Anda di halaman 1dari 2

SUNTIK KB

NO DOKUMEN :

NO REVISI :
SOP
TANGGAL TERBIT :

HALAMAN :
MUHAMMAD RUSDI,
S. Si
PUSKESMAS NIP. 19720626
LB. LOMBOK 199203 1 005
1. Pengrtian Penggunaan alat kontrasepsi suntik merupakan tindakan invasiv karena
menembus pelindung kulit, penyuntikan harus dilakukan hati-hati dengan teknik
antiseptik mencegah infeksi
2. Tujuan Sebagai acuan dalam melakukan suntikan KB
3. Prosedur A. Alat
1. Obat yang akan disuntikkan (depo provera, cyclofem)
2. Semprit suntik dan jarumnya (sekali pakai)
3. Alkohol 60 90 %
B. Instruksi kerja
1. Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air mengalir, keringkan dengan handuk
2. Buka dan buang tutup kaleng pada vial yang menutupi karet, hapus karet yang ada diba
atas vial dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 60 90 %, biarkan kering
3. Bila menggunakan jarum atau semprit sekali pakai, segera buka plastiknya Bila mengguna
jarum atau semprit yang telah disterilkan dengan DTT, pakai korentang yang telah di D
untuk mengambilnya
4. Pasang jarum pada semprit suntik dengan memasukkan jarum pada mulut semprit penghubu
5. Balikkan vial dengan mulut vial ke bawah. Masukkan cairan suntik dalam semprit, guna
jarum yang sama untuk menghisap kontrasepsi suntik yang menyuntikkan klien.
C. Teknik suntikan
1. Kocok botol dengan baik, hindarkan terjadinya gelembung-gelembung udara (pada d
provera / cyclofem), keluarkan isinya
2. Suntikkan secara intra muskular dalam di daerah pantat (daerah gluteal). Apabila sunt
diberikan terlalu dangkal, penyerapan kontrasepsi suntikan akan lambat dan tidak bek
segera dan efektif
3. Depo provera (3 ml / 150 mg atau 1 ml / 150 mg) diberikan setiap 3 bulan (12 minggu)
4. Noristerat diberikan setiap 2 bulan (8 minggu)
5. Cyclofem 25 mg medroksi progesteron asetat dan 5 mg estrogen sipionat diberikan se
bulan
a.
4. UNIT KIA
TERKAIT