Anda di halaman 1dari 7

Analisis kredit

( PT. ARWANA CITRAMULIA )

1. Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi


kewajiban financial jangka pendek pada saat ditagih. Rasio likuiditas dapat dihitung
berdasarkan informasi modal kerja pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar.

Beberapa jenis rasio likuiditas dan rumus perhitungannya dapat dilihat sebagai berikut :

a. Current Ratio
Current ratio digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar
kewajiban yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang dimilikinya.
Rumus untuk menghitung current rasio adalah sebagai berikut :

Current Ratio = Aktiva Lancar / Kewajiban Lancar

2013 2014 2015

aset lancar 405.105.632.599 507.458.459.958 509.178.006.986

kewajiban lancar 311.780.561.616 315.672.702.842 498.857.920.866

Current Ratio 1,30 1,61 1,02

Dari rasio lancar diatas, diketahui bahwa selama 3 tahun berturut-turut perusahaan mampu
untuk menutupi hutang lancarnya menggunakan aktiva lancar perusahaan, karena dikatakan
bahwa jika rasio lancarnya memiliki perbandingan 1:1 maka rasio ini dikatakan sehat apalagi

jika rasionya lebih dari 1.

b. Quick Ratio
Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih
likuid .

Quick Ratio = (aset lancar persediaan) / kewajiban lancer


2013 2014 2015

aset lancar 405.105.632.599 507.458.459.958 509.178.006.986

Persediaan 56.150.531.321 58.178.336.958 83.987.840.161

kewajiban lancar 311.780.561.616 315.672.702.842 498.857.920.866

Quick Ratio 1,12 1,42 0,85

Dari rasio ini menunjukkan jika kemampuan aktiva lancar yang paling likuid yang dimiliki
oleh perusahaan sudah mampu untuk menutupi hutang lancarnya, meskipun di tahun 2015
rasio perusahaan ini tidak mencapai 100% tapi sudah dapat dikatakan mendekati 100% rasio
ini sudah dikatakan sehat.

c. Cash Ratio
Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam
membayar kewajiban jangka pendek dengan kas yang tersedia dan yang disimpan di
Bank.

Cash Ratio = (kas dan setara kas + efek) / kewajiban lancar

2013 2014 2015

kas dan setara 32.139.868.157 47.235.005.563 5.104.533.709


kas

315.672.702.84
kewajiban lancar 311.780.561.616 498.857.920.866
2

Cash Ratio 0,10 0,15 0,01


Dari rasio perusahaan terlihat bahwa dari tahun 2013 hingga tahun 2015 perusahaan tidak
mampu menjamin setiap Rp 1 hutang lancarnya dengan Rp 1 kas dan setara kas yang bisa
segera menjadi uang kas.

d. Days Sales in Inventory


Merupakan rasio atau suatu ukuran untuk mengetahui seberapa cepat atau berapa
kali persediaan yang ada dapat terjual.

Day's Sales in Inventory = ( Persediaan / HPP ) x 365

2013 2014 2015

Persediaan 56.150.531.321 58.178.336.958 83.987.840.161

HPP (1.003.838.058.164) (1.087.606.057.608) (915.440.031.237)

Day's Sales in 20 20 33
Inventory

Dari rasio tersebut diketahui bahwa pada tahun 2013 dan 2014 perusahaan hanya mampu
menjual persediaannya selama 20 kali, dan mengalami peningkatan di tahun 2015 menjadi 33
kali.

2. Rasio Solvabilitas

rasio solvabilitas atau leverage merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
sejauh mana aktiva perusahaan dibiaya dengan hutang. Artinya berapa besar beban utang
yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Dalam arti luas dikatakan
bahwa rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk
membayar seluruh kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang apabila
perusahaan dibubarkan (dilikuidasi).
Adapun jenis-jenis rasio yang ada dalam rasio solvabilitas antara lain :

a) Debt to Asset Ratio (Debt Ratio)


Debt ratio merupakan rasio utang yang digunakan untuk mengukur perbandingan
antara total hutang dengan total aktiva.

