Anda di halaman 1dari 2

PERBANDINGAN PENDEKATAN EKONOMI NEOKLASIK DENGAN EKONOMI

INSTITUSIONAL
Analisis dalam Konteks Pengembangan
Ekonomi Mengasumsikan hubungan supply-demand sebagai penopang
Neoklasik pasar lahan dan properti.
Mengasumsikan hanya aktor berperilaku rasional yang
beroperasi pada pasar.
Penyelarasan harga atau kompetisi akan secara otomatis
mengarah pada kesetimbangan.
Dalam skala mikro, berfokus pada perilaku pengambilan
keputusan perusahaan dan konsumen.
Proses pengembangan dilihat sebagai sesuatu yang tidak
problematis.
Penekanan pada sisi permintaan, dimana permintaan terhadap
lahan dan properti membentuk struktur spasial kota dalam
suatu kerangka tanpa perhitungan waktu.
Ekonomi Berfokus pada pengkondisian dalam pengambilan keputusan
Institusional berdasarkan susunan institusional, regulasi, dan pengaruh
kekuasaan pada pasar
Berfokus pada bagaimana kelompok aktor yang berbeda serta
institusi, berpartisipasi dalam proses pengembangan kota dan
saling terkait satu dengan yang lain dan juga terhadap sektor
lain pada ekonomi lokal, hingga regional, nasional dan
intenasional.
Heterogenitas pada pasar, baik kelompok dari aktor
individual dan organisasi bertindak dalam pasar merupakan
titik awal yang paling penting.
Pentingnya kekuasaan relatif, tidak hanya antara tenaga kerja
dan modal, tetapi juga pentingnya aspek kultural dan
institusional dan posisi dari organisasi. Dengan kata lain
faktor struktural sangat menentukan berfungsinya pasar.
Lingkungan terbangun merupakan hasil dari hubungan antara
aktor dan institusi dalam ekonomi lokal pada satu sisi, dan
juga dengan kepentingan finansial dan pengembangan secara
regional, nasional, dan internasional.
Sumber: Krabben dan Lambooy (1993)