Anda di halaman 1dari 6

NAMA : IFAT FATMAWATI

NPM : 200110070201

KELAS :E

ISTILAH-ISTILAH DALAM TINGKAH LAKU TERNAK

1. Cage laver fatigue : Kelumpuhan pada ternak ayam yang diperlihara pada kandang
sistem baterai atau sangkar, karena kurang gerak.
2. Caprine : Berhubungan dengan kambing
3. Compaction : Makanan tempatkan dala perut dan intestine, sehingga
kesulitan defacasi.
4. Constipation : Kesulitan dalam mengeluarkan feses. Sering terjadi pada babi
dan anjing karena defacasi memerlukan usaha atau posisi badan secara khusus.
5. Coprophagy : Ternak atau hewan yang memakan kembali fesesnya.
6. Cosset : Anak domba yang dipelihara dan dibesarkan tanpa bantuan
induknnya.
7. Creep feeding : Sistem pemberian pakan pada ternak yang masih usia muda,
dibuat sedemikian rupa, sehingga ternak dewasa tidak dapat ikut makan bersama
anaknya. Cara ini umum diterpakan pada babi yang baru dilahirkan, agar anak-
anaknya tidak tersaingi oleh induknya.
8. Dagging : Pencukuran bulu
9. Dark chesnut : Istilah umum untuk menggambarkan warna hitam kecoklatan
pada kuda.
10. Debeaking : Memotong paruh pada anak ayam, sebagai usaha menekan
kanibalisme dan efisiensi pakan.
11. Dehorning : Pemotongan atau penghilangan tanduk pada ternak
12. Depraved appetite : Tingkah laku yang ditunjukkan ternak yang ingin makan.
13. Disposition : Menggambarkan temperamen seekor ternak atau hewan.
14. Diuresis : Pengeluaran urine yang berlebih.
15. Diurnal migration : Terjadinya migrasi pada hewan di siang hari.
16. Docking : Pemotongan ekor atau bagian dari ekor pada domba yang baru
lahir sebagai usaha dan tindakan dalam program tatalaksana, agar berkurang
potensinya sebagai sarang parasit.
17. Dubbing : Pemotongan jengger ayam agar tidak mengganggu pada
waktu makan.
18. Ekskuvikasi : Pengelupasan kulit terluar yang mennduk pada bangsa reptilia
tertentu.
19. Eliminasi : Pengeluaran zat. Dalam pengendalian penyakit dapat diartikan
sebagai pembunuhan hewan yang sakit atau dikhawatirkan sebagai penular pada
kelompok lain.
20. False heat : Birahi yang ditunjukkan oleh hewan yang sedang bunting.
