Anda di halaman 1dari 9

Nama : Tri Putra Bakti

Kelas : 6 AK 4
NIM : 301-14-11-114
Kelompok : Genap

Bab 4 Pertemuan ke-8 Pengauditan Siklus Jasa Personalia Hal 147

2. Apakah yang menjadi penekanan pemeriksaan siklus personalia pada asersi


keberadaan/keterjadian?
Jawaban:

Berkaitan dengan asersi keberadaan atau keterjadian, auditor menekankan


pada apakah seluruh saldo biaya gaji dan upah, utang gaji dan upah,
tunjangan, bonus, dan saldo rekening lain yang terkait, benar-benar eksis pada
tanggal neraca. Disamping itu, asersi ini juga menekankan pada apakah
seluruh transaksi gaji dan upah yang tercatat benar-benar terjadi dan tidak ada
transaksi pembayaran gaji dan upah fiktif.

4. Sebutkan dokumen yang digunakan pada siklus personalia!


Jawaban:
Dokumen-dokumen yang digunakan dalam siklus jasa personalia adalah
sebagai berikut:
a. Otorisasi personil
b. Clock card atau time card
c. Time ticket
d. Register gaji dan upah
e. Cek gaji dan upah
f. Ringkasan distribusi gaji dan upah tenaga kerja
g. Rekening di bank yang khusus dipakai untuk membayar gaji dan upah
h. Catatan personalia
i. Dokumen atau formulir otorisasi pengurangan gaji
j. Formulir otorisasi penentuan tarif gaji dan upah
k. Jurnal gaji dan upah

6. Jelaskan proses penentuan risiko pengendalian dalam siklus personalia!


Jawaban:
Proses penentuan risiko pengendalian meliputi identifikasi salah saji potensial,
pengendalian yang perlu, dan tes pengendalian. Dalam menentukan risiko
pengendalian, auditor perlu menyadari bahwa salah saji gaji dan upah dapat
disebabkan karena kesalahan tak di sengaja maupun manipulasi. Auditor perlu
memperhatikan adanya risiko overstatement gaji dan upah. Risiko
overstatement meliputi: pembayaran tenaga kerja fiktif, pembayaran tidak
fiktif tapi karyawan yang bersangkutan tidak bekerja, dan pembayaran
melebihi tarif.
8. Bagaimanakah prosedur pengujian substantif atas gaji dan upah?
Jawaban:
Tujuan Audit Prosedur
Keterjadian Penilaian Menentukan dengan prosedur analitis kelayakan
biaya gaji dan distribusinya
Kewajiban, Penilaian, Menentukan kelayakan upah yang masih harus
Kelengkapan dibayar, gaji dan akun yang terkait
Penyajian dan Menelaah laporan keuangan untuk menentukan
Pengungkapan apakah:
Gaji dan upah yang masih harus dibayar telah
diklasifikasikan secara layak
Pengungkapannya mencukupi

10. Jelaskan penerapan prosedur analitis pada pengauditan biaya gaji!


Jawaban:
Penerapan prosedur analitis saldo gaji dan upah meliputi:
a. Perbandingan antara saldo biaya gaji dan upah tahun ini dengan saldo
tahun sebelumnya.
b. Perbandingan antara saldo biaya gaji dan upah tahun ini dengan jumlah
yang dianggarkan dalam anggaran pembelanjaan perusahaan.
c. Perbandingan antara saldo biaya gaji dan upah yang dibebankan dengan
tahun sebelumnya.
d. Menghitung rasio total biaya gaji dan upah dibagi dengan penjualan
bersih. Rasio ini kemudian dibandingkan dengan rasio tahun sebelumnya.
e. Perbandingan antara biaya komisi yang dibebankan dengan tahun
sebelumnya
Bab 6 Pertemuan ke-9, 10 Pengauditan Siklus Investasi dan Pendanaan Hal
216
2. Jelaskan aktivitas yang ada pada pemeriksaan siklus investasi.
Jawaban:
Fungsi Bisnis Utama
Dana modal didapat dari investor dan kreditor
Aktivitas
a. Penjagaan
b. Pencatatan
c. Penilaian
d. Akuisisi dan Investasi Obligasi Jangka Pendek
e. Penjualan
f. Pendapatan
Formulir
a. Sertifikat obligasi
b. Surat berharga

c. Sertifikat saham

4. Strategi yang bagaimana yang akan digunakan dalam pengauditan siklus


investasi?Jelaskan.
Jawaban:

