Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN LENGKAP

ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENCERNAAN

OLEH :

KELAS : O-12

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR
MAKASSAR
2014
BAB I
PENDAHULUAN

Saluran pencernaan makanan menerima makanan dari luar dan mempersiapkan

bahan makanan untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan

(mengunyah, menelan, dan penyerapan ) dengan bantuan zat cair yang terdapat mulai

dari mulut sampai keanus. Setiap sel dalam tubuh memerlukan suplai makanan yang

terus menerus untuk bertahan hidup. Makanan tersebut memberikan energy,

menambah jaringan baru, mengganti jaringan yang rusak, dan untuk pertumbuhan

( Syaifuddin. 2009 ).

Selama dalam proses pencernaan, makanan dihancurkan menjadi zat-zat

sederhana yang dapat diserap dan digunakan sel jaringan tubuh. Berbagai perubahan

sifat makanan terjadi karena kerja berbagai enzim yang terkandung dalam berbagai
cairan pencerna. Setiap jenis zat ini mempunyai tugas khusus menyaring dan bekerja

atas satu jenis makanan dan tidak mempunyai pengaruh terhadap jenis lainnya (Evelyn,

2008).
Sistem pencernaan berfungsi untuk mengolah bahan makanan menjadi sari

makanan yang siap diserap tubuh. Proses pencernaan terjadi pada karbohidrat, protein,

dan lemak, sedangkan vitamin, mineral, serta air langsung diserap dan digunakan oleh

tubuh (Wijaya,2000).
Adapun maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui dan memahami

anatomi dan fisiologi sistm saluran pencernaan pada hewan uji tikus putih ( Rattus

norvergicus )
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk melihat dan mengamati anatomi

dan fisiologi system saluran pencernaan pada hewan uji tikus putih ( Rattus norvergicus

)
Adapun prinsip dari percobaan ini adalah berdasarkan pada pembedahan hewan

uji tikus putih (Rattus norvergicus) yang telah dibius


( anastesi ) kemudian diamati system saluran pencernaannya dan dibandingkan

dengan literature yang ada.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Teori Ringkas
Sistem pencernaan berurutan dengan penerimaan makanan dan

mempersiapkannya untuk diproses oleh tubuh. Makanan dalam arti Biologis adalah

tiap zat atau bahan yang dapat digunakan dalam metabolisme guna memperoleh

bahan-bahan untuk membangun atau memperoleh tenaga (Energi) bagi sel. Untuk

dapat digunakan dalam metabolism, maka makanan itu harus ke dalam sel

(Irianto,kus.2005).
Fungsi utama system pencernaan adalah menyediakan zat nutrisi yang sudah

dicerna secara berkesinambungan untuk didistribusikan kedalam sel melalui sirkulasi

dengan unsure unsure air, elektrolit, dan zat gizi. Sebelum zat ini diserap oleh tubuh,

makanan harus bergerak sepanjang saluran pencernaan( Syafuddin. 2009 ).

Proses pencernaan dibagi menjad dua yaitu :

a. Pencernaan mekanis
Pencernaan mekanis yaitu proses pengubahan molekul kompleks menjadi molekul

sederhana secara mekanis, misalnya penghancuran makanan dengan gigi atau oleh

otot lambung.
b. Pencernaan kimiawi
Pencernaan kimiawi adalah proses pengubahan senyawa organic yang ada

dalam bahan makanan dari bentuk yang kompleks menjadi molekul yang lebih

sederhana dengan bantuan enzim (Anonim, 2011).

Saluran pencernaan pada manusia dimulai dari rongga mulut dan diakhiri oleh

anus ( lubang pelepasan ). Adapun alat alat dari system pencernaan yaitu terdiri dari :

a. Rongga Mulut
Rongga mulut dibagian depan dibatasi oleh bibir, dibagian belakang oleh dinding

faring posterior, dibagian lateral selaput lender bukalis dan tonsil, dibagian atas palatum

durum dan palatum molle dan dibagian bawah oleh dasar mulut. Didalam rongga mulut

terdapat gigi, lidah dan kelenjar pencernaan yaitu berupa kelenjar ludah. Gigi dan lidah

berguna untuk memecahkan makanan secara mekanik. Kelenjar ludah menghasilkan

enzim ptyalin yang mencerna hidrat arang. Rongga mulut ( mouth cavity ) mempunyai

panjang 15 20 cm dengan diameter 10 cm. Didalam mulut sudah mulai terjadi proses

penyerapan dengan mekanisme difusi pasif ( transport pasif ) dan transport konvelisif

