Anda di halaman 1dari 40
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array

16 Oktober 2014

Modifikasi Orthogonal Array

Modifikasi Orthogonal Array

Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
16 Oktober 2014 Modifikasi Orthogonal Array
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku
Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku

Rencana UKD

Rencana UKD Ujian Bentuk UKD-1 Review Jurnal Sudah UKD-2 Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku )

Ujian

Bentuk

UKD-1

Review Jurnal

Sudah

UKD-2

Ujian Tulis ( Konsep, tutup buku )

UKD-3

Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )

buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
buku ) UKD-3 Ujian Tulis ( Hitungan, buka buku )     Keterangan     Selasa,
   

Keterangan

   

Selasa, 28-10-14 Jam 09.00

   

Selasa, 18-11-14 Jam 09.00

UKD-4

Eksperimen, menulis laporan dan presentasi.

Selasa, 09-12-14 Jam 09.00

  Selasa, 18-11-14 Jam 09.00 UKD-4 Eksperimen, menulis laporan dan presentasi. Selasa, 09-12-14 Jam 09.00
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD
Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD

Rencana Berikutnya

Rencana Berikutnya Pert Tanggal Agenda 9 23 Okt Modifikasi Orthogonal Array 10 28 Okt UKD -

Pert

Tanggal

Agenda

9

23

Okt

Modifikasi Orthogonal Array

10

28

Okt

UKD - 2

11

30

Okt

12

4

Nov

Strategi Perancangan Kokoh

13

11

Nov

14

18

Nov

UKD - 3

15

25

Nov

State of the art QE

16

2

Des

UKD – 4

Nov State of the art QE 16 2 Des UKD – 4 Sebelumnya : 8 Kali
Nov State of the art QE 16 2 Des UKD – 4 Sebelumnya : 8 Kali
Nov State of the art QE 16 2 Des UKD – 4 Sebelumnya : 8 Kali
Nov State of the art QE 16 2 Des UKD – 4 Sebelumnya : 8 Kali
Nov State of the art QE 16 2 Des UKD – 4 Sebelumnya : 8 Kali
Nov State of the art QE 16 2 Des UKD – 4 Sebelumnya : 8 Kali

Sebelumnya : 8 Kali pertemuan

16 2 Des UKD – 4 Sebelumnya : 8 Kali pertemuan Presentasi Proposal Tugas Eksperimen Konsep
Presentasi Proposal Tugas Eksperimen Konsep dan aplikasi rekayasa kualitas multi respons
Presentasi Proposal Tugas Eksperimen
Konsep dan aplikasi rekayasa kualitas multi respons
4 Sebelumnya : 8 Kali pertemuan Presentasi Proposal Tugas Eksperimen Konsep dan aplikasi rekayasa kualitas multi
Materi 1. Modifikasi OA 2. Desain multi-level 3. Desain dummy-level 4. Desain pseduo-factor
Materi
1. Modifikasi OA
2. Desain multi-level
3. Desain dummy-level
4. Desain pseduo-factor

1. Modifikasi OA

 

Situasi nyata proses produksi tidak selalu bisa dieksperimenkan dengan menggunakan OA dengan 2 atau 3 level

CommonCommon OrthogonalOrthogonal ArraysArrays

L L

4

4

3

3

(2 (2 ), ), L L

8

8

(2 (2

7

7

), ), L L

12

12

L

L

9 9

(2 (2

11

11

), ), L L

16

16

4

4

(3 (3 ), ), L L

18

18

(2 (2

(2 (2

1 1

15

15

), ), L L

32

32

(2 (2

31

31

3

3

7

7

), ), L L

27

27

(3 (3

), ),

13

13

)

)

. .

==> ==>

. .

==> ==>

(2-level (2-level arrays) arrays)

(3-level (3-level arrays) arrays)

 

Note: Arrays L

Note: Arrays L

L

L

18

18

16

16

(2

(2

(4 ), L

(4 ), L

5

5

32

32

1 1

3

3

7

7

), L

), L

32

32

(2

(2

(2

(2

1

1

1

1

4

4

4

4

9

9

9

9

),

),

), and L

), and L

54

54

(2

(2

1 1

==>

==>

3

3

25

25

)

)

(4-level arrays)

(4-level arrays)

are for mixed level factors.

are for mixed level factors.

