Anda di halaman 1dari 14

PLANIMETER

PAPER
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Ukur Tanah yang
diampu oleh Dr.Ir.H. Iskandar Muda P, M.T

Oleh :
Firhan Rezy Syaputra (1602472)

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL


DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2017

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam ilmu geomatika, luas dapat diperoleh dengan tiga cara. Yang pertama
adalah cara numeris, yaitu menghitung luas dengan menggunakankoordinat
titik batas yang saling menutup. Yang kedua adalah cara grafis, yaitu dengan
menggunakan pendekatan-pendekatan bidang segitiga.

Yang terakhir adalah dengan cara mekanis, yaitu menghitung luas wilayah
denganmenggunakan alat planimeter. Pada laporan ini akan membahas
tentang cara menghitung luas wilayah dengan cara mekanis

Peta merupakan gambaran dari permukaan bumi yang diproyeksikan terhadap


bidang datar. Peta yang baik memberikan informasi yang akurat mengenai
permukaan bumi kepada penggunanya. Suatu peta dapat digunakan sebagai
dasar perencanaan pengembangan suatu wilayah. Pada tahapperencanaan
suatu pembangunan, luasan wilayah yang akan dibangun menjadihal yang penting
untuk diperhatikan. Dengan mengetahui luasan suatu wilayah,maka akan dapat
dijadikan pedoman pembangunan daerah tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah dari laporan ini adalah:

a. Apa itu alat planimeter ?

a. Apa dan bagaimana cara mengoperasikan alat planimeter?

b. Bagaimana menghitung luas suatu wilayah dengan cara mekanis (dengan

planimeter) ?

1.3 Tujuan

Tujuan dari penulisan laporan ini adalah:

a. Mendeskripsikan tentang alat planimeter dan cara pengoperasiannya

b. Mendeskripsikan cara menghitung luas dengan cara mekanis

1
2

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN
Planimeter adalah suatu alat yang digunakan untuk menghitung luas
dengan cara mekanis. Planimeter ada dua macam, yaitu planimeter manual
dan planimeter digital. Alat planimetri terdiri dari dari dua tangkai (batang)
yang dihubungkan oleh sendi yang memungkinkan kedua tangkai tersebut
bergerak bebas pada meja gambar. Tangkai yang pertama disebut tangkai
jarum tetap atau tangkai batang (kutub), dibagian ujung lain dari tangkai tetap
terdapat jarum pelacak tetap yang disebut dengan kutub planimeter. Tangkai
yang kedua disebut tangkai pelacak. Pada ujung-ujung tangkai pelacak
terdapat sebuah roda (roda ukur) dan jarum pelacak untuk menelusuri batas
daerah yang diukur. Roda ukur dapat berputar bersamaan dengan gerakan dari
jarum pelacak.Banyaknya putaran dapat dibaca pada piringan berskala yang
dihubungkan dengan roda ukur.

Keterangan:
1. Batang kutub
2. Batang pelacak
3. Kutub planimeter (tetap)
4. Sendi (engsel)
5. Jarum pelacak
6. Roda ukur berskala
7. Piringan berskala
8. Klem (untuk mengatur panjang batang pelacak)
9. Skala Nonius
2.2 JENIS-JENIS PLANIMETER
2.2.1 Planimeter KP-90N
3

Gambar 3. Planimeter KP-90N


Code: Planimeter KP-90N
Deskripsi:
Spesifikasi:
Type: Roller Type, Dengan Komputasi Fungsi
Tampilan: Liquid Crystal, Angka 8 digit, 13Symbols
Simbol: Batt-E, SCALE MEMO, TAHAN cm2, m2, km2, in2, ft2,
acre, dll
Konversi Fungsi: Unit dan Skala nilai
Akumulasi Mengukur Nilai: 10m2 Maksimum (Skala 1: 1)
Mengukur Range: Lebarvertikal maksimum: 325mm panjang
Horizontal rol berputar: 30m
Akurasi: Dalam + / -0.2% (dalam + / -2 / 1000pluses)
Power Supply: Built-in Ni-MH Battery (diisiulangmelalui AC
Adapter) Adaptor AC 100-240V (Auto-power-off fungsidisediakan.)
Operasi Duration: Approx. 30 jam operasiterus-menerus
BateraiPengisianWaktu: Approx. 15 jam
Main Unit Berat: 750g
Aksesoris: Disediakan AC Adapter dan Kasus Plastik

