Anda di halaman 1dari 2

Ball (1998) menjelaskan bahwa pendekatan tersebut merupakan metode

konseptual dalam menganalisis institusi dan peranannya dalam proses


pengembangan. Karenanya, teori lain dibutuhkan dalam memahami pertanyaan
penelitian yang dikaji secara spesifik di dalam kerangka ini. Secara umum,
pendekatan struktur ini menekankan berbagai aspek antara lain (Sulaiman, et al.,
2005):
Relasi sosial merupaka bagian dari struktur penyediaan. Hal ini memberikan
kriteria mengenai relasi sosial yang dapat disertakan atau tidak, dalam
struktur tersebut.
Kegagalan dalam memahami mekanisme internal dalam beroperasinya
struktur penyediaan dapat menyebabkan kesalahan dalam analisis mengenai
penyebab atas permasalahan tertentu dalam fenomena perumahan.
Tanpa mempertimbangkan relasi sosial dalam penyediaan perumahan, isu
utama dalam lingkup perumahan (konsumsi, jual beli, dan produksi) akan
menyanggah faktor aktualnya (perjuangan kelas dan konflik sosial dalam
dinamika penyediaan perumahan).
Terdapat pembagian faktor internal dan eksternal yang dapat menciptakan
perubahan.
Interkoneksi aktual di antara para aktor cenderung kompleks. Beberapa
barangkali tidak memiliki kesamaan dalam kepentingan.
Setiap aliansi antara kelompok sosial dalam struktur, menciptakan kerkaitan
mereka melalui kepentingan bersama.
Dibutuhkan ketelitian terkait dengan bagaimana agen sosial secara aktual
terlibat dalam peranan tertentunya terkait penyediaan perumahan.
Faktor fisik, secara jelas memengaruhi sifat penyediaan seperti kebutuhan
yang spesifik terkait lokasi.
Keuangan dalam bentuk modal dan kredit, dapat mengintervensi dalam titik-
titik tertentu dalam struktur penyediaan dan kemungkinan besar berpengaruh
pada aktor yang terlibat.
Negara mengintervensi semua struktur dalam penyediaan lahan dengan
berbagai cara seperti legislasi (regulasi bangunan, pengendalian
perencanaan, dan legislasi ketenagakerjaan), kerangka kebijakan (pajak dan
subsidi), serta dari sisi politis.
Adanya kemungkinan tekanan dari reaksi tertentu dari politisi dan aparat
pemerintah.
GAMBAR. II.5
MODEL STRUKTUR DALAM PENYEDIAAN BANGUNAN

Sirkulasi Modal

Sifat kepemilikan ekonomi, sumber kredit

Pengembang rumah spekulatif

Bursa Profesional

Lahan
Penjualan, produksi, pematangan lahan dandan kepemilikan lahan
pengembangan
Pemilik penghuni Pasar Perumahan

Produsen material bangunan

Lembaga Kredit Tenaga Kerja pembangunan

Kebijakan perumahan
Pajak individu dan korporasi
Legislasi
Negara ketenagakerjaan
Sistem perencanaan dan pengeluaran infrastuktur

Sumber: Ball (1986) dalam Gore dan Nicholson (1991)