21. Farrowing : Kelahiran, khususnya pada ternak babi.
22. Fecundity : Kemampuan ternak jantan atau betina untuk menghasilkan
sperma atau ova normal dalam jumlah banyak.
23. Flehmen : Tingkah laku menjelang kopulasi
24. Force molting : Rontok bulu pada unggas.
25. Hachability : Kemampuan telur unggas yang ditunasi untuk dapat menetas
26. Hibernasi : Suatu sifat yang terdapat pada hewan tertentu, yang mana sifat
hewan ini tidur selama musim dingin yang umumnya terdapat di daerah dingin.
27. Iberia : Kemampuan adaptasi ternak terhadap suhu udara yang panas.
28. Impotency : Suatu keadaan ternak jantan yang tidak mampu melakukan
kopulasi sam sekali.
29. Imprinting : Istilah dalam tingkah laku yang menggambarkan pengalaman
atau pelajaran yang secara cepat didapat oleh ternak yang baru lahir atau menetas.
30. Irritabilitas : Kemampuan makhluk hidup untuk menerima rangsangan dan
mampu memberikan reaksi atau tanggapan terhadap rangsangan tersebut.
31. Kanibal : Suatu kebiasaan dari hewan atu ternak tertentu untuk saling
memangsa.
32. Kidding : Melahirkan, khususnya kambing.
33. Konstipasi : Gejala sukar mengeluarkan feses, karena terjadinya
penyerapan air terlalu banyak, sehingga kotoran menjdai keras.
34. Lactation : Pengeluaran air susu dari kelenjar mammary
35. Lambing : Melahirkan anak, khususnya untuk domba.
36. Libido : Nafsu seksual pada ternak jantan.
37. Mating stance : Posisi kawin pada hewan untuk siap melakukan kopulasi.
38. Meconium : Ekskresi pertama dari seekor anak hewan yang baru saja
dilahirkan.
39. Panmixia : Random mating, cara perkawinan dalam kelompok ternak
antara pejantan dan betinanya dapat kawin secara bebas.
40. Quidding : Keadaan yang mana kuda yang telah mengunyah makanan
tidak menelan, taoi memuntahkan ke luar.
41. Random mating : Cara perkawinan dalam sekelompok ternak, pejantan-
pejantannya dapat secara bebas mengawini yang betina.
42. Serving : Kawin unuk istilah sapi atau kambing.
43. Setting hen : Istilah untuk ayam yang sedang mengeram.
44. Silence heat : Birahi yang tenang, sehingga tidak begitu kelihatan tanda-
tandanya dari luar.
NAMA : CEKLI RAHMANITA LESTARI

