Anda di halaman 1dari 132

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Orang lanjut usia (lansia), menurut definisi World Health Organization


(WHO), adalah orang usia 60 tahun keatas yang terdiri dari usia lanjut (elderly) 60
74 tahun, usia tua (old) 75 90 tahun, dan usia sangat lanjut (very old) diatas 90
tahun (Rharja, 2013).

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang jumlah penduduk


berusia 60 tahun ke atas semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data
dari Badan Pusat Statistik (BPS) terjadi peningkatan usia harapan hidup (UHH). Pada
tahun 2000 UHH di Indonesia adalah 64,5 tahun (dengan presentase populasi lansia
adalah 7,18%). Angka ini meningkat menjadi 69.43 tahun pada tahun 2010 (dengan
presentase populasi lansia adalah 7,56 %) dan pada tahun 2011 menjadi 69,65 tahun
(dengan presentase populasi lansia adalah 7,58 %) (Kemenkes, 2013). Peningkatan
usia harapan hidup tersebut bisa karena pengaruh kemajuan di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi, terutama di bidang kedokteran.

Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegenerative yang bersifat kronis


progresif, merupakan penyakit terbanyak kedua setelah demensia Alzheimer.Penyakit
ini memiliki dimensi gejala yang sangat luas sehingga baik langsungmaupun tidak
langsung mempengaruhi kualitas hidup penderita maupun keluarga.Pertama kali
ditemukan oleh seorang dokter inggris yang bernama James Parkinson pada tahun
1887. Penyakit ini merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalamiganguan
pergerakan.

Tanda-tanda khas yang ditemukan pada penderita diantaranya resting


tremor,rigiditas, bradikinesia, dan instabilitas postural. Tanda-tanda motorik tersebut
merupakan akibat dari degenerasi neuron dopaminergik pada system
nigrostriatal. Namun, derajat keparahan defisit motorik tersebut beragam. Tanda-
tanda motorik pasien sering disertai depresi, disfungsi kognitif, gangguan tidur, dan
disfungsiautonom.Penyakit Parkinson terjadi di seluruh dunia, jumlah penderita
antara pria danwanita seimbang. 5 10 % orang yang terjangkit penyakit parkinson,
gejala awalnyamuncul sebelum usia 40 tahun, tapi rata-rata menyerang penderita
pada usia 65tahun. Secara keseluruhan, pengaruh usia pada umumnya mencapai 1 %

1
di seluruhdunia dan 1,6 % di Eropa, meningkat dari 0,6 % pada usia 60 64 tahun
sampai 3,5% pada usia 85 89 tahun.

Di Amerika Serikat, ada sekitar 500.000 penderita Parkinson,. Di Indonesia


sendiri, dengan jumlah penduduk 210 juta orang diperkirakan ada sekitar 200.000-
400.000 penderita. Rata-rata usia penderita di atas 50 tahun dengan rentang usia-
sesuai dengan penelitian yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Sumatera dan
Jawa- 18 hingga 85 tahun. Statistik menunjukkan, baiak di luar negeri maupun di
dalam negeri, lelaki lebih banyak terkena di banding perempuan (3:2) dengan alasan
yang belum diketahui.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang disebut dengan Parkinson

2. Apa penyebab terjadinya Parkinson

3. Apa manifestasi dari Parkinson

4. Menjelaskan patofisiologi Parkinson

5. Menjelaskan pemeriksaan penunjang parkinson

6. Menjelaskan penatalaksanaan parkinson

1.3 Tujuan

I.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui gambaran serta asuhan keperawatan terkait klien dengan sindrom


parkinson

I.3.2 Tujuan Khusus

1. Melakukan pengkajian dengan sindrom Parkinson

2. Mengetahui diagnosa keperawatan Parkinson

3. Membuat rencana keperawatan Parkinson

2
4. Melakukan implementasi keperawatan Parkinson

5. Membuat evaluasi keperawatan parkinson

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Lansia

2.1.1 Pengertian Lanjut Usia

Usia lanjut adalah kelompok orang yang sedang mengalami suatu proses
perubahan yang bertahap dalam jangka waktu beberapa dekade. Usia lanjut
merupakan tahap perkembangan normal yang akan dialami oleh setiap individu yang
mencapai usia lanjut dan merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindari
(Notoatmodjo, 2007).

Usia lanjut dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan
manusia. Sedangkan menurut Pasal 1 ayat (2), (3), (4) UU No. 13 Tahun 1998 tentang
kesehatan dikatakan bahwa usia lanjut adalah seseorang yang telah mencapai usia
lebih dari 60 tahun (Maryam dkk, 2008).

Berdasarkan defenisi secara umum, seseorang dikatakan lanjut usia (lansia)


apabila usianya 65 tahun ke atas. Lansia bukan suatu penyakit, namun merupakan
tahap lanjut dari suatu proses kehidupan yang ditandai dengan penurunan
kemampuan tubuh untuk beradaptasi dengan stres lingkungan. Lansia adalah keadaan
yang ditandai oleh kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan
terhadap kondisi stres fisiologis. Kegagalan ini berkaitan dengan penurunan daya
kemampuan untuk hidup serta peningkatan kepekaan secara individual (Efendi,
2009).

Penetapan usia 65 tahun ke atas sebagai awal masa lanjut usia (lansia) dimulai
pada abad ke-19 di negara Jerman. Usia 65 tahun merupakan batas minimal untuk
kategori lansia. Namun, banyak lansia yang masih menganggap dirinya berada pada
masa usia pertengahan. Usia kronologis biasanya tidak memiliki banyak keterkaitan
dengan kenyataan penuaan lansia. Setiap orang menua dengan cara yang berbeda-
beda, berdasarkan waktu dan riwayat hidupnya. Setiap lansia adalah unik, oleh karena
itu perawat harus memberikan pendekatan yang berbeda antara satu lansia dengan
lansia lainnya (Potter & Perry, 2009).

3
Menurut Undang Undang RI No 23 tahun 1992 tentang kesehatan pasal 19 ayat
1 bahwa manusia lanjut usia adalah seseorang yang karena usianya mengalami
perubahan biologis, fisik, kejiwaan dan sosial. Perubahan ini akan memberikan
pengaruh pad seluruh aspek kehidupan (Khoiriyah, 2011)

2.1.2 Klasifikasi Lansia

Menurut Maryam (2008), lima klasifikasi pada lansia antara lain:


a. Pra lansia : Seseorang yang berusia 45-59 tahun
b. Lansia : Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih
c. Lansia resiko tinggi : Seseorang yang berusia 70 tahun atau lebih/ seseorang
yang berusia 60 tahun atau lebih dengan masalah kesehatan
d. Lansia potensial : Lansia yang masih mampu melakukan pekerjaan
dan/atau kegiatan yang masih dapat menghasilkan barang/ jasa
e. Lansia tidak potensial : Lansia yang tidak berdaya mencari nafkah, sehingga
hidupnya bergantung pada bantuan orang lain

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam Nugroho (2000), lanjut usia
meliputi:
a. Usia pertengahan (middle age) yaitu kelompok usia 45-59 tahun
b. Usia lanjut (eldery) antara 60-74 tahun
c. Usia lanjut tua (old) antara 75-90 tahun
d. Usia sangat tua (very old) diatas 90 tahun

Departemen Kesehatan RI membagi lansia sebagai berikut:


a. Kelompok menjelang usia lanjut (45-54 tahun) sebagai masa virilitas
b. Kelompok usia lanjut (55-64 tahun) sebagai presenium
c. Kelompok usia lanjut (kurang dari 65 tahun) senium

2.1.3 Karakteristik Lansia

Lansia memiliki karakteristik sebagai berikut: berusia lebih dari 60 tahun


(sesuai dengan pasal 1 ayat (2) UU No.13 tentang kesehatan), kebutuhan dan masalah

4
yang bervariasi dari rentang sehat sampai sakit, dari kebutuhan biopsikososial sampai
spiritual, serta dari kondisi adaptif hingga kondisi maladaptif, lingkungan tempat
tinggal bervariasi (Maryam dkk, 2008).

Menurut Maryam (2008), beberapa tipe lansia bergantung pada karakter,


pengalaman hidup, lingkungan, kondisi fisik, mental, sosial dan ekonominya. Tipe
tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Tipe arif bijaksana

Kaya dengan hikmah, pengalaman menyesuaikan diri dengan perubahan jaman,


mempunyai kesibukan, bersikap ramah, rendah hati, sederhana, dermawan,
memenuhi undangan, dan menjadi panutan

b. Tipe mandiri

Mengganti kegiatan yang hilang dengan yang baru dan selektif dalam mencari
pekerjaan, bergaul dengan teman dan memenuhi undangan

c. Tipe tidak puas

Konflik lahir batin menentang proses penuaan sehingga menjadi pemarah, tidak
sabar, mudah tersinggung, sulit dilayani, pengkritik dan banyak menuntut

d. Tipe pasrah

Menerima dan menunggu nasib baik, mengikuti kegiatan agama dan melakukan
pekerjaan apa saja

e. Tipe bingung

Kaget, kehilangan kepribadian, mengasingkan diri, minder, menyesal, pasif dan


acuh tidak acuh

2.1.4 Tugas Perkembangan Lanjut Usia

Lansia harus menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik yang terjadi seiring
penuaan. Waktu dan durasi perubahan ini bervariasi pada tiap individu, namun seiring
penuaan sistem tubuh, perubahan penampilan dan fungsi tubuh akan terjadi.

5
Perubahan ini tidak dihubungkan dengan penyakit dan merupakan perubahan normal.
Adanya penyakit terkadang mengubah waktu timbulnya perubahan atau dampaknya
terhadap kehidupan sehari-hari.

Adapun tugas perkembangan pada lansia dalam adalah : beradaptasi terhadap


penurunan kesehatan dan kekuatan fisik, beradaptasi terhadap masa pensiun dan
penurunan pendapatan, beradaptasi terhadap kematian pasangan, menerima diri
sebagai individu yang menua, mempertahankan kehidupan yang memuaskan,
menetapkan kembali hubungan dengan anak yang telah dewasa, menemukan cara
mempertahankan kualitas hidup (Potter & Perry, 2009).

Seiring tahap kehidupan, lansia memiliki tugas perkembangan khusus. menurut


Potter dan Perry (2005), tujuh kategori utama tugas perkembangan lansia meliputi:

a. Menyesuaikan terhadap penurunan kekuatan fisik dan kesehatan

Lansia harus menyesuaikan dengan perubahan fisik seiring terjadinya penuaan


sistem tubuh, perubahan penampilan dan fungsi. Hal ini tidak dikaitkan dengan
penyakit, tetapi hal ini adalah normal.

b. Menyesuaikan terhadap masa pensiun dan penurunan pendapatan

Lansia umumnya pensiun dari pekerjaan purna waktu, dan oleh karena itu
mungkin perlu untuk meyesuaikan dan membuat perubahan karena hilangnya
peran bekerja.

c. Menyesuaikan terhadap kematian pasangan

Mayoritas lansia dihadapkan pada kematian pasangan, teman, dan kadang


anaknya. Kehilangan ini sering sulit diselesaikan, apalagi bagi lansia yang
menggantungkan hidupnya dari seseorang yang meninggalkannya dan sangat
berarti bagi dirinya.

d. Menerima diri sendiri sebagai individu lansia

Beberapa lansia menemukan kesulitan untuk menerima diri sendiri selama


penuaan. Mereka dapat memperlihatkan ketidakmampuannya sebagai koping
dengan menyangkal penurunan fungsi, meminta cucunya untuk tidak memanggil
mereka nenek atau menolak meminta bantuan dalam tugas yang menempatkan
keamanan mereka pada resiko yang besar

6
e. Mempertahankan kepuasan pengaturan hidup

Lansia dapat mengubah rencana kehidupannya. Misalnya kerusakan fisik dapat


mengharuskan pindah ke rumah yang lebih kecil dan untuk seorang diri

f. Mendefinisikan ulang hubungan dengan anak yang dewasa

Lansia sering memerlukan penetapan hubungan kembali dengan anak-anaknya


yang telah dewasa

g. Menentukan cara untuk mempertahankan kualitas hidup

Lansia harus belajar menerima akivitas dan minat baru untuk mempertahankan
kualitas hidupnya. Seseorang yang sebelumnya aktif secara sosial sepanjang
hidupnya mungkin merasa relatif mudah untuk bertemu orang baru dan mendapat
minat baru. Akan tetapi, seseorang yang introvert dengan sosialisasi terbatas,
mungkin menemui kesulitan bertemu orang baru selama pensiun.

2.1.5 Perubahan yang Terjadi Pada Lansia

Perubahan yang terjadi pada lansia diantaranya (Santoso, 2009):

a. Perubahan kondisi fisik

Perubahan pada kondisi fisik pada lansia meliputi perubahan dari tingkat sel
sampai ke semua sistem organ tubuh, diantaranya sistem pernafasan, pendengaran,
penglihatan, kardiovaskuler, sistem pengaturan tubuh, muskolosketal,
gastrointestinal, urogenital, endokrin, dan integumen. Masalah fisik sehari-hari
yang sering ditemukan pada lansia diantaranya lansia mudah jatuh, mudah lelah,
kekacuan mental akut, nyeri pada dada, berdebar-debar, sesak nafas, pada saat
melakukan aktifitas/kerja fisik, pembengkakan pada kaki bawah, nyeri pinggang
atau punggung, nyeri sendi pinggul, sulit tidur, sering pusing, berat badan
menurun, gangguan pada fungsi penglihatan, pendengaran, dan sulit menahan
kencing.

b. Perubahan kondisi mental

Pada umumnya lansia mengalami penurunann fungsi kognitif dan psikomotor.


Perubahan-perubahan ini erat sekali kaitannya dengan perubahan fisik, keadaan

7
kesehatan, tingkat pendidikan atau pengetahuan, dan situasi lingkungan. Dari segi
mental dan emosional sering muncul perasaan pesimis, timbulnya perasaan tidak
aman dan cemas. Adanya kekacauan mental akut, merasa terancam akan timbulnya
suatu penyakit atau takut ditelantarkan karena tidak berguna lagi. Hal ini bisa
meyebabkan lansia mengalami depresi.

c. Perubahan psikososial

Masalah perubahan psikososial serta reaksi individu terhadap perubahan ini sangat
beragam, bergantung pada kepribadian individu yang bersangkuatan.

d. Perubahan kognitif

Perubahan pada fungsi kognitif di antaranya adalah kemunduran pada tugas-tugas


yang membutuhkan kecepatan dan tugas yang memerlukan memori jangka
pendek, kemampuan intelektual tidak mengalami kemunduran, dan kemampuan
verbal akan menetap bila tidak ada penyakit yang menyertai.

e. Perubahan spiritual

Menurut Maslow (1970), agama dan kepercayaan makin terintegrasi dalam


kehidupannya.

2.1.6 Masalah Fisik yang Sering Ditemukan Pada Lansia

Menurut Azizah (2011), masalah fisik yang sering ditemukan pada lansia adalah:

a. Mudah Jatuh

Jatuh adalah suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang
melihat kejadian yang mengakibatkan seseorang mendadak terbaring/terduduk di
lantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau
luka

b. Mudah Lelah disebabkan oleh :

1. faktor psikologis (perasaan bosan, keletihan atau perasaan depresi)

2. gangguan organis

8
3. pengaruh obat-obat

c. Berat badan menurun disebabkan oleh :

1. Pada umumnya nafsu makan menurun karena kurang gairah hidup atau
kelesuan

2. Adanya penyakit kronis

3. Gangguan pada saluran pencernaan sehingga penyerapan makanan terganggu

4. Faktor-faktor sosioekonomis (pensiun)

d. Suka menahan Buang Air Besar disebabkan oleh :

1. Obat-obat pencahar perut

2. Keadaan diare

3. Kelainan pada usus besar

4. Kelainan pada ujung saluran pencernaan (pada rektum usus)

e. Gangguan pada ketajaman penglihatan disebabkan oleh :

1. Presbiop

2. Kelainan lensa mata (refleksi lensa mata kurang)

3. Kekeruhan pada lensa (katarak)

4. Tekanan dalam mata yang meninggi (glaukoma)

2.1.7 Penyakit yang Sering Dijumpai pada Lansia

Menurut Azizah (2011), dikemukakan adanya empat penyakit yang sangat erat
hubungannya dengan proses menua yakni:

9
a. gangguan sirkulasi darah, seperti : hipertensi, kelainan pembuluh darah, gangguan
pembuluh darah di otak (koroner) dan ginjal

b. gangguan metabolisme hormonal, seperti: diabetes mellitus, klimakterium, dan


ketidakseimbangan tiroid.

c. gangguan pada persendian, seperti osteoartitis, gout arthritis, atau penyakit


kolagen lainnya

2.1.8 Proses Penuaan

Penuaan adalah normal, dengan perubahan fisik dan tingkah laku yang dapat
diramalkan yang terjadi pada semua orang pada saat mereka mencapai usia tahap
perkembangan kronologis tertentu. Ini merupakan suatu fenomena yang kompleks
multidimensional yang dapat diobservasi di dalam satu sel dan berkembang sampai
pada keseluruhan sistem. (Stanley, 2006).

