Anda di halaman 1dari 22

Makalah Termodinamika

Pemicu II

Energi dan Hukum Termodinamika I

Kelompok 6

Anggota :

1. Dyah Kunti Surya Andari (1606951191)


2. Kelvin (1506746153)
3. Kuntum Khaira U.M (1506717935)
4. Mufiid Fatkhurrahman (1606951216)
5. Togi Elyazeer Sinaga (1506738385)

Fakultas Teknik
Universitas Indonesia
Depok 2017
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami tuturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas izin-Nya
kami dapat menyelesaikan makalah Pemicu II : Energi dan Hukum Termodinamika I ini
dengan baik dan tepat waktu. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada ibu Praswasti
PDK Wulan, selaku dosen mata kuliah Termodinamika kami, yang telah menjadi fasilitator
dalam proses belajar kami.

Kami berharap makalah ini dapat berguna serta menambah pengetahuan bagi yang
membaca ataupun kami sendiri. Tidak ada gading yang tak retak, karena itu kami menyadari
adanya kekurangan dalam makalah ini. Untuk itu kami mengharapkan adanya kritik dan
saran demi perbaikan untuk makalah atau tugas kami di masa mendatang, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Akhir kata, kami mohon maaf atas kekurangan dari makalah ini. Semoga makalah
ini dapat bermanfaat untuk siapapun yang membacanya.

Depok, Maret 2017

Penulis

Kelompok 6 2
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................... 2

Daftar Isi .......................................................................................................................... 3

Daftar Gambar ................................................................................................................ 3

Daftar Tabel .................................................................................................................... 4

Soal dan Jawaban 1 ........................................................................................................ 5

Soal dan Jawaban 2 ...................................................................................................... 12

Soal dan Jawaban 3 ...................................................................................................... 13

Soal dan Jawaban 4 ...................................................................................................... 14

Soal dan Jawaban 5 ...................................................................................................... 16

Soal dan Jawaban 6 ...................................................................................................... 18

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 ......................................................................................................................... 5

Gambar 2 ......................................................................................................................... 7

Gambar 3 ......................................................................................................................... 8

Gambar 4 ....................................................................................................................... 10

Gambar 5 ....................................................................................................................... 11

Gambar 6 ....................................................................................................................... 12

Gambar 7 ....................................................................................................................... 13

Gambar 8 ....................................................................................................................... 14

Gambar 9 ....................................................................................................................... 18

Kelompok 6 3
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 .............................................................................................................................. 9

Tabel 2 ............................................................................................................................ 10

Tabel 3 ............................................................................................................................ 16

Tabel 4 ............................................................................................................................ 17

Tabel 5 ............................................................................................................................ 17

Tabel 6 ............................................................................................................................ 19

Tabel 7 ............................................................................................................................ 19

Tabel 8 ............................................................................................................................ 19

Kelompok 6 4
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

1. Jelaskan bagaimana kita bisa memperkirakan kapasitas panas gas monoatomik


dan poliatomik ideal sebagai fungsi temperatur (Ar, H2O dan CO2) berdasarkan
prinsip ekuipartisi. Plot nilai-nilai teoritis dan membandingkannya dengan nilai
yang Anda diperoleh dengan menggunakan persamaan kapasitas panas gas ideal
dan parameter yang diberikan di Smith dan van Ness atau Moran dan buku
Shapiro.

Pelajari diagram yang diberikan di bawah ini. Jelaskan mengapa ada


diskontinuitas dalam plot kapasitas panas air.

Gambar 1. Diagram Cpm terhadap temperatur

Hitung panas yang dibutuhkan untuk meningkatkan suhu 1 mol gas metana 300-
800 K menggunakan data yang ditampilkan. Apakah Anda pikir itu masuk akal
untuk mengasumsikan kapasitas panas yang konstan untuk rentang suhu seluruh?

Berdasarkan gambar (1) di atas menyatakan hubungan antara T dengan Cp,m .


