Anda di halaman 1dari 1

Aktor-Aktor dalam Pengembangan Lahan

Berdasarkan pembahasan sebelumnya, pendekatan ekonomi institusional memberikan argumen


mengenai pentingnya peran para aktor dalam pengembangan lahan terhadap berbagai implikasi
yang dihasilkan. Para aktor tersebut memiliki peran yang terkait dengan berbagai tahapan pada
proses pengembangan lahan, dan berkontribusi terhadap hasil dari proses pengembangan
tersebut. Para aktor dan peranannya dalam pengembangan dapat dibagi menjadi dua yakni dari
sektor publik dan sektor privat:

Sektor Publik
Menurut Basset dan Short (1980), sektor publik mempengaruhi proses pengembangan lahan
melalui kerangka kebijakan dan regulasi yang dikeluarkannya. Secara umum kerangka kebijakan
tersebut dapat digolongkan menjadi tiga elemen yakni kebijakan dan pengendalian penggunaan
lahan, kebijakan terkait pajak lahan, dan yang lebih bersifat umum, kebijakan sosial dan
ekonomi. Ketiga elemen tersebut menjadi batasan yang mengkerangkai berbagai keputusan yang
diambil oleh sektor privat dalam pengembangan lahan.

Wilkinson dan Reed (2008) menyatakan peran sektor publik dalam pengembangan lahan, dalam
konteks yang terjadi di Inggris, umumnya tidak bersifat aktif yakni tidak berperan secara
langsung dalam pengembangan. Kalaupun bersifat aktif, hal tersebut biasanya terkait dengan
pengembangan untuk hunian bagi kalangan sendiri atau komunitas tertentu misalnya untuk
masyarakat berpenghasilan rendah, serta dalam penyediaan infrastruktur. Lembaga pemerintah
umumnya juga memiliki kendala dalam aspek finansial dan juga kewenangan legal dalam
pengembangan lahan (Wilkinson dan Reed, 2008).

Pemilik lahan
Dalam masyarakat yang memungkinkan kepemilikan lahan secara privat, lahan merupakan
sumber untuk mendatangkan keuntungan (Basset dan Short, 1980). Pemilik lahan memiliki
kendali dari sisi supply lahan, dan karenanya dapat memengaruhi proses pengembangan ke
depannya, baik secara aktif maupun pasif. Peran aktif pemilik lahan dalam proses pengembangan
ditentukan keputusan yang mereka ambil, misalnya menginisiasi pengembangan dengan
menjualnya pada pengembang, atau bahkan mengambil peran sebagai pengembang (Wilkinson
dan Reed, 2008).