( pori ). Dalam mulut terdapat enzim ptyalin, maltase, dan musin. Sekresi air ludah 500

1500 ml per hari dengan pH 6,4

b. Faring

Daerah faring merupakan persimpangan dari rongga mulut ke kerongkongan dan

dari rongga hidung ke tenggorok. Pada saat menelan makanan, maka lubang ke

saluran napas ditutup oleh anak tekak sehingga makanan akan terdorong ke

kerongkongan.

c. Esofagus

Esofagus merupakan organ silindris berongga dengan panjang sekitar 25 cm dan

diameter 2 cm. Esofagus terletak posterior terhadap jantung dan trakea, anterior

terhadap vertebrata, setinggi C6 menembus diafragma sampai torakal 11.Saluran

pencernaan sesudah mulut adalah kerongkongan ( esophagus ). Esofagus adalah


saluran yang terdapat dibelakang rongga mulut yang menghubungkan rongga mulut

dengan lambung. Dinding kerongkongan dibentuk oleh otot otot melingkar yang

bergerak tanpa kita sadari. Gerakannya disebut gerak peristaltic, yaitu gerakan otot

lingkar yang mengkerut kerut seperti meremas remas sehingga makanan dapat

masuk kedalam lambung. Esofagus mempunyai Ph cairannya 5 6, tidak terdapat

enzim maupun absorbs. Getah lambung dihasilkan oleh kelenjar yang terdapat pada

dinding lambung, dimana dinding lambung menghasilkan asam lambung berupa asam

klorida, pepsinogen, rennin lipase lambung, dan mucin.

d. Lambung ( Ventrikulus )

Lambung atau perut besar merupakan organ yang terletak didalam rogga perut

yaitu terletak disebelah kiri atas, dibawah sekat rongga dada ( Diafragma ). Lambung

merupakan sebuah kantong muskuler yang letaknya antara esophagus dan usus halus,

sebelah kiri abdomen dan di bagian depan pancreas dan limpa yang dibentuk oleh otot

polos yang tersusun secara memanjang. Lambung merupakan saluran yang dapat

mengembang karena adanya gerakan peristaltic, terutama didareah epigaster. Variasi

dari bentuk lambung sesuai dengan jumlah makanan yang masuk, adanya gelombang

peristaltic tekanan organ lain dan postur tubuh. Lambung disebut juga gaster yang

panjangnya 20 cm dengan diameter 15 cm dan pHnya 1 3,5. Cairan lambung yang

disekresi sekitar 2000 3000 ml/hari. Kapasitas lambung kira kira 1,2 liter dan bila

kosong 100 liter.

e. Usus halus ( Intestinum minor )

Usus halus merupakan bagian dari sistem pencernaan makanan yang berpangkal

pada pilorus dan berakhir pada sekum, panjangnya sekitar 6 meter dan merupakan
saluran pencernaan yang paling panjang. Usus halus merupakan kelanjutan dari

saluran pencernaan setelah lambung. Bentuk dan susunannya berupa pipa kecil yang

berkelok kelok didalam rongga perut diantara usus besar dan dibawah lambung.

Makanan dapat masuk karena adanya gerakan yang memberikan permukaan yang

lebih luas. Banyaknya jonjot jonjot pada tempat absorbsi memperluas permukaannya.

Usus halus terdiri dari usus dua belas jari ( duodenum ) panjangnya sekitar 25 cm

dengan diameter 5 cm dan pHnya 6,5 7,6, usus kosong ( jejunum ) panjangnya 300

cm diameter 5 cm dengan pH 6,3 7,3, usus penyerapan ( ileum ) panjangnya 300 cm

diameter 2,5 5 cm dengan pH 6,3 7,3. Usus halus sebagai sistem pencernaan

secara enzimatis menghasilkan enzim enzim yang diantaranya erepsin, maltase,

sukrosa, dan laktase.

f. Usus besar ( Intestinum mayor )

Usus besar merupakan saluran pencernaan berupa usus berpenampang luas

atau berdiameter besar dengan panjang 1,5 1,7 meter dan penampang 5 6 cm.

