Anda di halaman 1dari 26

MAKALAH PEMICU 4 PART 2

KESETIMBANGAN FASA SISTEM IDEAL DAN TAK IDEAL


MENGGUNAKAN PENDEKATAN KOEFISIEN AKTIFITAS
DAN KOEFISIEN FUGASITAS

DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA (ENCE604013)

Disusun Oleh:

KELOMPOK 1

Bella Novia (1506673214)


Kevin Julian (1506730262)
M. Novaldy Sangadji (1506673151)
Musthofa Kamal (1606932381)
Natasya Mareta (1506673385)
Syafiq Rayza (1306370606)

PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK KIMIA


DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK, APRIL 2017
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 2 dari 26

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena akhirnya tim penulis dapat
menyelesaikan laporan termodinamika Pemicu 4 mengenai kesetimbangan fasa sistem
ideal dan tidak ideal.
Sebagai calon insinyur teknik kimia sudah semestinya untuk mahasiswa
mempelajari berbagai hal yang berhubungan dengan termodinamika. Hal tersebut
dipandang sangat penting dan sebuah core competence, untuk menjadi dasar sebagai
awal untuk mempelajari proses pada teknik kimia nantinya.
Walaupun banyak kendala yang dihadapi sepanjang pembuatan laporan ini, tim
penulis tetap bertekad untuk menyelesaikan laporan ini sebagai komitmen dan tanggung
jawab demi memenuhi tugas mata kuliah termodinamika. Untuk itu, penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
menyelesaikan laporan ini.
Tim penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, tim penulis mengharapkan adanya kritik serta saran agar laporan ini lebih
baik lagi untuk kedepannya.
Tim penulis berharap agar laporan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca dan
dapat menambah wawasan kami khususnya mahasiswa teknik kimia.

Depok, April 2017

Tim penulis
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 3 dari 26

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................................
DAFTAR ISI.................................................................................................................................
PENDAHULUAN..........................................................................................................................
1.1 Latar Belakang..........................................................................................................
1.2 Tujuan Penulisan.......................................................................................................
PROBLEM 4................................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................................
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 4 dari 26

PENDAHULUAN
Latar Belakang

Fugasitas adalah besaran dari suatu tekanan ekuivalen yang dinyatakan dalam dimensi
tekanan sebagai pengganti tekanan p menurut hukum gas ideal. Pada gas tidak ideal
perhitungan dipermudah dengan mengganti tekanan dari besaran tersebut. Fugasitas di fasa uap
dinyatakan dalam bentuk koefisien fugasitas yang didefinisikan sebagai perbandingan antara
fugasitas di fasa uap dan tekanan parsial komponen. Sedangkan, fugasitas di fasa cair
umumnya dinyatakan dalam bentuk koefisien aktifitas yangdidefinisikan sebagai perbandingan
antara fugasitas di fasa cair dan hasil kali antarafraksi mol komponen di fasa cair dan fugasitas
komponen pada keadaan standar dalam perhitungan-perhitungan koefisien aktifitas adalah
kondisi cairan murni.
Fugasitas ditentukan secara eksperimen atau diestimasi melalui berbagai model
seperti gas Van der Waals yang mendekati gas nyata. Tekanan gas ideal dan fugasitas
berhubungan melalui koefisien tak berdimensi yang disebut koefisien fugasitas.

Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini dapat diuraikan sebagai berikut:

Mampu menjelaskan campuran biner dan mengidentifikasi kesetimbangan fasa cair-uap


yang bersifat ideal.

Mampu menurunkan persamaan-persamaan untuk perhitungan titik gelembung, titik


embun, dan flash

Mampu mengidentifikasi larutan bersifat tak ideal.

Mampu menjelaskan dan melakukan perhitungan untuk kesetimbangan fasa cair-uap

sistem tidak ideal menggunakan persamaan Margules, NRTL, Wilson, dan UNIFAC,
berbasis pendekatan

Mampu menjelaskan syarat kesetimbangan fasa secara umum menggunakan konsep

fugasitas dan koefisien fugasitas

Mampu menjelaskan penurunan rumus koefisien fugasitas sebagai fungsi besaran-besaran


yang dapat diukur (p, v dan T)

Mampu menjelaskan karakteristik persamaan keadaan (PK) kubik yang umum dipakai
untuk perhitungan kesetimbangan fasa seperti PK van der Waals dan Peng-Robinson
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 5 dari 26

