
asetat:Metanol (elusi gradien) dan menggunakan pompa vakum untuk memudahkan
penarikan eluen. Sampel yang digunakan adalah fraksi herba ciplukan yang terlebih
dahulu telah dilakukan penarikkan ekstraknya dengan menggunakan alat sokhlet. Prinsip
kerja dari Kromatografi Cair Vakum (KCV) adalah adsorpsi atau penjerap, sedangkan
pemisahannya didasarkan adanya senyawa-senyawa yang akan dipisahkan terdistribusi
diantara fase diam dan fase gerak dalam perbandingan yang berbeda-beda. Adapun
tujuan dari praktikum ini yaitu mengetahui cara memisahkan senyawa dalam suatu
ekstrak/fraksi menggunakan metode kromatografi cair vakum.
Pada percobaan kali ini, dilakukan pengemasan fase diam kromatografi kolom
dilakukan dengan cara dry packing/pengemasan kering. Dilakukan identifikasi sampel
fraksi herba ciplukan dengan menggunakan metode kromatografi kolom cair vakum.
Dimana metode ini dapat memisahkan suatu komponen kimia dengan bantuan tekanan
berupa pompa vakum sehingga pemisahan senyawa dapat lebih optimal. Penyiapan eluen
dari tingkat kepolaran dari yang non polar hingga polar dilakukan agar dapat mengetahui
pada tingkat kepolaran berapa senyawa atau komponen kimia sampel dapat membentuk
fraksi yang baik atau terelusi dengan baik. Digunakan fase gerak dengan sistem elusi
gradien (bertahap) Elusi gradien (bertahap) yaitu selama proses elusi menggunakan fase
gerak berubah-ubah polaritasnya. Untuk membuat polaritas berubah-ubah maka
komposisi fase gerak berubah. Pada umumnya dimulai fase gerak nonpolar kemudian
berubah kepelarut yang polar. Perubahan ini dapat polar kemudian berubah kepelarut
yang polar. Perubahan ini dapat diprogramkan sesuai dengan pemisahan yang diinginkan.
Elusi dihentikan jika sudah tidak ada lagi sampel yang dapat dibawa keluar lagi oleh fase
gerak, bila digunakan elusi gradien sudah sampai pada fase gerak yang paling polar.
Pada percobaan ini digunakan jenis fraksi herba ciplukan dan menggunakn 11 botol
untuk tempat fase geraknya. Berat fraksi 1,24 gram etil asetat (botol + isi botol kosong).
Pada botol 1 yang berisi N-heksan 100 % berat subfraksi sebesar 0,1652 gram, botol ke 2
berisi N-heksan:Etil asetat (8:2) berat subfraksi sebesar 0,0689 gram, botol ke 3 berisi N-
heksan:Etil asetat (6:4) berat subfraksi sebesar 0,1193 gram, botol ke 4 berisi N-
heksan:Etil asetat (4:6) berat subfraksi sebesar 0,1242 gram, botol ke 5 berisi N-
heksan:Etil asetat (2:8) berat subfraksi sebesar 0,0163 gram, botol ke 6 berisi Etil asetat
100% berat subfraksi sebesar 0,0325 gram, botol ke 7 berisi Etil asetat:Metanol (8:2)
berat subfraksi sebesar 0,0951 gram, botol ke 8 berisi Etil asetat:Metanol (6:4) berat
subfraksi sebesar 0,1196 gram, botol ke 9 berisi Etil asetat:Metanol (4:6) berat fraksi
sebesar 0,0309 gram, botol ke 10 berisi Etil asetat:Metanol (2:8) berat subfraksi sebesar
0,0384 gram, dan botol ke 11 berisi Metanol 100% berat subfraksi sebesar 0,0729 gram.
Total subfraksi yang di dapat sebesar 0,8758 gram.
Dengan hasil randemen dari 11 fraksi atau dari 11 botol (berat subfraksi/berat fraksi
x100%) didapatkan hasil yaitu botol 1 (N-heksan 100%) sebesar 13,32%, botol ke 2 (N-
heksan:Etil asetat 8:2 ) sebesar 5,55%, botol ke 3 (N-heksan:Etil asetat 6:4) sebesar
9,62%, botol ke 4 (N-heksan:Etil asetat 4:6) sebesar 10,01%, botol ke 5 (N-heksan:Etil
asetat 2:8) sebesar 1,31%, botol ke 6 (Etil asetat 100%) sebesar 2,62%, botol ke 7 (Etil
asetat:Metanol 8:2) sebesar 7,67%, botol ke 8 (Etil asetat:Metanol 6:4) sebesar 9,64%,
botol ke 9 (Etil asetat:Metanol 4:6) sebesar 2,50%, botol ke 10 (Etil asetat:Metanol 2:8)
sebesar 3,09%, dan botol ke 11 (Metanol 100%) sebesar 5,88%.
Dengan menggunakan metode Kromatografi Cair Vakum (KCV) dimana berguna
untuk fraksinasi kasar dengan cepat pada herba ciplukan didapatkan 11 fraksi dengan
konsentrasi yang berbeda dan warna yang dihasilkan dari setiap fraksi yaitu warna
kuning pucat, kuning, kehijauan, kuning terang, bening, hijau kehitaman, hijau pekat.

VIII. KESIMPULAN
Mahasiswa telah mengetahui cara memisahkan senyawa dalam suatu ekstrak/fraksi
menggunakan metode kromatografi cair vakum.

IX. DAFTAR PUSTAKA


Kennedy, John. 1990.Analytical Chemistry Principles. Sounders College Publishing:
New York
Harris, et al.1982. An Introduction To Chemical Analysis, Savders College Publishing
Philadelpia: Holy-Savders Japan.
Heftmann, E.1983.Steroids Dalam Kromatografi, Fundamentals and Aplication,
Amsterdam.
Raymond, et al. 2006. Kromatografi Ciair Vakum, Department of Astronomy and
Astrophysics, Pennsylvania State University, University Park, PA 16802:USA