Equipartisi berhubungan dengan energi bahwa setiap derajat kebebasan yang muncul
pada energi total memiliki besar nilai 12 kBT. kB merupakan konstanta boltzman dan T
merupakan suhu. Prinsip tersebut jug amenghubungan molekul dari gas mono dan
polidiatomik yang mengandung sebanyak n partikel. Nilai energi dalam dari gas
monoatomik ideal yang mengandung sebanyak n partikel, dinyatakan dengan 32 nkBT.
Hal ini berarti bahwa setiap partikel memiliki rata-rata 32 kBT unit energi.Partikel
monoatomik memiliki tiga derajat kebebasan translasional, sesuai dengan gerakannya
dalam tiga dimesi. Partikel monoatomik tidak memilki derajat kebebasan dari gerak

Kelompok 6 5
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

rotasi ataupun vibrasi. Sehingga energi yang ditunjukkan dari gas monoatomic adalah
setengah kBT. Perbedaan dari monoatomik dan poliatomik yaitu terletak pada energi
dalamnya. Energi dalam dapat dinyatakan sebagai:
= 12 = 12
Persamaan di atas memuat (f) adalah derajat kebebasan untuk setiap gerakan
tersebut. Maka, energi internal total dari sistem dapat dinyatakan sebagai:

=++

Derajat Kebebasan dan Energi Dalam

Gas Monoatomik
Gas monoatomik merupakan gas yang tersusun dari atom tunggal (contoh; He, Ne,
Ar), memiliki kapasitas panas yang kecil karena hanya memiliki sedikit derajat
kebebasan. Atom-atomnya dapat bebas bertranslasi pada 3 arah yaitu arah x-, y-, ataupun
z. Gerakan translasional menghasilkan tiga derajat kebebasan. Namun, partikel
monoatomik tidak memiliki gerakan vibrasi atau rotasi. Oleh karena itu jumlah total dari
derajat kebebasan untuk sistem monoatomik adalah 3. Setelah mengetahui derajat
kebebasannya nilai energi dalam dapat dihitung dengan menggunakan teorema
equipartisi yang memiliki bentuk umum sebagai berikut;

( ) ( ).....(1)

Gas monoatomik hanya memiliki 3 derajat kebebasan maka nilai energi dalam
apabila ditinjau menurut teorema equipartisi adalah;

( ) ( )

3
U= nRT.....(2)
2

Gas Poliatomik Linear


Molekul poliatomik bentuk linear, terdapat gerakan translasi pada arah x-, y-, dan z.

Kelompok 6 6
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Sehingga nilai derajat kebebasan untuk gerak translasi ini adalah;


doftrans = 3
Bentuk poliatomik juga memungkinan untuk sumbu gerak rotasi karena berimpitan
dengan ikatannya dan tegak lurus dengan ikatannya. Sehingga nilai derajat kebebasan
untuk gerak rotasi ini adalah;
dofrot = 2
Maka untuk gerak vibrasi persamaan dari derajat kebebasannya dapat ditulis
sebagai berikut.
( )

Sehingga, nilai dari total energi dalam menjadi;


1
nRT nRT 3N 5 nRT
3
U
2 2

Gas Poliatomik Non-Linear


Molekul poliatomik non-linear, terdapat pula kemungkinan gerak translasional pada arah
x-, y-, dan z. Namun, terdapat perbedaan pada banyaknya kemungkinan dalam gerak
rotasinya.