2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level

2. Desain multi-level

2. Desain multi-level
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level dalam
2. Desain multi-level Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level dalam
Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level dalam OA seri

Diperlukan modifikasi OA Modifikasi dapat dilakukan pada Memasukan faktor dng 4 level dalam OA seri 2 n Memasukan faktor dng 8 level dalam OA seri 2 n Memasukan faktor dng 9 level dalam OA seri 3 n

OA seri 2 n Memasukan faktor dng 8 level dalam OA seri 2 n Memasukan faktor
OA seri 2 n Memasukan faktor dng 8 level dalam OA seri 2 n Memasukan faktor
OA seri 2 n Memasukan faktor dng 8 level dalam OA seri 2 n Memasukan faktor
OA seri 2 n Memasukan faktor dng 8 level dalam OA seri 2 n Memasukan faktor
OA seri 2 n Memasukan faktor dng 8 level dalam OA seri 2 n Memasukan faktor
2. Desain multi-level Prosedur modifikasi OA 1. Menentukan derajat kebebasan dan OA 2. Pilih linear
2. Desain multi-level
Prosedur modifikasi OA
1. Menentukan derajat kebebasan dan OA
2. Pilih linear graph yang sesuai
3. Modifikasi linear graph
4. Menuliskan level faktor baru
5. Mengatur kembali kolom dalam OA
6. Buat linear graph yang sesuai
Contoh desain multi-level Misalkan kita akan menginvestigasi pengaruh faktor A, B, C , D dan
Contoh desain multi-level
Misalkan kita akan menginvestigasi pengaruh
faktor A, B, C , D dan E . Faktor A terdiri dari
level sedangkan B, C , D E terdiri dari 2 level
4
1.
Menentukan derajat kebebasan dan OA
νA = 1 x ( 4 -1 ) = 3
νB , νC , νD , νE = 4 x ( 2 -1 ) = 4
ν = 3 + 4 = 7
Contoh desain multi-level 2. Pilih linear graph yang sesuai 1 7 3 5 2 4
Contoh desain multi-level
2.
Pilih linear graph yang sesuai
1
7
3
5
2
4
6
Contoh desain multi-level 3. Modifikasi linear graph 1 7 3 5 2 4 6
Contoh desain multi-level
3.
Modifikasi linear graph
1
7
3
5
2
4
6
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1
Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1

Contoh desain multi-level

Contoh desain multi-level 4. Menuliskan level faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1 1

4. Menuliskan level faktor baru

Kolom 1

Kolom 2

Garis 3

1

1

-

1

2

-

2

1

-

2

2

-

Faktor A 1 2 3
Faktor A 1 2 3

Faktor A

1

2

3

4

faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1 1 - 1 2 - 2 1
faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1 1 - 1 2 - 2 1
faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1 1 - 1 2 - 2 1
faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1 1 - 1 2 - 2 1
faktor baru Kolom 1 Kolom 2 Garis 3 1 1 - 1 2 - 2 1
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8

Contoh desain multi-level

Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8 (

5.

Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -1 ) L 8 ( 2 7

)

Exp

11

22

33

44 55

1 1

1

1

1 1

2 1

1

1

2 2

3 1

2

2

1 1

4 1

2

2

2 2

5

2

1

2

1

2

6

2

1

2

2

1

7

2

2

1

1

2

8

2

2

1

2

1

7 2 2 1 1 2 8 2 2 1 2 1 66 77 1 1
7 2 2 1 1 2 8 2 2 1 2 1 66 77 1 1

66

77

1

1

2

2

2

2

1

1

8 2 2 1 2 1 66 77 1 1 2 2 2 2 1 1
8 2 2 1 2 1 66 77 1 1 2 2 2 2 1 1
8 2 2 1 2 1 66 77 1 1 2 2 2 2 1 1
8 2 2 1 2 1 66 77 1 1 2 2 2 2 1 1
8 2 2 1 2 1 66 77 1 1 2 2 2 2 1 1