2.2.2 Planimeter KP-21c

Gambar 4. Planimeter KP-21c


Code: Planimeter KP-21c
Deskripsi:
4

Koizumi KP 21C
Lokasi
Jalur Panjang
Bagian Panjang
Koordinat Pengukuran: sistem Metric: mm, cm, m, km
Imperial system: in, ft, yd, km
Tampilan: 16 digit x 2 baris, dot-matrix tipe LCD
Interface: removable printer atau RS232C kabel Eksklusif ( opsional)
Pengukuran rentang: X-axis: 10 m Y-axis: 380
Panjang Pengukuran Minimum: 0.05mm
Akurasi: Dalam + / - 0,1%
Power supply: Baterai isi ulang NiCd 15 Jam
Ukuran: Dengan printer: 430 x 159 x 46mm
Dengan Chasing: 368 x 204 x 65mm

2.3 METODE DALAM PLANIMETER

Gambar 5. Planimeter digerakkan searah jarum jam pada poligon


Metode yang digunakan dalam pemetaan planimetris adalah :
1. Pengukuran Jarak Langsung
Pengukuran jarak langsung adalah pengukuran yang dilakukan
dengan cara membentangkan pita ukur sepanjang garis yang akan diukur
dengan alat utama berupa pita ukur. Apabila jarak tidak dapat diukur
dengan sekali bentangan pita ukur, maka perlu dilakukan pelurusan.
Pelurusan dilakukan dengan cara membuat penggalan-penggalan pada
jarak yang akan diukur. Pengukuran dilakukan sebanyak dua kali, yakni
pengukuran pergi dan pengukuran pulang.
Pengukuran jarak langsung dapat dilakukan di medan mendatar
dan medan miring. Pengukuran pada medan mendatar dilakukan dengan
pelurusan terlebih dahulu. Kemudian mengukur langsung dengan
5

menggunakan pita ukur. Sedangkan pada medan miring perlu dilakukan


beberapa tahapan tambahan. Yang pertama adalah melakukan pelurusan
seperti pada medan mendatar. Kemudian melakukan pengukuran jarak
dengan bantuan unting-unting. Di sini pita ukur ditarik sehingga
mendatar dan batas penggal jarak yang diukur di tanah diperoleh dengan
bantuan unting-unting yang digantung dengan benang dari pita ukur yang
direntangkan.
Namun, sering kali terdapat penghalang pada jarak yang akan
diukur. Pengukuran pada jarak terhalang dapat dilakukan dengan
beberapa macam cara sebagai berikut ;
a. Dengan perbandingan sisi segitiga siku-siku
b. Dengan mengukur titik tengah tali busur
c. Dengan bantuan cermin penyiku atau prisma penyiku
2. Pengukuran Sudut
Salah satu alat yang didesain untuk mengukur sudut, dalam
bidang geodesi dan pengukuran tanah dikenal dengan nama teodolit.
Teodolit memiliki tiga bagian, bagian atas (teropong, lingkaran vertikal,
sumbu mendatar, klem teropong dan penggerak halus, aldehide vertikal
dan nivo, nivo teropong), bagian tengah (kaki penyangga, aldehide
horizontal, piringan horizontal, klem dan penggerak halus aldehide
horizontal, klem dan penggerak halus nimbus, nivo tabung, mikroskop
pembacaan lingkaran horizontal), dan bagian bawah (tribranch, nivo
kotak, skrup penyetel ABC, plat dasar).
Prosedur penggunaan teodolit diawali dengan pendirian teodolit
di atas statif dan melakukan sentering dan mengatur sumbu I agar
vertikal. Yang dimaksud sentering adalah bahwa sumbu I (sumbu
vertikal) teodolit segaris dengan garis gaya berat yang melalui titik
tempat berdiri alat. Sentering dilakukan dengan medirikan teodolit
sehingga ujung unting-unting berada tepat di atas titik (patok).
Sedangkan pengaturan sumbu I vertikal dilakukan dengan cara mengatur
posisi nivo kotak dan nivo tabung.
Pengukuran sudut dapat dilakukan dengan cara repetisi atau
reiterasi.
a. Cara Repetisi
6