Usus besar merupakan lanjutan dari usus halus yang tersusun seperti huruf U terbalik

dan mengelilingi usus halus dari valvula ileoskalis sampai keanus. Usus besar terdiri

dari 3 bagian yaitu cecum, colon, dan rektum. Lapisan lapisan usus besar terbagi atas

beberapa kolon yaitu asendens, transversum, desendens, dan sigmoid.

g. Regtum

Regtum terletak dibawah kolon signoid yang menghubungkan intestinum mayor

dengan anus, terletak dalam rongga pullvis didepan os sakrum dan os koksigis. Regtum

panjangnya 15 19 cm, diameter 2,5 cm dengan pH 7,5 8,0

h. Anus
Anus adalah bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan regtum

dengan bagian luar atau sebagai tempa keluarnya feses (Anonim,2013).

B. Uraian Bahan
1. Alkohol (Depkes RI 1979, Hal 65 )
Nama resmi : AETHANOLUM
Nama lain : Etanol, alkohol
Rumus molekul : C2H6O

an tidak berwarna, jernih mudah menguap dan mudah terbakar dengan memberikan nyala api biru

yang tidak berasap

Kelarutan : Sangat mudah larut dalam air,

dalam kloroform p dan dalam eter p


Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat
Kegunaan : Zat tambahan
2. Eter ( Depkes RI 1979, Hal 66)
Nama resmi : AETHER ANASTETICUS
Nama lain : Eter Anastesi
Rumus molekul : C4H10O
Berat molekul : 711,12
: Cairan transparan, tidak berwarna, bau khas, rasa manis, dan membakar, sangat muda

menguap dan membakar.

: Larut dalam air, dapat campur dengan etanol, kloroform, minyak lemak dan minyak atsiri.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat

Kegunaan : Anastesi umum.

3. Kapas (Depkes RI 1979, Hal 277 )


Nama resmi : GOSSYPIUM DEPURATUM
Nama lain : Kapas murni
Pemerian : Hampir tidak berbau, praktis tidak

berubah
: Praktis tidak dalam pelarut basa,larut dalam larutan tembaga ( II ) klorida amonia p
Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
Kegunaan : Pembalut
C. Uraian Hewan Uji Tikus Putih ( Rattus norvegicus )

1. Klasifikasi Tikus Putih ( Rattus norvegicus ) ( Anonim. 2013 )


Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Mamalia
Ordo : Rodentia
Sub ordo : Seluroanathi
Family : Muridae
Genus : Rattus
Species : Rattus norvegicus
2. Karakteristik Tikus Putih ( Rattus norvegicus ) ( Malole. 1989 )
Berat badan dewasa
Jantan : 450 520 gram
Betina : 250 300 gram
Berat lahir : 5 6 gram
Luas permukaan tubuh : 50 gram : 130 cm2
130 gram : 250 cm2
Temperatur tubuh : 35,9 37, 5 0C
Harapan hidup : 2,5 3,5 tahun
Konsumsi makanan : 10 gram/100 gram/hari
Konsumsi air minum : 10 12 ml/100 gram/hari
Saat dikawinkan
Jantan : 65 110 hari
Betina : 65 110 hari
Lama kebuntingan : 21 23 hari
Jumlah anak perkelahiran : 6 12 ekor
Umur sapih : 20 hari
Komposisi air susu : Lemak 13,0 %
Pidern 9,7 %
Laktosa 3,2 %
Jumlah pernapasan : 0,68 1,10 ml/gram/hari
Penggunaan oksigen : 250 450 menit
Petak jantung : 54 70 ml/kg
Volume darah : 84 134/60 mmHg
Tekanan darah : 7 10 x 106/mm
Butir darah merah : 36 48 %
Hemotokrit : 11 18 mg/dl
Hemoglobin : 6 17 x 103/mmHg

3. Morfologi Tikus Putih ( Rattus novergicus ) ( Malole.1989 )


Tikus atau rat ( Rattus novergicus ) telah diketahui sifat sifatnya dengan

sempurna, mudah dipelihara, merupakan hewan yang relatif sehat dan cocok untuk

berbagai macam penelitian. Terdapat beberapa galur atau varietas tikus yan memiiki
kekhususan tertentu antara lain galut spraguk-dowly. Berwarna albino putih, berkepala

kecil dan ekornya lebih panjang daripada badannya; galur wister ditandai dengan

kepala besar dan ekor yang lebih pendek, dan galur long-evans yang lebih kecil

daripada tikus putih dan memiliki warna hitam pada kepala dan tubuh bagian depan.