Mampu menurunkan persamaan kerja untuk menghitung koefisien fugasitas

Mampu menulis, debugging, compiling, dan running program komputer seperti FORTRAN
utk mendapatkan tekanan uap jenuh

Mampu menjelaskan penurunan persamaan koefisien fugasitas komponen dalam


campuran yang berada pada kesetimbangan fasa menggunakan persamaan keadaan
kubik

Mampu menjelaskan algoritma perhitungan kesetimbangan fasa menggunakan persamaan


keadaan kubik

Mampu menggunakan piranti lunak GPEC untuk mengevaluasi PK dan aturan


pencampuran serta aturan kombinasi

Mampu membandingkan pendekatan koefisien fugasitas dan koefisien aktifitas

Mampu memilih pendekatan mana yang sesuai untuk representasi kesetimbangan fasa
cair-uap
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 6 dari 26

PROBLEM 4
Apakah persyaratan kesetimbangan cair-uap suatu fluida murni dapat kita tuliskan
menggunakan besaran fugasitas atau koefisien fugasitas:

= atau = ?

Jawab:
Dalam sebuah sistem tertutup yang berisi fluida murni berfasa dan , kesetimbangan
dapat terjadi bila terdapat kesamaan sifat dari kedua fasa tersebut, yaitu suhu (T), tekanan (P),
dan energi Gibbs (G). Untuk sebuah sistem tertutup yang berisi fluida murni berfasa cair dan uap
(Vapor-Liquid Equilibrium, VLE), secara matematis kedua fasa harus memiliki kesamaan sifat
yaitu

= Kesetimbangan suhu (1)


= Kesetimbangan mekanik (2)
= Kesetimbangan energi Gibbs (3)
Kesetimbangan suhu menyatakan bahwa suhu pada fasa cair harus sama dengan suhu
pada fasa uap, karena jika terjadi gradien suhu maka akan terjadi perpindahan dari fasa yang
bersuhu lebih tinggi ke fasa yang bersuhu lebih rendah (belum terjadi kesetimbangan).
Kesetimbangan mekanik menyatakan bahwa tekanan pada fasa cair harus sama dengan
tekanan pada fasa uap, karena jika terjadi gradien tekanan maka akan terjadi perpindahan dari
fasa yang bertekanan lebih tinggi ke fasa yang bertekanan lebih rendah. Sementara,
kesetimbangan energi Gibbs menyatakan bahwa energi Gibbs pada fasa cair harus sama
dengan energi Gibbs pada fasa uap, karena jika salah satunya lebih rendah, dalam sistem
tersebut hanya akan terdapat satu fasa yang memiliki nilai energi Gibbs paling besar
dibandingkan dengan fasa lainnya.

Energi Gibbs sendiri merupakan fungsi dari suhu (T) dan tekanan (P). Dalam sistem
tertutup, energi Gibbs dirumuskan dengan:

() = () () (4)
dimana persamaan tersebut dapat didefinisikan kembali pada sistem yang tidak memiliki reaksi
kimia dan jika salah satunya konstan menjadi:

[ (nG)
P ]
T,n
=n V
dan [ (nG)
T ]
P ,n
=n S
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 7 dari 26

dengan menganalogikan sistem tersebut menjadi sebuah sistem terbuka, di mana terdapat
kemungkinan terjadinya perpindahan materi dari dalam atau ke luar sistem, energi Gibbs total
(nG) kemudian dapat didefinisikan juga sebagai fungsi suhu (P), tekanan (T), dan mol spesies i
(ni).

= (,,1,2,,)

Total diferensial dari nG menjadi:

d ( nG )= [ (nG)
P ]
T,n
dP+[ (nG)
T ] P, n
dT +
i
[ ( nG)
ni ]
P ,T , n j
d ni

di mana nj menyatakan seluruh jumlah mol yang dijaga konstan selain spesies i. Suku terakhir
dari persamaan total diferensial nG dapat didefinisikan sebagai potensial kimia dari spesies i
dalam sebuah campuran. Secara matematis, dinyatakan sebagai:

[ ]
(nG) (5)
i =
ni P ,T ,n j

Maka, persamaan total diferensial dari nG dapat ditunjukkan dengan

d ( nG )=( nV ) dP( nS ) dT + i d ni (6)


i

Pada fasa dan , persamaan (6) dapat ditulis untuk kedua fasa tersebut yaitu

d ( nG ) =( nV ) dP( nS ) dT + i d ni
i

d ( nG ) =( nV ) dP ( nS ) dT + i d ni
i

Perubahan dari total energi Gibbs pada sistem dua fasa merupakan jumlah dari persamaan di
atas

nM =( nM ) + ( nM )

d (nG )=(n V )dP(nS )dT + i d ni + i d ni


i i

Jika meninjau sistem tertutup, persamaan (4) berlaku. Potensial kimianya menjadi

i d ni + i d ni =0
i i
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 8 dari 26

Karena sistem tertutup, setiap spesi yang meninggalkan fasa akan memasuki fasa , maka

d ni =d ni

Kemudian, dari persamaan tersebut didapatkan

( i i )d ni =0
i

i =i

Dari persamaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa potensial kimia untuk N spesi dalam


sebuah sistem adalah sama. Secara matematis, potensial kimia untuk fasa didefinisikan

sebagai

i =i==i (7)

Dari persamaan (5), dapat didefinisikan sebuah persamaan baru yang disebut dengan properti
molar parsial (partial molar property) dari spesi i dalam larutan yang secara matematis berupa

[
i= (nM )
M
ni ] P , T ,n j
(8)

i
M i
U
di mana simbol dapat menggambarkan energi dalam molar parsial ( ), entalpi molar

i
H S i i
G
parsial ( ), entropi molar parsial ( ), energi Gibbs molar parsial ( ), dan lain-lain.

Kemudian, dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan membandingkan persamaan (5) dan (8),
penulisan energi Gibbs memperlihatkan bahwa potensial kimia dan energi Gibbs molar parsial
adalah sebanding, yang secara matematis didefinisikan sebagai

i
i = G (9)

Kemudian, persamaan (1), (2), dan (3) untuk syarat terjadinya kesetimbangan dapat didefinisikan
ulang menjadi

= Kesetimbangan suhu (1)


= Kesetimbangan mekanik (2)
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 9 dari 26

Li = Vi Kesetimbangan potensial kimia (10)

Fugasitas didefinisikan sebagai besaran dari suatu tekanan ekuivalen yang dinyatakan dalam
dimensi tekanan (P) berdasarkan hukum gas ideal. Maka, fugasitas dapat disebut sebagai
corrected pressure dalam sistem kesetimbangan. Dari bahasa Latin, fugasitas diartikan sebagai
kecenderungan untuk melepas. Berarti, fugasitas pada fasa uap menyatakan kecenderungan
suatu spesi untuk melepaskan diri menjadi fasa cair dan fugasitas pada fasa cair adalah
kecenderungan suatu spesi untuk melepaskan diri menjadi fasa uap. Untuk menyatakan
fugasitas, dapat digunakan pendekatan matematis.

[ ]
V i=
( i)
P T,n
(11)

i=V i dP Pada T konstan

(Gas Ideal)
di =
[ ]V
ni P ,T ,n j 1
dP=
RT
P
dP

Karena energi tidak memiliki nilai yang mutlak, maka dibutuhkan suatu nilai acuan atau referensi.

Potensial kimia referensi (


oi ) adalah potensial kimia pada tekanan referensi (). Hubungan

antara keduanya dapat dilihat dari integrasi antara kondisi referensi dan kondisi sistem,
didapatkan

ioi =RT ln
[ ] p
po

(12)
ioi =RT ln
[ ]
p
p oi

[] f^i (13)
ioi =RT ln
f^ oi

Kemudian, pada tekanan yang mendekati nilai 0, gas bersifat ideal. Maka:

[]f^i (Gas Ideal) (14)


lim =1
p 0 pi
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 10 dari 26

Dari persamaan tersebut, didapatkan sebuah definisi dari / yaitu koefisien fugasitas,

f^i ^f (15)
^ i = = i
pi , sys y i Psys

Kembali pada definisi persamaan (7), kesetimbangan potensial kimia pada fasa dan jika
disubstitusi dengan persamaan (13), maka persamaan di atas menjadi

f^ i
[ ]
+ RT ln ,o = i , o + RT ln
,o
i
^f i [ ]f^ i
f^ i , o

{ [ ]} [ ]
^f ,o f^ i
, o , o
i i =RT ln i ,o + RT ln
^f i f^ i

{}
Tiga suku pertama yang diberi merupakan definisi dari persamaan (13), ini berarti suku

yang tersisa, yaitu suku paling kanan bernilai 0.

