Anda di halaman 1dari 12

MODUL 02

MEDAN MAGNET PADA KAWAT LURUS DAN KAWAT MELINGKAR


Alvin Fariz, Vicqy Bayu Putratama Viar, Sri Megawati, Ade Cipta Irawati, Atika Destiarasari,
Weni Syafira
10215072, 10215004, 10315028, 10315023, 10315029, 10315010
Program Studi Fisika, Institut Teknologi Bandung, Indonesia
Email: alvin.fariz22@gmail.com

Asisten: Margareta Vania Stephanie / 10213076


Tanggal Praktikum: (22-03-2017)

Abstrak
Pada percobaan kali ini kita mengukur besar medan magnet di sekitar kawat berarur. Bentuk kawat berarusnya
antara lain kawat lurus dan kawat melingkar. Pengukuran dilakukan dengan variasi besar arus dan jarak pada
kawat lurus, dan besar jarak pada masing-masing 3 kawat melingkar yang berbeda diameter. Dari hasil
pengukuran dibandingkan dengan hasil perhitungan dengan menggunakan hukum biot-savart. Didapatkan hasil
dengan galat yang kecil untuk kawat lurus namun tidak terlalu baik untuk kawat melingkar.
Kata kunci : Medan magnet, arus, biot-savart, ampere.

I. Pendahuluan Gambar 1. Jarum kompas di sekitar kawat


Tujuan dari percobaan ini adalah : berarus[1]
1. Membandingkan besar medan magnet
hasil pengukuran sebagai fungsi jarak Sehingga arah medan magnet/induksi
pada kawat lurus dengan perhitungan medan magmetik disekitar arus listrik
hukum biot-savart dan hukum ampere. bergantung pada arah arus listrik dan dapat
2. Membandingkan besar medan magnet ditentukan dengan kaidah tangan kanan.
hasil pengukuran sebagai fungsi arus Besarnya medan Magnet disekitar kawat
pada kawat lurus dengan perhitungan lurus panjang berarus listrik. Dipengaruhi oleh
hukum biot-savart dan hukum ampere. besarnya kuat arus listrik dan jarak titik
3. Membandingkan besar medan magnet tinjauan terhadap kawat. Semakin besar kuat
hasil pengukuran sebagai fungsi jarak arus semakin besar kuat medan magnetnya,
pada kawat melingkar dengan semakin jauh jaraknya terhadap kawat
perhitungan hukum biot-savart dan semakin kecil kuat medan magnetnya.
hukum ampere.

Terjadinya medan magnetik disekitar


kawat berarus pertama kali ditunjukkan oleh
Hans Christian Oersted. Percobaan yang
dilakukan Oersted mengamati jarum kompas
yang diletakkan di bawah kawat yang dilalui
arus listrik. Hasil percobaan diperlihatkan pada
Gambar di bawah ini.
Gambar 2. Arah medan magnet di sekitar kawat
berarus[3]

Berdasarkan perumusan matematik oleh


Biot-Savart maka medan magnet di sekitar
kawat berarus listrik dirumuskan dengan :
o I r^ o dl r^ Untuk jarak yang sangat dekat, kawat
B ( r )=
4 r
2
dl=
4
I 2 (1)
r diasumsikan memiliki panjang yang tak
berhingga. Dengan asumsi ini, dapat dipakai
hukum Ampere
Keterangan:
B : Medan magnet dalam tesla ( T )
o : permeabilitas ruang hampa
B .dl= 0 I (5)
I : Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
r : jarak titik P dari kawat (m) atau dalam bentuk biasa ditulis :

Untuk menghitung besar medan magnet 0 I


total di titik r(a,b,c) pada kawat lurus di B ( r )= (6)
2c
sepanjang sumbu-x dengan panjang 2L, yang
titik tengahnya melalui pusat kordinat Keterangan:
B : Medan magnet dalam tesla ( T )
0 I + L dx [ i^ {ax ) i+b
^ ^j+ c k^ }] o : permeabilitas ruang hampa
B ( r )=
4 L
3
(2) I : Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
2 2 2
{( ax ) + b +c }
2
c : jarak titik P dari kawat pada sumbu z
(m)

