Anda di halaman 1dari 8

MORFOLOGI DAN SISTEMATIKA TUMBUHAN

TANAMAN TEBU

Disusun oleh :

Nama : Shofi Fadhlur Rahmayanti


NIM : M3515049

D3 FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara beriklim tropis, sehingga berbagai
jenis tanaman dapat tumbuh dengan mudah di Indonesia. Salah satunya
adalah tanaman tebu yang hanya dapat ditanam di daerah yang beriklim
tropis.
Tanaman tebu merupakan tanaman perkebunan semusim yang mempunyai
sifat tersendiri sebab didalam batangnya terdapat zat gula. Tebu berkembang
biak dengan baik di daerah beriklim udara sedang sampai panas.
Tanaman tebu dimanfaatkan sebagai bahan baku utama dalam industri gula.
Setiap bagian dari tebu dapat dimanfaatkan seperti daunnya yang digunakan
sebagai pakan ternak ataupun bahan baku kompos. Ampas dari tebu dapat
digunakan sebagai bahan bakar, selain itu biaasanya dipakai oleh industri
pembuat kertas sebagai campuran dalam kertas.
Banyak orang Indonesia yang tahu akan tebu, namun tidak banyak orang
yang mengetahui morfologi dan sistematika dari tanaman tebu sendiri.
Banyak orang mengetahui bahwa tebu merupakan bahan utama dari
pembuatan gula namun tidak semua orang mengetahui morfologi dan
sistematika tebu, serta mengetahui bahwa tebu mempunyai banyak
manfaatnya untuk tubuh.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana morfologi dan sistematika tanaman tebu?
b. Apa manfaat dari tanaman tebu bagi kesehatan?
C. Tujuan
a. Agar pembaca lebih memahami tentang morfologi tanaman tebu..
b. Agar pembaca mengetahui apa saja maanfaat dari tebu untuk kesehatan.

BAB II

PEMBAHASAN
A. Morfologi dan Sistematika Tebu
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Clasiss : Liliopsida
Sub clasis : Commelinidae
Ordo : Cyperales
Familia : Poaceae
Genus : Saccharum
Species : Saccharum officinarum L.
Secara morfologi, tanaman tebu dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu
batang, daun, akar, dan bunga.
Tanaman tebu mempunyai sosok yang tinggi kurus, tidak bercabang, dan
tumbuh tegak. Tinggi batangnya dapat mencapai 3-5 m atau lebih. Kulit
batang keras berwarna hijau, kuning, ungu, merah tua, atau kombinasinya.
Pada batang terdapat lapisan lilin yang berwarna putih keabu-abuan dan
umumnya terdapat pada tanaman tebu yang masih muda.
a. Morfologi Batang
Batang tebu tersusun dalam ruas-ruas, diantara ruas-ruas tersebut terdapat
buku-buku ruas dimana terletak mata yang dapat tumbuh menjadi kuncup
tanaman baru. Disamping itu terdapat mata akar tempat keluarnya akar
untuk kehidupan kuncup tersebut. Yang perlu diperhatikan dalam
mempelajari tanda pengenal yang terdapat pada batang, ialah terutama
bentuk ruasnya, disamping itu juga sifat-sifat yang terdapat pada ruas itu
sendiri sebagai keterangan tambahan.
Yang dimaksud dengan bentuk ruas disini kecuali dapat dibedakan atas
enam bentuk pokok, juga bentuk pada potongan penampang melintang
ruas. Keenam bentuk-bentuk pokok tersebut ialah silindris, tong, kelos,
konis, konis terbalik dan cembung-cekung . Sedangkan bentuk
penampang melintang dibedakan atas bulat ( gilig ) dan pipih
( gepeng ). Mengenai susunan ruas, dapat lurus dan berbiku ( zig-zag )
seperti ditunjukkan dalam gambar 2.10.
b. Morfologi Daun
Daun tebu merupakan daun tidak lengkap, yang terdiri dari helai
daun dan pelepah daun saja, sedang tangkai daunnya tidak ada.
Diantara pelepah daun dan helai daun bagian sisi luar terdapat sendi
segitiga daun, sedang pada bagian sisi dalamnya terdapat lidah daun.
Yang perlu diperhatikan dalam mempelajari tanda pengenal yang
terdapat pada daun ialah pelepah daun dengan bagian-bagiannya terutama
bulu-bulu bidang punggung dan telinga dalam seperti dijelaskan dalam
pada gambar 2.1 yang menunjukkan gambar Letak Bulu/Rambut pada
Daun dan 2.2 yang menunjukkan gambar Daun dengan Bagian-
Bagiannya.
Yang dimaksud dengan bulu bidang punggung yang selanjutnya disebut
bidang punggung ialah kelompok bulu yang terdapat pada bagian tengah
punggung pelepah daun sebelah luar.
Yang perlu diperhatikan ialah :
Ada atau tidaknya bulu bidang punggung tersebut
Pertumbuhan kelompok bulu apakah sempit atau lebar serta mencapai
puncak pelepah atau tidak
Kedudukan bulu-bulu berdiri atau rebah.
Ukuran panjang bulu-bulu tersebut
Bulu bidang punggung dinamakan sempit (Gambar 2.3), apabila
1
pertumbuhan kelompok bulu itu lebarnya kurang dari /4 lebar pelepah
daun. Dinamakan lebar (Gambar 2.4), apabila pertumbuhan bulu-bulu itu
lebarnya lebih dari 1/4 lebar pelepah daun.