Tahap dewasa merupakan tahap tubuh mencapai titik perkembangan yang


maksimal. Setelah itu tubuh mulai menyusut dikarenakan berkurangnya jumlah sel-
sel yang ada di dalam tubuh. Sebagai akibatnya, tubuh juga akan mengalami
penurunan fungsi secara perlahan-lahan. Itulah yang dikatakan proses penuaan
(Maryam dkk, 2008).

Aging process atau proses penuaan merupakan suatu proses biologis yang tidak
dapat dihindari dan akan dialami oleh setiap orang. Menua adalah suatu proses
menghilangnya secara perlahan-lahan (gradual) kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri atau mengganti serta mempertahankan struktur dan fungsi secara
normal, ketahanan terhadap cedera, termasuk adanya infeksi. Proses penuaan sudah
mulai berlangsung sejak seseorang mencapai dewasa, misalnya dengan terjadinya
kehilangan jaringan pada otot, susunan saraf, dan jaringan lain sehingga tubuh mati
sedikit demi sedikit. Sebenarnya tidak ada batasan yang tegas, pada usia berapa
kondisi kesehatan seseorang mulai menurun. Setiap orang memiliki fungsi fisiologis
alat tubuh yang sangat berbeda, baik dalam hal pencapaian puncak fungsi tersebut
maupun saat menurunnya. Umumnya fungsi fisiologis tubuh mencapai puncaknya
pada usia 20-30 tahun. Setelah mencapai puncak, fungsi alat tubuh akan berada dalam
kondisi tetap utuh beberapa saat, kemudian menurun sedikit demi sedikit sesuai
dengan bertambahnya usia (Mubarak, 2009).

10
2.1.9 Teori-Teori Proses Penuaan

Menurut Maryam, dkk (2008) ada beberapa teori yang berkaitan dengan proses
penuaan, yaitu : teori biologi, teori psikologi, teori sosial, dan teori spiritual.

a. Teori biologis

Teori biologi mencakup teori genetik dan mutasi, immunology slow theory,
teori stres, teori radikal bebas, dan teori rantai silang.

Teori genetik dan mutasi. Menurut teori genetik dan mutasi, semua
terprogram secara genetik untuk spesies-spesies tertentu. Menua terjadi sebagai
akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekul-molekul DNA dan
setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi.

Immunology slow theory. Menurut immunology slow theory, sistem imun


menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh
yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Teori stres. Teori stres mengungkapkan menua terjadi akibat hilangnya sel-sel
yang biasa digunakan tubuh. Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan
kestabilan lingkungan internal, kelebihan usaha, dan stres yang menyebabkan sel-
sel tubuh lelah terpakai.

Teori radikal bebas. Radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas, tidak
stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan-
bahan organik seperti karbohidrat dan protein. Radikal ini menyebabkan sel-sel
tidak dapat melakukan regenerasi.

Teori rantai silang. Pada teori rantai silang diungkapkan bahwa reaksi kimia
sel-sel yang tua menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen.
Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastisitas kekacauan, dan hilangnya fungsi sel.

b. Teori psikologi

Perubahan psikologis yang terjadi dapat dihubungkan pula dengan keakuratan


mental dan keadaan fungsional yang efektif. Adanya penurunan dan intelektualitas
yang meliputi persepsi, kemampuan kognitif, memori, dan belajar pada usia lanjut

11
menyebabkan mereka sulit untuk dipahami dan berinteraksi. Persepsi merupakan
kemampuan interpretasi pada lingkungan. Dengan adanya penurunan fungsi sistem
sensorik, maka akan terjadi pula penurunan kemampuan untuk menerima,
memproses, dan merespons stimulus sehingga terkadang akan muncul aksi/reaksi
yang berbeda dari stimulus yang ada.

c. Teori sosial
Ada beberapa teori sosial yang berkaitan dengan proses penuaan, yaitu teori
interaksi sosial (social exchange theory), teori penarikan diri (disengagement
theory), teori aktivitas (activity theory), teori kesinambungan (continuity theory),
teori perkembangan (development theory), dan teori stratifikasi usia (age
stratification theory).

1. Teori interaksi sosial. Teori ini mencoba menjelaskan mengapa lansia bertindak
pada suatu situasi tertentu, yaitu atas dasar hal-hal yang dihargai masyarakat.
Pada lansia, kekuasaan dan prestasinya berkurang sehingga menyebabkan
interaksi sosial mereka juga berkurang, yang tersisa hanyalah harga diri dan
kemampuan mereka untuk mengikuti perintah.

2. Teori penarikan diri. Teori ini menyatakan bahwa kemiskinan yang diderita
lansia dan menurunnya derajat kesehatan mengakibatkan seorang lansia secara
perlahan-lahan menarik diri dari pergaulan di sekitarnya.

3. Teori aktivitas. Teori ini menyatakan bahwa penuaan yang sukses bergantung
bagaimana seorang lansia merasakan kepuasan dalam melakukan aktivitas serta
mempertahankan aktivitas tersebut lebih penting dibandingkan kuantitas dan
aktivitas yang dilakukan.

4. Teori kesinambungan. Teori ini mengemukakan adanya kesinambungan dalam


siklus kehidupan lansia. Pengalaman hidup seseorang pada suatu saat
merupakan gambarannya kelak pada saat ia menjadi lansia. Hal ini dapat
terlihat bahwa gaya hidup, perilaku, dan harapan seseorang ternyata tidak
berubah meskipun ia telah menjadi lansia.

5. Teori perkembangan. Teori perkembangan menjelaskan bagaimana proses


menjadi tua merupakan suatu tantangan dan bagaimana jawaban lansia terhadap
berbagai tantangan tersebut yang dapat bernilai positif ataupun negatif. Akan
tetapi, teori ini tidak menggariskan bagaimana cara menjadi tua yang
diinginkan atau yang seharusnya diterapkan oleh lansia tersebut.

12
6. Teori stratifikasi usia. Keunggulan teori stratifikasi usia adalah bahwa
pendekatan yang dilakukan bersifat deterministik dan dapat dipergunakan untuk
mempelajari sifat lansia secara kelompok dan bersifat makro. Setiap kelompok
dapat ditinjau dari sudut pandang demografi dan keterkaitannya dengan
kelompok usia lainnya. Kelemahannya adalah teori ini tidak dapat
dipergunakan untuk menilai lansia secara perorangan, mengingat bahwa
stratifikasi sangat kompleks dan dinamis serta terkait dengan klasifikasi kelas
dan kelompok etnik.

d. Teori spiritual
Komponen spiritual dan tumbuh kembang merujuk pada pengertian hubungan
individu dengan alam semesta dan persepsi individu tentang arti kehidupan.

2.2 Pengertian Parkinson

I.3.1 Definisi Parkinson


Parkinson merupakan suatu gangguan neurologis progresif yang mengenai
pusat otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol dan mengatur gerakan
(Muttaqin, 2011).
Parkinson (paralis agitans) merupakan penyakit sindrome pergerakan yang
disebabkan oleh gangguan pada basalis dan subtansia nigra dalam menghasilkan
dopamin, di tandai dengan adanya tremor ritmik, bradikinesia, kekakuan otot dan
hilangnya refleks-refleks postural. Basal ganglia adalah bagian sari sistem
ekstrapiramidal dan berpengaruh untuk mengawali, modulasi dan mengakhiri
pergerakan serta pengaturan gerakan-gerakan otomatis (Tarwoto dkk, 2007).
Parkinson merupakan istilah dari suatu sindrom yang ditandai dengan tremor
ritmik, bredikinesia, kekuatan otot, an hilangnya reflek-reflek postural (Muttaqin,
2008).
PenyakitParkinson (paralysis agitans) atau sindrom Parkinson (Parkinsonismus)
merupakan suatu penyakit / sindrom karena gangguan pada ganglia basalis akibat
penurunan atau tidak adanya pengiriman dopamine dari substansia nigra ke globus
palidus / neostriatum (striatal dopamine deficiency) (Harsono, 2009).
Penyakit Parkinson adalah penyakit saraf yang progresif yang berdampak
terhadap respon mesenfalon atau pergerakan regulasi. Penyakit ini bersifat lambat
yang menyerang usia pertengahan atau lanjut, dengan onset 50-60 tahun. Jadi,
Parkinson adalah penyakit degenerasi atau gangguan neurologis progresif yang
menyerang otak yang menyebabkan penipisan dopamin dalam substansi nigra dan

13
korpus striatum yang ditandai dengan kondisi bradikinestisia (melambatnya gerakan),
tremor (bergetar), dan rigiditas (kekakuan otot).

I.3.2 Etiologi Parkinson


Parkinson disebabkan oleh rusaknya sel-sel otak, tepatnya di substansi nigra. Suatu
kelompok sel yang mengatur gerakan-gerakan yang tidak dikehendaki (involuntary).
Akibatnya, penderita tidak bisa mengatur/menahan gerakan-gerakan yang tidak
disadarinya. Mekanisme bagaimana kerusakan itu belum jelas benar. Penyakit
Parkinson sering dihubungkan dengan kelainan neurotransmitter di otak faktor-faktor
lainnya seperti (Batticaca, 2008):
1. Defisiensi dopamine dalam substansia nigra di otak memberikan respon gejala
penyakit Parkinson.

2. Etiologi yang mendasarinya mungkin berhubungan dengan virus, genetik,


toksisitas, atau penyebab lain yang tidak diketahui.

I.3.3 Patofisiologi Parkinson


Faktor predisposisi lesi di substansia nigra: faktor usia, faktur, aterosklreotik, post ensafalitis, i

Dopamin menipis dalam substansia nigra dan korpus stria

Kehilangan kelola dari sustansia nigra

Globus palidus mengeluarkan impuls yang abnorma

Impuls globus palidus ini tidak melakukan inhibisi terhadap korteks piramida

Aliran darah serebral Manifestasi otonom Tremor ritmi


Gangguan N. VIII
regional menurun bradikaresia

Ragiditas deserebrasi
14
Perubahan kepribadian, Berkeringat, rasa lelah Perubahan gaya
psikosis, demensia, dan berlebihan dan otot berjalan, kekakuan
terasa nyeri. Hipotensi Kesulitan
Perubahan menelan
otot wajah
dalam beraktifitas.
konfusipsikiatrik
Manifestasi akut.
postural. dan sikap tubuh

Gangguan
Kognitif menurun, Hambatan mobilitas
pemenuhan nutrisi
persepsi menurun, akut fisik.
menurun.

Kurang perawatan
- Kerusakan
diri
komunikasi
verbal

- Koping individu
tidak efektif

I.3.4 Tanda dan Gejala Parkinson

I.3.5 Tanda dan gejala dari Parkinson terbagi menjadi :


a. Gejala Motorik.
1. Tremor (Bergetar).
I.3.6 Gejala penyakit parkinson sering luput dari pandangan awam,
dan dianggap sebagai suatu hal yang lumrah terjadi pada orang tua. Salah
satu ciri khas dari penyakit parkinson adalah tangan tremor (bergetar) jika
sedang beristirahat. Namun, jika orang itu diminta melakukan sesuatu,
getaran tersebut tidak terlihat lagi. Itu yang disebut resting tremor, yang
hilang juga sewaktu tidur.
I.3.7 Tremor terdapat pada jari tangan, tremor kasar pada sendi
metakarpofalangis, kadang-kadang tremor seperti menghitung uang logam
atau memulung-mulung. Pada sendi tangan fleksi-ekstensi atau pronasi-
supinasi pada kaki fleksi-ekstensi, kepala fleksi-ekstensi atau menggeleng,
mulut membuka menutup, lidah terjulur-tertarik.

16
I.3.8 Tremor ini menghilang waktu istirahat dan menghebat waktu
emosi terangsang (resting/ alternatingtremor). Tremor tidak hanya terjadi
pada tangan atau kaki, tetapi bisa juga terjadi pada kelopak mata dan bola
mata, bibir, lidah dan jari tangan (seperti orang menghitung uang). Semua itu
terjadi pada saat istirahat/tanpa sadar. Bahkan, kepala penderita bisa
bergoyang-goyang jika tidak sedang melakukan aktivitas (tanpa sadar).
Artinya, jika disadari, tremor tersebut bisa berhenti. Pada
awalnya tremor hanya terjadi pada satu sisi, namun semakin berat
penyakit, tremor bisa terjadi pada kedua belah sisi.
2. Rigiditas (Kekakuan).
I.3.9 Tanda yang lain adalah kekakuan (rigiditas). Jika kepalan
tangan yang tremortersebut digerakkan (oleh orang lain) secara perlahan ke
atas bertumpu pada pergelangan tangan, terasa ada tahanan seperti melewati
suatu roda yang bergigi sehingga gerakannya menjadi terpatah-patah/putus-
putus. Selain di tangan maupun di kaki, kekakuan itu bisa juga terjadi di
leher. Akibat kekakuan itu, gerakannya menjadi tidak halus lagi
seperti break-dance. Gerakan yang kaku membuat penderita akan berjalan
dengan postur yang membungkuk. Untuk mempertahankan pusat
gravitasinya agar tidak jatuh, langkahnya menjadi cepat tetapi pendek-
pendek. Adanya hipertoni pada otot fleksor ekstensor dan hipertoni seluruh
gerakan, hal ini oleh karena meningkatnya aktifitas motorneuron alfa,
adanya fenomena roda bergigi (cogwheel phenomenon).
3. Akinesia (Bradikinesia).
I.3.10 Kedua gejala di atas biasanya masih kurang mendapat
perhatian sehingga tanda akinesia/bradikinesia muncul. Gerakan penderita
menjadi serba lambat. Dalam pekerjaan sehari-hari pun bisa terlihat pada
tulisan/tanda tangan yang semakin mengecil, sulit mengenakan baju, langkah
menjadi pendek dan diseret. Kesadaran masih tetap baik sehingga penderita
bisa menjadi tertekan (stres) karena penyakit itu. Wajah menjadi tanpa
ekspresi. Kedipan dan lirikan mata berkurang, suara menjadi kecil, refleks
menelan berkurang, sehingga sering keluar air liur.
I.3.11 Gerakan volunter menjadi lambat sehingga berkurangnya gerak
asosiatif, misalnya sulit untuk bangun dari kursi, sulit memulai berjalan,
lambat mengambil suatu obyek, bila berbicara gerak lidah dan bibir menjadi
lambat. Bradikinesia mengakibatkan berkurangnya ekspresi muka serta
mimik dan gerakan spontan yang berkurang, misalnya wajah seperti topeng,
kedipan mata berkurang, berkurangnya gerak menelan ludah sehingga ludah
suka keluar dari mulut. Tiba-tiba Berhenti atau Ragu-ragu untuk Melangkah.
I.3.12 Gejala lain adalah freezing, yaitu berhenti di tempat saat mau
mulai melangkah, sedang berjalan, atau berputar balik, ragu-ragu untuk