Untuk a & b nol maka dapat ditulis Besar dan arah medan magnet disumbu
kawat melingkar berarus listrik dapat
0 I + L dx [ i^ {x ) i+c
^ k^ }] ditentukan dengan persamaan :
B ( r )=
4 L
3
(3)
2 2
{x +c }
2

Atau secara sederhana dapat ditulis


0 I 2L
B ( r )= 1
( 4)
2c 2 2 2
(c +L ) Gambar 3. Medan magnet di sekitar kawat berarus
melingkar[3]
Keterangan:
B : Medan magnet dalam tesla ( T ) o a2
o : permeabilitas ruang hampa B ( r )= I 3
(7)
2 2 2 2
I : Kuat arus listrik dalam ampere ( A ) (a + x )
L : Panjang kawat (m)
r : jarak titik P dari kawat (m)
a : jarak titik P dari kawat pada sumbu x Keterangan:
(m) B : Induksi magnet di P pada sumbu
b : jarak titik P dari kawat pada sumbu y kawat melingkar ( T)
(m) I : kuat arus pada kawat ( A )
c : jarak titik P dari kawat pada sumbu z a : jari-jari kawat melingkar ( m )
(m) r : jarak P ke lingkaran kawat ( m )
x : jarak titik P ke pusat lingkaran ( m )