0=RT ln
f^ i[]
f^ i

f^ i =f^ i

(16)

Kemudian, persamaan (1), (2), dan (10) untuk syarat terjadinya kesetimbangan dapat
didefinisikan ulang menjadi

= Kesetimbangan suhu (1)


= Kesetimbangan mekanik (2)
f^ iL =f^ Vi Kesetimbangan fugasitas (17)

Jelaskan apa yang dimaksud dengan fugasitas dan koefisien fugasitas menggunakan plot
fugasitas dan koefisien fugasitas H2O sebagai fungsi tekanan pada suhu 300C pada
gambar berikut ini.
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 11 dari 26

Jawab:
Fugasitas merupakan sebuah ukuran yang menyatakan kecenderungan suatu gas untuk
mengembang, yang dinyatakan sebagai suatu fungsi tekanan. Fugasitas juga merupakan
parameter yang menunjukkan nilai tekanan suatu zat dalam model ideal, dan akan memiliki nilai
yang sama atau mendekati nilai tekanan p (f = p) pada keadaan ideal.
Berdasarkan grafik di atas, ketika suatu zat telah melewati kondisi saturated maka fugasitas
akan bernilai konstan atau mengalami peningkatan yang sangat kecil (tidak signifikan). Dalam
grafik pula tampak bahwa, ketika p semakin menjauhi nol, maka nilai f akan semakin jauh dari
tekanan tersebut. Akan tetapi, ketika garis p ditarik menuju nol, maka garis fugasitas akan
berhimpit dengan p yang menunjukkan bahwa ketika nilai tekanan mendekati nol, f akan senilai
dengan p tersebut. Untuk sistem yang berada pada kondisi kesetimbangan (equilibrium),
fugasitas untuk masing masing fasa dalam sistem akan memiliki nilai yang sama.

Koefisien fugasitas adalah suatu besaran tak berdimensi, yang membandingkan fugasitas dan
tekanan. Pada keadaan ideal (di mana limit dari tekanan mendekati nol), nilai koefisien fugasitas


akan mendekati satu (lim = 1).
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 12 dari 26

Berdasarkan grafik, semakin tinggi tekanan, maka nilai koefisien fugasitas akan semakin kecil.
Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi tekanan sistem, semakin jauh sifat sistem dari kondisi
ideal (di mana koefisien fugasitas akan bernilai satu). Pada grafik juga tampak bahwa setelah zat
melewati kondisi saturated, nilai koefisien fugasitas akan menurun secara signifikan. Hal ini
disebabkan karena tekanan akan terus bertambah sementara fugasitas tetap bernilai konstan.

Dengan menggunakan rumus berikut, dikombinasikan dengan persamaan keadaan van


der Waals:
V
ln =z1ln z

( RTP V1 ) dV , turunkanlah persamaan berikut:

ln =f ( v , T )

a (T ) P bP
A= B=
Dengan parameter tak berdimensi 2 2
R T dan RT .

Jawab:

Bagian integral dari persamaan di atas dapat dijabarkan dengan bantuan persamaan van der
Waals sebagai berikut:
V V
1 1 1
RT V(
P dV =
RT
VRT
)b
a RT
2
V V
dV

1
RT [ ( )(
RT ln
V b
V b
a
+
a
V V
RT ln
V
V )( )]
RT
V b V =
Dengan dan P

1
RT [ ( ) ( )(
RT ln
V b
RT
P+
a
V
RT ln
PV
RT )]
Sehingga diperoleh persamaannya sebagai berikut
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 13 dari 26

V
P
( RT

1
) dV =ln
V ( P(RTvb) )+( RTVa )ln z
Kemudian kita subtitusikan term integral pada persamaan awal dengan modifikasi yang kita
punya sekarang. Hasilnya adalah sebagai berikut

ln =z1ln zln ( P (RTv b) )( RTVa )+ln z


ln =z1ln ( P (RTvb) )( RTVa )
b
1
v
z () ( RTVa )
ln =z1ln

bP
1
zRT
aP
(
z () 2 2
R T z )
ln =z1ln

B
1
z
A
z ()
z
ln =z1ln

Gunakanlah persamaan untuk koefisien fugasitas tersebut di atas dalam menulis program
komputer seperti FORTRAN untuk menghitung tekanan uap jenuh suatu fluida murni
sebagai fungsi suhu. Anda dapat menggunakan diagram alir yang diberikan pada halaman
dua.