Yang dimaksud dengan telinga daun ialah tonjolan di sebelah atas tepi
pelepah daun. Sedangkan telinga dalam ialah telinga pelepah daun sebelah
dalam.
Yang perlu diperhatikan ialah :
Ada atau tidak adanya telinga dalam tersebut.
Pertumbuhan tinggi telinga apakah kuat, sedang atau lemah
Kedudukan telinga dalam tersebut apakah serong atau tegak
Klon tebu dikatakan bertelinga, apabila tinggi telinganya lebih panjang
atau atau sama dengan lebarnya. Sebaliknya dikatakan tidak bertelinga,
apabila tinggi teling lebih pendek dari pada lebarnya.
Kedudukan telinga dikatakan serong, apabila tepi pelepah daun dan tepi
luar telinga merupakan suatu garis lengkung atau membuat sudut.
Kedudukan telinga dikatakan tegak, apabila tepi pelepah daun dan tepi luar
telinga merupakan garis lurus.
Pertumbuhan telinga dikatakan kuat, apabila tinggi teling 3 kali atau lebih
dari pada lebarnya, dikatakan sedang, apabila tinggi telinganya lebih dari
1 sampai 3 kali lebarnya, sedangkan pertumbuhan telinga dikatakan
lemah, apabila tinggi telinganya sama dengan lebarnya.
c. Morfologi Akar
Tebu mempunyai akar serabut yang panjangnya dapat mencapai satu
meter. Sewaktu tanaman masih muda atau berupa bibit, ada 2 macam
akar, yaitu:
1. akar setek dan akar tunas. Akar setek/bibit berasal dari setek
batangnya, tidak
2. berumur panjang, dan hanya berfungsi sewaktu tanaman masih muda.
Akar tunas
3. berasal dari tunas, berumur panjang, dan tetap ada selama tanaman
masih tumbuh.
d. Morfologi Bunga
Bunga tebu merupakan bunga majemuk yang tersusun atas malai dengan
pertumbuhan terbatas. Panjang bunga majemuk 70-90 cm. Setiap bunga
mempunyai tiga daun kelopak, satu daun mahkota, tiga benang sari, dan
dua kepala putik.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Secara morfologi, tanaman tebu dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu
batang, daun, akar, dan bunga. Tanaman tebu mempunyai sosok yang tinggi
kurus, tidak bercabang, dan tumbuh tegak.
Tanaman tebu juga mempunyai banyak manfaat seperti mencegah penyakit
kuning, meredakan rasa nyeri, batu ginjal, menurunkan demam, mencegah
kanker, mengatasi dehidrasi, aman untuk penderita diabetes, mencegah
stroke, menguatkan gusi dan gigi, mengatasi mimisan, mengatasi masuk
angin, melawan kanker payudara, baik untuk penderita diabetes,
menyembuhkan pilek dan sakit tenggorokan.
B. Saran
a. Memperdalam morfologi dari tebu
b. Dapat memanfatkan tebu dengan baik
c. Menjadikan tebu sebagai obat alternatif

DAFTAR PUSTAKA

Tjitrosoepomo,G. 2005. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.


Yogyakarta.

Rosanti, Dewi. 2013. Morfologi Tumbuhan. Erlangga. Jakarta.