18
mulai melangkah. Bisa juga terjadi sering kencing, dan sembelit. Penderita
menjadi lambat berpikir dan depresi. Bradikinesia mengakibatkan kurangnya
ekspresi muka serta mimik muka. Disamping itu, kulit muka seperti
berminyak dan ludah suka keluar dari mulut karena berkurangnya gerak
menelan ludah.
I.3.13
4. Mikrografia.
I.3.14Tulisan tangan secara gradual menjadi kecil dan rapat, pada beberapa
kasus hal ini merupakan gejala dini.
5. Langkah dan gaya jalan (sikap Parkinson).
I.3.15Berjalan dengan langkah kecil menggeser dan makin menjadi cepat,
stadium lanjut kepala difleksikan ke dada, bahu membengkok ke depan,
punggung melengkung bila berjalan.
6. Bicara monoton.
I.3.16Hal ini karena bradikinesia dan rigiditas otot pernapasan, pita suara,
otot laring, sehingga bila berbicara atau mengucapkan kata-kata yang
monoton dengan volume suara halus (suara bisikan) yang lambat.
7. Dimensia.
I.3.17Adanya perubahan status mental selama perjalanan penyakitnya
dengan defisit kognitif.
8. Gangguan behavioral.
I.3.18Lambat-laun menjadi dependen (tergantung kepada orang lain), mudah
takut, sikap kurang tegas, depresi. Cara berpikir dan respon terhadap
pertanyaan lambat (bradifrenia) biasanya masih dapat memberikan jawaban
yang betul, asal diberi waktu yang cukup.
9. Gejala Lain.
I.3.19Kedua mata berkedip-kedip dengan gencar pada pengetukan diatas
pangkal hidungnya (tanda Myerson positif).
I.3.20
b. Gejala non motorik.
1. Disfungsi otonom : Keringat berlebihan, air ludah berlebihan, gangguan
sfingter terutama inkontinensia dan hipotensi ortostatik, Kulit berminyak dan
infeksi kulit seborrheis, Pengeluaran urin yang banyak, dan Gangguan
seksual yang berubah fungsi, ditandai dengan melemahnya hasrat seksual,
perilaku, orgasme.
2. Gangguan suasana hati, penderita sering mengalami depresi,
3. Ganguan kognitif, menanggapi rangsangan lambat.
4. Gangguan tidur, penderita mengalami kesulitan tidur (insomnia).
5. Gangguan sensasi : kepekaan kontras visuil lemah, pemikiran mengenai
ruang, pembedaan warna, penderita sering mengalami pingsan, umumnya
disebabkan oleh hipotensi orthostatis, suatu kegagalan system saraf otonom

19
untuk melakukan penyesuaian tekanan darah sebagai jawaban atas
perubahan posisi badan, berkurangnya atau hilangnya kepekaan indra perasa
bau ( microsmia atau anosmia).
6. Disfungsi pencernaan seperti : konstipasi.
I.3.21
I.3.22 Pemeriksaan Penunjang
a. EEG (biasanya terjadi perlambatan yang progresif)
b. CT Scan kepala (biasanya terjadi atropi kortikal difus, sulki melebar, hidrosefalua
eks vakuo). Penyakit Parkinson merupakan penyakit kronis yang membutuhkan
penanganan secara holistik meliputi berbagai bidang. Pada saat ini tidak ada terapi
untuk menyembuhkan penyakit ini, tetapi pengobatan dan operasi dapat mengatasi
gejala yang timbul.
I.3.23
I.3.24 Penatalaksanaa
I.3.25 Pengobatan penyakit parkinson bersifat individual dan simtomatik, obat-
obatan yang biasa diberikan adalah untuk pengobatan penyakit atau menggantikan
atau meniru dopamin yang akan memperbaiki tremor, rigiditas, dan slowness.
Perawatan pada penderita penyakit parkinson bertujuan untuk memperlambat dan
menghambat perkembangan dari penyakit itu. Perawatan ini dapat dilakukan dengan
pemberian obat dan terapi fisik seperti terapi berjalan, terapi suara/berbicara dan
pasien diharapkan tetap melakukan kegiatan sehari-hari.
a. Terapi Obat-Obatan
I.3.26 Beberapa obat yang diberikan pada penderita penyakit Parkinson
(Muttaqin, 2008; Suzanne & Smaltzer, 2001; Brugham & JoAnn, 2000):
I.3.27
I.3.28
1. Antikolinergik
I.3.29 Benzotropine ( Cogentin), trihexyphenidyl ( Artane). Berguna untuk
mengendalikan gejala dari penyakit parkinson. Untuk mengaluskan
pergerakan, mengontrol tremor dan kekakuan.
2. Carbidopa/levodopa
I.3.30 Merupakan preparat yang paling efektif untuk menghilangkan gejala.
3. Derivat dopamin-agonis-ergot berguna jika ditambahkan kedalam levodopa
untuk mempelancar fluktasi klinis.
4. Obat-obat antihistamin untuk menghilangkan tremor. Preparat antivirus,
Amantandin hidroklorida, digunakan untuk mengurangi kekakuan,tremor dan
bradikinestesia.
5. Inhibitor MAO untuk menghambat pemecahan dopamine
6. Obat-obat antidepresan

20
I.3.31 Selain terapi obat yang diberikan, pemberian makanan harus benar-
benar diperhatikan, karena kekakuan otot bisa menyebabkan penderita mengalami
kesulitan untuk menelan sehingga bisa terjadi kekurangan gizi (malnutrisi) pada
penderita. Makanan berserat akan membantu mengurangi ganguan pencernaan
yang disebabkan kurangnya aktivitas, cairan dan beberapa obat.
I.3.32
b. Terapi Fisik
I.3.33 Sebagian terbesar penderita Parkinson akan merasa efek baik dari
terapi fisik. Pasien akan termotifasi sehingga terapi ini bisa dilakukan di rumah,
dengan diberikan petunjuk atau latihan contoh diklinik terapi fisik. Program terapi
fisik pada penyakit Parkinson merupakan program jangka panjang dan jenis terapi
disesuaikan dengan perkembangan atau perburukan penyakit, misalnya perubahan
pada rigiditas, tremor dan hambatan lainnya. Latihan fisik yang teratur, termasuk
yoga, taichi, ataupun tari dapat bermanfaat dalam menjaga dan meningkatkan
mobilitas, fleksibilitas, keseimbangan, dan range of motion. Latihan dasar selalu
dianjurkan, seperti membawa tas, memakai dasi, mengunyah keras, dan
memindahkan makanan di dalam mulut.

21
I.3.34 BAB III
I.3.35 TINJAUAN KASUS
I.3.36
I.3.37 Laporan Pendahuluan
I.3.38 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.39
I.3.40 Hari / Tanggal : Senin, 3 April 2017
I.3.41 Pertemuan :1
I.3.42
I.1 Latar Belakang

I.3.43 Keperawatan pada usia lanjut merupakan bagian dari tugas dan
profesi keperawatan yang memerukan berbagai keahlian dan ketrmapilan yang
spesifik, sehingga di bidang keperawatan pun saat ini ilmu keperawatan lanjut
usia berkembang menjadi suatu spesialisasi yang mulai berkembang.
Keperawatan lanjut usia dalam bahasa inggris sering dibedakan atas Geronologic
Nursing (gerontic nursing) dan Geriatric Nursing sesuai keterlibatan dalam bidang
yang berlainan. Gerontologic Nurse / perawat gerontology adalah perawat yang
bertugas memberikan asuhan keperawatan pada semua penderita berusia diatas 65
tahun tanpa melihat apapun penyebabnya dan dimanapun dia bertugas. Secara
definisi, hal ini berbeda dengan perawat geriatric, yaitu mereka yang berusia 65
tahun dan menderita lebih dari satu macam penyakit (multiple patologi), disertai
dengan berbagai masalah psikologik maupun sosial.

I.3.44 Dalam memberikan asuhan keperawatan, menggunakan


diagnosa pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari pengkajian,
perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Pengkajian merupakan langkah awal
yang bertujuan mengumpulkan data tentang status kesehatan klien. Data yang
telah terkumpul kemudian dianalisa sehingga dapat dirumuskan masalah
kesehatan yang ada pada keluarga.

I.3.45 Menurut Potter & Perry, (2005), pengkajian keperawatan adalah


proses sistematis dari pengumpulan, verifikasi dan komunikasi data tentang klien.
Proses keperawatan ini mencakup dua langkah yaitu pengumpulan data dari
sumber primer (klien) dan sumber skunder (keluarga, tenaga kesehatan), dan
analisis data sebagai dasar untuk diagnosa keperawatan.Tujuan dari pengkajian

22
adalah menetapkan dasar data tentang kebutuhan, masalah kesehatan, pengalaman
yang berkaitan, praktik kesehatan, tujuan, nilai dan gaya hidup yang dilakukan
klien. Pengumpulan data harus berhubungan dengan masalah kesehatan terutama
dengan masalah kesehatan utama yang dimiliki pasien, sehingga data yang
didapatkan relevan dengan asuhan keperawatan yang akan dijalankan pada pasien
tersebut. Penggunaan format pengkajian standarisasi dianjurkan, karena dapat
memberikan tanggung gugat minimal dari profesi keperawatan. Penggunaan
format pun memastikan pengkajian pada tingkat yang komprehensif (Potter &
Perry, 2005).
I.3.46 Jadi berdasarkan hal tersebut, sebelum membuat perencanaan
untuk mengatasi masalah yang di hadapi klien harus di lakukan pengkajian baik
melalui anamnesa, pemeriksaan fisik, atau pemeriksaan penunjang lainya.

I.3.47
I.2 Data yang perlu di kaji

1. Data umum

2. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga

3. Lingkungan

4. Struktur keluarga

5. Fungsi keluarga

6. Stress dan koping keluarga

7. Harapan keluarga terhadap asuhan keperawatan keluarga

I.3.48

I.3 Masalah keperawatan

I.3.49 Belum ada karena pengkajian belum di lakukan

I.3.50

23
I.4 Rencana keperawatan

1. Diagnosa keperawatan Lansia

I.3.51Belum dapat di rumuskan karena pengkajian belum di lakukan

2. Tujuan umum

I.3.52Dalam waktu 60 menit terkumpul data yang dapat menunjang


timbulnya masalah kesehatan pada lansia

3. Tujuan khusus

a. Terkumpul data umum, riwayat kesehatan saat ini, riwayat kesehatan


yang lalu, riwayat kesehatan keluarga status pemeriksaan fisikpenilaian
psikologi dan spiritual, penilaian kemandirian lansiadan pengkajian
status mental.

b. Teridentifikasi masalah kesehatan

I.3.53

I.5 Rencana kegiatan

1. Topic : data umum, riwayat kesehatan saat ini, riwayat


kesehatan yang lalu, riwayat kesehatan keluarga status pemeriksaan fisik,
penilaian psikologi dan spiritual, penilaian kemandirian lansia dan
pengkajian status mental.

2. Metode : wawancara, observasi, inspeksi, palpasi, auskultasi

3. Media : format pengkajian, alat tulis, alat pemeriksaan fisik

4. Waktu : Senin, 3 April 2017 jam 10.30 WIB

5. Tempat :STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1 Cibubur


Ruangan Aster Kamar 2

6. Strategi pelaksanaan :

I.3.54 I.3.55 Kegiatan I.3.56 Wa

24
No ktu

I.3.57I.3.58 Orientasi
1.
a) Mengucapkan salam
I.3.59 10
b) Memperkenalkan diri
menit
c) Menjelaskan tujuan kunjungan

d) Memvalidasi keadaan lansia

I.3.60I.3.61 Kerja
2.
a) Melakukan pengkajian
I.3.62 30
b) Melakukan pemeriksaan fisik menit

c) Memberikan reinforcement pada hal-hal positif yang


dilakukan lansia

I.3.63I.3.64 Terminasi
3.
I.3.65
a) Membuat kontrak untuk pertemuan selanjutnya
1 menit
b) Mengucapkan salam.

I.3.66

7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media di siapkan

3) Kontrak dengan keluarga tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

25
2) Keluarga aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Di dapatkan : data umum, riwayat kesehatan saat ini, riwayat


kesehatan yang lalu, riwayat kesehatan keluarga status pemeriksaan
fisik.

2) Teridentifikasi masalah kesehatan

I.3.67
I.3.68
I.3.69
I.3.70
I.3.71
I.3.72
I.3.73
I.3.74
I.3.75
I.3.76
I.3.77
I.3.78
I.3.79
I.3.80
I.3.81 Laporan Pendahuluan
I.3.82 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.83

I.3.84 Hari / Tanggal : Selasa, 4 April 2017

I.3.85 Pertemuan :2

I.3.86

II.1 Latar Belakang

26
I.3.87 Setelah mengunjungi dan menjelaskan tujuan praktek di STW Karya
Ria Bakti Pembangunan 1 Cibubur kepada care giver dari omah ida, maka di tetapkan
untuk merawat lansia dengan masalah kesehatan parkinson pada omah ida ( 88 th ).
Pada hari senin (pertemuan pertama) telah di dapatkan data umum, riwayat kesehatan
saat ini, riwayat kesehatan yang lalu, riwayat kesehatan keluarga status pemeriksaan
fisik. Maka pada pertemuan kedua hari ini akan di lanjutkan pengkajian data yang
lain untuk kelengkapan dalam menentukan masalah dan diagnosa keperawatan dari
keluarga tersebut.

I.3.88

II.2 Data yang perlu di kaji

1. penilaian psikologi dan spiritual

2. penilaian kemandirian lansia

3. pengkajian status mental.

I.3.89

II.3 Masalah keperawatan

I.3.90 Belum ada karena pengkajian belum di lakukan

I.3.91

II.4 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

I.3.92Belum dapat di rumuskan karena pengkajian belum di lakukan

2. Tujuan umum

I.3.93Dalam waktu 60 menit terkumpul data yang dapat menunjang


timbulnya masalah kesehatan pada lansia

I.3.94

I.3.95

27
3. Tujuan kusus

a. Terkumpul penilaian psikologi dan spiritual, penilaian kemandirian lansia


dan pengkajian status mental.

b. Teridentifikasi masalah kesehatan

I.3.96

II.5Rencana kegiatan

1. Topic : pengkajian atau penilaian psikologi dan spiritual, penilaian


kemandirian lansia dan pengkajian status mental daripada omah ida (88
Tahun)

2. Metode : wawancara, observasi, inspeksi, palpasi, auskultasi

3. Media : format pengkajian, alat tulis, alat pemeriksaan fisik

4. Waktu : Selasa 4 April 2017

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1 Cibubur Ruangan


Aster Kamar 2

6. Strategi pelaksanaan :

I.3.97 I.3.98 Kegiatan I.3.99 Wa


No ktu

I.3.100
I.3.101 Orientasi
1.
a) Mengucapkan salam
I.3.102 10
b) Memperkenalkan diri
menit
c) Menjelaskan tujuan kunjungan

d) Memvalidasi keadaan lansia

I.3.103
I.3.104 Kerja I.3.105 30
2. menit

28
a) Melakukan pengkajian

b) Melakukan pemeriksaan fisik

c) Memberikan reinforcement pada hal-hal positif yang


dilakukan lansia

I.3.106
I.3.107 Terminasi
3. I.3.108
a) Membuat kontrak untuk pertemuan selanjutnya
1 menit
b) Mengucapkan salam.

I.3.109
7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media di siapkan

3) Kontrak dengan lansia tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Di dapatkan : data pengkajian atau penilaian psikologi dan spiritual,


penilaian kemandirian lansia dan pengkajian status mental daripada
omah ida (88 Tahun)

2) Teridentifikasi masalah kesehatan.

I.3.110
I.3.111
I.3.112

29
I.3.113
I.3.114
I.3.115
I.3.116
I.3.117
I.3.118
I.3.119
I.3.120
I.3.121
I.3.122
I.3.123
I.3.124
I.3.125
I.3.126
I.3.127 Laporan Pendahuluan
I.3.128 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.129
I.3.130 Hari / Tanggal : Rabu, 5 April 2017
I.3.131 Pertemuan :3
I.3.132
III.1 Latar Belakang

I.3.133 Setelah di lakukan pengkajian pada werdha omah Ida selama 3 hari
dari 3 April 2017 di dapatkan beberapa masalah kesehatan yaitu omah Ida memiliki
riwayat Parkinson, dan sering kali omah ida menggeram menahan sakit karena
kekakuan otot yang dialaminya di tangan kanan omah ida. Omah Ida juga terdaoat
ulkus dekubitus dibagian os.sacrum. omah Ida juga terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler pada palpebra inferior sinistra.

I.3.134 Pada pertemuan ini perawat akan mengenalkan dan menjelaskan


masalah kesehatan tersebut kepada werda khususnya omah Ida (88 tahun) kemudian
bersama-sama dengan care givernya turut serta membantu memenuhi kebutuhan
dasar omah Ida (88 tahun) dengan Parkinson yang saat ini membutuhkan total care.