Total debt

Debt to asset ratio = --------------- x 100 %

Total asset

total aset 1.135.244.802.060 1.259.175.442.875 1.430.779.475.454

total utang 366.754.918.531 346.944.901.743 536.050.998.398

Debt to Asset Ratio


(Debt Ratio) 32% 28% 37%

Pada tahun 2013 total debt to asset ratio mengalami tingkat rasio yang kecil maka dari
itu hutang yang dimiliki perusahaan juga akan semakin kecil dan ini berarti risiko financial
perusahaan mengembalikan pinjaman juga semakin kecil. Dan pada tahun 2014 total debt to
asset ratio mengalami tingkat rasio yang kecil yaitu 28% dan ini berarti risiko financial
perusahaan mengembalikan pinjaman juga semakin kecil. Pada tahun 2015 total debt asset
ratio mengalami tingkat rasio yang kecil juga yaitu 37% ini berarti risiko financial
perusahaan mengembalikan pinjaman juga semakin kecil

b) Debt to Equity Ratio


Debt to Equity Ratio merupakan rasio yang digunakan untuk menilai utang dengan
ekuitas. Rasio ini dicari dengan cara membandingkan antara seluruh utang, termasuk
utang lancar dengan seluruh ekuitas.

Total hutang (Debt)

Debt to equity ratio = ------------------------ x 100 %

Ekuitas (equity)

total utang 366.754.918.531 346.944.901.743 536.050.998.398


total ekuitas 768.489.883.529 912.230.541.132 894.728.477.056

Debt to Equity Ratio 48% 38% 60%

Tahun 2013 nilai rasio 48% menunjukkan bahwa perusahaan dibiayai oleh utang yang
nilainya 48% dari total ekuitas, semakin kecil rasio hutang modal maka semakin baik dan
untuk keamanan pihak luar rasio terbaik jika jumlah modal lebih besar dari jumlah hutang
atau minimal sama. Begitu juga dengan tahun 2014 perusahaan dibiayai oleh utang yg
nilainya 38% dari total ekuitas. Dan pada tahun 2015 perusahaan dibiayai oleh utang sebesar
60% dari total ekuitas. Dan menunjukkan hal yang kurang baik bagi perusahaan.

c) Long Term Debt to Equity Ratio


Long term debt to equity ratio merupakan rasio antara hutang jangka panjang dengan
modal sendiri.

Long term debt

Long term debt to equity ratio = -------------------------- x 100 %

equty

modal saham 91.767.887.200 91.767.887.200 91.767.887.200

hutang jangka panjang 54.974.356.915 31.272.198.901 37.193.077.532

Long Term Debt to Equity


Ratio 60% 34% 41%

Dari tahun 2013-2015 rasio menunjukkan kemampuan modal pemilik untuk menutup
utang jangka panjang semakin rendah dan rasio aman bagi kreditur.

d) Tangible Assets Debt Covarage (TADC)


Rasio ini digunakan untuk mengetahui rasio antara aktiva tetap berwujud dengan
hutang jangka panjang , artinya rasio ini menunjukkan setiap rupiah aktiva berwujud
yang digunakan untuk menjamin hutang jangka panjangnya.
aset tetap 730.139.169.461 751.716.982.917 921.601.468.468

hutang jangka panjang 54.974.356.915 31.272.198.901 37.193.077.532

Tangible Assets Debt


Covarage (TADC) 13,28 24,04 24,78

e) Current Liabilities to Net Worth


Rasio ini menunjukkan bahwa dana pinjaman yang segera akan ditagih ada terdapat
sekian kalinya modal sendiri. Jadi rasio ini merupakan rasio antara hutang lancar
dengan modal sendiri.

Current Liabilities to Net Worth = Current Liabilities


Equities

hutang lancar 311.780.561.616 315.672.702.842 498.857.920.866

Ekuitas 768.489.883.529 912.230.541.132 894.728.477.056

Current Liabilities to Net


Worth 0,41 0,35 0,56

Pada tahun 2013 antara hutang lancar dan modal sendiri adalah 0,41 ini menunjukkan
bahwa rasio suatu perusahaan kecil maka rasio ini semakin baik sebab modal sendiri yang
ada diperusahaan semakin besar untuk menjamin hutang lancar yang ada pada perusahaan.
Begitu juga pada tahun 2014 menunjukkan 0,35 ini juga semakin baik sebab modal sendiri
yang ada diperusahaan semakin besar untuk menjamin hutang lancar yang ada pada
perusahaan. Pada tahun 2015 hutang lancar dan modal sendiri adalah 0,56 ini menunjukkan
bahwa rasio perusahaan kecil. Batas yang paling rendah dari rasio ini adalah 100% atau 1 : 1.