BAB III
METODE KERJA

A. Alat dan Bahan


1. Alat yang digunakan
a. Gelas kimia
b. Gunting bedah
c. Handscoen
d. Jarum pentul
e. Lap halus, lap kasar
f. Masker
g. Papan bedah
h. Pinset
i. Pisau bedah (Bisturi)
j. Timbangan analitik
2. Bahan yang digunakan
a. Alkohol
b. Eter
c. Kapas
d. Larutan Ringer Laktat (RL)
e. Tikus putih (Rattus norvegicus)
f. Tissue

B. Cara Kerja
a. Disiapkan alat dan bahan
b. Dibius tikus putih (Rattus norvegicus) dengan cara dimasukan kedalam gelas kimia

yang berisi kapas yang telah dibasahi dengan kloroform lalu gelas kimia di tutup.
c. Diletakan tikus putih (Rattus norvegicus) diatas papanbedah dengan cara keempat

kakinya direntangkan dan ditusuk menggunakan jarum pentul.


d. Dibedah tikus putih dengan menggunakan pisau bedah hingga terlihat organ system

saluran cernanya
e. Diamati system saluran pencernaanya
f. Difoto dan digambar
g. Dibandingkan dengan sistem pencernaan pada manusia yang ada pada literatur

BAB IV
HASIL DANPEMBAHASAN

A. Gambar sistem pencernaan pada tikus putih (Rattus norvegicus)

Keterangan :
1. Mulut
2. Faring
3. Esofagus
4. Gaster
5. Duodenum
6. Usus Besar
7. Usus Halus
8. Rektum
9. Anus

B. Pembahasan
Pada percobaan anatomi dan fisiologi sistem pencernaan digunakan tikus putih

(Rattus norvegicus) sebagai hewan uji, karena saluran pencernaan hampir sama

dengan manusia tetapi yang membedakannya hanya ukurannya saja. Susunan

pencernaan pada manusia maupun tikus putih (Rattus norvegicus) yaitu dimulai dari

mulut faring esofagus lambung/gasterusus halususus besarrektum anus.

Mulut didalamnya terdapat gigi, rahang lidah, bibir, enzim-enzim yang berupa

amilase yaitu mengubah tepung menjadi maltosa dan polisakarida. Pada mulut, rongga

mulut mempunyai panjang 15-20 cm, diameter 25 cm dan pH 6,4.

Makanan yang sudah dihancurkan yang berupa butir-butir kecil didorong masuk

ke kerongkongan kemudian diteruskan kelambung. Panjang kerongkongan pada

manusia 25 cm dengan diameter 2cmdi dalam kerongkongan tidak terjadi absorbsi dan

tidak terdapat enzim.


Lambung adalah bagian dari saluran pencernaan yang terletak dibawah

diafragma didepan pankreas. Panjang lambung pada manusian 20cm. Pada lambung

terdapat 3 mekanisme absorbsi yaitu difusi aktif, difusi pasif, dan transpor. Konvertif dan

terdapat tiga enzim yaitu pepsin, lipase, renin serta cairanlain yaitu asam lambung.

Fungsi lambu adalah untuk menerima makanan, menghancurkan makanan dan pering

adalah untuk menerima makanan dan peristaltik lambung, getah lambung.

Pada lambung menghubungkan usus halus yang terdiri dari duodenum, jejunum,

dan ileum. Duodenum panjangnya sekitar 25cmdiameter 5cm dan untuk ileum

panjangnya 300cm diameter 255cm fungsi usus halus yaitu menerima mengabsorbsi.

Usus besarmerupakan saluran penceraan beupa usus berpenampang luas atau

berdiameter besar dengan panjang 1,5-1,7 m dan penampang 5-6 cm. Usus besar paa

umumnya terdiri atas usus besar ascending(menaik), transfers(melintang),

decending(menurun), dan berakhir pada rectum yaitu bagian berotot yang

mengeluarkan kotoran melalui anus. Usus besar tidak memilki villi sehingga tidak terjadi

penyerapan sari-sari makanan, tetapi terjadi penyerapan air sehingga feses menjadi

lebih padat. Pada kolon juga terjad proses pembusukan sisa pencernaan (yang tidak

dapat diserap usus halus) oleh bakteri Escherichia coli yang menghasilkan gas H2S,

NHS,indole,skatole, dan vitamin K(berperan dalam proses pembekuan darah).

Rektum merupakanpenyimpanan sisa makanan atau hasil metabolisme yang

tidak diperlukan lagi oleh tubuh kemudian dikeluarkan melalui anus berupa feses atau

kotoran.
Rektum mempunyai panjang 15-19cm dan diameternya 2,5cmdan absorbsinya

yaitu difusi pasif, transpor konvektif, dan pinositosis, anus merupakan tempat

dikeluarkannya feses yang tidak dibutuhkan lagi oleh tubuh.