1

2

2

1

2

1

1

2

Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8
Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8

Contoh desain multi-level

Contoh desain multi-level 5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8 (

5. Mengatur kembali kolom dalam OA ( Layout -2 ) L 8 ( 2 4 x 4 1 )

Exp

11

44 55

66

1 1

1 1

1

2 1

2 2

2

3 2

1 1

2

4 2

2 2

1

5

3

1

2 1

6

3

2

1 2

7

4

1

2 2

8

4

2

1 1

77 1 2 2 1
77 1 2 2 1

77

1

2

2

1

2

1

1

2

1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
Contoh desain multi-level 6. Buat linear graph yang sesuai 1 7 3 5 5, 6
Contoh desain multi-level
6.
Buat linear graph yang sesuai
1
7
3
5
5, 6
7
4
1,2,3
2
4
6
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA
Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA

Contoh desain multi-level

Contoh desain multi-level 7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E Exp AA BB

7. Penugasan Faktor A, B, C , D dan E

Exp

AA

BB

CC

DD

1

1

1

1

1

2

1

2

2

2

3

2

1

1

2

4

2

2

2

1

5

3

1

2 1

6

3

2

1 2

7

4

1

2 2

8

4

2

1 1

EE 1 2 2 1
EE 1 2 2 1

EE

1

2

2

1

2

1

1

2

1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
1 5 3 1 2 1 6 3 2 1 2 7 4 1 2 2
3. Desain dummy-level Dipakai jika jumlah level faktor lebih kecil dari jumlah level OA Contoh
3. Desain dummy-level
Dipakai jika jumlah level faktor lebih kecil
dari jumlah level OA
Contoh
Faktor dengan 2 level akan ditugaskan pada OA
dengan 3 level
Faktor dengan 3 level akan ditugaskan pada OA
dengan4 level
Faktor dengan 2 level akan ditugaskan pada OA
dengan 4 level
3. Desain dummy-level Prosedur untuk desain dummy-level ( 2 level 3 level ) Pilih kolom
3. Desain dummy-level
Prosedur untuk desain dummy-level ( 2 level
3 level )
Pilih kolom untuk faktor 2 level dari OA dengan 3
level
Pilih level faktor yang diinginkan dari faktor
Tugaskan dummy level
Koreksi perhitungan yang sesuai
Contoh desain dummy-level Misalkan kita akan meneliti 1 faktor dengan 2 level dan 3 faktor
Contoh desain dummy-level
Misalkan kita akan meneliti 1 faktor dengan 2
level dan 3 faktor dengan 3 level.
1. L 9 ( 3 4
)
2. Pilih kolom 1
3. Ganti level 3 dengan 1’
4.
Koreksi perhitungan yang sesuai
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp
Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level L 9 ( 3 4 ) Exp 11 22 33 44 Exp 11

L 9 ( 3 4

)

Exp

11

22 33

44

Exp

11

22

1 1

1 1

1

1 1

1

2 1

2 2

2

2 1

2

3 1

3 3

3

3 1

3

4 2

1 2

3

4 2

1

5 2

2 3

1

5 2

2

 

2

1

2

2

5 2 2 3 1 5 2 2   2 1 2 2 33 44 1
5 2 2 3 1 5 2 2   2 1 2 2 33 44 1

33

44

1

1

2

2

3

3

2

3

3

1

1

2

L 9 ( 3 4 )

6 3 6 3
6
3
6
3

7 3

1

3 2

7 1’

1

8 3

2

1 3

8 1’

2

9 3

3

2 1

9 1’

3

3

2

1

3

2

1

1 3 2 7 1’ 1 8 3 2 1 3 8 1’ 2 9 3
1 3 2 7 1’ 1 8 3 2 1 3 8 1’ 2 9 3
1 3 2 7 1’ 1 8 3 2 1 3 8 1’ 2 9 3
1 3 2 7 1’ 1 8 3 2 1 3 8 1’ 2 9 3
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1 2