Gambar 2. Ilustrasi Molekul Poliatomik Non-Linear

Berdasarkan gambar () terdapat tiga sumbu rotasi, yakni saat berimpitan dengan AB,
berimpitan dengan BC, dan saat tegak lurus dengan AB dan BC. Sehingga nilai derajat
kebebasan untuk gerak rotasi ini adalah;

Maka untuk jumlah gerakan vibrasi dapat ditentukan dengan persamaan di bawah
ini dof = (3N-6) . Sehingga, nilai dari total energi dalam menjadi;

(( ) ( ))

Kelompok 6 7
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Kapsitas panas mempunyai satuan kJ/kgoC atau kJ/kgK yang dapat dianggap
menjadi suatu satuan yang sama karena satuan Celsius atau Kelvin merupakan satuan dari
dimensi temperatur dengan penghitungan yang menunjukkan nilai selisih, atau delta ( )
dari suhu awal dan suhu akhir. Perbedaan kedua satuan ini yang terletak pengkonversian
temperatur berderajat celsius menjadi kelvin dengan cara menambahkan nilai 273 ke
temperaturnya menjadi insignifikan karena misal pada suhu awal 10oC dan suhu akhir
20oC, nilainya delta dalam temperatur bersatuan Kelvin maupun Celsius nilainya akan
tetap sama karena perbandingan selisih titik beku dan titik didihnya sama.

o
C 10 oC = 10 oC

( ) ( )K = 10 K

Satuan kapasitas panas yang menggunakan basis molar adalah salah satu unit
intensif dari kapasitas kalor, yaitu kapasitas kalor molar. Kapasitas kalor molar
merepresentasikan energi yang dibutuhkan untuk menaikkan satu derajat temperatur untuk
satu mol substansi tertentu.

Diskontinuitas mempunyai dua plot yaitu dalam plot kapasitas air dalam tekanan konstan
atau dalam plot Cp terhadap temperatur terjadi karena adanya perubahan fasa. Perubahan
fasa ini terjadi dan dapat menyebabkan perubahan entalpi spesifik karena yang
menyebabkan Cp berubah secara signifikan seiring terjadinya perubahan fasa. Hal ini
didukung dengan Cp sebagai fungsi dari entalpi.

Gambar 3. Grafik Cpm terhadap Temperatur


Temperatur 0 sampai sekitar 273 K nilai dari Cpm air meningkat sebanding dengan
kenaikan grafik yang relatif konstan. Berdasarkan grafik diatas kenaikannya yang relatif
konstan, menunjukkan bahwa semakin tinggi temperatur es, maka Cpm -nya juga akan

Kelompok 6 8
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

meningkat. Setelah mencapai suhu 273 K, Cpm air mengalami diskontinuitas dan membuat
suatu garis grafik baru yang peningkatannya drastis dari Cpm sebelumnya (diskontinuitas).
Peningkatan Cpm in disebabkan oleh terjadinya perubahan fasa air, dari padat (es) menjadi
cair(air). Suhu 273 K sampai 373 K, Cp air masih berada pada grafik tertinggi yang nilai
Cpm -nya bernilai 18 cal/mol K tahap ini (273-373 K), air berada dalam fasa cair. Setelah
373 K Cpm air kembali mengalami penurunan drastis (diskontinuitas).

Gas metana merupakan gas poliatomik non-linear sehingga kita menggunakan enilai
energi dalam untuk gas poliatomik non-linear yang nilai kapasitas panas sebagai berikut;

Berdasarkan perhitungan ekuipartisi diperoleh nilai Cp = 8,5 R. Berdasarkan prinsip


ekuipartisi energi, tampak bahwa pada tekanan tetap, suatu molekul CH4 memiliki nilai
kapasitas kalor tekanan tetap (cp) sebesar 8,5R. Nilai tersebut dianggap konstan di setiap
suhu.