II. Alat dan Bahan


Alat yang digunakan dalam percobaan ini
adalah sebagai berikut :
1. 1 Set kawat konduktor tertutup c (amperian loop), akan sebanding
2. 1 Teslameter (smartphone) dengan jumlah arus yang terlingkupi dalam
3. 1 Power supply dengan arus tinggi loop Ienc.
4. 1 dudukan plug-in elements
Posisi sensor tidak sejajar dengan
5. 2 leybold multiclamp
6. 1 stand base, V-shape, 28 cm kawat, karena pada pengukuran nilai Bx dan
7. 2 Connecting leads, 2.5 mm Bz tidak nol, pengukuran terhadap kawat lurus
8. 1 small optical bench tersebut tidak tepat simetrinya, sehingga
terbaca nilai medan magnet komponen x dan z.
III. Metode Percobaan Besar medan magnet di sekitar kawat
Percobaan pertama dilakukan untuk melingkar hasil perhitungan dengan biot-savart
menghitung medan magnet di sekitar kawat berbeda jauh dengan hasil pengukuran, dapat
lurus dengan variasi arus. Pertama-tama set dilihat pada tabel 3-5 pada lampiran bahwa
alat sesuai yang tertera pada modul. Kemudian medan hasil pengukuran lebih linear
hubungkan kawat konduktor lurus dengan sedangkan hasil perhitungan lebih
power supply, dan kalibrasi teslameter eksponensial. Hal itu disebabkan karena pada
(smartphone) dengan nilai nol pada saat catu saat perhitungan posisi sensor tidak tepad di
daya belum dinyalakan. Kemudian lakukan sumbu pusat kawat lingkara kawat tersebut,
pengukuran untuk variasi arus 0-20 A dengan sehingga ada medan komponen x & y yang
kenaikan setiap 2 A. terbaca pada pengukuran. Juga karena posisi
Untuk percobaan kedua dilakukan variasi sensor selalu terganggu tiap kali melakukan
jarak, untuk arus tetap 10 A. Setiap kali kalibrasi. Dari grafik 4-9 terlihat bahwa
melakukan pengukuran dengan jarak berbeda semakin besar diameter kawat semakin kecil
maka teslameter (smartphone) harus galat yang dihasilkan dari pengukuran, terlihat
dikalibrasi ulang pada nilai nol. Lakukan bahwa hasil pegukuran pada percobaan dengan
pengukuran dengan variasi jarak 2-11 cm. diameter kawat 120mm semakin mendekati
Metode yang sama berlaku untuk hasil perhitungan dengan hukum biot-savart.
percobaan ketiga pengukuran medan magnet Prinsip kerja sensor ini adalah dengan
di sekitar kawat melingkar. Dengan arus tetap memanfaatkan fenomena efek Hall. Efek Hall
10 A. Lakukan variasi jarak dari 2-11 cm dan ini didasarkan pada efek medan magnetik
variasi kawat melingkar dengan dimensi 4 cm, terhadap partikel bermuatan yang bergerak.
8 cm, dan 12 cm. Ketika ada arus listrik yang mengalir pada
Pada ketiga percobaan kita tidak yakin sensor efek Hall yang ditempatkan dalam
akan posisi teslameter yang terdapat pada medan magnet yang arahnya tegak lurus arus
smartphone itu di mana, sehingga akan didapat listrik, pergerakan pembawa muatan akan
nilai Bx yang terukur tidak nol. berbelok ke salah satu sisi dan menghasilkan
medan listrik. Medan listrik terus membesar
IV.Data dan Pengolahan data hingga gaya Lorentz yang bekerja pada
Data dan pengolahan data pada percobaan
partikel menjadi nol. Perbedaan potensial
ini dapat dilihat pada lampiran.
antara kedua sisi sensor tersebut disebut
V. Pembahasan potensial Hall. Potensial Hall ini sebanding
Pada hukum biot-savart tidak kawat dengan medan magnet dan arus listrik yang
yang akan diukur medan magnetnya tidak melalui sensor.
perlu memiliki simetri yang baik. Sedangkan
pada hukum ampere kawat dianggap simetri VI. Kesimpulan
dan memiliki simetri yang tinggi, panjang tak 1. Didapat hasil pengukuran dan
hingga sehingga perhitungannya lebih perhitungan menggunakan hukum
sederhana. Hukum ampere menyatakan bahwa biot savart dan hukum ampere pada
integral garis dari medan magnet pada loop kawat lurus sebagai fungsi jarak pada
tabel 1 dan grafik 1 pada lampiran.
Didapat hasil pengukuran yang
mendekati hasil perhitungan dengan
hukum biot-savart dan hukm ampere.
Dan hasil perhitngan dengan hukum
ampere lebih mendekati hasil
pegukuran.
2. Didapat hasil pengukuran dan
perhitungan menggunakan hukum
biot savart dan hukum ampere pada
kawat lurus sebagai fungsi arus pada
tabel 2 dan grafik 2 dan 3 pada
lampiran. Didapat hasil pengukuran
yang mendekati hasil perhitungan
dengan hukum biot-savart dan hukm
ampere. Dan hasil perhitngan dengan
hukum ampere lebih mendekati hasil
pegukuran.
3. Didapat hasil pengukuran dan
perhitungan menggunakan hukum
biot savart dan hukum ampere pada
kawat melingkar sebagai fungsi jarak
pada tabel 3 dan grafik 4 dan 5 untuk
diameter kawat 40mm, tabel 4 dan
grafik 6 dan 7 untuk diameter kawat
80mm, dan tabel 5 dan grafik 8 dan 9
untuk diameter kawat 120mm pada
lampiran. Didapat hasil pengukuran
yang relatif jauh dari hasil
perhitungan menggunakan hukum
biot-savart.

VII. Daftar Pustaka


[1] Murni. 2013. Generator sederhana. (
URL:
puremudz.blogspot.co.id/2013 /
01/generator-sederhana.html)
Diakses 24 Maret 2017
[2] David J. Griffith, Introduction
to
Electrodynamics, 3rd ed.,
Prentice
Hall, 97-98, 1999.
[3] Rumah Belajar. (URL:
https://belajar.kemdikbud.go.i
d/SumberBelajar/tampilajar.p
hp ) Diakses 24 Maret 2017
LAMPIRAN
I Bx By Bz Btot BA BBS
0 0 0 0 0 0 0 Percobaan 1 kawat lurus
2 0.1 -0.8 4.3 4.4 3,974130
4 Dengan persamaan (4) didapat besar BBS
691
4 0.2 -1.8 8.3 8.5 7,948261 dan dengan persamaan (6) didapatkan nilai
8 BA
381
6 0.2 -1.8 12.2 12.5 11,92239
12
207
8 0.1 -3.8 16 16.4 15,89652
16
276
10 0.5 -4.8 19.9 20.5 19,87065
20
345
12 0.3 -5.7 23.8 24.5 23,84478
24
414
14 0.7 -6.6 27.9 28.6 27,81891
28
483
16 0.8 -7.7 32.3 32.4 31,79304
32
553
18 0.7 -8.9 36.5 37.6 35,76717
36
622
Tabel 1: Pengukuran medan magnet pada
20 1 -9.7 40.3 41.4 39,74130 kawat lurus dengan variasi arus pada jarak
40
691 2cm