Hasil eksperimen

Exp

AA

BB

CC

DD

1

1

1

1

1

2

1

2

2

2

3

1

3

3

3

4

2

1

2

3

5

2

2

3

1

6

2

3

1

2

7

1’

1

3

2

8

1’

2

1

3

9

1’

3

2

1

2 8 1’ 2 1 3 9 1’ 3 2 1 HasilHasil 15 13 4 3
2 8 1’ 2 1 3 9 1’ 3 2 1 HasilHasil 15 13 4 3

HasilHasil

15

13

4

3

0

1

6

7

6

5

3 2 1 HasilHasil 15 13 4 3 0 1 6 7 6 5 12 14

12

14

6

5

9

10

0

2

3 2 1 HasilHasil 15 13 4 3 0 1 6 7 6 5 12 14
3 2 1 HasilHasil 15 13 4 3 0 1 6 7 6 5 12 14
3 2 1 HasilHasil 15 13 4 3 0 1 6 7 6 5 12 14
3 2 1 HasilHasil 15 13 4 3 0 1 6 7 6 5 12 14
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1
Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level Hasil eksperimen Exp AA BB CC DD 1 1 1 1 1 15

Hasil eksperimen

Exp

AA

BB

CC

DD

1

1

1

1

1

15

2

1

2

2

2

4

3

1

3

3

3

0

4

2

1

2

3

6

5

2

2

3

1

6

6

2

3

1

2

12

7

1’

1

3

2

6

8

1’

2

1

3

9

9

1’

3

2

1

0

1’ 2 1 3 9 9 1’ 3 2 1 0 JumJum 13 28 3 7
1’ 2 1 3 9 9 1’ 3 2 1 0 JumJum 13 28 3 7

JumJum

13

28

3

7

1

1

7

13

5

11

0 JumJum 13 28 3 7 1 1 7 13 5 11 HasilHasil 14 26 5
0 JumJum 13 28 3 7 1 1 7 13 5 11 HasilHasil 14 26 5
0 JumJum 13 28 3 7 1 1 7 13 5 11 HasilHasil 14 26 5
0 JumJum 13 28 3 7 1 1 7 13 5 11 HasilHasil 14 26 5
HasilHasil
HasilHasil

14

26

5

11

10

19

2

2

Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level
Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level Tabel Respon   AA BB CC Level 1 6 8.67 12.71 Level 2

Tabel Respon

 

AA

BB

CC

Level 1

6

8.67

12.71

Level 2

8.33

6.17

3.67

Level 3

5.33

4.83

3.83

Level 1 & 1’

5.67

Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =

DD

6.83

7.33

5.50

Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
(6+5.33)/2 = (11.33)/2 = 5.67
(6+5.33)/2 = (11.33)/2 = 5.67
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =
Level 3 5.33 4.83 3.83 Level 1 & 1’ 5.67 DD 6.83 7.33 5.50 (6+5.33)/2 =

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level Grafik Respon

Grafik Respon

Contoh desain dummy-level Grafik Respon

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level

Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level
Contoh desain dummy-level
4. Desain pseduo-factor Cara yang usefull untuk menugaskan faktor yang komplek Ada 2 jenis yaitu
4. Desain pseduo-factor
Cara yang usefull untuk menugaskan faktor
yang komplek
Ada 2 jenis yaitu
Metoda nested factor
Metoda idle-column
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Misalkan pada proses pembuatan roti. Faktor yang diteliti adalah A
Contoh desain pseduo-factor
(nested factor)
Misalkan pada proses pembuatan roti. Faktor
yang diteliti adalah
A rasio pencampuran bahan roti
B metoda pencampuran bahan roti
C tipe oven yang digunakan
Nested factor D dan E
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven

Contoh desain pseduo-factor (nested factor)

Contoh desain pseduo-factor (nested factor) A : rasio pencampuran B p C : tipe oven D

A : rasio

pencampuran

B

p

C : tipe oven

D : arus / gas

: metoda p

encam uran

A 1

B 1

C 1

D’