Temperatur Cp/R
(K)
300 8,512
400 9,656
500 11,048
600 12,451
700 14,401
700
800 6.99834
15,002

Kelompok 6 9
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

16.000
14.000
12.000

Cp (cal/mol K)
10.000
8.000
6.000 y = 13,307x + 4418
4.000 R = 0,9993
2.000
0
0 500 1000
Temperature (K)

Gambar 4. Grafik Kapasitas Kalor Isobarik Metana

Kapasitas Panas Cp dapat dihitung dengan menggunakan formula berikut;


Cp
= A + BT + CT 2 + DT -2
R
A, B, C, dan D merupakan konstanta yang untuk setiap gas, serta nilai T merupakan suhu.
Terdapat berbagai nilai setiap bahan pada table C.1 Heat Capacities of Gases in the Ideal-
Gas State maka didapatkan nilai konstanta A, B, C, dan D sebagai berikut: A = 1.702, B =
9.081 x 10-3, C = -2.164 x 10-6, dan D = 0
Nilai tersebut disubstitusikan dengan rentang suhu dari 300 K hingga 800 K.
Kemudian dengan menggunakan bantuan Ms. Excel, kita bisa mendapatkan hasil kalkulasi
nilai Cp/R untuk setiap nilai temperatur.

Temperatur (K) Cp/R


300 4.23154
400 4.98816
500 5.7015
600 6.37156
700
800 6.99834
7.58184

Kelompok 6 10
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

9
8
7

Cp (cal/mol K)
6
5
4
y = 0,0067x + 2,2997
3
R = 0,9974
2
1
0
0 500 1000
Temperature (K)

Gambar 5. Grafik Kapasitas Kalor Isobarik Metana Persamaan Kapasitas


Kalor Gas Ideal

Berdasarkan Grafik 1dan Grafik 2 dihubungkan dengan Cp dari prinsip ekuipartisi


energi bahwa pada suhu dibawah 300 K, molekul sudah dapat melakukan gerak translasi.
Pada suhu sekitar 450 K, molekul sudah melakukan gerak rotasi, sedangkan pada suhu di
atas 800 K, molekul baru dapat melakukan gerak vibrasi. Dengan demikian, kita tidak
bisa mengasumsikan bahwa di setiap temperatur nilai kapasitas panas adalah konstan. Hal
ini dikarenakan umumnya, pada setiap senyawa, ketika temperaturnya dinaikkan, maka
nilai kapasitas panasnya pun akan naik seperti yang terjadi pada gas diatomik maupun
poliatomik, sesuai dengan teorinya bahwa dengan meningkatnya suhu maka kalor yang
diberikan akan terdistribusi menjadi gerakan, sehingga nilai energi dalam akan bertambah.
Nilai kapasitas panas dari metana dengan menghitung luas area yang dihasilkan.
Area berbentuk trapesium dengan masing-masing sisi sejajarnya berukuran; 4.23154 J/mol
K dan 7.58184 J/mol K sedangkan tingginya ditunjukkan dengan nilai rentang temperatur,
yaitu (800-300) K = 500 K.

maka,
J J
mol K mol K)
( J
L K
mol

Kelompok 6 11
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Sehingga didapatkan hasil kapasitas panas dari metana adalah sebesar 2953.345
Joule per mol metana bahwa untuk setiap nilai suhu harga dari kapasitas panasnya adalah
konstan. Hal tersebut karena dilihat dari grafik berbentuk linear menunjukkan nilai
kapasitas panas dari metana meningkat atau berbanding lurus dengan meningkatnya
temperatur.

2. Steam enters a nozzle with a low velocity at 150C and 200 kPa, and leaves as a
saturated vapor at 75 kPa. There is a heat transfer from the nozzle to the
surroundings in the amount of 26 kJ for every kilogram of steam flowing through the
nozzle. Determine (a) the exit velocity of the steam and (b) the mass flow rate of the
steam at the nozzle entrance if the nozzle exit area is 0.001 m2.

Untuk memperoleh data entalpi spesifik dan volume spesifik (v1, h1. v2. dan h2),
diambil tabel A-5 dan A-6 pada buku Thermodynamics: An Engineering Approach edisi
kelima (Yunus A. Cengel). Diketahui bahwa kecepatan masuk uap sangat kecil, dapat
diasumsikan bahwa V1 = 0 untuk mempermudah perhitungan.