dari percobaan tesebut didapat grafik sebagai berikut :

45.00
41.40
40.00 39.74
37.60
35.00 35.77
32.40
31.79
30.00
28.60
27.82
25.00 24.50
23.84
20.00 20.50
19.87
16.40
15.9
15.00
12.50
11.92 11.00
10.00
8.50
7.95 8.00 9.00 10.00
6.00 7.00
5.00 4.04 3.00 4.00 5.00
3.97
1.00 2.00
0.00 0
0.00
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Grafik 1: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart dan hukum
ampere pada kawat lurus dengan variasi arus pada jarak 2cm
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan hukum ampere
garis abu : perhitungan dengan hukum biot-savart
Percobaan 2 kawat lurus variasi jarak I=10A

Dengan persamaan (4) didapat besar BBS dan dengan persamaan (6) didapatkan nilai B A

r Bx By Bz Btot BA BBS
2 -0.5 -4.8 19.9 20.5 19,870653
20
45
3 -0.6 -8.3 16.5 18.5 13,141630
13,3333
06
4 -0.6 -10.9 14 17.9 9,7485850
10
66
5 -0.4 -12.1 11.9 17 7,6921915
8
81
6 -0.2 -12.7 9.7 16 6,3063063
6,66667
06
7 -0.1 -12.9 7.5 14.9 5,3055810
5,71429
91
8 -0.6 -12.9 5.4 13.9 4,5473723
5
78
9 -0.2 -12.3 3.6 12.9 3,9523902
4,44444
33
10 -0.1 -11.9 2.4 12.1 3,4729725
4
68
11 -0.2 -11.11 1.3 11.1 3,0786783
3,63636
61
Tabel 2: Pengukuran medan magnet pada kawat lurus dengan variasi jarak

dari percobaan tesebut didapat grafik B terhadap r sebagai berikut :

25.00

20.00

15.00

10.00

5.00

0.00
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Grafik 2: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart dan hukum
ampere pada kawat lurus dengan variasi jarak pada arus 10A terhadap r.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan hukum ampere
garis abu : perhitungan dengan hukum biot-savart

25.00

20.00

15.00

10.00

5.00

0.00
9.0909000000000004E-2 0.125 0.2 0.5

Grafik 3: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart dan hukum
ampere pada kawat lurus dengan variasi jarak pada arus 10A terhdapa 1/r.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan hukum ampere
garis abu : perhitungan dengan hukum biot-savart

Percobaan Pada Kawat Melingkar variasi jarak I=10A

D=40mm I=10A

Dengan persamaan (7) didapat besar BBS untuk kawat melingkar.

r Bx By Bz Btot BBS
2 -2.4 -4 3.7 6 111,0157
646
3 -2 -2.8 2.4 4.1 53,59257
28
4 1.6 -2.7 0.1 3.2 28,08501
38
5 1.5 -2.5 0.9 3 16,08505
826
6 1.1 -2 0.3 2.3 9,929551
853
7 1 -1.8 0.1 1.9 6,510372
389
8 1 -1.6 -0.1 1.7 4,479775
662
9 0.9 -1 0 1.4 3,205466
53
10 0.6 -0.8 0.2 1.1 2,368479
478
11 0.5 -0.8 0.2 0.9 1,797440
883
Tabel 3: Pengukuran medan magnet pada kawat melingkar dengan variasi jarak dengan radius
kawat 40mm.