Strategi audit tergantung frekuensi transaksi penanaman investasi, baik jangka


pendek maupun jangka panjang.Bila frekuensinya rendah, auditor akan
menghemat biaya bila memakai primarily substantive approach atau
pendekatan pengutamaan pengujian substantif.Sebaliknya, apabila frekuensi
transaksi tinggi, auditor akan menghemat biaya kalau melakukan pengujian
pengendalian untuk menghimpun bukti yang mendukung lower assessed level
of control risk.

6. Jelaskan secara singkat bagaimana pemahaman struktur pengendalian intern


untuk siklus pendanaan.
Jawaban:
Pemahaman struktur pengendalian intern siklus ini meliputi pertimbangan
lingkungan pengendalian, penaksiran risiko, informasi dan komunikasi (sistem
akuntansi), pemantauan, dan prosedur pengendalian.
Lingkungan Pengendalian
Pemahaman lingkungan pengendalian meliputi pemahaman pemberian
kekuasaan dan tanggung jawab atas transaksi pendanaan pada direktur
keuangan dan beberapa direktur terkait lainnya.Auditor juga perlu
memahami metode pengendalian manajemen.Metode pengendalian
manajemen meliputi ada tidaknya perencanaan strategik atas keputusan
pendanaan.
Penaksiran Risiko
Penaksiran risiko dapat ditujukan ke bagaimana perusahaan
mempertimbangkan kemungkinan transaksi dalam siklus pendanaan yang
tidak dicatat atau mengindentifikasi dan menganalisis estimasi yang
signifikan yang dicatat dalam laporan keuangan.
Informasi dan komunikasi(Sistem Akuntansi)
Pemahaman sistem akuntansi menuntut pengetahuan auditor tentang
metode pemrosesan data, dan dokumen serta catatan pokok yang
digunakan.Pemahaman sistem akuntansi diperoleh melalui penelaahan
buku manual akuntansi dan flowchart system, mengajukan pertanyaan
pada personal akuntansi, dan pengalaman terdahulu dengan klien.Akuntan
harus memahami kompetensi personal akuntansi dan bagian EDP yang
bertanggung jawab atas pengolahan transaksi siklus pendanaan.
Aktivitas pengendalian
a. Review Kinerja.
Aktivitas pengendalian ini mencakup review atas kinerja
sesungguhnya dari transaksi dalam siklus pendanaan dibandingkan
dengan anggaran atau prakiraan transaksi pendanaan periode
sebelumnya.
b. Pengolahan Informasi
Terdapat dua pengelompokkan untuk aktivitas pengendalian jenis ini
yaitu pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.Pengendalian
umum ini terkait dengan pengendalian atas operasional dari transaksi
dalam siklus pendanaan, pengembangan dan pemeliharaan sistem
aplikasi.Sedang pengendalian aplikasi berlaku untuk pengolahan
aplikasi secara individual untuk masing-masing transaksi tersebut.
c. Pengendalian fisik
Aktivitas ini mencakup keamanan fisik aktiva yang diperoleh seperti
saham atau surat berharga, termasuk penjagaan memadai seperti
fasilitas yang terlindungi dari akses yang tidak dikehendaki.
d. Pemisahan tugas

Pembebanan tanggung jawab ke orang yang berbeda untuk


memberikan otorisasi transaksi dalam siklus pendapatan.Pemisahan
tugas harus diterapkan dalam bentuk pemisahan tugas pelaksanaan
transaksi pendanaan, tugas pencatat transaksi, dan tanggung jawab
penerima kas hasil transaksi pendanaan.