Jawab:
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 14 dari 26

Persamaan untuk mencari koefisien fugasitas yang diturunkan berdasarkan persamaan keadaan
van der Waals adalah:

b
1
V
z () ( RTVa )
ln =z1ln

Dimana:

27 R2 T 2c
a=
64 T c

RTc
b=
8 Pc

Tc = temperatur kritis suatu zat (K)


Pc = tekanan kritis suatu zat (Pa)

R = konstanta gas universal (R = 8.314 J/mol.K)

PV
Z=
Z = faktor kompresibilitas ( RT )

Dengan menggunakan program Silverfrost Plato dan bahasa pemrograman FORTRAN,


diperoleh program untuk mencari tekanan uap jenuh dari suatu zat sebagai berikut.

c ===========================================================
c || Program Untuk Menghitung Tekanan Uap dengan ||
c || Persamaan Keadaan van der Waals ||
c ===========================================================

program psatvdw
implicit none
real*16 T,P,Tc,Pc,eps,a,b,R,zv,zl,rlnphiv,phil,phiv
real*16 vv,vl,vlfin,vvfin,Mr,rlnphil,fl,fv,pnew
parameter (R = 8.314)
integer flag,iter,maxiter,itnum,prflag

C ***********************************************************************
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 15 dari 26

c INPUT SIFAT-SIFAT ZAT YANG DIGUNAKAN

write(*,*)'Program Tekanan Uap dengan EOS van der Waals'


write(*,*)
write(*,*)'Masukkan nilai awal:'
write(*,*)'T (Kelvin) = '
read(*,*)T
write(*,*)'P (Pa) = '
read(*,*)P
write(*,*)'Masukkan data karakteristik zat:'
write(*,*)'Mr = '
read(*,*)Mr
write(*,*)'Nilai Tc zat (Kelvin) = '
read(*,*)Tc
write(*,*)'Nilai Pc zat (Pa) = '
read(*,*)Pc
write(*,*)'Iterasi maksimum = '
read(*,*)maxiter
write(*,*)'Kriteria proses = '
read(*,*)eps
write(*,*)

C ***********************************************************************
C PROGRAM UTAMA
C ***********************************************************************

A=27*R**2*TC**2/(64*PC)
B=R*TC/(8*PC)

iter = 0
flag = 0

vv = R*T/P

C ***********************************************************************
C MEMANGGIL SUBROUTINE VAP

CALL VAP(vv,vvfin,a,b,R,T,P,Mr,iter,maxiter,flag)

iter = 0
flag = 0

vl = 1.10*b

C ***********************************************************************
C MEMANGGIL SUBROUTINE LIQ
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 16 dari 26

CALL LIQ(vl,vlfin,a,b,R,T,P,Mr,iter,maxiter,flag)

C ***********************************************************************
C MENGHITUNG FUGASITAS FASA UAP
zv=p*vvfin*0.001*mr/(r*t)
RLNPHIv=Zv-1-A/(R*T*vvfin*0.001*mr)-LOG(Zv*(1-B/(vvfin*0.001*mr)))
PHIv=EXP(RLNPHIv)
fv=phiv*P

C ***********************************************************************
C MENGHITUNG FUGASITAS FASA CAIR

zl=p*vlfin*0.001*mr/(r*t)
RLNPHIl=Zl-1-A/(R*T*vlfin*0.001*mr)-LOG(Zl*(1-B/(vlfin*0.001*mr)))
PHIl=EXP(RLNPHIl)
fL=phil*P
write(*,*)'v vap (m3/kg) = ',vvfin
write(*,*)'v liq (m3/kg) = ',vlfin
write(*,*)'phi liq = ',phil
write(*,*)'phi vap = ',phiv
write(*,*)'f liq (Pa) = ',fl
write(*,*)'f vap (Pa) = ',fv
write(*,*)'P (Pa) = ',p
write(*,*)
itnum=0
prflag = 0
do while(prflag .eq. 0)
pnew = p*fl/fv
if (abs(fl-fv) .LE. eps) then
prflag = 1
elseif (itnum .GT. maxiter) then
prflag = 2
else
itnum = itnum + 1
p=pnew
endif

iter = 0
flag = 0
vv = R*T/P

C ***********************************************************************
C MEMANGGIL SUBROUTINE VAP

CALL VAP(vv,vvfin,a,b,R,T,P,Mr,iter,maxiter,flag)

iter = 0
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 17 dari 26

flag = 0
vl = 1.10*b

C ***********************************************************************
C MEMANGGIL SUBROUTINE LIQ
CALL LIQ(vl,vlfin,a,b,R,T,P,Mr,iter,maxiter,flag)