NPM : 200110070202

KELAS :E

ISTILAH-ISTILAH DALAM TINGKAH LAKU TERNAK

1. Cage laver fatigue : Kelumpuhan pada ternak ayam yang diperlihara pada kandang
sistem baterai atau sangkar, karena kurang gerak.
2. Caprine : Berhubungan dengan kambing
3. Compaction : Makanan tempatkan dalam perut dan intestine, sehingga
kesulitan defacasi.
4. Constipation : Kesulitan dalam mengeluarkan feses. Sering terjadi pada babi
dan anjing karena defacasi memerlukan usaha atau posisi badan secara khusus.
5. Coprophagy : Ternak atau hewan yang memakan kembali fesesnya.
6. Cosset : Anak domba yang dipelihara dan dibesarkan tanpa bantuan
induknnya.
7. Creep feeding : Sistem pemberian pakan pada ternak yang masih usia muda,
dibuat sedemikian rupa, sehingga ternak dewasa tidak dapat ikut makan bersama
anaknya. Cara ini umum diterpakan pada babi yang baru dilahirkan, agar anak-
anaknya tidak tersaingi oleh induknya.
8. Dagging : Pencukuran bulu
9. Dark chesnut : Istilah umum untuk menggambarkan warna hitam kecoklatan
pada kuda.
10. Debeaking : Memotong paruh pada anak ayam, sebagai usaha menekan
kanibalisme dan efisiensi pakan.
11. Dehorning : Pemotongan atau penghilangan tanduk pada ternak
12. Depraved appetite : Tingkah laku yang ditunjukkan ternak yang ingin makan.
13. Disposition : Menggambarkan temperamen seekor ternak atau hewan.
14. Diuresis : Pengeluaran urine yang berlebih.
15. Diurnal migration : Terjadinya migrasi pada hewan di siang hari.
16. Docking : Pemotongan ekor atau bagian dari ekor pada domba yang baru
lahir sebagai usaha dan tindakan dalam program tatalaksana, agar berkurang
potensinya sebagai sarang parasit.
17. Dubbing : Pemotongan jengger ayam agar tidak mengganggu pada
waktu makan.
18. Ekskuvikasi : Pengelupasan kulit terluar yang mennduk pada bangsa reptilia
tertentu.
19. Eliminasi : Pengeluaran zat. Dalam pengendalian penyakit dapat diartikan
sebagai pembunuhan hewan yang sakit atau dikhawatirkan sebagai penular pada
kelompok lain.
20. False heat : Birahi yang ditunjukkan oleh hewan yang sedang bunting.
21. Farrowing : Kelahiran, khususnya pada ternak babi.
22. Fecundity : Kemampuan ternak jantan atau betina untuk menghasilkan
sperma atau ova normal dalam jumlah banyak.
23. Flehmen : Tingkah laku menjelang kopulasi
24. Force molting : Rontok bulu pada unggas.
25. Hachability : Kemampuan telur unggas yang ditunasi untuk dapat menetas
26. Hibernasi : Suatu sifat yang terdapat pada hewan tertentu, yang mana sifat
hewan ini tidur selama musim dingin yang umumnya terdapat di daerah dingin.
27. Iberia : Kemampuan adaptasi ternak terhadap suhu udara yang panas.
28. Impotency : Suatu keadaan ternak jantan yang tidak mampu melakukan
kopulasi sam sekali.
29. Imprinting : Istilah dalam tingkah laku yang menggambarkan pengalaman
atau pelajaran yang secara cepat didapat oleh ternak yang baru lahir atau menetas.
30. Irritabilitas : Kemampuan makhluk hidup untuk menerima rangsangan dan
mampu memberikan reaksi atau tanggapan terhadap rangsangan tersebut.
31. Kanibal : Suatu kebiasaan dari hewan atu ternak tertentu untuk saling
memangsa.
32. Kidding : Melahirkan, khususnya kambing.
33. Konstipasi : Gejala sukar mengeluarkan feses, karena terjadinya
penyerapan air terlalu banyak, sehingga kotoran menjdai keras.
34. Lactation : Pengeluaran air susu dari kelenjar mammary
35. Lambing : Melahirkan anak, khususnya untuk domba.
36. Libido : Nafsu seksual pada ternak jantan.
37. Mating stance : Posisi kawin pada hewan untuk siap melakukan kopulasi.
38. Meconium : Ekskresi pertama dari seekor anak hewan yang baru saja
dilahirkan.
39. Panmixia : Random mating, cara perkawinan dalam kelompok ternak
antara pejantan dan betinanya dapat kawin secara bebas.
40. Quidding : Keadaan yang mana kuda yang telah mengunyah makanan
tidak menelan, taoi memuntahkan ke luar.
41. Random mating : Cara perkawinan dalam sekelompok ternak, pejantan-
pejantannya dapat secara bebas mengawini yang betina.
42. Serving : Kawin unuk istilah sapi atau kambing.
43. Setting hen : Istilah untuk ayam yang sedang mengeram.
44. Silence heat : Birahi yang tenang, sehingga tidak begitu kelihatan tanda-
tandanya dari luar.
NAMA : SONTA CHLARA FRANSISCA SIMBOLON