dari percobaan tesebut didapat grafik sebagai berikut :

120.00

100.00

80.00

60.00

40.00

20.00

0.00
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Grafik 4: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart pada kawat
melingkar dengan variasi jarakpada jarak, terhadap r, pada kawat melingkar dengan diameter
40mm.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan biot-savart
120.00

100.00

80.00

60.00

40.00

20.00

0.00
9.0909000000000004E-2 0.125 0.2 0.5

Grafik 5: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart pada kawat
melingkar dengan variasi jarakpada jarak, terhadap 1/r, pada kawat melingkar dengan diameter
40mm.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan biot-savart

D=80mm I=10A

Dengan persamaan (7) didapat besar BBS untuk kawat melingkar.

r Bx By Bz Btot BBS
2 4.3 -7.5 8.6 12.2 112,3400
552
3 4.3 -8.6 4.5 11.2 80,384
4 4.3 -7.8 2.4 9.2 55,50788
232
5 4.3 -7 0.2 8.2 38,27399
901
6 4 -5.7 -1 7.1 26,79628
64
7 3.5 -4.4 -1.2 5.7 19,17386
174
8 2.4 -3.6 -1.4 4.6 14,04250
69
9 2.6 -2.9 -1.6 4.1 10,51773
017
10 1.6 -2.4 -1.8 3.5 8,042529
129
11 1.8 -2 -1.5 2.9 6,266120
982
Tabel 4: Pengukuran medan magnet pada kawat melingkar dengan variasi jarak dengan radius
kawat 80mm

dari percobaan tesebut didapat grafik sebagai berikut :

120.00

100.00

80.00

60.00

40.00

20.00

0.00
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Grafik 6: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart pada kawat
melingkar dengan variasi jarakpada jarak, terhadap r, pada kawat melingkar dengan diameter
80mm.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan biot-savart

120.00

100.00

80.00

60.00

40.00

20.00

0.00
9.0909000000000004E-2 0.125 0.2 0.5
Grafik 7: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart pada kawat
melingkar dengan variasi jarakpada jarak, terhadap 1/r, pada kawat melingkar dengan diameter
80mm.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan biot-savart

D=120mm I=10A

Dengan persamaan (7) didapat besar BBS untuk kawat melingkar.

r Bx By Bz Btot BBS
2 14.8 -28.7 11.6 34.3 89,36596
668
3 13.2 -25.1 2.8 28.4 74,89337
013
4 10.1 -19.5 -2.5 22 60,29164
441
5 8.8 -16.7 -4.6 18.5 47,45340
625
6 5.1 -9.7 -5.7 12.5 37,00525
488
7 6.7 -12.4 -5.5 15.2 28,84919
877
8 4.3 -7.7 -5.4 10.3 22,608
9 3.7 -6.3 -4.8 8.7 17,86419
093
10 2.7 -5 -4.2 7.1 14,25455
887
11 2.6 -3.6 -3.5 5.9 11,49245
114
Tabel 5: Pengukuran medan magnet pada kawat melingkar dengan variasi jarak dengan radius
kawat 120mm

dari percobaan tesebut didapat grafik sebagai berikut :


100.00

90.00

80.00

70.00

60.00

50.00

40.00

30.00

20.00

10.00

0.00
2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Grafik 8: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart pada kawat
melingkar dengan variasi jarakpada jarak, terhadap r, pada kawat melingkar dengan diameter
80mm.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan biot-savart

100.00

90.00

80.00

70.00

60.00

50.00

40.00

30.00

20.00

10.00

0.00
9.0909000000000004E-2 0.125 0.2 0.5

Grafik 9: Besar medan magnet dengan pengukuran, perhitungan hukum biot-savart pada kawat
melingkar dengan variasi jarakpada jarak, terhadap 1/r, pada kawat melingkar dengan diameter
80mm.
Keterangan :
garis biru : hasil pengukuran
garis kuning : perhitungan menggunakan biot-savart

Anda mungkin juga menyukai