C ***********************************************************************C
MENGHITUNG FUGASITAS FASA UAP

zv=p*vvfin*0.001*mr/(r*t)
RLNPHIv=Zv-1-A/(R*T*vvfin*0.001*mr)-LOG(Zv*(1-B/(vvfin*0.001*mr)))
PHIv=EXP(RLNPHIv)
fv=phiv*P

C ***********************************************************************C
MENGHITUNG FUGASITAS FASA UAP

zl=p*vlfin*0.001*mr/(r*t)
RLNPHIl=Zl-1-A/(R*T*vlfin*0.001*mr)-LOG(Zl*(1-B/(vlfin*0.001*mr)))
PHIl=EXP(RLNPHIl)
fL=phil*P
write(*,*)'v vap (m3/kg) = ',vvfin
write(*,*)'v liq (m3/kg) = ',vlfin
write(*,*)'phi liq = ',phil
write(*,*)'phi vap = ',phiv
write(*,*)'f liq (Pa) = ',fl
write(*,*)'f vap (Pa) = ',fv
write(*,*)'P (Pa) = ',p
write(*,*)
enddo

write(*,*)'Psat (Pa) = ',P


write(*,*)'prflag = ',prflag
write(*,*)'Jumlah iterasi = ',itnum

stop
end program psatvdw

C ***********************************************************************C
AKHIR DARI PROGRAM UTAMA
C ***********************************************************************

C
***************************************************************************C
SUBROUTINE UNTUK MENDAPATKAN VOLUME UAP DARI PERSAMAKUBIK
C
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 18 dari 26

***************************************************************************
SUBROUTINE VAP(vv,vvfin,a,b,R,T,P,Mr,itnum,itmax,prflag)

real*16 vv,vvnew,vvfin,a,b,R,T,P,Mr
integer prflag,itnum,itmax
itnum = 0
prflag = 0
do while(prflag .EQ. 0)
vvnew = (R*T/P) + b - a*(vv-b)/(P*Vv**2)
if (abs(vvnew - vv) .LE. 0.00000000001) then
prflag = 1
elseif (itnum .GT. itmax) then
prflag = 2
else
itnum = itnum + 1
vv = vvnew
endif

vvfin = vvnew/(Mr*0.001)

enddo
write(*,*)'v vap (m3/mol) = ',vvnew
write(*,*)'prflag = ',prflag

return
end

C
***************************************************************************
C SUBROUTINE UNTUK MENDAPATKAN VOLUME CAIRAN DARI PERSAMAAN
KUBIK
C
***************************************************************************

SUBROUTINE LIQ(vl,vlfin,a,b,R,T,P,Mr,itnum,itmax,prflag)

real*16 vl,vlnew,vlfin,a,b,R,T,P,Mr
integer prflag,itnum,itmax

itnum = 0
prflag = 0
do while(prflag .EQ. 0)
vlnew = - ((P*vl**3)/a)+((p*b/a)+(R*T/a))*vl**2+b
if (abs(vlnew - vl) .LE. 0.00000000001) then
prflag = 1
elseif (itnum .GT. itmax) then
prflag = 2
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 19 dari 26

else
itnum = itnum + 1
vl = vlnew
endif
enddo
write(*,*)'v liq (m3/mol) = ',vlnew
write(*,*)'prflag = ',prflag

vlfin = vlnew/(Mr*0.001)

return
end

Berdasarkan coding tersebut, input untuk program adalah

T (Kelvin)

P (Pa)

Mr (g/mol)

Tc (K)

Pc (Pa)

Iterasi maksimum

Kriteria proses (kriteria konvergensi)

Keluaran dari program tersebut adalah:

V vap (volume molar uap dengan satuan m3/mol)

V liq (volume molar cairan dengan satuan m3/mol)