NPM : 200110070228

KELAS :E

ISTILAH-ISTILAH DALAM TINGKAH LAKU TERNAK

1. Cage laver fatigue : Kelumpuhan pada ternak ayam yang diperlihara pada kandang
sistem baterai atau sangkar, karena kurang gerak.
2. Caprine : Berhubungan dengan kambing
3. Compaction : Makanan tempatkan dala perut dan intestine, sehingga
kesulitan defacasi.
4. Constipation : Kesulitan dalam mengeluarkan feses. Sering terjadi pada babi
dan anjing karena defacasi memerlukan usaha atau posisi badan secara khusus.
5. Coprophagy : Ternak atau hewan yang memakan kembali fesesnya.
6. Cosset : Anak domba yang dipelihara dan dibesarkan tanpa bantuan
induknnya.
7. Creep feeding : Sistem pemberian pakan pada ternak yang masih usia muda,
dibuat sedemikian rupa, sehingga ternak dewasa tidak dapat ikut makan bersama
anaknya. Cara ini umum diterpakan pada babi yang baru dilahirkan, agar anak-
anaknya tidak tersaingi oleh induknya.
8. Dagging : Pencukuran bulu
9. Dark chesnut : Istilah umum untuk menggambarkan warna hitam kecoklatan
pada kuda.
10. Debeaking : Memotong paruh pada anak ayam, sebagai usaha menekan
kanibalisme dan efisiensi pakan.
11. Dehorning : Pemotongan atau penghilangan tanduk pada ternak
12. Depraved appetite : Tingkah laku yang ditunjukkan ternak yang ingin makan.
13. Disposition : Menggambarkan temperamen seekor ternak atau hewan.
14. Diuresis : Pengeluaran urine yang berlebih.
15. Diurnal migration : Terjadinya migrasi pada hewan di siang hari.
16. Docking : Pemotongan ekor atau bagian dari ekor pada domba yang baru
lahir sebagai usaha dan tindakan dalam program tatalaksana, agar berkurang
potensinya sebagai sarang parasit.
17. Dubbing : Pemotongan jengger ayam agar tidak mengganggu pada
waktu makan.
18. Ekskuvikasi : Pengelupasan kulit terluar yang mennduk pada bangsa reptilia
tertentu.
19. Eliminasi : Pengeluaran zat. Dalam pengendalian penyakit dapat diartikan
sebagai pembunuhan hewan yang sakit atau dikhawatirkan sebagai penular pada
kelompok lain.
20. False heat : Birahi yang ditunjukkan oleh hewan yang sedang bunting.
21. Farrowing : Kelahiran, khususnya pada ternak babi.
22. Fecundity : Kemampuan ternak jantan atau betina untuk menghasilkan
sperma atau ova normal dalam jumlah banyak.
23. Flehmen : Tingkah laku menjelang kopulasi
24. Force molting : Rontok bulu pada unggas.
25. Hachability : Kemampuan telur unggas yang ditunasi untuk dapat menetas
26. Hibernasi : Suatu sifat yang terdapat pada hewan tertentu, yang mana sifat
hewan ini tidur selama musim dingin yang umumnya terdapat di daerah dingin.
27. Iberia : Kemampuan adaptasi ternak terhadap suhu udara yang panas.
28. Impotency : Suatu keadaan ternak jantan yang tidak mampu melakukan
kopulasi sam sekali.
29. Imprinting : Istilah dalam tingkah laku yang menggambarkan pengalaman
atau pelajaran yang secara cepat didapat oleh ternak yang baru lahir atau menetas.
30. Irritabilitas : Kemampuan makhluk hidup untuk menerima rangsangan dan
mampu memberikan reaksi atau tanggapan terhadap rangsangan tersebut.
31. Kanibal : Suatu kebiasaan dari hewan atu ternak tertentu untuk saling
memangsa.
32. Kidding : Melahirkan, khususnya kambing.
33. Konstipasi : Gejala sukar mengeluarkan feses, karena terjadinya
penyerapan air terlalu banyak, sehingga kotoran menjdai keras.
34. Lactation : Pengeluaran air susu dari kelenjar mammary
35. Lambing : Melahirkan anak, khususnya untuk domba.
36. Libido : Nafsu seksual pada ternak jantan.
37. Mating stance : Posisi kawin pada hewan untuk siap melakukan kopulasi.
38. Meconium : Ekskresi pertama dari seekor anak hewan yang baru saja
dilahirkan.
39. Panmixia : Random mating, cara perkawinan dalam kelompok ternak
antara pejantan dan betinanya dapat kawin secara bebas.
40. Quidding : Keadaan yang mana kuda yang telah mengunyah makanan
tidak menelan, taoi memuntahkan ke luar.
41. Random mating : Cara perkawinan dalam sekelompok ternak, pejantan-
pejantannya dapat secara bebas mengawini yang betina.
42. Serving : Kawin unuk istilah sapi atau kambing.
43. Setting hen : Istilah untuk ayam yang sedang mengeram.
44. Silence heat : Birahi yang tenang, sehingga tidak begitu kelihatan tanda-
tandanya dari luar.