Gambar 6. Sistem pada Nozzle

Karena pada soal terdapat aliran kalor keluar, maka


( ) ( )


( )


x = x( * +)

Kelompok 6 12
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

= 80.7 x 2 x 1000

= 401,75 m/s
Mass flow rate :

= x x

= 0.18 kg/s

3. Refrigerant-134a enters an adiabatic compressor at 15 psia and 20F with a volume


flow rate of 10 ft3/s and leaves at a pressure of 100 psia. The power input to the
compressor is 45 hp. Find (a) the mass flow rate of the refrigerant and (b) the exit
temperature.

Gambar 7. Adiabatik Compressor


Asumsi :
Merupakan proses steady-state
Perubahan energi kinetik dan energi potensial diabaikan
Perpindahan panas diabaikan

Pada P = 15 psia dan T = 20F didapatkan properti dari tabel sebagai berikut :

v1 = 3,2468 ft3/lbm

h1 = 106,34 Btu/lbm

a. Laju alir massa refrigerant

Kelompok 6 13
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

b. Temperatur outlet
Hanya ada satu inlet dan satu oulet maka 1 = 2 = . Maka neraca energi pada
sistem steady state adalah sebagai berikut :




( )


( ) ( ) ( )( )

Maka suhu pada P = 100 psia dan h2 = 116,6 Btu/lbm adalah 95,52F

4. Kukus (steam) masuk alat penukar panas (HE) pada 1,4 Mpa dan 300 oC di mana
kukus terkondensasi pada keluaran beberapa tube-tube. Kukus yang terkondensasi
meninggalkan HE sebagai cairan pada 1,4 Mpa dan 150 oC dengan laju alir 5000
kg/hr. Kukus dikondensasi oleh air yang lewat tube-tube. Air masuk HE pada 20
o
C dan menyebabkan kenaikan suhu 20 oC pada sisi keluaran. Asumsikan HE
dalam keadaan adiabatis dan jelaskanlah laju alir air yang diperlukan.

Gambar 8. Heat Exchanger

Kelompok 6 14
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Asumsi:
Adiabatic (Q = 0)
Tidak ada kerja yang diberikan ataupun system tidak melakukan kerja (W = 0)
Tidak ada perbedaan kecepatan alir masuk dan keluar
Tidak ada perbedaan ketinggian
Sistem pada keadaan tunak (Steady State)
Air yang masuk maupun keluar pada tekanan atmosfer (1 atm).

Ditanya: Laju alir () air

Jawab:
Neraca Energi pada proses adalah

( ) ( ) ( )

Dengan menggunakan asumsi-asumsi yang telah diberikan, neraca energi menjadi

( ) ( )

Maka, kita hanya mencari nilai masing-masing entalpi. Dengan menggunakan table properties of
superheated water dan table properties of compressed water, didapatkan
untuk steam pada keadaan 1,4 MPa dan 300oC = 3040,9 Kj/Kg.

untuk steam pada keadaan 1,4 MPa dan 150oC = 632,75 Kj/Kg
untuk air pada keadaan 1 atm dan 20oC = 84,01 Kj/Kg.
untuk air pada keadaan 1 atm dan 40oC = 167,62 Kj/Kg.

Dengan memasukkan semua nilai ke dalam neraca energi, didapatkan

( ) ( )

Kelompok 6 15
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

( )

Maka dibutuhkan 144,011 ton air untuk mendinginkan 5000 kilogram steam pada tiap jam.