Adapun faktor-faktor kesalahan pada saat praktikum adalah :

1. Kesalahan dalam pembiusan


2. Kurag teliti dalam pembedahan
3. Alat yang digunakan tidak steril

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan

bahwa:
1. Sistem pencernaan pada manusia hampir sama dengan tikus putih putih (Rattus

norvegicus) baik bentuk, warna dan letaknya tetapi yang membedakan yaitu ukurannya,

pada manusia organ pencernaannya lebih besar dari pada organ pencernaan hewan uji

Tikus Putih (Rattus norvegicus).


2. Sistem pencernaan terdiri dari :
a. Mulut panjangnya kira-kira 15-20cm dan diameter 10cm, pH 6,4 dalam mulut terdapat

enzim ptyalin berfungsi mengkonversi pati menjadi gula, enzim amylase berfungsi
mengubah pati menjadi gula larut serta enzim Buraine berfungsi menjaga

keseimbangan cairan sel sebagai osmolytes.


b. Esofagus panjangnya 25cm dan diameter 2cm pH 56, dalam esophagus tidak terdapat

enzim.
c. Lambung panjangnya 20cmdan diameter 15cm pH 1-3,5, dalam lambung terdaapat

enzim pepsin berfungsi mengubah protein menjadi peptone, Lipase berfungsi

mengubah triglisarida menjadi asam lemak, Amilase berfungsi memecah karbohidrat,

juga terdapat getah lambung getah lambung berupa HCl yang diproduksi oleh sel-sel

mukosa serta enzim Renin berfungsi mengubah kaseinogen menjadi kosein (Protein

susu).
d. Usus halus terdiri dari dudenum panjangnya 25cm, diameter 5cm pH 6,5-7,6. Jejunum

panjangnya 300cm dan diameter 5cm pH 6,3-7,3. Ileum panjangnya 300cm dan

diameter 2,5-5 pH 6,3-7,3, dalam usus halus terdapat enzim sukrase berfungsi

mengkonversi sukrosa disakarida dan monosakarida , enzim Maltase berfungsi

mengkonversi maltose menjadi sukrosa dan enzim lactase berfungsi mengkonversi

laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.


e. Usus besar mempunyai diameter besar dengan panjang 1,5 - 1,7 meter dan

penampang 5 6 cm. berfungsi menyerap air dari makanan, sebagai tempat tinggal

bakteri E.Coli dan tempat feses.


f. Rektum mempunyai panjang 15 19 cm, diameter 2,5 cm. Terletak. Pada rectum tidak

terdapat enzim.
g. Anus, bagian dari organ pencernaan yang berhubungan langsung dengan dunia luar

dimana juga tidak terdapat enzim.

B. Saran
1. Asisten
Metode pengajarannya terlalu cepat sehingga membuat kami kurang mengerti

akan materi yang disampaikan. Dan asistennya kurang on time.


2. Laboratorium
Alat alat yang ada dilaboratorium masih kurang, seperti statif, spektrofotometer,

dan aerator.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2011.http : // Privalast.blogspot.com/10/ Sistem-pencernaan-pada manusia. html.

Anonim. 2012. http//id.wikipedia.org.wiki.Diakses tanggal 22/12/2012

Anonim.2013. http :// smakita.com/07/ Fungsi-organ-sistem-pencernaan-manusia. html.

Dirjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Departemen


KesehatanRepublik Indonesia : Jakarta

Evelyn.2008. Anatomi dan Fisiologi Untuk Paramedis. Media Pustaka Utama.

Irianto,kus.2005. Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia Untuk Paramedis. Yrama Widya

Malole. 1989. Penanganan Hewan Hewan Percobaan


Dilaboratorium. Institusi Pertanian Bogor : Bogor

Syafuddin. 2009. Anatomi Tubuh Manusia Edisi 2. Salemba Medika Press : Jakarta
Wijaya.2000. Aktif Biologi. Ganeca.

LAMPIRAN

A. SKEMA KERJA

Tikus Putih ( Rattus norvergicus )

Dibius dengan Eter

Dibedah perut tikus putih ( Rattus norvergicus )

Diamati sistem pencernaan

Digambar

Dibandingkan dengan system pencernaan manusia yang terdapat pada literature

Pembahasan

Kesimpulan

Foto Hasil Pengamatan


1
2
3

4
5
6
7
8
9

Keterangan :
1. Mulut
2. Esofagus
3. Faring
4. Gaster
5. Duodenum
6. Usus Besar
7. Usus Halus
8. Rektum
9. Anus

Diposkan oleh AndiTenri di 05.58


Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

Mengenai Saya
AndiTenri
Lahir di Bone, Sulawesi Selatan TK Pertiwi Biangkeke Kab Bantaeng SD Inpres 6/75
Buareng Kab Bone SMPN 3 Sinjai Utara Kab Sinjai SMAN 10 Bulukumba Kab
Bulukumba
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog
2015 (5)

o Januari (5)

LAPORAN LENGKAP PENGHAMBAT TRANSPOR AKTIF


GLUKOSA...