Cara ini hanya dapat dilakukan dengan alat teodolit tipe repetisi atau
teodolit yang mempunyai sumbu vertikal ganda

b. Cara Reiterasi
Cara reiterasi sebenarnya mirip dengan repetisi, yaitu setelah
mengukur sudut , pembacaan q ditambah dengan besaran sudut
tertentu, misal 300. Pembacaan ini kemudian dibawa ke A dan klem
limbus dimatikan lagi. Selanjutnya klem horizontal dibuka dan
teropong dibidikkan ke C lagi. Pekerjaan ini diulang-ulang sampai n
kali.
Pengukuran sudut dilakukan dengan sistem dua seri rangkap.
Pengukuran seri rangkap adalah pengukuran sudut dengan
kedudukan posisi teropong biasa dan luar biasa dari sebuah sudut
tunggal. Sedangkan pengukuran dua seri rangkap bila mengukur
target posisi biasa, biasa, luar biasa, luar biasa. Bila jumlah seri
pengukuran akan ditambah guna meningkatkan ketelitiannya, maka
penempatan posisi pembagian skala lingkaran horizontal pada
teodolit repetisi dapat diubah-ubah.

3. Pengukuran Jarak Optis


Pengukuran jarak optis merupakan pengukuran jarak secara tidak
langsung, karena dalam pelaksanaannya digunakan alat bantu berupa
teropong pada alat ukur teodolit dan rambu ukur. Pengukuran ini dapat
dilakukan karena pada teropong teodolit dilengkapi dengan garis bidik
(benang silang) dan benang stadia yang diarsir pada diafragma. Garis
bidik adalah garis khayal yang menghubungkan titik benang silang
dengan sumbu optis lensa obyektif teropong. Benang stadia terdiri dari
tiga macam, yakni benang atas, benang tengah, dan benang bawah. Posisi
suatu target diketahui dengan membaca bacaan piringan vertikal teodolit
dan angka pada rambu ukur yang ditunjukkan dengan benang stadia yang
dilihat dari teropong teodolit.

4. Poligon Tertutup
Poligon dapat diartikan sebagai suatu rangkaian dari titik titik
secara berurutan sebagai kerangka pemetaan. Posisi atau koordinat titik
7

titik poligon tersebut diperoleh dengan mengukur sudut dan jarak antar
titik titik poligon, serta azimuth salah satu sisinya. Adapun rumus
penentuan koordinat poligon adalah :
x2 = x1 + d12sin12
y2 = y1 + d12cos12
Dilihat dari bentuknya, ada dua macam poligon, yaitu :
1. Poligon Tertutup
2. Poligon Terbuka
3. Poligon Bercabang
Poligon tertutup adalah poligon yang diawali dan diakhiri pada
titik yang sama (berimpit).
Unsur yang diperlukan dari bentuk poligon tersebut adalah
- Unsur sudut pada tiap titik
- Unsur jarak pada tiap sisi
- Azimut salah satu sisi, agar poligon tersebut terorientasi
Dari unsur unsur tersebut semua unsur sudut diukur, salah satu
sisi poligon perlu diukur atau diketahui azimutnya, karena untuk
menghitung koordinat titik poligon, yang diperlukan adalah azimut,
bukan sudut sehingga azimut sisi lainnya bias dicari dengan melihat
hubungan antar sudut dan azimut awal.