8. Mengapa auditor harus hati-hati dalam menelaah saham yang diterbitkan?


Jelaskan!
Jawaban:
Auditor secara hati-hati menguji penentuan perlakuan akuntansi yang tepat
untuk pengeluaran saham sebagai bagan opsi saham, garansi saham, konversi
saham atau hal-hal yang berkaitan dengan stock split.Berdasarkan prosedur ini
auditor akan mendapatkan bukti mengenai asersi keberadaan dan keterjadian,
hak dan kewajiban, dan penilaian atau alokasi.
Untuk penerbitan saham, audior hendaknya menentukannya melalui
penghitungan bahwa catatan buku besar secara akurat mencerminkan jumlah
saham yang dijual dan harga per lembar saham yang diotorisasi oleh dewan
direktur.

Kehati-hatian ini agar saham yang diaudit oleh auditor tidak mengandung
kesalahan, sehingga opini auditor atas laporan keuangan, bisa mencerminkan
keadaan yang sebenarnya.

10. Mengapa auditor melakukan konfirmasi obligasi yang beredar?


Jawaban:
Auditor dapat melakukan konfirmasi mengenai jumlah obligasi yang beredar
pada tanggal neraca.Respon konfimasi kemudian dibandingkan dengan saldo
utang obligasi.Pengiriman surat dan penerimaan jawaban konfirmasi harus
dilakukan oleh auditor.Pengujian ini berkaitan erat dengan asersi keberadaan
atau keterjadian, kelengkapan, dan hak dan kewajiban.

Bab 7 Pertemuan ke-11,12 Pengauditan Saldo Kas Hal 240


2. Apakah yang dimaksud dengan Compensating Balance ?
Jawaban:
Compensating Balance adalah saldo minimum yang harus disisihkan atau
disimpan di bank apabila perusahaan meminjam uang dari bank tersebut.
4. Strategi yang bagaimana yang akan digunakan dalam pengauditan siklus kas?
Jawaban:
Frekuensi transaksi kas sangat tinggi. Oleh karena itu, auditor akan
menghemat biaya kalau melakukan pengujian pengendalian untuk
menghimpun bukti yang mendukung lower assessed level of control risk.
Meskipun demikian, auditor tetap harus melaksanakan pengujian substantif.
Oleh karena itu, strategi audit yang digunakan adalah kombinasi strategi
pengutamaan pengujian substantif ( primarily substantive approach ) dan
lower assessed level of control risk.
6. Jelaskan secara singkat bagaimana pemahaman struktur pengendalian intern
untuk siklus kas!
Jawaban:
Pemahaman struktur pengendalian intern untuk siklus kas meliputi :
1) Lingkungan Pengendalian
Titik tolak pemahaman struktur pengendalian intern siklus kas adalah
pemahaman lingkungan pengendalian atas kas. Lingkungan pengendalian
sangat penting untuk mewujudkan struktur penegendalian intern kas yang
baik.
2) Penaksiran risiko
Penaksiran risiko entitas untuk tujuaan pelaporan keuangan merupakan
pengidentifikasian, analisis, dan pengelolaan risiko yang relevan dengan
penyusunan laporan keuangan yang disajikan secara wajar sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima umum.
3) Informasi dan Komunikasi ( Sistem Akuntansi )
Pemahaman informasi dan komunikasi menuntut pengetahuan auditor
tentang metode pemrosesan data , dan dokumen serta catatan yang
digunakan. Pemahaman informasi dan komunikasi diperoleh melalui
penelaahan buku manual akuntansi, flowchart system, mengajukan
pertanyaan pada personel akuntansi dan pengalaman terdahulu dengan
klien.
4) Aktivitas pengendalian
Aktivitas pengendalian yang relevan dengan audit atas transaksi dalam
siklus kas dapat digolongkan menjadi beberapa kebijakan dan prosedur
yang berkaitan dengan :
1. Review kinerja,
2. Pengolahan informasi
3. Pengendalian fisik
4. Pemisahan tugas
8. Jelaskan bagaimana penerapan prosedur analitis pada siklus kas!
Jawaban:
Saldo kas dipengaruhi secara signifikan oleh manajemen melalui strategi dan
keputusan pembiayaan perusahaan. Dengan demikian saldo kas mungkin tidak
menunjukkan hubungan yang dapat diprediksi dengan data keuangan atau data
operasional lainnya. Meskipun demikian, prosedur analitis juga berguna,
misalnya saldo kas dibandingkan dengan sasaran atau harapan yang ingin
dicapai dalam anggaran.
10. Jelaskan dengan singkat pengertian lapping dan bagaimanakah usaha
mencegahnya!
Jawaban:
Lapping merupakan suatu ketidakberesan yang melibatkan ketidaktepatan
jumlah penerimaan kas.
Adapun usaha untuk mencegahnya yaitu risiko terjadinya lapping dapat
dikurangi dengan cara menerapkan pemisahan tugas yang memadai antara
penerima atau pemegang kas , dan pencatat penerimaan kas.