LAPORAN LENGKAP ANATOMI FISIOLOGI SISTEM PENCERNA...

LAPORAN LENGKAP SEL DAN JARINGAN

LAPORAN LENGKAP ANATOMI DAN FISIOLOGI KULIT DAN S...

Laporan Anatomi Jantung dan Pembuluh Darah

Template Tanda Air. Diberdayakan oleh Blogger.

Berbagi Untuk Sesama


Jumat, 22 April 2011

Laporan Praktikum Biologi Mencit


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tikus (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan tikus liar
ataupun tikus rumah. Tikus ini tersebar di seluruh dunia. Tikus ini sering ditemukan
di dekat bangunan gedung ataupun di tempat lain, jika terdapat makanan dan
tempat berlindung. Tikus ini semuanya berasal mula dari keturunan yang telah ada
yaitu keturunan dari tikus liar yamg sudah mengalami peternakan secara selektif.
Tikus ini biasanya lebih suka hidup pada tempat yang memiliki suhu lingkungan
yang tinggi (Anonymous, 2010).
Tikus atau mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini
sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Tikus
memakan makanan manusia dan barang-barang rumah tangga (Amori,1996).
Tikus atau mencit kadang-kadang disimpan sebagai hewan peliharaan dan
mewah.Namun, sebagian besar tikus diperoleh dari peternak hewan laboratorium
untuk digunakan dalam penelitian biomedis, pengujian, dan pendidikan. Hal ini
dilakukan karena tikus memiliki struktur organ yang hampir sama dengan manusia.
Dalam hal genetika, tikus atau mencit ini adalah mamalia dicirikan paling lengkap
(Anonymous,2007).
Menurut pendapat saya, tikus rumah ini sekarang umumnya tinggal di dekat
dengan manusia, di rumah-rumah, gudang, lumbung dan lahan-lahan yang
ditanami. Bahkan populasi hidup tikus ini di hutan jauh lebih sedikit daripada
diperumahan-perumahan penduduk.

1.2 Maksud dan Tujuan


Maksud dari praktikum biologi mengenai Sistematika, Anatomi, Fisiologi dan
Morfologi pada tikus (mus musculus) yaitu agar praktikan dapat mengetahui
tentang bagian-bagian daripada tikus.
Tujuan dari dilaksanakannya praktikum ini adalah agar pra praktikan dapat dan
mampu mengetahui, memahami dan menjelaskan mengenai bagian-bagian
daripada Ikan nila.

1.3 Waktu dan Tempat


Praktikum biologi mengenai Sistematika, Anatomi, Fisiologi dan Morfologi pada tikus
(mus musculus) ini dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 8 Oktober 2010 pukul
09.45 WIB 11.15 WIB. Praktikum ini dilakukan di gedung C lantai 1 Laboratorium
IIP (Ilmu Ilmu Perairan), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan , Universitas
Brawijaya, Malang.

BAB II
TINJAUN PUSTAKA

2.1 Tikus
Tikus (Mus musculus) adalah hewan yang masih satu kerabat dengan tikus liar
ataupun tikus rumah. Tikus ini tersebar di seluruh dunia. Tikus ini sering ditemukan
di dekat bangunan gedung ataupun di tempat lain, jika terdapat makanan dan
tempat berlindung. Tikus ini semuanya berasal mula dari keturunan yang telah ada
yaitu keturunan dari tikus liar yamg sudah mengalami peternakan secara selektif.
Tikus ini biasanya lebih suka hidup pada tempat yang memiliki suhu lingkungan
yang tinggi (Anonymous, 2010).
Tikus atau mencit adalah binatang asli Asia, India, dan Eropa Barat. Jenis ini
sekarang ditemukan di seluruh dunia karena pengenalan oleh manusia. Tikus
memakan makanan manusia dan barang-barang rumah tangga (Amori,1996).
2.2.1 Klasifikasi Tikus
Menurut (Anonymous,2010) tikus yang dalam klasifikasinya dimasukan kedalam sub
filum vertebrata ( hewan-hewan beruas tulang belakang ), kelas mamalia (hewan-
hewan menyusui ), ordo rodentia ( hewan-hewan yang mengerat ) dan family
murridae yang merupakan salah satu hama yang penting pada tanaman pertanian
(pangan,horticulur,dan perkebunan). Klasifikasi tikus yaitu ;
Kerajaan : Animalia
Fillum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Super family : Muroidae
Familnya : Muridae
Sub suku : Murinae
Genus : Mus
Species : Musculus