/ gas : metoda p encam uran A 1 B 1 C 1 D’ A 2
/ gas : metoda p encam uran A 1 B 1 C 1 D’ A 2

A 2

B 2

C 2

D”

E”

D” 2

E” 2

rate
rate

E : feed rate / cure time

D’ 1

E’ 1

E’

D’ 2

E’ 2

D” 1

E” 1

D” 2 E” 2 rate E : feed rate / cure time D’ 1 E’ 1
D” 2 E” 2 rate E : feed rate / cure time D’ 1 E’ 1
D” 2 E” 2 rate E : feed rate / cure time D’ 1 E’ 1
D” 2 E” 2 rate E : feed rate / cure time D’ 1 E’ 1
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph

Contoh desain pseduo-factor (nested factor)

Contoh desain pseduo-factor (nested factor)
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph

Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph Sesuaikan linear graph

Prosedur untuk pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph Sesuaikan linear graph

Hilangkan yang tidak ditugaskan Tugaskan faktor dalam OA

Hilangkan yang tidak ditugaskan Tugaskan faktor dalam OA
factor) Gambar linear graph Sesuaikan linear graph Hilangkan yang tidak ditugaskan Tugaskan faktor dalam OA
factor) Gambar linear graph Sesuaikan linear graph Hilangkan yang tidak ditugaskan Tugaskan faktor dalam OA
factor) Gambar linear graph Sesuaikan linear graph Hilangkan yang tidak ditugaskan Tugaskan faktor dalam OA
factor) Gambar linear graph Sesuaikan linear graph Hilangkan yang tidak ditugaskan Tugaskan faktor dalam OA
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Gambar linear graph D’ , D” A B C E’
Contoh desain pseduo-factor
(nested factor)
Gambar linear graph
D’ , D”
A
B
C
E’ , E”
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Sesuaikan linear graph 2 : D’ , D” 3 1
Contoh desain pseduo-factor
(nested factor)
Sesuaikan linear graph
2 : D’ , D”
3
1 : C
6:A
7:B
5
4 : E’ , E”
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Hilangkan yang tidak ditugaskan Interaksi antara faktor axial dan nested
Contoh desain pseduo-factor
(nested factor)
Hilangkan yang tidak ditugaskan
Interaksi antara faktor axial dan nested
harus selalu tidak ditugaskan untuk
menghindari kekacauan interaksi
Dalam kasus ini adalah garis ke-3 dan ke-5
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.
Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No.

Contoh desain pseduo-factor (nested factor)

Contoh desain pseduo-factor (nested factor) Tugaskan faktor dalam OA 1 2 3 4 5 No. C1

Tugaskan faktor dalam OA

1

2 3

4 5

No.

C1

D’

E’

C2

D”

E”

1

1

1 1

1 1

2

1

1 1

2 2

3

1

2 2

1 1

4

1

2

2

2

2

5

2

1

2

1

2

6

2

1

2

2

1

7

2

2

1

1

2

8

2

2

1

2

1

7 2 2 1 1 2 8 2 2 1 2 1 6 7 A B
7 2 2 1 1 2 8 2 2 1 2 1 6 7 A B

6

7

A

B

1

1

2

2

2

2

2 1 2 1 6 7 A B 1 1 2 2 2 2 1 1
2 1 2 1 6 7 A B 1 1 2 2 2 2 1 1
2 1 2 1 6 7 A B 1 1 2 2 2 2 1 1
2 1 2 1 6 7 A B 1 1 2 2 2 2 1 1
2 1 2 1 6 7 A B 1 1 2 2 2 2 1 1

1

1

1

2

2

1

2

1

1

2

Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas

Pekan depan

Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas

Selasa

28 Okt

Kamis

30 Okt

UKD - 2

Eksperimen

Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Presentasi Proposal Tugas
Presentasi Proposal Tugas
Presentasi Proposal Tugas

Presentasi Proposal Tugas

Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas
Pekan depan Selasa 28 Okt Kamis 30 Okt UKD - 2 Eksperimen Presentasi Proposal Tugas