Prflag (untuk menandakan tercapainya iterasi)

a. Prflag bernilai 1 jika kriteria konvergensi (eps) tercapai

b. Prflag bernilai 2 jika batas iterasi maksimum tercapai

V vap (volume spesifik uap dengan satuan kg/mol)

V liq (volume spesifik cairan dengan satuan kg/mol)


MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 20 dari 26

Phi liq (koefisien fugasitas cairan)

Phi vap (koefisien fugasitas uap)

F liq (fugasitas cairan)

F vap (fugasitas uap)

P (tekanan)

Psat (tekanan uap)

Jumlah iterasi (banyaknya iterasi untuk mencapai kriteria konvergensi)

Gambar ulang plot fugasitas dan koefisien fugasitas sebagai fungsi tekanan ersebut
menggunakan persamaan yang menghubungkan koefisien fugasitas dengan suhu dan
tekanan, yang diturunkan menggunakan persamaan keadaan (equation of state) van der
Waals.
Pada tekanan berapakah persamaan (1) berlaku bagi air pada suhu 300C jika anda
menggunakan program anda? Apakah tekanan ini sesuai dengan tekanan uap pada tabel
kukus (steam table)?

Jawab:

Persamaan koefisien fugasitas yang diturunkan menggunakan persamaan keadaan van der
waals sebagai berikut :

Berdasarkan literatur, tekanan uap jenuh air pada temperatur sebesar 300oC atau 573,15 K
adalah 85,87 bar.
Untuk menentukan nilai volume molar dari air, digunakan program Fortran dengan metode
Newton Raphson. Coding dari program sebagai berikut:
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 21 dari 26
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 22 dari 26

Untuk Nilai P lebih kecil dari P sat, air berada pada fase vapor. Pada fase vapor, nilai tebakan V
awal pada program adalah

RT
V tebakan =
P

Setelah didapatkan nilai V, maka nilai Z dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

PV
Z=
RT


Setelah didapatkan nilai Z, nilai koefisien fugasitas ( ) dapat dihitung dengan persamaan 1.


Setelah didapatkan nilai , maka fugasitas dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

f = x P


Nilai P, V, Z, , f untuk rentang P yang lebih kecil dari P sat ditunjukkan oleh tabel berikut ini
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 23 dari 26


Untuk nilai P sama dengan P sat, perhitungan untuk nilai V, Z, , f, dapat menggunakan


metode yang sama dengan metode untuk menghitung nilai V, Z, , f pada rentang P yang

lebih kecil dari P sat.


Didapatkan nilai nilai V, Z, , f, pada P sat adalah sebagai berikut

=4,526104 3/

=0,816


=0,846

=7262,634

Untuk nilai P lebih besar dari P sat, air berada pada fase liquid. Pada fase liquid, nilai tebakan V
awal pada program adalah

V tebakan =1.1 x b

Setelah didapatkan nilai V, maka nilai ln(/) dihitung dengan menggunakan persamaan
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 24 dari 26

Setelah didapatkan nilai ln(/), maka nilai f dapat dihitung dengan menggunakan persamaan


Setelah didapatkan nilai f, maka nilai , dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

f = x P


Nilai P, V, Z, , f untuk rentang P yang lebih besar dari P sat ditunjukkan oleh tabel berikut ini


Berikut ini tabel untuk nilai P, f, dan


Berdasarkan tabel diatas, kita dapat mem-plot grafik P vs f dan P vs .
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 25 dari 26
MATA KULIAH
TERMODINAMIKA TEKNIK KIMIA
(ENCE604013)
DISUSUN OLEH NAMA TUGAS HALAMAN
KELOMPOK 1 MAKALAH PEMICU 4 PART 2 26 dari 26

DAFTAR PUSTAKA

Moran, Michael J., Howard N. Shapiro. 2010. Fundamentals of Engineering


Thermodynamics 3th ed. Asia : John Wiley & Sons Pte Ltd.
Smith, J.M.,H.C.van Ness, and Abbott, M.M., "Introduction to Chemical Engineering
Thermodynamics", 5th ed., McGraw-Hill, 1996.
Milo. D. Koretsky.2004. Engineering and Chemical Thermodynamic 2th edition. United
States of America; John Willey & Sons
Anonim, n.d. Phase Behavior of Pure Fluids. [Online] Available at :
http://petrowiki.org/Phase behavior of pure fluids#Calculation of vapor pressure
[Accessed 1 Mei 2016]

Anda mungkin juga menyukai