2.2.2 Morfologi dan Anatomi Tikus


Tikus rumah memiliki panjang 65-95 mm dari ujung hidung mereka ke ujung tubuh
mereka. Bulu mereka berkisar dalam warna dari coklat muda sampai hitam dan
pada umunya memiliki warna putih. Tikus memiliki ekor panjang yang memiliki
sedikit bulu dan memiliki deretan lingkaran sisik. Tikus rumah cenderung memiliki
panjang bulu ekor lebih gelap ketika hidup erat dengan manusia, mereka berkisar
12-30 gram berat badanya. Banyak bentuk-bentuk domestik tikus telah
dikembangkan yang bervariasi dalam warna dari putih menjadi hitam dan dangan
bintik-bintik. (Syariffauzi, 2009 ).

2.2.3 Sistem Pencernaan


Sistem pencernaan tikus menurut (Uqbal,2007) terdiri atas saluran pencernaan atau
kelenjar-kelenjar yang berhubungan, fungsinya untuk :
a). Ingesti dan Digesti makanan.
b). Absorbsi sari makanan.
c). Eliminasi sisa makanan.
Sistem pencernaan pada hewan tikus sama dengan pencernaan pada manusia,
karena tikus adalah hewan yang memiliki genetika lengkap dan mempunyai organ
yang hampir sama dengan manusia.
1). Pencernaan di mulut dan di rongga mulut,makanan di giling menjadi kecil-kecil
oleh gigi dan di basahi oleh saliva.
2). Disalurkan melalui foring dan asophogus.
3). Pencernaan di lambung dan di usus halus. Dalam usus halus diubah menjadi
asm-asam amino, monosakarida, gliserida, dan unsur-unsur dasar yang lain.
4). Absorsi air dlam usus besar akibatnya, isi yang tidak dicerna
Menjadi setengah padat (feses).
5). Feces dikeluarkan dari dalam tubuh melalui kloaka (bila ada) kemudian ke anus.
2.2.4 Sistem Ekresi
Sistem ekskresi mamalia hampir sam dengan manusia, tetapi sedikit berbeda yang
di sebabkan oleh liingkun tempat tinggalnya. Paru-paru terletak di dalam rongga
dada, di lindungi oleh struktur selangka dan di selaputi karung di dinding dikenal
sebagai pelura. Bernafas kebanyakan dilakukan olh diagfragama paru-paru berada
mengembang. Sangkar selangka juga boleh menguncup sedikit ini menyebabkan
udara tertarik ke dalam keluar paru-paru melalui frakhea dan broknial tubes yang
bercabang dan mempunyai alveolus di ujung yaitu karung kecil di kapilari yang
penuhi darah. disini oksigen meresap banyak masuk kedalam darah, dimana akan
di angkut oleh hemoglobin. (Anonymous,2010).

2.2.5 Sistim Reproduksi


Tahap pembentukan spematozoa di bagi atas 3 tahap yaitu :
1. Spermatogenesis.
Meupakan tahap spermatogenea yang mengalami mitosis berkali-kali yang akan
menjadi spermatosot primer. Spermatosit primer mengandung kromosom diploid
(2n) pada inti sel nya dan mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan
dua sel anak, yaitu spermatosit skunder.
2. Tahapan meiosis
Spermatosid primer, menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan
segera mengalami meiosis 1, yang kemudian diikuti dengan meiosis 2.
3. Tahapan spermiogenesis
Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang memiliki 4 fase yaitu
fase golgi, fase tulup, fase akrosom, dan fase pematangan. Hasil akhir berupa
empat spermatozoa masuk. (Anonymous,2010).

BAB III
METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam praktikum biologi tentang Sistematika, Anatomi,
Fisiologi dan Morfologi pada tikus (Mus musculus) adalah,
1. Sectio set
Seperangakat alat bedah untuk membedah tikus.
2. Stereofoam
Untuk alas saat pembedahan tikus
3. Jarum Pentul
Untuk memposisikan tikus saat pembedahan
4. Kain Lap
Untuk membersihkan alat praktikum.
5. Kamera
Untuk mengambil gambar saat praktikum.
6. Nampan
Untuk wadah alat dan bahan.

