Anda di halaman 1dari 3

SOP ATONIA UTERI

NO DOKUMEN :

NO REVISI :
SOP
TANGGAL TERBIT :

HALAMAN :
MUHAMMAD RUSDI,
S. Si
PUSKESMAS NIP. 19720626
LB. LOMBOK 199203 1 005
1. Pengrtian Keadaan lemahya tonus/kontraksi rahim yang menyebabkan uterus tidak mampu
menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi plasenta setelah bayi dan
plasenta lahir.
2. Tujuan Sebagai Acuan penerapan langkah-langkah untuk melaksanakan Penanganan
Atonia Uteri Pasca Persalinan
3. Prosedur NO Langkah Keterangan

1. Lakukan massase Massase merangsang kontraksi uterus.


uterus segera setelah Sambil melakukan massase sekaligus dapat
lahir dilakukan penilaian kontraksi uterus.
2. Besihkan kavum uteri Selaput ketuban atau gumpalan darah dalam
2 dari selaput ketuban selaput kavum uteri dapat menghalangi
dan gumpalan darah kontraksi uterus secara baik.

3. Mulai melakukan Sebagian besar atonia uteri akan teratasi


3 kompresi bimanual dngan tindakan ini. Jika kompresi bimanual
interna. Jika uterus interna tidak berhasil setelah 5 menit,
tidak berkontraksi diperlukan tindakan lain.
keluarkan tangan
setelah 1-2 menit. Jika
uterus tidak
berkontraksi teruskan
kompresi bimanual
interna hingga 5 menit
4. Minta keluarga untuk Bila penolong hanya seorang diri, keluarga
4 melakukan kompresi dapat meneruskan kompresi bimanual
bimanual eksterna eksterna selama anda melakukan langkah-
langkah selanjutnya.
5. Berikan metal Metal ergometrin yang diberikan secara
5 ergometrin 0,2 mg intramuskuler akan mulai bekerja dalam 5-7
Intramuskular / menit dan menyebabkan kontraksi uterus.
intravena Pemberian intravena jika sudah terpasang
infus sebelumnya.
6. Berikan infuse cairan Anda telah memberikan oksitosin pada
6 ringer laktat dan waktu penatalaksanaan aktif kala III dan
oksitosin 20 IU/500cc metal ergometrin intramuscular. Oksitosin
intravena akan bekerja segera untuk
menyebabkan uterus berkontraksi. Ringer
laktat akan membantu memulihkan volume
cairan yang hilangselama atonia. Jika uterus
pasien belum berkontraksi selama 6 langkah
pertama, sangat mungkin bahwa ia
mengalami perdarahan post partum dan
memerlukan pergantian darah yang hilang
secara cepat
7. Mulai lagi kompresi Jika atonia tidak teratasi setelah 7 langkah
7 bimanual interna atau pertama, mungkin itu mengalami masalah
pasang tampon serius lainnya. Tampon uterovagina dapat
uterovagina dilakukan apabila penolong telah terlatih.
Rujuk segera kerumah sakit
8. Buat persiapan untuk Atonia bukan merupakan hal yang sederhana
8 merujuk segera dan memerlukan perawatan gawat darurat
difasilitas dimana dapat dilaksaakan bedah
dan pemberian transfuse darah.
9. Teruskan cairan Berikan infuse 500 cc cairan pertama dalam
9 intravena hingga ibu waktu 10 menit. Kemudian ibu memerlukan
mencapai tempat cairan tambahaan, setidak-tidaknya
rujukan 500cc/jam pada jam pertama, dan 500cc/4
jam pada jam-jam berikutnya. Jika tidak
mempunyai cukup persediaan cairan
intravena, berikan cairan 500 ccyang ketiga
tersebut secara perlahan, hingga cukup untuk
sampai ke tempat rujukan. Berikan ibu
minum untuk tambahan rehidrasi.
10. Melakukan laparatomi Pertimbangan antara lain paritas, kondisi ibu
: dan jumlah perdarahan.
Pertimbangkan antara
tindakan
mempertahankan
uterus dengan ligasi
arteri uterine/
hipogastrika dan
histerektomi

4. UNIT KIA
TERKAIT