5. Nitrogen cair disimpan dalam tangki logam 0,5 m3 yang diinsulasi dengan baik.
Perkirakanlah proses pengisian tangki kosong yang awalnya mempunyai suhu 295
K. Nitrogen cair dicapai pada titik didih normal 77,3 K dan pada tekanan beberapa
bar. Pada kondisi ini, entalpinya adalah 120,8 kJ/kg. Saat katup dibuka, nitrogen
mengalir masuk tangki saat evaporasi pertama kali terjadi dalam proses
pendinginan tangki. Jika tangki mempunyai massa 30 kg dan logam mempunyai
kapasitas panas speisifik 0,43 kJ/kg.K, Menurut anda berapakah massa nitrogen
yang harus mengalir masuk ke dalam tangki hanya untuk mendinginkannya ke
suhu yang membuat nitrogen cair mulai terakumulasi di dalam tangki ? Asumsikan
bahwa nitrogen dan tangki selalu pada suhu yang sama. Sifat-sifat uap jenuh
nitrogen (a saturated nitrogen vapor) pada beberapa suhu diberikan sebagai
berikut :
Tabel 3. Sifat- sifat Uap Jenuh Nitrogen pada Beberapa Suhu

T/K P / bar Vv /m3 kg-1 Hv/ kJ kg-1


80 1,396 0,1640 78,9
85 2,287 0,1017 82,3
90 3,600 0,06628 85,0
95 5,398 0,04487 86,8
100 7,775 0,03126 87,7
105 10,83 0,02223 87,4
110 14,67 0,01598 85,6

Diketahui:
Volume tanki = 0.5 m3
Entalpi = -120.8 kJ/kg
Temperatur awal = 295 K
Kapasitas panas spesifik= 0.43 kJ/kg* K
Massa tanki = 30 kg
T Uap = 100 C (Perkiraan)
Dengan data tambahan:
Kelompok 6 16
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Tabel 4. Sifat-sifat Uap Jenuh Nitrogen pada Beberapa Suhu


v 3 -1 v -1
T/K P / bar V /m kg H / kJ kg
80 1,396 0,1640 78,9
85 2,287 0,1017 82,3
90 3,600 0,06628 85,0
95 5,398 0,04487 86,8
100 7,775 0,03126 87,7
105 10,83 0,02223 87,4
110 14,67 0,01598 85,6

Ketika nitrogen cair mulai berakumulasi di dalam tanki, terdapat nitrogen jenuh juga
pada temperatur akhir, sehingga terdapat komponen:

Mvapor , Tvapor, Vvapor, Hvapor, Uvapor

Kemudian, sesuai dengan keadaan soal, didapat:

Mvapor * Uvapor Hinlet * Mvapor = Q = Mtank * C * Tvapor - T1

Mvap = Vtanki / Vvapor

Menghitung U dengan U = (H- P*V)

Sehingga didapatkan:

Tabel 5. Sifat-sifat Uap Jenuh Nitrogen pada Beberapa Suhu


v 3 v
V /m H / kJ
T/K P / bar -1 -1 U
kg kg
80 1.396 0.164 78.9 78.671056
85 2.287 0.1017 82.3 82.0674121
90 3.6 0.06628 85 84.761392
95 5.389 0.04487 86.8 86.55779174
100 7.775 0.03126 87.7 87.4569535
105 10.83 0.02223 87.4 87.1592491
110 14.67 0.01598 85.6 85.3655734

Sehingga didapatkan jawaban :


Uvapor * Tvap Hinlet= Mtank * C * Tvapor - T1 * Vvapor * Tvapor / Vtank
Tvapor = 97.924K
Mvapor = 13.812 kg

Kelompok 6 17
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

6. Gas metana dibakar secara sempurna dengan 30% udara berlebih pada tekanan
atmosfer. Metana dan udara masuk tungku pada suhu 30oC jenuh dengan uap air,
o
dan gas buang meninggalkan tungku pada 1500 C. Kemudian gas buang
melewati penukar panas dan keluar dari HE pada 50 oC. Dengan basis 1 mol
metana, Hitunglah banyak panas yang hilang dari tungku, dan banyak panas yang
ditransfer dalam penukar panas.