I.3.135

30
III.2 Data yang perlu di kaji

1. Pemahaman lansia terhadap masalah kesehatan yang dialaminya

2. Kemampuan lansia untuk memprioritaskan masalah kesehatan yang


dialaminya

I.3.136

III.3 Masalah keperawatan


1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan
kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)
2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan motorik
pada omah Ida (88 tahun)
3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)
4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun
5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan
dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

I.3.137

III.4 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

I.3.138 Adapun diagnosa keperawatan yang akan di prioritaskan


bersama lansia adalah:

a. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

b. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan


motorik pada omah Ida (88 tahun)

c. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

d. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

31
e. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan
dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

2. Tujuan umum

I.3.139 Dalam waktu 60 menit lansia / werda dapat memprioritaskan


masalah kesehatan yang dialaminya

3. Tujuan kusus

a. Lansia / werda / care giver mampu mengenal masalah kesehatan yang


dialami oleh lansia

b. Lansia / werda / care giver menyetujui adanya masalah kesehatan yang


di alami oleh lansia

c. Lansia / werda / care giver memutuskan untuk memprioritaskan


masalah kesehatan yang dialami saat ini

I.3.140

III.5 Rencana kegiatan

1. Topic : memprioritaskan masalah kesehatan yang dialami oleh


lansia / werda khususnya omah Ida (88 tahun)

2. Metode : diskusi

3. Media : alat tulis

4. Waktu : Rabu 8 Maret 2017 pukul 10.00 wib

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1 Cibubur


Ruangan Aster Kamar 2

6. Strategi pelaksanaan :

I.3.141 I.3.142 Kegiatan I.3.143 Wa


No ktu

32
I.3.144
I.3.145 Orientasi
1.
a. Mengucapkan salam
I.3.146 10
menit
b. Memvalidasi keadaan keluarga

c. Mengingatkan kontrak

I.3.147
I.3.148 Kerja
2.
a) Mengenalkan masalah kesehatan yang ada, berdiskusi I.3.149 30
dengan lansia / care giver tentang masalah kesehatan menit
yang dialami oleh lansia / werda, dan memprioritaskan
masalah kesehatan yang dialami oleh lansia.

I.3.150
I.3.151 Terminasi
3. I.3.152
a) Membuat kontrak untuk pertemuan selanjutnya
1 menit
b) Mengucapkan salam.

I.3.153
7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media di siapkan

3) Kontrak dengan keluarga tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) Care giver dan lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil : Care giver mampu mengenal dan menyetujui masalah kesehatan


yang ada dan memutuskan untuk memprioritaskan masalah kesehatan
yang dialami oleh perawat bersama perawat.

33
I.3.154

I.3.155
I.3.156
I.3.157
I.3.158
I.3.159
I.3.160
I.3.161
I.3.162
I.3.163
I.3.164
I.3.165
I.3.166
I.3.167
I.3.168
I.3.169
I.3.170
I.3.171
I.3.172
I.3.173
I.3.174
I.3.175
I.3.176
I.3.177
I.3.178
I.3.179
I.3.180
I.3.181 Laporan Pendahuluan
I.3.182 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.183
I.3.184 Hari / Tanggal : Kamis, 6 April 2017
I.3.185 Pertemuan :4
I.3.186
V.1 Latar Belakang

I.3.187 Berdasarkan pengkajian yang telah kita lakukan pada tanggal 3-5 April
2017 dengan Omah I (88 Th) didapatakan beberapa masalah, salah satuya adalah
Parkinson dan setelah kita menemukan beberapa masalah kita melakukan diskusi

34
dengan care givernya kemudian di lakukan prioritas masalah bersama-sama dengan
omah I dan di sepakati bahwa keluarga memerlukan penjelasan tentang parkinson,
sehingga perawat pada hari ini Kamis, 6 April 2017 merencanakan akan memberikan
asuhan keperawatan kepada omah I khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar
omah I (88 Th)

I.3.188

V.2 Masalah Keperawatan

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan motorik


pada omah Ida (88 tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

V.3 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

a. hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

b. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan


motorik pada omah Ida (88 tahun)

c. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

d. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

e. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

35
2. Tujuan umum

a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan dapat


meminimalkan gangguan mobilitas fisik.

b. Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak mengalami defisit


perawatan diri.

c. Setelah tindakan keperawatan klien tidak mengalami Konstipasi.

d. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri klien


berkurang

e. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi


gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

3. Tujuan kusus

I.3.189 Setelah 3 x 24 jam kunjungan, lansia dapat :

a. klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan


kemampuannya.
b. perawatan diri klien dapat terpenuhi.

c. Konstipasi tidak terjadi

d. nyeri tidak terjadi kembali

e. kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.190

V.4 Rencana kegiatan

1. Topic : menjalankan asuhan keperawatan sesuai


kebutuhan klien

2. Metode : Diskusi

3. Media : alat tulis

36
4. Waktu : Kamis, 6 April 2017 pukul 07.00 14.00 wib

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1


Cibubur Ruangan Aster Kamar 2

6. Strategi pelaksanaan :

I.3.191 I.3.192 Kegiatan I.3.193 Wa


No ktu

I.3.194
I.3.195 Orientasi
1.
a. Mengucapkan salam
I.3.196 10
menit
b. Memvalidasi keadaan keluarga

c. Mengingatkan kontrak

I.3.197
I.3.198 Kerja
2.
a. Memberikan minum energen kepada omah I

b. Melakukan jemur matahari kepada omah I

c. Membawa omah I jalan-jalan ke taman

d. Melakukan TTV kepada omah I hasilnya TD : 110/80


I.3.199 07.
mmhg ; Nd : 88 x/m
00 14.00
WIB
e. Memberikan posisi yang nyaman kepada omah I saat
naik ke tempat tidur

f. Membantu omah I mengganti pempers (BAB)

g. Memberikan makan siang kepada omah I. omah I hanya


menghabiskan porsi.

h. Memandikan omah I

I.3.200
I.3.201 Terminasi I.3.202
3. 1 menit

37
a. Menanyakan perasaan klien setelah dilakukan tindakan
asuhan keperawatan.

b. Mengobservasi saat klien mengungkapkan perasaan


setelah diberikan tindakan asuhan keperawatan

c. Motivasi klien untuk melakukan kegiatan positif

d. Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

I.3.203

8. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media sudah di siapkan

3) Kontrak dengan lansia tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) Lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Kebutuhan dasar omah I terpenuhi seperti mandi, makan, eliminasi,


berpakaian

I.3.204

I.3.205

I.3.206

I.3.207

38
I.3.208

I.3.209

I.3.210

I.3.211

I.3.212

I.3.213

I.3.214

I.3.215

I.3.216

I.3.217

I.3.218

I.3.219

I.3.220

I.3.221 Laporan Pendahuluan


I.3.222 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.223
I.3.224 Hari / Tanggal : Jumat, 7 April 2017
I.3.225 Pertemuan :5
I.3.226
VI.1 Latar Belakang

I.3.227 Setelah melakukan tindakan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan


dasar omah I diharapkan klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan
kemampuannya, perawatan diri klien dapat terpenuhi, nyeri tidak terjadi kembali,
kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.228

VI.2 Masalah Keperawatan

39
1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan
kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan motorik


pada omah Ida (88 tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

I.3.229
VI.3 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

a. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

b. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan


motorik pada omah Ida (88 tahun)

c. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

d. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

e. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

2. Tujuan umum

a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan dapat


meminimalkan gangguan mobilitas fisik.

b. Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak mengalami defisit


perawatan diri.

40
c. Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak mengalami
konstipasi

d. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri klien


berkurang

e. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi


gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

3. Tujuan kusus

I.3.230 Setelah 3 x 24 jam kunjungan, lansia dapat :

a. klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan


kemampuannya.
b. perawatan diri klien dapat terpenuhi.

c. Konstipasi tidak terjadi

d. nyeri tidak terjadi kembali

e. kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.231

VI.4 Rencana kegiatan

1. Topic : menjalankan asuhan keperawatan sesuai


kebutuhan klien

2. Metode : Diskusi

3. Media : alat tulis

4. Waktu : Jumat, 7 April 2017 pukul 07.00 14.00 wib

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1


Cibubur Ruangan Aster Kamar 2

6. Strategi pelaksanaan :

41
I.3.232 I.3.233 Kegiatan I.3.234 Wa
No ktu

I.3.235
I.3.236 Orientasi
1.
a. Mengucapkan salam
I.3.237 10
menit
b. Memvalidasi keadaan keluarga

c. Mengingatkan kontrak

I.3.238
I.3.239 Kerja
2.
a. Memberikan minum energen kepada omah I

b. Melakukan jemur matahari kepada omah I

c. Membawa omah I jalan-jalan ke taman

d. Melakukan TTV kepada omah I hasilnya TD : 110/80


I.3.240 07.
mmhg ; Nd : 88 x/m
00 14.00
WIB
e. Memberikan posisi yang nyaman kepada omah I saat
naik ke tempat tidur

f. Membantu omah I mengganti pempers (BAB)

g. Memberikan makan siang kepada omah I. omah I hanya


menghabiskan porsi.

h. Memandikan omah I

I.3.241
I.3.242 Terminasi I.3.243
3. 1 menit
a. Menanyakan perasaan klien setelah dilakukan tindakan
asuhan keperawatan.

b. Mengobservasi saat klien mengungkapkan perasaan


setelah diberikan tindakan asuhan keperawatan

42
c. Motivasi klien untuk melakukan kegiatan positif

d. Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

I.3.244
I.3.245
I.3.246
I.3.247
I.3.248
7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media sudah di siapkan

3) Kontrak dengan lansia tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) Lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Kebutuhan dasar omah I terpenuhi seperti mandi, makan, eliminasi,


berpakaian

I.3.249

I.3.250

I.3.251

I.3.252

I.3.253

I.3.254

43
I.3.255

I.3.256

I.3.257

I.3.258

I.3.259

I.3.260

I.3.261

I.3.262

I.3.263

I.3.264

I.3.265

I.3.266 Laporan Pendahuluan


I.3.267 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.268
I.3.269 Hari / Tanggal : Sabtu, 8 April 2017
I.3.270 Pertemuan :6
I.3.271
VII.1 Latar Belakang

I.3.272 Setelah melakukan tindakan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan


dasar omah I diharapkan klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan
kemampuannya, perawatan diri klien dapat terpenuhi, nyeri tidak terjadi kembali,
kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.273

VII.2 Masalah Keperawatan

1. hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

44
2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan motorik
pada omah Ida (88 tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

I.3.274
VII.3 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

a. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

b. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan


motorik pada omah Ida (88 tahun)

c. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

d. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

e. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

2. Tujuan umum

a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan dapat


meminimalkan gangguan mobilitas fisik.

b. Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak mengalami defisit


perawatan diri.

c. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri klien


berkurang

45
d. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi
konstipasi

e. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi


gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

3. Tujuan kusus

I.3.275 Setelah 3 x 24 jam kunjungan, lansia dapat :

a. klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan


kemampuannya.
b. perawatan diri klien dapat terpenuhi.

c. Konstipasi tidak terjadi

d. nyeri tidak terjadi kembali

e. kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

VII.4 Rencana kegiatan

1. Topic : menjalankan asuhan keperawatan sesuai


kebutuhan klien

2. Metode : Diskusi

3. Media : alat tulis

4. Waktu : Sabtu, 8 April 2017 pukul 07.00 14.00 wib

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1


Cibubur Ruangan Aster Kamar 2

I.3.276

I.3.277

I.3.278

6. Strategi pelaksanaan :

46
I.3.279 I.3.280 Kegiatan I.3.281 Wa
No ktu

I.3.282
I.3.283 Orientasi
1.
a. Mengucapkan salam
I.3.284 10
menit
b. Memvalidasi keadaan keluarga

c. Mengingatkan kontrak

I.3.285
I.3.286 Kerja
2.
a. Memberikan minum energen kepada omah I

b. Melakukan jemur matahari kepada omah I

c. Membawa omah I jalan-jalan ke taman

d. Melakukan TTV kepada omah I hasilnya TD : 100/80


mmhg ; Nd : 83 x/m
I.3.287 07.
00 14.00
e. Memberikan posisi yang nyaman kepada omah I saat
WIB
naik ke tempat tidur

f. Melakukan ROM bersama teman mahasiwa fisioterapi

g. Membantu omah I mengganti pempers (BAB)

h. Memberikan makan siang kepada omah I. omah I hanya


menghabiskan porsi.

i. Memandikan omah I

I.3.288
I.3.289 Terminasi I.3.290
3. 1 menit
a. Menanyakan perasaan klien setelah dilakukan tindakan
asuhan keperawatan.

b. Mengobservasi saat klien mengungkapkan perasaan

47
setelah diberikan tindakan asuhan keperawatan

c. Motivasi klien untuk melakukan kegiatan positif

d. Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

I.3.291

7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media sudah di siapkan

3) Kontrak dengan lansia tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) Lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Kebutuhan dasar omah I terpenuhi seperti mandi, makan, eliminasi,


berpakaian

I.3.292

I.3.293

I.3.294

I.3.295

I.3.296

I.3.297

I.3.298

48
I.3.299

I.3.300

I.3.301

I.3.302

I.3.303

I.3.304

I.3.305

I.3.306

I.3.307

I.3.308

I.3.309

I.3.310

I.3.311 Laporan Pendahuluan


I.3.312 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.313
I.3.314 Hari / Tanggal : Senin, 10 April 2017
I.3.315 Pertemuan :7
I.3.316
VIII.1 Latar Belakang

I.3.317 Setelah melakukan tindakan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan


dasar omah I diharapkan klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan
kemampuannya, perawatan diri klien dapat terpenuhi, nyeri tidak terjadi kembali,
kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.318

VIII.2 Masalah Keperawatan

49
1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan
kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan motorik


pada omah Ida (88 tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

I.3.319
VIII.3 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

a. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

b. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan


motorik pada omah Ida (88 tahun)

c. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

d. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

e. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

f. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

2. Tujuan umum

a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan dapat


meminimalkan gangguan mobilitas fisik.

50
b. Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak mengalami defisit
perawatan diri.

c. Setelah dilakukan tindakan keperawatan konstipasi tidak terjadi

d. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri klien


berkurang

e. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi


gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

3. Tujuan kusus

I.3.320 Setelah 3 x 24 jam kunjungan, lansia dapat :

a. klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan


kemampuannya.
b. perawatan diri klien dapat terpenuhi.

c. Masalah konstipasi teratasi

d. nyeri tidak terjadi kembali

e. kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.321

VIII.4 Rencana kegiatan

1. Topic : menjalankan asuhan keperawatan sesuai


kebutuhan klien

2. Metode : Diskusi

3. Media : alat tulis

4. Waktu : Senin, 10 April 2017 pukul 07.00 14.00 wib

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1


Cibubur Ruangan Aster Kamar 2

51
6. Strategi pelaksanaan :

I.3.322 I.3.323 Kegiatan I.3.324 Wa


No ktu

I.3.325
I.3.326 Orientasi
1.
a. Mengucapkan salam
I.3.327 10
menit
b. Memvalidasi keadaan keluarga

c. Mengingatkan kontrak

I.3.328
I.3.329 Kerja
2.
a. Memberikan minum energen kepada omah I

b. Melakukan jemur matahari kepada omah I

c. Membawa omah I jalan-jalan ke taman

d. Melakukan TTV kepada omah I hasilnya TD : 100/80


I.3.330 07.
mmhg ; Nd : 83 x/m
00 14.00
WIB
e. Memberikan posisi yang nyaman kepada omah I saat
naik ke tempat tidur

f. Melakukan ROM bersama teman mahasiwa fisioterapi

g. Memberikan makan siang kepada omah I. omah I hanya


menghabiskan 1 porsi.

h. Memandikan omah I

I.3.331
I.3.332 Terminasi I.3.333
3. 1 menit
a. Menanyakan perasaan klien setelah dilakukan tindakan
asuhan keperawatan.

b. Mengobservasi saat klien mengungkapkan perasaan

52
setelah diberikan tindakan asuhan keperawatan

c. Motivasi klien untuk melakukan kegiatan positif

d. Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

I.3.334

I.3.335

7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media sudah di siapkan

3) Kontrak dengan lansia tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) Lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Kebutuhan dasar omah I terpenuhi seperti mandi, makan, eliminasi,


berpakaian

I.3.336

I.3.337

I.3.338

I.3.339

I.3.340

I.3.341

53
I.3.342

I.3.343

I.3.344

I.3.345

I.3.346

I.3.347

I.3.348

I.3.349

I.3.350

I.3.351

I.3.352

I.3.353

I.3.354

I.3.355 Laporan Pendahuluan


I.3.356 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.357
I.3.358 Hari / Tanggal : Selasa, 11 April 2017
I.3.359 Pertemuan :8
I.3.360
VIII.1 Latar Belakang

I.3.361 Setelah melakukan tindakan asuhan keperawatan sesuai kebutuhan


dasar omah I diharapkan klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan
kemampuannya, perawatan diri klien dapat terpenuhi, nyeri tidak terjadi kembali,
kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.362

54
VIII.2 Masalah Keperawatan

1. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan motorik


pada omah Ida (88 tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

I.3.363
VIII.3 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

a. Gangguan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan


kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

b. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan


motorik pada omah Ida (88 tahun)

c. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

d. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

e. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

2. Tujuan umum

a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan dapat


meminimalkan gangguan mobilitas fisik.