3.2 Bahan dan Fungsi


Bahan yang digunakan dalam praktikum biologi tentang Sistematika, Anatomi,
Fisiologi dan Morfologi pada tikus (Mus musculus) adalah,
1. Tikus
Untuk objek yang akan diamati
2. Chlorofoam
Untuk membius tikus agar mudah dilakukan pembedahan.
3. Kapas
Untuk perantara menggunakan chlorofoam.
4. Tissue
Untuk membersihkan alat praktikum.

3.3 Skema Kerja

Disiapkan alat dan bahan

Dibius tikus menggunakan chlorofoam

Digambar morfologinya

Direntangakn untuk dilakukan pembedahan

Dibedah mulai dari anus samapai leher

Diamati bagian abdominal organ lalu digambar

Diamati system pencernaan tikus

Diamtai system ekskresi

Hasil

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Data Hasil Pengamatn


Data hasil pengamatan dari praktikum biologi tentang struktur anatomi, fisiologi
dan morfologi tikus diperoleh hasil sebagai berikut,

4.2 Analisis Prosedur


Sebelum melakukan praktikum disiapkan alat dan bahan , dimana alat alat yang
digunakan adalh section set untuk membedah tikus, nampan untuk wadah alat dan
bahan, kain lap untuk membersihkan alat- alat praktikum, jarum pentul untuk
mengkondisikan tikus saat dilakukan pembedahan, kamera untuk mengambil
gambar saat praktikum.
Bahan yang digunakan adalah tikus untuk diamati, chlorofoam untuk membius tikus
yang akan diamati, tissue untuk membersihkan alat alat setelah praktikum, kapas
untuk untuk perantara penggunaan chlorofoam.
Sebelum dibedah ambil tikus, ssetelah itu diltakkan di atas meja laboratorium lalu
dibius menggunakan larutan chlorofoam yang telah diletakan diatas kapas.
Kemudian diamati bagian morfologinya lalu dibedah dengan cara membuka rongga
perutnya secara tipis dengan gunting bedah mulai anus sampai kerongkongan
sehingga terlihat bagian dalam tubuhnya kemudian diamati bagian dalam organ
tubuhnya dana ditulis organ apa saja didalamnya serta fungsi organ tersebut dan
ditulis hasilnya.

4.3Analisis Hasil
Pada percobaan dari sitematika, morfologi, anatomi dan fisiologi tikus diperoleh
hasil yaitu sebagai berikut. Bahwa tubuh tikus memiliki kesamaan dengan manusia
dan tikus merupakan hewan bertulang belakang. Dan praktikum yang dilakukan
adalah benar sesuai dengan literature,Tikus merupakan hewan berdarah panas dan
memiliki organ tubuh mirip dengan manusia hanya saja jumlah kromosomnya yang
berbeda. Tikus hidup dekat dengan manusia dan memiliki tubuh lebih gelap serta
ekor lebih panjang dibandingkan dengan tikus yang hidup jauh dari manusia . Tikus
hidup berkelompok dan system pernafasannya mirip manusia.Sistem pencernaan
tikus yaitu dimulai dari esophagus, kerongkongan, usus halus, lambung, usus besar,
dan berlanjut di anus (Anonymous,2010).

BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
1.Tikus adalah binatang yang masih satu kerabat dengan tikus liar ataupun tikus
rumah, asli dai Asia, India, dan Eropa Barat.
2.Tikus mampu beradaptasi secara cepat dengan lingkungan yang ditempatinya.
3.Tikus merupakan hewan yang bertulangbelakang (vertebrata), pemakan segala
(omnivore), dan hewan yang berkembangbiak (vivipar).
4.Organ organ dalam tubuh tikus hamper sama dengan dengan manusia.
5.Sistem pencernaan makanan pada tikus mirip dengan manusia, diawalai dari
mulit, kerongkongan, lambung, usus dua belas jari, usus halus, usus besar dan
berakhir di anus.

5.2 Saran
Pada kegiatan praktikum ini, sebaiknya alat dan bahan yang akan digunakan di
persiapkan terlebih dahulu, agar praktikan dapat berjalan dengan baik. Dan untuk
para praktikan agar mempersiapkan diri materi-materi yang akan dipraktekkan,
agar dalam kegiatan praktikum tidak terhambat.