Diketahui:
Pembakaran sempurna antara gas metana dengan udara berlebih 30% (hanya O2 yang
bereaksi dengan metana).
Basis: 1 mol metana

Mula-mula 1 mol x mol - -


Bereaksi 1 mol 2 mol 1 mol 2 mol
Sisa: - 30%2 mol 1 mol 2 mol

Gambar 9. Pembakaran Gas Metana


Ditanya:
Q yang hilang pada proses pembakaran
Q yang ditransfer pada heat exchanger

Jawab:
Mol setelah pembakaran = 30% 2 mol
= 0,6 mol
Mol sebelum pembakaran = 2 mol + 0,6 mol
= 2,6 mol

Kelompok 6 18
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Mol N2 =

= 9,781 mol

Tabel 6. Komponen dengan jumlah mol reaktan sebelum pembakaran


dan setelah melewati Heat Exchanger

Reaktan Produk
Komponen mol Komponen mol
CH4 1 CO2 1
O2 2,6 H2O 2
N2 9,781 O2 0,6
N2 9,781

Tabel 7. Entalpi pembakaran gas (Joule/mol)


Temperatur (K) Metana Oksigen Nitrogen Karbondioksida Air
298 879 732 728 912 837
303 1063,7 878,86 873,27
323 1471,26 1455,07 1886,91 1682,17
1773 51416,03 48764,5 78825,09 61890,42

Tabel 8. Entalpi Pembentukan


CH4 O2 N2 CO2 H2 O

Hf (J/gmol) -74840 0 0 -393510 -241826

1) Kalor yang hilang pada proses pembakaran


Asumsi:
Sistem pada tekanan konstan, yaitu tekanan atmosfer (1 atm)
Sistem tidak diberi kerja ataupun system tidak melakukan kerja
Tidak ada kerja yang diberikan ataupun system tidak melakukan kerja (W = 0)
Tidak ada perbedaan kecepatan alir masuk dan keluar
Tidak ada perbedaan ketinggian
Sistem pada keadaan tunak (Steady State)

Kelompok 6 19
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Neraca Energi pada proses tungku adalah

Dengan menggunakan asumsi-asumsi yang diberikan, maka

Entalpi yang akan kita gunakan sebagai referensi adalah entalpi pada 25oC dan tekanan 1
atm.
[ ] [ ]
Produk
[( ) ]
[( ) ]
= [( ) ]
[( ) ]
Maka

Reaktan
[( ) ]
[( ) ]
[( ) ]
Maka
( )
( )

Maka kalor yang hilang untuk setiap pembakaran 1 mol metana adalah 102,05 kJoule

2) Kalor yang ditransfer pada Heat Exchanger


Asumsi:
Sistem pada tekanan konstan, yaitu tekanan atmosfer (1 atm)
Sistem tidak diberi kerja ataupun system tidak melakukan kerja
Tidak ada kerja yang diberikan ataupun system tidak melakukan kerja (W = 0)
Tidak ada perbedaan kecepatan alir masuk dan keluar

Kelompok 6 20
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

Tidak ada perbedaan ketinggian


Sistem pada keadaan tunak (Steady State)
Neraca Energi pada proses tungku adalah

Dengan menggunakan asumsi-asumsi yang diberikan, maka

[ ] [ ]
Tinjau untuk masing-masing komponen
( )
( )
(
( )
Maka .

Maka kalor ditransfer dari system sebesar 690,05 kJoule.

Kelompok 6 21
Pemicu II ( Energi dan Hukum Termodinamika I)

DAFTAR PUSTAKA

Smith, Van Ness, dan Abbott. 2001. Chemical Engineering Thermodynamics 6th edition.
USA: Mc Graw Hill

Moran, Michael dan Shapiro. 2006. Fundamentals of Engineering Thermodynamics 5th


edition. USA: John Wiley

Cengel dan Boles. 2002. Thermodynamics: An Engineering Approach 5th edition. USA Mc
Graw Hill

Kelompok 6 22

Anda mungkin juga menyukai