5. Pengukuran Azimut
Beda tinggi arah utara yang ditunjukkan oleh magnetis dan utara
geografis disebut dengan deklinasi magnet atau salah tunjuk jarum. Besar
sudut deklinasi magnet tidak sama dari satu tempat ke tempat lain, makin
mendekat kutub makin besar, serta dari waktu ke waktu tidak sama pula.
Salah tunjuk jarum magnet di suatu tempat selain dikarenakan deklinasi
juga bisa disebabkan karena adanya atraksi local yaitu adanya gangguan
medan magnet setempat, akibat adanya benda-benda yang terbuat dari
besi baja, bangunan-bangunan gedung dan lain-lain serta kemungkinan
adanya kesalahan dari kontruksi alat itu sendiri seperti halnya jarum
magnet tidak sejajar sumbu datar (kesalahan kolimasi).
Selisih arah yang didapat merupakan besaran koreksi yang harus
diberikan terhadap data hasil ukuran arah dengan kompas untuk
mendapatkan arah yang benar.
8

2.4 PENGOPERASIAN DAN LANGKAH MENGHITUNG LUAS


PLANIMETER
1.Pengoperasian Planimeter

Langkah-langkah mempersiapkan alat planimeter sebelum


digunakan untuk menghitung luas :

1. Letakan Peta yang akan dgunakan di atas meja, dan usahakan agar tidak
bisa berpindah posisi
2. Mengeluarkan alat dari box alat
3. Mengatur panjang batang pelacak
4. Mencari posisi untuk kutub planimeter. Posisi kutub diusahakan agar
batang pelacak dapat menjangkau seluruh garis batas dengan sudut
antara batang pelacak dengan batang kutuk lebih kecil dari 180.
5. Setelah kutub terpasang, gerakkan mengelilingi area batas untuk
mengetahui ada tidaknya hambatan dari gerak roda
Langkah menghitung luas:

1. Lihat titik merah pada lensa alat, kemudian tepatkan titik tersebut pada
garis/ batas wilayah yang akan dicari luasannya.
2. Tempatkan jarum pelacak mulai dari titik awal (misal x0 ), yang telah
ditentukan, kemudian putar roda ukur maju (searah jarum jam) atau
mundur (berlawanan arah jarum jam) melalui x 1 sampai kembali ketitik
awal (x0).
Pada titik start awal sebelum mulai menyusuri garis batas,
dilakukan pembacaan terlebih dahulu pada titik start. Nilai didapat dari
piringan berskala dan skala nonius. Tahap ini juga dilakukan pada titik
akhir (x1).
Syarat dari pengukuran luas dengan planimeter yang baik adalah
selisih antara bacaan di x0dan x1 tidak lebih dari 20.
Dengan konversi tertentu, maka luas akan dapat dihitung.
Ketelitian hasil sangat bergantung pada besar atau kecilnya skala peta.
Semakin besar skala petanya, akan semakin teliti hasil luasannya.
9

2. Penghitungan Luas dengan Planimeter

Untuk mendapatkan luasan suatu daerah permukaan bumi dipeta


maka diadakan pengukuran dengan metode planimetri dari titik awal
x0 sampai dengan titik akhir x1 dengan menggunakan rumus :

Keterangan :

La = luas area yang dicari (km2)


Lx = luas daerah dalam peta diperoleh dari perhitungan
Ly = luas kalibrasi dalam peta diperoleh dari perhitungan
Lb = luas kotak kalibrasi
P = panjang (cm)
l = lebar (cm)

Gambar 7. Sketsa Peta yang diukur dan kotak yang dikalibrasi

Operasi dari planimeter linier dapat dibenarkan dengan


menerapkan teorema Green ke komponen vektor medan N, diberikan oleh:
10

di mana b adalah y-koordinat siku E.

Medan vektor ini tegak lurus terhadap EM lengan pengukuran:

dan memiliki ukuran yang konstan, sama dengan panjang m dari


lengan pengukuran:

Kemudian:

karena:

Sisi kiri dari persamaan di atas, yang sama dengan


area A tertutup oleh kontur, sebanding dengan jarak diukur dengan roda
ukur, dengan faktor proporsionalitas m , panjang lengan pengukuran.