Bab 8 Pertemuan ke-13 Tahap Penyelesaian Audit Hal 259

2. Sebutkan 5 prosedur yang dapat dilakukan oleh auditor dalam tahap


penyelesaian pekerjaan lapangan!
Jawaban:
Ada 5 prosedur yang dapat dilakukan oleh auditor dalam tahap penyelesaian
pekerjaan lapangan, yaitu:
a) Melakukan penelaahan peristiwa kemudian (subsequent event review).
b) Membaca notulen rapat.
c) Mengajukan pertanyaan atau melakukan konfirmasi dengan penasihat
hukum klien.
d) Menghimpun surat representasi klien.
e) Melaksanakan prosedur analitis komprehensif.

4. Sebutkan jenis peristiwa kemudian dan berikan contohnya!


Jawaban:
Ada 2 jenis peristiwa kemudian, yaitu:
1) Tipe peristiwa kemudian I.
Contoh:
a. Kerugian akibat piutang tak tertagih yang disebabkan adanya
pelanggan yang mengalami kesulitan keuangan dan menuju kepailitan
sesudah tanggal neraca, merupakan indikasi keadaan yang ada pada
tanggal neraca.
b. Penyelesaian tuntutan hukum baik yang dilakukan klien maupun yang
ditujukan pada klien, yang jumlahnya berbeda dengan jumlah utang
atau piutang yang dicatat, membutuhkan penyesuaian laporan
keuangan jika peristiwa yang menimbulkan tuntutan tersebut telah
terjadi atau ada sebelum tanggal neraca.
c. Penghentian operasi perusahaan cabang dengan rugi terestimasi yang
diakibatkan oleh kondisi yang ada sebelum tanggal neraca.
d. Pelepasan (disposal) peralatan yang tidak digunakan dalam aktifitas
operasi pada harga di bawah nilai buku sekarang.

e. Penjualan investasi pada harga di bawah cost tercatat.

2) Tipe peristiwa kemudian II.


Contoh:
a. Penjualan obligasi maupun penerbitan saham baru.
b. Akuisisi pada perusahaan lain.
c. Tidak diasuransikannya kerugian aktiva tetap yang disebabkan
kebakaran yang terjadi setelah tanggal neraca.
d. Business combination misalnya perusahaan klien akan merger dengan
sebuah perusahaan lain.
e. Perubahan struktur modal.
f. Pengumuman dividen saham ataupun dividen kas yang lain dari
biasanya.
g. Penurunan nilai pasar sekuritas terjadi karena investasi sementara atau
perjanjian kembali.

h. Penurunan nilai pasar persediaan sebagai konsekuensi dari kebijakan


pemerintah untuk membatasi penjualan di masa depan dari suatu
produk.