55
b. Setelah dilakukan tindakan keperawatan klien tidak mengalami defisit
perawatan diri.

c. Setelah dilakukan tindakan keperawatan masalah konstipasi teratasi

d. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri klien


berkurang

e. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan tidak terjadi


gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi.

3. Tujuan kusus

I.3.364 Setelah 3 x 24 jam kunjungan, lansia dapat :

a. klien mampu melaksanakan aktivitas fisik sesuai dengan


kemampuannya.
b. perawatan diri klien dapat terpenuhi.

c. Tidak terjadi konstipasi

d. nyeri tidak terjadi kembali

e. kebutuhan nutrisi klien terpenuhi

I.3.365

VIII.4 Rencana kegiatan

1. Topic : menjalankan asuhan keperawatan sesuai


kebutuhan klien

2. Metode : Diskusi

3. Media : alat tulis

4. Waktu : Selasa, 11 April 2017 pukul 07.00 14.00 wib

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1


Cibubur Ruangan Aster Kamar 2

56
6. Strategi pelaksanaan :

I.3.366 I.3.367 Kegiatan I.3.368 Wa


No ktu

I.3.369
I.3.370 Orientasi
1.
a. Mengucapkan salam
I.3.371 10
menit
b. Memvalidasi keadaan keluarga

c. Mengingatkan kontrak

I.3.372
I.3.373 Kerja
2.
a. Memberikan minum energen kepada omah I

b. Melakukan jemur matahari kepada omah I

c. Membawa omah I jalan-jalan ke taman

d. Melakukan TTV kepada omah I hasilnya TD : 100/80


I.3.374 07.
mmhg ; Nd : 83 x/m
00 14.00
WIB
e. Memberikan posisi yang nyaman kepada omah I saat
naik ke tempat tidur

f. Melakukan ROM bersama teman mahasiwa fisioterapi

g. Memberikan makan siang kepada omah I. omah I hanya


menghabiskan 1 porsi.

h. Memandikan omah I

I.3.375
I.3.376 Terminasi I.3.377
3. 1 menit
a. Menanyakan perasaan klien setelah dilakukan tindakan
asuhan keperawatan.

b. Mengobservasi saat klien mengungkapkan perasaan

57
setelah diberikan tindakan asuhan keperawatan

c. Motivasi klien untuk melakukan kegiatan positif

d. Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya yaitu


tentang massage abdominal

I.3.378

I.3.379

I.3.380

7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media sudah di siapkan

3) Kontrak dengan lansia tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) Lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Kebutuhan dasar omah I terpenuhi seperti mandi, makan, eliminasi,


berpakaian

I.3.381

I.3.382

I.3.383

I.3.384

I.3.385

58
I.3.386

I.3.387

I.3.388

I.3.389

I.3.390

I.3.391

I.3.392

I.3.393

I.3.394

I.3.395 Laporan Pendahuluan


I.3.396 Asuhan Keperawatan Lansia Dengan Parkinson
I.3.397
I.3.398 Hari / Tanggal : Rabu, 12 April 2017
I.3.399 Pertemuan :9
I.3.400
VIII.5 Latar Belakang

I.3.401 Konstipasi sering diartikan sebagai kurangnya frekuensi buang air


besar, biasanya kurang dari 3 kali per minggu dengan feses yang kecil-kecil dan keras
dan kadang-kadang disertai kesulitan sampai rasa sakit saat buang air besar (NIDDK,
2000). Konstipasi adalah suatu keluhan, bukan penyakit (Holson, 2002;Azer, 2001).
Pada umumnya konstipasi sulit didefinisikan secara tegas karena sebagai suatu
keluhan terdapat variasi yang berlainan antara individu (Azer,2001).

I.3.402 Menurut Djojoningrat (2006) dalam Sudoyo, (2006) mendefinisikan


konstipasi adalah gangguan buang air besar berupa berkurangnya frekuensi defekasi,
sensasi tidak puas atau tidak lampiasnya buang air besar, terdapat rasa sakit, perlu
ekstra mengejan atau feses yang keras, proses defekasi dapat terjadi kurang dari 3 kali
seminggu atau lebih dari 3 hari tidak defekasi.

I.3.403 Pada lansia yang sudah mengalami pembatasan aktivitas (bedrest)


yang disebabkan oleh penurunan kondisi kesehatan, dimana hal ini akan menurunkan
aktivitas fisik. Penurunan aktivitas fisik reguler akibat bedrest dapat menurunkan

59
tonusitas otot yang diperlukan untuk mengeluarkan feces dari dalam rectum, dimana
hal ini akan menyebabkan penurunan fungsi otot abdominal dan otot pelvis sehingga
akan memperlama pasase feces (Folden, et al., 2002).

I.3.404 Setelah melakukan tindakan penyuluhan tentang massase abdominal


pada hari Rabu, 12 April 2017, care giver Omah I menjadi lebih mengerti cara untuk
mengatasi konstipasinya. Care giver omah I juga mengerti cara melakukan /
mendemonstrasikan massage abdominal dan manfaatnya.

I.3.405 Hari ini akan diberikan informasi tentang massage abdominal bagi
penderita yang mengalami konstipasi. Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan
oleh Theresia, dkk (2014) dengan judul Pengaruh Massage Abdominal Dalam Upaya
Pencegahan Konstipasi berpengaruh terhadap pencegahan konstipasi. Oleh karena
itu hari ini akan di berikan intervensi massage abdominal.

I.3.406

VIII.6 Masalah Keperawatan

1. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

VIII.7 Rencana keperawatan

1. Diagnosa

I.3.407 Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

2. Tujuan umum

a. Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan Omah I dapat


mencegah konstipasi dengan massage abdominal yang dibantu oleh
seorang care giver

3. Tujuan kusus

I.3.408 Setelah 1 x 60 menit kunjungan, keluarga dapat :

a. Keluarga / care giver dapat mengerti tentang manfaat massage


abdominal

b. Keluarga / care giver mampu mendemontraikan massage abdominal

60
c. Keluarga / care giver mampu menyebutkan kembali manfaat massage
abdominal

I.3.409

VIII.8 Rencana kegiatan

1. Topic : massage abdominal

2. Metode : Diskusi, role play

3. Media : alat tulis, leaflet, flip chart tentang massage


abdominal

4. Waktu : Rabu , 12 April 2017 pukul 07.00 14.00 wib

5. Tempat : STW Karya Ria Bakti Pembangunan 1


Cibubur Ruangan Aster Kamar 2

6. Strategi pelaksanaan :

I.3.410 I.3.411 Kegiatan I.3.412 Wa


No ktu

I.3.413
I.3.414 Orientasi
1.
a. Mengucapkan salam
I.3.415 10
menit
b. Memvalidasi keadaan keluarga

c. Mengingatkan kontrak

I.3.416
I.3.417 Kerja I.3.418 07.
2. 00 14.00
a. Menjelaskan cara melakukan massage abdominal dan WIB
tujuan dilakukan

b. Memberikan kesempatan pada keluarga / care giver


untuk bertanya

c. Memberikan kesempatan kepada keluarga / care giver

61
untuk mempraktikan cara melakukan massage
abdominal

a. Memberikan reinforcement positif atau usaha yang


telah dilakukan oleh keluarga/care givernya

I.3.419
I.3.420 Terminasi
3.
e. Menanyakan perasaan klien setelah dilakukan tindakan
asuhan keperawatan yaitu massage abdominal
I.3.421
f. Mengobservasi saat klien mengungkapkan perasaan
1 menit
setelah diberikan tindakan asuhan keperawatan

g. Motivasi klien untuk melakukan kegiatan positif

h. Membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

I.3.422

7. Kriteria evaluasi

a. Struktur

1) LP di siapkan

2) Alat bantu atau media sudah di siapkan

3) Kontrak dengan lansia tepat dan sesuai dengan rencana

b. Proses

1) Pelaksanaan sesuai waktu dan strategi pelaksanaan

2) Lansia aktif dalam kegiatan

c. Hasil

1) Keluarga mampu mendemonstrasikan massage abdominal.

62
2) Keluarga menyebutkan cara mencegah konstipasi di rumah dengan
massage abdominal.

I.3.423

I.3.424

I.3.425

I.3.426

I.3.427

I.3.428

I.3.429

I.3.430

I.3.431

I.3.432

I.3.433

I.3.434

I.3.435

I.3.436

I.3.437

I.3.438

I.3.439

I.3.440

I.3.441

I.3.442

63
I.3.443

I.3.444

I.3.445

I.3.446 PENGKAJIAN INDIVIDU

I.3.447 KEPERAWATAN KESEHATAN LANSIA

I.3.448 Tanggal masuk : Tahun 2007


I.3.449 Nama Panti : STW Karya Ria Bhakti Pembangunan 1
Cibubur
I.3.450
I. IDENTITAS DIRI KLIEN

I.3.451 Nama I.3.462I.3.476 Omah Ida Getruida Tulung


I.3.452 Tempat Tanggal : I.3.477 Tomohon, 20 November 1929
Lahir I.3.463I.3.478 88 Tahun
I.3.453 Umur : I.3.479 Perempuan
I.3.464I.3.480 Janda
I.3.454 Jenis Kelamin
: I.3.481 Kristen

I.3.455 Status perkawinan I.3.465I.3.482 Manado


: I.3.483 Perawat
I.3.456 Agama I.3.466I.3.484 Care giver dan status pasien
: I.3.485 Ir. Johanes Tulung (keponakan)
I.3.457 Suku
I.3.467I.3.486 Parkinson, spondilitis L5-S1,
I.3.458 Pendidikan : karsinoma sel basal mikronoduler pada
terakhir I.3.468 palpebra inferior sinistra
I.3.459 Sumber informasi :
I.3.469
I.3.460 Keluarga yang :
dapat dihubungi I.3.470
I.3.461 Diagnosis medis

64
(bila ada) :
I.3.471
:
I.3.472
:
I.3.473
I.3.474
I.3.475

II. RIWAYAT KESEHATAN SAAT INI

I.3.487 Riwayat kesehatan sekarang


1. Alasan datang ke panti wredha :
I.3.488 Alasanya karena keinginan dari diri sendiri untuk tinggal di STW
Karya Ria Bhakti Pembangunan 1 Cibubur. Keluarga menghargai keinginan omah
Ida untuk tinggal di STW ini, dan karena sibuknya keluarga, mereka mendukung
omah Ida untuk tinggal di STW
2. Keluhan utama :
I.3.489 Care givernya mengatakan omah Ida tidak ada keluhan, namun omah
Ida memiliki riwayatjantung, parkinson, kangker mata sebelah kiri, terdapat ulkus
dekubitus setinggi L4-L5. Yang sering dialami oleh omah Ida menurut care
givernya omah Ida mengalami sulit tidur dan sering kali menggerang. Care
givernya mengatakan geranganya omah Ida di sebabkan karena menahan sakit di
tanggan kananya.
3. Kronologi keluhan
a. Faktor pencetus : Riwayat parkinson mengakibatkan nyeri di tanggan
kananya
b. Timbulnya keluhan : ( ) Mendadak ( ) Bertahap

65
c. Lamanya : Nyeri dirasakan waktu melakukan aktivitas, lamanya
kurang lebih 15 menit dengan geranggan
d. Utama mengatasi : diaajak berbicara supaya tidak menggerang
I.3.490
III. RIWAYAT KESEHATAN YANG LALU
I.3.491 Pada tahun 1961 klien pernah dirawat di RS Cikini selama 5 hari
oprasi usus buntu. Tahun 1965 dirawat di RS Cikini 1 minggu (hamil 2 bulan
jatuh). Tahun 1970 di rawat di RS Cikini selama 1 minggu demam.
I.3.492
IV. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA
I.3.493 Menurut keterangan keluarga didalam keluarga umumnya mengalami
hipertensi. Penyakit menular disangkal.
I.3.494
V. STATUS PEMERIKSAAN FISIK

1. Keadaan Umum
a. Tanda-tanda vital :

1) TD : 100 / 90 mmHg

2) Nadi : 60 x/menit

3) Pernafasan : 20 x/menit

4) Suhu : 36,7 C

5) Tinggi badan : 157 cm

6) Berat badan : 43 Kg

I.3.495
I.3.496
b. Kepala dan rambut

I.3.497 Rambut bersih, berwarna putih, tidak ada ketombe, bekas luka
tidak ada, distribusi rambut normal, kepala berbentuk bulat sempurna,
tidak ada benjolan di kepala, rambut terlihat lurus, ada kerontokan

c. Mata

66
I.3.498 Terdapat karsinoma sel basal mikronoduler pada palpebra
inferior sinistra. Kedua mata tidak dapat dibuka. Terdapat sedikit pus
dimata sebelah kiri.

d. Hidung

I.3.499 Keadaan hidung bersih, bentuk simetris, tidak ada pengeluaran


secret, epitaksis tidak ada, distribusi bulu hidung normal, bulu hidung
sudah ada yang berwarna putih, sinusitis tidak ada, tidak ada terlihat
tanda tanda inflamasi pada hidung klien, tidak ada nyeri tekan pada
hidung klien. Fungsi penciuman normal, tidak ada polip.Telinga

I.3.500 Bersih, tidak ada serumen, tidak mengalami penurunan


pendengaran

e. Mulut

I.3.501 Bentuk simetris, tidak ada kelainan bentuk pada mulut, mukosa
mulut lembab, gigi banyak yang sudah tanggal, karies ada, stomatitis dan
kandidiasis tidak ada, lidah terlihat berwarna merah dan bersih, distribusi
papile pada lidah normal, tidak ada pembesaran tonsil, dan tidak ada
tanda tanda peradangan pada tonsil, reflex menelan baik.Leher

I.3.502 simetris, tidak ada pembengkakan kelenjar tiroid, tidak ada


luka ataupun benjolan

f. Sistem pernafasan

I.3.503 Tidak ada penggunaan alat bantu nafas, retraksi dada tidak ada,
nyeri saat bernafas tidak ada, sesak tidak ada. Suara nafas vesikuler +/+,
batas paru normal

g. Sistem kardiovaskuler

I.3.504 Klien memiliki riwayat jantung. Saat ini hasil Auskultlasi


bunyi jantung normal. Batas jantung normal. Terdapat distensi vena
juguluaris

h. Sistem pencernaan

67
I.3.505 Klien mengatakan sebelum sakit biasa makan 3 kali sehari dan
habis satu porsi, namun sekarang nafsu makan klien menurun karena
mengalami kelemahan otot wajah akibat riwayat parkinsonya.

i. Sistem perkemihan

I.3.506 Klien saat ini terpasang kateter. Care givernya mengatakan


kalau BAK sering 5-6 kali dalam sehari

j. Sistem integumen

I.3.507 Kulit klien berwarna kuning langsat dan terlihat keriput sesuai
usia

k. Ekstremitas

1) Ekstremitas atas

I.3.508 Kedua tangan masih bisa bergerak secara normal. Ada sedikit
kekakuan otot pada kedua tanganya

2) Ekstremitas bawah

I.3.509 Kedua kaki klien tidak dapat diluruskan. Klien mengalami


kekakuan otot pada kedua kakinya.

I.3.510

VI. PENILAIAN PSIKOSOSIAL DAN SPIRITUAL


1. Pola interaksi dengan lingkungan

I.3.511 Hubungan klien dengan lingkungan baik hal ini lebih


disebabkan sifat klien yang berjiwa sosial dan gemar menolong orang lain.

2. Bahasa

I.3.512 Bahasa yang digunakan klien sehari-hari adalah bahasa


Indonesia.

3. Perhatian dengan orang lain / lawan bicara

68
I.3.513 Klien saat diajak untuk berkomunikasi selalu menjawab.
Namun klien tidak akan menjawab lawan bicaranya yang tidak kenal / baru
kenal dengan klien.