2.5 PEMBUATAN PETA METODE PLANIMETRIS


Peta planimetris sampai saat ini dibuat dengan melakukan
pengukuran secara langsung di lapangan. Maksud dari pengukuran yang
dilakukan pada pembuatan peta ini adalah mengumpulkan data-data lapangan
yang berupa panjangan dari penggal-penggal garis pembentuk/penentu posisi
dari objek-objek yang diukur. Adapun langkah langkah dalam proses
pembuatan peta planimetris yakni:
1. Melakukan pengamatan lokasi yang dipetakan.
11

Pengamatan lokasi penting dilakukan agar dapat menentukan


dimana saja letak titik kontrol agar memudahkan penggambaran detil.
Dicatat pula detil mana saja yang perlu dipetakan. Detil yang terlalu kecil
bisa tidak diukur karena bila ukurannnya diubah dengan skala tertentu
maka bentuknya akan tidak nampak.
2. Melakukan koreksi alat.
Koreksi alat dilakukan hanya pada alat theodolite,koreksinya
berupa mencari konstanta pengali teropong (A),heling (h),kesalahan
kolimasi,dan kesalahan indeks vertical.
3. Membuat sketsa sederhana lokasi yang dipetakan.
Sketsa cukup digambar tangan tanpa berisi keterangan
jarak,fungsinya untuk memudahkan pengambaran hasil akhir. Sketsa nanti
dibandingkan dengan penggambaran akhir,apakah sebuah detil dengan
hasil pengukuran sudah mirip dengan yang disketsakan.
4. Mengukur jarak antar titik kontrol,azimuth disalah satu titik kontrol, dan
sudut di masing - masing titik kontrol.
Jarak antar titik kontrol diukur secara pulang pergi,azimuth diukur
disatu titik kontrol saja,sisanya bisa dicari dengan rumus,sedangkan sudut
dimasing - masing titik kontrol diukur secara seri rangkap.
5. Menggambar kerangka polygon menggunakan data pengukuran pada poin
4.
Penggambaran dilakukan dengan terlebih dahulu mengubah jarak
sebenarnya ke dalam cm dengan skala yang telah ditentukan.
6. Melakukan pengukuran detil.
Pengukuran detil ini dapat menggunakan beberapa metode.
Antara lain metode offsetting yang terdiri dari metode penyikuan dan
metode pengikatan. Metode lain yang digunakan yakni metode polar.
Dalam tugas akhir ini terdapat ketentuan yakni pengukuran detil 70%
harus menggunakan metode offset dan 30% menggunakan metode polar.
7. Penggambaran detil (plotting)
Pengambaran detil ini yang agak lama bagi kelompok
saya,begitu sebuah detil digambarkan kadang bentuknya tidak sesuai
keadaanya didunia nyata,jika hal ini terjadi maka harus dilakukan
pengukuran ulang terhadap detil yang bersangkutan dan hal itu
memerlukan waktu yang lama.
8. Penggambaran secara keseluruhan dilengkapi dengan atribut peta.
12

Penggambaran secara keseluruhan menggunakan rapido atau


bisa juga drawing pen dan juga menggunakan pensil.

BAB III

PENUTUP

3.1 SIMPULAN

Bahwa penghitungan luas suatu wilayah dapat dilakukan dengan


caramekanis menggunakan planimeter
Penghitungan luas dengan planimeter lebih efisien dan berguna
untuk menutupi kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan
survey langsung
Semakin besar skala peta yang digunakan, maka semakin besar
ketelitiandari hasil pengukuran luas dengan planimeter.

3.2 SARAN

Planimeter adalah alat yang di gunakan dalam suatu pengukuran dalam


ilmu ukur tanah yang dimana sangat di perlukan dalam pemakaiannya . Oleh
karena itu alat ini dan pengoperasiannya harus dikuasai oleh kita selaku civil
engineering sebagai alat yang akan dipakai sewaktu kita kerja nanti.

DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/doc/.../MAKALAH-PLANIMETER
https://yuhana.wordpress.com/2008/01/23/cara-membuat-paper/
3

https://emanmendrofa.blogspot.co.id/2014/11/caramembuatletaknomerhala
man.html