6. Jelaskan maksud auditor menghimpun surat representasi klien!


Jawaban:
Auditor disyaratkan untuk memperoleh representasi tertulis dari manajer
sebagai bagian dari audit yang dilaksanakan sesuai dengan standar
pengauditan. Auditor mengandalkan representasi kllien untuk:
a. Mengonfirmasikan pernyataan lisan yang disampaikan pada auditor.
b. Mendokumentasikan ketepatan representasi yang kontinu
c. Menurunkan kesalahpahaman mengenai representasi manajemen.

8. Jelaskan apa yang dimaksud dengan aggregate likely missatement!


Jawaban:
Likely missatement adalah jumlah ketiga komponen untuk suatu akun.
Aggregate likely missatement adalah jumlah seluruh likely missatement dalam
suatu akun.

10. Apakah yang dimaksud dengan surat pernyataan manajemen dan apa maksud
auditor menyusun surat tersebut?
Jawaban:
surat pernyataan manajemen berisi rekonmendai-rekomendasi yang tidak
disyaratkan untuk dikomunikasikan dengan komite audit. Management letter
dapat mencakup komentar atas:
a. Struktur pengendalian intern, yang bukan termasuk reportable condition.
b. Sember daya manajemen seperti kas, persediaan, dan investasi.
c. Masalah perpajakan.

Bab 9 Pertemuan ke-14 Pelaporan Audit Hal 277

2. Jelaskan apakah yang dimaksud dengan prinsip akuntansi yang berterima


umum!
Jawaban:
Istilah prinsip akuntansi yang berterima umum maksudnya meliputi prinsip-
prinsip akuntansi, praktik akuntansi, dan metode penerapan prinsip akuntansi.

Prinsip akuntansi yang berterima umum digunakan sebagai tolak ukur untuk
mengukur penyajian keuangan. Frase prinsip akuntansi yang berterima umum
merupakan suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi, aturan, dan
prosedur yang diperlukan untuk merumuskan praktik akuntansi yang
berterima umum pada saat tertentu. Prinsip akuntansi yang berterima umum
tidak hanya meliputi pedoman umum, tetapi juga praktik dan prosedur rinci.

4. Sebutkan bunyi standar pelaporan yang kedua!


Jawaban:

Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip


akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan periode sekarang dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi
yang diterapkan dalam periode sebelumnya.

6. Jelaskan isi standar pelaporan ketiga!


Jawaban:

Pengungkapan informatif dalam laporan keuangan harus dipandang


memadai, kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit. Standar ini berkaitan
erat dengan informasi tambahan sebagai pendukung dan pelengkap laporan
keuangan. Informasi tambahan tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk catatan
atas laporan keuangan maupun bentuk pengungkapan lainnya.

8. Jelaskan penyimpangan yang mungkin terjadi dan pendapat wajar tanpa


pengecualian!
Jawaban:
Penyimpangan yang mungkin terjadi dapat dibagi dalam dua kategori yaitu
penambahan bahasa penjelas dalam laporan audit baku yang memberikan
pendapat wajartanpa pengecualian, dan pernyataan pendapat selain pendapat
wajar tanpa pengecualian.

Pendapat wajar tanpa pengecualian dapat diberikan auditor apabila audit telah
dilaksanakan atau diselesaikan sesuai dengan standard pengauditan, penyajian
laporan keuangan dengan prinsip akuntansi yang berterima umum, dan tidak
terdapat kondisi atau keadaan tertentu yang memerlukan bahasa penjelasan.
10. Sebutkan hal-hal atau faktor-faktor tertentu dalam pertimbangan pelaporan
audit!
Jawaban:
Faktor-faktor tertentu dalam pertimbangan pelaporan audit adalah sebagai
berikut:
1) Materialitas bagian laporan keuangan auditannya dibandingkan dengan
auditor kedua.
2) Luas pengetahuannya mengenai laporan keuangan secara keseluruhan
dibanding auditor kedua.
3) Pentingnya komponen-komponen yang diauditnya dalam hubungannya
dengan perusahaan secara keseluruhan.