4. Keadaan emosi

I.3.514 Keadaan emosi klien dalam batas normal

5. Persepsi klien tentang kondisinya

I.3.515 Care givernya mengatakan klien sudah pasrah dalam


kondisinya saat ini

6. Konsep diri

a. Gambaran diri

I.3.516 Klien seorang lanjut usia perempuan sesuai dengan usia (88
Tahun). Rambut mulai beruban, berpenampilan rapih. Klien tidak mampu
menyebutkan identitas diri dan keluarga, berbicara jelas, klien sudah tidak
mampu berjalan dan harus menggunakan kursi roda apabila klien ingin
keluar dari kamarnya. Untuk memenuhi kebutuhan klien, dibantu oleh
seorang care giver.

b. Ideal diri

I.3.517 Omah Ida ingin hidup sendiri mengisi hari dengan ibadah dan
mendapatkan ketenangan di STW

c. Harga diri

I.3.518 Pengamatan petugas dan keterangan klien/keluarga, harga diri


klien positif

d. Peran diri

I.3.519 Dalam keluarga klien tidak memiliki peran lagi, hanya sebagai
bagian dari keluarga yang masih cukup diberi perhatian dan dibantu
kebutuhannya.

e. Identitas diri

69
I.3.520 Klien masih dapat menyebutkan nama, status, tempat tinggal
dan tanggal lahir / umur dengan benar walaupun berusaha untuk
mengingatnya.

7. Spiritual

I.3.521 Klien masih dapat menjalankan / mengikuti kegiatan ibadah


yang diselenggarakan oleh panti setiap hari kamis jam 16.00 WIB

I.3.522

VII. PENILAIAN KEMANDIRIAN LANSIA


1. DENGAN KATZ INDEKS

a. Mandi (ke kamar mandi, menggosok bagian tubuh, gosok gigi)

Tanpa bantuan

Dengan menggunakan bantuan tapi hanya untuk satu bagian tubuh


(misalnya : menggosok bagian punggung / kaki)

I.3.523 Dengan bantuan lebih dari satu bagian tubuh


b. Berpakaian (memakai dan melepaskan pakaian dan melakukannya dengan
cepat)

Memakai pakaian kompit tanpa bantuan

Memakai pakaian tanpa bantuan, tapi untuk kegiatan tertentu


memerlukan asisten, seperti : memakai / mengikat tali sepatu.

Memakai pakaian kompit dengan bantuan.

c. Toilet (pergi ke toilet, untuk BAB dan BAK, membersihkan sendiri serta
memakai baju/celana sendiri)

Dapat pergi ke toilet, membersihkan sendiri dan menata baju/celana


tanpa bantuan sama sekali.

70
Membutuhkan bantuan untuk pergi ke toilet, membersihkannya,
memakai pakaian setelah eliminasi.

Tidak bisa pergi ke toilet sendiri.

d. Pergerakan

Bergerak dari dan ke tempat tidur / kursi tanpa bantuan / asisten


( mungkin bisa juga dengan pegangan / tongkat penyangga)

Bergerak dari dan ke tempat tidur / kursi dengan bantuan / asisten

Tidak dapat bergerak dari tempat tidur sama sekali.

e. Continence

Dapat mengontrol saat BAK dan BAB dengan sendiri.

Kadang tidak dapat mengontrol BAK dan BAB sendiri

Membutuhkan bantuan serta supervisi untuk mengontrol BAK dan


BAB atau dengan penggunaan kateter.

f. Makan

Makan sendiri tanpa bantuan.

Makan sendiri tetapi membutuhkan bantuan untuk memotong


makanan seperti daging, sayur ataupun buah

Makan dengan bantuan / makan melalui IV fluids / tubes.

I.3.524
I.3.525 Keterangan :
I.3.526 = Mengindikasikan kemandirian
I.3.527 = Mengindikasikan ketergantungan
I.3.528
I.3.529 KATEGORI :

71
I.3.530
I.3.531I.3.532 Ketidaktergantungan dalam semua fungsi /
A - keenam fungsi.
I.3.533
I.3.534I.3.535 Ketidaktergantungan dalam semua hal tetapi
B - masih ada satu fungsi yang tidak bisa dilakukan

I.3.536
I.3.537I.3.538 Ketidaktergantungan dalam semua fungsi tetapi
C - tidak bisa mandi sendiri dan satu tambahan fungsi
lainnya.
I.3.539
I.3.540I.3.541 Ketidaktergantungan dalam semua fungsi tetapi
D - tidak bisa mandi, berpakaian, dan satu tambahan fungsi
lainnya
I.3.542
I.3.543I.3.544 Ketidaktergantungan dalam semua fungsi tetapi
E - tidak bisa mandi, berpakaian, toilet dan satu fungsi
lainnya.
I.3.545
I.3.546I.3.547 Ketidaktergantungan dalam semua fungsi tetapi
F - tidak bisa mandi, berpakaian, toilet, bergerak dan satu
fungsi lainnya.
I.3.548
I.3.549I.3.550 Tergantung dalam semua fungsi tersebut
G -
I.3.551
2. BARTHEL INDEKS
I.3.552
I.3.553 I.3.554 Aktifitas I.3.555 I.3.556
N Deng Tanp
a a
n b
b a
a n
n t
t u
u a
a n
n

72
I.3.557I.3.558 Makan (jika makan harus dipotong I.3.559 I.3.560
1 terlebih dahulu berarti memerlukan bantuan) 5 10
I.3.561I.3.562 Bergerak dari kursi roda ke tempat tidur I.3.563 I.3.564
2 dan kembali (termasuk duduk tegak di tempat 5-10 15
tidur)
I.3.565I.3.566 Personal toilet (mencuci muka, menyisir I.3.567 I.3.568
3 rambut, bercukur, membersihkan gigi) 0 5
I.3.569I.3.570 Duduk dan berdiri dari toilet (cara I.3.571 I.3.572
4 memegang pakaian, mengelap, menyiram WC) 5 10
I.3.573I.3.574 Mandi sendiri I.3.575 I.3.576
5 0 5
I.3.577I.3.578 Berjalan di permukaan yang berbeda I.3.579 I.3.580
6 (jika tidak bisa berjalan penggunaan kursi roda) 0 5
I.3.581I.3.582 Naik turun tangga I.3.583 I.3.584
7 5 10
I.3.585I.3.586 Berpakaian (termasuk didalamnya I.3.587 I.3.588
8 mengikat tali sepatu, mengencangkan dan 5 10
mengendorkannya)
I.3.589I.3.590 Mengontrol BAB I.3.591 I.3.592
9 5 10
I.3.593I.3.594 Mengontrol BAK I.3.595 I.3.596
1 5 10

I.3.597 JUMLAH I.3.598 I.3.599


I.3.600
I.3.601 Kriteria :
I.3.602 0-20 : Tergantung I.3.604 62-90 : Ketergantungan
Penuh Moderat
I.3.603 21-61 : Ketergantungan I.3.605 91-99 : Ketergantungan
Berat Ringan
I.3.606 100 : Mandiri
I.3.607
VIII. PENGKAJIAN STATUS MENTAL
1. STATUS MENTAL QUESTIONAIRE

a. Tanggal berapa hari ini (tanggal, bulan, tahun)......................................

73
b. Hari apa hari ini?.......................................................................................

c. Apa nama tempat ini?................................................................................

d. Dimana alamat anda?................................................................................

e. Berapa umur anda sekarang?....................................................................

f. Tanggal, bulan dan tahun anda dilahirkan.............................................

g. Siapa presiden kita saat ini?......................................................................

h. Siapa presiden kita sebelumnya?..............................................................

i. Siapa nama ibu anda?................................................................................

j. Berapakah 20-3? Hasilnya dikurang 3 dan seterusnya .......................

I.3.608
I.3.609 Keterangan :

74
I.3.1 I.3.2 I.3.3 Benar apabila dapat menyebutkan tanggal, I.3.610

Pertanyaa : bulan dan tahun yang tepat I.3.611

n1 I.3.612
I.3.4 I.3.5 I.3.6 Benar apabila dapat menyebutkan hari I.3.612
Pertanyaa : I.3.612
n2 I.3.612
I.3.7 I.3.8 I.3.9 Benar apabila dapat mendeskripsikan
I.3.612
Pertanyaa : tempat dengan benar
I.3.612
n3
I.3.10 I.3.11I.3.12 Benar apabila dapat menyebutkan alamat I.3.612

Pertanyaa : dengan benar I.3.612

n4 I.3.612
I.3.13 I.3.14I.3.15 Benar apabila dapat menjawab umur I.3.612
Pertanyaa : sesuai dengan kelahirannya I.3.612
n5 I.3.612
I.3.16 I.3.17I.3.18 Benar apabila menjawab tanggal, bulan
I.3.612
Pertanyaa : dan tahun kelahiran
I.3.612
n6
I.3.19 I.3.20I.3.21 Benar apabila dapat menyebutkan nama I.3.612

Pertanyaa : presiden saat ini I.3.612

n7 I.3.612
I.3.22 I.3.23I.3.24 Benar apabila dapat menyebutkan nama I.3.612
Pertanyaa : presiden sebelumnya I.3.612
n8 I.3.612
I.3.25 I.3.26I.3.27 Benar apabila dapat menyebutkan nama
I.3.612
Pertanyaa : ibunya
I.3.612
n9
I.3.28 I.3.29I.3.30 Benar apabila dapat mengurangi dengan I.3.612

Pertanyaa : benar sampai akhir I.3.612

n 10 I.3.612
Penilaian
I.3.613
I.3.614 HasilKeterrangan :

75
a. Salah 0-2 : fungsi mental masih utuh

b. Salah 3-4 : tingkat gangguan mental ringan

c. Salah 5-7 : tingkat gangguan mental sedang

d. Salah 8-10 : tingkat gangguan mental berat

I.3.615
2. MINI MENTAL STATUS EXAMINATION

I.3.616

I.3.617 I.3.618 ASPEK I.3.619 I.3.620 KRITERIA


N KOGNITIF NILA
I I.3.621

I.3.622I.3.623 ORIENTAS I.3.626 I.3.627 Menyebutkan dengan benar :


1 I
1. Tanggal
I.3.624 (Skor
maksimum : 10) 2. Bulan
I.3.625
3. Tahun

4. Hari

5. Musim

6. Panti / Rt

7. Lantai / kamar

8. Kota

9. Kabupaten

10. Propinsi Masing-masing pertanyaan


bernilai 1 point

76
I.3.628I.3.629 REGISTR I.3.631 I.3.632 Ucapkan dengan jelas dan
2 ASI perlahan kata-kata seperti : BOLA,
BENDERA, POHON dengan jarak
I.3.630 (Skor
perkata 1 detik.
maksimum : 3)
I.3.633 Sesudah itu minta pasien
mengulanginya

I.3.634 Jawaban pertama menentukan


skor

I.3.635 Tetapi minta pasien mencoba


terus misalnya hingga 6x

I.3.636I.3.637 PERHATI
I.3.639 I.3.640 Minta pasien menghitung
3 AN DAN mundur dari 100 dengan selisih 7
berhenti setelah 5 jawaban
PERHITUNGAN
I.3.638 (Skor I.3.641 Berilah skor 1 untuk setiap
maksimum : 5) jawaban yang benar

I.3.642 Bila tidak mampu berhitung


minta lansia untuk mengeja suatu kata
dari arah belakang, contoh

I.3.643 RUMAH H-A-M-U-R

I.3.644I.3.645 DAYA I.3.647 I.3.648 Minta pasien untuk mengingat


4 INGAT kembali kata yang ditanyakan
kepadanya : BOLA, BENDERA,
I.3.646 (Skor
POHON
maksimum : 3)
I.3.649 Beri skor 1 untuk setiap kata
yang diulang

I.3.650I.3.651 BAHASA I.3.653 I.3.654 MENYEBUTKAN


5 I.3.652 (Skor
e. Perlihatkan arloji anda sambil
maksimum : 9) menanyakan apa ini. Ulangi hal yang
sama untuk pensil, bola, bendera,

77
pohon (Beri skor 1 untuk setiap kata
yang benar)

f. Pengulangan : minta pasien mengulangi


kata BUKAN, ITU BUKAN,
TETAPI, NAMUN, TANPA
Beri skor 1 bila pengulangan benar

g.Perintah 3 langkah : Beri pasien secarik


kertas kosong dan katakan :

I.3.655 Ambil kertas ini dengan


tangan kanan oma. Lipat dua

I.3.656 Letakkan di lantai

I.3.657 Beri skor 1 point untuk


setiap langkah yang benar

I.3.658 I.3.659 ASPEK I.3.660 I.3.661 KRITERIA


N KOGNITIF NILA
I I.3.662

I.3.663I.3.664 I.3.665 I.3.666 MEMBACA

I.3.667 Tulis pada kertas kalimat :


Pejamkan mata anda dengan huruf
yang cukup besar. Minta pasien
membacanya dan melakukan apa yang
tertulis.

I.3.668 Skor 1 bila lansia membaca dan


melakukannya

I.3.669I.3.670 I.3.671 I.3.672 MENULIS

I.3.673 Dengan secarik kertas, minta


pasien menulis sebuah kalimat yang
ditulis secara spontan

78
I.3.674 Kalimat harus mengandung
Subjek + Kata kerja serta memiliki arti.

I.3.675 Tata bahasa dan tanda baca


dikecualikan.

I.3.676 Beri skor 1 untuk tulisan yang


benar

I.3.677I.3.678 I.3.679 I.3.680 MENIRU GAMBAR

I.3.681 Pada secarik kertas kosong,


gambarlah 2 segi lima yang saling
bersentuhan, seperti ini :

I.3.682

I.3.683

I.3.684

I.3.685

I.3.686

I.3.687

I.3.688 Minta pasien untuk menirukan


dengan tepat. Kesepuluh sudut harus
nampak dimana dua sudut saling
bersebelahan untuk memperoleh 1 point

I.3.689

I.3.691 I.3.692
I.3.690 TOTAL SKOR
I.3.693

I.3.694
I.3.695

79
I.3.696

IX. PENGKAJIAN SKALA DEPRESI

I.3.697 Pengkajian ini menggunakan Skala Depresi Geriatrik bentuk singkat


dari Yesavage (1983) yang instrumennya disusun secara khusus digunakan
pada lanjut usia untuk memeriksa depresi. Jawaban pertanyaan sesuai indikasi
dinilai 1, nilai 5 atau lebih dapat menandakan depresi.

I.3.698 Skala Depresi Geriatrik Yesavage Bentuk Singkat :

I.3.699
I.3.700 I.3.701 Pertanyaan I.3.702 I.3.703
N Ya Tid
a
k
I.3.704 Pilihlah jawaban yang sesuai sebagaimana yang anda rasakah dalam 1 minggu
terakhir
I.3.705I.3.706 Apakah pada dasarnya anda puas dengan kehidupan I.3.707 I.3.708
1 anda saat ini Ya Tid
a
k
*
I.3.709I.3.710 Apakah anda membatalkan banyak dari rencana I.3.711 I.3.712
2 kegiatan/minat anda Ya* Tid
a
k
I.3.713I.3.714 Apakah anda merasa bahwa hidup anda kosong/hampa I.3.715 I.3.716
3 Ya* Tid
a
k
I.3.717I.3.718 Apakah anda sering merasa kebosanan I.3.719 I.3.720
4 Ya* Tid
a
k

80
5 yang baik setiap waktu Ya Tid
a
k
*
I.3.725I.3.726 Apakah anda terganggu dengan memikirkan kesulitan I.3.727 I.3.728
6 anda tanpa jalan keluar Ya* Tid
a
k
I.3.729I.3.730 Apakah anda seringkali merasa bersemangat I.3.731 I.3.732
7 Ya Tid
a
k
*
I.3.733I.3.734 Apakah anda mengkhawatirkan sesuatu hal yang I.3.735 I.3.736
8 buruk akan menimpa anda Ya* Tid
a
k
I.3.737I.3.738 Apakah anda merasa seringkali merasa gembira I.3.739 I.3.740
9 Ya Tid
a
k
*
I.3.741I.3.742 Apakah anda seringkali merasa tak terbantukan I.3.743 I.3.744
1 Ya* Tid
a
k
I.3.745I.3.746 Apakah anda seringkali merasa gelisah dan resah I.3.747 I.3.748
1 Ya* Tid
a
k
I.3.749I.3.750 Apakah anda lebih menyukai tingggal di rumah I.3.751 I.3.752
1 daripada keluar rumah dan melakukan sesuatu hal yang baru Ya* Tid

81
a
k
I.3.753I.3.754 Apakah anda seringkali mengkhawatirkan masa depan I.3.755 I.3.756
1 anda Ya* Tid
a
k
I.3.757I.3.758 Apakah anda merasa kesulitan dengan daya ingat anda I.3.759 I.3.760
1 Ya* Tid
a
k
I.3.761I.3.762 Apakah anda berpikir/bersyukur masih hidup saat ini I.3.763 I.3.764
1 Ya Tid
a
k
*
I.3.765I.3.766 Apakah anda sering merasa kelabu dan berputus asa I.3.767 I.3.768
1 Ya* Tid
a
k
I.3.769I.3.770 Apakah anda merasa tidak berguna saat ini I.3.771 I.3.772
1 Ya* Tid
a
k
I.3.773I.3.774 Apakah anda sering menyesalkan masa lalu anda I.3.775 I.3.776
1 Ya* Tid
a
k
I.3.777I.3.778 Apakah menurut anda hidup ini penuh tantangan yang I.3.779 I.3.780
1 menyenangkan Ya Tid
a
k
*

82
I.3.781I.3.782 Apakah anda merasa kesulitan untuk mengawali suatu I.3.783 I.3.784
2 kegiatan Ya* Tid
a
k
I.3.785I.3.786 Apakah anda merasakan penuh daya dan energi I.3.787 I.3.788
2 Ya Tid
a
k
*
I.3.789I.3.790 Apakah menurut anda keadaan yang dihadapi tanpa I.3.791 I.3.792
2 harapan Ya* Tid
a
k
I.3.793I.3.794 Apakah anda seringkali marah karena alasan sepele I.3.795 I.3.796
2 Ya* Tid
a
k
I.3.797I.3.798 Apakah menurut anda keadaan orang lain lebih baik I.3.799 I.3.800
2 dari anda Ya* Tid
a
k
I.3.801I.3.802 Apakah anda sering bagaikan menangis I.3.803 I.3.804
2 Ya* Tid
a
k
I.3.805I.3.806 Apakah anda sulit berkonsentrasi I.3.807 I.3.808
2 Ya* Tid
a
k
I.3.809I.3.810 Apakah anda bangun pagi dengan perasaan I.3.811 I.3.812
2 menyenangkan Ya Tid
a

83
k
*
I.3.813I.3.814 Apakah anda lebih suka menghindari acara / I.3.815 I.3.816
2 sosialisasi Ya* Tid
a
k
I.3.817I.3.818 Apakah mudah bagi anda dalam mengambil keputusan I.3.819 I.3.820
2 Ya Tid
a
k
*
I.3.821I.3.822 Apakah anda berpikiran jernih sebagaimana biasanya I.3.823 I.3.824
3 Ya Tid
a
k

*
I.3.825 I.3.826 TOTAL SKOR I.3.827 I.3.828
I.3.829 Keterangan :
I.3.830 Tiap jawaban yang bertanda bintang dihitung 1 point
I.3.831 Skor 15-22 : menunjukkan depresi ringan
I.3.832 Skor <22 : menunjukkan depresi berat
I.3.833 Jakarta,
3 April 2017

I.3.834

I.3.835 (..............................................)

I.3.836

A. Data Fokus
I.3.837 Data Subjektif I.3.838 Data Objektif
1. Care givernya mengatakan semua kebutuhan 1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
dasar omah Ida seluruhnya di bantu bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini

84
sepenuhnya seperti mandi, berpakaian, cukup bersih, tidak terdapat pus, tidak ada
memberikan makan, dan proses eliminasi. bengkak, tidak ada kemerahan.
2. Care givernya mengatakan omah Ida sering 2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
menggerang spondilitis L5 S1
3. Care givernya mengatakan gerangan omah 3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
Ida diakibatkan karena rasa sakit pada karena terdapat karsinoma sel basal
tangan kanan omah Ida yang sudah mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
mengalami kekakuan ototnya 4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
4. Care giver oma ida mengatakan memiliki kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
riwayat penyakit Parkinson, batu ginjal, Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
jantung, DM, dan kanker mata. memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
5. Care givernya mengatakan terdapa ulkus di berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
bagian belakang 5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
6. Care givernya mengatakan omah Ida katz indeks mengindikasikan
kadang-kadang sulit untuk makan. Omah ketergantungan.
Ida hanya menghabiskan makan porsi 6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
saja. Dan minum kurang lebih hanya 350 cc barthel indeks didapatkan bobot 10 yang
setiap kali omah Ida minum. artinya adalah ketergantungan penuh.
7. Care giver mengatakan omah Ida juga 7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
mengalami kesulitan dalam menelan 8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
makanan, sehingga omah ida hanya dapat 9. Otot wajah tampak kaku.
memakan makanan bubur. 10. Klien tampak kurus.
8. Care givernya mengatakan omah Ida sulit 11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
untuk menggerakan tubuhnya. aktivitas
I.3.839
I.3.840
I.3.841
I.3.842
I.3.843
B. Analisa Data

I.3.844 Data I.3.845 Masalah Keperawatan

I.3.846 Data Subjektif : I.3.850 Nyeri kronis

1. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

2. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida

71
diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan omah
Ida yang sudah mengalami kekakuan ototnya

3. Care giver oma ida mengatakan memiliki riwayat


penyakit Parkinson, batu ginjal, jantung, DM, dan
kanker mata.

4. Care givernya mengatakan terdapa ulkus di bagian


belakang

I.3.847

I.3.848 Data Objektif :

1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di bangian


os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup bersih, tidak
terdapat pus, tidak ada bengkak, tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat spondilitis L5
S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka karena
terdapat karsinoma sel basal mikronoduler paa palpebra
inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan kedua
kakinya akibat riwayat parkinsonya. Omah Ida terlihat
di bantu seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan
dasarnya seperti berpakaian, mandi, makan, dan
eliminasi
I.3.849
I.3.851 Data Subjektif: I.3.854 Gangguan pemenuhan
nutrisi
1. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-kadang
sulit untuk makan. Omah Ida hanya menghabiskan
makan porsi saja. Dan minum kurang lebih hanya
350 cc setiap kali omah Ida minum.
2. Care giver mengatakan omah Ida juga mengalami
kesulitan dalam menelan makanan, sehingga omah ida
hanya dapat memakan makanan bubur.
I.3.852
I.3.853 Data Objektif
1. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.

72
2. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
3. Otot wajah tampak kaku.
4. Klien tampak kurus.
5. Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk memenuhi
kebutuhan dasaynya seperti berpakaian, mandi, makan,
dan eliminasi.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz indeks
mengindikasikan ketergantungan.
7. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan barthel
indeks didapatkan bobot 10 yang artinya adalah
keterhgantungan penuh.
I.3.855 Data subjektif: I.3.857 Gangguan mobilitas fisik
1. Care givernya mengatakan semua kebutuhan dasar
omah Ida seluruhnya di bantu sepenuhnya seperti
mandi, berpakaian, memberikan makan, dan proses
eliminasi.
2. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk
menggerakan tubuhnya.
3. Care giver oma ida mengatakan memiliki riwayat
penyakit Parkinson, batu ginjal, jantung, DM, dan
kanker mata.
I.3.856 Data objektif:
1. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz indeks
mengindikasikan ketergantungan.
2. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan barthel
indeks didapatkan bobot 10 yang artinya adalah
keterhgantungan penuh.
3. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan aktivitas

I.3.858 Data subjektif: I.3.861 Defisit perawatan diri

1. Care givernya mengatakan semua kebutuhan dasar


omah Ida seluruhnya di bantu sepenuhnya seperti
mandi, berpakaian, memberikan makan, dan proses
eliminasi.
2. Care givernya mengatakan omah Ida sering
menggerang
3. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida
diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan omah
Ida yang sudah mengalami kekakuan ototnya

73
4. Care giver oma ida mengatakan memiliki riwayat
penyakit Parkinson, batu ginjal, jantung, DM, dan
kanker mata.
5. Care givernya mengatakan terdapa ulkus di bagian
belakang
I.3.859
I.3.860 Data objektif:

1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di bangian


os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup bersih, tidak
terdapat pus, tidak ada bengkak, tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat spondilitis
L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka karena
terdapat karsinoma sel basal mikronoduler paa
palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan kedua
kakinya akibat riwayat parkinsonya. Omah Ida terlihat
di bantu seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan
dasaynya seperti berpakaian, mandi, makan, dan
eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz indeks
mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan barthel
indeks didapatkan bobot 10 yang artinya adalah
ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan aktivitas
I.3.862 Data Subjektif : I.3.865 Konstipasi pada Omah I (88
1. Care Givernya mengatakan Omah I jarang BAB Tahun)
2. Menurut Care givernya BAB hanya 2-3 kali dalam
seminggu

I.3.863

I.3.864 DATA OBJEKTIF :


1. Peristaltik usus tidak terdengar
2. Konsisttensi tinja pada saat BAB keras dan berwarna
hitam
I.3.866
C. Diagnose Keperawatan

74
1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan dengan kekakuan dan
kelemahan otot pada omah Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan tremor dan gangguan motorik


pada omah Ida (88 tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia 88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan


dengan tremor dan perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88 tahun)

6. D. Rencana Asuhan Keperawatan


8. Diagnos
a
7. 9. Tujuan 10. Intervensi
keperaw
atan

12. 13. Hambata 15. Tujuan 1. Kaji mobilitas yang ada dan 1.
n umum: observasi terhadap
16. Setelah peningkatan kerusakan dan 2.
mobilitas
kaji teratur fungsi motorik.
dilakukan
fisik 2. Lakukan program latihan
tindakan meningkatkan kekuatan 3.
yang
keperawatan otot.
berhubu 3. Lakukan latihan postural
diharapkan 4. Ajarkan teknik berjalan 4.
ngan
dapat khusus.
dengan 5. Anjurkankan mandi hangat
meminimalka
kekakua dan masase otot. 5.
n gangguan 6. Bantu klien melakukan
n dan
mobilitas latihan ROM, perawatan
kelemah diri sesuai toleransi.
fisik. 7. Kolaborasi dengan ahli
an otot
17.
fisioterapi untuk latihan 6.
pada 18. Tujuan
fisik klien. 7.
omah I khusus:
19. Setelah

75
(88 dilakukan
Tahun) tindakan
14. keperawatan
selama 3 x24
jam klien
mampu
melaksanaka
n aktivitas
fisik sesuai
dengan
kemampuann
ya.
20. Kriteria
hasil:
21. Klien dapat
ikut serta
dalam
program
latihan, tidak
terjadi
kontraktur
sendi,
bertambahny
a kekuatan
otot dan klien
menunjukan
tindakan
mobilitas.
22.23. Defisit 25. Tujuan 1. Kaji kemampuan klien 1.
perawatan diri umum: dalam melakukan ADL
berhubungan dengan 26. Setelah 2. Bantu klien bila klien tidak
tremor dan gangguan dapat memenuhi kebutuhan 2.

76
motorik pada omah I dilakukan ADL secara mandiri
(88 Tahun) 3. Ajarkan dan dukung klien
tindakan
selama beraktivitas
24. keperawatan 4. Modifikasi lingkungan 3.
klien tidak 5. Kolaborasi: konsulkan
dokter untuk terapi aktivitas 4.
mengalami
defisit
perawatan
5.
diri.
27.
28. Tujuan
khusus:
29. Setelah
dilakukan
intervensi
selama 3x24
jam
perawatan
diri klien
dapat
terpenuhi.
30. Kriteria
Hasil :
31. klien mampu
menunjukan
kemampuan
merawat diri
sesuai
kemampuan,
menunjukkan
terpenuhinya
kebutuhan

77
merawat diri
32.33. Konstipasi pada 34. Setelah 36. Manajemen
Omah I (88 Tahun) dilakukan konstipasi
tindakan a. Identifikasi faktor-faktor
keperawatan yang menyebabkan
selama 1x24 konstipasi
jam b. Monitor tanda-tanda
konstipasi ruptur bowel/peritonitis
pasien c. Jelaskan penyebab dan
teratasi rasionalisasi tindakan pada
dengan pasien
kriteria hasil: d. Konsultasikan dengan
a. Pola BAB dalam dokter tentang peningkatan
batas normal dan penurunan bising usus
b. Feses lunak e. Kolaburasi jika ada tanda
c. Cairan dan serat dan gejala konstipasi yang
adekuat menetap
d. Aktivitas adekuat f. Jelaskan pada pasien
e. Hidrasi adekuat manfaat diet (cairan dan
35. serat) terhadap eliminasi
g. Jelaskan pada klien
konsekuensi menggunakan
laxative dalam waktu yang
lama
h. Kolaburasi dengan ahli
gizi diet tinggi serat dan
cairan
i. Dorong peningkatan
aktivitas yang optimal
j. Sediakan privacy dan
keamanan selama BAB

38.39. Gangguan rasa 40. Tujuan 1. Kaji keadaan umum klien 1.


nyaman nyeri pada 2. Berikan posisi senyaman 2.
Umum :
Omah I usia 88 tahun mungkin pada klien 3.
41. Setelah
3. Ajarkan teknik distraksi 4.
dilakukan dalam relaksasi 5.
tindakan 4. Rawat luka dengan ganti
balut
keperawatan
5. Kolaborasi pemberian obat
diharapkan anti nyeri sesuai indikasi
nyeri klien
berkurang

78
42.
43. Tujuan
Khusus :
44. Selama
dilakukan
intervensi
keperawatan
selama 3 x
24 jam nyeri
tidak terjadi
kembali
45. Kriteria
Hasil :
46. Klien mampu
menunjukan
tenang, skala
nyeri dalam
rentang
normal (0-1)
dank lien
dapat
istirahat
47. 48. Ganggua 50. Tujuan 1. Kaji kemampuan makan 1.
n umum: klien
51. Setelah 2. Observasi atau timbang
pemenuh berat badan.
dilakukan 3. Kaji sistem gastrointestinal
an 2.
tindakan yang meliputi suara bising
nutrisi
keperawatan usus, perubahan dalam 3.
kurang lambung seperti mual dan
diharapkan muntah, perubahan 4.
dari
tidak terjadi pergerakan usus.
kebutuha
4. Manajemen kemampuan
gangguan
n yang menelan.
pemenuhan 5. Monitor pemakaian alat 5.

79
berhubu kebutuhan bantu jika ada
6. Berikan makanan kesukaan 6.
ngan nutrisi.
52. klien
dengan 7. Kolaborasi lakukan 7.
53. Tujuan
tremor pemeriksaan laboratorium
khusus:
yang diindikasikan seperti:
dan 54. Dalam waktu
serum transferin, BUN/
perlamba 3x24 jam kreasinin dan glukosa.
tan kebutuhan
dalam nutrisi klien
proses terpenuhi.
55. Kriteria
makan,
hasil:
serta
56. Mengetahui
kesulitan
tentang
menguny
pentingnya
ah dan
nutrisi bagi
menelan
tubuh, tidak
pada
ada
omah I
penurunan
(88
bobot tubuh,
tahun)
mampu
49.
manghabiska
n porsi
makan yang
disediakan.
E. Implementasi
57. 58. Ha 59. D 60. J 61. Implementasi dan Hasil
No ri/Tgl x Kep am

62. 63. Se 64. 65. 73. BHSP dengan omah I dan care
1 nin , 03 09. givernya serta omah dan opah lainnya
April 2017
74. Pengkajian pada omah I (hasil pada
66. format pengkajian)

80
75. Memberi makan siang. Hasil : Omah I
67. tidak mampu makan sendiri, makan
11. habis porsi.
76. Membantu care giver untuk
68. memandikan omah I
77. Menulis laporan
69. 78. pulang

70.
13

71.
14.

72.
14.

79. 80. Sel 81. 82. 1 92. Memberi makan siang. Hasil : Omah I tidak
2 asa , 04 2.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 83. 93. Membantu memandikan omah I bersama care
84. 1 givernya
3.50 94. TTV (TD : 110/80 mmHg, 85x/menit,
85. 1 20x/menit)
4.55 95. Pengkajian pada Omah I Penilaian psikososial
86. dan Spiritual. (hasil pada format pengkajian)
87. 96. Menemani Omah I untuk jalan-jalan di taman
88. 1 bersama care givernya.
6.00 97. Menulis laporan
89. 98. Pulang
90. 1
8.00
91. 1
9.00

99. 100. Ra 101. 105. 1 116. Memberi makan siang kepada Omah I Hasil :

81
3 bu , 05 102. 2.00 omah I tidak mampu makan sendiri, makan habis
April 2017 103. 106. porsi
104. D 107. 1 117. Membantu memandikan Omah I bersama care
x1 4.00 givernya
108. 1 118. TTV (TD :100/70mmHg, 87x/menit,
5.00 19x/menit)
109. 1 119. Omah I istirahat
5.15 120. Mengobrol dengan Omah I dan mengkaji
110. 1 masalah yang di rasakan saat ini. Hasil : Omah I
6.00 tidak pernah menjawab pertanyaan mahasiswa
111. 121. Pengkajian Head to Toe (hasil pada format
112. pengkajian)
113. 1 122. Menulis laporan
7.00 123. Pulang
114. 1
8.00
115. 1
9.00

124. 125. Ka 126. 128. 0 142. Memberi makan pagi. Hasil : Omah I tidak
4 mis 06 127. 7.00 bisa makan sendiri, makan habis 1 porsi
April 2017 129. 143. Menemani omah jalan-jalan pagi ke kantin
130. 0 sambil minum susu. Hasil : omah I menghabiskan 1
7.30 gelas energen
131. 144. Mendampingi omah untuk mengikuti senam
132. 0 pagi. Hasil : Omah I tidak mampu melakukan senam
8.00 145. TTV (TD :110/80mmHg, 78x/menit,
133. 18x/menit)
134. 0 146. Pengkajian Indeks Katz (hasil pada format
9.30 pengkajian)
135. 1 147. Omah I beristirahat
0.00 148. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
136. 1 mampu makan sendiri, makan habis porsi.
1.00 149. Membantu memandikan Omah I bersama care
137. 1 givernya
2.00 150. Menulis laporan
138. 1 151. Pulang
3.00
139. 1
3.50
140. 1

82
4.15
141. 1
4.40

152. 153. Ju 154. 158. 0 171. Memberi makan pagi. Hasil : Omah I tidak
5 mat,07 155. 7.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 156. 159. 172. Menemani omah jalan-jalan pagi ke kantin
157. 160. 0 sambil minum susu. Hasil : omah I menghabiskan 1
7.30 gelas susu coklat
161. 173. Mendampingi omah untuk mengikuti terapi
162. 0 musik. Hasil : Omah I tampak senang
8.00 174. TTV (TD :100/80mmHg, 82x/menit,
163. 18x/menit)
164. 1 175. Omah I beristirahat
1.00 176. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
165. 1 mampu makan sendiri, makan habis porsi.
1.15 177. Membantu memandikan Omah I bersama care
166. 1 givernya
2.00 178. Menulis laporan
167. 1 179. Pulang
3.00
168. 1
3.50
169. 1
4.15
170. 1
4.40

180. 181. Sa 182. 186. 0 197. Memberi makan pagi. Hasil : omah I tidak
6 btu, 08 183. 7.00 mampu makan sendiri, makan habis 1 porsi
April 2017 184. 187. 198. Menemani omah I jalan-jalan ke taman
185. 188. 0 bersama care givernya
7.30 199. TTV (TD :120/80mmHg, 82x/menit,
189. 17x/menit)
190. 0 200. Memberi makan siang. Hasil : Omah I tidak
9.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi.
191. 1 201. Omah I istirahat
2.00 202. Membantu memandikan Omah I bersama care
192. givernya
193. 1 203. Menulis laporan
2.10 204. pulang
194. 1

83
3.40
195. 1
4.15
196. 1
4.30

205. 206. Se 207. 214. 0 234. Memberi makan pagi. Hasil : omah I tidak
7 nin , 10 208. 7.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 209. 215. 235. Berjemur matahari pagi
210. 216. 0 236. TTV (TD :100/70 mmHg, 80x/menit,
211. 7.20 12x/menit)
212. 217. 0 237. Mempersiapkan senam lansia
213. 238. Menmani omah I jalan-jalan ke taman dan ke
7.30
218. 0 kantin sambil memberikan minum susu bersama care
7.45 givernya
219. 0 239. Melakukan latihan ROM bersama teman
8.00 mahasiswa fisioterapi
220. 240. Melakukan massage abdominal
221. 241. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
222. 1 mampu makan sendiri, makan habis 1 porsi.
0.00 242. Kakek U istirahat
223. 243. Mahasiwa makan siang
224. 1 244. Mempersiapkan peralatan untuk omah I
1.00 mandi
225. 1 245. Membantu omah I untuk mandi bersama
2.00 dengan care givernya
226. 246. Menulis laporan
227. 1 247. pulang
2.30
228. 1
3.00
229. 1
3.30
230. 1
3.45
231.
232. 1
4.20
233. 1
4.45

84
248. 249. Sel 250. 251. 0 271. Memberi makan pagi. Hasil : omah I tidak
8 asa ,11 7.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 252. 272. Berjemur matahari pagi
253. 0 273. TTV (TD :110/80mmHg, 80x/menit,
7.20 12x/menit)
254. 0 274. Mempersiapkan senam lansia
7.30 275. Menmani omah I jalan-jalan ke taman dan ke
255. 0 kantin sambil memberikan minum susu bersama care
7.45 givernya
256. 0 276. Melakukan latihan ROM bersama teman
8.00 mahasiswa fisioterapi
257. 277. Melakukan massage abdominal
258. 278. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
259. 1 mampu makan sendiri, makan habis 1 porsi.
0.00 279. Kakek U istirahat
260. 280. Mahasiwa makan siang
261. 1 281. Mempersiapkan peralatan untuk omah I
1.00 mandi
262. 1 282. Membantu omah I untuk mandi bersama
2.00 dengan care givernya
263. 283. Menulis laporan
264. 1 284. pulang.
2.30
265. 1
3.00
266. 1
3.30
267. 1
3.45
268.
269. 1
4.20
270. 1
4.45

285. 286. Ra 287. 289. 0 309. Memberi makan pagi. Hasil : omah I tidak
9 bu , 12 288. 7.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 290. 310. Berjemur matahari pagi
291. 0 311. TTV (TD :120/80 mmHg, 80x/menit,
7.20 12x/menit)
292. 0 312. Mempersiapkan senam lansia
7.30 313. Menmani omah I jalan-jalan ke taman dan ke

85
293. 0 kantin sambil memberikan minum susu bersama care
7.45 givernya
294. 0 314. Melakukan latihan ROM bersama teman
8.00 mahasiswa fisioterapi
295. 315. Melakukan massage abdominal
296. 316. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
297. 1 mampu makan sendiri, makan habis 1 porsi.
0.00 317. Kakek U istirahat
298. 318. Mahasiwa makan siang
299. 1 319. Mempersiapkan peralatan untuk omah I
1.00 mandi
300. 1 320. Membantu omah I untuk mandi bersama
2.00 dengan care givernya
301. 321. Menulis laporan
302. 1 322. pulang.
2.30
303. 1
3.00
304. 1
3.30
305. 1
3.45
306.
307. 1
4.20
308. 1
4.45

323. 324. Ka 325. 326. 0 346. Memberi makan pagi. Hasil : omah I tidak
10 mis 13 7.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 327. 347. Berjemur matahari pagi
328. 0 348. TTV (TD :130/80 mmHg, 80x/menit,
7.20 12x/menit)
329. 0 349. Mempersiapkan senam lansia
7.30 350. Menmani omah I jalan-jalan ke taman dan ke
330. 0 kantin sambil memberikan minum susu bersama care
7.45 givernya
331. 0 351. Melakukan latihan ROM bersama teman
8.00 mahasiswa fisioterapi
332. 352. Melakukan massage abdominal
333. 353. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
334. 1

86
0.00 mampu makan sendiri, makan habis 1 porsi.
335. 354. Kakek U istirahat
336. 1 355. Mahasiwa makan siang
1.00 356. Mempersiapkan peralatan untuk omah I
337. 1 mandi
2.00 357. Membantu omah I untuk mandi bersama
338. dengan care givernya
339. 1 358. Menulis laporan
2.30 359. pulang.
340. 1
3.00
341. 1
3.30
342. 1
3.45
343.
344. 1
4.20
345. 1
4.45

360. 361. Ju 362. 363. 0 383. Memberi makan pagi. Hasil : omah I tidak
mat, 14 7.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 364. 384. Berjemur matahari pagi
365. 0 385. TTV (TD :110/70mmHg, 80x/menit,
7.20 12x/menit)
366. 0 386. Mempersiapkan senam lansia
7.30 387. Menmani omah I jalan-jalan ke taman dan ke
367. 0 kantin sambil memberikan minum susu bersama care
7.45 givernya
368. 0 388. Melakukan latihan ROM bersama teman
8.00 mahasiswa fisioterapi
369. 389. Melakukan massage abdominal
370. 390. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
371. 1 mampu makan sendiri, makan habis 1 porsi.
0.00 391. Kakek U istirahat
372. 392. Mahasiwa makan siang
373. 1 393. Mempersiapkan peralatan untuk omah I
1.00 mandi
374. 1 394. Membantu omah I untuk mandi bersama
2.00 dengan care givernya

87
375. 395. Menulis laporan
376. 1 396. pulang.
2.30
377. 1
3.00
378. 1
3.30
379. 1
3.45
380.
381. 1
4.20
382. 1
4.45

397. 398. Sa 399. 400. 0 420. Memberi makan pagi. Hasil : omah I tidak
btu 15 7.00 mampu makan sendiri, makan habis porsi
April 2017 401. 421. Berjemur matahari pagi
402. 0 422. TTV (TD :130/80 mmHg, 80x/menit,
7.20 12x/menit)
403. 0 423. Mempersiapkan senam lansia
7.30 424. Menmani omah I jalan-jalan ke taman dan ke
404. 0 kantin sambil memberikan minum susu bersama care
7.45 givernya
405. 0 425. Melakukan latihan ROM bersama teman
8.00 mahasiswa fisioterapi
406. 426. Melakukan massage abdominal
407. 427. Memberi makan siang. Hasil : omah I tidak
408. 1 mampu makan sendiri, makan habis 1 porsi.
0.00 428. Kakek U istirahat
409. 429. Mahasiwa makan siang
410. 1 430. Mempersiapkan peralatan untuk omah I
1.00 mandi
411. 1 431. Membantu omah I untuk mandi bersama
2.00 dengan care givernya
412. 432. Menulis laporan
413. 1 433. pulang.
2.30
414. 1
3.00
415. 1

88
3.30
416. 1
3.45
417.
418. 1
4.20
419. 1
4.45

434.
435.
436.
437.
438.
D. Evaluasi
439. 440. Hari/ 441. N 442. Evaluasi 443. P
No Tanggal o.Dx raf

444. 445. Senin 446. 1 447. S : 454.


1 03 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti
mandi, memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang


BAB, jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih


juga sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan
kanan omah Ida yang sudah mengalami

89
kekakuan ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan
minum kurang lebih hanya 350 cc setiap kali
omah Ida minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit


untuk menggerakan tubuhnya.

448.
449. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini
cukup bersih, tidak terdapat pus, tidak ada
bengkak, tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
katz indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang
artinya adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.

90
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit
RR : 19 x/menit
13. Klien kooperatif
450.
451. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

452.

453. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

91
4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

455. 456. Selasa 457. 1 458. S : 465.


2 4 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk

92
menggerakan tubuhnya.

459.
460. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
461.
462. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

93
2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan
tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

463.

464. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

466. 467. Rabu 468. 1 469. S : 476.


3 5 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

94
4. Care givernya mengatakan minum air putih juga
sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

470.
471. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti

95
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
472.
473. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

474.

96
475. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

477. 478. Kamis 479. 1 480. S : 488.


4 6 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

97
8. Care giver mengatakan omah Ida juga
mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

481.
482. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
483.

98
484. A:

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

485.

486. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

487. Berikan makanan kesukaan klien

489. 490. Jumat 491. 1 492. S : 499.


5 7 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

99
2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,
jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

493.
494. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka

100
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
495.
496. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan

101
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

497.

498. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

500. 501. Sabtu 502. 1 503. S : 510.


6 8 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-

102
kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

504.

505. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus

103
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
506.
507. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

508.

509. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

104
511. 512. Senin 513. 1 514. S : 522.
7 10 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

515.
516. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di

105
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
517.
518. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

106
3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

519.

520. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

521.

523. 524. Selasa 525. 1 526. S : 534.


8 11 April 2017 ,2,3,4,5
1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga

107
sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

527.
528. O:
14. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
15. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
16. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
17. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.

108
18. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
19. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
20. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
21. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
22. Otot wajah tampak kaku.
23. Klien tampak kurus
24. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
25. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
26. Klien kooperatif
529.
530.
531. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

532.

109
533. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

535. 536. Rabu 538. 1 539. S : 546.


9 12 ,2,3,4,5
537. April 1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
2017 dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

110
8. Care giver mengatakan omah Ida juga
mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

540.
541. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
542.

111
543. A:

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

544.

545. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

547. 548. Kamis 550. 1 551. S : 559.


10 13 ,2,3,4,5
549. April 1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
2017 dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

112
2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,
jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

552.
553. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka

113
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
554.
555. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan

114
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

556.

557. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

558. Berikan makanan kesukaan klien

560. 561. Jumat 563. 1 564. S : 571.


11 14 ,2,3,4,5
562. April 1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
2017 dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-

115
kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

565.
566. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan

116
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
567.
568. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

569.

570. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

117
572. 573. Sabtu 575. 1 576. S : 583.
12 15 ,2,3,4,5
574. April 1. Care Giver mengatakan omah I perlu di bantu
2017 dalam segala kebutuhan dasarnya seperti mandi,
memberikan makan, dan eliminasi

2. Care givernya mengatakan omah I jarang BAB,


jika BAB 2-3 kali dalam seminggu

3. Care givernya mengatakan makan omah I juga


hanya sedikit

4. Care givernya mengatakan minum air putih juga


sedikit

5. Care givernya mengatakan omah Ida sering


menggerang

6. Care givernya mengatakan gerangan omah Ida


diakibatkan karena rasa sakit pada tangan kanan
omah Ida yang sudah mengalami kekakuan
ototnya

7. Care givernya mengatakan omah Ida kadang-


kadang sulit untuk makan. Omah Ida hanya
menghabiskan makan porsi saja. Dan minum
kurang lebih hanya 350 cc setiap kali omah Ida
minum.

8. Care giver mengatakan omah Ida juga


mengalami kesulitan dalam menelan makanan,
sehingga omah ida hanya dapat memakan
makanan bubur.

9. Care givernya mengatakan omah Ida sulit untuk


menggerakan tubuhnya.

577.
578. O:
1. Klien terlihat terdapat ulkus dekubitus di

118
bangian os.sacrum, kondisi luka saat ini cukup
bersih, tidak terdapat pus, tidak ada bengkak,
tidak ada kemerahan.
2. Hasil pemeriksaan klien memiliki riwayat
spondilitis L5 S1
3. Kedua mata klien terlihat tidak dapat dibuka
karena terdapat karsinoma sel basal
mikronoduler paa palpebra inferior sinistra
4. Omah Ida terlihat tidak mampu meluruskan
kedua kakinya akibat riwayat parkinsonya.
Omah Ida terlihat di bantu seluruhnya untuk
memenuhi kebutuhan dasarnya seperti
berpakaian, mandi, makan, dan eliminasi.
5. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan katz
indeks mengindikasikan ketergantungan.
6. Hasil penilaian kemandirian lansia dengan
barthel indeks didapatkan bobot 10 yang artinya
adalah ketergantungan penuh.
7. Omah Ida terlihat hanya makan sedikit saja.
8. Auskultasi, bising usus tidak terdengar.
9. Otot wajah tampak kaku.
10. Klien tampak kurus
11. Omah Ida terlihat Tremor saat melakukan
aktivitas
12. TTV: TD : 110/80 mmHg ; Nadi : 85 x/menit RR
: 19 x/menit
13. Klien kooperatif
579.
580. A :

1. Hambatan mobilitas fisik yang berhubungan


dengan kekakuan dan kelemahan otot pada omah
Ida (88 Tahun)

2. Defisit perawatan diri berhubungan dengan


tremor dan gangguan motorik pada omah Ida (88
tahun)

119
3. Konstipasi pada Omah I (88 Tahun)

4. Gangguan rasa nyaman nyeri pada omah Ida usia


88 tahun

5. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari


kebutuhan yang berhubungan dengan tremor dan
perlambatan dalam proses makan, serta kesulitan
mengunyah dan menelan pada omah Ida (88
tahun)

581.

582. P: Intervensi dilanjutkan.

1. Beri latihan ROM aktif pasif

2. Bantu segala kebutuhan dasar klien

3. Lakukan massage abdominal

4. Lakukan laithan relaksaksi otor progresif

5. Berikan makanan kesukaan klien

584.

120